Selamat Pagi Indonesia

December 31, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh: Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

SOROT matahari cerah menyinari bumi pertiwi dan para penduduknya yang terhampar dari Sabang sampai Merauke, dari Aceh sampai Papua.

Sinar matahari pagi di tahun baru 2025, tepatnya, Rabu 1 Januari, memberi harapan kita semua untuk melanjutkan kehidupan, berusaha, berbisnis, berbangsa, dan bernegara.

Harapan baru, the new hope berada di depan, lanjutan dari harapan panjang tahun sebelumnya 2024. Harapan itu tidak terkotak-kotak oleh waktu, oleh bulan, dan tahun. Tetapi sepanjang waktu, multi years. Kecuali harapan sudah tercapai, dan memulai yang baru.

Firdaus

Yang terasa berbeda dalam menjalani harapan adalah tahunnya. Tidak ada tahun sama. Katanya tidak ada waktu yang berulang.

Beda tahun beda tantangan. Beda presiden beda aturan, beda kultur, walaupun harapannya tetap saja sama: menuju rakyat sejahtera, Indonesia Emas.

Adaptasi oleh berbagai pihak yang ada dalam Indonesia merupakan tantangan. Perbedaan-perbedaan yang membuat pertikaian perlu diselaraskan.

Kultur rezim presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun terakhir (dua periode) sempat tertanam dalam tatanan kehidupan bernegara dan kehidupan masyarakat.

Tentu saja kultur Jokowi belum habis, dan menyambung ke kultur baru yang dibawa Presiden Prabowo Subianto yang mulai bekerja tahun 2024, didampingi wakilnya, Gibran Rakabuming Raka.

Riak-riak penyesuaian pasti ada. Mereka yang tidak mampu menyesuaikan akan membawa prinsip masa lalu yang sudah usai. Seringkali membawa frustrasi karena tidak selaras dengan zaman sekarang.

Kebenaran cenderung melegitimasi mereka yang sedang berkuasa, dengan segala aturan dan undang-undang yang dibuatnya. Namun demikian, penguasa harus tetap berhati-hati.

Di era 4.0 yang menandai kehidupan serba internet, semua serba mudah. Dunia dalam satu genggaman gadget, smartphone.

Suara rakyat biasa bisa menggelegar mengancam kejatuhan sang penguasa, melalui jari-jemarinya yang bermain media sosial.

Suara pers media siber ikut menggema kemana-mana. Tidak ada ampun bagi yang bertindak semena-mena. Semoga semua mampu menyesuaikan. Selamat Tahun Baru 2025.

Refleksi SMSI Akhir Tahun 2024: Pilar Indonesia Emas 2045

December 31, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh: Firdaus (Ketua Umum SMSI)

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan catatan akhir tahun 2024 dengan menyoroti kiprah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat semangat kebangsaan dan mempersiapkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Dalam refleksi ini, SMSI menilai demokrasi terpimpin dan pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pencapaian cita-cita tersebut.

Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil membangkitkan optimisme bangsa. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan sepanjang perjalanan politiknya, termasuk keberanian menerima tawaran bergabung dalam Kabinet Jokowi meski berisiko kehilangan sebagian pendukung, dianggap sebagai keteladanan yang memperkokoh persatuan bangsa.

Ketua Umum SMSI Firdaus

Keputusan monumental ini mampu meredakan keterbelahan politik pasca-Pemilu 2019, menjadi contoh keberanian demi kepentingan nasional.

Atas kontribusinya, SMSI memberikan penghargaan Pin Emas kepada Presiden Prabowo sebagai wujud apresiasi atas jasa-jasanya dalam mempersatukan bangsa dan mendorong transformasi pembangunan.

Untuk percepatan pembangunan SDM dan perubahan sistem politik Indonesia hal mendesak:

PERTAMA: Prioritas Pembangunan: Gizi dan Ketahanan Pangan

Di awal kepemimpinannya, Presiden Prabowo langsung mengarahkan fokus pada penguatan gizi anak-anak Indonesia. Pemerintah telah mengalokasikan Rp 722 triliun untuk program makan bergizi yang menyasar 82,9 juta anak, ibu hamil, dan menyusui. Langkah ini disebut sebagai investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia unggul.

Dalam konteks ketahanan pangan, Presiden Prabowo menghidupkan kembali konsep lumbung pangan desa sebagai strategi mencapai swasembada pangan. “Tiap desa harus punya lumbung pangan,” tegas Prabowo saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional 2024. Implementasi program ini melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk peran aktif TNI-Polri dalam membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian.

KEDUA Reformasi Sistem Politik dan Pemilu

Presiden Prabowo juga mengusulkan perbaikan sistem politik yang dinilai terlalu mahal dan tidak efisien. Dalam peringatan HUT ke-60 Partai Golkar, ia mengkritik pemborosan anggaran untuk pemilu langsung. Prabowo mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD, sementara Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh MPR. Ia berargumen bahwa anggaran negara sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan mendesak seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

KETIGA Kemerdekaan Pers sebagai Pilar Demokrasi

Komitmen Presiden Prabowo terhadap kemerdekaan pers juga menjadi sorotan. Sejak masa kampanye hingga dilantik sebagai Presiden RI ke-8, Prabowo konsisten menegaskan pentingnya kebebasan pers. Ia menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Pers yang berisi jaminan independensi, penolakan terhadap intimidasi, serta dukungan bagi profesionalisme pers.

SMSI melihat, perkembangan teknologi digital membutuhkan pembaruan dengan tata ulang regulasi untuk melindungi keberlanjutan pers nasional. Oleh karena itu, SMSI mendorong penyempurnaan UU Pers agar mampu mengakomodasi dinamika industri media di era digital.

SMSI optimistis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, visi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai. Selamat Tahun Baru 2025! (*)

Sofyan, Pj dan Pak Awang

December 29, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA tiga nama mewarnai Malam Apresiasi Wartawan Legend  Bedapatan 3 yang digelar di Hotel Tiga Mustika Balikpapan, Sabtu (28/12) malam. Yaitu Sofyan Asnawi, Awang Faroek Ishak dan Akmal Malik. Sofyan dan Pak Awang sudah tiada. Sedang Akmal adalah Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim yang berkenan datang di acara tersebut.

Kebetulan dia akan menghadiri HUT ke-65 Kabupaten Paser. Jadi singgah dulu di Balikpapan. Akmal kaget ketika Wartawan Legend menganugerahi penghargaan atas pengabdian dan karyanya di Kaltim. Akmal ternyata dari keluarga jurnalis. Ayahnya adalah wartawan Koran Haluan Padang.

Pak Awang kita sudah tahu dia adalah mantan gubernur Kaltim dua periode (2008-2018) dengan karier terakhir sebagai anggota DPR RI. Karya dan gagasannya untuk pembangunan Kaltim sangat besar. Karena itu para wartawan memberikan penghargaan atas segala jasa dan pengabdiannya yang sangat luar biasa.

Dalam tulisan saya mengantar kepergian Pak Awang, banyak orang yang mengusulkan agar jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang digagas Pak Awang diberi nama Jalan Tol Awang Faroek Ishak. Juga pada peringatan HUT ke-68 Provinsi Kalimantan Timur, 9 Januari 2025 nanti, tidak ada salahnya jika Pak Awang diberi gelar “Bapak Pembangunan Kaltim.”

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menerima penghargaan dari Wartawan Legend Kaltim.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengungkapkan pihaknya menunggu persetujuan keluarga untuk membangun patung diorama Pak Awang di dekat Kompi Senapan A di Samarinda Seberang.

Pak Awang juga dekat dengan media. Dia termasuk gubernur “media darling.” Banyak ucapan dan gebrakannya yang menjadi sumber pemberitaan menarik dari awak media. Semangatnya yang terus bekerja dan mengabdi meski di atas kursi roda juga menjadi sumber liputan yang inspiratif.

Saya sudah lama kenal Pak Awang. Mulai jadi mahasiswanya di Fakultas Ekonomi Unmul, meliput ketika dia jadi bupati Kutim sampai dia jadi gubernur. Dia juga sempat melantik saya sebagai Wali Kota Balikpapan tahun 2011 dan 2016.

Sementara itu, Sofyan Asnawi adalah wartawan senior Kaltim, yang berdomisili di Balikpapan.  Dia banyak jasa dan karyanya. Dia banyak menginspirasi orang. Di Balikpapan bersama Wali Kota Syarifuddin Yoes (Pak Yoes), dia ikut membangun Persiba dan di utara dia ikut aktif mendorong terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Selain menjalani profesi wartawan, Sofyan pernah menjadi ketua KNPI Balikpapan dan ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT). Dia dilahirkan di Sesumpu, Penajam, 25 September 1947 dan meninggal dunia di Balikpapan, 12 September 2014.

Sofyan memang banyak berbuat. Dia wartawan yang hebat menulis dan tajam mata penanya. Dia wartawan Mingguan Sampe, tetapi juga menjadi korespoden Harian Sinar Harapan (SH) Jakarta.

Gaya pemberitaan SH terbilang keras. Cocok dengan tipikal Sofyan. Karena itu SH termasuk koran yang dibredel di era Orde Baru. Koran ini baru terbit kembali setelah ganti nama jadi Suara Pembaruan (SP). Sayang SP (SH)  bersama media cetak lainnya akhirnya juga mati terkena gempuran media online.

Saya dan Sofyan cukup lama berteman dan sering bersama dalam beragam kegiatan. Mulai menjadi wartawan sampai saya jadi wali kota. Uniknya dua anaknya juga berteman baik dengan anak saya. Anak laki-lakinya Daya (meninggal terkena Covid) berteman akrab dengan anak pertama saya, Aldi. Sedang putrinya Arum berteman dengan putri bungsu saya Febi.

Sofyan sangat menguasai liputan wilayah utara. Mulai Tanjung Selor, Tarakan, Nunukan sampai Tawau (wilayah Malaysia Timur). Itu “wilayah kekuasaannya.” Kalau dia pulang liputan dari Tarakan atau Tawau, tak jarang saya dibelikan Sofyan sepatu Doff Johnson dan celana warna khaki kantong samping merk Camel, yang dulu jadi rebutan dan kebanggaan orang Kaltim.

Dengan segala kenangan itu, panitia pelaksana Malam Apresiasi Wartawan Legenda Bedapatan 3 sepakat mengambil tema: “Sofyan Asnawi Saksi Sepanjang Hayat.” Itu sudah tepat, kata Haris Syamtah, sahabat dekat Sofyan Asnawi.

Sebagian perjalanan karier dan perjuangan Sofyan sempat dikisahkan melalui penampilan monolog yang diperankan Nursita, siswi SMAN 1 Samarinda. Dia anggota Teater Dahana yang diasuh Hamdani, wartawan dan seniman senior. Juga ada kreasi artificial  intelligence (AI) yang menampilkan almarhum Sofyan  titip salam kepada saya dan teman-teman.

Malam Apresiasi Wartawan Legend dilaksanakan baru tiga kali. Pertama, tahun 2022 di Samarinda, lalu berikutnya tahun kedua, 2023 di Bontang dan ketiga, 2024 ini di Balikpapan. “Memang kita gilir tempatnya,” kata Charles Siahaan (Bung Ucok), wartawan yang menjadi koordinator kegiatan.

Acara ini dimaksudkannya sebagai forum bedapatan wartawan senior dengan para wartawan muda dalam rangka meningkatkan kebersamaan sekaligus untuk menghargai karya para senior serta memotivasi wartawan muda bisa tampil lebih baik lagi dari pendahulunya.

“Wartawan Legend tak ada ketuanya, kecuali kepala suku,” kata Ucok. Saya tak mengira dia menunjuk nama saya. Selanjutnya ya saya dipanggil kepala suku termasuk dari Pj Akmal Malik.

Akmal memahami kerja wartawan sangat berat dan mulia, tapi pendapatannya tidak memadai. Dia berjanji dalam sisa waktunya sebagai Pj menyisihkan anggaran untuk kepentingan wartawan. Tapi dia juga mengungkapkan APBD Kaltim itu masih tidak sebanding dengan harapan besar  masyarakat.

Pj Gubernur mengaku tak mau kalah dengan Agus Suwandy, yang ikut mensponsori acara Wartawan Legend. Dia menginstruksikan Kadis Kominfo HM Faizal segera mempersiapkan pertemuan Pj dengan semua wartawan baik wartawan legend maupun wartawan muda.

Direktur Eksekutif Universitas Mulia (UM) Dr Agung Sakti Pribadi yang sebelumnya wartawan ManuntunG  siap menyediakan tempat di ruang pertemuan Cheng Ho di kampus UM. “Itu ‘kan bantuan Pemprov Kaltim, jadi cocok untuk pertemuan Pj dengan semua wartawan,” jelasnya.

Selain Akmal dan Pak Awang, Wartawan Legend juga memberikan penghargaan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun, anggota DPRD Kaltim Agus Suwandy dan Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim Prof Daddy Ruchiyat.

Sebagai wakil rakyat, Agus berupaya mendukung terus kerja wartawan. Dia juga berjanji dana aspirasi yang dikerjasamakan dengan media, tidak diarahkan untuk membungkam fungsi sosial kontrol para wartawan.

Andi Harun lagi bertugas ke luar kota. Dia diwakili Syafaruddin, ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Pak Syafar ini sempat jadi calon bayangan wakil wali kota Samarinda.

Prof Daddy mengatakan keberhasilkan Kaltim meraih dana karbon melalui program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) adalah hasil kerja bersama. “Karena itu penghargaan ini untuk semua tim,” ujarnya merendah.

Saya bilang wartawan Kaltim yang masih hidup dibagi 4 fase. Fase pendiri tinggal satu yaitu Pak Alwy AS, mantan Pimred Mimbar Masyarakat. Perintis dan pelopor juga tinggal satu, yaitu Pak Dahlan Iskan. Menyusul kemudian fase koran mingguan dan koresponden. Ada Ibrahim Konong (Iko), Ibrahimsyah Rahman (Ibra), Aan Reamur Gustam (ARG), Tatang Dino Hero (TDH), Haris Syamtah, Syafruddin Pernyata, Sudarsono Gunawan, H Maman Saputra termasuk saya.

Selanjutnya, pers Kaltim masuk era koran harian. Ditandai dengan lahirnya koran harian ManuntunG (Kaltim Post) dari Jawa Pos Group pada 5 Januari 1988. Menyusul kemudian Harian Suara Kaltim dan Tribun Kaltim, grup Kompas.

Di situ ada Uda Syafril Teha Noer, Mas Agung Sakti, Bung “Jenderal” Sjarifuddin Hs, Bung Sofyan Maskur, Simurung Silaban, Bung Eko, Bung Syarkowi,  Julak Dillah, Mas Gito, Julak Asnan Haroen termasuk Bung Ucok, Bung Hamdani, Maturidi, Mas Tatang, Husin KH, Bang Ahim, Hamsiah dan lainnya. Ada Hidson di Paser, Nursalam di Bontang, Mappasikra di Berau dan lainnya. Belakangan Kaltim Post juga melahirkan beberapa koran baru di antaranya Balikpapan Pos, Samarinda Pos dan lainnya. Di antaranya ada Endro dan Rahman, yang sekarang jadi Ketua PWI Kaltim.

Sebagian fase koran harian ini juga masuk ke fase transisi atau fase digital seperti teman-teman yang ada sekarang, yang banyak berkiprah di media siber. Di antaranya ada yang main “dua kaki.” Ya pemain media koran, tetapi juga aktif di media digital atau media siber. Ada juga yang punya media siber lebih dari satu.

Media mainstream atau tradisional sepertinya sulit bertahan. Satu per satu tumbang. Jangankan koran lokal, media nasional juga bernasib sama. Baru beberapa hari lalu ANTV juga bubar, ratusan karyawan termasuk wartawannya kehilangan pekerjaan. Padahal ini milik Bakrie Group seperti juga TVOne.

Profesi wartawan tak ada istilah tua atau pensiun. Buktinya Pak Dahlan Iskan dalam usia 73 tahun masih aktif menulis. Karyanya tetap menarik dan dibaca orang. Dulu semasa hidup, Oemar Dahlan juga begitu. Karena belum ada komputer, laptop dan HP, tak jarang dia datang ke kantor redaksi dengan membawa tulisan tangan atau hasil ketikan dari mesin tik yang penuh corat-coret.

Karena itu sejak purnatugas menjadi wali kota, saya aktif kembali di dunia jurnalistik. Meskipun karya saya tak hebat-hebat amat. Malah pernah dikritik Bung Eko, hanya cocok di halaman hiburan saja.

KONVENSI MEDIA LOKAL

Menurut Bung Ucok, acara di Balikpapan mereka laksanakan berkolaborasi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kaltim. AMSI dibentuk 18 April 2017 dalam rangka untuk meningkatkan kualitas media siber di Indonesia.

AMSI Kaltim menggelar Konvensi Media Siber 2024, Sabtu siang dengan tema: “Media Lokal di antara AI, IKN dan Publisher Right.” Pembicaranya Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro, Kadis Kominfo Kaltim HM Faisal dan Ketua Umum AMSI  Wahyu Dhyatmika.

“Konvensi ini kita adakan untuk membahas berbagai isu penting yang memengaruhi media lokal, di antaranya soal kecerdasan buatan (AI), perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan hak-hak penerbit dalam dunia digital,” ujar Ketua AMSI Kaltim Ahmad Yani.

Ketua Dewan Pers Dr Ninik Rahayu bilang, pihaknya lagi membuat Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik. Dalam pedoman itu, di antaranya media harus mencantumkan penjelasan atau disclose bila menggunakan kecerdasan buatan atau Akal Imitasi (AI).

Menurut dia, perusahaan pers boleh-boleh saja menggunakan AI untuk membantu pekerjaan, namun tak boleh jadi satu-satunya andalan.

Berkaitan dengan penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut saya, ada tiga  hal yang harus dilakukan. Pertama pers di Kaltim termasuk wartawan harus mempersiapkan diri sekaligus meningkatkan kualitasnya. Soalnya suka tidak suka akan menjadi wartawan media nasional. Kedua, perlu diperjuangkan membangun Balai Wartawan termasuknya Wisma Wartawan di IKN. Ketiga, ada baiknya juga dibentuk kelompok Wartawan IKN.

Isu publisher right juga penting. Ini berkaitan dengan peraturan atau regulasi yang mengatur tanggung jawab platform digital global seperti Facebook, Google, Instagram dan lainnya untuk memberi timbal balik yang sesuai atas konten pemberitaan oleh media lokal atau nasional.

Menurut Sapto Anggoro, setelah 4 tahun berjuang akhirnya terbit Perpres No 32 Tahun 2024 yang mengatur tanggung jawab Perusahaan Platform Digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas agar berita yang merupakan karya jurnalistik dihormati dan dihargai kepemilikannya secara adil dan transparan.

Sayang Perpres ini belum mendapat respons positif  di antaranya dari Facebook dan Twitter. Facebook tidak mau adanya pembagian revenue kecuali pemberian pelatihan. Baru Tik Tok dan Google yang mau berkomitmen. “Jadi masih berat perjuangan Komite yang mewakili perusahaan pers,” kata Sapto.

Menurut Erix Exvrayanto, wartawan yang menulis buku “Publisher Rights di Indonesia,” seiring dengan transformasi media massa di mana terjadi konvergensi di ruang produksi berita pada perusahaan media yang lebih banyak mempekerjakan content creator, perhatian khusus juga harus diberikan untuk mendukung pemeliharaan jurnalisme berkualitas.

Ada yang unik dari acara Wartawan Legend Bedapatan 3. Biasanya acara diawali dengan penampilan tari daerah. Sekali ini malah disuguhi penampilan pencak silat dari perguruan Tapak Suci Muhammadiyah. Mungkin ini gagasannya Bung Haris. Soalnya dia juga pengurus inti pencak silat.

Acara doanya juga unik. Sang pembaca doa, Abdillah Syafei sempat menyampaikan beberapa pantun. Buah kuini buah zaitun. Baru sekali ini pembaca doa ikut berpantun. Cakep, eh Aamiin.(*)

Demokrasi Terpimpin Syarat Terwujudnya Indonesia Emas 2045

December 28, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh : H. Makali Kumar, SH

Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Periode 2024-2029

PENGHUJUNG Tahun 2024 telah berada di sini. 2024 akan dikenang menjadi tahun yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Karena pada tahun ini,  peristiwa politik nasional maupun daerah yang dilaksanakan secara serentak, telah berhasil dilalui dengan prosesi pesta demokrasi yang kondusif dan damai.

Makali Kumar

Ini mencerminkan kedawasaan rakyat Indonesia dalam berdemokrasi. Banyak hal-hal yang patut untuk disyukuri, setidaknya bagi rakyat Indonesia dengan memiliki Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto bersama wakilnya Gibran Rakabuming Raka.

 

Sebagai bagian dari masyarakat pers di negeri  ini, tahun 2024 telah mencatatkan sejarah tersendiri bagi pemimpin Indonesia. Dari berbagai daerah yang saya kunjungi, seperti di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan sampai Papua, masyarakat dan kalangan pers yang saya temui, mereka menyampaikan optimisnya, dibawah  kepemimpinan Presiden Prabowi Subiyato, Indonesia maju, adil dan sejahtera akan terwujud. Bahkan  Indonesia Emas 2045 yang menjadi visi Presiden Prabowo, untuk melanjutkan visi Presiden RI ke-7, Joko Widodo diyakini dapat diwujudkan.

Seperti apa visi Indonesia Emas 2045?. Penulis mencermati, Visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” memiliki 8 misi besar  Presiden Prabowo bersama Wapres Gibran, dan dikenal sebagai Asta Cita, merupakan program pundamental dalam keberlanjutan visi Presiden sebelumnya.

Saya mengiikuti dan mencatat jejak rekam perjalanan karir politik  Prabowo sejak saya menjadi wartawan di Radar Cirebon (Jawa Pos Group) tahun 2000-2010, Pemimpin redaksi (Pimred) dan Direktur di Koran Harian “Bandung Ekspres” yang kini menjadi “Jabar Ekspres” (Jawa Pos Group) tahun 2011-2014 , hingga menjadi Pimred dan Direktur di Koran Harian Karawang Bekasi Ekspres /KBE (Jawa Pos Group) tahun 2014-2018, dan hingga saya menjabat sekretaris Jenderal SMSI.

Penulis menilai Prabowo Subianto, merupakan sosok pemimpin yang gigih dan tak kenal menyerah. Hal ini sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia yang cenderung memilih pemimpin yang mampu mengatasi berbagai persoalan nasional maupun internasional yang akan dihadapi Indonesia di masa depan.

Spirit Presiden Prabowo mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia, untuk bersama-sama meraih kemajuan.  Akan terbangun optimisme seluruh rakyat Indonesia, meniru perjuangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang selalu bangkit dan tidak pernah menyerah. Kegigihan Prabowo berjuang menjadi Presiden Republik Indonesia untuk mengimplementasikan cita-citaanya dalam menegakkan keadilan dan mensejahterakan rakyat Indonesia merupakan keteladanan yang patut jadi sebuah contoh.

Yang tidak kalah penting, adalah sifat satria Prabowo Subianto telah terbukti, hal ini dapat dilihat dari keputusannya sewaktu ditawari masuk dalam Kabinet Presiden Jokowi,  dengan sifat kesatria tersebut, Prabowo berani mengambil resiko untuk di cerca sebagian pendukungnya. Tetapi realitas darei sikap Prabowo tersebut, Indonesia kembali menyatu dan mengurangi keterbelahan anak bangsa. Peristiwa monumental itu merupakan hal baru, yang kemudian sikap itu menjadi model. Oleh karena itu pula SMSI dengan berbagai pertimbangan lainnya menetapkan Prabowo Subiyanto sebagai orang yang berjasa terhadap bangsa dan negara dan kemudian di anugerahi PIN EMAS.

Bersama Presiden Prabowo, seluruh rakyat Indonesia wajib bangkit dari keterpurukan, jemput kesejahteraannya dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras, dan memiliki sikap pantang menyerah sesuai dengan karakteristik kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sejak kampanye dan terpilih menjadi Presiden, Prabaowo kinsisten menganggarkan Rp 722 triliun untuk makan bergizi bagi anak dan balita, Bumil dan menyusui. Angka tersebut bagi sebagian kalangan mungkin besar, tetapi bagi Presiden Prabowo itu belum cukup. Saat ini, Prabowo fokus pada perbaikan gizi anak-anak Indonesia. Sebanyak 82,9 juta anak akan mendapatkan makan bergizi gratis.  Ini adalah investasi SDM yang dilakukan Presiden Prabowo untuk mencetak generasi Indonesia unggul.

program prioritas lainnya, Presiden Prabowo Subianto akan mewujudkan swasembada pangan di tanah air dengan menekankan agar tiap desa memiliki lumbung pangan sendiri demi mewujudkan swasembada pangan sebagai kunci dari keberlanjutan pengendalian inflasi.

Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024, di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci utama pengendalian inflasi di masa depan adalah swasembada pangan, baik di tingkat nasional maupun daerah. “Dari dulu kita diajarkan tiap desa harus punya lumbung pangan. Tiap desa. Jadi, inilah strategi besar kita,” kata Presiden Prabowo dalam kesempatan itu.

Penulis yang lahir dari daerah lumbung padi nasional, yakni Kabupaten Indramayu – Jawa Barat, tepatnya di desa Tinumpuk kecamatan Juntinyuat, merasa optimis swasembada pangan ini bisa terwujud  dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, TNI dan Polri  diawal kepemimpinan Presiden Prabowo, sudah turun ke lapangan, membantu petani dalam mensukseskan gerakan tanam padi yang baik hingga penguatan lumbung pangan di daerah.

Perbaikan Sistem Politik

Presiden Prabowo Subianto berkomiten untuk melakukan perbaikan sistem politik di Indonesia. Bahkan saat menghadiri HUT ke-60 Partai Golkar, di Sentul International Convention Center (SICC), Kamis malam, 12 Desember 2024, Presiden Prabowo mengkritisi sistem pemilu di Indonesia yang dinilai terlalu mahal. Sehingga Presiden Prabowo setuju, perlu adanya perbaikan sistem partai politik.

Presiden Prabowo mengajak berpikir para elit partai Politik di Indonesia. Terkait system politik saat ini. Berapa puluh triliun dalam 1 – 2 hari dari Negara untuk pelaksanaan Pilkada.

Presiden Prabowo melihat negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, India lebih efisien. Karena DPRD lah yang menunjuk Gubernur hingga Bupati.Menurutnya, uang negara dibandingkan keluar banyak untuk Pemilu /Pilkada, lebih baik digunakan untuk memberikan makan kepada anak-anak bangsa, perbaiki sekolah, perbaiki irigasi. (*).

Menjungjung Tinggi Kemerdekaan Pers

Sementara itu, penulis juga mencatat komitmen Presiden Prabowo dalam menjungjung tinggi kemerdekaan pers. Sejak berkampanye sampai dilantik menjadi Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto bertekad untuk menjunjung tinggi kebebasan dan kemerdekaan pers. Menurutnya, kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi.

“Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia tentu harus menjunjung kebebasan pers. Kami mendukung penuh dan berkomitmen untuk selalu, mengembangan, merawat, dan menyempurnakan kebebasan pers,” tegas Presiden Prabowo.

Prabowo juga telah menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Pers Capres dan Cawapres saat pencalonannya dihadapan Dewan Pers. Untuk tetap mendukung kemerdekaan pers yang sejak reformasi 1998 bergulir. Deklarasi kemerdekaan pers yang ditandatangani Prabowo itu berisikan tiga poin, yaitu:

  1. Menjamin independensi dan kemerdekaan pers dari campur tangan pihak mana pun.
  2. Menolak segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap pers.
  3. Mendukung pers yang profesional agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Pada ahir tulisan ini kami menyampaikan beberapa catatan yang hingga kini jadi Program prioritas Dewan Pengurus SMSI Pusat untuk didiskusikan:

  1. Demokrasi liberal, ternyata tidak sesuai dengan literarur sejarah dan budaya masyarakat Indonesia. Untuk itu, perlu penyempurnaah UU Pemilu dan diharapkan Presiden dan wakil Presiden dipilih oleh MPR, dan pemilukada dilakukan oleh DPRD, dengan merekomendasikan 3 nama untuk kemudian dipilih oleh Presiden atau Gubernur.
  2. SMSI terus mendukung dengan mengawal Swasembada pangan penguatan masyarakat desaa disertai pengawasan dan penegakan hukum dimulai dari. Desa.
  3. Mengembalikan UUD 45 sebagai dasar dan induk daeri hukum di Indonesia.
  4. Wujudkan ekonomi sesuai dengan UUD 45, dan revitalisasi seluruh jenis pertambangan, energy, tanah dan perkebunan dengan mengembalikan pengelolaan dan kepemilikan dibawak kendali negara.
  5. Pesatnya perkembangan tehnologi digital, perlu ada penataan ulang kehidupan pers Indonesia, dengan penyempurnaan UU Pers.

Kami ahiri, semoga Presiden Prabowo Subianto bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka, mampu mewujudkan Visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Selamat tahun baru 2025. (*)

Basilika Pertama di Zona IKN

December 27, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA hadiah Natal 2024 bagi umat Kristiani di Indonesia. Pemerintah memulakan pelaksanaan pembangunan basilika di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dijadwalkan akhir tahun 2025 nanti,  infrastruktur ibadah umat Katolik itu sudah rampung dan mungkin sudah bisa dipergunakan pada ibadah Natal.

Desain Basilika Nusantara yang mulai dibangun di kawasan peribadatan IKN.

Basilika yang dibangun di IKN itu adalah basilika pertama di Indonesia. Basilika adalah bangunan gereja Katolik yang telah diakui dan diberi hak istimewa secara khusus oleh Paus.

Sesuai dengan kesepakatan dan kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Otorita IKN, basilika di IKN adalah Basilika Santo Fransiscus Xaverius.

Menurut Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Suparman, pemilihan Santo Fransiscus Xaverius sebagai santo pelindung basilika memiliki makna penting. Santo Fransiscus adalah misionaris yang membawa agama Kristen ke Asia, termasuk Indonesia. Karena itu dia dipandang  sebagai santo pemersatu.

Santo Fransiscus Xaverius lahir di Javier, Spanyol 7 April 1506 dan meninggal di Shangchuan Island, Tiongkok 3 Desember 1552. Dia adalah seorang pionir misionaris Katolik dan salah seorang pendiri Serikat Yesus. Nama komunitas Serikat Xaverian diambil dari nama dirinya. Gereja Katolik menganggap dia telah mengkristenkan lebih banyak orang dibanding siapa pun semenjak Santo Paulus.

Menurut Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Endra Saleh Atmadjija, tender proyek basilika dan gereja IKN telah menghasilkan pemenang berikut penandatanganan kontraknya.

Proyek yang dibiayai dana APBN sebesar Rp704,9 miliar ini, dimenangi Wika dan Brantas Abipraya, KSO. “Cuma satu paket, terus yang MK-nya (manajemen konstruksi) oleh PT  Yodya Karya Persero,” kata Endra.

Masa pekerjaan proyek ini selama 377 hari, yang mencakup pekerjaan gedung dan kawasan basilika, gedung dan kawasan gereja, serta gedung dan kawasan Plaza Kerukunan.

Untuk bangunan gedung, meliputi Gedung Gereja Katolik empat lantai seluas 8.586 meter persegi, Wisma Uskup tiga lantai 1.770 meter persegi, dan bangunan penunjang (kantin) dua lantai 256 meter persegi.

Untuk kawasan, meliputi Plaza Katolik, Pelataran Utama, Pelataran Makan, Plaza Jalan Salib, Taman Doa, Taman Wisma Uskup, serta parkiran.

Desain basilika IKN nantinya menampakkan kemegahan dan kaya makna. Ini mencakup fitur-fitur yang mencerminkan budaya dan sejarah lokal, serta elemen-elemen yang unik untuk arsitektur Katolik.

Mengutip Kompas.com, perancang Basilika Nusantara sekaligus Principal Architects Titik Garis Bidang, Mei Mumpuni menjelaskan, Basilika Nusantara selain sebagai sebuah gereja penting untuk kegiatan beribadah, juga akan menjadi destinasi wisata rohani bagi pemeluk agama Katolik.

“Secara bentuk, Basilika Nusantara mengikuti konsep klasik sekaligus mengakomodasi konsep Nusantara, atau lebih spesifik lagi konsep Indonesia,” ujar Mei.

Uskup Agung Samarinda, Mgr Yustinus Harjosusanto menyambut baik pembangunan basilika di IKN. Dia berharap kehadiran basilika menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi tempat wisata religi umat Katolik di Tanah Air dan mancanegara.

Basilika Nusantara akan menempatkan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara keempat yang memiliki gereja yang disetujui langsung oleh Paus Fransiscus yang saat ini memimpin Takhta Suci Vatikan. Sebelumnya hanya ada di Filipina, Vietnam, dan Malaysia.

BERLANGSUNG AMAN

Sementara itu, suasana perayaan Natal di Kaltim khusus di Samarinda dan Balikpapan berlangsung aman dan lancar. Umat Kriastiani menjalani ibadah dan perayaan Natal dalam suasana sukacita dan penuh cinta kasih.

Plt Gubernur Kaltim Akmal Malik didampingi anggota Forkopimda di antaranya Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto sempat melakukan peninjauan di sejumlah gereja di Samarinda, Selasa (24/12) malam.

Dia mengapresiasi semangat toleransi petugas dan masyarakat di lapangan. “Saya lihat pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Katedral dan Gereja Santo Lukas berlangsung lancar. Semua bisa beribadah dengan khidmat,” katanya.

Kapolda Nanang Avianto menegaskan, pihaknya bersama aparat keamanan lainnya  siap mengawal dan menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Kami sudah berkomitmen menjaga situasi sekondusif mungkin, tidak saja untuk umat Kristiani yang merayakan Natal, tetapi juga bagi masyarakat yang berlibur di akhir tahun,” tandasnya.

Anak-anak bermain salju di Pentacity BSB

Patroli Sinergitas juga dilakukan di Balikpapan oleh Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Dr M Sabilul Alif, anggota DPRD Kaltim Dr H Yusuf Mustafa, Dandim 0905 Kol Kav Muhammad Darwis, Danlanud Dhomber Kol Pnb Fata Patria, Sekkot Muhaimin, ST, MT dan pejabat lainnya.

Selain meninjau beberapa gereja di antaranya Gereja Katolik Paroki Santa Theresia di Jalan Prapatan, juga mengecek kesiapan Pos Pengamanan di Plaza Balikpapan.

Kasdam dan Wakapolda puas melihat situasi di lapangan yang sangat kondusif. “Patroli berjalan lancar, ibadah umat Kristiani di berbagai gereja juga berlangsung khidmat. Meskipun begitu, pengamanan tetap kita teruskan sampai lepas tahun baru,” tandas mereka.

Suasana perayaan Natal dan tahun baru juga berlangsung ramai di pusat perbelanjaan dan hotel. Di Pentacity BSB Balikpapan, anak-anak bergembira dengan dibukanya arena Winter Wonderland. Mereka bersukacita karena bisa bermain salju, yang tidak pernah mereka rasakan. Sementara Blue Sky Hotel sukses menggelar dua acara spesial yaitu “Meet Santa” dan “Lighting Ceremony” sebagai bagian dari rangkaian Sparkling Christmas 2024. Suasana Natal juga berlangsung di Hotel Platinum dan hotel lainnya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb