Urang Banjar “Sudah Paham”

November 15, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

URANG Banjar sudah paham. Ini jawaban “Pahamlah Ikam” yang sering dinarasikan Isran dan Hadi dalam kampanye Pilgub Kaltim 2024. Pahamlah Ikam adalah Bahasa Banjar, yang artinya pahamlah kamu atau kita.

“Memang kita yang tergabung dalam Relawan  Bubuhan Banjar Bersatu (RB3) Kaltim sudah paham banar kalau suara kita sepenuhnya untuk Isran-Hadi dalam Pilgub Kaltim, yang pencoblosannya berlangsung 27 November mendatang,” ujar Ketua RB3 Kaltim M Rachmadansyah bersama sekretarisnya, H Achmad.

Cawagub Hadi Mulyadi bersama tokoh Banjar lainnya

Acara deklarasi dukungan dari RB3 ke Isran-Hadi berlangsung dalam suasana meriah di Ballroom Hotel Mesra Samarinda, Kamis (14/11) pagi. Lebih seribu orang hadir. Ada tarian Jepen Begenjoh ditampilkan. Sebagian bubuhan lelakiannya memakai tutup kepala yang ngarannya laung Banjar. Termasuk Isran dan Hadi.

Sejumlah tokoh Banjar hadir. Di antaranya Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KKBKT) Balikpapan, H Redy Asmara. “Tapi kita datang ke sini bukan membawa nama KBBKT. Pokoknya kita urang Banjar memilih Isran-Hadi,” tandasnya.

Menurut H Redy, bubuhan Banjar di Balikpapan, selain memilih Isran dan Hadi untuk Pilgub, juga mendukung paslon Muhammad Sabani-Syukri Wahid dalam Pilwali Balikpapan.

Selain H Redy, hadir juga KH Farid Wadjdy (mantan wakil gubernur yang juga rektor UNU Samarinda), Zulfakar Madjid, Abah Nanang Sulaiman (mantan anggota DPD RI), Hamsyi Djamhari, Rusbandy, Yahya Ubai dan Muhammad Barkati.

“Tidak ada pilihan lain bagi urang Banjar kecuali Isran-Hadi,” kata Farid. “Warga dari suku lain saja memilih Isran dan Hadi, apalagi kita bubuhan Banjar,” kata Barkati penuh semangat.

Ketua panitia Artha Mulia melaporkan perwakilan bubuhan  Banjar dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim hadir. Mereka membacakan deklarasi memberikan dukungan kepada Isran dan Hadi. “Kami sepakat memilih  beliau,” tandasnya. Sebelumnya Isran ditepungtawari dan didoakan Guru Ifat.

Rachmadansyah menegaskan, warga Banjar secara umum memang bebas menentukan pilihannya. “Tapi insyaallaah sebagian besar bubuhan kita sudah bulat diarahkan untuk bubuhan sendiri, yaitu Pak Isran dan Pak Hadi,” katanya meyakinkan.

Berdasarkan data yang ada, jumlah warga Banjar di Kaltim mencapai 12,45 persen dari total penduduk 3,7 juta jiwa. Berada di urutan ke-3, setelah suku Jawa yang tercatat 30,24 persen dan suku Bugis di urutan ke-2 yang mencapai 20,81 persen.

Populasi suku Banjar terbesar ada di Samarinda dan Balikpapan. Tapi sebagian juga tersebar di kabupaten/kota lainnya. Mereka menekuni berbagai bidang profesi dan pekerjaan. Ada yang di pemerintahan, legislatif sampai di dunia swasta.  Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan, yang dikenal sebagai pasar cenderamata populer Kalimantan sebagian besar adalah pedagang Banjar.

Isran dan Hadi menyatakan terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan warga Banjar. “Sekarang kita rapatkan barisan. Jangan tergoda dengan serangan fajar. Jaga kekompakan, jangan terganggu dengan hasil survei yang diputarbalikkan,” ujarnya.

SOPIR BERPENGALAMAN

Sementara itu, tokoh ulama Banjar,  KH Jumeri Dahri, SH, M.Si, pimpinan majelis zikir dan salawat Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrosul “Nurul Islam” Kaltim mendoakan dan mendukung penuh paslon Pilgub Kaltim No 1, Isran-Hadi.

“Apa pun yang terjadi kami sudah sepakat memilih Isran dan Hadi. Urangnya baik, santun dan selalu mau menyatu dengan masyarakat. Di mana saja sidin datangi, mulai dulu bukan sehari dua ini haja,” kata sang kiai, yang akrab dipanggil Abah Jumeri.

Menurut Abah Jumeri, semua calon tentu saja baik. Tapi tidak mungkin dua-duanya menjadi gubernur. “Karena itu kita minta kepada Allah pilihkan yang terbaik. Tapi kalau sopirnya balum berpengalaman nyupir oto, bahaya jua penumpang,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa ribuan jamaahnya yang tersebar di berbagai pelosok Kaltim sangat terkesan dengan kepemimpinan Isran-Hadi. “Mereka nomor satu. Tuhan kita ‘kan satu. Ahad. Mudah-mudahan jika nanti mereka terpilih, lebih maju dan sejahtera lagi buat Kaltim,” tambahnya.

Soal sopir berpengalaman ini sebelumnya juga disampaikan tokoh ulama Banjar lainnya, Guru KH Mansur As,   Pimpinan Majelis Taklim Al Mabrur Samarinda. “Soal Pilgub Kaltim, kita harus memilih sopir yang berpengalaman, kalau kada bisa sasat kita,” ujar sidin.

Dalam acara pengajian KBBKT Balikpapan beberapa waktu lalu, ulama Banjar terkenal asal Tanjung, KH Ahmad Sanusi Ibrahim yang dikenal sebagai Guru Jaro juga sempat mendoakan keberhasilan pasangan Isran-Hadi di Pilgub Kaltim dan M Sabani-Syukri Wahid di Pilwali Balikpapan. “Insyaallah doa kita diijabah Allah SWT,” ujar sang Kiai dengan khusyuk.(*)

Isran Dikawal Hudoq Bahau

November 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MANTAN Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang pasang badan untuk kemenangan Paslon No 1 Pilgub Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi. Sabtu (9/11) lalu dia menggelar acara budaya Dayak Bahau, Hudoq Pakoq di Lamin Pak Jaang, Jl Batu Cermin, Sempaja Utara, Samarinda Utara.

Ratusan warga Dayak tumpah ruah di laminnya. Jaang menyambut Isran penuh sukacita dan bahkan mengajaknya ikut menari. “Kita bertekad mengawal kemenangan Pak Isran-Hadi,” katanya bersemangat.

Jaang adalah salah seorang tokoh Dayak Kaltim yang sukses. Dia dilahirkan di Long Pahangai, pedalaman Mahakam. Ayahnya orang Bakumpai, tapi ibunya asli dari Suku Dayak Bahau Busang, Datah Naha. Sampai saat ini dia dipercaya menjadi ketua umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT). Dosen tetap di Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam dan ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim.

Penampilan tari Hudoq yang bernuansa magis dan sakral.

Menurut Jaang, tari Hudoq adalah ritual suku Dayak Bahau, yang memiliki makna simbolik di antaranya sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen, sarana komunikasi dengan para leluhur, pengikat rasa solidaritas, sebagai hiburan serta simbol penghormatan, pengharapan, dan perlindungan.

Dari cerita leluhur masyarakat adat Dayak Bahau, Tuhan mengirimkan roh-roh yang masuk ke dalam Hudoq untuk bertemu dengan manusia. Karena manusia tidak akan kuat saat bertemu dengan roh-roh, maka para roh memakai wujud Hudoq.

Kostum yang dikenakan penari Hudoq menggunakan topeng khusus dan baju dari kulit kayu yang dihiasi rumbai-rumbai dari daun pisang. Gerakan tarinya juga unik, seperti orang yang tengah dirasuki roh. Kakinya dihentakkan ke bumi.

Prosesi ritual Hudoq dibagi menjadi tiga, yaitu Hudoq Taharii, Hudoq Kawit, dan Hudoq Pakoq. “Sambil merawat budaya leluhur, kita juga memperjuangkan agar Pak Isran dan Pak Hadi sukses dalam Pilgub Kaltim yang tinggal beberapa hari lagi,” kata Jaang bersemangat.

Isran mengaku terharu dan terhormat atas perhatian dan dukungan dari warga Dayak Bahau. “Terima kasih Pak Jaang, terima kasih atas dukungan warga Dayak Bahau. Saya akan berjuang untuk kepentingan masyarakat Kaltim termasuk warga Dayak Bahau,” jelasnya.

Menjelang pencoblosan 27 November, dukungan kepada Isran-Hadi terus mengalir dari berbagai organisasi,  paguyuban dan berbagai lapisan masyarakat. Dengan alasan apa pun, mereka tetap menginginkan Kaltim Berdaulat jilid 2 tetap dilanjutkan.

Masyarakat Maluku Samarinda juga memberi dukungan kepada Isran-Hadi. Mereka menggelar acara Malam Badendang dengan Warga Maluku Samarinda.

Pada waktu yang sama, di Balikpapan, Hadi Mulyadi menghadiri pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat serta pengurus ormas kedaerahan di Markas Pusat KOPPAD (Komando Pengawal Pusat Adat Dayak) Borneo di Jl Ruhui Rahayu, Gunung Bahagia.

Panglima KOPPAD Dr Abriantinus, MA  bersama tokoh lainnya di antaranya dari PDKT, Forum NTT (perwakilan suku Manggarai, Adonara dan Ende), WIKAT (Wadah Kerukunan Antar Toraja), Forum Nias serta berbagai perwakilan dari gereja dan komunitas sepakat memberikan dukungan penuh kepada Isran-Hadi, yang dinilai layak tetap memimpin Kaltim.

Hadi menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas dukungan berbagai lapisan masyarakat kepada dirinya dan Pak Isran. “Tujuan kami memimpin Kaltim untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Isran-Hadi juga menyampaikan komitmennya memajukan Kaltim dengan merawat dan mengembangkan berbagai budaya yang hidup di daerah ini. “Pembangunan Kaltim adalah pembangunan yang berbasis pada keberagaman budaya dan kebelanjutan sosial,” jelasnya.

Salah satu partai pendukung Isran-Hadi, Partai Demokrat juga menggelar Rakerdasus di Grand Tjokro Balikpapan. Mereka menegaskan kembali dukungannya untuk kemenangan Isran-Hadi, paslon Wali Kota Balikpapan Muhammad Sa’bani-Syukri Wahid dan paslon Bupati PPU Hamdam Pongrewa-Ahmad Basir serta paslon lainnya yang didukung Demokrat. “Kita optimis mereka keluar sebagai pemenang Pilkada Serentak 2024,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Irwan Pecho.

MULAI SERANGAN FAJAR

Sementara itu, Isran dan Hadi mengajak seluruh masyarakat mewaspadai mulai gencarnya gerakan money politic atau politik uang yang dilancarkan oleh paslon atau para pendukung tertentu di beberapa daerah seperti di Samarinda, Balikpapan, dan kabupaten/kota lainnya.

“Saya dengar gerakan serangan fajar yang berbau uang dan barang sudah mulai marak. Bahkan ditengarai ada yang melibatkan anggota Dewan dan para ketua RT. Jelas itu perbuatan melawan hukum,” kata Isran mengingatkan.

Para anggota masyarakat atau pemilih ditawari paket uang antara 100 ribu, 200, 250, 500 sampai Rp900 ribu. Mereka sudah mulai mendata dari rumah ke rumah. Dan sebagian sudah mulai melakukan penyerahan dananya secara bertahap.

Sanksi bagi orang yang melakukan politik uang dalam Pemilu 2024 tercantum dalam Pasal 515 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Setiap orang yang sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta Pemilu tertentu, maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp36 juta.

Ustaz kondang Das’ad Latif dari Makassar mengingatkan, mereka yang main politik uang baik yang menyogok maupun yang disogok sama-sama masuk neraka. Karena tindakan itu tidak dibenarkan secara agama.

“Kita marah kalau lihat pejabat korup. Bagaimana tidak korup? Mau jadi pejabat saja beli partai berapa miliar? Dan untuk apa itu? Bapak sendiri juga minta disogok. Sogok Rp300 ribu untuk nyoblos. Bapak masuk neraka. Yang disogok dan yang menyogok masuk neraka,” kata Das’ad lantang dalam berbagai ceramahnya yang juga beredar di medsos.

Isran menginstruksikan tim pendukung dan relawan menangkap dan melaporkan jika ada oknum di tengah masyarakat melakukan politik uang atau serangan fajar.

Dia juga mengingatkan penyelenggara Pemilu terutama KPU dan Bawaslu dan aparat lainnya agar menjalankan tugasnya sesuai amanat UU, bertindak jujur, adil dan tidak memihak. Karena ada pihak yang mengklaim bahwa mereka sudah bisa mendekati petugas Pemilu.

Tim Hukum Isran-Hadi juga sudah mulai aktif turun ke lapangan. Mereka memantau apakah penyelenggaraan Pilkada Serentak termasuk Pilgub Kaltim berlangsung bebas dan rahasia. “Kita siap melaporkan dan menggugat jika ada hal yang tidak benar,” kata Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priyadi.(*)

Debatnya Pilgub Kaltim

November 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi    

ADA yang bertanya apa masih perlu digelar debat Pilgub Kaltim yang ke-3? Pertanyaan itu muncul setelah mereka melihat beberapa gelagat yang terjadi dalam pelaksanaan debat ke-2 yang berlangsung di CNN Indonesia, Jakarta, Minggu (3/11) lalu.

Sepertinya ada beberapa hal yang mesti dilihat. Misalnya soal tempat. Mengapa harus di Jakarta? Dipindahkannya lokasi debat dari Kaltim ke Jakarta pasti berkaitan dengan tempat disiarkannya acara ini. Tentu karena studio TV-nya di Jakarta. Sebenarnya TV sekarang ini sudah bisa siaran langsung di mana saja. Teknologi sudah tak ada masalah. Jadi crew dan peralatannya saja yang diboyong ke daerah, bukan kita yang harus terbang ke sana.

Tapi saya dengar kontraknya sudah begitu. Kalau dipindahkan ke daerah, maka ada tambahan biaya lagi. Jadi ya terpaksa tetap di Jakarta. Debat ke-3 dijadwalkan 20 November mendatang. Kalau tak salah, yang memenangi kontrak adalah Metro TV.

Biaya bagi KPU mungkin tak masalah sepanjang sudah dianggarkan dalam APBD. Meski itu juga uang rakyat yang semestinya dihemat. Tapi bagi paslon hal ini menjadi masalah tersendiri. Sebab, mereka ke Jakarta tidak sendiri. Banyak yang diangkut. Mulai tim pengamanan sampai tim pendukung dan utusan partai yang bisa mencapai ratusan orang. Belum lagi kehilangan waktu untuk kampanye.

Selain Pilgub, kabarnya ada beberapa debat Pilbup dan Pilwali juga dilaksanakan di Jakarta. Yang perlu dipertimbangkan tidak semua paslon mampu. Debat di daerah dengan tv lokal sebenarnya sudah cukup. Kan bisa nonton lewat live streaming?

Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris menyebutkan alasan dilaksanakannya debat di TV nasional agar dapat meningkatkan jangkauan audiens serta memberikan paparan yang lebih luas bagi kedua paslon.

Sepertinya betul saja. Apalagi kalau acara ini disiarkan TV swasta nasional tentu gengsinya memang lain. Semua orang bisa menyaksikan, tidak saja warga dari Kaltim.

Ada juga yang berkaitan dengan tata tertib. Sepertinya KPU harus jeli membuat tata tertib, yang tidak terkesan menguntungkan atau merugikan salah satu calon. Karena yang diundang berdebat itu paslon (berdua) dan sesuai dengan PKPU-nya, maka kerjasama  calon dalam menyampaikan jawaban atau gagasan bersama-sama sah-sah saja. Tak perlu disekat-sekat atau dibatasi. Kalaulah paslon Isran-Hadi menyampaikan protes tentu tak salah.

“Beberapa menit sebelum debat ke-2 dimulai, kami sempat berdebat dengan KPU Kaltim agar tata tertib diubah karena melanggar  aturan KPU sendiri, tapi KPU mengabaikan protes kami,” kata Iswan Priyadi, ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi.

Menurut  Abdul Qayyim Rasyid dari KPU Kaltim, tatib tidak ujug-ujug muncul, melainkan hasil kesepakatan bersama. “Apa yang berjalan dalam debat merupakan implementasi dari aturan yang mengatur. Semua sudah disepakati LO (Liaison Officer) dari kedua kubu,” jelasnya.

Berkaitan dengan model pertanyaan, tim panelis harus juga berhati-hati dan bijaksana dalam menyusun kalimat pertanyaan. Apalagi pesertanya ada yang berstatus petahana. Kalaulah kalimat pertanyaan tak diformulasikan dengan baik, pasti pihak petahana merasa dirugikan atau sengaja disudutkan. Dan implikasi lanjutannya adalah kecurigaan terhadap panelis sudah “masuk angin” atau berpihak ke paslon lain.

KPU juga harus memahami masalah ini. Pertanyaan yang membandingkan kinerja petahana bisa menguntungkan lawan. Sebab, lawan belum pernah di posisi yang sama. Jadi jawabannya tinggal akan diadakan, akan ditingkatkan dan akan semuanya. Berbeda dengan posisi petahana.

Menurut Wakil Ketua Bidang Hukum Tim Pemenangan Isran Hadi, Roy Hendrayanto, pada debat ke-2 setidaknya ada 3 pertanyaan yang terkesan menyudutkan pasangan Isran-Hadi. Karena itu mereka mengusulkan pergantian panelis yang lebih netral dan kredibel.

Ada juga yang menyangkut teknis jawaban. Dalam debat Pilgub 2018, paslon tidak diperkenankan membawa catatan. Mungkin pola ini baik juga menjadi alternatif. Biar paslon lebih diuji kepiawaiannya dalam menyampaikan gagasan atau jawaban di luar teks. Ini sekaligus untuk mengurangi kecurigaan adanya kebocoran soal atau membaca jawaban yang sudah disiapkan.

Tim hukum Isran-Hadi mencurigai terjadinya kebocoran soal, meski moderator debat berkali-kali menyatakan pertanyaan masih dalam amplop tersegel atau tertutup.

SALING ADU DAN PROTES

Suasana kampanye Pilgub Kaltim diwarnai situasi yang cukup hangat. Kubu Paslon 2 sempat melaporkan akun Tiktok AK dan AMA ke Polda Kaltim atas dugaan ujaran kebencian.

Tim Divisi Hukum Rudy-Seno ketika melapor ke Polda Kaltim.(Sapos)

“Kami melaporkan akun AK dan AMA atas dugaan ujaran kebencian yang menyerang paslon kami, khususnya terkait dengan politik dinasti dan serangan personal,” kata Ketua Tim Divisi Hukum Rudy-Seno, Saut Marisi Purba seperti diberitakan Sapos.

Akbar, aktivis yang dilaporkan mengaku kecewa dengan sikap kubu Paslon 2. “Kenapa harus dilaporkan? Kenapa tidak dijawab saja kritiknya? Tapi saya siap mengikuti prosedur hukum jika dipanggil Polda,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah Rudy menjelaskan bahwa sistem politik Indonesia adalah demokrasi bukan monarki. Dia dan keluarganya terpilih bukan karena penunjukan, tapi melalui mekanisme pemilihan. “Yang menentukan masyarakat, kalau calonnya memiliki kompetensi, kenapa tidak?” tandasnya kepada media.

Pengajar Komunikasi Politik Unmul, Jonathan Alfando menilai pelaporan tersebut bisa menjadi blunder terhadap elektabilitas paslon.  “Masyarakat jadi bertanya-tanya, bagaimana nanti jika paslon tersebut menjadi gubernur,” tanyanya seperti diberitakan kaltimkece.id.

Pendukung Rudy-Seno juga mempersoalkan beberapa celetukan atau pernyataan Isran di arena debat yang dianggap menabrak etika. Seperti soal “mau jadi gubernur ya?” Juga sikap Isran yang tidak mau bertanya karena menganggap lawannya tidak berpengalaman. Termasuk juga soal keterlibatan keluarga dalam kasus korupsi.

Isran sendiri menganggap tidak ada yang berlebihan. Dia menganggap pernyataannya masih dalam batas kewajaran. Malah disampaikannya datar-datar saja, tidak meledak-ledak. Tidak menyerang personal. Dia juga berprinsip apa yang disampaikannya adalah fakta. “Kalau fakta ‘kan biasa-biasa saja, kecuali fitnah,” ujarnya.

Ketika berlangsung debat ke-2, Wakil Ketua Tim Rudy-Seno, Sudarno mencak-mencak menyampaikan protes di depan Ketua KPU. Dia akhirnya diajak ke pinggir oleh petugas wanita dari KPU sambil disoraki oleh audiens, yang melihat ulahnya.

Tim Hukum Isran-Hadi juga mempersoalkan kebijakan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Pemprov Kaltim berkaitan peminjaman venue halaman parkir GOR Kadrie Oening di Sempaja pada 21-24 November untuk kampanye akbar. Sebab, pihak Isran-Hadi hanya disetujui 21-22 November saja. Ternyata di hari selanjutnya ada kampanye paslon lain di areal stadion. Padahal surat pengajuan Isran-Hadi lebih dulu dimasukkan. “Kami masih menunggu jawaban dari UPTD Gelora Kadrie Oening, jangan sampai ada keberpihakan,” kata Roy Hendrayanto.(*)

Iffa yang Pertama ke Istana

November 7, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ORANG Kaltim sedikit terhibur.  Sudah ada tokoh Kaltim yang dilantik di Istana Negara Jakarta pada era Presiden Prabowo. Dia adalah Iffa Rosita. Wanita berusia 45 tahun kelahiran Samarinda. Meski bukan sebagai menteri, wakil menteri atau staf khusus.  Iffa dilantik Selasa (5/11) sebagai anggota  Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berdasarkan Keppres No 108/P Tahun 2024 tentang Pengesahan Pengangkatan Antarwaktu Anggota KPU RI mengisi sisa masa jabatan periode 2022-2027.

Presiden Prabowo menyalami dan mengucapkan selamat kepada Iffa Rosita

KPU RI adalah KPU di tingkat pusat atau nasional. Berkedudukan di Jakarta. Tugas utamanya adalah melaksanakan Pemilu untuk pemilihan presiden dan wapres, pemilihan anggota DPR dan anggota DPD RI. Juga mengawal KPU provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan Pilkada Serentak.

Yang digantikan Iffa tidak main-main. Dia mengisi kursi yang ditinggalkan Hasyim Asy’ari, yang saat itu menduduki jabatan ketua KPU.  Hasyim didepak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) setelah terbukti melakukan pelanggaran tindak asusila dengan anggota PPLN Belanda.

Iffa terpilih setelah melalui beberapa tahap seleksi yang dilakukan Komisi II DPR RI. Lalu disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, 10 September lalu. Setelah itu dikirim ke Setneg untuk mendapatkan penetapan dari presiden.

“Selamat bertugas dan semoga dengan lengkapnya keanggotaan komisioner, KPU dapat menjalankan tugasnya lebih baik lagi terutama dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 27 November nanti,” kata Prabowo.

Sebelumnya Presiden memandu Iffa mengucapkan sumpah di bawah kitab suci Alquran. Baru kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan.

Acara berlangsung lancar dan khidmat. Iffa tampil cantik dan anggun mengenakan baju satin kebaya berwarna putih tulang dengan selendang dan bawahan batik berwana cokelat hitam. Dia tersenyum didampingi suaminya ketika disalami Presiden Prabowo.

Iffa berjanji akan melaksanakan tugas dan wewenangnya secara jujur, adil dan cermat demi suksesnya pelaksanaan Pemilu. “Demi Allah saya bersumpah,” katanya mengawali pengucapan sumpah yang dipandu Presiden Prabowo.

Selain Iffa, Prabowo juga melantik wakil ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Mereka adalah Mari Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua DEN dengan 6 anggota yaitu M Chatib Basri, Arief Anshory Yusuf, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Septian Hario Seto, dan M Firman Hidayat.

Ketua DEN sendiri adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), mantan menko Bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Jokowi. Dia dilantik Prabowo lebih dulu, 21 Oktober lalu bersamaan dengan pelantikan anggota Kabinet Merah Putih.

Bersamaan itu, Prabowo juga melantik Menko Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan sebagai ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masa jabatan 2024-2028. Dia didampingi Mendagri Tito Karnavian sebagai wakil dengan 6 anggota yaitu Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Arief Wicaksono Sudiutomo, Ida Oetari Poernamasari, Supardi Hamid, Gufron M Choirul Anam dan Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga melantik mantan menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) definitif. Banyak yang berharap Prabowo segera memilih wakil kepala OIKN dari putra terbaik Kaltim.

Iffa mengaku terhormat dan bersyukur atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada dirinya sebagai anggota KPU RI. Dia menjadi wanita satu-satunya di antara 7 anggota KPU RI. Ketua KPU sekarang adalah Mochammad Afifuddin.

“Terima kasih atas kepercayaan ini, saya akan banyak belajar dan berdikusi dengan anggota KPU lainnya dalam rangka memperkuat tugas-tugas KPU terutama dalam mengkoordinasikan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang tinggal beberapa hari lagi,” kata Iffa dalam keterangan pers kepada wartawan seusai pelantikan.

Menurut Iffa, seperti harapan anggota KPU lainnya, dia juga berkomitmen dalam melaksanakan tugasnya dengan kerja kolektif sehingga dapat mengatasi berbagai masalah yang mungkin terjadi di tahapan Pilkada Serentak. “Dengan komposisi keanggotaan KPU RI yang sudah lengkap,  kita harapkan semua bisa berjalan baik, lancar, aman dan kondusif,” tambahnya.

KADER  MUHAMMADIYAH

Sebelum ke KPU Pusat, Iffa adalah anggota   KPU Provinsi Kaltim. Dia bertugas di sana sejak 2019. Sebelumnya anggota KPU Kota Bontang. Berarti sudah 10 tahun lebih dia mengabdi di lembaga yang tugasnya melaksanakan Pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Dia aktif sebagai anggota Tim Pembina Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU Kaltim. Berkat kerja kerasnya, dia berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai anggota JDIH Terbaik Tingkat Lembaga Non Struktural.

Rekam pendidikannya cukup menarik. Setelah meraih gelar S1 program studi Manajemen di Universitas Muhammadiyah (UM) Kaltim, lalu melanjutkan menempuh S2 atau magister manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Yang membuat Iffa matang berorganisasi karena dia terlibat aktif dalam berbagai kelembagaan di antaranya di organisasi Perempuan Muhammadiyah, Aisyiah dan Ketua Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Melalui IMM dan Aisyiah dia mengajak teman-temannya aktif melakukan pengembangan diri dan terus meningkatkan kapasitas, sehingga mampu tampil sebagai generasi muda yang bisa memajukan daerah dan bangsa.

Sebelum aktif di KPU, ternyata dia pernah berkarier sebagai tenaga honorer di Dinas Kesehatan dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat di Pemkot Bontang. Juga pernah aktif di kepengurusan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Bontang.

Dia kembali ke kampung halamannya di Samarinda setelah terpilih menjadi anggota KPU Kaltim. Dia membagi waktunya juga menjadi dosen STIE Muhammadiyah Samarinda.

“Doakan saya bisa berbuat terbaik untuk daerah, bangsa dan negara,” tuturnya semringah. Selamat bertugas Iffa, bukti orang Kaltim juga bisa berprestasi di tingkat nasional.(*)

Debat Panas Pilgub Kaltim

November 5, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DEBAT Pilgub Kaltim kedua berlangsung Minggu (3/11) malam. Kali ini  pasangan calon (paslon) No 1 Isran Noor-Hadi Mulyadi dan paslon No 2 Rudy Mas’ud-Seno Aji harus terbang ke Jakarta. Karena penyelenggaraan debat berlangsung di Studio CNN Indonesia, Gedung Trans Media Lantai 3 Jl Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Suasana debat Pilgub Kaltim 2024 antara pasangan Isran-Hadi dengan Rudy-Seno

CNN Indonesia yang didirikan Chairul Tanjung adalah sebuah jaringan televisi berita digital gratis dan berbayar, serta situs berita milik Trans Media dengan mengambil lisensi nama CNN dari Warner Bros, Discovery International, Amerika Serikat.

Tidak Isran-Hadi saja yang berangkat. Tapi juga tim pendukungnya. KPU Kaltim mempersilakan kedua paslon membawa 100 orang tim pendukung. Besar juga biayanya. Kalau tiap orang biaya tiket pesawat dan hotel serta lainnya selama 2 malam menghabiskan biaya sekitar Rp5 juta, maka tidak kurang paslon mengeluarkan koceknya Rp500 juta. Belum biaya lain-lain.

Menurut Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris, pemindahan lokasi debat ke Jakarta diharapkan dapat meningkatkan jangkauan audiens serta memberikan paparan yang lebih luas bagi kedua paslon. Tapi beberapa pihak menganggap program ini terlalu membebani paslon. Padahal sekarang TV bisa siaran langsung di mana saja.

Direncanakan Debat ke-3 atau terakhir tanggal 22 November juga berlangsung di Jakarta. Tapi belum diumumkan televisi mana yang bertindak sebagai tempat acara. Tema juga belum diputuskan. Tapi bisa jadinya puncaknya berkaitan dengan masalah ekonomi dan pembangunan lainnya.

Dalam debat ke-2 yang berlangsung 120 menit itu, kedua paslon membahas secara intens tentang “Tata Kelola Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat.” Yang memandu debat adalah penyiar  CNN Indonesia, Fredy Cahya dan  Sarah Ariantie.

Tarian Jepen memeriahkan Debat Pigub di CNN Indonesia, Jakarta

Selain Fahmi, hadir juga anggota KPU  Iffa Rosadi, Suardi, Ramaon Dernov Saragih dan Abdul Qayyim Rasyid bersama Ketua Bawaslu Kaltim Hari Dermanto dan dua anggotanya Galeh Akbar Tanjung dan Wamustofa Hamzah. KPU juga menghadirkan tim panelis yang diambil sebagian dari para akademisi.

Seperti di Debat 1, Isran-Hadi tampil mengenakan kemeja putih. Sedang Rudy-Seno berbusana biru muda. Yel-yel “Pahamlah Ikam” silih berganti dengan yel-yel “Gratispol.” Saya lihat crew CNN tersenyum mendengar yel-yel kedua tim, yang tak jarang harus dihentikan moderator.

Hadir juga Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (Hamas) bersama wakil Forkopimda lainnya. Dalam debat sempat ditanyakan Hadi soal Hamas mengambil alih jabatan ketua DPRD Kaltim dari Makmur HAPK, meski tokoh dari Kabupaten Berau itu meraih suara terbanyak. Ini dia kaitkan dengan tata kelola pemerintahan yang baik, yang harus bebas KKN.

Seno menjelaskan bahwa masalah itu adalah urusan internal parpol khususnya Golongan Karya dan sesuai undang-undang dan Permendagri. “Mas Hadi…Mas Hadi, itu tidak ada yang dilanggar, itu tak ada masalah,” jelasnya.

Menurut Hadi, memang tak masalah. Tapi yang jadi masalah itu konstituen yang diwakili mereka, yakni masyarakat dari Bontang, Kutim, dan Berau. Makmur meraih suara terbanyak 38.211. Lalu digantikan   Hasanuddin Mas’ud. Yang membuat surat Rudy Mas’ud. “Ini fakta,” kata Hadi.

SALING SINDIR

Saling sindir terus mewarnai  perdebatan. Ketika membahas masalah korupsi SDA di Kaltim, Isran mengatakan selama 5 tahun kepemimpinannya tidak ada kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT). “Kecuali bupati, eh apa namanya itu?” kata Isran seolah lupa.

Rudy balas menunjuk adanya kasus kepala Dinas ESDM di Kaltim diadili karena korupsi. “Oh itu bebas murni karena tidak terbukti kesalahannya. Kalau yang di PPU itu terbukti. Ini fakta, Pahamlah Ikam,” kata Isran yang disahut “paham” oleh tim pendukungnya.

Seno sempat menyerang dengan menyajikan data Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kaltim, yang dianggapnya memalukan berada di peringkat 32 dari 34 provinsi. Padahal APBD sangat besar. Belum lagi angka kekerasan kepada wanita meningkat. “Ini memalukan padahal anggaran kita sangat besar. IPM juga sangat tinggi,” tandasnya.

Melalui program SAKTI, kata Seno,  kita bisa mengetahui lebih detail masalah perempuan dan disabilitas, sehingga kesetaraan gender dan KDRT tidak terjadi lagi. “Sungguh kami sangat menyesalkan,” tandasnya.

Menurut Hadi, di era kepemimpinan Isran dan dia, perhatian terhadap gender luar biasa. Dia menunjukkan Sekdaprov se-Indonesia dari kaum perempuan hanya ada 6. Dua di antaranya dari Kaltim. Belum lagi eselon 2 dan 3. “Itu menunjukkan komitmen yang kuat dari kami terhadap masalah gender,” tandasnya.

Selain soal IPG, Seno juga menyerang Hadi berkaitan dengan data BPK atau Kemenpan RB soal 4 area penting dalam reformasi birokrasi. Dia bilang Indeks Reformasi Birokrasi Kaltim sejak 2019 hingga 2022 stagnan di angka 68 bahkan turun. “Dengan anggaran yang meningkat kenapa reformasi birokrasi justru mengalami penurunan?” tanya Seno.

Hadi tak mau kalah. “Sebagai dosen statistik saya harus memercayai angka-angka dari BPS,” tandasnya. Dia menyebut dengan jelas Indeks SAKIP Kaltim yang angkanya masuk dalam kategori sangat baik.  Demikian juga Indeks Reformasi Birokrasi mulai 68,60 di tahun 2019 sampai 73,87 di tahun 2023.

Cagub Isran dan Rudy juga seru membahas masalah pendidikan. Bermula dari pertanyaan Rudy, yang menanyakan kepada Isran baik mana program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) dengan sekolah gratis sampai S3 atau “gratispol” yang dia ditawarkan.

Menurut Isran, BKT sudah terbukti membantu anak-anak kita dalam mencapai pendidikan. “BKT sudah membantu 201.500 pelajar dan mahasiswa. Silakan dicek di Google tidak ada anggaran sebesar itu termasuk di DKI. Malah akan kami tingkatkan mencapai Rp2,5 triliun,” tambahnya.

Isran melihat tidak ada negara di dunia yang membuat sekolah gratis seluruhnya. Tapi Rudy menyebut di antaranya negara Mesir dan Jerman.  Dia juga menyayangkan anggaran besar dengan Silpa besar tapi belum memadai anggaran pendidikannya.

Ketika diminta mengajukan pertanyaan, Isran mengatakan dia tak ingin bertanya kepada Rudy. “Sudah cukup, tak ada objek yang ditanyakan. Saya hanya mengklarifikasi anggaran pendidikan 20 persen sudah kita laksanakan.  Sedang anggaran Beasiswa Kaltim Tuntas di luar dari yang sesuai UU Pendidikan,” katanya menjelaskan.

Selain antara paslon, KPU Kaltim juga mendapat serangan. Ketika debat dimulai dengan pembacaan tata tertib, Hadi Mulyadi menyampaikan protes karena tata tertib itu dianggapnya melanggar PKPU No 13 Tahun 2024. Ini berkaitan dengan tidak bolehnya cagub atau cawagub ikut menjawab pertanyaan pasangannya. Hadi sempat dihentikan moderator ketika dia ngotot menabrak tata tertib yang diberlakukan.

Keberatan Hadi ini ditindaklajuti juga oleh Tim Hukum Isran-Hadi. “Kita lapor ke Dewan Kehormatan KPU Pusat soal ketidakadilan pertanyaan dan kemungkinan kebocoran informasi,” kata Roy Hendrayanto.

Sementara itu secara demonstratif, Sudarno dari Tim Rudy-Seno juga mendatangi kursi Ketua KPU di depan panggung. Dia sempat diteriaki tim pendukung Isran-Hadi, tapi terus menyampaikan protes kepada KPU. Dia merasa KPU Kaltim tidak bersikap atas hal yang terjadi.

Di luar gedung, ratusan massa tim pendukung kedua paslon juga ramai berteriak-teriak membanggakan paslon yang diusungnya. Mereka bebas membawa poster calon. Tapi penjagaan petugas keamanan cukup ketat, sehingga tidak terjadi gesekan yang merugikan kedua pihak. “Alhamdulillah, meski suasananya panas tapi aman saja,” kata seorang petugas kepolisian

Untuk mencairkan suasana, di akhir statemennya, Hadi menyampaikan beberapa pantun dan menyanyikan lagu Koes Plus “Manis dan Sayang.” Salah satu pantunnya setengah kampanye. “Kuda yang mana Tuan senangi. Kuda yang putih di pondok bambu. Paslon mana yang Anda senangi. Paslon berbaju putih No 1.” Ratusan pendukungnya larut dalam suasana gembira. Ada yang saling bersalaman dengan tim lawan. “Kita tetap bersaudara,” kata mereka tersenyum. Pahamlah Ikam.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb