Air Mahakam di Water Bali

May 27, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DI TENGAH ketegangan Pilkada, Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun (AH) masih sempat terbang ke Bali. Dia salah seorang kepala daerah yang diundang bicara air di World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Tentu sangat istimewa dan membanggakan.

WWF dibuka Presiden Jokowi, Senin (20/5) lalu. Berlangsung seminggu. Sekarang sudah selesai. Ada 2.500 peserta dari 48 negara di Asia Pasifik yang hadir. Forum ini diprakarsai oleh World Water Council (WWC) dalam rangka mengatasi isu-isu air global.

WWF Bali yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, para ahli dan pemerhati air berbagai negara,  membahas konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam.

Andi Harun ketika memaparkan pengelolaan air minum di kotanya

Beberapa wali kota di Indonesia diminta bicara dalam sharing season. Selain Andi Harun, juga Wali Kota Gorontalo Marten Taha dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto.

Danny adalah salah seorang dari 4 wakil Indonesia yang masuk dalam delegasi United Cities and Local Government Asia-Pasific (UCLG-ASPAC) di WWF Bali. Dia bicara Instansi Pengelola Air Limbah (IPAL) Losari yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi.

IPAL Losari bertujuan mengubah air limbah menjadi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kapasitas pengelolaan air limbahnya sebanyak 16 ribu meter kubik per hari, yang mengcover lima kecamatan di Kota Makassar.

Wali kota Gorontalo Marten Taha juga bicara pengelolaan air di kotanya. Dia mengakui pengelolaan air di beberapa negara di Asia Pasifik jauh lebih modern dibanding Indonesia. Air bakunya tidak saja dari danau atau sungai, tetapi juga melakukan penyulingan air laut. “Kita belum sampai ke sana, karena teknologi dan biayanya masih mahal,” katanya.

Sebelum berakhir masa jabatan saya, 2021, saya masih sering bersama-sama Danny dan Marten. Soalnya sama-sama pengurus APEKSI. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia. Saya dengar Danny maju ke Pilgub Sulsel 2024. Begtu juga Marten ke Pilgub Gorontalo.

Penampilan Andi Harun tentu menarik perhatian. Maklum dia memimpin salah satu kota di dunia yang mempunyai sumber air yang besar dari sungai. Sungai Mahakam yang membelah kota Samarinda, selama ini menjadi sumber utama air bersih untuk 861 ribu warganya. Juga untuk penduduk di hulunya.

Panjang Sungai Mahakam 920 km. Nomor dua terpanjang di Indonesia. Mengalir mulai Mahakam Hulu (Mahulu), Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar) sampai kota Samarinda. Mulai dulu, Mahakam telah menjadi sumber air yang vital, potensi perikanan yang melimpah, dan jalur transportasi yang amat penting.

Dalam sebuah versi sejarah, penamaan Mahakam berasal dari nama Muara Kaman, yang terkenal sebagai pusat Kerajaan Kutai Martadipura.  Versi lain mengartikan Mahakam terdiri dari kata “maha” dan “kama.” Maha itu besar dan kama berarti cinta. Jadi Mahakam adalah penjelmaan cinta yang besar. Karena itu ada yang bilang, sekali minum air Mahakam, pasti jadi kerinduan untuk kembali.

Bertahun-tahun Mahakam juga menjadi saksi eksploitasi hutan dan tambang di Kaltim. Di tahun 70-an alur Mahakam penuh dengan rakit kayu gelondongan. Sekarang, ratusan ponton tiap hari melintas membawa batu bara.

Di tahun 70-an, saya masih sering berenang di Sungai Mahakam. Termasuk di Sungai Karang Mumus, cabang Mahakam di Samarinda. Di situ mandi sekalian BAB. Di atas jamban terapung. Terkadang cari batang kayu yang lepas dari ponton. Airnya masih jernih, tidak seperti sekarang kumuh dan pekat.

Akibat pembukaan hutan dan penambangan serta makin meningkatnya populasi penduduk, belakangan Sungai Mahakam memang menghadapi persoalan. Proses pendangkalan terus terjadi dibarengi dengan penurunan kualitas dan terjadinya pencemaran.

PROPOSAL 1 TRILIUN

Andi Harun tampil di hari ke-4. Dimoderatori Sekjen UCLG-ASPAC, Bernadia Irwati Tjandradewi, selama 30 menit dia bicara tentang air secara global termasuk pengelolaan air di kotanya dengan tema: “Best Practice Kota Samarinda dalam Menjaga Sumber Air dan Meningkatkan Pelayanan Air Bersih kepada Masyarakat.”

Dia mengungkapkan, pengelolaan air di Kota Samarinda adalah upaya kompleks yang memerlukan kerjasama dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu orang, tempat, dan proses.

Kolaborasi antarlembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta dan masyarakat lokal menjadi sangat esensial untuk mengatasi berbagai tantangan dan mencapai keamanan air yang berkelanjutan bagi seluruh penduduk.

Kerjasama dengan sektor swasta sangat diperlukan mencakup investasi dalam infrastruktur air bersih serta program-program corporate social responsibility (CSR), yang berfokus pada konservasi sumber air dan peningkatan akses air bersih.

Andi Harun juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pemanfaatan sumber air secara bijaksana. Program edukasi ini menyasar ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah hingga komunitas lokal.

“Kami percaya bahwa edukasi adalah kunci untuk perubahan jangka panjang. Melalui berbagai program edukasi, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Samarinda memiliki pengetahuan dan kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya dalam menjaga sumber air,” tandasnya.

Dalam bagian lain dia juga menekankan soal pengelolaan air yang lestari. “Teknologi pengelolaan air yang kami gunakan memungkinkan kita untuk memanfaatkan  sumber daya air dengan lebih bijak, mengurangi pemborosan dan memastikan bahwa air bersih tersedia untuk seluruh masyarakat,”  jelasnya.

Memanfaatkan forum WWF, Wali Kota Andi Harun secara khusus membawa dan menawarkan proposal investasi air di kotanya bernilai Rp1 triliun. “Ini saya tawarkan ke berbagai pihak terutama swasta dalam rangka meningkatkan akses air bersih 100 persen untuk warga kota,” jelasnya.

Saat ini produksi air bersih yang dilakukan PDAM dengan 18 instalasi pengelolaan baru mampu memenuhi kebutuhan 80 persen penduduk. Jadi masih ada 20 persen lagi yang belum mendapat akses air bersih secara baik. Padahal akses air bersih merupakan hak dasar yang harus dipenuhi negara untuk setiap warganya.

“Kita sudah siapkan skemanya. Kalau dapat 1T insyaallah yang 20 persen bisa terselesaikan. Kita siap kerjasama, 50 persen dari PDAM dan 50 persen lagi dari swasta. Tapi jangan APBD semua,” kata Andi Harun berusaha meyakinkan.

WWF di Bali juga sangat baik dampaknya untuk Kota Balikpapan. Maklum warga Kota Beriman saat ini lagi kencang-kencangnya berteriak soal kelangkaan air yang sudah dialami cukup lama. Baru beberapa hari ini turun hujan. Semua berdoa agar waduk Manggar dan Teritip terisi penuh.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga yang membawahkan Universitas Mulia, Dr Agung Sakti Pribadi menyatakan, pihaknya akan menggelar diskusi Forum Air Balikpapan dalam rangka mencari solusi mengatasi kelangkaan air di kota ini. “Kita memang terinspirasi dari WWF Bali, karena air memang sudah menjadi masalah dunia dan global,” jelasnya.

Beberapa pengamat mengatakan, selain suplainya terbatas,  air minum yang dikonsumsi warga Indonesia sudah lebih mahal dibanding dengan harga bahan bakar minyak atau BBM. Anehnya sudah dianggap normal. Padahal negara mestinya menyediakan air bersih dengan harga terjangkau untuk rakyatnya.

Seorang warga Telindung bernama Hasan kirim WA ke saya. Dia bilang air bersih bukan air mata. Tapi nyatanya untuk mendapatkan air bersih yang lancar dan murah, kita sepertinya harus menitikkan air mata.

Karena ini lagi musim Pilkada, ada juga yang bilang air menjadi isu yang sensitif. Berkat air seseorang bisa jadi kepala daerah, tapi gara-gara air bisa juga membuat calon terjungkal atau tidak dipilih kembali. Silakan warga menentukan pilihannya.(*)

Menunggu Aksi  Basir

May 26, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KETUA DPD Partai Nasdem Balikpapan Haji Ahmad Basir (HAB), Sabtu (25/5) kemarin merayakan miladnya ke-52. Dia dilahirkan di Moncongkomba, 25 Mei 1972. Moncongkomba itu adalah sebuah desa di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulsel.

Saya belum pernah ke sana. Takalar terkenal dengan jagung rebus pulut Takalar. Sebagai salah satu wilayah penyangga Makassar. Ada mottonya yang menarik. Tau Kalumannyang Lino Akhirat. Artinya, orang kaya dunia akhirat. Bayangkan.

Saya bersama Ahmad Basir dan Hamdam Pongrewa di kediaman Isran Noor.

Basir merintis karier sebagai pengusaha. Dia menjadi suplier bahan-bahan kimia yang dibutuhkan pengolahan air di PDAM di berbagai kota. Belakangan juga mendirikan perusahaan travel untuk keberangkatan haji dan umrah, PT Wahyu Abadi Wisata di bawah bendera Permata Abadi Group.

Buah perkawinannya dengan Hj Irma, mereka dikaruniai seorang putra bernama Nurwahyudi Ahmad. Dia baru lulus dari ITB dan rencana meneruskan masternya di Australia. Dia mengambil jurusan Teknik Geologi dan sudah ada beberapa perusahaan yang ingin merekrutnya.

Banyak perusahaan tambang batu bara di Kaltim mencari geolog. Geologi adalah studi mengenai bumi dan fenomena yang terjadi di dalamnya. Prodi Teknik Geologi mempelajari ilmu tentang bumi dengan berbagai aspeknya, termasuk di dalamnya adalah batuan, bentuk atau struktur dan hubungan antarbatuan serta proses kejadiannya.

Basir sendiri sebelum jadi pengusaha adalah dosen Teknik Kimia di Fakultas Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dia memang alumnus dari sana. Lalu mendapat gelar IPM dan ASEAN Eng.

ASEAN Eng merupakan gelar yang hanya bisa diperoleh bagi insinyur profesional bersertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) atau Insinyur Profesional Utama (IPU).  Bertujuan untuk memberikan standardisasi dasar terkait profesi insinyur dalam menghadapi dunia global.

Dari pengusaha, Basir masuk ke wilayah politik. Langsung berkiprah di Nasdem. Mulai jadi bendahara. Lalu, sejak 2022 mendapat SK dari Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh sebagai ketua DPD di Balikpapan. Dia langsung merombak salah satu kantornya di Jl BDS 1 No 31, Gn Bahagia, Balikpapan Selatan menjadi markas Partai Nasdem.

Basir juga aktif di berbagai organisasi sosial. Pernah menjadi wakil ketua Siaga Bencana Pramuka, bendahara PABBSI, bendahara KKSS dan pengurus Balikpapan Islamic Center. Ketika saya wali kota, dia pernah tiga kali berturut-turut (2016, 2017 dan 2018) menjadi ketua Panitia HUT Kota Balikpapan. Karena itu dia pernah mendapatkan penghargaan sebagai warga yang peduli dan berprestasi.

Orang juga cepat ingat dengan sepak terjang Basir atau HAB. Aksi sosialnya sangat dirasakan masyarakat. Sewaktu wabah Covid-19, dia bersama timnya rajin melakukan penyemprotan. Biaya sendiri. Dia juga menyediakan mobil jenazah gratis, yang sampai saat ini terus melayani warga yang meninggal dunia.

Kader-kader Nasdem ramai-ramai mengucapkan selamat di grup WA. “Yaumil milad saudaraku KK AHB, dengan iringan doa sehat dan bahagia. Semoga dilancarkan ikhtiar besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Aamiin YRA,” begitu kata KK Hafni, ketua Dewan Pakar.

Ikhtiar besar yang dimaksud Hafni tentu berkaitan dengan semangat besar Nasdem Balikpapan yang ingin mewujudkan target politik, 7-2-1+W. Arti 7-2-1+W itu adalah target di Pemilu 2024. Dapat 7 kursi di DPRD Balikpapan, 2 di DPRD Kaltim, 1 di DPR RI dan W-nya  adalah berhasil merebut kursi wali kota.

Target itu sebagian terpenuhi. Hasil Pileg 2024, Nasdem persis memperoleh 7 kursi di DPRD Balikpapan. Hampir 8 jika Basir masuk di Balikpapan Selatan. Sedang di DPRD Kaltim dapat satu atas nama Aco Kamaruddin. Satu di DPR RI sayangnya gagal. Padahal tugas itu dipercayakan kepada saya. Tinggal satu target lagi yaitu merebut kursi wali kota.

Kursi wali kota itu bisa ditafsirkan sebagai kursi kepala daerah. Bisa benar wali kota, bisa juga bupati. Bisa juga menjadi calon kursi nomor 1, tapi bisa juga calon kursi no 2. Pokoknya fleksibel dan dinamis. Yang penting berhasil diduduki.

Dengan target seperti itu, Basir saat ini intensif bergerak. Dia rajin berkomunikasi ke mana-mana. Baik di daerah maupun di pusat. Dengan pimpinan parpol dan berbagai tokoh. Namanya beredar di dua daerah. Selain Balikpapan, juga di Penajam Paser Utara (PPU). Memang dia bisa menjadi calon di Pilwali Balikpapan, bisa juga calon di Pilbup PPU.

Menjadi wali kota Balikpapan atau bupati PPU sama pentingnya. Posisi kedua daerah ini saling melengkapi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu dua-duanya mempunyai kedudukan yang sangat strategis.

DATANG KE PAK ISRAN

Ketika acara tahlilan satu tahun istri mantan gubernur Isran Noor, almarhumah Hj Norbaiti, Jumat (24/5) lalu, mantan bupati PPU Ir Hamdam Pongrewa  datang bersama-sama Ahmad Basir di kediaman pribadi Pak Isran di Jl Adipura 21 Samarinda.

Banyak yang menduga Hamdam-Basir semakin mematangkan persiapan mereka maju sebagai salah satu pasangan yang mengikuti Pilbup PPU. Sepertinya mereka meminta doa restu Isran sekaligus bisa menjadi paket dalam Pilkada Serentak nanti.

Meskipun Isran tidak lagi sebagai ketua DPW Nasdem Kaltim,  hubungan batin dengan beberapa kader Nasdem tetap terjalin. Isran sendiri juga mendaftar di Nasdem untuk mendapatkan dukungan dalam kontestasi Pilgub.

Basir sudah mengembalikan berkas dokumen pendaftaran di sekretariat Nasdem, Gerindra dan Gelora di PPU. Menyusul beberapa partai lainnya.  “Balikpapan dan Penajam sudah tidak bisa dipisahkan lagi, jadi kalaulah saya akhirnya berlabuh di PPU sama saja seperti mengabdi di Balikpapan,” jelasnya.

Basir juga menegaskan bahwa dia siap menjadi orang nomor 2 bersama Hamdam. “Saya dan Pak Hamdam punya kesamaan visi dan misi dalam memajukan Kabupaten PPU dan menyejahterakan warga PPU. Karena itu atas seizin Allah Swt saya siap berjuang bersama beliau,” ujarnya mantap.

Hamdam yang tadinya wakil bupati akhirnya ditetapkan Mendagri menjadi bupati definitif sejak 28 Desember 2022, setelah bupati Abdul Gafur Mas’ud (AGM) terhenti menjalankan tugasnya karena terganjal kasus di KPK. Meski hanya setahun bertugas, tapi dia dinilai warga sebagai bupati yang lurus dan mampu berprestasi.

Ketua DPW Nasdem Kaltim Muchtar Luthfi Mutty mendukung sepenuhnya rencana AHB maju di Pilkada Serentak 2024. “Saya kira ini sudah menjadi pilihan terbaik KK Basir untuk memenuhi target yang dipatok Nasdem Balikpapan,” jelasnya. Surya Paloh juga memuji Basir dan mengundang ke Nasdem Tower di Jakarta.

Luthfi melihat meskipun AHB pernah gagal dalam proses Pilwali Balikpapan tahun 2020 dan tidak berhasil dalam Pileg 2024, akan tetapi dalam Pilkada 2024 peluangnya sangat terbuka lebar. “Mungkin ini rencana Allah Swt untuk memberikan jalan terbaik kepada Pak Ahmad Basir,” ucapnya lagi.

Dalam persiapan Pilkada  2024 ini, AHB juga mendapat dukungan dari Nabil Husein Said Amin Al Rasyidi, presiden Borneo FC yang terpilih sebagai anggota DPR RI hasil Pileg 2024 melalui Partai Nasdem. Nabil menyerahkan satu ambulans di Rumah Singgah AHB di kompleks perumahan Balikpapan Baru (BB).

Rumah Singgah AHB berfungsi untuk membantu masyarakat Kaltim secara gratis, yang berada di Balikpapan khususnya dalam keperluan khusus atau mendadak ketika hendak berobat dan lainnya. “Nanti saya akan buka juga di Penajam,” jelasnya.

Nabil disebut-sebut bakal menjadi ketua DPW Nasdem Kaltim 2024 menyusul mundurnya Isran Noor beberapa waktu lalu. Luthfi, mantan bupati Luwu Utara, Sulsel, ditunjuk DPP menjalankan tugas di Kaltim sampai ketua baru terpilih.

Warga Nasdem di Kaltim berharap kader-kadernya sukses di Pilkada Serentak, yang bakal digelar 28 November 2024. Sesuai dengan semangat yang dibangun Nasdem. Partai tanpa mahar. Bersatu, Berjuang dan Menang.(*)

Kombinasi Smart Packaging Biodegradable dan Sensor pH dari Pati Singkong dan Kulit Udang sebagai Solusi Permasalahan Sampah dan Keamanan Pangan dengan Kemampuan Self-Healing

May 25, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh : Khansa Fitria Latifa Hidayat

Permasalahan sampah di Indonesia merupakan permasalahan yang tak pernah kunjung usai bahkan cendrung semakin parah setiap tahunnya. Terdapat sekitar 182,7 miliar kantong plastik digunakan di Indonesia setiap tahunnya (Simanjutak dan Aryono 2022). Dari jumlah tersebut, bobot total sampah kantong plastik di Indonesia mencapai 1.278.900 ton per tahunnya. Studi dari Jenna et at. (2015) menyatakan Indonesia sebagai penyumbang terbesar kedua sampah plastik ke laut, setelah China. Setidaknya 16 persen sampah plastik di lautan berasal dari Indonesia. Padahal, menurut studi dari Schirinzi  et al.  (2017) menyatakan bahwa mikroplastik yang ada dalam makanan laut dan minuman memiliki efek beracun bagi sel manusia. Selain itu penggunaan plastik yang cukup tinggi berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan (Tokiwa et al. 2009), karena sulit terdegradasi sehingga terjadi penumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Oleh karena itu permasalahan sampah seperti itu harus ditindaklanjuti dengan inovasi atau modifikasi kemasan yang ramah lingkungan. Maraknya penggunaan plastik sebagai bahan kemasan ini dapat disubtitusi dengan penggunaan plastik biodegredable sebagai pengganti kemasan makanan, namun plastik biodegredable yang digunakan harus memiliki ketahanan yang baik. Salah satu kemasan yang dapat digunakan adalah Compostable and biodegradable packaging. Compostable and biodegradable packaging adalah jenis kemasan ramah lingkungan yang bisa dibuat menjadi kompos (compostable) dan dapat terbiodegradasi. Salah satu contohnya adalah Plastik Biodegradable dari pati singkong dan kitosan yang berasal dari limbah kulit udang.

Penggunaan singkong sebagai bahan plastik biodegradable karena kemudahan isolasi pati dan juga kandungan pati yang cukup tinggi yaitu mencapai 90%. Selain penggunaan sumber daya alam berupa singkong, pemanfaatan limbah kulit udang juga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan plastik biodegradable.

Limbah kulit udang tersebut akan menjadi kitosan setelah melewati tahap modifikasi protein dari kitin. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh (Hardiansyah dan Udjiana 2020) pembuatan palstik biodegradable ini dapat menggunakan bahan bonggol jagung. Penggunaan bahan singkong atau bonggol jagung dan kitosan tersebut harus ditambahkan palstisizer seperti sorbitol dan CMC (carboxymethyl cellulose concentration). Penambahan plastisizer ke dalam bahan pembentuk plastik biodegradable dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitasnya, menurunkan kekakuan dari polimer dan dapat memperbaiki sifat mekanik pada plastik biodegradable tersebut ( Natalisa dan Muryeti 2020). Bahan lain juga yang dapat ditambahkan untuk menambah kekuatan plastik adalah filler kalsium silikat dan karbonat (Hardiansyah dan Udjiana 2020).

Pembuatan plastik biodegradable dilakukan menggunakan metode blending, yaitu mencampurkan semua bahan menjadi satu dan dipanaskan dengan suhu (905)0C. Adapun pembuatan plastik biodegradable dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama yaitu mencampurkan pati singkong atau bonggol jagung, larutan kitosan, CMC , Gliserol, serta Filler kalsium silikat dan karbonat kemudian diaduk perlahan. Tahap kedua yaitu pemanasan dan pengadukan bahan yang dilakukan menggunakan hot plate dan magnetic stirrer hingga mencapai suhu (905)0C. Pengadukan ini dilakukan agar larutan homogen dan gelembung hilang kemudian plastik biodegradable dikeringkan pada suhu oven (905)0C dan disimpan pada ruangan bersuhu (22,05)0C.

Secara kimiawi, plastik yang diproduksi secara jelas dapat terurai dengan baik oleh tanah. Material yang digunakan dalam penelitian seperti Pati Tumbuhan, Gliserol adalah bahan yang dapat terdegradasi, mudah larut dengan air dan bakteri dalam tanah, dan peka terhadap pengaruh lingkungan baik fisika maupun kimia (Amni 2015). Oleh karena itu permasalahan sulit terurainya sampah plastik yang niscaya dapat teratasi. Selain pembuatan kemasan yang harus menjawab tantangan permasalahan plastik yang tak kunjung selesai, pembuatan kemasan juga harus semakin memanfaatkan teknologi yang ada agar makanan yang dimasukan kedalam kemasan dapat dikontrol dari segi rasa dan keamanan makanannya. Penambahan teknologi dalam pembuatan kemasan ini dapat dilakukan dengan teknologi Smart Packaging. Smart Packaging atau Kemasan cerdas merupakan suatu inovasi dalam bidang kemasan yang dapat memantau dan memberikan informasi kepada produsen dan konsumen perihal kualitas produk yang dikemas ( Thamrin et al. 2016).

Kemasan cerdas memiliki indikator yang ditempel di dalam atau di luar kemasan, yang mampu memberikan informasi tentang keadaan kemasan dan atau kualitas makanan didalamnya (Robetson 2006). Kemasan Cerdas yang dapat dikombinasikan dengan plastik biodegradable adalah Sensor PH yang dapat mengukur kualitas daging pada kemasan. Pembuatan sensor PH ini dapat menggunakan bahan alami sehingga tidak berbaha bagi makanan. Salah satu contoh bahan alami yang ada pada tumbuh-tumbuhan yaitu antosianin (Trojak dan Skowron 2017). Antosianin pada tumbuhan merupakan zat pembawa warna seperti merah, orange, ungu atau warna biru pada bunga, buah, sayuran, dan daun (Liu et al. 2013). Antosianin sangat peka terhadap perubahan pH dan menunjukkan warna yang berbeda-beda pada kondisi asam, netral, atau basa (Du et al. 2015). Selain itu teknologi yang dapat diterapkan untuk menunjang agar pemanfaatan packaging dapat maksimal ada self-healing. Self-healing merupakan kemampuan dari suatu material untuk dapat memperbaiki dirinya sendiri setelah mengalami kerusakan. Konsep ini dapat digunakan untuk menambah umur pemakaian suatu produk. Strategi yang dapat digunakan dalam pembuatan material self-healing adalah : 1) pembentukan ikatan silang pada polimer, 2) pelepasan healing agent pada saat memproduksi polimer, dan 3) menggunakan teknologi khusus seperti konduktiviti, electro-fluid-dynamic (EFD), migrasi nano partikel, efek shape memori dan co-deposition (Purbaya dan Suwardin 2015). Penerapan teknologi self-healing tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas daging yang ada dalam kemasan agar tetap terjaga, karena kemasan yang nantinya rusak dapat diperbaiki dengan sendirinya sebelum ada kontaminasi dari luar.

*) Mahasiswa PS Ilmu Pangan, IPB University

Daftar Pustaka

Amni C, Marwan M, Mariana M.2015. Pembuatan Bioplastik Dari Pati Ubi Kayu Berpenguat Nano Serat Jerami dan ZnO. Jurnal Litbang Industri. 5(2):91-99.

Du H, Wu J, Ji K, X, Zeng Q, Y, Bhuiya M, W, Su S, Shu Q, Y, Ren H,  X, Liu Z, A, Wang L. 2015. Methylation Mediated by An Anthocyanin, OMethyltransferase, Is Involved in Purple Flower Coloration in Paeonia. Journal of Experimental Botany 66 (21): 6563 – 6577.

Hardiansyah Y, Udjana SS. 2020. Studi literatur karakterisasi plastic biodegradable berbahan pati dengan penambahan filler casio3 dan caco3. Jurnal Teknologi Separasi. 6(2):188-197

Jenna RJ, Geyer R, Wileoc C, Siegler TR, Perryman M, Andrady A, Narayan R, Law KL. 2015. Plastic waste inputs from land into the ocean. Sciencemag.Org.347(2):768-770

Liu X, Mu T, Sun H, Zhang M, Chen J. 2013. Optimisation of Aqueous Two-Phase Extraction of Anthocyanins from Purple Sweet Potatoes by Response Surface Methodology. Food Chemistry. 141(2): 3034 – 3041.

Natalia EV , Muryeti. 2020. Pembuatan plastik biodegradable dari pati singkong dan kitosan. Journal Printing and Packaging Technology. 1(1):57-68

Purbaya M, Suwardin D. 2015. Kajian tentang self-healing Rubber. Warta Perkaretan. 34(2):103-114.

Robertson. 2006. Food Packaging-Principles and Practice. Second Edition. Florida (US): CRC Press.

Schirinzi, Gabriella F., Ignacio Pérez-Pomeda, Josep Sanchís, Cesare Rossini, Marinella Farré, dan Damià Barceló. (2017). Cytotoxic effects of commonly used nanomaterials and microplastics on cerebral and epithelial human cells. Environmental Research. 159(June). hal. 579–587. doi: 10.1016/j.envres.2017.08.043.

Simanjutak SDA, Aryono AM. 2022. Wow,pertahun, orang Indonesia gunakan 182,7 miliar kantong plastik.[Diakses Mei 25]. https://news.solopos.com/wow-per-tahun-orang-indonesia-gunakan-1827-miliar-kantong-plastik-1355942

Thamrin EA, Warsiki E, Djatna T.2017. Model asosiasi perubahan warna pada indicator kemasan cerdas dan perubahan mutu produk susu. Jurnal Teknologi Industri Pertanian.27(1):96-102.

Tokiwa Y , Calabia BP.2009. Biological production of functional chemicals from renewable resources. Can J Chem. 86(2) 548-555.

Trojak M, Skowron E. 2017. Role of Anthocyanins in High-Light Stress Response. World Scientific News. 81 (2): 150 – 168.

Ngotot Berebut Kursi Wawali

May 25, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

WALI KOTA Samarinda Andi Harun (AH) dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) disebut-sebut petahana yang tangguh. Jadi  calon lawan-lawannya dalam Pilwali 2024 ini harus berpikir panjang jika ingin menjadi penantang.

Kalau tidak berpikir cermat, hasilnya seperti ungkapan yang sering disampaikan mantan gubernur Isran Noor. “Mehabisi baterai aja.” Itu sama saja dengan menempuh langkah yang sia-sia. Tak membawa hasil maksimal.

Ada yang berpikir cerdas, ketimbang menjadi lawan mending jadi pasangan. Cukup menjadi pendampingnya saja. Berburu jabatan wakil wali kota (wawali), apa salahnya. Apalagi  AH dan RM memasuki jabatan periode kedua. Jadi jika mereka terpilih, di tahun 2029 sudah tak bisa maju lagi. Itu kesempatan baik untuk wawali bisa maju pada Pilwali berikutnya.

AH sudah resmi mendaftar ke KPU melalui jalur perseorangan atau independen. Dia bersanding dengan Syaparuddin, orang kepercayaannya yang sekarang ini menjadi ketua Tim Wali Kota Akselarasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.

Tapi ternyata itu belum final. Dia memberi isyarat akan mendaftar juga lewat kendaraan partai. Malah nanti yang dipilih resmi adalah jalur partai. Apalagi partai yang dipimpinnya, Gerindra memiliki 9 kursi di DPRD. Jadi sudah cukup memenuhi persyaratan. Tapi AH juga membuka ruang jika ada partai yang ingin berkoalisi.

Yang menarik calon wakil wali kotanya (Cawali) ada kemungkinan juga berubah. Ada yang bilang nama Syaparuddin itu bisa jadi hanya “drakor” saja. Nanti sangat mungkin berganti setelah AH resmi mendaftar lewat jalur partai atau gabungan partai.

Lalu siapa calon wawali sesungguhnya? Yang pasti bukan pendamping yang ada, Rusmadi Wongso. Karena wakil wali kota sekarang dan mantan sekprov Kaltim ini akan maju sendiri. Rusmadi di antaranya sudah mendaftar di PDIP, menyusul beberapa partai lainnya.

Zairin Zain ketika mengembalikan berkas pendaftaran di Sekretariat Gerindra

Belakangan ini beredar beberapa nama calon pendamping AH. Di antaranya Saefuddin Zuhri dari Nasdem dan Zairin Zain, mantan lawan AH pada Pilkada 2020.

Saefuddin adalah kader Partai Nasdem. Dia terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kaltim hasil Pileg 2024. Menurut keterangan, sudah berlangsung komunikasi yang intensif dengan AH. “Sebagai warga Samarinda saya juga ingin memperjuangkan kesejahteraan warga Kota Tepian,” katanya sebagai alasan maju.

Zairin sekarang kepala Pelaksana Sekretariat Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim. Sebelum memasuki masa purnatugas, dia banyak pengalaman di pemerintahan. Di antaranya sebagai kepala Bappeda Kaltim dan kepala Dinas Perhubungan Kaltim. Malah pernah menjadi Pj Wali Kota Samarinda selama 5 bulan pada 14 Februari 2018 – 23 Juni 2018.

Dia sudah mendaftar di beberapa partai. Di antaranya ke Partai Golkar dan Partai Gerindra. “Rasanya sudah mendaftar di 6 partai. Niat saya karena ingin mewujudkan Samarinda yang maju dan sejahtera,” jelasnya.

Pada Pilwali Samarinda 2020, Zairin berpasangan dengan Sarwono (sekarang sekretaris DPD Partai Gelora Kaltim) maju melalui jalur perseorangan. Meraih 98.245 suara sah.  Dia kalah tipis dari AH-Rusmadi yang meraih 102.592 suara. Tapi banyak yang memuji karena perolehan suaranya cukup tinggi.

Ada yang menduga-duga, jika Zairin tak jadi diambil AH, ada kemungkinan juga dia berpasangan dengan Rusmadi. Tentu pasangan ini akan menjadi lawan alot bagi petahana.

Selain meramaikan kontestasi Pilwali Samarinda, Zairin juga ada kemungkinan maju di Pilbup Kukar. Soalnya dia  kelahiran Tenggarong, 14 Juli 1959. Mulai SD sampai SMA masih belajar di kampungnya. Baru hijrah setelah melanjutkan pendidikan tinggi ke Samarinda. Dia kuliah di Fakultas Pertanian Unmul, seperti juga yang ditempuh Isran Noor.

Dari data di Sekretariat DPD Gerinda, ada nama lain yang juga mendaftar. Yaitu Jasno (anggota DPRD Samarinda dari PAN), Nidya Listiyono (anggota DPRD Kaltim dari Golkar) dan Sarwono (sekretaris DPD Partai Gelora Kaltim).

Ketiga nama ini cukup mumpuni. Punya pengalaman politik dan logistik yang memadai. Sarwono belakangan ini banyak mendampingi Hadi Mulyadi, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Isran Noor.

Yang mengejutkan ada 3 pejabat Pemkot Samarinda juga ngotot mau jadi pendamping AH. Mereka adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) H Ibrohim, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ananta Fatkhurrozi, dan Sekretaris DPRD Agus Tri Sutanto. Sudah mendaftar secara resmi.

Ketiganya mengaku siap mengundurkan diri jika dipilih AH sebagai pendamping. “Kami ini setiap hari bersama Pak Wali Kota. Jujur kami bangga dipimpin beliau. Banyak kemajuan dicapai kota ini. Jadi kalau beliau butuh kader dari birokrat atau ASN, kami siap,” ujar Ananta bersemangat.

Kapan AH mengumumkan calon wakilnya?  Dia menjadwalkan Sabtu (25/5) kemarin. Tapi sampai sekarang belum ada kabar AH sudah memutuskan. Bisa jadi satu dua hari ini. Biar cepat melakukan sosialisasi.

BALIKPAPAN JUGA BELUM

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud juga belum memutuskan dan mengumumkan siapa bakal calon pendampingnya pada Pilwali 2024. Apalagi sekarang dia masih menjomblo, karena sejak dilantik belum ada wakilnya menyusul meninggalnya calon wakil wali kota terpilih, Thohari Aziz.

Nama yang ada di lingkarannya setidaknya ada empat. Yaitu Ketua DPRD Abdulloh, Sekretaris Kota Muhaimin, mantan Wawali Heru Bambang dan Risti Utami Dewi, istri almarhum Thohari Aziz.

Thohari adalah calon wakil wali kota terpilih 2020, yang meninggal dunia sebelum dilantik bersama RM karena Covid-19. Dia adalah ketua DPC PDIP dan wakil ketua DPRD Balikpapan. RM mengajukan Risti pengganti suaminya. Sayang prosesnya tidak berjalan lancar.

Dari keempat nama itu, semuanya plus minus. Masing-masing punya kekuatan dan kekurangan. Tinggal keputusan RM sebagai user. Ramai  jadi pembicaraan di warung kopi keempat nama tersebut. Terkadang ada yang mencoba meyakinkan sebagai informasi A1, kalau RM sudah memutuskan salah satu nama.

Sementara dari jajaran partai  ada nama Sabaruddin Panrecalle dari Gerindra dan Eddy Sunardi Darmawan atau Eddy Tarmo dari PDIP yang masuk. Sabaruddin adalah wakil ketua DPRD Balikpapan, yang terpilih sebagai anggota DPRD Kaltim hasil Pileg 2024. Sedangkan Eddy adalah anggota DPRD Kaltim periode sekarang.

Tempo hari ada dibentuk Tim Komunitas Independen for Balikpapan 2. Menurut Abriantinus, salah seorang anggota tim,  salah satu yang diusulkan menjadi calon wakil wali kota adalah dirinya. Pak Abri adalah kepala  Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP dan ketua Dewan Adat Dayak Kota Balikpapan.

Sebagai tokoh adat, Abriantinus banyak mewarnai dan berpartisipasi dalam mewujudkan Balikpapan yang berbudaya, aman dan nyaman. Dia juga seorang pendeta dan banyak terlibat dalam berbagai organisasi baik organisasi keagamaan, maupun sosial dan usaha.

Saya kaget ada seorang warga mengirim WA kepada saya. “Pak Rizal, kalau Bapak tak boleh maju lagi, Bapak jadi wawali saja. Terserah pasangan dengan siapa. Kami merindukan,” katanya begitu. Saya tak bisa menjawab. Biar warga sendiri yang menafsirkan.(*)

Setahun Norbaiti Berpulang

May 25, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA acara salat Maghrib berjamaah di kediaman mantan gubernur Kaltim Isran Noor, kompleks perumahan Karpotek, Jl Adipura 21, Sungai Kunjang Samarinda, Jumat (24/5) petang kemarin. Acara itu dirangkai dengan tahlilan memperingati setahun meninggalnya istri Pak Isran, almarhumah Hajjah Norbaiti binti Amlan.

Saya sempat bersilaturahim dengan Pak Isran

Tahlilan adalah tradisi umat Islam Indonesia dan sebagian Malaysia untuk memperingati dan mendoakan sanak keluarga yang meninggal dunia. Mulai 3 hari pertama, lanjut tahlilan hari ke-7,  ke-40 dan ke-100. Selanjutnya dilakukan juga tahlilan pada tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Ada pula yang melakukan pada hari ke-1.000.

Pak Isran langsung yang memimpin tahlilan. Mulai membaca surah Yasin, zikir dan doa. Baru dilanjutkan salat Maghrib bersama. “Mohon maaf saya langsung yang memimpin,” katanya meminta izin kepada undangan yang hadir.

Bacaannya sangat fasih. Maklum Isran pernah belajar agama yang intens. Bahkan dia pernah mengajar menulis bahasa Arab di kampung kelahirannya di Sangkulirang, Kutai Timur. Tak heran pengetahuan agamanya seperti seorang ustaz. Apalagi kalau sudah mengenakan baju gamis dan kopiah haji.

Acara tahlilan berlangsung khidmat. Jamaah yang datang melimpah sampai ke halaman rumah. Juga sampai di sisi makam Almarhumah, yang memang dimakamkan di sana. Padahal hujan lebat sempat turun beberapa waktu sebelumnya.

Tampak hadir Dr KH Farid Wadjdy, mantan wagub yang sekarang menjadi rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim. Juga staf khusus Prof  Zein Heflin Frinces, Ph.D,  Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Ketua Kwarda Pramuka Kaltim Drs Fachruddin Djaprie, M.Si serta Prof Abdurahim, dan Abdusamad dari TGUP3.

Belakangan datang juga mantan bupati PPU Hamdam Pongrewa bersama Ketua DPD Nasdem Balikpapan Ahmad Basir. Keduanya dikabarkan akan berpasangan dalam Pilbup PPU mendatang. Warga PPU senang, dan optimis pasangan ini yang mampu memenangi kontestasi.

Sejumlah pejabat Pemprov Kaltim juga hadir. Di antaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Hj Ismiati, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Syarifah Alawiyah (Bu Yuyun) dan Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Siti Farisyah Yana.

Ada juga bubuhan SS. Timses Sahabat Sejati. Dulu sering menyertai kegiatan Ibu Norbaiti.  Karena Ibu suka mengenakan busana warna pink, maka kerudung atau jilbab timses  juga menggunakan warna pink atau merah muda. Mereka hadir bersama Tim PKK dipimpin Ibu Hj Erni Makmur, istri Hadi Mulyadi.

Ba’da Jumat saya meluncur dari Balikpapan ke Samarinda. Ditemani Pak Zen dan Ketua LPM Teritip Andi Mappapuli. Khusus untuk mengikuti acara tahlilan. Sekaligus bersilaturahim dengan Pak Isran dan kerabat lainnya.

Saya datang bareng mantan Plt Sekprov Dr Meiliana alias Bu Mei, yang selalu hadir pada setiap acara tahlilan. “Saya tak bisa melupakan kenangan bersama Ibu. Beliau sangat baik dan bersahaja,” ungkapnya dengan wajah teduh.

Ratusan Tim Isran-Hadi dan Ketua Tim Pemenangan Iswan Priyadi juga ikut berdoa. Persis setahun berpulangnya Ibu, Pak Isran tengah berjuang untuk kembali mengikuti Pilgub Kaltim, yang pencoblosannya pada 27 November mendatang. Mereka yakin kekuatan Ibu Hj Norbaiti tetap menyertai Pak Isran.

Masyarakat juga tetap mengenang kepergian  wanita lembut dan  bersahaja itu. Ibu Norbaiti dikenal sebagai salah seorang tokoh wanita terbaik yang banyak menginspirasi masyarakat, terutama kaum perempuan di daerah ini.

BANYAK KENANGAN MANIS

Ibu Norbaiti meninggal dunia Rabu malam, 24 Mei 2023 pukul 20.23 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof Dr dr Mahar Mardjono. Dia memang cukup lama menjalani perawatan yang intensif di Jakarta, di antaranya melalui kemoterapi.

Banyak orang yang meratapi kepergiannya. Maklum wanita berusia 54 tahun ini  dinilai sangat menginspirasi dalam mewujudkan perannya. Baik sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri kepala daerah maupun sebagai wanita aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan.

Buah perkawinannya dengan Isran pada 15 Maret 1991, mereka dikaruniai tiga  anak. Muhammad Rahman Isran (31), Siti Rahmawati Isran (28), dan Siti Annisa Isran (23).

Rahman yang akrab dipanggil Rais sudah menikah dan mempunyai dua anak, Muhammad Samudra Dirahman dan Muhammad Ibrahim Dirahman. Rahmawati atau Rahmi masih berstatus lajang.   Sedang Annisa (Icha) menikah dengan Sayid Muhammad Fajar, 25 Februari 2023 lalu. Sudah dikaruniai seorang putri.

Pak Isran mengakui istrinya melayaninya dengan sangat baik dan menjadi panutan bagi anak-anak dan cucunya. “Terlalu banyak kenangan indah dan manis bersama Almarhumah,” katanya  pada saat pemakaman jenazah Norbaiti di samping rumah, Kamis, 25 Mei 2023.

Ibu Norbaiti sendiri yang minta dimakamkan di tempat tersebut. “Itu permintaan Ibu sebelum berobat terakhir ke Jakarta,” kata Pak Isran. Biar keluarga mudah menziarahi. Dan Ibu Norbaiti seakan ingin tetap dekat bersama suami, anak-anak, dan cucu-cucunya meski berada di alam lain.

Sebagai istri kepala daerah, setidaknya ada tiga peran yang dilakoni Ibu Norbaiti semasa hidup dengan sangat sempurna. Sebagai ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Peran ini cukup lama dia jalani. Sejak Pak Isran menjadi bupati Kutai Timur (2009-2015)  sampai ketika Isran menjadi gubernur Kaltim (2018-2023).

Tak cukup sebatas itu saja. Ibu Norbaiti juga masih menyisihkan waktunya memimpin sejumlah organisasi. Misalnya sebagai ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kaltim (2021-2026), ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Bunda Generasi Berencana (GenRe), Pembina Dharma Wanita, ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis (PPTI), ketua Yayasan Jantung Sehat, dan ketua Yayasan Kanker Indonesia.

Di tengah keterbatasan potensi perempuan Kaltim bergelut di jalur politik, Norbaiti juga berani terjun ke sana.  Di balik kelembutannya, dia ingin menunjukkan wanita Kaltim juga mampu memainkan perannya di panggung politik.

Dia menjadi caleg. Melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Norbaiti dilantik menjadi anggota DPR RI pada 15 Januari 2014 dari Partai Demokrat menggantikan Yusran Aspar yang mengundurkan diri karena ikut pemilihan bupati PPU.

Pada pemilihan legislatif 2014, Norbaiti kembali terpilih ke Senayan. Dia ditugasi di Komisi VII, yang menangani urusan energi, penelitian, teknologi, dan lingkungan. Bidang itu sangat cocok untuk kepentingan Kaltim, yang dikenal kaya dengan sumber alam dan energi.

Kurang dari setahun sebagai wakil rakyat Norbaiti mengikuti pemilihan bupati Kutai Timur (Kutim), menyusul mundurnya sang suami dari jabatan tersebut. Dalam pemilihan itu dia dikalahkan Ismunandar yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah Kabupaten Kutim.

Banyak penghargaan yang dianugerahkan kepada Ibu Norbaiti. Di antaranya Penghargaan Inspiratif dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dari SCTV, Manggala Karya Kencana dari BKKBN dan penghargaan atas pengabdian luar biasa di bidang kesehatan masyarakat pada HUT ke-66 Provinsi Kaltim tahun 2023.

Dengan beragam peran yang dijalani,  Pak Isran menyebut Ibu Norbaiti telah mengemban tugasnya dengan baik. “Beliau telah menjalankan tugasnya dengan baik, sekarang kita ikhlaskan dia menghadap Yang Mahakuasa,” katanya berkaca-kaca ketika melepas jenazah sang istri.

Ibu Norbaiti lahir di Loa Janan, 30 Januari 1969. Dia anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya Amlan bin Tasin dan ibunya bernama Mastika. Tiga saudaranya masih hidup semua, yaitu Iwan Iskandar, Normalinda, dan Nortiani.

Semasa hidup, foto-foto Norbaiti banyak menghiasi media sosial.  Wajahnya teduh. Sangat familiar. Senyumnya memberi kesan yang ramah. Adakalanya orang jadi teringat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Wajah sejuk dengan senyum yang selalu menghias dunia. Abadi di sepanjang masa.

Pak Isran mengakui dia dan keluarga harus tabah dan ikhlas menerima takdir dari Allah Swt. Karena kematian adalah sesuatu yang pasti dialami semua orang. “Kullu nafsin zaa’iqatul maut, tsumma ilainaa turja’un,” Dia selalu berdoa agar istrinya mendapat tempat yang sempurna di sisi Allah.

Hari-hari ini Isran hidup bersama anak dan cucu. Kembali lajang atau seperti burung “jalak” yang sering dia ucapkan. Tetapi tetap bahagia dan penuh semangat. Tim relawannya berdoa agar Pak Isran kembali terpilih menjadi gubernur Kaltim periode 2024-2029. Selain itu, ada pengganti Ibu yang bisa menemani dan menjaga Pak Isran setiap saat. Insyaallah.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb