Malah Samarinda yang Kotak Kosong

August 31, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MASA pendaftaran Pilkada Serentak 2024 termasuk di Kaltim sudah selesai pada Kamis (29/8) malam atau  Jumat dinihari pukul 00:00. Satu-satunya pasangan yang mendaftar di malam terakhir terjadi di Balikpapan. Yaitu pasangan Rendi S Ismail dan Eddy Sunardi dari PDIP.

Pilwali Balikpapan yang tadinya diduga bakal menghadapi kotak kosong jilid 2 ternyata tidak terjadi. Berkat keputusan MK No 60, selain pasangan Rahmad Mas’ud dan Bagus Susetyo, muncul dua pasangan baru. Yaitu Rendi-Eddy serta M Sa’bani dengan drg Syukri Wahid.

Yang repot pasangan petahana calon Pilgub Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi. Tandemnya di Balikpapan dengan siapa? Soalnya Rendi-Eddy didukung PDIP dan pasangan Sa’bani-Syukri di antaranya didukung Partai Demokrat.

Padahal PDIP dan Demokrat adalah pendukung utama Isran-Hadi. “Ya jadinya kita repot juga, hatinya terbelah dua,” kata Hadi, yang juga ketua DPD Partai Gelora Kaltim.

Di Pilwali Balikpapan, Gelora akhirnya mendukung Sa’bani-Syukri. Soalnya Syukri adalah kader Partai Gelora, setelah meninggalkan PKS. Sa’bani sendiri sudah menjadi kader Partai Demokrat.

Pilgub Kaltim sendiri sudah dipastikan hanya diikuti dua pasangan calon. Petahana akan menghadapi pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Pasti seru, karena head to head. Rudy adalah anggota DPR RI dan ketua DPD Golkar Kaltim, sedang Seno, anggota DPRD Kaltim yang juga sekretaris DPD Gerindra.

Pasangan Rudy-Seno memborong 44 kursi dari Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PAN, PKS, PPP, PSI, PBB, Partai Buruh, PKN dan Partai Prima. Sedang Isran-Hadi hanya membawa bendera PDIP dan Demokrat ditambah sejumlah partai nonparlemen, di antaranya Gelora, Partai Bintang, Partai Hanura dan Perindo.

Isran-Hadi dan Rudy-Seno sama-sama mengklaim akan memenangi pertarungan. Beberapa hasil survei menunjukkan petahana lebih unggul. Isran juga sangat optimis. Apalagi sudah berpengalaman memimpin Kaltim selama 5 tahun. Tetapi pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji dengan amunisi dan logistik besar tentu optimis mampu meraih hasil terbaik.

Di luar dugaan, justru dalam Pilwali di Samarinda yang terjadi kotak kosong. Pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri tak ada lawannya. Padahal Andi Harun mengaku tak menginginkan berlaga sendirian. Tapi sepertinya tidak ada yang berani melawan. “Saya tidak merencanakan melawan kotak kosong, tapi saya tak menyangka hampir semua partai memberikan dukungan,” kilahnya.

Pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri yang melawan kotak kosong

Menurut Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat ada kemungkinan masa pendaftaran diperpanjang selama 3 hari. “Nanti diplenokan setelah batas waktu berakhir,” tambahnya.

Pasangan Andi Harun-Saefuddin juga membuat kejutan. Terjadi hanya beberapa hari sebelum pendaftaran. Sebelumnya Andi Harun membawa nama  Syaparuddin di jalur independen atau perseorangan. Syaparuddin adalah ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso yang berencana maju sendiri lewat PDIP akhirnya kandas. Karena PDIP ikut mendukung Andi Harun. Koalisi pasangan nonparlemen, M Barkati dan Alphard Syarif belakangan juga menghilang.

EDI TETAP MENDAFTAR

Dari Pilbup Kutai Kartanegara (Kukar), pasangan petahana Edi Damansyah dan  Rendi Solihin dari PDIP akhirnya bisa mendaftar ke KPU, Rabu (28/8). Tadinya ramai diperdebatkan, apakah Edi bisa maju atau tidak, karena masa bhaktinya dianggap sudah dua periode. Periode pertama meneruskan jabatan Rita Widyasari, yang tersandung kasus di KPK.

Selain PDIP, Edi-Rendi juga didukung  Partai Demokrat dan Gelora. PDIP adalah pemenang Pileg 2024. Pasangan ini diperkirakan mempunyai peluang besar untuk memenangi kontestasi Pilbup Kukar 2024.

Tapi lawan-lawannya juga tak bisa dianggap remeh. Ada pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, yang juga kuat. Mereka didukung Partai Golkar, Gerindra, PAN, PKB, NasDem dan PKS, yang menguasai 29 kursi. Selain ada partai non-parlemen, PPP, PBB, Perindro, Hanura, PSI dan Partai Perindo.

Dendi adalah orang Kutai yang pernah menduduki jabatan Danrem 091/ASN di Samarinda. Menjelang masa purna tugasnya, dia mendapat tambahan satu bintang menjadi jenderal berbintang dua atau mayor jenderal (Mayjen).

Masih ada satu pasangan lagi yang meramaikan Pilbup Kukar. Yaitu pasangan independen Awang Yacoub Luthman (AYL) dan Ahmad Zais (AZA). Baik Dendi maupun AYL menyatakan siap untuk mengalahkan pasangan petahana.

Yang menarik Pilbup di Penajam Paser Utara (PPU). Ada 4 pasangan yang siap mengikuti kontestasi. Ada dua mantan bupati yaitu Andi Harahap dan Hamdam Pongrewa. Dua-duanya berpeluang meraup suara terbanyak. Hasil survei menunjukkan angkanya beda tipis.

Andi Harahap yang berpasangan dengan Dayang Donna Faroek (putri mantan gubernur Awang Faroek Ishak) didukung Partai Golkar, PKB, Hanura, PPP dan Perindo.

Sedang Hamdam yang berpasangan dengan Ahmad Basir (AHB) didukung Partai Demokrat, Gelora, Partai Buruh, Garuda, Ummat dan PKN. AHB adalah mantan Ketua NasDem Balikpapan. “Tapi istri saya orang PPU,” katanya.

Dua pasangan lainnya yang juga memburu kemenangan adalah  Desmon Hariman Sormin-Naspi Arsyad didukung PKS, PAN dan PBB. Kemudian pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin didukung Partai NasDem, Gerindra, PDIP dan PSI.

Petahana di Kabupaten Paser pecah kongsi. Bupati sekarang Fahmi Fadli maju sendiri bersama calon wakil baru Ikhwan Antasari. Sedang wakil bupati sekarang, Syarifah Masitah Assegap maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Denni Mappa, Ketua Partai Demokrat Balikpapan.

Masitah-Denni didukung Partai Demokrat, PDIP dan partai non-parlemen di antaranya Partai Gelora, PPP, Partai Ummat, Partai Buruh, PBB dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Sedang pasangan Fahmi-Ikhwan didukung 8 parpol, yaitu PKB, Golkar, NasDem, Gerindra, PKS, Perindo, Hanura dan PAN.

Pilbup Paser hanya diikuti dua pasangan calon. Keduanya haqul yakin memenangi pertarungan dan bisa menjadi Bupati Paser periode 2024-2029.

Tak kalah serunya Pilwali Bontang. Selain petahana juga bercerai dan maju sendiri-sendiri, kembali muncul mantan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, yang akrab dipanggil Bunda Neni. Dia maju bersama Agus Haris, Ketua DPC Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD. Neni-Agus didukung Partai Golkar, Gerindra, PKS, NasDem dan PSI.

Neni membantah melakukan politik dinasti. Soalnya suaminya Sofyan Asdam juga pernah menjadi wali kota. Belum lagi anaknya menjadi Ketua DPRD Bontang. “Saya maju lagi karena ada keresahan masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan,” begitu alasannya.

Sedang Wali Kota sekarang Basri Rase maju bersama calon wakil baru Chusnul Dhihin dengan didukung PKB, Demokrat, Hanura dan Partai Garuda.   Wakil Wali Kota sekarang Hj Najirah maju bersama  Muhammad Aswar. Mereka didukung PDIP, Partai Gelora dan PAN.

Satu lagi pasangan calon yang maju adalah  Sutomo Jabir dan Nasrullah.  Mereka didukung PKB dan Partai Demokrat.

Juga seru adalah Pilbup di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kursi bupati diperebutkan oleh kakak beradik, putera mantan Bupati Kubar Ismael Thomas.

Mereka adalah Frederick Edwin maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Nanang Adriani. Putera kedua Ismael Thomas ini didukung PDIP, PAN, PKS, PKB, Demokrat dan Gerindra.

Sedang anak pertama Thomas, Alexander Edmond digandeng Sahadi, yang merupakan adik Bupati Kubar saat ini FX Yapan. Partai pendukungnya adalah Perindo, Hanura dan PKN.

Keduanya mengaku tidak masalah bertarung di Pilbup Kubar. “Kami serahkan saja kepada masyarakat yang mempunyai hak memilih,”  kata Edmond.

Ismael Thomas sempat menjadi anggota DPR RI dari PDIP.  Tapi dia mengalami pergantian antar waktu (PAW) karena ada masalah hukum yang menjeratnya. Thomas cenderung lebih besar mendukung Edwin, karena dianggapnya sudah lama menyiapkan diri.

Pilbup Kutai Timur (Kutim) juga bakal seru. Ada 2 pasangan calon. Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi (ARMY) mendapat dukungan PKS, Demokrat, Gerindra dan Perindo. Lalu Kasmidi Bulang-Lulu Kinsu (KB-Kinsu) maju dengan Partai Golkar, NasDem, PDIP, PAN, Gelora, PKB, Partai Buruh dan PKN.

Ardiansyah adalah Bupati Kutim sekarang. Dia berpisah dengan wakilnya, Kasmidi Bulang. Mereka maju sendiri-sendiri dengan pasangan baru. Calon wakil Ardiansyah yaitu Mahyunadi adalah adik kandung mantan Bupati Kutai Mahyudin, yang sekarang adalah Wakil Ketua DPD RI.

Pilbup di Kabupaten Berau ditandai dengan kekompakan pasangan petahana Sri Juniarsih Mas (PKS) dengan Gamalis (PPP). SraGam. Mereka masih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Berau. Maju lagi untuk periode kedua  2024-2029. Sedang lawannya adalah Madri Pani dan Agus Wahyudi.

Pilbup yang kelihatannya agak tenang di Kabupaten Mahakam  Ulu (Mahulu).  Ada pasangan Yohanes Avun dan Yohanes Juan Jenau (didukung Partai Golkar, PDIP dan PKS) serta pasangan Owena Mayang Shari-Stanislaus Liah (MaNis). MaNis didukung PAN, PKB, Partai Demokrat dan NasDem.

Selain itu juga ada pasangan Novita Bulan-Artya Fatra Marthin (Bulan-Fatra) didukung Partai Gerindra. Artya Fatra adalah putra dari Marthin Billa, mantan Bupati Malinau yang sekarang menjadi anggota DPD RI.

Beberapa hari ini semua pasangan calon menjalani tes kesehatan. Paslon pertama yang menjalani tes kesehatan di RS A Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda adalah pasangan cagub dan cawagub, Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Selain di RS AWS, pemeriksaan kesehatan juga berlangsung di RSUD Kanujoso Balikpapan.(*)

Isran-Hadi Pertama ke KPU

August 29, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DIIRINGI doa dari Guru KH Mansur AS, pasangan petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi melangkah mantap menuju Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim di Jl Basuki Rachmat No 02 Samarinda, Rabu (28/8) sekitar pukul 10.00 pagi.

Kedatangan mereka berdua ke KPU untuk melakukan pendaftaran sebagai pasangan resmi yang mengikuti Pilgub 2024. “Ini pendaftar pertama yang kami terima,” kata Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris.

Isran dan Hadi mengenakan baju putih celana hitam berjalan dari Posko Kemenangan di Jalan  Arif Rahman Hakim No 20. Jaraknya sekitar 2 km.  Irama hadrah mengiringi mereka. Selain juga ada reog dan sejumlah relawan menggunakan baju kebesaran suku Dayak, Banjar dan suku lainnya. Malah Isran dan Hadi sempat diarak menaiki reog.

Isran didampingi putra-putri dan menantunya, sedang Hadi bersama sang istri, Hj Erni Makmur. “Kami mendukung perjuangan Ayah,” kata Siti Rahmawati, putri kedua Isran. Sang ibu, Hj Norbaiti Isran  meninggal dunia 24 Mei 2023, sekitar 4 bulan sebelum berakhir masa jabatan pertama Isran-Hadi.

Saya dan Adam Sinte ikut mengawal pendaftaran Isran-Hadi di Samarinda.

Sejumlah tokoh juga datang. Di antaranya mantan wali Kota Samarinda Syahari Jaang dan istrinya, Puji Setyowati, yang juga anggota DPRD Kaltim dari Partai Demokrat. “Kita mendukung penuh Pak Isran dan Pak Hadi,” tegasnya.

Ada juga tokoh Sulawesi dan Kutai, HM Balfas Syam dan Awang Dharma Bhakti (ADB). Meski berada di kursi roda, ADB didampingi istrinya ikut hadir di Posko Kemenangan Isran-Hadi. “Kita wajib mendukung beliau, karena bubuhan etam,” kata ADB, mantan Kadis PU Kaltim yang sekarang memimpin Islamic Center Samarinda.

Dari Balikpapan, saya datang bersama Adam Sinte, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Hanura bersama Youce Rumambi, tokoh Maesa. Juga ada Dr Agung Sakti Pribadi, direktur Eksekutif Universitas Mulia, Andi Mappapuli, ketua LPM dan Zaenal Abidin, tokoh pengusaha angkutan.

Saya lihat ada juga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan, pasangan M Sa’bani dan drg Syukri Wahid. Saya juga dikabari calon wali kota Rendy Ismail juga sempat datang tanpa didampingi wakilnya Edy Tarmo.

Ribuan relawan dan pendukung Isran-Hadi dari berbagai penjuru juga mengiringi pendaftaran Isran-Hadi ke KPU. “Ini tanda kecintaan mereka kepada pasangan kita, yang memang layak memimpin Kaltim kembali. Isran-Hadi memang yang terbaik buat Provinsi Kaltim,” kata Ketua Tim Pemenangan, Iswan Priyadi.

Ketika sampai di Sekretariat KPU, Isran-Hadi langsung dikawal pimpinan partai pengusung dan pendukung. Ada Sekretaris DPD PDIP Kaltim Ananda Emira Moeis bersama Samsun (bendahara PDIP), Ketua DPD Partai Demokrat Irwan Fecho, Ketua DPD Hanura Kaltim Surpani Sulaiman, Ketua DPD Partai Gelora dan ketua partai lainnya.

“Kami didukung PDIP Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Hanura, Partai Umat dan Perindo. Malah ada juga kader partai lain ikut bergabung dan ada di sini,” kata Isran kepada wartawan.

Didaulat memberikan sambutan mewakili partai pengusung, Nanda menegaskan bahwa PDIP, Demokrat dan partai pengusung lainnya siap bekerja keras untuk memenangkan Isran-Hadi. “Karena itu kami datang ke KPU untuk menyampaikan pendaftaran. Pahamlah ikam,” katanya membuat anggota KPU tersenyum.

“Pahamlah ikam” narasi Bahasa Banjar yang sering diucapkan Isran. Ternyata menjadi viral dan menjadi tagline menarik di kalangan pendukung tokoh kelahiran Sangkulirang, Kutim.

Isran menandatangani berkas pendaftaran

Sebelum menerima berkas pendaftaran, Ketua KPU Fahmi Idris sempat mengenalkan anggota KPU lainnya. Juga Ketua Bawaslu Kaltim Hari Dermanto bersama anggotanya. “Kami siap menerima pendaftaran. Isran-Hadi adalah pendaftar pertama,” katanya.

Nanda lalu menyerahkan berkas pendaftaran. Beberapa saat kemudian Fahmi menyatakan bahwa berkas yang disampaikan sudah lengkap. Lalu Isran-Hadi diminta menandatangani dan Fahmi menyatakan tahap selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan terhadap calon di RS A Wahab Sjahranie (AWS).

SEMPAT DEG-DEGAN

Di luar dugaan, menjelang acara berakhir, ada Ketua DPD PDI Perjuangan Safaruddin yang menyampaikan sambutan lewat zoom dari Jakarta.

Beberapa saat ini kondisi kesehatannya sering terganggu. Dia menjalani pengobatan sampai ke Penang, Malaysia. Karena itu purnawirawan jenderal bintang dua ini tidak bisa mendampingi Isran-Hadi saat melakukan pendaftaran. Hal yang sama juga terjadi ketika Isran-Hadi menerima surat rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Maafkan saya tidak bisa datang langsung. Tapi Pak Isran dan Pak Hadi yang nyalon, saya yang deg-degan,” katanya, yang membuat suasana tempat pendaftaran jadi cair alias tidak menegangkan.

Isran-Hadi mendapatkan dukungan dari PDIP dan Partai Demokrat di hari-hari terakhir menjelang pendaftaran. Memang hanya dua partai itu tersisa, karena kursi di partai lain sudah diborong oleh pasangan lain. Kaltim sempat diisukan lawan kotak kosong.

Safaruddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU yang menerima pendaftaran Isran-Hadi dengan lancar. “Insyaallah kita menang,” katanya tersenyum.

Selain memberikan sambutan di depan KPU dan Bawaslu, di halaman KPU Isran dan Hadi ditunggu awak media untuk diwawancarai. Di antaranya dia ditanya soal visi misi dan program kerja jika memenangi kontestasi Pilgub 2024.

Isran mengatakan dia dan Hadi berkomitmen untuk melanjutkan program kerja yang sudah ada dengan sedikit penyesuaian dengan dinamika baru yang dihadapi Kaltim ke depan. “Banyak yang harus kami tuntaskan dari periode sebelumnya, dan itu menjadi tanggung jawab kami,” tambahnya.

Selesai acara di KPU, Isran-Hadi kembali ke Posko. Bersama para pendukungnya, mereka kembali berjalan kaki. Tak ada kata lelah. Sebab ini baru awal perjuangan. KPU akan melakukan penelitian seluruh berkas calon sampai 21 September.

Setelah melakukan pencabutan nomor peserta pasangan calon, mereka dipersilakan melakukan kampanye mulai 25 September hingga 23 November. Setelah 3 hari masa tenang, maka masyarakat Kaltim yang punya hak pilih akan mengikuti hari pencoblosan pada 27 November.

KPU Kaltim secara resmi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.778.644 pada Pemilu 2024 ini. Mereka tersebar di 10 kabupaten/kota, 105 kecamatan, 1.038 desa/kelurahan dan 11.441 TPS. DPT terbesar ada di Kota Samarinda (604.420 pemilih) dan DPT terkecil di Kabupaten Mahulu 27.430 pemilih.(*)

Dirut Bankaltimtara Mantu

August 25, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DIRUT Bankaltimtara Muhammad Yamin mantu. Putri kesayangannya, dr Dinda Ayindi menikah dengan lelaki pujaannya. Kebetulan sesama dokter yaitu dr Edho Biondi Joris. Acara berlangsung di Crystal Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Sabtu (24/8) kemarin.

Acara pernikahan berlangsung pagi pukul 08.00 Wita, kemudian dilanjutkan pukul 11.00 acara resepsinya. Saya bersama mantan Plt Sekdaprov Dr Meiliana dan Sjarifuddin Hs yang akrab dipanggil “Jenderal” ternyata datang paling awal.

Kebetulan juga bareng dengan mantan direktur Kredit Bankaltimtara Izmunandar Aziz dan istri. Aziz sekarang tengah mengikuti seleksi Komisaris Utama (Komut) setelah kursi itu kosong ditinggalkan Zainuddin Fanani. “Doakan semoga lancar,” katanya.

Zainuddin Fanani yang juga sempat menjadi dirut Bankaltimtara sebelum Yamin juga datang. Ketika dia masih bertugas, saya juga masih menjadi wali kota. Saya sering berjumpa terutama kalau RUPS. Semua daerah punya share saham di sana. “Wah Pak Rizal ini pemegang saham Bankaltimtara,” katanya bercanda.

Kursi Komut yang kosong pada saat ini dipercayakan kepada Prof Eny Rochaida sebagai Plt. Eny sendiri adalah komisaris independen dari Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman. Saya sempat bertemu Eny, yang dulu adik kelas saya.

Wajah Yamin dan istrinya, Hj Dina Yoshida tampak sungguh bahagia. Begitu pula sang besan, John Naidir dan Ibu Isnawati. “Ya ini kebahagiaan kami dan keluarga, terima kasih atas kehadiran dan restunya,” katanya kepada teman-teman sejawat.

Isran dan Meiliana berfoto dengan kedua mempelai dan orangtua.

Kedua mempelai, Indi panggilan akrab dr Dinda dan Edho panggilan akrab dr Edho juga terus tersenyum. Tentu mereka berdua yang paling bahagia. Saya jadi teringat kata gombal orang kedokteran kalau merayu pasangannya. “Kalau pericardium diciptakan untuk melindungi jantung, peritonium untuk melindungi abdomen, dan perikondrium untuk melindungi tulang rawan, maka aku diciptakan untuk melindungi kamu.”

Sebelum undangan dipersilakan memberikan ucapan selamat, ulama terkenal asal Banjar (Tabalong), KH Ahmad Sanusi Ibrahim yang akrab dipanggil Guru Jaro memimpin pembacaan doa sekaligus memberikan tausiyah. Dia sempat menuntun mempelai pria membaca salawat Nabi, yang dihadiahkan kepada istrinya sebagai mahar kedua. “Lebih berkah lagi kehidupan kalian berdua,” ujarnya.

Saya sudah lama kenal Guru Jaro. Beliau sangat sering mengisi pengajian di Kaltim terutama di Balikpapan. Belakangan beliau rutin mengisi pengajian di kediaman H Karmin Laonggeng, tokoh pengusaha Balikpapan yang juga ketua DPD Partai Berkarya Kaltim.

Acara resepsi di Hotel Mercure, juga jadi ajang silaturahim dan temu kangen. Saya sempat bertemu Hadi Mulyadi, mantan wagub yang kembali mencalonkan diri bersama Isran Noor. Juga mantan gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan istri. Mantan wagub Farid Wadjdy, yang sekarang adalah rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

Juga ada mantan Sekdaprov M Sa’bani, yang sekarang digadang-gadang bisa mengikuti Pilwali Balikpapan dan pengusaha sukses Haji Achmad Asfia, kontraktor utama PT Gunung Bayan. Para pimpinan bank dan berbagai pejabat juga datang. Saya lihat juga datang pengacara Jakarta Teuku Nasrullah, yang banyak mendampingi Bankaltimtara saat ini.

Dari Pemkot Balikpapan yang hadir adalah Sekda Muhaimin dan istri bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Budi Prasetyo.

Saya dan Meiliana sedikit masygul karena tidak sempat bertemu dengan guru saya, Alwy AS dan istri beliau, Prof Suwinnah Alwy (Bu Win). Kita dikirimi fotonya bersama-sama sejumlah alumni dan dosen Unmul di antaranya Prof Suharno dan Dr Fitriadi. “Sayangnya kita kada sempat bedapat lawan Pak Alwi dan Bu Win,” kata Mei.

JADI SAKSI LAGI

Sementara itu, mantan gubernur Kaltim Isran Noor yang kembali mengikuti kontestasi Pilgub Kaltim 2024, kembali jadi saksi. Dia jadi saksi pernikahannya, Muhammad Hatta Pratama, SH dengan Winarti, SH, M.Kn. Mereka berdua berkarier sebagai notaris. Hatta notaris di Kutim dan istrinya notaris di Kukar.

Hatta adalah putra kedua keluarga H Hosein Saeis (alm) dan Ibu Hj Rusmiyati, sedang Winarti adalah putri keempat keluarga Punjul (alm) dan Ibu Tuminah. Ibu Rusmiyati sekarang adalah Pengurus Yayasan Kanker Kaltim.

Acara berlangsung di The Sahill, Jl MT Haryono, Karang Anyar, Sungai Kunjang. Saya baru tahu bahwa di Samarinda ada juga daerah Karang Anyar. Nama Karang Anyar selama ini akrab di Kota Balikpapan.

Suasana pernikahan berlangsung seru. Maklum salah seorang saksinya adalah Isran Noor. Pengantin termasuk penghulu harus siap-siap dibuat kaget. Begitu mempelai pria lancar mengucapkan ijab kabul, Isran pasti setengah berteriak mengucapkan “Sah!!!!!”.

Gaya Isran seperti itu sempat viral di berbagai platform media sosial. “Biar semua kaget dan bahagia,” katanya tersenyum. Tapi bagi yang belum biasa, bisa copot juga jantungnya.

Meiliana sempat menghadiri undangan di sini. Maklum acara pernikahannya dilaksanakan sore hari. Sedang resepsinya digelar pada malam hari.

Isran dan Hadi Mulyadi di tengah kesibukannya rajin menghadiri undangan perkawinan. Terkadang menjadi saksi. Bahkan Hadi sering didaulat bernyanyi dan menggebuk drum. Bukan satu lagu dibawakannya, bisa beberapa lagu. Termasuk Meiliana.

Sepeninggal Ibu Norbaiti, Isran datang ke undangan sendirian. Terkadang ditemani putrinya Rahmawati. Dia bilang sekarang ini statusnya seperti burung jalak. “He..he..janda lelaki,”  selorohnya. Pasti yang dengar ikut tertawa.(*)

Bertemu Kang Emil di IKN

August 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

IKN yang berkesan. Saya sempat bertemu mantan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Upacara Peringatan Ke-79 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di ibu kota negara yang baru, IKN, Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (17/8).

Dia kaget ketika saya sapa. “Oh Pak Rizal ya? Apa kabar?” katanya membalas sapaan saya. Dia merangkul saya, maklum sudah lama tidak bertemu.

Saat bersama Kang Emil dan Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat.

Kehadiran Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil di IKN tentu tak sekadar sebagai undangan. Dia sejak akhir tahun 2023 ditunjuk Presiden Jokowi sebagai kurator. Tugasnya memastikan apakah rencana pembangunan fisik IKN sesuai dengan visinya.

“Tugas saya memastikan antara cita-cita dengan praktik di lapangan apakah nyambung atau tidak. Jadi saya dibayar untuk komen, kemiringan, ini kurang hijau, ini kurang itu, jadi itu tugas kurator,” katanya kepada awak media saat itu.

Ridwan Kamil memang seorang arsitek.  Dia banyak merancang bangunan-bangunan ikonik di Indonesia dan di negara lain di Asia. Di antaranya Museum Tsunami Aceh, Masjid Pusat Islam di Beijing dan Masjid Agung Al Jabbar Bandung.

Ketika Kang Emil masih menjadi wali Kota Bandung, kami pernah bersama-sama. Waktu itu saya menjabat sebagai wali Kota Balikpapan.

Saya dan Kang Emil sama-sama aktif di organisasi kepala daerah. Baik sebagai pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) maupun AKKOPSI, Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi.

Beberapa kali pertemuan APEKSI atau AKKOPSI berlangsung di Kota Bandung. Kang Emil menjadi tuan rumah. Pandangannya kepada dua organisasi itu sangat baik. Dia banyak memberi gagasan baru. APEKSI membahas berbagai persoalan pemerintah kota, sedang AKKOPSI fokus pada urusan program sanitasi di berbagai kota.

Dalam kepengurusan APEKSI, saya pernah menjabat sebagai wakil ketua selama dua periode. Baik di zaman ketuanya Wali Kota Manado Vicky Lumentut maupun Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany. Malah di AKKOPSI, saya pernah menjadi ketua umum.

Airin yang terpilih menjadi anggota DPR RI hasil Pileg 2024 dari Partai Golkar berencana maju dalam Pilgub Banten. Dia memang menantu mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Siapa yang tak kenal Ratu Atut.

Proses pencalonan Airin ternyata tidak lancar. Padahal Golkar sudah lama mempersiapkan dia. Sepertinya ada calon lain dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). “Soal Banten,  kami tetap mengusung Airin sebagai calon gubernur,” kata Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia.

Ketika saya berada di Jakarta beberapa hari lalu, saya tak sengaja bertemu mantan wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal yang juga pengurus APEKSI. “Saya akan maju lagi dalam Pilwali 2024 ini,” katanya bersemangat.

Dia memang baru satu periode. Adik mantan Pj Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim ini memimpin Aceh pada periode 2017-2022. Periode selanjutnya dia dikalahkan H Aminullah Usman.

Ketika penyerahan surat rekomendasi Partai Demokrat dua pekan lalu, saya juga sempat bertemu dengan mantan wali Kota Padang H Mahyeldi Ansharullah, yang sekarang menjadi gubernur Sumatera Barat (Sumbar). Dia juga pengurus APEKSI. Rupanya dia maju lagi untuk periode kedua.

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura juga satu angkatan dengan saya. Dia menjadi wali Kota Palu dua periode 2005-2010 dan 2010-2015. Lalu mengikuti Pilgub 2016 dan menang. Sekarang dia siap-siap berjuang di periode kedua, Pilgub 2024.

TERLIHAT DI LAYAR TV

Kang Emil tampil mengenakan busana adat Betawi Jakarta dalam acara Peringatan Kemerdekaan di IKN. Mengenakan beskap hitam,  selendang batik khas Betawi hingga peci merah. Juga kacamata hitam. Sepertinya dia memberi isyarat memang akan maju di Pilgub DKI Jakarta.

“Ya saya akan maju di Jakarta seperti juga keputusan Partai Golkar dan KIM,” kata Ridwan kepada saya. Hal yang sama dia sampaikan juga kepada wartawan. “Ini menunjukkan kesiapan saya maju di Jakarta,” jelasnya.

Banyak pemberitaan di media yang menggambarkan Pilgub DKI Jakarta bakal melawan kotak kosong. Terutama setelah partai pendukung Anies Baswedan berubah haluan.

Tapi Emil sendiri ternyata tidak menghendaki terjadinya calon tunggal atau kotak kosong. “Enggak, saya berharap tidak,” saat ditemui awak media.

Dia tak bisa membayangkan apa jadinya kalau dalam debat berhadapan dengan sesuatu yang tidak ada. “Nggak enak dan nggak bagus juga buat demokrasi,” begitu katanya.

Menurut Kang Emil dia sudah siap melawan siapapun, tapi tidak siap jika melawan kotak kosong. Karena itu dia berharap partai politik di luar KIM Plus masih memungkinkan mengajukan calonnya, sehingga kontestasi berjalan demokratis. “Lawan siapapun saya siap, asal jangan kotak kosong,” tandasnya.

Dia menggambarkan, ketika mengikuti Pilwali Bandung lawannya ada 8 pasang. Waktu Pilgub Jabar lawannya 4 pasang. Suasana kompetitifnya terasa betul. “Jadi saya siap menghadapi berapapun lawan,” tambahnya.

Ketika kami lagi berbincang, ternyata kamera tv sempat menangkap wajah Kang Emil bersama saya. Cucu saya yang menonton siaran langsung dari IKN langsung berteriak “Kai, Kai.” Rekaman videonya saya perlihatkan kepada Kang Emil. Dia tertawa, “Salam untuk cucunya,” katanya.

Saya bilang kepada Kang Emil, selain jadi calon gubernur, dia juga sangat cocok menjadi kepala Otorita IKN. Dia tersenyum. Selamat berjuang Kang Emil, anak bangsa dengan segudang prestasi.(*)

Tinta Emas Kemerdekaan di IKN

August 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEJARAH itu akhirnya tercatat dengan tinta emas. Upacara Peringatan Ke-79 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung lancar dan khidmat di Halaman Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (17/8) kemarin.

Upacara dimulai sejak pukul 11.00 Waktu Indonesia Tengah (WIT) dan berakhir  pukul 12.00. Mendung yang menggelayut di atas udara IKN justru membuat suasana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN semakin sejuk.

Livenia Evelyn Kurniawan, pembawa baki bendera dari Kaltim.

Jutaan rakyat Indonesia menyaksikan peristiwa ini, yang disiarkan langsung oleh TV nasional. Maklum ini kejadian pertama kali di ibu kota yang baru. Ibu Kota Nusantara. Tak pernah terbayangkan acara ini bisa terlaksana.  Luar biasa. Sangat menakjubkan dan juga mengharukan.

Presiden Joko Widodo yang menjadi inspektur upacara tampil dengan mengenakan busana kustin dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Dia didampingi Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga presiden terpilih. Prabowo mengenakan baju beskap hitam dari Jawa Timur.

Tampak juga sejumlah menteri lainnya hadir termasuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama tiga kepala staf. Semua bersama istri.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin didampingi wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka memimpin upacara di Istana Jakarta. Tapi tidak ada pengibaran bendera di sana. Mereka hanya menyaksikan pengibaran bendera yang berlangsung di IKN melalui videotron.

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diundang mengikuti upacara di IKN tidak hadir. Mega mengikuti upacara 17-an di Sekolah Partai, Lenteng Agung Jakarta. Sedang SBY menggelar upacara di kampung  halamannya, Pacitan, Jawa Timur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang juga Plt Ketua Otorita IKN pasti diliputi suasana was was. Soalnya dia adalah orang yang paling bertanggungjawab di lokasi  IKN. Dia mengenakan pakaian rompi dan kopiah berbalut manik dari Suku Dayak bersama istri.

Para pimpinan lembaga tinggi negara yang hadir di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Istri LaNyalla, Enny LaNyalla terpilih sebagai salah satu undangan berbusana Nusantara terbaik dan mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi.

Sebelum acara puncak, ada kirab duplikat Bendera Pusaka dan salinan teks proklamasi. Kedua benda bersejarah itu diberangkatkan dari Jakarta pada Sabtu (10/8) lalu melalui arak-arakan yang meriah. Lalu diterbangkan ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Upacara Detik-Detik Proklamasi berlangsung tepat pukul 11.00 WIT diawali dengan bunyi sirena dan dentuman meriam 17 kali. Lalu pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPR Puan Maharani. Dilanjutkan pembacaan doa oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Seribu warga Kaltim pilihan dari berbagai paguyuban bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya yang mendapat undangan berdebar-debar begitu 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mulai bergerak ke lapangan menjalankan tugasnya. Gagah dan cantik sekali.

Sebanyak 18 di antaranya yang tadinya melepas jilbab dalam acara pengukuhan sudah memakai jilbab kembali. Sayangnya saya tidak sempat bertemu Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila  (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang menjadi sorotan. Saya malah sempat duduk di samping mantan Gubernur Jabar, Riduan Kamil.

Ada dua siswa Kaltim yang mendapat kehormatan menjadi anggota Paskibraka. Mereka adalah Sunnu Wahyudi, siswa SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Kutai Timur dan Livenia Evelyn Kurniawan, siswi SMA Katolik St Fransiskus Assisi Samarinda.

Sesuai harapan kita, Evelyn mendapat kehormatan membawa baki bendera. Dia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Senyumnya terus menggelayut. Tepuk tangan membahana ketika Paskibraka meninggalkan lapangan setelah sukses mengibarkan bendera Merah Putih dengan lancar.

Sebagai komandan upacara adalah Kol Inf Nur Wayudi, Komandan Satgultor 81 Kopassus. Sedang bertindak sebagai perwira upacara adalah Brigjen TNI Bayu Permana, Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman.

Sebelum meninggalkan tempat upacara, Presiden Jokowi sempat menyaksikan penayangan video “Pengibaran Bendera dari TNI AD, TNI AL dan Polri.” Kemudian dilanjutkan demo udara flypass pesawat tempur TNI AU.

Di tempat yang sama sore hari dilakukan upacara penurunan bendera. Biasanya Wapres yang menjadi Irup. Tapi karena Kiai Ma’ruf Amin berada di Jakarta, maka Presiden Jokowi kembali bertindak sebagai irup penurunan bendera. Dia dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan baju adat Banjar, Kalsel.

Hujan lebat sempat mengguyur IKN seusai acara penaikan bendera. Tapi kemudian reda menjelang sore hari. Sepertinya rekayasa cuaca di sekitar IKN berhasil dilakukan petugas.

CUCU SAYA MAU IKUT

Saya bersyukur bisa hadir di acara sangat khidmat dan dahsyat itu. Undangan saya difasilitasi oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber daya Alam Myrna Asnawati Safitri dan Sekdaprov Sri Wahyuni. Jumat (16/8) pagi staf Kesbangpol Pemkot Balikpapan mengantarkan undangan tersebut ke kediaman saya di Balikpapan Regency.

Undangan itu saya posting di WA keluarga. Cucu saya Jennamira yang tinggal di Sentul Bogor kirim pesan voice. “Kai, Prabowo hadir ngga. Kalau ada Jenna mau ikut,” katanya dengan suara centil. Sejak Pilpres, cucu saya yang masih baru berusia 4,5 tahun itu sangat mengidolakan Prabowo.

Soal undangan ini jadi ramai menyusul pernyataan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin mengaku tak mendapat undangan. Meski dia tak mempersoalkan, tapi banyak yang berkomentar. Ada yang bilang aneh. Bajunya dipakai kok Sultannya tidak.

Ada klarifikasi dari Sekretaris Kesbangpol Kukar, Sutrisno kepada Tribun.com. Dia bilang sampai batas waktu ditentukan tak ada nama yang dikirim dari Kesultanan. Sedang Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim Hj Syarifah Alawiah menjelaskan, undangan sudah diterima oleh pihak keluarga Sultan.

Saya bergabung dengan undangan lainnya di Polresta Samarinda pukul 06.00 pagi, kemudian naik bus menuju IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara. Itu bus yang didatangkan dari Solo, Jawa Tengah. Sopirnya Pak Gunawan juga dari Solo. “Saya baru pertama kali ke Kaltim, IKN-nya keren banget,” kata ayah 2 anak ini.

Undangan dari Samarinda lebih pagi lagi berkumpul di halaman Masjid Islamic Center. Mereka diminta datang pukul 04.00 dinihari. “Wah bakalan subuhan di dalam bus,” kata Dr Meiliana, mantan Plt Sekdaprov Kaltim.

Ketika duduk di kursi undangan hanya berjarak 10 meter dari Presiden Jokowi, saya bertemu sejumlah pejabat dan tokoh dari Kaltim. Ada Kajati Kaltim Iman Wijaya bersama istri, Ny Nia Iman. Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Ketua PWNU Kaltim Fauzi Bahtar, Rektor Unmul Prof Abdunnur, Rektor Untag Dr Marjoni Rachman, mantan Plt Sedaprov Dr Meiliana, Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat dan Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti.

Adam yang juga CEO Lexa Event Organizer (LEO) punya prestasi bagus. Dia salah satu perusahaan EO yang mendapat kepercayaan dalam persiapan penyelenggaraan acara peringatan kemerdekaan di IKN.

Datang ke IKN, saya mengenakan busana taqwo Balikpapan. Busana ini sudah tiga tahun tidak pernah saya pakai. Rasanya terakhir saya pakai pada peringatan HUT Ke-124 Kota Balikpapan, 10 Februari 2021 di tahun terakhir masa jabatan saya sebagai wali kota.

Untuk pertama kali juga saya dan undangan lainnya melintasi jalan tol IKN dari Kariangau. Itu tol segmen 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,3 km. Lalu lanjut ke tol segmen 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 km. Jalan tolnya memang mulus tidak seperti jalan tol Balsam (Balikpapan-Samarinda) yang bergelombang.

Ribuan pohon yang ditanam sepanjang jalan tol belum terlihat rimbun. Sebagian masih setinggi 2 sampai 3 meter. Tapi tanaman kacang babi atau kara benguk sudah menjalar rimbun di atas geomat hijau. Geomat adalah material geosintetik yang bermanfaat untuk konservasi tanah, mengendalikan erosi dan melindungi lereng perbukitan.

Perjalanan melintasi Pulau Balang sangat menarik sekali. Saya jadi teringat Gubernur Awang Faroek, yang ngotot membiayai bentang pendeknya dari APBD Kaltim. Dari Kariangau sampai KIPP ditempuh sekitar satu jam.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo keluar dari Istana Garuda, tempat kerja presiden, yang depannya  berbentuk kepakan burung Garuda karya seniman besar I Nyoman Nuarta. Lalu di depannya pada dataran lahan lebih tinggi adalah Istana Negara, tempat kediaman resmi kepala negara.

Posisi Istana Garuda dan Istana Negara dibuat dengan satu garis lurus dengan Taman Kusuma Bangsa. Di situ terdapat tiang bendera setinggi 79 meter.

Di Taman Kusuma Bangsa berdiri patung Bung Karno dan Bung Hatta dengan sayap burung Garuda setinggi 17 meter. Tepat pukul 00.00, Jumat (16/8) tengah malam Presiden Jokowi memimpin apel kehormatan dan renungan suci.

Tak disangka saya sempat bertemu dengan atlet Indonesia peraih medali emas Olimpiade Paris, Rizki Juniansyah dan Veddriq Leonardo. Mereka didampingi Presiden of NOC Raja Sapta Oktohari dan  Ketua Kontingen Indonesia Anindya Bakrie. Saya sempat selfie dengan Veddric. “Makasih bang dukungannya,” kata dia.

Kepada para undangan diberikan sekotak snek makanan dan suvenir. Ada air mineralnya. Saya pikir ini air minum hasil pengolahan IPA Sepaku, yang pertama kali diminum Menteri Basuki. Tapi ternyata bukan. Saya jadi teringat janji 500 liter per detik air Sepaku akan dikirim ke Balikpapan.

Dirgahayu negeriku tercinta. Inilah wajah “Nusantara Baru. Indonesia Maju.” Luar biasa!!!.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur.

– Wali Kota Balikpapan (2011-2021).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1621960
    Users Today : 3176
    Users Yesterday : 5851
    This Year : 558470
    Total Users : 1621960
    Total views : 13888506
    Who's Online : 45
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-08