Isran Makan Nasi Kotak

September 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ISRAN NOOR kompak dengan kontingen PON XXI Kaltim. Dalam acara pembukaan di Stadion Harapan Bangsa Aceh, Senin (9/9) malam, dia tak mau duduk di kursi kehormatan VVIP. Malah bergabung dalam pasukan defile, yang terdiri dari ribuan atlet dari berbagai daerah se-Indonesia.

“Saya harus menyatu dengan atlet, biar bangkit semangat juang anak-anak dalam bertanding,” katanya kepada Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras yang mendampinginya.

Isran didaulat menjadi ketua Kontingen Kaltim. Dia membawa 660 atlet dan official untuk berjuang mempertahankan reputasi daerah ini tetap berada di kelompok 5 besar.

Dari tempat penginapan, Isran yang mengenakan baju taqwo khas Kutai berjalan kaki sejauh 1 kilometer menuju Stadion Harapan Bangsa. Di ruang karantina, dia bersama para atlet harus menunggu sekitar 5 jam sampai defile pembukaan dimulakan.

Gubernur Kaltim 2018-2023 ini, tak gelisah meski harus berpanas ria. Dia didampingi putrinya, Rahmawati yang akrab dipanggil Rahmi. Dia juga tak masalah harus makan nasi kotak. “Biasa aja, pahamlah ikam,” katanya bercanda.

Dia tampak bersemangat berada di barisan depan kontingen Kaltim, yang “dihiasai” dengan penampilan sepasang atlet mengenakan kostum suku Dayak. Tangannya melambai ketika melewati panggung kehormatan, di mana Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi menyambutnya dengan tersenyum.

Pasti Jokowi kenal dengan Isran.  Soalnya ketika menjadi gubernur Kaltim, Isran berperanan penting hingga Jokowi memutuskan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Apalagi Isran juga pernah memimpin asosiasi bupati dan gubernur se-Indonesia. Isran pernah menjadi ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Isran dengan lahapnya makan nasi kotak.

Setahu saya, Isran termasuk tokoh atau pejabat yang sederhana. Saya beberapa kali menyertainya terbang tidak mengambil kursi bisnis. Hotel pun tidak soal mau bintang berapa. Yang penting bisa tidur nyenyak. Termasuk makan siap di mana saja.

Apartemen dia di Sahid  Jakarta juga relatif tak mewah. Kabarnya sudah ditempati sejak dia menjadi bupati Kutai Timur.  Tak ada barang yang eksklusif menghiasi kamar tamunya.  Meja makannya juga sederhana. Tapi saya suka makanannya, ikan goreng, sambel terasi dan tumis kacang panjang atau buncis.

Dalam hal berpakaian, Isran juga tidak terlalu berorientasi dengan segala merk yang branded. Yang penting enak dipakai. Juga tidak mementingkan matching apa tidak. “Suka-suka saya,” itu salah satu ucapan seloroh  yang sering dia sampaikan.

Isran optimis kontingen Kaltim mampu meraih posisi 5 besar sebagaimana target yang ditetapkan. “Melihat kekuatan dan semangat para atlet kita, insyaallah 5 besar bisa tercapai,” katanya.

Dalam PON XX Tahun 2021 di Papua, Kaltim berada di urutan ke-7. Tapi pada PON sebelumnya, PON XVIII Riau dan PON XIX Jabar, Kaltim berada di urutan 5. Bahkan ketika menjadi tuan rumah PON XVII, Kaltim berada di urutan 3.

Dalam klasemen sementara PON XXI, posisi Kaltim terus merangkak naik. Sekarang berada di urutan 8 dengan 6 medali emas, 7 perak dan 16 perunggu. Belum termasuk tambahan 2 medali emas dari Binaraga atas nama Mulyadi dan Sujarwanto.

Menjenguk dan memberi plakat kepada mantan Pj Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim yang tinggal di Aceh.

Dalam kesempatan berada di Aceh, Isran bersama  pengurus KONI singgah di kediaman mantan Pj Gubernur Kaltim Tarmizi Abdul Karim. Dia memang orang Aceh dan sudah memasuki masa pensiun dari Kemendagri. Isran sempat menyerahkan plakat dan cenderamata.

“Saya tak bisa melupakan Kaltim,” kata Tarmizi yang merasa mendapat kejutan karena dikunjungi. Tarmizi bertugas selama 6 bulan sejak Juli 2008 sampai Desember 2008, menjelang pelantikan Awang Faroek Ishak sebagai gubernur baru.

Adik Tarmizi, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal saat ini mengikuti Pilwali Aceh. Dia sekarang anggota DPR RI dari Fraksi PPP dan pernah menjadi Wakil Wali Kota dan Wali Kota Banda Aceh. “Saya ikut Pilwali lagi,” katanya ketika bertemu di Jakarta, minggu lalu.

Hadir juga di Aceh adalah Deputi Otorita IKN Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Alimuddin. “Beliau sekarang juga jadi Ketua KONI IKN,” kata Rusdiansyah.

ADA YANG MENYOAL

Sementara itu ada yang menyoal kedudukan Isran sebagai ketua Kontingen PON Kaltim. Mengutip pemberitaan koraNusantara,  Barisan Kemenangan Demokrasi (Barikade) meminta Isran mundur dari jabatan tersebut karena bertentangan dengan prinsip netralitas Pilkada.

“Kami minta Isran Noor mundur dari jabatannya untuk menghindari pelanggaran kampanye sesuai UU Pilkada khususnya pasal 69 h,” kata Ketua Barikade Kaltim Oschar Rawindra SH.

Dia juga menyoroti bahwa penggunaan anggaran APBD Kaltim dalam PON XXI seharusnya tidak terpengaruh oleh kepentingan politik.

Ketua Bawaslu Kaltim Hari Darmanto mengatakan, pihaknya masih mengkaji apakah jabatan ketua Kontingen PON Kaltim termasuk dalam kategori pejabat yang diwajibkan mundur berdasarkan undang-undang.

Jika dilihat dari  ketentuan yang ada, kewajiban mundur hanya ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR, DPRD dan pejabat negara saja.

“Nah kami akan mengecek apakah ketua kontingen yang mendapatkan biaya dari anggaran negara dan apakah jabatan tersebut melekat secara tetap,” ujarnya.

Menurut Hari Darmanto, Bawaslu akan segera melakukan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya. “Hasil evaluasi akan kami umumkan setelah penilaian terhadap ketentuan undang-undang dan kualifikasi jabatan ketua kontingen,” tambahnya.

Berkaitan ada sorotan seperti ini biasanya Isran tak terlalu mempersoalkan. “Mehabisi baterai aja,” biasanya itu yang dia ucapkan sambil tersenyum. Tapi dia pasti patuh jika Bawaslu melihat jabatan ketua kontingen melanggar ketentuan. Soalnya dia diangkat menjadi ketua kontingen sebelum tahapan Pilkada berlangsung.

Lagi pula niatannya murni untuk ikut memotivasi atlet Kaltim yang berjuang mengharumkan nama daerah. Dia sendiri juga harus mengorbankan perhatian dan waktunya di tengah kesibukan yang lain termasuk persiapan menghadapi tahapan penting agenda Pilgub.

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras melihat tidak ada yang dilanggar Pak Isran. Sebab dia bukan pejabat negara atau pejabat publik. Jabatannya sebagai ketua kontingen sudah ditetapkan jauh hari dan juga berakhir 20 September sebelum penetapan resmi sebagai calon dan masa kampanye. “Beliau juga tidak kampanye di tengah para atlet, jadi murni urusan olahraga,” tandasnya.(*)

Dahlan Peliput MTQ di Samarinda

September 11, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RASANYA saya masih bergabung di Humas Pemprov Kaltim ketika MTQ Nasional IX digelar di kota Samarinda tahun 1976. Tapi saya ingat betul wartawan lokal yang menjadi peliput aktif acara itu adalah Dahlan Iskan (DI), yang saat itu menjadi wartawan mingguan Mimbar Masyarakat.

Ada dua tokoh di balik koran itu. H Alwy AS dan Suhaimi Zakaria. Keduanya jago menulis. Suhaimi sudah meninggal dunia, sedang Pak Alwy alhamdulillah masih sehat. Beliau adalah suami Prof Suwinnah Alwy AS, mantan dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul).

Dahlan banyak belajar dari Pak Alwy dan Suhaimi. Rasanya waktu meliput MTQ, Dahlan berusaha menjadikan Mimbar Masyarakat terbit harian. Walaupun dengan cara sederhana. Model stensilan. Yang penting liputan MTQ bisa dibaca besoknya.

Pada saat itu ada beberapa koran lokal yang juga terbit mingguan. Di antaranya Meranti dengan tokohnya Hiefni Effendi, Wisma Berita dengan H Syahrumsyah Idris, Sampe dengan Sudin Hadimulya, Suara Kaltim dengan Saleh Jaya dan Fuad Arieph serta BS Jaya dengan Arbain NS.

Dahlan melakukan liputan dengan naik sepeda dan bersendal jepit. Terkadang jalan kaki. Tapi dia gigih mengisyarakatkan tekadnya agar di Kaltim ada koran harian. Cita-citanya itu baru terwujud 12 tahun kemudian dengan lahirnya Harian ManuntunG atau yang dikenal dengan nama sekarang Kaltim Post, 5 Januari 1988.

Samarinda adalah kampung halaman kedua bagi Dahlan, meski dia lahir di Magetan, Jatim. Istrinya, Nafsiah Sabri, kelahiran Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Mereka menikah tahun 1975 di Samarinda, setahun sebelum MTQ Nasional IX berlangsung. Usianya waktu itu 25 tahun, menyewa rumah kecil di tepi Sungai Karang Mumus.

Sekarang Dahlan sudah berusia 73 tahun. Tinggal di Surabaya. Punya 2 anak dan beberapa cucu. Berarti peristiwa MTQ itu sudah 47 tahun silam dihitung dari usianya.

Gubernur Kaltim pada tahun 1976 adalah Abdoel Wahab Sjahranie, jenderal orang Banjar. Namanya diabadikan di rumah sakit milik provinsi, RSUD AWS.  Sedang Wali Kota Samarinda adalah HM Kadrie Oening, yang namanya diabadikan di kompleks olahraga Sempaja, Samarinda Utara, tempat pembukaan MTQ Nasional XXX.

Kedua-duanya adalah kepala daerah yang sangat agamis. Karena itu MTQ Nasional IX dibuat seindah dan semeriah mungkin. Pembukaannya dipusatkan di Stadion Segiri, yang baru rampung dibangun oleh Kadrie Oening. Adalah Presiden Soeharto yang datang meresmikan. Dia didampingi Ibu Tien Soeharto.

Setelah MTQ Nasional IX, saya masih ikut meliput MTQ Nasional X di Manado. Saya bersama Pak Harsono, kameraman terkenal Humas Pemda Kaltim. Kami tidur di rumah penduduk, yang beragama Nasrani. Tapi ikut mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ, yang pembukaannya oleh Presiden Seoharto di Stadion Klabat.

Saya masih berada di Humas Pemprov Kaltim saat itu. Menjadi wartawan koran yang diterbitkan Humas sekaligus menjadi kameraman. Kebetulan kepala humasnya adalah Pak Abdurrahman Abas, ayahanda Rektor Untag Samarinda sekarang Dr Marjoni Rachman.

Pak Abdurrahman pandai menulis seperti layaknya seorang wartawan profesional. Dia juga orang Banjar. Selain dengan DI, saya juga banyak belajar dengan beliau.

Suasana Pawai Ta’aruf MTQ IX Tahun 1976 di Samarinda.

MTQ Nasional XXX menjadikan Samarinda sudah dua kali menjadi tuan rumah ajang seni lomba membaca Al Quran tingkat nasional. Jaraknya cukup lama. Bayangkan dari tahun 1976 ke 2024. Itu berarti sekitar 48 tahun.

Peserta MTQ Nasonal IX hanya diikuti 189 orang dari 26 provinsi. Sedang MTQ Nasional XXX jumlah pesertanya 1.998 orang dari 35 provinsi. Jadi lebih 10 kali lipat lonjakannya. Maklum jenis lombanya sudah banyak cabangnya. Mulai tilawatil, qiraat, tartil, tahfizh, tafsir, fahmil, sampai syarhil Quran dan lainnya.

Ketika membuka MTQ Nasional XXX, Presiden Jokowi mengajak kepada semua peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dalam membangun generasi berakhlak qurani untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

JADI JUARA UMUM

Yang menarik pada MTQ Nasional Tahun 1976, di luar dugaan Kaltim meraih gelar juara umum menyusul terpilihnya Ali Yusni dan Qustaniah menjadi qori dan qoriah terbaik 1 tingkat dewasa. Pada tahun yang sama Ali Yusni juga meraih gelar Johan Pertama MMQ Antarbangsa di Kuala Lumpur Malaysia. Kalau tidak salah ini prestasi qori Indonesia pertama yang merebut gelar itu.

Qustaniah sudah meninggal dunia, sedang Ali Yusni setelah pensiun dari Biro Bansos Kantor Gubernur Kaltim bersama istrinya tinggal di Batu, Malang, Jawa Timur. Itu tanah kelahirannya. Dalam usia 71 tahun, dia dikaruniai 4 anak dan 11 cucu.

Kok tidak hadir di MTQ sekarang? “Maaf saya tidak diundang,” katanya. Kabar lain menyebutkan ada miskomunikasi, sehingga undangan tak sampai ke alamatnya.

Berkat MTQ Nasional 1976, jalan darat non tol Samarinda-Balikpapan berhasil dikerjakan oleh Projakal. Jalan itu mulai dirintis sejak 1959. Tapi belum ada jembatan Mahakam. Jadi mobil harus menyeberang menggunakan feri. Yang terkenal saat itu adalah pelabuhan feri Sungai Kunjang.

Ketika Presiden Soeharto dari perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda berhenti sejenak di sebuah bukit atau tanjakan, persis di tengah perjalanan, maka bukit tersebut belakangan dikenal dengan nama Bukit Soeharto di Km 50-an.

Kawasan Bukit Soeharto seluas 61.850 hektare akhirnya ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Bukit Soeharto dan sebagian menjadi Hutan Pendidikan dan Pelatihan Bukit Soeharto oleh Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Selain jalan darat Samarinda-Balikpapan rampung menyambut MTQ, juga jalan darat dari Samarinda, Loa Janan dan Tenggarong.

Hotel Mesra Samarinda milik H Rusli juga dibangun untuk menyambut tamu-tamu MTQ IX. Sebelumnya di Samarinda hanya terdapat hotel kecil, sehingga sebagian kafilah dari berbagai daerah diinapkan di rumah-rumah penduduk.

Uniknya, pada pelaksanaan MTQ IX dan XXX, Pemkot Samarinda punya proyek yang sama. Yaitu sama-sama membenahi tepian Mahakam dan Pasar Pagi. Saat ini bangunan lama Pasar Pagi dibongkar habis, sedang Tepian Mahakam tengah dibenahi diantaranya diwujudkan menjadi Teras Samarinda, yang indah dan asri. “Teras Samarinda untuk menyambut tamu-tamu MTQ,” kata Wali Kota Andi Harun.

Dulu  Sungai Mahakam hanya disibuki dengan lalu lintas perahu ketinting serta kapal kayu barang dan manusia menuju pedalaman. Atau puluhan rakit kayu gelondongan, tapi sekarang disesaki dengan ratusan kapal ponton pengangkut ribuan ton batu bara.

Sebelum membuka MTQ Nasional IX, Presiden Soeharto sempat berkunjung ke kompleks industri kayu PT Inhutani I di kawasan Karang Asam, Teluk Lerong Ulu. Berkat perjuangan Gubernur Soewarna AF, di kawasan itu berhasil dibangun Islamic Center Samarinda dengan bangunan utamanya Masjid Baitul Muttaqien.

Ini masjid terbesar kedua di Asia Tenggara dengan daya tampung 45 ribu jamaah. Peletakan baru pertamanya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri 5 Juli 2001 dan peresmian penggunaannya oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 16 Juni 2008.

Arsitekturnya mengadopsi  gaya Eropa, Timur Tengah dan Indonesia. Model kubahnya mirip kubah Masjid Hagia Sophia Turki. Tiga dari 7 menaranya setinggi 99 meter melambangkan 99 asmaul husna atau nama-nama Allah.

Ketua  Samarinda Islamic Center adalah Awang Dharma Bakti (ADB). Dia adalah mantan Kadis PU Kaltim, yang terlibat dalam pembangunan kawasan pusat peradaban syiar Islam dan objek wisata religi itu. “Saya ingin berbakti dan beribadah di tempat ini,” katanya.

Banyak yang berharap di MTQ Nasional XXX yang diketuai Sekprov Sri Wahyuni, Kaltim meraih dua sukses. Sukses penyelenggaraan dan sukses meraih prestasi. Mudah-mudahan muncul lagi Ali Yusni dan Qustaniah baru dari generasi milenial, Z dan Alpha. Insyaallah.(*)

40 Hari Jokowi di IKN

September 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PRESIDEN JOKOWI menutup masa pengabdiannya dengan tinggal dan bekeja di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN). Hitung-hitung sekitar 40 hari. Dia baru kembali ke Jakarta satu hari (H-1) menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden baru, 20 Oktober 2024.

Jadwal itu memberi isyarat bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah Prabowo sebagai presiden bersama Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi sebagai wapres tetap di Jakarta bukan di IKN.

Malam tadi Jokowi membuka PON XXI Aceh-Sumut bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Stadion Harapan Bangsa, Aceh. Kontingen Kaltim berkekuatan 660 atlet tampil dipimpin langsung oleh mantan gubernur Isran Noor.

Kaltim optimis mempertahankan posisinya di 5 besar. Sampai kemarin, dalam klasemen sementara kedudukan Kaltim di urutan 11 dengan 3 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Sebelum terbang ke Aceh, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi lebih dulu membuka MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Minggu (8/9) malam. Kemudian dari Bandara APT Pranoto terbang ke Aceh.

Presiden saat bekerja di Istana Garuda IKN

Laporan terakhir dari Plt Wakil Ketua Otorita IKN Raja Juli Antoni, jadwal Jokowi ke IKN tidak jadi tanggal 10 September, tetapi Kamis (12/9). “Kalau berita terakhir Kamis (Jokowi ke IKN), sedang undangan untuk Sidang Kabinet Paripurna di IKN  hari Jumat (13/9),” jelasnya.

Penundaan kedatangan Jokowi itu sepertinya berkaitan dengan persiapan bandara IKN. Ketua Satgas Pelaksana Pembangunan IKN Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengisyaratkan, dalam satu dua hari ini landasan pacu tahap 1 sepanjang 2.200 meter sudah siap dipakai.

Jadi pesawat kenegaraan RI1, Boeing 737-800 berbadan ramping sudah bisa mendarat. Hanya saja diakui kalau terminalnya masih dalam penyelesaian.

Dalam keterangan terpisah Senin kemarin, Menteri PU sekaligus Plt Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melaporkan panjang runway bandara IKN malam tadi sudah rampung dan siap didarati pesawat kepresidenan.

Bandara IKN tadinya masuk klasifikasi VVIP.  Very Very Important Person atau naratetama. Bandara khusus yang digunakan untuk melayani kepentingan kegiatan pemerintahan di IKN. Tapi belakangan statusnya akan diubah menjadi bandara komersial internasional seperti bandara biasa lainnya.

Jika bandara IKN di Kelurahan Gersik, PPU itu sudah bisa dipakai, maka Jokowi sudah tidak lagi mendarat di Balikpapan. Kecuali para menteri atau tamu-tamu yang akan menemui Presiden tetap lewat Sepinggan. Sebab pesawat berbadan lebar baru bisa mendarat di bandara IKN jika landasan pacu sudah mencapai 3.000 meter.

Menurut Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono, seluruh kegiatan Presiden Jokowi sejak 10 September benar-benar dipusatkan di Istana Garuda. Termasuk rapat-rapat penting dan menerima para tamu. “Jokowi  juga akan melakukan kunjungan kerja ke daerah melalui IKN dan pulang kembali ke IKN,” tambahnya.

Di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIIP) ada dua istana. Yaitu Istana Garuda dan Istana Negara. Istana Garuda adalah tempat kerja presiden sekaligus kediaman resmi. Sedang Istana Negara disiapkan  untuk menerima tamu-tamu negara.

Di depan Istana Garuda adalah lapangan yang dipergunakan pada peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan dan Taman Kusuma Bangsa, di mana berdiri patung Bung Karno dan Bung Hatta. Di situ juga ada Plaza Seremoni. Di dalamnya ada bangunan yang difungsikan sebagai Visitor Center. Pengunjung bisa mendapatkan berbagai informasi dan juga berfungsi sebagai Sentra UMKM.

ASN TUNDA LAGI

Sementara itu sampai akhir jabatan Jokowi, sepertinya pemindahan 1.700 Aparatur Sipil Negara (ASN) tahap 1 ke IKN belum bisa dilaksanakan. Penundaan itu sudah ketiga kalinya terjadi.

Sebelumnya Presiden merencanakan pemindahan ASN termasuk PNS, TNI dan Polri secara bertahap sejak bulan Juli lalu. Termasuk para menteri. Karena itu rumah tapak jabatan menteri (RTJM) cepat-cepat diselesaikan.

Ternyata rencana pertama itu ditunda ke bulan September karena apartemen yang menjadi tempat kediaman ASN masih dipakai untuk keperluan upacara 17-an. Belakangan disampaikan lagi penundaan sampai waktu yang belum ditentukan.

Jokowi mengatakan kepada wartawan, penundaan itu hanya bersifat sementara. Tapi dia mengakui memindahkan ASN tidak segampang yang dibayangkan. “IKN itu pekerjaan yang sangat besar sekali. Jadi tidak segampang yang kita bayangkan, pindah langsung pindah,” tambahnya.

Dia menegaskan, pemindahan ASN ke IKN mesti memperhatikan kesiapan segalanya, termasuk kesiapan rumah dan apartemen yang akan ditempati beserta instalasi dasar seperti air dan listrik.

“Semuanya akan tergantung dengan fasilitas yang ada sudah siap apa belum. Saya kira kita pindah itu kalau betul-betul siap, termasuk saya juga,” jelasnya.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, Presiden menginstruksikan mengkaji ulang rencana pemindahaan ASN. “Karena masih menunggu penyempurnaan berbagai hal seperti kesiapan perkantoran, tempat tinggal dan sistem digital,” katanya.

Selain mengangkut ASN dari Jakarta, Menpan juga merekrut CPNS baru sebanyak 40.021 orang untuk mengisi berbagai kelembagaan yang pindah ke IKN. Termasuk di dalamnya ada  afirmasi sebesar 5 persen atau 2.000 orang jatah untuk putra-putri terbaik Kalimantan khususnya Kaltim.

Pemindahan ASN ke IKN juga dimaksudkan sebagai perwujudan dari transformasi budaya kerja baru yang agile (cepat, bebas bergerak dan waspada) serta adaptif terhadap teknologi.

Untuk kelancaran Presiden Jokowi bekerja di IKN, sejumlah staf dan ASN dari Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Presiden termasuk juru masak dan rumah tangga Istana sudah mulai berkantor dan bertugas di Sepaku

Berkaitan dengan pemindahan, Jokowi juga menyinggung soal kesiapan air. Menurut Menteri PUPR Basuki yang juga Plt Ketua Otorita IKN, air sudah mengalir mulai Kantor dan Istana Presiden, RJTM, hunian ASN hingga fasilitas umum seperti hotel, sekolah dan rumah sakit.

Air mulai mengalir setelah Kementerian PUPR menyelesaikan proses tes pengaliran air (running test ke-3) dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) dari Waduk Sepaku. Dari sini rencananya juga akan dikirim ke Balikpapan sebanyak 500 liter per detik.

Air bersih di IKN memiliki kualitas yang sama seperti air minum, sehingga mereka yang tinggal di sana bisa langsung meminum air dari keran yang ada. Basuki sudah mencobanya di depan para wartawan. Apakah Jokowi juga akan meminumnya, kita lihat nanti.

Dengan berkantornya Jokowi di Istana Garuda sebulan lebih, yang paling repot adalah para pejabat Otorita IKN. Maklum selama ini mereka berkantor dan tinggal di Batakan, Balikpapan Timur. Kantor Otorita di IKN sampai saat ini masih dalam masa konstruksi.

Tugas berat juga diemban Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto. Ratusan pasukan dan personelnya harus siang malam melakukan penjagaan di wilayah IKN dan sekitarnya.

Apakah Prabowo akan berkantor di IKN? Sepertinya belum. Kalaupun ada mirip ala Jokowi hanya sekali-sekali. Apalagi kantor wapres di IKN,  baru saja dibangun. Ibu Kota Negara baru resmi pindah ke Sepaku kalau Prabowo sebagai presiden menandatangani Keppresnya.

“Nah pada saat Keppres terbit, maka otomatis DKI Jakarta berhenti sebagai ibu kota negara,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono. (*)

Teras Samarinda untuk MTQ

September 8, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TEPIAN MAHAKAM di Samarinda punya wajah baru. Namanya Teras Samarinda. Itu adalah proyek penataan ruang terbuka hijau (RTH) sepanjang Jl Gajah Mada terutama dari Pelabuhan Pasar Pagi sampai depan Kantor Gubernur.

Di seberang Kantor Gubernur ada bangunan dengan desain yang unik dan futuristik. Terutama bentuk atapnya. Di situ ada panggung dengan amphitheater dan tata lampu yang lengkap.  Pengoperasiannya diatur secara profesional melalui aplikasi.

“Fasilitas itu adalah untuk kreativitas anak muda terutama di bidang musik. Silakan anak-anak muda memanfaatkannya setiap saat,” kata Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin.

Tak jauh dari situ ada 4 bangunan berbentuk kotak berwarna kuning. Sangat menarik. Ternyata itu fasilitas untuk UMKM. Yang ingin menempatinya harus mendaftar melalui platform TerasSamarinda.com. Para pengunjung yang ingin berbelanja hanya dilayani dengan transaksi pembayaran nontunai alias berbasis digital.

Saya melintasi Teras Samarinda, kemarin petang. Ribuan orang terutama anak-anak dan anak muda tumplek di sana. Mereka semua jalan kaki. Karena tempat parkir kendaraan dipusatkan 400 meter ke arah Teluk Lerong. “Kita budayakan berjalan kaki, untuk menghindari kemacetan dan baik untuk kesehatan,” kata Wali Kota Andi Harun.

Peresmian Teras Samarinda dilakukan Wali Kota, Jumat (6/9). “Ini ikon baru Kota Tepian yang kita buka persis  untuk menyambut tamu-tamu dari berbagai penjuru Indonesia yang mengikuti MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di kota ini,” ujarnya dengan senyum bangga.

MTQ Nasional XXX berlangsung sejak  8 sampai 16 September. Dihadiri sekitar 5.000 tamu dari  kafilah seluruh daerah di Indonesia. Presiden Jokowi yang langsung membuka malam ini. Pasti meriah dan penuh syiar agama. Lokasinya di Kompleks Gelobal Kadrie Oening, Sempaja.

Setelah itu Presiden meluncur ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencananya dia akan menghabiskan masa jabatannya selama 40 hari di sana. Sehari menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden baru penggantinya, 20 Oktober nanti, Jokowi baru kembali ke Jakarta.

Sebelum ke IKN sepertinya Jokowi terbang dulu ke Aceh untuk membuka PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Senin (9/9) besok bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Kontingen Kaltim dipimpin langsung oleh mantan gubernur Isran Noor dengan kekuatan 660 atlet. Kaltim yang menargetkan bertahan di 5 besar sampai saat ini masih di urutan ke-20 dengan 1 medali perak dan 1 perunggu.

Isran dan Ketua KONI Rusdiansyah Aras optimis target itu akan tercapai. “Kita prediksi atlet kita  akan membawa pulang 35 sampai 40 medali emas,” katanya.

MASIH TAHAP PERTAMA

Andi Harun senang meski proyek Teras Samarinda belum seluruhnya rampung, tapi sebagian sudah bisa dimanfaatkan bagi warga kota dan khususnya para tamu MTQ yang ingin menikmati keindahan Sungai Mahakam. Sungai sepanjang 920 kilometer itu sekarang ini tiap hari dilewati ratusan ponton kapal yang mengangkut ribuan ton batu bara.

Di pedalaman Mahakam terutama di Danau Jempang, Semayang dan Melintang hidup spesies mamalia

air tawar yang terancam punah dan langka di dunia yakni Pesut Mahakam atau dalam bahasa Latin disebut Orcaella brevirostris.

Bagi yang ingin menikmati atau mengarungi Sungai Mahakam bisa naik perahu ketinting atau naik kapal wisata dari Pasar Pagi sampai jembatan kembar Mahakam. Kita bisa melihat keindahannya termasuk melintasi Islamic Center Samarinda, yang mirip Masjid Nabawi di Madinah.

Dari Sungai Mahakam kita bisa menikmati masakan ikan air tawar seperti ikan lais, baung, biawan, pepuyu, haruan sampai udang air tawar. Ada juga ikan pipih (ikan belida) yang dagingnya  dibuat amplang untuk oleh-oleh pulang. Bisa beli di Teluk Lerong.

Kalau kita menyeberang naik perahu ketinting ke Samarinda Seberang atau lewat Jembatan Mahakam, kita bisa mengunjungi pusat kerajinan sarung samarinda yang sangat terkenal.

Bisa juga datang ke rumah Haji Muhyar, yang tersohor dengan kemampuannya mengantar seseorang meraih hajat dan cita-citanya. Banyak tokoh nasional termasuk calon presiden, jenderal dan kepala daerah berkunjung dan meminta berkah ke rumahnya.

Ada kepercayaan di kalangan warga Samarinda. Bagi orang luar yang datang dan meminum air Mahakam, selain mendapat berkah juga suatu saat pasti akan datang lagi.

Teras Samarinda dibangun dengan dana APBD Kota sebesar Rp36,9 miliar. Itu baru tahap pertama. Karena rencana keseluruhan akan menghabiskan dana sampai Rp600 miliar. Dana sebesar ini  juga mencakup pembenahan kawasan pelabuhan. “Saya optimis proyek ini bisa kita selesai,” ungkap Andi Harun, yang saat ini juga disibukkan urusan Pilwali.

Selain Teras Samarinda, Andi Harun punya sejumlah proyek mega yang mampu mengubah wajah Kota Tepian lebih maju dan modern. Di antaranya pembangunan kembali kompleks Pasar Pagi, penataan Sungai Karang Mumus dan pembangunan terowongan Samarinda, yang menembus bukit di Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Kakap di Kelurahan Selili.

Proyek bernilai Rp395 miliar itu ditargetkan selesai akhir 2024. Tapi belakangan Wali Kota mengisyaratkan tertunda sekitar 2 bulan. Di antaranya soal pembebasan lahan. Ketika saya melintas di sana kemarin, sepertinya pengerjaan terowongan yang dilaksanakan PT PP Persero Tbk  sudah dilanjutkan kembali.

Wajah kompleks pertokoan kerajinan di Citra Niaga juga sudah berubah. Penataan lagi dilakukan oleh Andi Harun. Hanya saja ketika saya membeli lempeng Kong Jie kemarin, mobil saya terjebak lantaran ada dua musibah kebakaran terjadi di sana.

Berkat berbagai program terobosan itu,  kepopuleran dan elektabilitas Andi Harun di mata masyarakat sangat tinggi. Dalam Pilwali sekarang, Andi Harun yang berpasangan dengan Saefuddin Zuhri tidak punya lawan. Calon-calon lainnya mundur teratur. Karena itu Pilwali Samarinda bakal melawan kotak kosong. Satu-satunya yang terjadi di Pilkada Serentak di Kaltim.(*)

Hadi Temu Seno: Jangan Baper

September 6, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DUA Calon wakil gubernur (Cawagub) Kaltim bertemu. Hadi Mulyadi dan Seno Aji. Pertemuan itu berlangsung dalam acara yang menarik. Dialog Kebudayaan, Lingkungan, dan Sumber Daya Alam (SDA) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 yang digelar di Kampus Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kamis (5/9).

Yang punya hajat adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kaltim. “Acara ini dilaksanakan bekerjasama dengan mitra lainnya  dan Unmul,” kata sang ketua, HM Fauzi A Bahtar.

Tujuannya memperkenalkan kedua calon kepada mahasiswa. Selain juga untuk mendengarkan pandangan dan gagasan kedua calon mengenai  kebudayaan, tata kelola lingkungan dan pengelolaan SDA di Kaltim.

Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), pada masa kampanye nanti, 25 September-23 November 2024, semua paslon bisa berkampanye di kampus-kampus perguruan tinggi. Syaratnya sepanjang ada izin atau undangan dari rektor dan tidak membawa atribut atau alat peraga kampanye.

Hadi Mulyadi dan Seno Aji sama-sama tersenyum ketika salam komando.(Charles Siahaan)

Para mahasiswa mengapresiasi prakarsa yang dilakukan PWNU Kaltim. Menurut mereka, pandangan dua paslon gubernur dan wakil gubernur Kaltim sangat penting bagi daerah ini di masa depan, mengingat Kaltim penuh keanekaragaman budaya dan terlalu menggantungkan diri dari eksploitasi SDA selama ini.

Rektor Unmul Prof Abdunnur juga hadir. Dia membuka ruang kepada paslon kampanye di kampus. “Dialog paslon semacam ini sangat penting di kampus, juga baik untuk pendidikan dan pemahaman politik kepada mahasiswa,” jelasnya.

Kedua cawagub duduk berdampingan dan sempat melakukan salam komando. Saling melempar senyum dan terlibat dalam pembicaraan yang akrab. Hadi akan maju bersama Isran Noor sebagai petahana, sedang Seno mendampingi Rudy Mas’ud sebagai penantang. Pilgub  Kaltim hanya diikuti dua paslon saja.

“Pak Hadi ini adalah teman saya. Sudah 6 tahun kami bersama-sama. Saya di pimpinan Dewan dan beliau sebagai wakil gubernur. Saya rasa nggak ada masalah. Soal kontestasi masalah lain, kita sama-sama menawarkan program, visi dan misi. Masyarakat yang memilih,” kata Seno.

Hal yang sama juga disampaikan Hadi Mulyadi. “Pertemuan dengan Pak Seno biasa saja.  Kita sama-sama membangun Kaltim. Kemarin beliau di legislatif dan saya di eksekutif. Siapapun yang terpilih itu pilihan masyarakat dan kehendak Allah, jadi jangan baper,” ujarnya sambil tersenyum.

Sebelum menjadi Wagub, Hadi juga cukup berpengalaman berada di kursi legislatif. Dia pernah menjadi anggota DPRD Kaltim dan DPR RI ketika bergabung dengan PKS. Sekarang Hadi menjadi ketua DPD Partai Gelora Kaltim.

Menurut Seno, Kaltim menjadi salah satu provinsi dengan jumlah masyarakat adat terbanyak. Jika dikaitkan dengan hutan yang ada di Kaltim, maka sekitar 7.000 hektare yang sudah menjadi milik masyarakat adat. “Kearifan lokal ini perlu kita jaga dan lestarikan serta diintegrasikan bagi pembangunan Kaltim ke depan,” tambahnya.

Hadi menekankan betapa pentingnya kita menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah. Dia mengakui dalam masa kepemimpinannya bersama Pak Isran masih ada permasalahan masyarakat adat yang belum dituntaskan.  “Jika kami terpilih kembali, semua permasalahan adat yang ada segera kami selesaikan,” tandasnya.

BERTEMU RELAWAN

Sambil menunggu pengumuman KPU tentang penetapan pasangan calon dan pengambilan nomor undian peserta 22 September mendatang, kedua paslon gubernur dan wagub Kaltim terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Rudy dan Seno terus bergerak. Hal yang sama juga dilakukan oleh Isran dan Hadi. Kedua paslon sama-sama mengklaim kemenangan dan siap memimpin Kaltim pada periode 2024-2029. Para pendukungnya juga makin bersemangat. Sosialisasi tidak saja dilakukan dengan bertemu langsung dengan warga, tetapi juga  “perang” masif melalui media sosial.

Bertempat di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (4/9), Hadi bertemu dengan ribuan Relawan Isran-Hadi se-Kaltim. Di samping itu, Hadi juga bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat di Muara Jawa, Handil dan Samboja yang diinisiasi oleh Ketua Keluarga  Bubuhan Banjar Kaltim (KBBKT) Balikpapan H Redy Asmara. Kebetulan Redy orang sana. “Kita siap memenangkan Isran-Hadi,” ujarnya.

Setidaknya saat ini ada 200-an kelompok Relawan Isran-Hadi tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Mereka siap memenangkan jagonya. “Kalau mau menang, kita semua harus bekerja keras, kompak dan jangan lupa berdoa,” kata Hadi.

Menurut Hadi, semua relawan harus bergerak sejak sekarang. Setiap kelompok relawan harus membentuk simpul-simpul sebanyak mungkin di tengah masyarakat. “Kita harus menang minimal di 8 kabupaten/kota,” tandasnya.

Sekretaris Tim Kemenangan Isran-Hadi, Marten Apuy meminta semua pendukung Isran-Hadi terutama para relawan bisa menjelaskan kepada masyarakat berbagai kelebihan dan prestasi yang dimiliki Isran dan Hadi. “Mereka berdua adalah pemimpin yang jujur, amanah dan mampu bekerja keras untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” jelasnya.

Dengan visi Kaltim Berdaulat Jilid 2, Isran dan Hadi akan membuat Kaltim lebih maju lagi dan mampu menjadikan daerah ini mampu membangun dan meraih kemajuan dengan kemampuan diri sendiri. Sumber pendapatan makin meningkat, kualitas warganya makin hebat dan tingkat kesejahteraan makin besar.

Kelompok Relawan Isran-Hadi yang hadir di antaranya Bravo Raja Naga, GEBRAK Kaltim, Relawan BUJA, Driver Borneo Family, Relawan Nusantara, Relawan Ibu Noor Laila, Gepak Bontang, GALAK, Forum Aswaja Nusantara, DPA Dayak Kutai Banjar, Relawan Anak Sekolah, Sahabat Sejati, Baja, Kawan Randi, IKK Bajau, Sempekat Nusantara (Serat), Sahabat Sejati, Srikandi Manado Nusantara, Forum Masyarakat Peduli Masjid, PWRI Kutim, Perpedayak Nusantara dan banyak lagi kelompok relawan lainnya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb