Selamat Tahun “PPN 12” Baru

December 26, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TAHUN baru yang tidak nyaman. Persis 1 Januari 2025 nanti, kita mendapatkan “kado” yang tidak mengenakkan kantong kita. Pemerintah mulai melaksanakan tarif baru Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen.

PPN  seperti dijelaskan dalam Buku Pedoman Lengkap Pajak Pertambahan nilai (2016) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya ke konsumen.

Dalam bahasa sederhana, PPN adalah pungutan negara atau kewajiban rakyat yang ditambahkan dalam pembayaran ketika kita membeli suatu barang atau jasa.

Aksi Penolakan PPN 12 persen dari Gerakan Bareng Warga.(Kompas.com)

Menko Perekonomian Arilangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani paling banyak diburu awak media untuk menjelaskan kebijakan ini. Maklum mereka berdua yang bertugas meracik kebijakan ini di awal pemerintahan Presiden Prabowo.  Apalagi ada yang berpendapat penjelasan pemerintah membingungkan, beda satu sama lain.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membuat simulasi perhitungan pengenaan tarif PPN 12 persen.  Yaitu Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dikali tarif PPN. Hasilnya ditambahkan kepada harga barang atau jasa. Itu yang harus kita bayar.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti memberi contoh. Jika kita membeli suatu barang yang harganya Rp5 juta, maka besarnya tarif PPN adalah 12 persen dikali Rp5 juta yaitu Rp600 ribu. Jadi yang harus kita bayar Rp5 juta ditambah Rp600 ribu yaitu Rp5.600.000.

Menurut Dwi, seperti dijelaskan sebelumnya oleh Menkeu Sri Mulyani,   tarif PPN 12 persen berlaku untuk seluruh barang dan jasa yang selama ini dikenakan tarif PPN. Sebelumnya tarif PPN adalah 11 persen. Jadi ada kenaikan 1 persen.

Meski demikian, dia menambahkan, ada sejumlah kebutuhan pokok lain yang mendapatkan fasilitas bebas PPN alias 0 persen tarifnya.

Pertama menyangkut kebutuhan pokok. Seperti beras, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-mayur.

Kedua, sejumlah jasa. Di antaranya jasa pelayanan sosial, jasa keuangan, jasa asuransi, jasa pendidikan, jasa angkutan umum di darat dan air, jasa tenaga kerja, serta jasa persewaan rumah susun umum dan rumah umum.

Ketiga, barang lain.  Yang dimaksud barang lain adalah kitab suci, vaksin polio, rumah sederhana, rumah susun sederhana milik (rusunami), listrik, dan air minum.

Sekalipun secara umum ketiga kebutuhan pokok tadi bebas PPN,   dalam keterangan lain DJP menyebutkan mereka tetap mengenakan tarif PPN terhadap barang kebutuhan pokok premium serta jasa kesehatan dan jasa pendidikan premium.

Apa yang saja yang dimaksud barang dan jasa kebutuhan pokok yang masuk kriteria premium,  kita masih menunggu penjelasan teknis lebih jauh dari DJP. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), premium artinya yang bermutu atau berkualitas.

Sementara itu sudah beredar daftar barang dan jasa yang dikenakan tarif PPN 12 persen. Setidaknya ada 8 jenis. 1. Rumah sakit dengan layanan VIP atau fasilitas kesehatan premium lainnya. 2. Institusi pendidikan bertaraf internasional dengan biaya tinggi atau layanan pendidikan premium serupa. 3. Konsumsi Listrik rumah tangga dengan daya 3.600-6.600 VA.

Ke-4, beras dengan kualitas premium. 5. Buah-buahan kategori premium. 6. Ikan berkualitas tinggi seperti salmon dan tuna. 7. Udang dan crustasea mewah, misalnya king crab. 8. Daging premium seperti wagyu atau kobe, yang memiliki harga mencapai jutaan rupiah.

Ada juga jenis kebutuhan pokok yang pajaknya tetap 11 persen. Sebab kenaikan 1 persennya ditanggung pemerintah. Yaitu tepung terigu, gula industri dan Minyakita.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui kenaikan PPN 12 persen  salah satunya untuk mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maksud mengimplementasikan, ya kurang lebih membiayai.

“Naiknya pendapatan negara melalui pajak termasuk PPN 12 persen akan mendorong program astacita dan program prioritas Presiden Prabowo baik di bidang pangan, energi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga MBG,” katanya begitu.

Dalam bagian lain dia berkilah keputusan pemberlakuan PPN 12 persen bukan dari pemerintah, akan tetapi DPR. “Yang menentukan DPR, pemerintah hanya melaksanakan amanah UU Nomor 7 Tahun 2021,” jelasnya.

AJAK HIDUP MINIMALIS

Rencana kenaikan tarif PPN 12 persen mendapat penolakan keras dan luas dari masyarakat. Alasannya, karena akan menimbulkan efek berantai atau efek domino terhadap harga barang dan perekonomian.

Ada aksi unjuk rasa turun ke jalan sampai aksi warganet di media sosial yang ramai-ramai menandatangani petisi penolakan kenaikan PPN 12 persen. “Harus dibatalkan karena berdampak luas pada perekonomian masyarakat,” kata Rasyid Azhari, inisiator Gerakan Bareng Warga, yang menolak kenaikan PPN 12 persen.

Laporan terakhir menyebutkan sudah 130 ribu orang yang ikut menandatangani petisi penolakan dari 150 ribu yang ditargetkan.

Gen-Z dan K-Popers juga ikut aksi tolak PPN 12 persen. Ada poster yang berbunyi: “Ketua Serikat Gen Z Tolak Kenaikan PPN 12 Persen.” Beberapa pengunjuk rasa dari kelompok ini membawa lampu tangan “lightstick.”

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga melakukan aksi yang sama. Mereka mengancam melakukan gerakan yang masif jika Presiden Prabowo tidak menunda atau membatalkan.

Ada juga yang mengajak aksi boikot bayar PPN. Caranya jangan belanja barang di mal. Karena semua barang di mal kena PPN. Cukup belanja di warung-warung kecil.  Juga gerakan hidup minimalis, tunda beli barang-barang terkena PPN dan cukup beli barang di pasar-pasar tradisional.

Di Senayan, PDIP sebagai partai oposisi bersuara keras. Menurut Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani,  kenaikan PPN akan memperburuk situasi ekonomi, terutama masyarakat kelas menengah dan pelaku usaha kecil.

“Kita harus memahami kondisi rakyat, jangan sampai dengan kenaikan PPN malah membuat perekonomian rakyat semakin sulit,” ujar Puan dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Ketua DPP PDIP lainnya, Ganjar Pranowo menambahkan. Menurutnya, kenaikan PPN bikin ngilu masyarakat. Indonesia menjadi negara dengan PPN tertinggi di ASEAN bersama Filipina.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyindir PDIP. Soalnya Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) yang disahkan menjadi UU HPP  justru dikomandoi atau Ketua Panjanya dari Fraksi PDIP. “Jadi saya heran,” katanya.

Dalam UU HPP No 7 Tahun 2021 itu, disebutkan PPN dengan tarif 12 persen mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan apa yang dijelaskan Sri Mulyani agak beda dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo.  “Presiden menyampaikan yang naik 12 persen hanya selected item. Antara lain rumah mewah, apartemen mewah, mobil mewah hingga tas mewah. Di luar itu masih 11 persen,” jelasnya.

Karena itu dia minta Kementerian Keuangan mengubah keputusannya. “Mudah-mudahan pengarahan Bapak Presiden itu dijalankan dengan baik,” kata Misbakhun, mantan pegawai Ditjen Pajak, yang menjadi anggota Dewan dari Partai Golkar.

Senator dari Kaltim, Yulianus Henock yang duduk sebagai anggota Komite II DPD RI ikut bersuara. Dia menyesalkan pemerintah tetap menaikkan PPN 12 persen per 1 Januari 2025. “Saya minta ditunda atau dibatalkan karena sangat membebani kehidupan rakyat yang sudah semakin sulit,” tandasnya.

Mengutip Kompas.com, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat, PPN 12 persen dapat menaikkan pengeluaran kelompok menengah, rentan dan miskin.

Celios memperkirakan, PPN 12 persen akan menaikkan harga kuota internet, baju dan alas kaki, alat mandi, jasa kecantikan dan kebersihan, peralatan rumah tangga, jasa bengkel dan suku cadang kendaraan bermotor, cicilan motor, air minum kemasan serta mi instan.

Yang menarik pernyataan dari Wicaksono, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN kepada DIO-TV.COM. Menurut dia, pemberlakuan PPN 12 persen berikut adanya kebijakan insentif pajak menjadi faktor pendorong bagi masyarakat untuk berinvestasi dan menetap ke IKN.

Apakah pelaksanaan tarif PPN 12 persen dibatalkan atau ditunda? Sepertinya pemerintah tetap ngotot jalan terus. Ada yang bilang ini bagian dari cuaca ekstrem atau cuaca buruk yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi sampai awal 2025.(*)

Selamat Jalan Pak Awang Faroek

December 23, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEKITAR pukul 20.00 tadi malam (Minggu malam) saya menerima kabar dari Bu Mei (Dr Meiliana), Pak Awang Faroek Ishak sedang dirawat di ICU RS Kanujoso Balikpapan. Kondisinya dilaporkan kritis dan masih dalam monitor ketat tim dokter karena cenderung terus menurun.

Saya tidak tahu kenapa Pak Awang dirujuk ke RSUD Kanujoso? Tapi setahu saya beliau memang suka menjalani perawatan di sana.  Sudah beberapa kali beliau memang dirawat di Kanujoso.

Belum sempat membesuk,  satu jam kemudian saya mendapat kabar Pak Awang sudah tiada. Allah sudah menentukan batas hidupnya. Dia meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIT dalam usia 76 tahun.

“Benar beliau telah tiada. Pak Awang dibawa dari Samarinda ke Balikpapan Minggu (22/12) siang sekitar pukul 11.00. Sampai di Kanujoso kondisinya drop dan langsung ditangani di ICU. Allah menentukan jalannya, beliau menghebuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.00,” kata Direktur RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dr Edy Iskandar.

Berita meninggalnya Pak Awang langsung merebak di media sosial. Termasuk ucapan bela sungkawa dari berbagai pihak termasuk Pemprov Kaltim. Semua mengucapkan duka cita mendalam atas kepergian tokoh terbaik Kaltim itu seraya mendoakan arwahnya diterima Allah SWT dengan husnul khotimah.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik ikut mengangkat keranda jenazah Awang Faroek di RSUD Kanujoso Balikpapan

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan Sekdaprov Sri Wahyuni melayat dan melepas jenazah Pak Awang pada pukul 22.30 dari ruang jenazah RSUD Kanujoso. Saya juga sempat hadir. Dengan menggunakan ambulans Pemprov Kaltim jenazah dibawa ke rumah duka di Jl Barito 18 Samarinda. Senin, hari  ini dimakamkan di pekuburan Sukarame Tenggarong, kampung halamannya.

Akmal sempat ikut mengangkat keranda jenazah. “Kita kehilangan tokoh yang sangat berpengaruh dan kita hormati, Pak Awang Faroek. Orang tua kita. Kita bersaksi bersama-sama almarhum adalah orang yang sangat baik. Insyaallah jannah. Kita doakan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran,” ucapnya.

Pj Gubernur sempat menyalami putri almarhum, Dayang Donna Faroek. Hal yang sama juga dilakukan Sekdaprov Sri Wahyuni.  “Terima kasih Pak Pj dan Ibu Sekda atas perhatiannya,” kata Donna dengan wajah sembab.

Pak Awang sudah cukup lama sakit setelah mendapat serangan stroke ketika masih menjabat gubernur Kaltim periode kedua, 2013-2018. DPRD Kaltim sempat ingin mempansuskan kondisi kesehatannya, tapi Pak Awang terus bekerja. Dia tipe orang pantang menyerah. Dalam kondisinya yang terbatas dan berada di kursi roda, dia tetap menjalankan tugas baik sebagai gubernur dan lanjut menjadi  anggota DPR RI.

Ketika putra pertamanya Awang Ferdian Hidayat meninggal hari Minggu, 5 September 2021, orang mengira Pak Awang yang sudah tiada. Isu Pak Awang berpulang sudah beberapa kali merebak. Tapi dibantah oleh pihak keluarga.

Banyak orang memuji melihat semangat Pak Awang yang luar biasa. Termasuk Presiden Jokowi. Dia ikut hadir ketika Jokowi meresmikan jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tahun 2019 meski berada di kursi roda. Jalan tol pertama di Kalimantan itu boleh dibilang dibangun atas prakarsanya dan sebagian dibiayai APBD Kaltim. Banyak yang mengusulkan agar jalan tol Balikpapan-Samarinda dinamai Jalan Tol Awang Faroek Ishak.

Pak Awang dilahirkan di Tenggarong, 31 Juli 1948. Buah pernikahannya dengan Ence Amelia Suharni, mereka dikarunia 3 orang anak dan beberapa cucu. Anak pertamanya, Awang Ferdian Hidayat meninggal dunia hari Minggu juga tiga tahun lalu akibat serangan jantung sewaktu tidur. Anak keduanya, Dayang Donna Walfiares Tania (Ketua Kadin Kaltim) dan ketiga, Awang Fauzan Rahman.

BAPAK PEMBANGUNAN KALTIM

Awang Faroek Ishak yang mendapat gelar Awang Ngebei Setia Negara dari Kesultanan Kutai Kartanegara dikenal luas sebagai seorang akademisi, politikus dan birokrat ulung. Visoner dan kaya dengan terobosan.

Dia lulusan IKIP Malang. Lalu mendapat magister manajemen dan magister Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia. Mengikuti Sespanas Angkatan IX dan peserta berprestasi tertinggi di Lemhanas XXV serta mendapat gelar profesor tamu dari Universitas Victoria, Melbourne, Australia.

Dia merintis karier sebagai staf di Kantor Gubernur tahun 1973, lalu menjadi dosen dan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Mulawarman (Unmul). Dia mengajar Kewiraan di Fakultas Ekonomi dan saya salah seorang mahasiswanya. Dia juga mengajar dan mendirikan Untag Samarinda.

Pak Awang kuat berorganisasi. Pengalamannya sebagai Ketua KNPI dan Ketua PGRI Kaltim serta bergabung ke Golkar mengantarkan dia masuk ke dunia politik dan birokrat. Dia jatuh bangun tapi jalan terus dan sukses.

Dia terpilih menjadi anggota DPR RI dua periode (1987-1992 dan 1992-1997) di era Presiden Soeharto. Karena ada pergolakan politik di Jakarta dia balik ke Kaltim. Sempat menjadi Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kantor Gubernur. Ketika dilakukan pemekaran Kutai, dia dipercaya Gubernur Suwarna menjadi Plt Bupati Kutai Timur (Kutim).

Selanjutnya dia terpilih menjadi Bupati Kutim definitif tahun 1999. Belum sampai 5 tahun dia mundur mengikuti pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim 2003. Gagal, sempat menganggur. Lalu terpilih kembali jadi Bupati Kutim 2006. Belum selesai ikut lagi Pilgub 2008 dan kali ini sukses menjadi gubernur.

Bersama wakilnya Dr Farid Wadjdy dia menjadi pemimpin Kaltim 2008-2013. Lalu lanjut ke periode kedua 2013-2018 bersama H Mukmin Faisyal. Selesai dari gubernur, dia terpilih kembali ke Senayan menjadi anggota Dewan dari Partai Nasdem periode 2019-2024. Ikut lagi pemilihan legislatif (Pileg) 2024, tapi kali ini dia gagal. Kursinya direbut Nabil Said Amin, putranya Ketua Pemuda Pancasila Kaltim, Said Amin.

Pak Awang layak mendapat predikat Bapak Pembangunan Kaltim. Di masa kepemimpinannya sebagai gubernur, banyak terobosan pembangunan dilakukannya terutama di bidang infrastruktur. Selain jalan tol Balsam, juga Jembatan Pulau Balang dan Mahkota, perluasan Bandara Sepinggan dan dia juga yang memberi nama baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Lalu membangun bandara Samarinda, yang diberi nama Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (AAP). Dia sangat hormat dengan Kesultanan Kutai Kartanegara. Berkat dia, RSUD A Wahab Syahranie Samarinda dan RSUD Kanujoso Balikpapan menjadi rumah sakit rujukan tipe A terbaik.

Meski di kursi roda, Pak Awang menghadiri peresmian jalan tol Balikpapan-Samarinda oleh Presiden Jokowi

Dialah yang ngotot mendirikan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan. Bahkan kampusnya belum jadi, dia sudah mengirim 100 mahasiswa ITK kuliah di Institut Teknologi Surabaya (ITS) atas biaya Pemprov Kaltim.

Itu juga yang dilakukannya ketika merintis kerjasama pembangunan kereta api pengangkut batubara dan kelapa sawit dengan perusahaan Rusia, Russian Railways. Meski proyek Kereta Api Borneo itu tak berhasil, tapi dia sudah mengirim ratusan mahasiswa Kaltim belajar soal kereta api di negeri Beruang Merah.

Ada satu proyek yang habis-habisan dia perjuangkan. Yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutim sejak 2014. Orang pasti ingat Pak Awang tidak selesai memberikan sambutan di mana saja kalau belum menyinggung soal rencana pembangunan KEK Maloy.

Ketika saya masih wali kota, Pak Awang yang mendorong pembangunan jembatan tol Balikpapan-PPU. Badan usahanya sudah dibentuk, sayang dievaluasi kembali menyusul adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berkat Pak Awang lah, lahir Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di tahun 2012. Dia ikhlas melepas sebagian wilayah Kaltim yaitu Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung. “Ini sesuai janji politik saya di tahun 2008,” katanya.

Pak Awang sangat berkesan ketika mengikuti pertemuan Global Climate Summit. Dia sempat bertemu dan berbincang dengan bintang film Hollywood Arnold Schwarzenegger saat menjadi Gubernur California, Amerika Serikat. Bahkan sempat mau mengundangnya ke Kaltim dalam Annual Meeting Governor’s Climate and Forest (GCF) Task Force di Balikpapan, September 2017.

“Dia ternyata sosok yang rendah hati. Sebagai fans Terminator Nomor 1, saya ingatkan jangan lupa nonton Terminator,” tulisnya di Instagram.

Berkat rintisan Pak Awang, akhirnya di era Gubernur Isran Noor, Kaltim menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mendapat dana karbon dari Bank Dunia.

Atas segal pengabdiannya, Pak Awang menerima anugerah Bintang Jasa Utama dari Pemerintah Indonesia, Bintang Legiun Veteran Indonesia, lencana melati Gerakan Pramuka, Satyalencana Kebhaktian Sosial, Satyalencana Pembangunan, Satyalencana Wira Karya dan Karya Setia.

Di sela kesibukannya yang luar biasa, Pak Awang selalu menyanyi. Itu kesukaannya yang tidak bisa diganggu gugat. Dalam keadaan sakit pun tetap bernyanyi. Sudah beberapa album dia lahirkan. Pokoknya selesai acara apapun selalu disudahi dengan menyanyi. Mau siang atau malam. Kesukaan ini diteruskan Bu Meiliana dan Hadi Mulyadi. Dia juga suka bermain golf dan digelari seperti Inspektur Pijai dalam film India. Selalu menang di akhir permainan.

Di akhir perjalanan kariernya, Pak Awang tersandung masalah di KPK. Selain belum terbukti, orang sangat percaya banyak kebaikan yang sudah dilakukan Pak Awang demi Kaltim dan bangsa. Selamat jalan Pak Awang. Allah memaafkan dan insyaallah memberikan tempat sebaik-baiknya. Dia kembali dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin ya rabbal alamin.(*)

Beli Labubu Naik Jet Pribadi Rp1,24 Triliun

December 21, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

NURSAM JHONLIN (40) adalah istri orang paling kaya Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad yang akrab dipanggil Haji Isam. Cantik dan selalu membuat sensasi. Belum lama ini dia terbang ke Bangkok, Thailand naik jet pribadi. Tujuannya hanya sekadar membeli boneka Labubu.

“Demi Labubu, sayang anak cucu,” tulisnya begitu seperti dikutip Hops.ID.

Haji Isam bersama istri, anak, menantu, dan cucu.(

Menurut keterangan, dia sudah memesan boneka Labubu di Central World Bangkok, yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara dan No 9 di dunia.

Labubu adalah boneka yang diproduksi perusahaan mainan China, Pop Mart. Boneka ini menjadi viral setelah Lisa BLACKPINK, penyanyi rap asal Thailand memamerkan koleksinya di media sosial, April 2024.  Banyak orang di berbagai negara termasuk Indonesia ingin memiliki boneka Labubu yang sama dengan Lisa BLACKPINK.

Pencipta karakter Labubu adalah Kasing Lung, seniman asal Hong Kong. Labubu pertama kali muncul dalam buku cerita anak-anak berjudul The Monsters pada tahun 2015.

Dari rilis yang beredar, harga Labubu edisi reguler dijual antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta, sedangkan edisi limited atau kolaborasi khusus dapat mencapai harga antara Rp2 juta hingga Rp10 juta.

Ukuran kita harga boneka itu sangat, sangat mahal. Cucu saya Jena, kemarin berulang tahun. Dia dapat hadiah Labubu. Senangnya bukan main. Padahal itu Labubu produk lokal alias tiruan. Harganya Rp20 ribu.

Bagi keluarga Haji Isam harga Labubu puluhan juta rupiah tentu tidak ada artinya apa-apa. Tidak sampai seujung kukunya. Maklum orang tahu dia memang kaya raya. Uangnya tidak kehitungan. Tidak berseri. Hasil bisnis dia dari batu bara, kelapa sawit dan berbagai bisnis lainnya termasuk rental pesawat.

Dia juga memiliki jet pribadi. Prototipnya bukan jet kelas biasa. Yang dimilikinya adalah jenis Boeing Business Jet (BBJ) Max 7, yang diperkirakan  harganya 88,7 juta US dolar atau sekitar Rp1,24 triliun. Ketika membeli pesawat tersebut, Haji Isam hanya mengenakan kaus oblong bermerk “Dolce & Gabbana.” Seakan mau beli pesawat mainan saja.

Karena punya pesawat jet pribadi itu, keluarga Haji Isam kapan saja bisa terbang. Apalagi kalau tidak salah, dia juga punya bandara sendiri. Tempo hari ketika dia mengundang Farel Prayoga, pulangnya sang penyanyi cilik itu diantar pakai jet pribadi. Soalnya Farel harus sekolah dan tidak boleh terlambat. Karena itu Farel naik jet Haji Isam pakai baju seragam sekolah. Apa tidak keren?

Banyak artis dan selebritas berteman dengan Nursam. Maklum gaya kehidupan ibu dua anak ini memang serba wah. Hedon. Suka liburan dan jalan ke mana-mana dan suka pamer barang-barang branded yang harganya tidak ketulungan.

Ketika dia terbang ke Thailand, orang memperhatikan tas mewah yang ditentengnya. Mau tahu? Dia membawa tas Hermes Birkin berwarna hitam. Nursam punya banyak koleksi Hermes di antaranya B25 rock black volupto leather with palladium hardware – limited edition seharga Rp1,35 miliar lebih serta alligator with gold hardware seharga Rp1,2 miliar. Selain itu, tas Hermes Kelly Mini Seller Shiny Alligator with Gold Hardware berwana hijau. Ukurannya kecil saja, tapi harganya mencapai Rp1,38 miliar.

Ibu dua anak dan dua cucu ini juga punya 2 tas Hermes dengan harga lebih selangit lagi. Yaitu Hermes Birkin Foubourg dengan hargaRp3,3 miliar dan Hermes Birkin 30 Himalaya Matte Niloticus Crocodile yang dibandrol Rp4,5 miliar.

Seorang teman berkomentar, rasanya sampai kiamat dia tidak akan mungkin bisa membelikan istrinya tas super mahal dari Prancis itu. Kecuali beli yang KW2 di Toko Pedia atau ke Pasar Tanah Abang Jakarta.

Tidak hanya sang ibu yang tampil super mewah. Juga putrinya, Liana Saputri. Dia memiliki mobil langka BMW seri M850i xDrive First Edition berwarna biru metalik, yang harganya Rp3,5 miliar. Sejauh ini hanya dia satu-satunya pemilik mobil seri tersebut di Indonesia.

RUMAHNYA 20 HEKTARE

Haji Isam sekarang ini menjadi perbincangan publik di mana-mana. Crazy Rich Kalimantan. Dia punya kedekatan luar biasa baik dengan Presiden Jokowi maupun Prabowo.  Jokowi pernah meresmikan pabrik biodiesel barunya senilai Rp2 triliun, yang berlokasi di Tanah Bumbu, Kalsel. Sedang Prabowo baru-baru ini memperkenalkan Haji Isam kepada para pengusaha dan investor Jepang di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

“Bapak Andi Syamsuddin Arsyad adalah seorang pengusaha terkemuka dari Kalimantan,” kata Prabowo kepada pengusaha Jepang yang tergabung dalam Asosiasi Japan Jakarta Club.

Menurut Menko Perekonomian Hartarto Airlangga, Haji Isam diperkenalkan Presiden karena dia saat ini juga mengembangkan proyek food estate. “Kebetulan salah satu perusahaan Jepang yang mengembangkan food estate adalah Sumitomo Forestry,” jelasnya.

Berkaitan dengan proyek food estate di Merauke, Papua Selatan, Haji Isam tidak main-main. Dia memborong 2.000 ekskavator dari China. Alat berat itu akan dipergunakan untuk pencetakan sawah seluas 1 juta hektare.

“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya. Saya tidak berpikir untung rugi, yang penting harus berhasil. Saya harap gagasan Bapak Prabowo ini juga menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat Papua,” ujar Haji Isam.

Dilihat dari nama aslinya, apalagi ada gelar “Andi,” orang pasti bisa menerka bahwa Haji Isam berdarah Sulawesi. Lelaki kelahiran 1 Januari 1977 ini berdarah Bone, Sulsel. Perjuangan hidupnya juga berliku-liku dan berat.  Pernah jadi tukang ojek dan sopir pengangkut kayu. Berkat keuletannya, dia sukses di bisnis pertambangan batu bara dengan mendirikan PT Jhonlin Baratama.

Perusahaan ini berkembang ke banyak bidang.  Ada Jhonlin Marine and Shipping di bidang perkapalan sampai rental pesawat melalui Jhonlin Air Transport. Lalu membuka perusahaan biodiesel melalui Jhonlin Agro Raya, pabrik gula dan perkebunan tebu PT Prima Alam Gemilang serta anak Perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri. Sekarang juga menggarap food estate di Papua.

Haji Isam juga membuat kejutan dalam manajemen perusahaan. Putranya yang masih berusia 21 tahun, Jhony Syaputra sudah diberikan kepercayaan menjadi komisaris utama dan memiliki sejumlah saham.

Tapi menurut CNN Indonesia, di tahun 2023 lalu kekayaan Jhony dan Liani sang kakak menguap Rp4,55 triliun gara-gara kinerja emiten milik mereka yang melempem serta aksi divestasi. Alhasil, saat itu kekayaan mereka tinggal Rp1,98 triliun. Itu pun masih besar dengan ukuran anak muda seperti dia.

Pengaruh Haji Isam sudah masuk ke ranah politik. Setidaknya  4 anggota kabinet Merah Putih Prabowo ada kaitan dengan dia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang juga ada hubungan keluarga. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar, yang juga adik ipar Haji Isam.

Meski gaya penampilannya tidak se-wah anak istrinya,  Haji Isam punya hoby terbilang mahal. Dia suka mengikuti lomba off road. Dia mengoleksi mobil sport mewah dan memiliki klub otomotif bernama Jhonlin Racing Team.

Saya tidak mendapat rujukan pasti kenapa dia dipanggil Haji Isam. Tapi bisa jadi Isam itu adalah panggilan singkat orang Banjar dari nama Syamsuddin.

Di tengah sisi kehidupannya yang gemerlap, Haji Isam juga sempat mendapat sorotan. Namanya sempat dikaitkan dengan kasus suap pajak yang ditengarai melibatkan perusahaannya. Tapi kasus ini belakangan menghilang.

Haji Isam dan keluarga tinggal di rumahnya yang super mewah di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Rumahnya berdiri di atas lahan seluas 20 hektare. Bayangkan dengan rumah kita yang luasnya hanya 200 sampai 400 meter persegi. Apa ada juga ya Haji Isam di Kaltim?(*)

Lim Bayan Terkaya Ke-37

December 20, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BEBERAPA media online nasional mengutip rilis Forbes terbaru. Majalah bisnis dan finansial terkemuka asal Amerika Serikat ini menyebutkan ada sejumlah nama baru yang muncul dalam daftar orang-orang terkaya di Indonesia 2024.

Disebutkan ada 3 nama baru yang masuk dalam kelompok 50 orang terkaya di Indonesia. Salah satunya adalah Lim Chai Hock, yang dikenal sebagai salah seorang direktur dan pendiri Bayan Group.

Saya mengenal Lim, yang akrab dipanggil Mister Lim sejak jadi wali kota. Dia sering berada di kantor Bayan Balikpapan. Terkadang turun juga ke lokasi tambang di Tabang, Kutai Kartanegara. Sedang pemilik Bayan, Dato’ Dr Low Tuck Kwong hanya sekali-sekali saja datang. Penampilan Lim biasa-biasa saja, mudah bergaul dan tidak menyiratkan seperti konglomerat lainnya.

Forbes memasukkan Mister Lim orang Indonesia terkaya di urutan ke-37 dengan kekayaan sekitar 1,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp22,42 triliun. Hampir sama dengan APBD Kaltim setahun. Bayangkan besarnya.

Manajemen Bayan Group. Paling kanan Dato’ Dr Low Tuck Kwong dan paling kiri Lim Chai Hock

Lim hanya terpaut setingkat dengan taipan media dan hiburan Hary Tanoesoedibjo yang berada di urutan ke-36. Dia disebutkan memiliki kekayaan 1,45 miliar dolar AS atau setara dengan Rp23,32 triliun.

Satu lagi pendatang baru orang terkaya di Indonesia, yaitu Han Arming Hanafia. Dia menempati posisi ke-50 dengan kekayaan mencapai 1,05 miliar dolar AS atau setara Rp16,80 triliun. Dia pendiri DCI Indonesia, operator pusat data terbesar di Indonesia.

Lim, Hary, dan Han menggusur Raja Bioskop XXI Benny Suherman, bos Wings Group Eddy Katuari dan Sabana Prawirawidjaja yang merupakan salah satu pendiri Ultrajaya Milk Industry. Ketiganya tergusur dari daftar 50 orang terkaya Indonesia pada akhir tahun 2024.

Sementara itu, Dato’ Low Tuck Kwong berada di urutan ke-3 dari daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan total kekayaan sebesar 27 miliar dolar AS atau setara dengan Rp432 triliun. Dato’ Low kelahiran Singapura 17 April 1948, yang sejak tahun 1972 sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dia mendapat gelar doctor honoris causa dari Universitas Notre Dame of Dadiangas, Filipina dan memiliki diploma bidang teknik sipil dari Japan Institute.

Forbes menobatkan Duo Hartono, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pemilik BCA dan Djarum Group di posisi pertama orang terkaya di Indonesia. Total kekayaan mereka mencapai 50,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp804,8 triliun.

Sedang Bos Barito Group Prajogo Pangestu turun ke urutan ke-2 dengan kekayaan mencapai 32,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp520 triliun. Prajogo dulu dikenal sebagai Raja Kayu, tapi bisnisnya sekarang bergeser ke petrokimia dan energi. Dia mendirikan Barito Renewables Energy yang bergerak di bisnis energi panas bumi.

Daftar Forbes ternyata berbeda dengan versi Bloomberg. Justru Bloomberg mendapuk Dato’ Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya di Indonesia pada urutan pertama dengan kekayaan bersih 28,2 miliar dolar AS atau Rp452,115 triliun pada akhir tahun 2024. Sementara Prajogo Pangestu di urutan ke-2 dengan kekayaan bersih mencapai 27,2 miliar dolar AS atau Rp436,082 triliun.

Bloomberg  tidak menggabungkan total kekayaan duo Hartono. Tapi dipisah. Khusus Robert Budi Hartono berada di urutan ke-3 dengan kekayaan 23,6 miliar dolar AS atau Rp378,365 triliun. Sedang Michael Bambang Hartono di urutan ke-4 dengan kekayaan 22 miliar dolar AS atau Rp352,713 triliun.

Sementara bos Kutai Refinery Nusantara (KRN) Sukanto Tanoto berada di urutan ke-5 dengan total kekayaan 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp335,078 triliun. Di daftar Forbes, Sukanto berada di urutan ke-19 dengan kekayaan 3,6 miliar dolar AS. Agak jauh beda. Sukanto dikenal sebagai Raja Sawit. Salah satu pabrik kelapa sawitnya ada di kawasan industri Kariangau, Balikpapan.

Untuk diketahui juga, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah areal Hutan Tanaman Industri (HTI) milik Sukanto. Dia menanam ribuan pohon eucalyptus untuk bahan baku pabrik kertasnya di Riau.

Ada yang bilang kekayaan Dato’ Low Tuck Kwong sebesar Rp450 triliun lebih itu bisa membiayai pembangunan IKN. Soalnya IKN yang digagas Presiden Jokowi membutuhkan anggaran sekitar Rp466 triliun. Kebetulan lokasi terminal batu bara Bayan di Kariangau tidak begitu jauh dengan lokasi IKN di Sepaku.

Bayan Resources sekarang ini menjadi produsen batu bara terintegrasi terbesar di Indonesia. Konsesi terbesarnya, 80 persen dari total produksi ada di wilayah Tabang, Kukar. Sebagian ada juga di Kalimantan Selatan.

TAMU KEHORMATAN UTAR

Banyak yang mencari tahu siapa sesungguhnya Lim Chai Hock? Nama ini memang jarang diperbincangkan di kalangan konglomerat. Kalau bicara Bayan Group, orang langsung ingat dengan sang pemilik Dato’ Dr Low Tuck Kwong. Padahal hidup matinya Bayan boleh dibilang ada di tangan Lim.

Soalnya Lim adalah kepala operasi atau Chief Operating Officer (COO) dan direktur Bayan Resources (BYAN). Dia juga termasuk pendiri Bayan Group dan juga duduk di dewan direksi beberapa anak perusahaan.

Lim sudah lama bersama Dato’ Low. Sebelum ikut mendirikan Bayan Group, dia bekerja sebagai manajer lokasi di Jaya Sumpiles Indonesia (JSI). Ini salah satu perusahaan infrastruktur pertambangan milik Dato’ Low.

Sejak 1998 hingga saat ini Lim juga menjabat sebagai direktur PT Gunungbayan Pratamacoal. Kemudian, per 26 Juli 2006 dirinya menjabat sebagai direktur PT Bayan Resources Tbk. Ketika Bayan membangun power plant di Kariangau, dia juga duduk sebagai direktur PT Kariangau Power sejak 2010.

Saya banyak berhubungan dengan Mister Lim saat itu karena Kariangau Power sempat merintis kerjasama dengan Perusda milik Pemkot Balikpapan untuk penyediaan listrik di kawasan industri Kariangau. Sayang kerjasama itu tak berlanjut.

Mister Lim kelahiran Malaysia, 12 Agustus 1959. Dia lulusan Malaysian Certificate of Education pada 1977, dan memiliki sertifikat  survei lahan atau Certificate in Land Surveying  dari Lembaga Jabatan Ukur, Semenanjung Malaysia pada 1981.

Pada bulan Januari dan Februari  2023, Lim dilaporkan dua kali membeli saham Bayan. Pertama sebanyak 124.300 saham dan bulan berikutnya 70.700 lembar. Jadi total saham yang dimiliki Lim saat ini sebanyak 1.086.860.000 lembar.

Di kalangan pejabat dan instansi di Kaltim, Mister Lim sangat dikenal. Soalnya berbagai urusan dan kegiatan yang melibatkan atau mengundang manajemen Bayan, hampir sebagian besar dihadiri olehnya. Termasuk ketika Bayan menjalin kerjasama dengan Polda Kaltim berkaitan dengan bantuan keamanan objek vital.

Bulan Agustus lalu Lim sempat pulang kampung. Dia menjadi tamu kehormatan pada acara wisuda Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR) di Kampus Kampar, Petaling Jaya, Malaysia. Lim didaulat memberikan sambutan.

“Acara wisuda sejatinya adalah untuk merayakan kesiapan para wisudawan untuk merangkul tantangan dan mengendalikan perubahan yang positif,” katanya di depan 2.218 wisudawan/wisudawati UTAR termasuk 32 orang peraih gelar Ph.D.

Lim menekankan tiga kunci pelajaran yang dipetik sepanjang  kariernya. Pertama, siap bekerja keras, tekun dan sabar. Hadapi tantangan secara langsung hingga memenangi pertarungan. Kedua, jangan pernah berhenti belajar. Ketiga, tetaplah peduli pada hal-hal yang dianggap kecil. Sebab hal-hal yang kecil  dapat menggambarkan bagaimana hal-hal besar dapat dikelola.(*)

Naik Pinisi ke Pulau Balang

December 17, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA baru pertama kali naik kapal pinisi Mahligai Nusantara ke Pulau Balang. Diajak Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Zaenal Arifin hari Minggu (15/12). Berangkat dari Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Lihat Pelabuhan Somber saya jadi teringat Ibu Sumaria Daeng Toba. Pelabuhan itu dulu adalah pelabuhan feri penyeberangan Balikpapan-Penajam. Dioperasikan sejak 1979 hingga 2004. Setelah itu terhenti karena digugat Sumaria. Dia memenangi gugatan, akhirnya Pemprov Kaltim bersama Pemkot Balikpapan membayar harga tanah dan sewa pemakaian total di atas Rp20 miliar.

Ada rencana pelabuhan Somber akan difungsikan lagi menjadi pelabuhan bongkar muat barang terutama sembako Balikpapan-Mamuju (Sulbar). Menurut Asisten I Pemkot Balikpapan, Zulkifli, pelabuhan itu masih layak digunakan. Tapi kemarin saya lihat ada beberapa tiang pondasi pelabuhan terancam putus akibat korosi.

Aksi Sumaria ternyata belum selesai. Dia kembali menggugat warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Somber. Dia kembali memenangi gugatan. Tanahnya seluas 3,8 hektare. Di situ ada 45 rumah warga. Saat ini tengah dilakukan negosiasi dan rencana eksekusi.

Keluarga besar Pj Bupati PPU Zaenal Arifin di atas kapal pinisi Mahligai Nusantara

Terlepas soal itu, saya senang bisa ikut perjalanan wisata bersama keluarga besar Pj Bupati PPU, Zaenal Arifin. Dia kelahiran Balikpapan, yang jabatan sebelumnya adalah direktur Konservasi Tanah dan Air, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Bertugas sebagai Pj Bupati PPU sejak 19 September 2024 dan berakhir 10 Februari 2025 nanti saat bupati baru dilantik.

Zaenal membawa keluarga besarnya. Mereka 9 saudara. Salah satunya dr MN Khaeruddin, mantan direktur RS Pertamina Balikpapan. Selain itu ada Muhammad Syarifuddin, dokter spesialis bedah mulut di RS Harapan Kita Jakarta.

Dalam rombongan ada juga  Hasbullah Helmi, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan bersama kakak sulungnya Mohammad Hamdhani, mantan GM Inhutani Balikpapan. Ada juga keluarga Ida Nurmin dan Odah dari Tenggarong.

Mereka masih ada hubungan keluarga. Kakek-nenek Zaenal dan Helmi ternyata berdarah India. Saya dengar Helmi dan keluarganya akan berangkat ke Calicut menyusuri silsilah keluarga besarnya. Calicut atau Kozhikode adalah negara bagian Kerala, India yang penduduknya sekitar 500 ribu jiwa. Lebih kecil dari Balikpapan.

Meski hujan, saya senang duduk di dek kapal. Saya bisa menyaksikan lagi kawasan hutan mangrove sepanjang Sungai Somber menuju Teluk Balikpapan. Sesekali saya lihat ada kawanan bekantan (Nasalis larvatus) bergelantungan di antara dahan pohon mangrove. Menarik sekali.

Bekantan itu kita bilang monyet bule atau monyet belanda karena hidungnya yang panjang dan besar. Sifatnya pemalu. Dilindungi UU, karena terancam punah. Adanya hanya di Pulau Kalimantan termasuk di Brunei, dan Malaysia.

Di kawasan ini ada yang namanya Agus Bei, penerima penghargaan Kalpataru. Dia penjaga dan pengelola kawasan mangrove seluas 150 hektare di sana. Dia mendirikan Mangrove Center, yang sangat terkenal.

Peneliti dari KLHK Tri Atmoko khawatir keberlangsungan hidup ribuan bekantan di Teluk Balikpapan, karena sumber pakan utamanya dari mangrove jenis perepat (Sonneratia alba) banyak yang mati.

Perjalanan menuju Jembatan Pulau Balang ternyata lama juga. Sekitar dua jam. Tapi tidak menjemukan. Di atas kapal yang dikemudikan Bule, kita dihibur dengan musik elekton yang dimainkan Om Iday. Penyanyinya Dana dan Uya.

Ternyata Pj Bupati dan dr Khaeruddin jago nyanyi. Suaranya bagus.  Saya juga didaulat nyanyi. Tapi suara saya, ehm, pas-pasan. Dana tahu lagu kesukaan saya sejak jadi wali kota. Cinta Terbaik dari Cassandra dan Jaga Selalu Hatimu dari Ivan Seventeen.

Rombongan juga dihibur satu sajian tarian dari Papua. Yang menari Eka dan Ayu dari sanggar tari Dewi Ratih. Kalau tidak salah anaknya Bu Eeng yang mengajar tari di sanggar tersebut. Bu Eeng adalah pelaku UMKM makanan Balikpapan, yang sekarang buka warung di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sayang dalam perjalanan itu, rombongan tak melihat adanya lumba-lumba tanpa sirip atau pesut laut (Finless porpoise), yang berkeliaran di Teluk Balikpapan. Malah yang terlihat ada seekor buaya muara melintas.

Sekali-sekali mata saya terarah ke sejumlah bangunan industri yang bercokol di bibir Teluk Balikpapan. Di antaranya yang menonjol  pabrik minyak sawit Kutai Refinery Nusantara (KRN) dari Apical Group dan terminal batu bara PT Gunung Bayan.

Pemilik Gunung Bayan, Datuk Low Tuck Kwong adalah orang terkaya di Indonesia versi majalah Bloomberg edisi Desember 2024 dengan total kekayaan bersih 27,2 miliar dolar AS atau setara Rp436 triliun lebih.

Sedang KRN milik Sukanto Tanoto, orang kaya ke-5 di Indonesia dengan kekayaan 20,9 miliar US dolar atau Rp335 triliun lebih. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN adalah lahan HTI-nya Sukanto. KRN pengelola dan pengekspor minyak sawit, biodesel dan produk turunan lainnya terbesar di negeri ini.

BERKAT GUBERNUR AWANG FAROEK

Puncak pelayaran kita mengelilingi jembatan Pulau Balang. Jembatan ini sekarang menjadi tujuan wisata baru dari Balikpapan  dan PPU setelah kehadiran IKN. “Sebenarnya lebih cantik kita lihat malam hari dengan tata lampunya yang sangat eksotik. Tapi perjalanan malam hari agak rawan karena banyak kapal kecil milik warga yang tidak menggunakan lampu melintas,” kata Dana.

Kapal pinisi Mahligai Nusantara beroperasi tiap hari. Tarifnya per orang Rp250 ribu. Jika dicarter Rp10 juta per sekali perjalanan. Dapat makan siang gratis plus minum dan makanan camilan serta hiburan elekton.

Jembatan Pulau Balang yang diresmikan Presiden Jokowi pada 28 Juli 2024 menjadi penghubung jalan tol dari Balikpapan ke lokasi IKN di Sepaku. Juga terhubung ke Bandara Naratetama atau Bandara VVIP yang berada di Kelurahan Gersik.

Dulunya Jembatan Pulau Balang dibangun untuk kepentingan konektivitas Balikpapan, PPU dan Kalsel. Adalah Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang ngotot membangunnya. Terdiri dari bentang pendek antara PPU ke Pulau Balang sepanjang 470 meter dan bentang panjang dari Pulau Balang ke Balikpapan sepanjang 804 meter.

Bentang pendeknya dibiayai dana APBD Kaltim sebesar Rp425 miliar, sedang bentang panjangnya menjadi beban APBN sebesar Rp1,4 triliun lebih dengan skema pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Jembatan Pulau Balang dibangun mulai tahun 2015 dan tersambung tahun 2020. Tapi belum bisa dimanfaatkan karena jalan pendekatnya di kawasan Kariangau belum beres. Syukur ada proyek IKN, sehingga Kementerian PUPR bergegas menuntaskannya.

Menara jembatan atau cable stayed Jembatan Pulau Balang menjadi menara terpanjang kedua setelah Jembatan Suramadu di Selat Madura.

Untuk meningkatkan konektivitas, PUPR sekarang ini lagi membangun jembatan duplikasi atau kembarannya di sisi bentang pendek. Hampir rampung. Progres terakhir dilaporkan sudah di atas 70 persen.

Bersama Awang Faroek, waktu itu kita juga ingin membangun jembatan tol antara Senipah, PPU ke Lapangan Merdeka Balikpapan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sudah dibentuk badan usahanya melibatkan, Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan dan PT Waskita dari BUMN.

Desain jembatan dirancang dengan ketinggian 50 meter dari permukaan air laut pasang. Sayang rencana ini jadi mandek menyusul kehadiran proyek IKN. Kementerian PUPR dan Perhubungan khawatir jembatan itu mengganggu lalu lintas kapal-kapal besar.

Mengakhiri perjalanan, Pj Bupati PPU mengajak kita nyanyi bersama lagunya Iwan Fals, Kemesraan. “Biar  kemesraan kita dan masyarakat tetap terjaga,” katanya. Saya lihat sejumlah bekantan di sekitar Pelabuhan Somber bergelantungan. Mungkin mereka ingin menyampaikan salam perpisahan. Sambil berpesan, kapan-kapan bertemu lagi. He..he.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb