Pak Prabowo, Jangan Lupa Menteri dari Kaltim

September 3, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DI TENGAH hiruk pikuk urusan Pilkada Serentak, perhatian publik juga mengarah ke sosok Prabowo, yang pada tanggal 20 Oktober 2024 nanti  dilantik menjadi presiden ke-8 Republik Indonesia menggantikan Joko Widodo. Dia akan dilantik bersama wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, putra  Jokowi.

Langkah selanjutnya yang juga ditunggu-tunggu adalah pengumuman siapa saja yang terpilih mengisi pos-pos di Kabinet Prabowo-Gibran. Dan apa nama kabinetnya nanti? Kalau era Jokowi disebut Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Prabowo didampingi Sufmi Dasco Ahmad dan Ahmad Muzani

Prabowo sendiri memberi isyarat sebagian menteri yang berada di era Pemerintahan Jokowi akan masuk kembali di kabinetnya. “Pak, maaf Pak, karena Bapak pilih orang-orang hebat, maka sebagian dari mereka akan masuk di kabinet saya nanti,” kata Prabowo di depan Presiden Jokowi dalam acara Apel Akbar Kader Partai Gerindra 2024 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (31/8).

Siapa saja muka lama yang bakal ditarik kembali? Sepertinya ada beberapa nama yang sudah santer disebut-sebut. Nama-nama itu juga masuk dalam draft Kabinet Prabowo yang beredar di berbagai media sosial.

Di antaranya Bahlil Lahadalia. Meski dikuliti habis-habisan oleh Rocky Gerung dan warganet, hampir pasti putra kelahiran Banda, Maluku Tengah, 48 tahun silam ini, masuk di Kabinet Prabowo. Ada yang menyebut dia tetap sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bisa juga di pos lain. Malah ada draft yang menempatkannya sebagai Menko Ekuin.

Bahlil selain orang kepercayaan Presiden Jokowi, dia juga sekarang menjadi ketua Umum DPP Golkar menyusul  mundurnya Airlangga Hartarto yang penuh kehebohan. Bahlil pernah menjadi ketua umum BPP HIPMI dan Menteri Investasi/Kepala BKPM.

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas sepertinya juga akan bertahan sebagai Menteri Perdagangan. Dia juga orang kepercayaan Jokowi dan sangat menonjol penampilannya di KIM.

Demikian juga Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti  Yudhoyono (AHY) sepertinya tetap di posnya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Wajah baru yang kemungkinan masuk di antaranya orang dekat Prabowo,  Syafrie Syamsudin. Dia boleh jadi menggantikan posisi Prabowo sebagai Menteri Pertahanan sekaligus Koordinator Pangan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat.

Syafrie adalah purnawirawan jenderal bintang 3 kelahiran Makassar. Usianya sudah  71 tahun. Perjalanan kariernya di TNI kerap bersama Prabowo. Dia pernah menjadi Satgas Kopassus Timtim, Pangdam Jaya, Sekjen dan Wakil Menhan. Jadi wajar kalau dia dipromosikan menjadi menteri pertahanan.

Rahayu Saraswati dan Grace Natalie adalah dua wanita yang kemungkinan juga masuk dalam Kabinet Prabowo. Dalam draf yang beredar, Rahayu menjadi Menteri Sosial dan Grace menjadi wakilnya.

Sebelumnya Rahayu adalah  Wakil Komandan Tim Kampanye Prabowo-Gibran dan Grace adalah Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, yang sekarang menjadi Staf Khusus dan juru bicara Presiden Jokowi.

Rahayu masih muda. Kelahiran Jakarta berusia 38 tahun. Tapi ayahnya adalah Hasim Sujono Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo, yang bakal menjadi arsitek utama di balik pemerintahan Prabowo.

Dalam draf yang lain Grace diplot menjadi Menteri Kesejahteraan Perempuan dan Anak.

Jika benar infonya, ini bakal heboh. Dalam draf yang beredar menyebutkan Dr Hotman Paris Hutapea akan menjadi Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pengacara ini terkenal dengan gaya hidupnya yang mewah terutama sejumlah cincin berlian yang dipakainya bernilai miliaran rupiah.

Menteri atau wakil menteri yang dilantik Jokowi beberapa bulan sebelum berakhir masa jabatan presiden, sepertinya juga akan masuk kembali. Mereka memang orang-orang Prabowo yang ditempatkan pada masa transisi.

Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono (putra mantan gubernur BI Soedrajad Djiwandono) yang saat ini diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan tidak tertutup kemungkinan ditingkatkan menjadi Menteri Keuangan. Kalaupun tidak, minimal ia tetap di jabatan sekarang.

Nama Rosan Perkasa Roeslani sepertinya bakal tetap sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM dan Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Demikian juga Angga Raka Prabowo sebagai Wakil Menteri Kominfo.

Rosan adalah pria kelahiran Jakarta. Usianya 55 tahun. Dia pernah menjadi Ketua Umum KADIN, Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin, Duta Besar Indonesia untuk AS, Wakil Menteri BUMN dan Ketua Tim Kampanye Prabowo-Gibran.

Supratman Andi Agtas lahir di Soppeng, Sulsel, 54 tahun. Dia akademisi, advokat dan politisi kader Partai Gerindra yang duduk di Komisi VI dan Ketua Baleg DPR RI.

Sedang Angga yang punya embel-embel Prabowo dan Raka, adalah loyalis berat Prabowo. Dia pernah menjadi sekretaris pribadi Prabowo pada 2014 hingga 2017. Karena itu ada isu yang beredar dia bakal menempati posisi sebagai Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Ketua Harian Partai Gerindra Profesor Sufmi Dasco Ahmad disebut-sebut sebagai Mendagri atau Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab). Sedang Sekjen Gerindra Ahmad Muzani diplot menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Menanggapi daftar atau draf nama menteri Prabowo yang sudah beredar, menurut Sufmi Dasco bukan daftar resmi yang benar-benar dibuat Prabowo-Gibran. “Yang beredar itu kita anggap saja sebagai aspirasi atau dinamika,” jelasnya.

MANA ORANG KALTIM?

Nah, yang menjadi pertanyaan bagi kita orang Kaltim adalah apakah Prabowo sudah melirik putra terbaik Kaltim untuk masuk dalam kabinetnya. Keinginan ini sudah lama kita dambakan karena hampir tidak pernah ada orang Kaltim menjadi menteri.

Karena lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) masuk wilayah Kaltim, maka rasanya wajar kalau Prabowo memberikan kehormatan ada putra terbaik Kaltim masuk dalam kabinetnya, apakah menjadi menteri, wakil menteri atau lembaga setingkat menteri.

Prabowo sendiri punya kedekatan khusus dengan Kaltim, sebab sebagian usahanya ada di daerah ini. Mulai pabrik kertas sampai lahan seluas 265 ribu hektare dekat IKN, yang dimanfaatkan untuk proyek reboisasi, air bersih, biofuel dan konservasi orangutan dan satwa liar lainnya.

Gubernur Isran Noor pernah bertemu Prabowo menjelang Pilkada. Menurut Isran, dia sempat ditawari menjadi menteri. Tapi dia secara halus menolak tawaran itu karena ingin menuntaskan tugasnya untuk menjadi gubernur Kaltim periode kedua, 2024-2029.

Sebelumnya saya pernah menulis beberapa nama yang sangat memungkinkan dipromosikan masuk dalam kabinet Prabowo. Di antaranya Rektor Universitas Mulawarman Prof Abdunnur, yang memungkinkan menjadi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Karena kawasan hutan tropis terbesar ada di Kaltim.

Juga Rektor Universitas Mulia (UM) Balikpapan Prof Muhammad Ahsin Rifa’i. Dia juga orang Banjar yang pakar perikanan. Ada juga Prof Kamaruddin Amin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Dia kelahiran Bontang. S2 dan S3 nya dari Belanda dan Jerman serta pernah belajar di Mesir.

Satu lagi orang Kaltim kelahiran Balikpapan yaitu Prof KH Yudian Wahyudi, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sayangnya namanya tercoreng ketika mempersiapkan Paskibraka Nasional di IKN, 17 Agustus 2024 lalu. Gara-gara kebijakan dia melepas jilbab Paskibra putri.

Ada juga politikus Kaltim yang cukup andal. Dia adalah Dr Mahyudin, yang sekarang adalah Wakil Ketua DPD RI. Pernah menjadi Bupati Kutai Timur (Kutim), Ketua DPD Golkar Kaltim, Wakil Ketua Umum DPP Golkar, anggota DPR RI dan Wakil Ketua MPR RI. Dia penerima Bintang Mahaputera Nararya.

Bisa juga menjadi pertimbangan adalah Dr Ir Muhammad Nurdin, yang sekarang widyaiswara di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes). Nurdin, putra kelahiran Samarinda yang pernah menjadi Dirjen dan Staf Ahli di sana.

Menurut saya, tugas pertama anggota DPRD Kaltim yang baru dilantik Senin (2/9) kemarin, segera mengusulkan putra Kaltim kepada Prabowo untuk dipilih menjadi menteri. Juga perlu diperkuat dan dukungan dari berbagai lembaga adat dan masyarakat di Bumi Etam. Kita tahu penunjukan menteri adalah hak prerogatif seorang presiden. Tapi tak ada salahnya bila kita mengusulkan.(*)

Isran, BKT, Rapak dan Air

September 1, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ISRAN NOOR muncul lagi di Kampus Universitas Mulia (UM) Balikpapan. Dia didaulat berbicara di depan lebih 500 mahasiswa baru. Acaranya berlangsung di ballroom Chengho, Jumat (30/8). Mulanya dijadwalkan pagi, tapi akhirnya baru bisa dilaksanakan pukul 14:00.

“Mohon maaf saya baru selesai pemeriksaan kesehatan sekitar pukul 11:45,” katanya. Isran dan Hadi Mulyadi sejak Kamis (29/8) menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD A Wahab Sjahranie (AWS) mengikuti tahapan pelaksanaan Pilgub Kaltim 2024.

Dia sudah melakukan pendaftaran di sekretariat KPU Kaltim, Rabu (28/8) lalu. Sejumlah berkas sudah disampaikan terutama surat dukungan dari partai. Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, mulai tes kejiwaan sampai pemeriksaan fisik.

Isran Noor berfoto di tengah-tengah mahasiswa baru Universitas Mulia

Datang ke kampus UM, wajah Isran tetap cerah dan bersemangat. “Hebat kondisi kesehatan beliau, tidak ada tanda-tanda kelelahan,” kata Dr Agung Sakti Pribadi, direktur Eksekutif Yayasan UM, yang menyambutnya bersama Rektor UM Prof Muhammad Ahsin Rifa’I dan wakil rektor lainnya.

Dr Agung menjelaskan, dia perlu mendatangkan Isran untuk para mahasiswa baru UM, biar mereka punya wawasan dan semangat  seperti yang dilakukan Isran Noor. “Kita ingin mahasiswa baru UM punya kapasitas melebihi mahasiswa kampus lain,” jelasnya.

Hanya sebentar istirahat di ruang rektor, Isran langsung menemui para mahasiswa baru yang sudah menunggunya. Isran mendapat aplaus meriah. “Saya suka dan berterima kasih dengan beliau, Pak Isran ketika menjadi gubernur gencar melaksanakan program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Saya salah satu penerimanya,” kata seorang mahasiswi penuh kebanggaan.

BKT adalah beasiswa yang diberikan oleh Pemda Kaltim untuk membantu putra-putri Kaltim untuk meningkatkan keterampilan dan melanjutkan pendidikan terutama bagi mahasiswa yang kurang mampu atau yang berprestasi. Selain juga untuk anak berkebutuhan khusus, anak/cucu veteran, hafiz/hafizah serta anak korban KDRT.

Selama 5 tahun masa tugas Isran-Hadi (2018-2023), dana APBD yang digelontorkan untuk program BKT mencapai Rp1,3 triliun. “Kalau kita terpilih kembali, anggaran BKT kita tingkatkan lagi sampai Rp2,5 triliun. Itu belum pernah terjadi di provinsi lain,” kata Isran disambut aplaus meriah.

Dia juga sangat berkeberatan jika ada pihak yang bermaksud mengurangi anggaran beasiswa. “Saya tidak bisa terima karena ini menyangkut nasib kualitas putra-putri Kaltim menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Sejumlah pertanyaan dan usulan soal BKT disampaikan para mahasiswa baru UM kepada Isran. Di antaranya jangan sampai ada penerimanya dari anak-anak yang orangtuanya terbilang mampu. Juga ada usul penambahan  jumlah penerimanya.

Program BKT tidak saja untuk kelompok pelajar dan mahasiswa, tetapi juga menyasar untuk tenaga pendidik seperti guru dan dosen yang menempuh studi magister (S2) dan doktor (S3). “Iya guru dan dosen masuk prioritas kita agar kualitas mengajarnya lebih baik lagi,” kata Isran.

SOAL FLYOVER RAPAK

Para mahasiswa baru UM berebut mengajukan pertanyaan kepada Isran mulai soal programnya jika terpilih lagi sampai persoalan kota Balikpapan seperti rencana pembangunan flyover atau jalan layang di simpang lima Rapak, masalah banjir dan kelangkaan air bersih serta adanya bus bantuan Kementerian Perhubungan yang disebut Balikpapan City Trans (BCT).

Mantan bupati Kutai Timur (Kutim) ini mengatakan, dia bersama pasangannya Hadi Mulyadi akan melanjutkan visi misinya, yang tertuang dalam Kaltim Berdaulat 2. “Masih banyak program yang harus kami tuntaskan pada2 periode kedua nanti,” tambahnya.

Isran membantah kalau dia tak memerhatikan persoalan persimpangan Rapak Balikpapan yang sering mengundang kecelakaan dan menelan korban jiwa. Justru dia yang mengajukan rencana pembangunan flyover tahun 2021, tetapi digagalkan oleh DPRD Kaltim terutama di antaranya dari Dapil Balikpapan sampai akhirnya 0 Tragedi Rapak pada 21 Januari 2022, yang memakan korban jiwa cukup banyak.

Setelah peristiwa itu, penanganan Rapak diambil alih oleh Kementerian PUPR karena Jalan Soekarno-Hatta termasuk Kawasan Rapak adalah jalan nasional. Bahkan Presiden Jokowi sempat memberikan perhatian khusus.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pembangunan flyover bukan satu-satunya solusi. Ia lebih cenderung melakukan pembangunan underpass (jalur lalulintas yang berbentuk terowongan di bawah tanah) untuk mencegah terulangnya kecelakaan. Untuk jangka pendek sudah dilakukan pelebaran bahu jalan dengan mengambil sebagian lahan Pertamina.

Sayangnya sampai saat ini pembangunan flyover atau underpass belum bisa dilaksanakan. Apalagi ada sebagian warga terutama pedagang di Pasar Rapak sempat melaksanakan aksi unjuk rasa menentang rencana tersebut. Mereka khawatir barang dagangannya tidak laku karena berkurangnya pembeli.

Berkaitan dengan masalah banjir dan kelangkaan air bersih, Isran menjelaskan sebenarnya itu menjadi tugas dan wewenang pemerintah kota. Ia juga sempat menyinggung dan mendengar ada pemandangan yang tidak nyaman, di saat warga kota kesulitan air bersih ada orang penting di Balikpapan justru jualan air.

“Insyaallah jika saya terpilih kembali memimpin Kaltim, persoalan Rapak, banjir dan kelangkaan air bersih di Balikpapan menjadi perhatian saya dan akan saya tuntaskan,” kata Isran yang langsung disambut tepuk tangan riuh  ratusan mahasiswa.

Berkaitan dengan proses Pilkada, Isran sempat menyinggung soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60 dan 70 tahun 2024, yang menghidupkan kembali dan memberi angin segar bagi pembangunan demokrasi Indonesia yang sehat.

Putusan No 60 adalah berkaitan dengan ketentuan ambang batas pencalonan, yang memungkinkan partai nonparlemen bisa mengajukan calon. Sedang putusan No 70 terkait dengan syarat usia minimal calon kepala daerah 30 tahun saat pendaftaran.

Berkat putusan MK No 60, Pilwali Balikpapan yang tadinya terancam kotak kosong jilid 2, akhirnya memungkinkan munculnya dua pasangan calon melawan petahana. Sampai waktu pendaftaran di KPU, peserta Pilwali Balikpapan menjadi 3 pasangan calon.

Dalam proses pencalonan di Pilgub Kaltim, Isran sendiri hampir tidak kebagian kursi karena diborong lawannya. Tapi akhirnya dia mendapatkan rekomendasi dukungan dari Partai Demokrat dan PDI Perjuangan, sehingga bisa mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2024.

Sementara itu, dalam putusan MK No 65 tahun 2023, para kontestan Pilkada 2024 diperbolehkan kampanye di dua tempat yaitu kampus dan fasilitas pemerintah termasuk rumah ibadah sepanjang mendapat izin dari penanggung jawab tempat tersebut dan tidak membawa atribut.

Isran mengaku siap berkampanye di kampus-kampus. “Kalau perlu debatnya di kampus biar lebih ilmiah,” katanya bersemangat.(*)

Malah Samarinda yang Kotak Kosong

August 31, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MASA pendaftaran Pilkada Serentak 2024 termasuk di Kaltim sudah selesai pada Kamis (29/8) malam atau  Jumat dinihari pukul 00:00. Satu-satunya pasangan yang mendaftar di malam terakhir terjadi di Balikpapan. Yaitu pasangan Rendi S Ismail dan Eddy Sunardi dari PDIP.

Pilwali Balikpapan yang tadinya diduga bakal menghadapi kotak kosong jilid 2 ternyata tidak terjadi. Berkat keputusan MK No 60, selain pasangan Rahmad Mas’ud dan Bagus Susetyo, muncul dua pasangan baru. Yaitu Rendi-Eddy serta M Sa’bani dengan drg Syukri Wahid.

Yang repot pasangan petahana calon Pilgub Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi. Tandemnya di Balikpapan dengan siapa? Soalnya Rendi-Eddy didukung PDIP dan pasangan Sa’bani-Syukri di antaranya didukung Partai Demokrat.

Padahal PDIP dan Demokrat adalah pendukung utama Isran-Hadi. “Ya jadinya kita repot juga, hatinya terbelah dua,” kata Hadi, yang juga ketua DPD Partai Gelora Kaltim.

Di Pilwali Balikpapan, Gelora akhirnya mendukung Sa’bani-Syukri. Soalnya Syukri adalah kader Partai Gelora, setelah meninggalkan PKS. Sa’bani sendiri sudah menjadi kader Partai Demokrat.

Pilgub Kaltim sendiri sudah dipastikan hanya diikuti dua pasangan calon. Petahana akan menghadapi pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Pasti seru, karena head to head. Rudy adalah anggota DPR RI dan ketua DPD Golkar Kaltim, sedang Seno, anggota DPRD Kaltim yang juga sekretaris DPD Gerindra.

Pasangan Rudy-Seno memborong 44 kursi dari Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PAN, PKS, PPP, PSI, PBB, Partai Buruh, PKN dan Partai Prima. Sedang Isran-Hadi hanya membawa bendera PDIP dan Demokrat ditambah sejumlah partai nonparlemen, di antaranya Gelora, Partai Bintang, Partai Hanura dan Perindo.

Isran-Hadi dan Rudy-Seno sama-sama mengklaim akan memenangi pertarungan. Beberapa hasil survei menunjukkan petahana lebih unggul. Isran juga sangat optimis. Apalagi sudah berpengalaman memimpin Kaltim selama 5 tahun. Tetapi pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji dengan amunisi dan logistik besar tentu optimis mampu meraih hasil terbaik.

Di luar dugaan, justru dalam Pilwali di Samarinda yang terjadi kotak kosong. Pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri tak ada lawannya. Padahal Andi Harun mengaku tak menginginkan berlaga sendirian. Tapi sepertinya tidak ada yang berani melawan. “Saya tidak merencanakan melawan kotak kosong, tapi saya tak menyangka hampir semua partai memberikan dukungan,” kilahnya.

Pasangan Andi Harun-Saefuddin Zuhri yang melawan kotak kosong

Menurut Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat ada kemungkinan masa pendaftaran diperpanjang selama 3 hari. “Nanti diplenokan setelah batas waktu berakhir,” tambahnya.

Pasangan Andi Harun-Saefuddin juga membuat kejutan. Terjadi hanya beberapa hari sebelum pendaftaran. Sebelumnya Andi Harun membawa nama  Syaparuddin di jalur independen atau perseorangan. Syaparuddin adalah ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso yang berencana maju sendiri lewat PDIP akhirnya kandas. Karena PDIP ikut mendukung Andi Harun. Koalisi pasangan nonparlemen, M Barkati dan Alphard Syarif belakangan juga menghilang.

EDI TETAP MENDAFTAR

Dari Pilbup Kutai Kartanegara (Kukar), pasangan petahana Edi Damansyah dan  Rendi Solihin dari PDIP akhirnya bisa mendaftar ke KPU, Rabu (28/8). Tadinya ramai diperdebatkan, apakah Edi bisa maju atau tidak, karena masa bhaktinya dianggap sudah dua periode. Periode pertama meneruskan jabatan Rita Widyasari, yang tersandung kasus di KPK.

Selain PDIP, Edi-Rendi juga didukung  Partai Demokrat dan Gelora. PDIP adalah pemenang Pileg 2024. Pasangan ini diperkirakan mempunyai peluang besar untuk memenangi kontestasi Pilbup Kukar 2024.

Tapi lawan-lawannya juga tak bisa dianggap remeh. Ada pasangan Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, yang juga kuat. Mereka didukung Partai Golkar, Gerindra, PAN, PKB, NasDem dan PKS, yang menguasai 29 kursi. Selain ada partai non-parlemen, PPP, PBB, Perindro, Hanura, PSI dan Partai Perindo.

Dendi adalah orang Kutai yang pernah menduduki jabatan Danrem 091/ASN di Samarinda. Menjelang masa purna tugasnya, dia mendapat tambahan satu bintang menjadi jenderal berbintang dua atau mayor jenderal (Mayjen).

Masih ada satu pasangan lagi yang meramaikan Pilbup Kukar. Yaitu pasangan independen Awang Yacoub Luthman (AYL) dan Ahmad Zais (AZA). Baik Dendi maupun AYL menyatakan siap untuk mengalahkan pasangan petahana.

Yang menarik Pilbup di Penajam Paser Utara (PPU). Ada 4 pasangan yang siap mengikuti kontestasi. Ada dua mantan bupati yaitu Andi Harahap dan Hamdam Pongrewa. Dua-duanya berpeluang meraup suara terbanyak. Hasil survei menunjukkan angkanya beda tipis.

Andi Harahap yang berpasangan dengan Dayang Donna Faroek (putri mantan gubernur Awang Faroek Ishak) didukung Partai Golkar, PKB, Hanura, PPP dan Perindo.

Sedang Hamdam yang berpasangan dengan Ahmad Basir (AHB) didukung Partai Demokrat, Gelora, Partai Buruh, Garuda, Ummat dan PKN. AHB adalah mantan Ketua NasDem Balikpapan. “Tapi istri saya orang PPU,” katanya.

Dua pasangan lainnya yang juga memburu kemenangan adalah  Desmon Hariman Sormin-Naspi Arsyad didukung PKS, PAN dan PBB. Kemudian pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin didukung Partai NasDem, Gerindra, PDIP dan PSI.

Petahana di Kabupaten Paser pecah kongsi. Bupati sekarang Fahmi Fadli maju sendiri bersama calon wakil baru Ikhwan Antasari. Sedang wakil bupati sekarang, Syarifah Masitah Assegap maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Denni Mappa, Ketua Partai Demokrat Balikpapan.

Masitah-Denni didukung Partai Demokrat, PDIP dan partai non-parlemen di antaranya Partai Gelora, PPP, Partai Ummat, Partai Buruh, PBB dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Sedang pasangan Fahmi-Ikhwan didukung 8 parpol, yaitu PKB, Golkar, NasDem, Gerindra, PKS, Perindo, Hanura dan PAN.

Pilbup Paser hanya diikuti dua pasangan calon. Keduanya haqul yakin memenangi pertarungan dan bisa menjadi Bupati Paser periode 2024-2029.

Tak kalah serunya Pilwali Bontang. Selain petahana juga bercerai dan maju sendiri-sendiri, kembali muncul mantan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, yang akrab dipanggil Bunda Neni. Dia maju bersama Agus Haris, Ketua DPC Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD. Neni-Agus didukung Partai Golkar, Gerindra, PKS, NasDem dan PSI.

Neni membantah melakukan politik dinasti. Soalnya suaminya Sofyan Asdam juga pernah menjadi wali kota. Belum lagi anaknya menjadi Ketua DPRD Bontang. “Saya maju lagi karena ada keresahan masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan,” begitu alasannya.

Sedang Wali Kota sekarang Basri Rase maju bersama calon wakil baru Chusnul Dhihin dengan didukung PKB, Demokrat, Hanura dan Partai Garuda.   Wakil Wali Kota sekarang Hj Najirah maju bersama  Muhammad Aswar. Mereka didukung PDIP, Partai Gelora dan PAN.

Satu lagi pasangan calon yang maju adalah  Sutomo Jabir dan Nasrullah.  Mereka didukung PKB dan Partai Demokrat.

Juga seru adalah Pilbup di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kursi bupati diperebutkan oleh kakak beradik, putera mantan Bupati Kubar Ismael Thomas.

Mereka adalah Frederick Edwin maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Nanang Adriani. Putera kedua Ismael Thomas ini didukung PDIP, PAN, PKS, PKB, Demokrat dan Gerindra.

Sedang anak pertama Thomas, Alexander Edmond digandeng Sahadi, yang merupakan adik Bupati Kubar saat ini FX Yapan. Partai pendukungnya adalah Perindo, Hanura dan PKN.

Keduanya mengaku tidak masalah bertarung di Pilbup Kubar. “Kami serahkan saja kepada masyarakat yang mempunyai hak memilih,”  kata Edmond.

Ismael Thomas sempat menjadi anggota DPR RI dari PDIP.  Tapi dia mengalami pergantian antar waktu (PAW) karena ada masalah hukum yang menjeratnya. Thomas cenderung lebih besar mendukung Edwin, karena dianggapnya sudah lama menyiapkan diri.

Pilbup Kutai Timur (Kutim) juga bakal seru. Ada 2 pasangan calon. Ardiansyah Sulaiman-Mahyunadi (ARMY) mendapat dukungan PKS, Demokrat, Gerindra dan Perindo. Lalu Kasmidi Bulang-Lulu Kinsu (KB-Kinsu) maju dengan Partai Golkar, NasDem, PDIP, PAN, Gelora, PKB, Partai Buruh dan PKN.

Ardiansyah adalah Bupati Kutim sekarang. Dia berpisah dengan wakilnya, Kasmidi Bulang. Mereka maju sendiri-sendiri dengan pasangan baru. Calon wakil Ardiansyah yaitu Mahyunadi adalah adik kandung mantan Bupati Kutai Mahyudin, yang sekarang adalah Wakil Ketua DPD RI.

Pilbup di Kabupaten Berau ditandai dengan kekompakan pasangan petahana Sri Juniarsih Mas (PKS) dengan Gamalis (PPP). SraGam. Mereka masih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Berau. Maju lagi untuk periode kedua  2024-2029. Sedang lawannya adalah Madri Pani dan Agus Wahyudi.

Pilbup yang kelihatannya agak tenang di Kabupaten Mahakam  Ulu (Mahulu).  Ada pasangan Yohanes Avun dan Yohanes Juan Jenau (didukung Partai Golkar, PDIP dan PKS) serta pasangan Owena Mayang Shari-Stanislaus Liah (MaNis). MaNis didukung PAN, PKB, Partai Demokrat dan NasDem.

Selain itu juga ada pasangan Novita Bulan-Artya Fatra Marthin (Bulan-Fatra) didukung Partai Gerindra. Artya Fatra adalah putra dari Marthin Billa, mantan Bupati Malinau yang sekarang menjadi anggota DPD RI.

Beberapa hari ini semua pasangan calon menjalani tes kesehatan. Paslon pertama yang menjalani tes kesehatan di RS A Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda adalah pasangan cagub dan cawagub, Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Selain di RS AWS, pemeriksaan kesehatan juga berlangsung di RSUD Kanujoso Balikpapan.(*)

Isran-Hadi Pertama ke KPU

August 29, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DIIRINGI doa dari Guru KH Mansur AS, pasangan petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi melangkah mantap menuju Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim di Jl Basuki Rachmat No 02 Samarinda, Rabu (28/8) sekitar pukul 10.00 pagi.

Kedatangan mereka berdua ke KPU untuk melakukan pendaftaran sebagai pasangan resmi yang mengikuti Pilgub 2024. “Ini pendaftar pertama yang kami terima,” kata Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris.

Isran dan Hadi mengenakan baju putih celana hitam berjalan dari Posko Kemenangan di Jalan  Arif Rahman Hakim No 20. Jaraknya sekitar 2 km.  Irama hadrah mengiringi mereka. Selain juga ada reog dan sejumlah relawan menggunakan baju kebesaran suku Dayak, Banjar dan suku lainnya. Malah Isran dan Hadi sempat diarak menaiki reog.

Isran didampingi putra-putri dan menantunya, sedang Hadi bersama sang istri, Hj Erni Makmur. “Kami mendukung perjuangan Ayah,” kata Siti Rahmawati, putri kedua Isran. Sang ibu, Hj Norbaiti Isran  meninggal dunia 24 Mei 2023, sekitar 4 bulan sebelum berakhir masa jabatan pertama Isran-Hadi.

Saya dan Adam Sinte ikut mengawal pendaftaran Isran-Hadi di Samarinda.

Sejumlah tokoh juga datang. Di antaranya mantan wali Kota Samarinda Syahari Jaang dan istrinya, Puji Setyowati, yang juga anggota DPRD Kaltim dari Partai Demokrat. “Kita mendukung penuh Pak Isran dan Pak Hadi,” tegasnya.

Ada juga tokoh Sulawesi dan Kutai, HM Balfas Syam dan Awang Dharma Bhakti (ADB). Meski berada di kursi roda, ADB didampingi istrinya ikut hadir di Posko Kemenangan Isran-Hadi. “Kita wajib mendukung beliau, karena bubuhan etam,” kata ADB, mantan Kadis PU Kaltim yang sekarang memimpin Islamic Center Samarinda.

Dari Balikpapan, saya datang bersama Adam Sinte, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Hanura bersama Youce Rumambi, tokoh Maesa. Juga ada Dr Agung Sakti Pribadi, direktur Eksekutif Universitas Mulia, Andi Mappapuli, ketua LPM dan Zaenal Abidin, tokoh pengusaha angkutan.

Saya lihat ada juga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan, pasangan M Sa’bani dan drg Syukri Wahid. Saya juga dikabari calon wali kota Rendy Ismail juga sempat datang tanpa didampingi wakilnya Edy Tarmo.

Ribuan relawan dan pendukung Isran-Hadi dari berbagai penjuru juga mengiringi pendaftaran Isran-Hadi ke KPU. “Ini tanda kecintaan mereka kepada pasangan kita, yang memang layak memimpin Kaltim kembali. Isran-Hadi memang yang terbaik buat Provinsi Kaltim,” kata Ketua Tim Pemenangan, Iswan Priyadi.

Ketika sampai di Sekretariat KPU, Isran-Hadi langsung dikawal pimpinan partai pengusung dan pendukung. Ada Sekretaris DPD PDIP Kaltim Ananda Emira Moeis bersama Samsun (bendahara PDIP), Ketua DPD Partai Demokrat Irwan Fecho, Ketua DPD Hanura Kaltim Surpani Sulaiman, Ketua DPD Partai Gelora dan ketua partai lainnya.

“Kami didukung PDIP Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Hanura, Partai Umat dan Perindo. Malah ada juga kader partai lain ikut bergabung dan ada di sini,” kata Isran kepada wartawan.

Didaulat memberikan sambutan mewakili partai pengusung, Nanda menegaskan bahwa PDIP, Demokrat dan partai pengusung lainnya siap bekerja keras untuk memenangkan Isran-Hadi. “Karena itu kami datang ke KPU untuk menyampaikan pendaftaran. Pahamlah ikam,” katanya membuat anggota KPU tersenyum.

“Pahamlah ikam” narasi Bahasa Banjar yang sering diucapkan Isran. Ternyata menjadi viral dan menjadi tagline menarik di kalangan pendukung tokoh kelahiran Sangkulirang, Kutim.

Isran menandatangani berkas pendaftaran

Sebelum menerima berkas pendaftaran, Ketua KPU Fahmi Idris sempat mengenalkan anggota KPU lainnya. Juga Ketua Bawaslu Kaltim Hari Dermanto bersama anggotanya. “Kami siap menerima pendaftaran. Isran-Hadi adalah pendaftar pertama,” katanya.

Nanda lalu menyerahkan berkas pendaftaran. Beberapa saat kemudian Fahmi menyatakan bahwa berkas yang disampaikan sudah lengkap. Lalu Isran-Hadi diminta menandatangani dan Fahmi menyatakan tahap selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan terhadap calon di RS A Wahab Sjahranie (AWS).

SEMPAT DEG-DEGAN

Di luar dugaan, menjelang acara berakhir, ada Ketua DPD PDI Perjuangan Safaruddin yang menyampaikan sambutan lewat zoom dari Jakarta.

Beberapa saat ini kondisi kesehatannya sering terganggu. Dia menjalani pengobatan sampai ke Penang, Malaysia. Karena itu purnawirawan jenderal bintang dua ini tidak bisa mendampingi Isran-Hadi saat melakukan pendaftaran. Hal yang sama juga terjadi ketika Isran-Hadi menerima surat rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Maafkan saya tidak bisa datang langsung. Tapi Pak Isran dan Pak Hadi yang nyalon, saya yang deg-degan,” katanya, yang membuat suasana tempat pendaftaran jadi cair alias tidak menegangkan.

Isran-Hadi mendapatkan dukungan dari PDIP dan Partai Demokrat di hari-hari terakhir menjelang pendaftaran. Memang hanya dua partai itu tersisa, karena kursi di partai lain sudah diborong oleh pasangan lain. Kaltim sempat diisukan lawan kotak kosong.

Safaruddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU yang menerima pendaftaran Isran-Hadi dengan lancar. “Insyaallah kita menang,” katanya tersenyum.

Selain memberikan sambutan di depan KPU dan Bawaslu, di halaman KPU Isran dan Hadi ditunggu awak media untuk diwawancarai. Di antaranya dia ditanya soal visi misi dan program kerja jika memenangi kontestasi Pilgub 2024.

Isran mengatakan dia dan Hadi berkomitmen untuk melanjutkan program kerja yang sudah ada dengan sedikit penyesuaian dengan dinamika baru yang dihadapi Kaltim ke depan. “Banyak yang harus kami tuntaskan dari periode sebelumnya, dan itu menjadi tanggung jawab kami,” tambahnya.

Selesai acara di KPU, Isran-Hadi kembali ke Posko. Bersama para pendukungnya, mereka kembali berjalan kaki. Tak ada kata lelah. Sebab ini baru awal perjuangan. KPU akan melakukan penelitian seluruh berkas calon sampai 21 September.

Setelah melakukan pencabutan nomor peserta pasangan calon, mereka dipersilakan melakukan kampanye mulai 25 September hingga 23 November. Setelah 3 hari masa tenang, maka masyarakat Kaltim yang punya hak pilih akan mengikuti hari pencoblosan pada 27 November.

KPU Kaltim secara resmi menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.778.644 pada Pemilu 2024 ini. Mereka tersebar di 10 kabupaten/kota, 105 kecamatan, 1.038 desa/kelurahan dan 11.441 TPS. DPT terbesar ada di Kota Samarinda (604.420 pemilih) dan DPT terkecil di Kabupaten Mahulu 27.430 pemilih.(*)

Dirut Bankaltimtara Mantu

August 25, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DIRUT Bankaltimtara Muhammad Yamin mantu. Putri kesayangannya, dr Dinda Ayindi menikah dengan lelaki pujaannya. Kebetulan sesama dokter yaitu dr Edho Biondi Joris. Acara berlangsung di Crystal Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Sabtu (24/8) kemarin.

Acara pernikahan berlangsung pagi pukul 08.00 Wita, kemudian dilanjutkan pukul 11.00 acara resepsinya. Saya bersama mantan Plt Sekdaprov Dr Meiliana dan Sjarifuddin Hs yang akrab dipanggil “Jenderal” ternyata datang paling awal.

Kebetulan juga bareng dengan mantan direktur Kredit Bankaltimtara Izmunandar Aziz dan istri. Aziz sekarang tengah mengikuti seleksi Komisaris Utama (Komut) setelah kursi itu kosong ditinggalkan Zainuddin Fanani. “Doakan semoga lancar,” katanya.

Zainuddin Fanani yang juga sempat menjadi dirut Bankaltimtara sebelum Yamin juga datang. Ketika dia masih bertugas, saya juga masih menjadi wali kota. Saya sering berjumpa terutama kalau RUPS. Semua daerah punya share saham di sana. “Wah Pak Rizal ini pemegang saham Bankaltimtara,” katanya bercanda.

Kursi Komut yang kosong pada saat ini dipercayakan kepada Prof Eny Rochaida sebagai Plt. Eny sendiri adalah komisaris independen dari Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman. Saya sempat bertemu Eny, yang dulu adik kelas saya.

Wajah Yamin dan istrinya, Hj Dina Yoshida tampak sungguh bahagia. Begitu pula sang besan, John Naidir dan Ibu Isnawati. “Ya ini kebahagiaan kami dan keluarga, terima kasih atas kehadiran dan restunya,” katanya kepada teman-teman sejawat.

Isran dan Meiliana berfoto dengan kedua mempelai dan orangtua.

Kedua mempelai, Indi panggilan akrab dr Dinda dan Edho panggilan akrab dr Edho juga terus tersenyum. Tentu mereka berdua yang paling bahagia. Saya jadi teringat kata gombal orang kedokteran kalau merayu pasangannya. “Kalau pericardium diciptakan untuk melindungi jantung, peritonium untuk melindungi abdomen, dan perikondrium untuk melindungi tulang rawan, maka aku diciptakan untuk melindungi kamu.”

Sebelum undangan dipersilakan memberikan ucapan selamat, ulama terkenal asal Banjar (Tabalong), KH Ahmad Sanusi Ibrahim yang akrab dipanggil Guru Jaro memimpin pembacaan doa sekaligus memberikan tausiyah. Dia sempat menuntun mempelai pria membaca salawat Nabi, yang dihadiahkan kepada istrinya sebagai mahar kedua. “Lebih berkah lagi kehidupan kalian berdua,” ujarnya.

Saya sudah lama kenal Guru Jaro. Beliau sangat sering mengisi pengajian di Kaltim terutama di Balikpapan. Belakangan beliau rutin mengisi pengajian di kediaman H Karmin Laonggeng, tokoh pengusaha Balikpapan yang juga ketua DPD Partai Berkarya Kaltim.

Acara resepsi di Hotel Mercure, juga jadi ajang silaturahim dan temu kangen. Saya sempat bertemu Hadi Mulyadi, mantan wagub yang kembali mencalonkan diri bersama Isran Noor. Juga mantan gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan istri. Mantan wagub Farid Wadjdy, yang sekarang adalah rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

Juga ada mantan Sekdaprov M Sa’bani, yang sekarang digadang-gadang bisa mengikuti Pilwali Balikpapan dan pengusaha sukses Haji Achmad Asfia, kontraktor utama PT Gunung Bayan. Para pimpinan bank dan berbagai pejabat juga datang. Saya lihat juga datang pengacara Jakarta Teuku Nasrullah, yang banyak mendampingi Bankaltimtara saat ini.

Dari Pemkot Balikpapan yang hadir adalah Sekda Muhaimin dan istri bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Budi Prasetyo.

Saya dan Meiliana sedikit masygul karena tidak sempat bertemu dengan guru saya, Alwy AS dan istri beliau, Prof Suwinnah Alwy (Bu Win). Kita dikirimi fotonya bersama-sama sejumlah alumni dan dosen Unmul di antaranya Prof Suharno dan Dr Fitriadi. “Sayangnya kita kada sempat bedapat lawan Pak Alwi dan Bu Win,” kata Mei.

JADI SAKSI LAGI

Sementara itu, mantan gubernur Kaltim Isran Noor yang kembali mengikuti kontestasi Pilgub Kaltim 2024, kembali jadi saksi. Dia jadi saksi pernikahannya, Muhammad Hatta Pratama, SH dengan Winarti, SH, M.Kn. Mereka berdua berkarier sebagai notaris. Hatta notaris di Kutim dan istrinya notaris di Kukar.

Hatta adalah putra kedua keluarga H Hosein Saeis (alm) dan Ibu Hj Rusmiyati, sedang Winarti adalah putri keempat keluarga Punjul (alm) dan Ibu Tuminah. Ibu Rusmiyati sekarang adalah Pengurus Yayasan Kanker Kaltim.

Acara berlangsung di The Sahill, Jl MT Haryono, Karang Anyar, Sungai Kunjang. Saya baru tahu bahwa di Samarinda ada juga daerah Karang Anyar. Nama Karang Anyar selama ini akrab di Kota Balikpapan.

Suasana pernikahan berlangsung seru. Maklum salah seorang saksinya adalah Isran Noor. Pengantin termasuk penghulu harus siap-siap dibuat kaget. Begitu mempelai pria lancar mengucapkan ijab kabul, Isran pasti setengah berteriak mengucapkan “Sah!!!!!”.

Gaya Isran seperti itu sempat viral di berbagai platform media sosial. “Biar semua kaget dan bahagia,” katanya tersenyum. Tapi bagi yang belum biasa, bisa copot juga jantungnya.

Meiliana sempat menghadiri undangan di sini. Maklum acara pernikahannya dilaksanakan sore hari. Sedang resepsinya digelar pada malam hari.

Isran dan Hadi Mulyadi di tengah kesibukannya rajin menghadiri undangan perkawinan. Terkadang menjadi saksi. Bahkan Hadi sering didaulat bernyanyi dan menggebuk drum. Bukan satu lagu dibawakannya, bisa beberapa lagu. Termasuk Meiliana.

Sepeninggal Ibu Norbaiti, Isran datang ke undangan sendirian. Terkadang ditemani putrinya Rahmawati. Dia bilang sekarang ini statusnya seperti burung jalak. “He..he..janda lelaki,”  selorohnya. Pasti yang dengar ikut tertawa.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb