Monolog Impresif Isran Noor

November 24, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

AKHIR kampanye yang puitis. Isran Noor-Hadi Mulyadi  menutup hari kampanyenya Sabtu (23/11) tengah malam dalam pagelaran seni yang bertajuk “Monolog Isran Noor – Rintik  Di bawah Angin, Petuah Sangkulirang.”

Judulnya menarik. Kalimat yang lazim kita dengar adalah “di bawah rintik hujan.” Tapi judul monolog Isran adalah Rintik Di bawah Angin, Petuah Sangkulirang. Bukan Sangkuriang. Sangkulirang adalah kota kecamatan di Kutai Timur (Kutim), tempat kelahiran Isran Noor, 67 tahun silam.

Isran anak ke-7 dari 9 saudara. Ayahnya Siul Bakrie dan ibu Hadijah. Ayahnya petani ladang berpindah-pindah. Kehidupannya sangat berat. Tapi mereka mendorong anak-anaknya belajar dengan rajin. Isran  terbilang cerdas sehingga mendapat berbagai kesempatan sekolah. “Doa orang tua terutama ibu memang dahsyat. Cintailah ibumu, ayahmu dan semua orang yang telah berjuang dan merawatmu,” katanya.

Acara yang digagas Gema Muda dan disutradarai Rahmad Azazi Rhomantoro itu berlangsung di Gedung Anggar, Polder Air Hitam, Samarinda Ulu. Dimulakan pukul 20.00 diisi dengan berbagai pertunjukan. Mulai pembacaan puisi Bahasa Kutai oleh Radikia Darmawan, penampilan permainan musik sampe yang memukau dari Alif Fakod sampai pengakuan dari Irfan Gafur.

Isran sendiri baru tampil pukul 22.00 setelah menghadiri HUT warga transmigrasi Lempake sambil menyaksikan kuda lumping. Tak lama bergabung Hadi Mulyadi dan istri. Datang juga mantan wali Kota Samarinda Syaharie Ja’ang dan istri serta mantan wagub Farid Wadjdy, yang sekarang adalah rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Samarinda. Ada Ibu Irma, Ibu Sri Lestari Nursyirwan, dan Sri Asril. Audiens lainnya adalah ratusan anak muda dari berbagai elemen mulai siswa sekolah sampai mahasiswa.

Tadinya saya ingin menyaksikan sebentar. Maklum mau pulang ke Balikpapan setelah mengikuti kampanye akbar Isran-Hadi di halaman parkir Gelora Segiri Samarinda sore hari. Sebelumnya saya terbang dari Jakarta menyaksikan debat Pilgub Kaltim di Metro TV.

Saya pikir monolognya biasa-biasa saja. Isran sendiri sempat tak pede. “Aduh kalau tampil berakting saya agak bingung juga,” katanya ketika dibrifing oleh sutradara Rahmad Azazi.

Dalam seni peran, monolog adalah pementasan seni yang hanya melibatkan satu pemain saja. Pemain monolog berdiri sendiri di atas panggung dan bercerita tentang hal-hal tertentu tanpa melibatkan orang lain.

Isran memang tampil sendiri. Di atas panggung ada kursi meja dan mesin tik manual. Lalu backdrop ditampilkan video suasana ruangan kamar, yang diluarnya lagi terjadi hujan lebat.

Sutradara mendaulat Isran tampil dalam 5 babak. Mulai bercerita masa kecil dan pendidikannya, kisah tentang orangtuanya, ketika menikah dengan Norbaiti, perjuangan politik sampai babak terakhir yang berisi filosofi hidup dan petuah buat anak muda. Penampilannya diperkaya dengan musik dari Paman Doblang.

Di luar dugaan saya monolognya menarik dan impresif. Isran sendiri tak sadar hanyut dalam penghayatan yang dalam. Dia sempat menitikkan air mata ketika menceritakan perjalanan hidupnya. Saya dan penonton ikut terbawa. Akhirnya saya mengikuti monolog Isran sampai selesai. Tinggal beberapa menit lagi pukul 00.00.

PERNAH MENGAIS MAKANAN

Banyak hal menarik diceritakan Isran. Misalnya ketika dia kehabisan beras waktu sekolah. Dia sempat mengais makanan di tempat sampah. Dapat sayuran keladi. Beberapa hari dia makan keladi sambil menunggu kiriman orang tua.

Ketika dia sekolah di Samarinda, dia tinggal di Asrama Sangkulirang di Jl Banjar, dekat Jembatan Kehewanan. Itu di kampung saya. Rumah saya tak jauh dari asrama tempat Isran tinggal. Isran di SMA 1, saya di SMEA. Isran lanjut ke Fakultas Pertanian Unmul, sedang saya ke fakultas ekonomi. Kampus Pertanian di Sidomulyo tak jauh dari asrama.

Setelah meraih S1, Isran juga sukses menggapai gelar S2 di Universitas Dr Soetomo Surabaya. Dan selanjutnya menyandang gelar S3 di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung pada tahun 2015. Dia lulus dengan predikat cum laude dan menyandang gelar lulusan terbaik program doktoral UNPAD.

 

Lucunya, Isran mengaku pernah membeli undian harapan. Gara-gara dapat mimpi. Nomornya 973. Dia beli 10 lembar dan ternyata benar yang keluar 973.  Uangnya dia belikan TV, pemasangan telepon dan lainnya.

Dia juga pernah mimpi diseruduk babi. Ternyata besoknya dia mendapat pengumuman terpilih dalam program pertukaran pelajar. Dia ditempatkan di Prancis. Karena itu selain bisa berbahasa Inggris, dia juga sempat belajar Bahasa Prancis.

Ketika dia menikah dengan Norbaiti tahun 1991, dia sudah bekerja sebagai penyuluh pertanian. Kehidupannya mulai menanjak. Apalagi dia mendapat kesempatan mendampingi peneliti Jepang yang melakukan penelitian di Kaltim. Belakangan dia pindah ke Kutim sampai mendapat jabatan Asisten 2 Ekbang di Pemkab Kutim.

Adalah pengusaha Ronald Lolang yang memasukkan namanya ke Awang Faroek menjadi wakil bupati. Tadinya Awang ingin mempromosi Isran jadi sekda. Tapi ada persyaratan yang belum memungkinkan. Akhirnya Isran yang dipilih menjadi pendamping. Padahal sebelumnya ada 9 nama yang sudah masuk.

Ronald Lolang baru saja meninggal dunia. Dia sempat mendampingi Awang Faroek dan pendukung berat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.

“Tadinya saya tidak pernah bercita-cita jadi politisi. Sampai sekarang pun saya merasa bukan seorang politisi. Saya memang sempat bercita-cita jadi sekretaris daerah,” kata Isran.

Isran sempat diberhentikan sebagai Asisten 2. Dia melakukan gugatan ke PTUN dan menang. Tapi dia tak  ingin dikembalikan ke jabatan semula. “Ternyata itu membawa hikmah, Allah punya rencana lain yang jauh lebih baik untuk saya,” jelasnya.

Ketika dia bercerita tentang sang ibu, Hadi Mulyadi sempat membawakan puisinya berjudul “Ibu.” Hadi juga sempat menyampaikan pandangannya tentang Isran, yang dianggapnya luar biasa. Dia merasa terhormat karena Isran tetap memilih dia sebagai pasangan. Padahal dia tahu berbagai pihak termasuk partai ada yang menyodorkan nama lain. “Dia adalah orang tua, kakak, atasan dan keluarga bagi saya,” kata Hadi.

Karier Isran terus menanjak. Dari wakil bupati menjadi bupati Kutai Timur. Istrinya juga sempat menjadi anggota DPR RI. Hingga Isran sukses bersama Hadi menjadi gubernur dan wakil gubernur Kaltim masa bakti 2018-2023.

Penampilan monolog Isran ditutup dengan tampilnya “pasukan yel-yel” seperti di sepak bola. Dia anak muda Gema yang mendukung Isran-Hadi agar terpilih kembali menjadi gubernur dan wakil gubernur Kaltim periode 2025-2030.

“Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan kita untuk mengantarkan Pak Isran-Hadi untuk meraih kemenangan dan keselamatan untuk Kaltim,” kata Sayid Ferhat, tokoh muda Gema dari Samarinda.

Monolog ditutup dengan petikan kalimat sangat menyentuh. Suara hati Isran. “Di bawah langit Kalimantan Timur yang sering kali berlapis awan, aku selalu percaya ada cahaya yang menunggu untuk menembus gelap. Setiap deru angin yang melintasi Sungai Mahakam membawa cerita tentang perjuangan, tentang cinta yang tak pernah sirna untuk tanah ini. Dari masa kecilku di Sangkulirang hingga langkah pertama di panggung politik, aku tahu: Tanah ini tak sekadar tempat berpijak, tapi jantung yang berdetak di setiap mimpi yang kugoreskan. “Hari ini, di depan mesin waktu ini, aku menuliskan harapan, harapan bagi mereka yang bermimpi, bagi mereka yang mengais makna di antara rimbunnya hutan dan derasnya arus sungai. Aku ingin cinta ini abadi, tertanam di dalam hati setiap insan, menjadi akar yang menyokong  pohon besar bernama Kalimantan Timur. Tidak ada yang lebih indah dari tanah yang dicintai, dan tidak ada yang lebih berat daripada mencintai tanah yang harus terus diperjuangkan.”(*)

Mengapa Harus Isran-Hadi?

November 21, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PENCOBLOSAN Pilkada Serentak tinggal lima hari lagi. Tepatnya berlangsung hari Rabu, 27 November nanti. Sebanyak 2.821.202 pemilih di Kaltim sudah harus bersiap-siap menentukan pilihannya apakah pasangan Pilgub No 1 Isran-Hadi atau pasangan No 2 sebagai lawannya.

KH Jumeri Dahri, SH, M.Si, pimpinan majelis zikir dan salawat Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrosul “Nurul Islam” Kaltim memberi pandangan yang baik. Kedua pasangan Pilgub, kata beliau, sama-sama baik. Tapi tidak mungkin keduanya menjadi gubernur. Karena itu kita harus memilih pasangan terbaik dari yang baik seraya meminta petunjuk dari Allah SWT.

Isran kampanye duduk bersama ibu-ibu di Gang Slamet, Mekar Sari Balikpapan.

Lalu KH Jumeri yang akrab dipanggil Abah Jumeri memberi petunjuk yang bijak. Beliau mengibaratkan sopir mobil atau oto. Tentu kita memilih sopir yang berpengalaman. “Kalau sopirnya tidak berpengalaman nyopir oto, tentu berbahaya bagi penumpang,” ucapnya.

Sopir berpengalaman itu tentu saja yang dimaksud adalah pasangan Isran-Hadi. Maklum mereka sudah 5 tahun menjadi gubernur dan wakil gubernur Kaltim (2018-2023). Punya kinerja yang baik dan sangat terukur, sehingga layak untuk diberi kepercayaan memimpin Kaltim kembali, seperti disebutkan sebagai Kaltim Berdaulat Jilid 2.

Dirangkum dari sejumlah pendapat dari berbagai lapisan masyarakat, ada 10 alasan mengapa harus memilih Isran-Hadi.

Pertama, karena pasangan Isran-Hadi adalah pasangan serasi dan hampir tidak pernah “becakut” selama memimpin Kaltim. Isran konsisten tetap memilih Hadi, meski ada pihak tertentu, termasuk partai politik menawarkan pasangan baru. Meski dia hampir tak dapat perahu. Sikap itu dia tunjukkan ketika memilih M Sabani (calon wali Kota Balikpapan) jadi Sekdaprov Kaltim.

Kedua, alasan berpengalaman seperti yang disampaikan sebelumnya.  Pengalaman tentu sangat penting. Sebab, memimpin daerah tidak bisa coba-coba atau main-main. Kita mempertaruhkan nasib 4 juta lebih penduduk Kaltim. Isran bukan kepala daerah kalengan. Kalau dia suka bercanda bukan berarti tidak serius dalam bekerja. Dia sudah teruji. Pernah menjadi ketua APKASI memimpin 416 bupati se-Indonesia dan ketua APPSI yang memimpin 38 gubernur se-Indonesia. Itu sebabnya tak heran kalau dia sempat ditawari menjadi menteri. Tapi demi Kaltim, dia tetap memilih tugas melanjutkan sebagai gubernur.

Ketiga,  untuk mencegah terjadinya politik dinasti. Politik dinasti memang tidak dilarang undang-undang. Tapi fakta menunjukkan politik dinasti yang berlebihan sangat merugikan masyarakat. Kekuasaan diborong oleh satu keluarga dengan tidak memberi kesempatan kepada orang lain. Bahkan demi politik dinasti, ada kekuasaan yang direbut dengan tidak sehat. Pengalaman menunjukkan, politik dinasti cenderung beraroma KKN dan merugikan kita semua. Paslon No 3 Pilwali Balikpapan M Sabani-Syukri Wahid di hari terakhir kampanye banyak memasang poster bertuliskan: “Runtuhkan Politik Dinasti.”

Keempat,  faktor integritas. Isran-Hadi relatif bersih. Tidak main proyek dan tidak berbisnis yang melahirkan conflict of interest. Misalnya warganya sulit air, minyak dan gas, dia malah jualan dan jadi distributor. Rekam jejak Isran-Hadi dan keluarga tidak ada yang tersandung kasus. Baik kasus korupsi, narkoba, kredit bermasalah dan lainnya. Dia juga tak punya utang baik kepada bank atau pihak ketiga lainnya. Isran menegaskan dia menjadi gubernur bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kelima, visi misi Isran-Hadi sangat berkomitmen untuk masyarakat. Kaltim Berdaulat bukan bermaksud menjadi Kaltim yang merdeka. Tapi berkat Kaltim Berdaulat, APBD Kaltim melonjak luar biasa. Belum pernah dalam sejarah APBD mencapai Rp24,5 triliun lebih pada 2023. Baru pertama kali Kaltim mampu meraih dana karbon sebesar Rp1,7 triliun. Bahkan prestasi itu pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Dia juga berhasil memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) batu bara dan kelapa sawit. Itu hebatnya Isran-Hadi cerdas mencari sumber pendapatan baru. Apa artinya banyak program kalau sumber dananya terbatas. Berkat kerja keras Isran-Hadi, APBD Kaltim masuk 5 besar APBD tertinggi di seluruh Indonesia. Gagasan Isran agar pemerintah daerah memperoleh alokasi 50 persen dari APBN banyak didukung daerah di Indonesia. Karena dia menilai dana perimbangan keuangan pusat daerah selama ini sangat tidak adil.

Keenam, Isran-Hadi selalu berorientasi untuk kepentingan orang banyak dan masyarakat miskin. Dia sukses merehabilitasi 20 ribu rumah tidak layak huni. Ketika tenaga honorer mau dihapus, dia berani pasang badan. Dia menentang kebijakan itu ke Pemerintah Pusat. Dia mendapat dukungan dari gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia. Akhirnya dia bisa menyelamatkan 4 juta nasib honorer se-Indonesia. Bayangkan kalau satu tenaga honorer menghidupi 1 istri 3 anak (sering diplesetkan Isran dengan “1 anak 3 istri”), maka ada 20 juta orang kembali hidup dan tersenyum.

Ketujuh, Isran-Hadi-lah sebagai faktor penentu ditetapkannya Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebab dari hasil pembahasan tim saat itu, Kalteng berada di urutan pertama dan Kalsel di urutan ke-2. Sedang Kaltim di urutan ke-3. Tapi Isran berhasil meyakinkan Jokowi. Salah satu yang disampaikan dia kepada Presiden karena Kaltim satu-satunya provinsi di Kalimantan yang tidak pernah terjadi gesekan sosial yang besar. Selain faktor kesiapan infrastruktur dan lahan yang tersedia. Isran adalah “Bapak Ditetapkannya IKN di Kaltim.” Bahkan dia membela mati-matian terhadap orang yang tak suka IKN. “Orang yang tak setuju IKN umurnya pendek,” katanya begitu.

Kedelapan, Isran-Hadi sangat memikirkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltim. Dia berpihak pada pendidikan dan generasi muda. Program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) terbaik dan terbesar di Indonesia. Lebih 200 ribu siswa di berbagai jenjang pendidikan menikmati. Karena itu dia marah besar adanya kebijakan pemotongan dana BKT sepeninggal dia. “Itu zalim,” tandasnya. Dia bertekad kalau kembali terpilih, anggaran BKT akan dinaikkan dari Rp1,5 triliun menjadi Rp2,5 triliun.  Program BKT itu di luar anggaran pendidikan 20 persen yang sudah menjadi mandatory spending. Isran juga membuka program sertifikasi yang melibatkan 21 ribu siswa SMK melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berstandar BNSP. Biar mereka bisa bersaing di pasar kerja.

Kesembilan,  pertumbuhan ekonomi Kaltim positif selama kepemimpinan Isran-Hadi. Surplus perdagangan Kaltim dari Rp201 triliun di tahun 2018 menjadi Rp334 triliun di tahun 2023. Pencapaian tersebut mendorong kenaikan APBD Kaltim bersama APBD 10 kabupaten/kota dari Rp28 triliun menjadi Rp76,6 triliun. Hanya beda Rp0,4 triliun dari DKI Jakarta. Padahal perekonomian Kaltim sempat terganggu Covid dan resesi.

Kesepuluh, Isran-Hadi bertekad mewujudkan Pilkada yang bersih dan tidak curang. Tak ada serangan fajar atau beli suara. Isran menegaskan memilih gubernur tidak boleh dipertaruhkan dengan hanya menerima 200 ribu, 300 ribu, 500 ribu atau 1 juta rupiah. Itu melukai harga diri kita dan menjual nasib Kaltim selama 5 tahun. “Jangan mau suara kita dibeli hanya dengan ratusan ribu,” tandasnya.

DIALOG DENGAN DIFABEL

Sementara itu menjelang debat terakhir atau debat ke-3 di TV Metro Jakarta, Jumat (22/11) besok, Isran-Hadi terus melaksanakan kampanye di berbagai tempat. Isran beberapa hari menuntaskan kampanye di Balikpapan, sementara Hadi Mulyadi di Samarinda dan sekitarnya.

Hadi sempat menerima pengurus Srikandi Emak Seno Kukar, yang berubah arah mendukung pasangan Isran-Hadi. “Saya Ibu Ernawati sebagai ketua bersama sekretaris dan bendahara memutuskan untuk mundur dari Paslon No 2 dan memantapkan diri mendukung Bapak Isran-Hadi,” katanya mantap.

Isran sendiri sempat belusukan di Pasar Baru, bertemu dan berdialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim yang diketuai Slamet Brotosiswoyo dan IWAPI dengan ketuanya Ernawaty Gafar, lalu bertemu dengan Majelis Gereja Advent dan para pendeta, bertemu dengan nelayan keturunan Madura di Trans Manggar Baru, bertemu dengan nelayan dan petani Binaan Sahabat Tani Sumaria Daeng Toba di Tanjung Kelor, bertemu warga Gang Slamet RT 6 dan 7 di Mekar Sari yang digagas Erwin Timbang dan nonton kuda lumping yang digelar PDIP di Manggar.

Ketika tatap muka dengan generasi muda dan milenial yang digagas Juple, Rabu (20/11) malam, Isran sempat berdialog dengan sejumlah anggota komunitas difabel yang hadir. Mereka menyampaikan beberapa hal di antaranya  belum berpihaknya pemerintah, swasta, dan masyarakat kepada kaum difabel, mulai soal penerimaan pekerja sampai hal-hal teknis dalam bersosialisasi termasuk berlalu-lintas di jalan.

Isran senang mendapat masukan dari mereka. “Nanti kalau saya kembali memimpin Kaltim, hal-hal yang diperlukan dan dituntut kaum difabel menjadi perhatian serius saya,” jelasnya.

Warga yang ditemui Isran semuanya mendukung paslon No 1 (Isran-Hadi) di Pilgub Kaltim. Sedang di Pilwali Balikpapan sepakat memilih paslon No 2 Rendi-Eddy (Ready) atau paslon No 3, Sabani-Syukri Wahid. Rendi, Sabani dan Syukri sempat menyertai Isran dalam beberapa titik kampanye.

Sedang topik yang disampaikan warga mulai soal kesempatan mendapatkan Beasiswa Kaltim Tuntas, infrastruktur dan yang selalu hangat soal kelangkaan sekolah, air bersih, gas melon dan antrean BBM di Balikpapan. “Ya saya sepakat untuk mengatasi persoalan warga di Balikpapan harus ada wali kota baru,” kata Isran. Pahamlah Ikam!!(*)

Dukung Isran-Hadi

November 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

CAGUB Kaltim Isran Noor dapat kejutan. Itu terjadi ketika dia menghadiri acara misa keluarga Katolik di kediaman Andhika Hasan, Senin malam (18/11). Tak disangka terselip juga acara penyerahan dukungan kepada Isran dan Hadi.

Andhika Hasan adalah pengusaha dan mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Dia pengurus DPD PDIP Kaltim, yang dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi untuk Balikpapan dan sekitarnya.

Pembawa acara hanya menyediakan waktu singkat untuk penyerahan dukungan. Disebutkan dukungan tersebut datangnya dari KGB.  Kok namanya seperti badan intelijen Rusia? Jemaat sempat kaget. Ternyata bukan. KGB adalah Kawal Gibran Bersama.

KGB adalah organisasi yang mengawal dan berdiri di belakang Gibran Rakabuming Raka, putera sulung Presiden Jokowi.  Sudah hadir dan berjuang ketika Gibran dicalonkan menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Jadi KGB juga berada di belakang Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang dibentuk Prabowo.

“Saya ditugasi membacakan dan menyerahkan amanat dari KGB Pusat,” kata Jeffrin Zai, pemuda Katolik yang dipercaya menjadi Ketua DPW KGB Kaltim bersama pengurus lainnya.

Dalam surat keputusan (SK) No 050/01.SK.RD/DPP/KGB/XI/2024, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KGB memutuskan memberikan dukungan kepada Dr Ir H Isran Noor, M.Si sebagai calon gubernur (Cagub) Kaltim dan H Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si sebagai calon wakil gubernur (Cawagub) Kaltim.

SK tersebut  ditandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum DPP KGB Roman Sibuea bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dennis Christian Lokollo. Tanggalnya disesuaikan waktu penyerahan, 18 November 2024.

Ketua KKSS Balikpapan Adam Sinte dan Ketua Kerukunan Keluarga Pinrang H Hakim Rauf memberikan dukungan kepada Isran-Hadi.

Ketika menerima SK tersebut dari Jeffrin, Isran mengaku terharu dan bangga. “Saya berterima kasih kepada KGB atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan KGB kepada saya dan Pak Hadi. Kami siap menjaga amanat ini,” katanya di depan jemaat.

Menurut Jeffrin, dengan terbitnya SK DPP KGB itu, maka dia sudah menyampaikan instruksi kepada pengurus dan kader KGB di 10 kabupaten/kota se Kaltim untuk memberikan dukungan penuh kepada paslon No 1 Isran-Hadi untuk memenangkan Pilgub Kaltim, yang pencoblosannya akan berlangsung 27 November mendatang.

Kenapa KGB memberikan dukungan kepada Isran-Hadi? “Kami dari KGB melihat sosok Kai yang profesional, jujur, transparan, punya toleransi tinggi, apa adanya dan tidak banyak drama serta janji palsu. Slogan kami, Kawal-kawal Kai sampai jadi Gubernur Kaltim lagi,” kata Jeffrin.

Acara misa kemarin malam dipimpin Pastor Paroki Kasmir Agung, MSF dan Pastor Yoseph Kristianto, MSF. Hadir juga pastor senior, Huva Hurang, MSF. Acara ini diadakan untuk mendoakan kesembuhan Ibu Rika, istri Andhika sekaligus juga mendoakan untuk keberhasilan Isran-Hadi.

Sempat juga berlangsung dialog. Beberapa jemaat menyampaikan harapan kepada Isran-Hadi. Mulai soal kelangkaan air dan gas melon di Balikpapan, perhatian terhadap guru agama Katolik sampai masalah pembangunan infrastruktur di pedalaman.

“Kita semua dan keluarga harus memberikan dukungan kepada Isran-Hadi, karena selama beliau memimpin Kaltim di periode pertama 2018-2023, banyak sekali perhatiannya diberikan untuk Gereja Katolik seperti juga kepada agama lain,” kata Andhika Hasan.

Yang menarik, jemaat Katolik Balikpapan ternyata juga akrab memanggil Isran dengan sebutan Kai Isran. Mereka juga kompak meneriakkan yel-yel “Pahamlah Ikam.”

MELAYAT DUA KALI

Di hari kedua kampanye di Balikpapan, Senin kemarin, Isran menyempatkan melayat di dua tempat. Pagi hari dia melayat di Gang Wilis RT 12 Damai Baru, Jl MT Haryono atas meninggalnya seorang ibu bernama Rita Syahara binti Abdul Muis.

Isran mengaku sangat terharu karena almarhumah dari keluarga tak mampu. Dia mengantarkan jenazah sampai ke pemakaman BDS. “Kita doakan almarhumah diterima Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah,” ujarnya khusuk.

Malam tadi Isran juga menyempatkan melayat ke Jl Banjar atas meninggalnya tokoh keluarga Toraja Balikpapan, Andarias C Canette, ayah dari Junior Andarias. Dia sempat memeluk istri almarhum. mengucapkan bela sungkawa dam menyerahkan santunan kepada keluarga.

Warga Toraja mengaku bangga atas perhatian Isran sebagai pemimpin Kaltim. Dia sempat bersilaturahmi di tengah acara ritual keluarga. “Kita dukung Pak Isran dan Pak Hadi,” kata Paci, tokoh Toraja yang sudah berusia 75 tahun.

Isran juga mendapat dukungan dari keluarga Sulawesi ketika dia berkunjung ke kediaman H Hakim Rauf di RT 8 Gang Arya Penangsang, Jl MT Haryono. Dia disambut H Hakim, pengusaha yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Pinrang Balikpapan bersama Ketua KKSS Balikpapan Adam Sinte dan tokoh keluarga Mahesa, Youce Rumambi. Tampak juga di sana Hafni Kanafe, sekretaris KK Pinrang.

“Kami konsisten sejak awal mendukung Pak Isran dan Pak Hadi,” kata H Hakim. Hal yang sama juga disampaikan Adam, yang juga memimpin Relawan Pinisi Balikpapan untuk keberhasilan Paslon No 1 Pilgub Kaltim.

Sebelum datang ke kediaman H Hakim, Isran sempat belusukan di kompleks pertokoan Plaza Rapak. Dia disambut antusias oleh pengurus persatuan pedagang Rapak bersama anggotanya, yang sebagian dari keluarga Banjar dan Bugis.

Yang menarik ketika dia singgah di kios penjualan perhiasan emas. Keluhan yang disampaikan para pedagang emas bukan soal jualannya. Malah soal kelangkaan air bersih seperti juga disampaikan warga di berbagai tempat. “Insyaallah jika saya mendapat kepercayaan untuk memimpin kembali Kaltim, saya bersama wali kota terpilih segera mengatasi masalah ini,” jawabnya.

Kebetulan Isran didampingi M Sabani dan drg Syukri Wahid, paslon No 3 untuk Pilwali Balikpapan. “Kami mencalon diri untuk memberikan solusi termasuk masalah air dan gas,” kata Sabani meyakinkan.

Hari ini, Selasa (19/11) Isran masih berada di Balikpapan. Dia blusukan di Pasar Baru yang tertunda dan bertemu dengan sejumlah warga di antaranya warga nelayan di Manggar. Dia juga bertemu Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim dan menyaksikan pagelaran kesenian  Kuda Lumping di Lamaru. “Kami juga siap memberikan dukungan kepada Pak Isran dan Pak Hadi, yang memberikan perhatian luar biasa kepada APINDO,” kata Ketua APINDO Kaltim Slamet Brotosiswoyo.(*)

Kai Borong Makan di Melawai

November 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KAI Isran Noor malam tadi makan lesehan di warung kaki lima Pantai Melawai Balikpapan. Para penjual dan warga yang lagi di sana kaget. Mereka langsung berteriak “Kai..kai…pahamlah ikam.” Lalu berebut minta foto bersama sambil mengacungkan telunjuknya tanda Nomor 1.

Kedatangan Isran ke Melawai memang dadakan. Habis mendarat di Bandara Sepinggan dari Jakarta, lalu nonton reog di Agung Tunggal atas undangan Pak Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim dari PDIP, dia langsung diajak makan lesehan di Melawai.

Yang mengundangnya Ibu Sri Asril, warga Balikpapan Baru yang juga pengusaha. Dia juga mengundang warga Pelayaran dan Sahabat Kecil, yang dibinanya. “Saya tak mengira Pak Isran mau makan di kaki lima,” katanya terharu.

Isran sendiri kaget kalau Melawai berkembang jadi pusat makanan lesehan di Balikpapan pada malam hari. “Saya suka suasana seperti ini dan harus dikembangkannya juga di daerah lain,” katanya sambil melahap nasi, tahu dan tempe goreng, ikan bakar dan ayam goreng. Tak lupa juga sambal uleknya. Sehabis makan dia memesan minuman Jus Alpukat,

Drg Syukri Wahid main gitar bersama pengamen Melawai disaksikan Kai Isran bersama saya, Andi Poli, Pak Samsun dan Ibu Sri Asril.

Sambil makan Kai Isran dihibur sejumlah pengamen Melawai. Bahkan ikut main gitar drg Syukri Wahid, calon wakil wali kota Balikpapan yang berpasangan dengan Muhammad Sabani.  Isran sempat ikut menyanyi ketika mereka membawakan lagu “Andai Aku Bisa.”

Lagu ini memang kesukaan Kai Isran. Dan Isran saya dengarkan ternyata hafal dengan liriknya. Andai Aku Bisa adalah lagu lawas dari album tembang almarhum Chrisye, yang dipopulerkan lagi oleh penyanyi Tulus.

Para pengamen juga kaget kalau Syukri Wahid jago main gitar. “Kalau Bapak dan Pak Sabani jadi pemimpin Kota Balikpapan jangan lupa nasib pengamen jalanan ya pak,” kata mereka kepada Syukri.

Selanjutnya Isran membuat kejutan. Sekitar seribu warga yang makan lesehan di Melawai semua dibayari. Warga bersorak kegirangan ketika Ibu Sri Asril mengumumkan bahwa semua pengunjung tidak usah bayar makanannya. “Semua dibayari Pak Isran,” katanya disambut tepuk tangan dari semua pengunjung. “Hidup Kai Isran. Pilih Nomor 1, Pahamlah Ikam,” kata mereka serentak.

Para pedagang makan juga kegirangan. “Alhamdulillah, mimpi apa kami semua. Warung makanan kami dapat berkah dan rezeki. Terima kasih Kai Isran, terima kasih. Insyaallah menang,” kata mereka kompak.

Saya lihat tagihannya satu warung ada yang sampai Rp5 juta. Bayar pisang gapit saja atau pisang epe (kalau di Pantai Losari Makassar) sampai Rp3 juta. Belum lagi warung yang menyajikan makanan ikan dan ayam bakar. “Saya dan Pak Hadi Mulyadi minta doa dan dukungan Bapak Ibu sekalian dalam Pilgub 27 November nanti,” ujar Isran tersenyum.

Sekitar pukul 21.00 Isran meninggalkan Melawai. Dia terus-terusan didaulat warga foto bersama. “Kami memang butuh pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Lanjutkan Kai Isran dan Pak Hadi,” kata Ibu Asnah, yang datang dari Prapatan.

KAMPANYE DI DOME

Sehari sebelumnya, Sabtu (16/11), Isran dan Hadi melaksanakan  kampanye  di halaman Dome Balikpapan Selatan. Kampanye berlangsung meriah dan lancar.

Isran berdialog dengan warga yang menghadiri kampanye di Dome.

Isran dan Hadi datang bersama tim pendukungnya. Ada mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Ja’ang, Ketua SERAT Kaltim Mugeni dan Ketua Tim Pemenangan Iswan Pariyadi dan Husin Akma. Juga pimpinan partai pendukung di antaranya Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, Ibu Mike dari Demokrat dan Sarwono dari Gelora.

Acara dimulai sejak pagi ditandai dengan senam bersama. Menurut panitia, tadinya direncanakan jalan sehat. Tapi Dishub tak memberi izin. Menurut Kadishub Balikpapan Adwar Skenda, rekomendasinya yang belum lengkap.

Meski tak ada jalan sehat, warga tetap semangat. “Kami datang ke sini bukan karena jalan sehatnya, tapi karena kecintaan kami kepada Pak Isran dan Pak Hadi agar tetap memimpin Kaltim,” kata seorang ibu sambil menggendong bayinya.

Hal yang sama juga disampaikan Ibu Asmi dari Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. “Tanpa jalan sehat kami tetap memilih paslon Pilgub No 1, yaitu Pak Isran-Pak Hadi,” katanya bersemangat.

Selesai senam bersama, warga kota disuguhi acara Festival One Kaltim dengan penampilan sejumlah grup musik dan penyanyi. Di antaranya Ebel Kobra, Onadio Leonardo, Netral, Souljah, OKAAY, Greg Sapodarja dan Shinta Arsinta.

Shinta sempat nyanyi bareng dengan Hadi. Malah hadi sempat bermain drum. “Hebat juga cawagub kita, selain ustaz dan dosen, ternyata beliau juga seniman,” kata Yusuf, warga Sepinggan.

Hadi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas doa dan dukungannya. Pasangan Isran-Hadi nyaris tak bisa ikut Pilgub, karena partainya habis diborong pasangan lain. Syukur atas kepedulian Ibu Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maka Partai PDI Perjuangan dan Partai Demokrat konsisten mendukung Isran dan Hadi. “Alhamdulillah tak jadi kotak kosong,” jelasnya.

Isran mengajak warga Balikpapan tetap kompak dan solid memilih Nomor 1 dalam Pilgub Kaltim. Jangan terpengaruh dengan serangan fajar. Dia juga optimis menang di Balikpapan. Isran juga menyinggung nama saya sebagai Wali Kota Balikpapan periode 2011-2021. “Hari ini Pak Rizal Effendi ada di sini. Ikut berjuang memenangkan Isran-Hadi. Semoga ini membawa hasil yang baik untuk kita semua,” katanya bersemangat.

Hari Minggu (17/11) kemarin, cawagub Hadi Mulyadi bersama Paslo Pilwali M Sabani dan Syukri Wahid menghadiri acara Makan Patita Sambil Badendang yang diadakan Perkumpulan Keluarga Maluku Balikpapan (PKMB) di Pantai Sagabo Beach, Batakan, Balikpapan Timur. “Kami tak mau ketinggalan untuk memilih Isran-Hadi,” kata Ketua PKMB yang baru terpilih, Ibu Ellen Hafiedz bersama sekretarisnya Sally Agnes Hukom.

Hadi sempat ikut badendang sambil main drum. “Terima kasih atas dukungan warga Maluku. Kami siap menjadi pemimpin Kaltim yang berdiri di atas golongan, agama dan suku,” kata Hadi.

Dari Batakan Hadi dan Syukri lanjut ke Teritip. Dia menghadiri acara silaturahmi dengan warga Teritip yang diadakan di rumah Pak Andi Poli, mantan Ketua LPM di sana. “Kita juga dukung Pak Isran dan Pak Hadi,” katanya bersama warga setempat.

Senin pagi (18/11)  Isran belusukan di Pasar Baru. Dan malam nanti bertemu dengan beberapa tokoh umat Katolik dalam acara Malam Misa. “Seluruh komponen Masyarakat Balikpapan siap memenangkan Isran-Hadi,” kata Ketua Tim Pemenangan Balikpapan, Andhika Hasan.(*)

Selamat Jalan, Pak Ronald!

November 16, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kenal Pak Ronald Lolang. Sejak masih aktif sebagai wartawan sampai beliau berpulang. Pak Ronald mengembuskan napas terakhir hari Sabtu, 9 November pukul 16:16 Wita. Setelah disemayamkan selama dua hari di rumah persemayaman Yayasan Karya Insani Jl DI Panjaitan, Senin (11/11) jenazah mendiang dikremasi.

Awalnya dia berpesan untuk dimakamkan di Bukit Tanjung Guntur di Teluk Sumbang, Kabupaten Berau. Tapi 5 hari sebelum meninggal, dia minta dikremasi. Biar abunya disatukan dengan sang istri. Lalu dia minta abunya dilarung seperti mama dan kakak-kakaknya di Sungai Mahakam. “Sebagai anak kami memenuhi pesan terakhir papa,” kata Iwan Santoso Lolang, putra ke-3 ketika saya hubungi melalui WA kemarin.

Ronald Lolang meninggal dalam usia 83 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjachranie (RS AWS) Samarinda. Dia memiliki seorang istri, Ibu Pinky Mariani Lolang (meninggal 7 tahun silam) dengan meninggalkan 7 anak, 5 menantu dan 8 cucu. “Papa meninggal karena sakit dan sudah uzur,” tutur Iwan menjelaskan.

Syafruddin Pernyata (kaus biru) bersama Pak Ronald ketika berkunjung ke Lamin Guntur di Teluk Sumbang.

Generasi muda Kaltim khususnya Samarinda mungkin tak banyak yang mengenal beliau. Dia adalah pengusaha, pelopor pembangunan Kaltim. Warga keturunan yang sangat mencintai Kaltim mulai sang kakek, ayah-ibunya  hingga anak cucunya.

Ayah ibu Ronald adalah Anwar Lo Beng Long dan Dorinawatie Helena Louis. Kakeknya, Lo A Po merantau ke Samarinda pada abad  ke-19. Lalu menjadi mitra bisnis kerabat Kesultanan Kutai. Hubungan itu diteruskan oleh Anwar Lo Beng Long. Malah Beng Long pernah bersekolah bersama Sultan AM Parikesit di Jakarta sebelum melanjutkan ke Amerika.

Dorinawatie, ibu Ronald sempat menghibahkan tanah dan rumahnya di Jl Flores, yang menjadi kampus pertama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Pak Ronald juga termasuk “Bapak Film Indonesia.” Pada kurun 1970 sampai 80-an dia aktif menjadi produser film nasional di bawah bendera PT Gemini Satria Film. Sejumlah film laris pernah dibuatnya. Di antaranya Arwah Komersil Dalam Kampus (1977), November 1928,  Guruku Cantik Sekali (1979), Busana Dalam Mimpi (1980), Tomboy (1981) dan  Merenda Hari Esok (1981).

Dia pemilik bioskop layar lebar Mahakama, yang bangunannya di samping rumah tinggalnya, Villa Annie di Jl Yos Sudarso. Sayang bioskop itu gulung tikar sejalan dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman, di mana orang tak banyak lagi datang ke bioskop.

Villa Annie pernah diusulkan jadi situs sejarah atau cagar budaya. Konon dibangun sejak tahun 1897. Rumah bergaya Melayu Banjar. Hampir semua bahan bangunannya dari kayu ulin. Meski berusia lebih satu abad, masih kuat dan kokoh. Arsiteknya tetap menarik menggambarkan peradaban pada zamannya.

Saya sempat nonton film-film Pak Ronald. Terutama film pertamanya yang bergenre komedi, Arwah Komersil Dalam Kampus. Bintang utama Christine Hakim dan Mang Udel. Selain itu ada sejumlah pelawak di antaranya Suroto, Darto Helm, Kardjo AC-DC dan Teten. Christine masih hidup, tapi lainnya sudah meninggal dunia.

Kalau nonton film di Bioskop Mahakama, saya sering dapat fasilitas gratis. Pertama karena salah seorang staf Mahakama, Bung Thalib adalah teman sekolah. Dia atlet tinju dan aktif di KONI Kaltim. Lalu direkrut Pak Ronald di sana. Thalib sudah tiada. Dia teman baik saya, sepiring seperjuangan.

Kedua, saya suka nonton bareng keluarga TNI (dulu ABRI termasuk polisi). Seminggu sekali ada pertunjukan film gratis untuk keluarga ABRI. Nah saya ikut masuk seolah-olah keluarga baju hijau. Film yang diputar kalau tidak film silat Hongkong, ya film India. Kalau film India pasti ada nangisnya dan lama sampai 2 jam lebih.

PENDUKUNG MALOY

Pada era Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tahun 2012, Pak Ronald sangat mendukung rencana pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI)  Maloy di Sangkulirang,  Kutim. Ia menilai gagasan KIPI Pak Awang sangat besar manfaatnya untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Belakangan KIPI Maloy ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014.

Sejak diresmikan pada tahun 2019,  KEK MBTK belum mampu beroperasi dan menggaet investor sesuai target. Sehingga statusnya terancam dicabut. Tapi kabar terakhir awal Maret 2024 lalu, KEK MBTK sudah mengantongi izin beroperasi dari pemerintah pusat.

Maloy sempat jadi buah bibir masyarakat. Soalnya kalau Pak Awang lagi sambutan, pasti soal Maloy  disinggung. “Kalau Pak Awang belum bicara Maloy, maka belum berakhir sambutan beliau,” kenang seorang pejabat.

Irwan Fecho, ketua DPD Demokrat Kaltim menyebut Pak Ronald seorang tokoh pemikir dan pembangunan Kaltim. Dia sering mendapat nasihat dan pandangan tentang pembangunan Kaltim termasuk gagasannya tentang pemanfaatan kawasan karst dikaitkan dengan sektor pariwisata Kaltim.

“Kita semua akan tetap meneruskan semangat dan pikiran besar ayahanda Ronald dalam pengelolaan karst dan pariwisata Kaltim.  Yang sabar ya Kak Sandrina Putrini Lolang, Iwan Lolang. Lanjutkan semangat dan cita-cita besar perjuangan beliau,” begitu kata Irwan, anggota DPR RI dapil Kaltim periode 2019-2024.

Kawasan karst yang dimaksud Irwan adalah kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, yang membentang dari Kabupaten Kutai Timur sampai Kabupaten Berau seluas 1,8 juta hektare. Potensi kawasan ini memang luar biasa, berupa kayu, nonkayu, batuan mineral sampai sarang burung walet.

Di situ juga terdapat gua telapak tangan peninggalan  masyarakat prasejarah berusia 10.000 tahun Sebelum Masehi. Memberi indikasi jejak manusia purba.  Bisa dilihat dari lukisan tangan, gambar perahu dan lukisan berbagai jenis binatang yang tergambar jelas di dinding gua.

Pak Ronald sangat intens mengembangkan pariwisata. Pada tahun 2017, dia membangun Lamin Guntur Ecolodge di Desa Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau.

Banyak turis singgah ke sana. Bangunannya sejenis cottage yang dibuat dari pohon kelapa dan penuh ukiran suku Dayak. Di pantainya terdapat gua habitat kelelawar. Ribuan kelelawar berumah di sana. Kabarnya gua itu dahulu tempat persembunyian para penyelundup yang membawa barang dari Tawao, Malaysia Timur.

Pak Ronald pernah bercerita nama Lamin Guntur terinspirasi dari nama Kepala Suku Dayak Basap, yang oleh Raja Sambaliung diberi gelar Raja Guntur Moalam. Lamin itu juga dia persembahkan untuk istri tercintanya, Ibu Pinky.

Suku Dayak Basap adalah suku Dayak yang sangat primitif. Saya pernah meliput dan menulis di Majalah Tempo. Mereka hidup sekaligus menjaga kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Ada yang tinggal di sekitar Kelay, Biduk-Biduk, Sangkulirang dan Bengalon. Kabarnya ada juga yang sampai di Desa Jonggon, Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Isran Noor, Gubernur Kaltim 2018-2023 memuji dan memberikan apresiasi terhadap kepedulian Pak Ronald ikut membangun Kaltim. “Terima kasih Pak Ronald yang juga memberi perhatian terhadap potensi Sangkulirang,” katanya. Kebetulan Isran kelahiran Sangkulirang dan pernah menjadi bupati Kutim.

Saya lihat ada foto sahabat saya Syafruddin Pernyata bersama Pak Ronald di Lamin Guntur. Mungkin dia berkunjung ke sana ketika masih menjadi kepala Dinas Pariwisata Kaltim. Saya dan Syafruddin pernah meliput Biduk-Biduk. Dia jatuh ketika kita naik gerobak sapi.

Selamat jalan, Pak Ronald. Terima kasih pengabdianmu untuk Kaltim. Saya mengusulkan pada peringatan HUT Ke-68 Provinsi Kalimantan Timur pada 9 Januari 2025 mendatang, Pak Ronald layak mendapat penghargaan atas jasa-jasa dan pengabdiannya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb