Rocky Gerung Meramal Masa Depan Kaltim

June 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ROCKY GERUNG “menyerbu” Balikpapan.  Dia tampil di dua tempat. Kamis (13/6) malam atau malam Jumat yang penuh berkah dia ngoceh di Café Sappo (CS), Balikpapan Barat dan besoknya, dua jam sebelum salat Jumat dia berbicara di Kampus Universitas Balikpapan (Uniba).

Penyelenggara diskusi di CS adalah Forum Diskusi AKAL SEHAT Indonesia dan Asosiasi Media Siber Indonesia. Temanya: “Meramal Masa Depan Kaltim” (Dari Perspektif Keberadaan IKN, Perkebunan dan Industri Sawit, Serta Kelimpahan Bioenergi).

Selain Rocky Gerung, tampil juga sebagai pembicara Dr Syukri M Nur (pakar energi terbarukan-bioenergi) dan Darmono Taniwiryono, Ph.D (ketua umum Masyarakat Ilmiah Perkelapasawitan Indonesia) dengan host Dikki Akhmar, ketua Forum Diskusi Akal Sehat Indonesia.

Dr Syukri dan Darmono  bukan orang sembarangan. Kepakarannya di bidang bioenergi dan perkelapasawitan tidak diragukan lagi. Tapi undangan yang datang seperti terhipnotis dengan kemampuan Rocky mengolah kata dalam bahasa filsafat. Seakan hujatan yang dia lontarkan adalah nyanyian merdu yang didendangkan Putri Isnari, pedangdut asal Kampung Baru.

Rocky Gerung di Kampus Universitas Balikpapan

Tak jauh dari tempat Rocky berbicara adalah kediaman awal Putri. Dia sudah disunting Abdul Aziz, putra pengusaha tambang dan konstruksi Haji Alwi Dondang dengan uang panai Rp2 miliar. Hebatnya sang ayah mertua  punya istri tiga, yang masih muda-muda dan hidup rukun. Agak beda dengan Rocky Gerung, yang konon belum beristri sama sekali.

Meski Putri Isnari tidak bernyanyi di Café Sappo, tapi sempat ada dosen wanita bernama Isnawati yang ikut ngoceh di depan Rocky Gerung. Dia mempersoalkan nasib Balikpapan sebagai kota penyangga, yang sekarang ini berhadapan dengan sejumlah masalah seperti air, jalan dan infrastruktur lainnya.

“Balikpapan belum siap untuk mendukung proyek besar seperti IKN. Apalagi di sana dilakukan pembukaan hutan, sehingga kita mengalami panas yang luar biasa,” ucapnya lantang.

Sementara di Uniba, sang pakar filsafat dan pengamat politik ini tampil didampingi Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Ketua Dewan Pembina Dr Rendi Ismail. Rocky bicara IKN lagi dengan tema: “Progres Pembangunan IKN dan Dampaknya terhadap Kaltim dan Indonesia.”

Namanya Rocky, apalagi yang dibahas soal IKN, pasti dari mulutnya keluar kata dan kalimat yang menusuk dan pedas. Di mata dan di mulutnya IKN dianggap bermasalah dan bakal mendatangkan sesuatu, yang merugikan bangsa di masa mendatang terutama dari aspek pembiayaan dan lingkungan.

Menurut Rocky, wajar saja kalau sampai sekarang IKN belum mendapatkan investor asing seperti yang disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Karena IKN itu hanyalah ambisi seorang Presiden Jokowi untuk meninggalkan legacy pada akhir masa pemerintahannya.

Dia menunjuk bukti dari sikap para duta besar berbagai negara di Jakarta. Mereka digambarkan Rocky mengetahui keadaan sesungguhnya, sehingga tidak mau memindahkan kantor ke IKN. “Bahkan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta lebih diperbesar lagi sekarang,” jelasnya.

TAK ADA APA-APANYA

Ketika berbicara IKN di Uniba, Rocky Gerung seakan kena batunya. Soalnya sebagian pandangannya dibantah oleh Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Kebetulan Isradi hampir tiap minggu datang ke lokasi IKN, sehingga dia tahu betul apa yang terjadi di sana.

Menurut Isradi, data yang diungkap Rocky Gerung tentang IKN tidak terlalu valid.  “Menurut saya datanya tidak up to date, karena dia belum pernah ke sana. Jadi terkait IKN, Rocky Gerung tidak ada apa-apanya,” tegasnya.

Lalu dia membahas satu per satu apa yang diungkapkan Rocky Gerung. Misalnya soal sumber air yang dipakai di IKN. Rocky menyebut mempergunakan air tanah, padahal yang sebenarnya adalah air permukaan seperti di Waduk Sepaku Semoi.

Begitu juga soal data lahan 8.000 hektare di IKN yang disebutkan bermasalah. Menurut Isradi, data di lapangan angkanya hanya sekitar 2.086 hektare.

Isradi juga meluruskan  soal tidak adanya investor di IKN. Padahal di sana sudah enam kali dilakukan groundbreaking.

Isradi menegaskan bahwa pembangunan IKN telah melalui berbagai kajian dan persiapan yang matang. Jadi pernyataan bahwa AMDAL baru dibuat setelah keputusan politik pemindahan IKN tidak sepenuhnya benar.

Ada pandangan Rocky Gerung yang menggoda ketika menyinggung pembiayaan IKN, yang tidak mungkin seluruhnya didukung APBN. Dia mengaitkan dengan maraknya judi online, yang bisa menghasilkan Rp 327 triliun. Hampir sama dengan kebutuhan dana IKN Rp450 triliun. “Kalau begitu legalkan saja judi online untuk dipakai buat investasi IKN,” ujarnya sambil menegaskan bahwa maraknya judi online karena ekonomi kita tidak bertumbuh sebagaimana mestinya.

Rocky Gerung sudah dua kali ke kampus Uniba. Tapi mahasiswa dan sivitas kampus tetap semangat menyambutnya.  Dia juga sempat singgah di kantor redaksi Tribun, di Jl Indrakila, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Di situ dia ngoceh lagi soal IKN, yang disiarkan melalui kanal Youtube TribunKaltim.co dan Facebook Tribun Kaltim Official. Ada yang usul namanya ditambah menjadi Rocky “IKN” Gerung.(*)

Selamat Jalan Kiky Asikin

June 17, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DUA hari menjelang Iduladha, kita kehilangan seorang tokoh. Dia adalah Muhammad Asikin bin Abdullah. Akrab dipanggil Kiky Asikin, SH. Dia meninggal dunia, Jumat (14/6) dalam usia 75 tahun, setelah dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo beberapa hari lalu.

Berita dukanya cepat menyebar di beberapa WA grup. Maklum Kiki sangat dikenal sebagai ketua Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) 1801 Balikpapan dan juga ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat).

Saya sempat melayat di rumah duka di Jl Letjen R Suprapto, Kampung Baru Tengah bersama beberapa teman. Sempat berdoa dipimpin Ustaz Jaelani. Anak istrinya berduka, kehilangan orang yang mereka cintai dan banggakan selama hidup.

Sewaktu saya menjadi wakil wali kota di tahun 2006 dan wali kota di tahun 2011, saya sudah kenal Kiky. Berwibawa dan tegas. Tapi cepat akrab dan sangat menghargai orang lain. Dia sering bersama saya dalam berbagai kegiatan. “Selama demi kepentingan masyarakat, saya tetap dukung Pak Rizal,” tandasnya.

Pengurus SERAT Balikpapan melayat dan mengirim karangan bunga dukacita.

Sejumlah anggota FKPPI  juga berkumpul di rumah duka. “Kami sangat kehilangan figur ketua yang hebat,” kata mereka. Saya lihat ada karangan bunga dukacita dari Pengurus Daerah XVIII FKKPI Kaltim. Tertera nama ketuanya, EA Simorangkir, M.AP dan sekretaris H Tommy Bustomi, M.Kom.

Ketika dilantik EA Simorangkir, April 2018, Kiky menyebutkan bahwa FKKPI 1801 Balikpapan adalah organisasi terdidik, terlatih dan siap berbakti untuk menjaga dan melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita akan mempertahankan NKRI bersama Pembina kita, Tentara Nasional Indonesia,” tegasnya.

Di rumah duka, ada juga karangan bunga dari DPP dan DPD Sempekat Nusantara Berdaulat (SERAT) Kaltim dan Balikpapan. SERAT adalah ormas yang menjadi Relawan Kemenangan Isran Noor-Hadi Mulyadi. SERAT aktif menyosialisasikan pasangan petahana tersebut.

“Kita kehilangan tokoh organisasi yang baik. Kita doakan husnul khotimah. Siapapun yang menggantikan harus bisa mencontoh kepemimpinan Almarhum semasa hidup,” kata H Mugeni, M.SI, ketua DPP SERAT Kaltim.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPD SERAT Balikpapan, Aris. “Perjuangan dan pengalaman beliau memimpin FKPPI Balikpapan luar biasa. Pergaulan dan hidupnya sangat harmonis, tegas dan berwibawa,” tambahnya.

Penuturan dari beberapa anggota FKPPI, Kiky Asikin aktif di FKPPI sejak tahun 1980. Kemudian menjabat sebagai ketua sejak tahun 1990-an sampai sekarang. Lebih 30 tahun mengabdi. “Karena kami cintai, dia seperti jadi ketua seumur hidup,” kata seorang anggota FKPPI di rumah duka.

Orang tak mengira usianya sudah kepala 7. Punya anak cucu. Soalnya masih enerjik. Apalagi kalau sudah mengenakan seragam FKPPI dengan  baret hijaunya. Kelihatan kalau keturunan keluarga besar TNI, yang berani berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.

Setelah disalatkan, jenazah Kiky dikebumikan di pekuburan muslimin Kampung Baru. Isak tangis dari anak istri dan cucu menyertai. Sejumlah anggota FKPPI juga memberikan penghormatan terakhir kepada ketuanya. “Kita ikhlaskan kepergian ketua, semoga Allah menerima semua amal baik Almarhum,” kata mereka.

BERSETERU DENGAN KAPOLRES

Kiky juga aktif dalam pemberantasan narkoba. Soalnya dia ketua Granat Balikpapan, organisasi yang membantu aparat hukum terutama kepolisian dalam memerangi penyalahgunaan narkotik dan psikotropika lainnya.

Granat adalah organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pemberantasan narkotika melalui langkah preemtif, preventif dan rehabilitasi. Ketua umumnya,  pengacara dan ahli hukum Prof Henry Yosodiningrat, SH.

Menurut Henry, Granat telah menjadi oase masyarakat dan pemerintah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran  gelap narkotika. Karena narkoba telah menjadi persoalan akut yang membutuhkan perhatian serius dari segenap pemangku kepentingan, sinergi yang kuat antar-institusi, tanpa mengesampingkan partisipasi masyarakat.

Pada Agustus 2014, ketika saya menjabat wali kota Balikpapan periode pertama, Kiky sempat berseteru dengan Kapolresta AKBP Andi Aziz Nizar soal keterlibatan anak pejabat, yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Buntut dari perseteruan itu, Indonesian Police Watch (IPW) sempat melaporkan Kapolresta ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. IPW juga menyoroti soal penanganan kasus narkoba, yang mendapat perhatian masyarakat itu.

Kiky mengatakan, Granat sangat peduli dalam urusan penanganan penyalahgunaan narkoba termasuk prosesnya di aparat hukum. “Kita tidak mau main-main karena narkoba sangat menghancurkan generasi bangsa di masa mendatang,” tandasnya.

Selamat jalan, Pak Kiky. Kita semua berdoa agar amal ibadahmu diterima Allah SWT. Orang baik selalu dikenang. Kita memang kehilangan, tapi kita bangga ada orang yang kuat komitmennya untuk kepentingan Bangsa dan Negara.(*)

RM Rebut NasDem Balikpapan?

June 16, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PILWALI Balikpapan 2024 masih penuh tanda tanya. Siapa calon lawan petahana? Sementara petahana sendiri,  Wali Kota Rahmad Mas’ud (RM) juga belum menentukan pasangannya, meski sudah lama berkembang beberapa nama.

Rahmad Mas’ud dan Rudy Mas’ud di acara pelantikan Golkar.

Di luar Partai Golkar yang sudah jelas mengusung RM, partai lainnya masih berproses di DPP. Jadi calon mana yang direkomendasikan sejauh ini belum ada satu pun yang muncul. Termasuk juga partai mana yang bersepakat berkoalisi.

Partai-partai di luar Golkar memang harus bergabung jika ingin mengusung calon. Golkar dengan 16 kursi lebih dari cukup. Sebab, batas minimal pendaftaran 9 kursi. Partai lainnya, NasDem 7 kursi, Gerindra 6, PDIP 4, PKB 4, PKS 3, PPP dan Hanura sama-sama 2 serta Demokrat 1.

Ada beberapa nama yang punya kans kuat mengantungi surat rekomendasi partai, Di antaranya M Sa’bani (mantan sekprov Kaltim), drg Syukri Wahid (mantan anggota DPRD Balikpapan), Syaima Alaydrus (putri bupati Kotabaru), H Nurliah Kadir (ketua LPM Manggar Baru) serta Bagus Susetyo (anggota DPRD Kaltim dari Gerindra) dan  Sabaruddin Panrecalle (wakil ketua DPRD Balikpapan dari Gerindra).

RM saat ini masih menunaikan ibadah haji bersama keluarga. Mungkin sekalian itikaf mencari petunjuk untuk dibawa ke rapat keluarga. Ada yang bilang dia melirik kader dari Gerindra. Karena ini partai Prabowo Subianto, yang sebentar lagi jadi presiden pengganti Jokowi.

Sebelumnya nama yang beredar adalah Abdulloh (ketua DPRD), Muhaimin (Sekretaris Kota), Heru Bambang (mantan Wawali) dan Risti Utami Dewi (istri almarhum Thohari Aziz).

Belakangan juga menguat nama Sabaruddin dan Bagus. Saat ini baliho mereka  terpasang di beberapa sudut kota. Bagus mengklaim dia yang bakal menerima surat rekomendasi partai, tapi kabarnya RM lebih sreg dengan Sabaruddin karena sering bersama-sama.

Di saat RM masih di Tanah Suci, ada isu baru yang beredar kencang.  RM tengah berupaya merebut kursi NasDem. Bukan NasDem saja. Tapi juga PKS, di mana kedua partai ini sebelumnya sudah melakukan “perkawinan dini” alias sudah membuat kesepakatan koalisi.

RM melalui DPP Golkar di Jakarta melakukan pendekatan ke DPP NasDem. Hal yang sama dilakukan ke DPP PKS.  Hasilnya ada kemungkinan besar berhasil, NasDem dan PKS jatuh ke genggaman tangan RM.

Jika hal ini terjadi, buyar semua semangat yang akan dibangun NasDem Balikpapan bersama PKS. Dan itu pukulan telak. Karena NasDem yang diharap-harap mengusung calon sendiri, akhirnya jadi partai pengusung petahana. Ini juga berimplikasi terhadap calon-calon yang mengajukan pendaftaran lewat NasDem.

Sa’bani sendiri tidak terlalu terpengaruh dengan isu yang berkembang. “Politik itu dinamis, jadi kita tetap punya peluang.  Kita terus berjuang sampai perkembangan detik terakhir nanti,” katanya. Dia juga mendaftar di PKS, Gerindra dan PDIP.

Jika NasDem dan PKS sudah berhasil direbut, itu pertanda bahwa RM bisa menarik yang lain. Maka yang terjadi sangat mungkin calon tunggal lagi. RM melawan kotak kosong seperti Pilwali tahun 2020. Atau dia ciptakan calon boneka. Ada kabar Joy Nashar, pemilik STMIK Borneo Internasional yang gagal maju lewat jalur perseorangan bersama notaris Mayasusi Likovitasari menjadi salah satu pilihan.

Sejauh ini belum ada komentar langsung dari RM. Maklum masih khusyuk beribadah. Tapi Ketua Harian DPD Golkar Andi Arif Agung (A3) mengatakan, Golkar sudah siap dengan skenario apapun. Baik itu ada lawan maupun kotak kosong. ”Tapi kami lebih senang jika ada calon yang maju,” katanya saat menjadi narasumber Talksaw Tribun Kaltim.

Sementara itu Ketua DPD NasDem Balikpapan, Ahmad Basir (AHB) juga belum memberikan komentar. Di WA grup partai dia hanya menyampaikan pesan singkat. “Tetap semangat kk untuk menghadirkan kepemimpinan Balikpapan ke depan yang membawa perubahan,” begitu katanya.

AHB cukup lama berada di Jakarta. Hal itu tak lepas dari urusan pencalonan di DPP. Basir sendiri rencananya akan maju di Pilbup PPU menjadi pendamping mantan bupati Hamdam Pongrewa.

Keputusan DPP NasDem terhadap Basir juga berproses alot. Karena ada juga kader NasDem dari DPW NasDem Kaltim yaitu  Mudiyat Noor yang mencalonkan diri ke PPU. Mudiyat adalah wakil ketua Bidang Lingkungan Hidup dan ketua Bappilu NasDem Kaltim.

Tapi kabarnya Hamdam dan Basir, selain NasDem juga berpeluang mendapatkan kursi Gelora dan Demokrat. Jadi masih bisa maju. Bahkan sudah beredar poster “HAMBA,” akronim dari Hamdam dan Basir.

Selain di Balikpapan, terdengar kabar 3 kursi NasDem di DPRD Kaltim juga bakal direbut Haji Rudy Mas’ud (HARUM). Rudy adalah adik RM, yang siap-siap maju ke Pilgub Kaltim. Dia saat ini adalah anggota DPR RI Komisi 3, yang juga ketua DPD Golkar Kaltim.

PANITIA PEMILIHAN WAWALI

Ada kejutan dari DPRD Balikpapan. Saat menggelar Rapat Paripurna, Jumat (7/6) lalu ada agenda menarik. Selain penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023, satu lagi acaranya pengumuman perubahan keanggotaan Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Wali Kota Balikpapan masa jabatan 2019-2024.

Ini pertanda bahwa DPRD kembali memproses pemilihan wakil wali kota, setelah terhenti cukup lama. Kursi Wawali sudah lebih 3 tahun kosong karena calon terpilih yang bakal mendampingi Rahmad Mas’ud, yaitu Thohari Aziz meninggal dunia akibat Covid-19. Thohari adalah ketua DPC PDIP Balikpapan, yang juga duduk sebagai wakil ketua DPRD.

Melalui jalan berliku dan waktu yang panjang, partai pengusung menyepakati dua nama yaitu Budiono (ketua DPC PDIP dan wakil ketua DPRD) dan Risti Utami Dewi, istri almarhum Thohari Aziz. Tapi proses ini terhenti lagi, menyusul ditariknya rekomendasi DPP PDIP kepada Budiono.

Sampai sekarang partai pengusung belum membahas nama pengganti Budiono, sehingga Risti belum bisa diajukan ke DPRD lewat wali kota. Sesuai ketentuan, minimal dua nama yang diajukan dan dipilih oleh DPRD.

Tempo hari di bulan Mei 2022, DPRD pernah mengajukan 3 nama ke wali kota. Yaitu Budiono, Sabaruddin, dan Denni Mappa (ketua Demokrat Balikpapan).  Tapi wali kota maunya Risti sebagai penghargaan atas perjuangan suaminya. Lalu belakangan disepakati nama Budiono dan Risti.

Tapi karena proses yang kelewat panjang akhirnya Budiono memilih mundur karena dia lebih konsentrasi ke Pileg 2024.  Itu sebabnya calonnya tinggal satu, yaitu Risti Utami Dewi.

Karena begitu lama tidak juga diisi-isi, sampai akhirnya gabungan organisasi Peradi, APTISI, Forsiladi dan ADRI mengajukan gugatan citizen law suit ke Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan agar kursi wawali Balikpapan yang kosong segera diisi.

Menurut Abdulloh, yang juga sebagai ketua Panitia Pemilihan (Panlih), pihaknya saat ini menunggu dua nama yang diajukan partai pengusung lewat wali kota terhitung sejak rapat Panlih terakhir yaitu 4 Juni 2024.

Jika dalam waktu satu atau dua minggu ke depan, partai pengusung tidak juga mengajukan dua nama, maka tugas Panlih dinyatakan selesai alias ditutup. “Sebab, kalau satu nama saja tetap tidak bisa diproses,” jelasnya kepada wartawan.

Partai pengusung pasangan Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz pada Pilwali 2020 ada 7 partai. Yaitu,  Golkar, PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, PKB dan Perindo. Ditambah 1 partai pendukung yaitu PAN.

Jika nama Risti tidak berubah, maka semua partai pengusung tinggal mengajukan satu nama lagi. Nama yang diajukan harus mendapat surat mandat atau rekomendasi dari DPP.  Lalu dibahas dalam rapat bersama sampai muncul 1 nama yang disepakati, yang nantinya diajukan ke Panlih DPRD bersama nama Risti.

Menurut Abdulloh, hasil konsultasi mereka ke Kemendagri dan sesuai ketentuan yang berlaku, dalam kasus kekosongan kursi wawali Balikpapan, maka pengisian bisa dilakukan kapan saja. “Sampai H-1 dari akhir masa jabatan kepala daerah pun masih bisa diisi,” tandasnya.

Mudah-mudahan pemilihan wakil wali kota Balikpapan masa jabatan 2019-2024 tidak bersamaan dengan jadwal pencoblosan Pilwali 2024 pada 27 November. Atau sehari menjelang pelantikan wali kota dan wakil wali kota baru. Kalau itu terjadi, sang calon benar-benar jadi “Raja atau Ratu Sehari.”(*)

Heboh Isran Noor-Safaruddin

June 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA yang “nakal.” Dia mengedarkan e-flyer Isran Noor-Safaruddin di beberapa platform. Tentu mengagetkan dan heboh. Soalnya Isran sudah menegaskan dia berpasangan dengan Hadi Mulyadi. Lalu apa ada perubahan peta politik?

Poster Isran-Safaruddin didesain dengan tagline #Kaltim Berdaulat. Di bawah foto Safaruddin tertulis “Bakal Calon Wakil Gubernur.” Warna merah melatari foto mereka berdua. Senyum keduanya cerah.

Safaruddin itu adalah ketua DPD PDIP Kaltim.  Apalagi mantan kapolda Kaltim ini juga sudah menegaskan tidak akan maju dalam Pilgub 2024. Dia lebih nyaman duduk sebagai anggota DPR RI dan kembali terpilih pada Pileg 2024 ini.

Soal gonta-ganti pasangan memang biasa dalam politik. Itu halal saja. Masih ingat Pilpres 2019? Bagaimana dramatisnya Jokowi di detik terakhir mengganti pasangannya dari Prof Mahfud MD ke Kiai Ma’ruf Amin. Padahal Mahfud sudah ukur baju dan lagi menunggu tak jauh dari tempat pengumuman.

Lalu siapa yang membuat poster Isran-Safaruddin? Apa tujuan di balik itu? Setahu saya memang ada pendukung Isran yang ingin perubahan. Ada yang ingin Si Raja Naga didampingi tokoh milenial. Seperti Prabowo dengan Gibran.

Tapi Isran sendiri sudah berbulat tekad, tetap dengan Hadi, putra daerah yang sekarang ini adalah ketua Partai Gelora Kaltim. Hadi juga sudah mendampingi Isran dalam masa jabatan pertama, 2018-2023. Dan berjalan mulus. Mereka sangat akur.

Ada juga yang berpendapat, poster itu untuk menggoda Pak Jenderal, panggilan akrab Safaruddin. Soalnya kabar yang terdengar kuat 9 kursi PDIP di DPRD Kaltim hasil Pileg 2024 akan jatuh ke Isran. Jadi sekalian saja ditawarkan wakilnya dari ketua PDIP Kaltim. Apalagi Safaruddin sudah berpengalaman sebagai peserta Pilgub 2018.

“Saya sudah putuskan tidak akan maju dalam Pilgub Kaltim 2024. Cukup di DPR RI saja.  Jadi gambar yang beredar itu tidak benar. Siapa sih yang bikin gambar itu?” kata Safaruddin bernada tak nyaman.

Menurut Safaruddin, dia mendapat dukungan 68.312 suara pada Pileg yang lalu, yang mengantar dia terpilih kembali ke Senayan. “Saya tak mau mengkhianati atau menyia-nyiakan mandat yang diberikan rakyat Kaltim kepada saya,” tandasnya.

Selain poster yang menghebohkan itu, ada juga beredar foto Isran berjalan bersama Safaruddin.  Isran mengenakan kemeja biru muda, sedang Safaruddin mengenakan kaus kasual tangan panjang berwarna cokelat.

“Oh itu kebetulan saya bareng Pak Isran sama-sama mau ke Jakarta. Kita tak sengaja bertemu di Bandara SAMS Sepinggan, ya jalan bersama dan ngobrol,” jelasnya.

Purnawirawan jenderal polisi berbintang dua ini tak membantah kalau pertemuan itu ada menyinggung soal dukungan politik. “Kemungkinan besar saya dukung Pak Isran, tapi PDIP ‘kan keputusannya ada di Ketua Umum Ibu Megawati. Sabar, kita tunggu saja nanti,” katanya.

Jika kursi PDIP resmi dipercayakan kepada Isran, maka Isran-Hadi sudah dapat melenggang ke KPU. Soalnya IN sudah mengantungi 2 kursi dari Partai Demokrat. Jumlah 11 kursi sudah memenuhi persyaratan minimal untuk bisa mengajukan pendaftaran.

Isran masih berjuang dan berpeluang besar untuk juga mendapat kursi dari Partai Gerindra dan partai-partai lainnya. Meski di saat yang sama bacagub lainnya juga melakukan hal yang sama. Baik itu Rudy Mas’ud maupun Mahyudin.

Seperti kita ketahui, Rudy Mas’ud, bacagub dari Golkar sebenarnya sudah aman. Sebanyak 15 kursi Golkar di DPRD Kaltim lebih dari cukup. Tapi koalisi gemuk tetap dia buru terutama dari partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pendukung Prabowo-Gibran. PAN dengan 4 kursinya sudah resmi menyatakan dukungan kepada Rudy dan Seno Aji.

PUTRI MAHYUDIN MUNDUR

Yang perlu perjuangan cukup keras adalah bacagub Mahyudin. Wakil ketua DPD RI ini sudah melamar ke beberapa partai. Tapi sampai sekarang dia belum mengantungi satu pun surat dukungan.

Mahyudin membuka acara dialog “Kaltim KEREN.”

Sementara dia  sudah mendapat titik terang tentang pendampingnya. Yaitu Irianto Lambrie, mantan gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Ada yang bilang pasangan ini dari Bani Banjar, karena keduanya berdarah  Kalsel. ”Saya menemukan chemistry dengan Pak Irianto,” kata Mahyudin.

Bisa jadi pasangan Mahyudin-Irianto Lambrie baru diproklamirkan secara resmi setelah ada tanda-tanda mereka bisa merebut 11 kursi gabungan dari beberapa partai. Irianto didampingi timnya di antaranya Ketua Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) Muhammad Djaelani pernah melamar ke HARUM Center dan PKS.

Jika Isran atau Rudy berhasil menggaet Gerindra (10),  PDIP (9) dan PKB (6), maka peluang Mahyudin bisa tertutup. Sebab, partai tersisa adalah PKS 4, NasDem 3 dan PPP 2 kursi. Tidak cukup 11.  Kursi PAN (4) sudah diambil Rudy dan Demokrat (2) diambil Isran. Mahyudin harus bisa merebut 3 partai terbesar di bawah Golkar, sehingga penambahannya lebih mudah.

Para pendukung Mahyudin berharap mantan bupati Kutai Timur itu tetap semangat.  Pertandingan belum berakhir, sebab secara riil baru 3 partai yang sudah mengeluarkan surat rekomendasi.  Masih 6 partai dengan 33 kursi, yang belum memutuskan.

Sementara itu, putri Mahyudin, Shela Anggraini Sadewi kecewa dengan partainya, gara-gara PAN memberikan dukungan kepada Rudy Mas’ud-Seno Aji. Ia menilai PAN tidak menghargai 18.434 suara yang disumbangkannya pada Pileg 2024, sehingga PAN mendapat 1 kursi DPR RI dari Dapil Kaltim setelah 15 tahun tidak pernah lolos.

“Saya kecewa berat karena PAN tidak menghargai saya dan ayah saya. Karena itu saya akan melayangkan surat pengunduran diri kepada DPP. Secepatnya saya kirim,” tegasnya dengan wajah kecewa.

Sambil berjuang merebut partai, Mahyudin sendiri terus melakukan sosialisasi dengan tagline: Kaltim KEREN. Ia menggelar ruang dialog di 10 kabupaten/kota se-Kaltim. “Alhamdulillah respons masyarakat termasuk anak muda sangat baik,” ucapnya.

Dia menegaskan, Kaltim KEREN bertujuan agar pembangunan Kaltim lebih maju lagi ke depan. “Kaltim KEREN adalah bentuk rasa tanggung jawab dan keprihatinan saya terhadap Kaltim hari ini,” jelasnya.

Dalam bagian lain, tokoh kelahiran Tanjung ini menegaskan ia tetap fokus bergerak dan bersosialisasi. Dia menepis isu yang mengecilkan posisinya dalam Pilgub 2024. Jejak politiknya lebih senior dari Isran dan Rudy. Mahyudin pernah menjadi salah satu ketua DPP Golkar dan pernah juga duduk sebagai wakil ketua MPR.

Kabar terakhir Mahyudin lagi terbang ke Jakarta. Dia memenuhi undangan PKB untuk menyampaikan visi misi. “Bismillah, ada respons positif dari beberapa partai,” ujarnya dengan wajah cerah dan penampilan tetap keren.(*)

APEKSI Sukses, PDAM Dapat Rp35 Miliar

June 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RAKERNAS Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII di Balikpapan, 1-6 Juni 2024 dinilai sukses. Banyak wali kota yang memuji penyelenggaraannya memang wah. “Acara Apeksi ke-17 adalah rakernas terbaik selama ini,” ujar Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, yang juga Wali Kota Surabaya.

Peserta Rakernas APEKSI foto bersama Presiden Jokowi dan para menteri.

Menurut Eri, berkat jadi tuan rumah APEKSI, Balikpapan pasti semakin dikenal. “Insyaallah, Balikpapan akan lebih dikenal oleh seluruh wali kota yang hadir, sektor ekonominya meningkat dan bakal menjadi kota yang maju,” tambahnya.

Rakernas APEKSI XVII menjadi rakernas terakhir yang dihadiri Presiden Jokowi. Sebab, 20 Oktober nanti Jokowi selesai melaksanakan masa jabatan keduanya. Dia digantikan Prabowo Subianto, yang dilantik menjadi presiden ke-8 RI.

Tahun depan, 2025, APEKSI menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih pengurus baru. Tuan rumahnya Kota Surabaya. Kalau Kepala Negara datang, maka yang hadir adalah Presiden Prabowo. “Insyaallah kami siap,” kata Eri.

Rakernas APEKSI ke-17 memang meriah. Gala dinner-nya di halaman Pemkot dihibur oleh penyanyi dangdut Soimah Pancawati. Kemudian di sarasehan istri wali kota ditampilkan King Nassar. Lalu ada karnaval budaya diikuti 98 kota se-Indonesia. Ribuan warga sempat menyaksikan. Ada juga expo UMKM di halaman Dome.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang juga calon wakil presiden terpilih tampak hadir.  Putra sulung Presiden Jokowi ini selalu menarik perhatian. Gibran sempat bagi-bagi gantungan kunci di halaman Dome. Ratusan warga berebut untuk mendapatkannya.

Ketika membuka Rakernas, Jokowi memuji penghijauan di kota Balikpapan dan Surabaya. “Balikpapan menjadi kota yang saya senangi karena penghijauannya baik. Juga Surabaya. Saya tunggu kota-kota lainnya,” imbaunya.

Di sisi lain, Presiden juga menyoroti kota-kota yang mulai macet lalu lintasnya. “Saya dengar Balikpapan mulai macet ya,” tanyanya. Pertanyaan yang sama dia tujukan kepada Wali Kota Surabaya, Bandung dan Medan. “Sudah mulai macet ya?”

Jokowi mengingatkan kembali betapa pentingnya perencanaan kota, terlebih mengenai transportasi umum. “Semuanya sudah mulai macet. Oleh sebab itu, sekali lagi rencana kota mengenai transportasi massal harus benar-benar disiapkan,” tandasnya.

Dia sempat menanyakan apakah ada wali kota yang mampu membangun subway Mass Rapid Transit (MRT). “Tolong tunjuk jari, nanti saya berikan sepeda,” katanya membuat para wali kota tersenyum. Jokowi juga menawarkan ART (Autonomus  Rapid Transit) atau kereta otonom tanpa rel. “Bisa dibagi 50-50. APBD 50 persen, APBN 50 persen,” jelasnya.

Malam sebelum membuka Rakernas, Jokowi dan para menteri sempat menyapa masyarakat kota Balikpapan di pusat perbelanjaan Pentacity, kompleks Balikpapan Super Block (BSB). Sejumlah warga kesenangan bisa selfie atau swafoto dengan Presiden. “Masyaallah saya bisa foto dengan Bapak Presiden. Selama ini saya mengagumi lewat televisi saja,” ujar Elmi.

Di tengah suasana yang meriah acara Rakernas APEKSI, ada celetukan dari Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono. Dia menilai biaya penyelenggaraan Rakernas Rp16 miliar dari APBD itu terkesan boros, di tengah kesulitan warga kota, yang sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan distribusi air PDAM dengan lancar.

“Saya tergelitik dengan Rp16 miliarnya, sementara kinerja PDAM tidak kunjung bagus. Masih banyak warga yang belum menikmati air bersih. Jangan-jangan ada peserta atau pengunjung Rakernas yang tidak bisa mandi, Kan lucu itu,” kata Budiono, yang juga ketua DPC PDIP Balikpapan.

Ada juga beredar catatan dari wartawan kediritangguh.co di medsos. Dia menggugah wartawan media lokal menyorot sisi lain dari Rakernas APEKSI, yang menghabiskan dana APBD lebih dari Ro10 miliar.

Dia berkesimpulan pameran UMKM di Dome tidak banyak membawa dampak ekonomi, kecuali pada sektor perhotelan dan rental mobil. “Sangat disayangkan tidak ada acara table top untuk Kadin,” ucapnya.

Program acara masak memasak dengan olahan bahan baku ikan yang diikuti 90-an istri wali kota, menurut dia seyogianya melibatkan pengusaha lokal sebagai edukasi, sehingga mereka juga tahu tata cara mengolah  bahan baku ikan untuk mendapatkan nilai tambah.

PENJELASAN MUHAIMIN

Berkaitan dengan sentilan Budiono, Sekretaris Kota (Sekkot)  Muhaimin memberikan penjelasan sangat rinci. Menurutnya, anggaran Rp16 miliar itu sudah dibahas bersama Badan Anggaran DPRD di mana Budiono juga terlibat. ”Jadi harusnya clear, tidak ada masalah lagi,” katanya seperti dilansir TRIBUNKALTIM.CO.

Dia juga menegaskan bahwa kegiatan APEKSI dengan masalah air bersih PDAM adalah hal yang berbeda konteksnya. Jadi jangan diadu apple to apple. “Tidak pas dong,” tandasnya.

Menurut Muhaimin, anggaran Rp16 miliar itu akhirnya menguntungkan perekonomian lokal. Di antaranya untuk penyewaan kamar hotel dan mobil operasional bagi 98 wali kota. Termasuk juga pembuatan kaus, penyediaan makan minum, sewa tenda dan properti lainnya serta  kontrak dengan event organizer (EO) sebagai pengatur acara. Semuanya melibatkan pelaku usaha lokal.

“Itu kalau lihat tenda di Dome, kemudian di pasar tumpah di Teritip, Manggar, semuanya tenda UMKM. Itu siapa UMKM-nya? Semuanya orang Balikpapan. Jadinya uangnya juga diterima orang Balikpapan lagi,” jelasnya.

Begitu juga dengan multiplier effect yang didapat dengan kedatangan 4 sampai 5 ribu  tamu. Mereka membutuhkan berbagai pelayanan seperti penginapan, makanan, transportasi sampai oleh-oleh dan cenderamata. Ini juga para pelaku usaha lokal yang menikmati.

Tidak disebutkan berapa kontrak kepada pedangdut Soimah dan King Nassar. Kabarnya cukup besar juga. Kalau  yang ini uangnya pasti dibawa pulang ke Jakarta. Memang itu jalannya.

Ada yang usul tak ada salahnya Muhaimin atau Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) juga menjelaskan UMKM mana saja yang terlibat. Biar tak ada kecurigaan. Khawatir kalau yang mendapat order pelaku usaha tertentu saja.

Beda dengan Budiono. Wakil ketua DPRD lainnya, Laisa Hamisah dari PKS selain memberikan apresiasi kepada Pemkot Balikpapan, juga menilai gelaran Rakernas Apeksi memberikan manfaat bagi kota Balikpapan.

“Ini adalah kesempatan emas bagi Pemkot Balikpapan untuk bersinergi dengan berkolaborasi dengan pemerintah kota lainnya di Indonesia untuk sama-sama memajukan kota,” ujarnya kepada TRIBUNKALTIM.CO  di pemberitaan lain.

Diskusi dan pertukaran ide di APEKSI, tambahnya, akan membantu mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dan relevan untuk mengatasi isu-isu lokal.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengakui biaya Rakernas APEKSI mencapai Rp16 miliar. “Tapi keuntungan dari kegiatan itu lebih besar lagi,” jelasnya. Diperkirakan uang yang berputar dari ribuan tamu yang datang mencapai Rp40 miliar. “Hal itu menunjukkan potensi besar dari kegiatan tersebut dalam memajukan ekonomi lokal,” katanya seperti diberitakan rri.co.id.

Seorang warga bernama Musa dari Balikpapan Kota membela Budiono. “Saya kira maksud Pak Budiono baik. Kita jangan asyik dengan Rakernas APEKSI saja, sementara banyak warga kesulitan air bersih PDAM. Jadi harus berimbang perhatiannya,” jelasnya.

Entah kebetulan, Lintas Balikpapan dan media lainnya menyiarkan kabar baik untuk PDAM.  Pemkot berencana akan memberikan suntikan dana Rp35 miliar kepada Perumda Tirta Manuntung (PTMB) yang mengelola PDAM melalui APBD Tahun Anggaran 2024.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Budi Prasetyo menjelaskan, dana tersebut sebagai tambahan penyertaan modal yang akan digunakan untuk rencana bisnis PTMB di antaranya untuk pemasangan pipa transmisi, pipa distribusi maupun pipa desalinasi.

“Kita masih menunggu usulan rincian dari PTMB berkaitan dengan digelontorkan dana tambahan penyertaan modal dari APBD 2024 itu,” kata Agus.

Seorang warga mengaku beberapa hari ini distribusi air PDAM mengucur lancar di rumahnya di Balikpapan Tengah. Selamat sukses Rakernas APEKSI! Selamat air lancar. Hujan juga makin sering turun. “Mudah-mudahan tidak ngadat lagi setelah Rakernas berlalu dan PDAM dapat dana 35 M,” katanya tersenyum.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1623927
    Users Today : 5143
    Users Yesterday : 5851
    This Year : 560437
    Total Users : 1623927
    Total views : 13903229
    Who's Online : 48
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-08