Isran: Andai Aku Bisa

August 22, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Berfoto dengan anggota Sahabat Sejati

DIAM-DIAM Gubernur Kaltim Isran Noor suka juga menyanyi. Itu setidaknya terlihat ketika dia menyusuri Sungai Mahakam, Sabtu (19/8) sore. Dia menumpang kapal Enggang Borneo bersama-sama orang di sekitarnya yang bergabung dalam grup SS atau Sahabat Sejati. Ada juga sejumlah anggota tim gubernur urusan pemerintahan (TGUP).

Suasananya sangat mendukung. Sambil menunggu matahari terbenam (sunset), Pak Gub bersantai ria.  Ada musik elekton menyertai dan peserta pun bisa bernyanyi sepuasnya. Sekali-kali kapal pesiar Mahakam itu berpapasan dengan sejumlah tongkang pengangkut batu bara.

Isran dan rombongan semua mengenakan baju bermotif Merah Putih. Acara ini memang dikaitkan dengan memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI. Menyusuri sungai sampai Jembatan Mahakam, sesuatu yang jarang mereka lakukan pada hari-hari biasa.

Sama seperti saya, Isran ternyata menyukai lagu legend Chrisye, yang dipopulerkan kembali oleh Tulus pada Maret 2021. Judulnya sangat menarik:  “Andai Aku Bisa.” Penulisnya Bebi Romeo dan Ahmad Dhani. Dirilis tahun 2001 atau 22 tahun silam dalam album Konser Tour 2001 milik Chrisye. Bayangkan lamanya.

Isran sangat menghayati menyanyikan lagu itu bersama Nana Ishak dan anggota rombongan lainnya. Liriknya dia lihat di layar HP-nya sambil badannya dia goyang-goyangkan mengikuti irama lagu. Ada juga yang berteriak, “suer….suer.” Sebagian juga kaget tidak menyangka Isran mau bernyanyi. Biasanya mereka hanya melihat Wagub Hadi Mulyadi yang berani pegang mik habis-habisan.

Lagu “Andai Aku Bisa” memang sangat menyentuh. Liriknya memberi kesan mendalam. Saya tidak tahu kenapa Isran menyukai lagu itu. Bisa jadi untuk mengenang istri tercinta, Ibu Norbaiti, yang awal September ini memasuki 100 hari kepergiannya.

Belakangan lagu ini sering juga dinyanyikan Dr Meiliana atau Bu Mei, mantan Pj Sekdaprov Kaltim, yang memang gemar menyanyi. Biasanya dia menyanyikan lagu Iwan Fals yang sangat terkenal, “Bento.” Tapi lagu galaunya Bu Mei memilih “Andai Aku Bisa.”

“Andai aku bisa, memutar kembali, waktu yang telah berjalan, ‘tuk kembali bersama,” begitu bagian awal dari lirik lagu tersebut. Sepertinya pas mengungkapkan perasaan  hati yang dialami Isran, yang 32 tahun bersama Ibu Norbaiti. Mereka menikah 15 Maret 1991 dan  dikaruniai 3  anak. Perempuan tangguh kelahiran Loa Janan itu, meninggal dunia 24 Mei 2023.

Kalau dilihat dari judul,  lagu itu bisa juga menggambarkan semangat yang dimiliki seorang Isran Noor, yang ingin mengabdikan diri dan kemampuannya sebagai pemimpin bangsa. Tentu sah Si Raja Naga bercita-cita sebagai presiden atau wakil presiden. Sebab itu hak seorang warga negara yang punya kemampuan dan kualitas.

Terlepas dari soal keinginannya menjadi capres atau cawapres, juga banyak pihak menyambut baik rencana Isran tetap ingin berduet dengan Hadi Mulyadi  dalam Pilgub 2024 mendatang. Bahkan dia

berani sesumbar. “Yang akan datang tidak usah memaksakan dukungan. Kalian dukung atau tidak kami tetap maju. Yang lain pelengkap, ora bisa mengalahkan,” katanya sangat yakin.

Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Nanang Sulaiman  di balihonya berani memajang gambar pasangan Isran Noor–Hadi Mulyadi dengan komentarnya untuk berlanjut di masa bakti 2024-2029.

MASIH BANYAK MISKIN

Ketika membuka Kaltim Expo 2023 di Convention Hall Sempaja Samarinda, Jumat (18/8), Isran dengan jujur mengakui masih banyak program yang belum terlaksana secara maksimal selama kepemimpinannya dengan Hadi Mulyadi sejak 2018.

“Memang betul masih banyak yang belum bisa kami wujudkan. Misalnya yang paling parah adalah masih banyaknya masyarakat miskin di Provinsi Kalimantan Timur. Ini menjadi beban pikiran kami. Tapi secara nasional, Provinsi Kaltim jauh lebih baik,” kata Isran.

Gubernur membeberkan, berbagai program sudah mereka jalankan dalam mengatasi angka kemiskinan, di antaranya melalui pembangunan rumah layak huni sebanyak 3.000 unit yang dikaitkan dengan program CSR-nya yang melibatkan berbagai perusahaan besar di daerah ini terutama di sektor batu bara dan kelapa sawit.

Menurut Sekdaprov Dr Sri Wahyuni, Kaltim Expo 2023 sebagian besar mengungkapkan berbagai pencapaian hasil pembangunan  selama kepemimpinan Isran Noor–Hadi Mulyadi selama 2018-2023. “Alhamdulillah sebagian besar hasilnya memuaskan,” tambahnya.

Isran juga tetap membuka ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai hal yang belum dipenuhi. “Tentu saja boleh memberikan komentar jika ada yang belum memuaskan dan apa yang belum dilaksanakan. Biar menjadi masukan untuk gubernur selanjutnya,” katanya.

Masriadi, warga Teluk Lerong Samarinda meminta Isran-Hadi jika terpilih kembali dalam Pilgub 2024, lebih gigih lagi membela warga Kaltim dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Saya mendengar pembangunan IKN memang berjalan lancar, tapi  belum banyak anak-anak Kaltim terlibat di dalamnya.”

Hal yang sama juga dikemukakan Rudi, seorang pengusaha Balikpapan. “Hampir semua pekerjaan utama dikerjakan oleh kontraktor besar dari luar. Tidak gampang pengusaha daerah dapat ikut berpartisipasi,” katanya dengan masygul.

Ketika upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lokasi IKN, Sepaku, Kamis (17/8) lalu, saya sempat bertemu Deputi Otorita IKN Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Alimuddin, yang sebelumnya pejabat Kadis Pendidikan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). “Kita memang berharap banyak putra Kaltim bisa masuk di Otorita IKN,” jelasnya.

Ada yang menarik ketika Isran menghadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara Jakarta, Kamis (18/7) sore. Mengenakan baju adat Kutai, Isran duduk berdampingan dengan Pj Gubernur Banten Al-Muktabar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ketika para gubernur diminta memberi salam, Isran menampilkan salam dua jari, yang berbentuk L. Ada yang mengartikan itu isyarat “Lanjutkan!” tapi ada juga yang menafsirkan angka 2 itu sebagai dua periode. Artinya Isran-Hadi sudah siap melanjutkan kepemimpinan mereka untuk yang keduakalinya. Betulkah seperti itu? Ya, kita tunggu saja tanggal mainnya!(*)

Isran Maju Lagi di Pilgub

August 19, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal EffendI

Isran dan Hadi ketika memimpin upacara terakhir di GOR Kadrie Oening

AMBIL menunggu situasi terakhir peta pencapresan, Gubernur Kaltim Isran Noor sepertinya mulai mau berbicara soal skenario kedua. Yaitu kemungkinan dia akan maju kembali dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim masa bakti 2024-2029.

Selama ini Isran sangat menutup mulut kalau ditanya soal Pilgub. Dalam berbagai pertemuan, dia hanya bicara satu skenario saja. Meski terkadang diutarakannya setengah bercanda, tapi dia selalu bicara soal kemungkinan keikutsertaannya dalam kontestasi pemilihan presiden atau wakil presiden.

Soal Isran ingin berkompetisi di tingkat nasional bukan hal baru. Ketika dia menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), balihonya sudah tersebar hampir di seluruh kabupaten untuk ikut mencalonkan diri menjadi presiden RI 2014-2019. Dia juga pernah mengikuti konvensi calon presiden yang diadakan Partai Demokrat.

Tiga bulan lagi, partai politik atau gabungan partai politik akan mendaftarkan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Tepatnya tanggal 19 Oktober–25 November 2023. Kalau dilihat perkembangan saat ini, hanya ada 3 nama yang beredar kuat, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Yang menarik sampai saat ini juga ketiga nama tadi belum memastikan siapa pasangannya. Meski beredar sejumlah nama mulai Sandiaga Uno, Erick Thohir, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ridwan Kamil, Andika Perkasa, Mahfud  MD, Khofifah Indar Parawansa, Yenny Wahid, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Airlangga Hartarto bahkan sampai putra presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Gubernur, Wagub dan istri, Sekdaprov bersama Paskibraka Kaltim

Apakah masih mungkin nama Isran menyalip di antara nama-nama tadi? Dalam politik memang mungkin saja. Setidaknya orang bisa melihat fenomena cawapres tahun 2019. Bagaimana dramatisnya, ketika Mahfud MD sudah ukur baju dan menunggu pengumuman, tiba-tiba parpol pengusung Jokowi di detik terakhir mengubah nama cawapres dengan memunculkan KH Ma’ruf Amin.

Isran sering mengibaratkan kemungkinan dirinya jadi presiden kalau terjadi gempa bumi di mana tinggal dia  yang tersisa. “Kalau ada gempa, nah saya bisa jadi presiden,” katanya membuat gerr yang mendengar.

Dalam acara pemberian anugerah tanda kehormatan Presiden RI di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, Selasa (16/8) lalu,  Isran mulai memberi sinyal  akan kembali maju dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024.

Awalnya dia mengucapkan terima kasih kepada Wagub Hadi Mulyadi, yang juga hadir dalam acara tersebut. Isran menganggap duetnya selama ini berjalan lancar dan Hadi banyak memberikan dukungan. “Terima kasih, I love you all, with Mister Vice Governor. Terima kasih juga atas dukungannya selama ini,” katanya disambut tepuk tangan.

Ternyata ucapannya belum berakhir. Dia juga memberi isyarat akan tetap berpasangan dengan Hadi Muyadi. “Yang akan datang tidak usah memaksakan dukungan, kalian dukung atau tidak, kami tetap maju.  Yang lain pelengkap, ora bisa mengalahkan,” katanya seperti diberitakan Tribunkaltim.co.

Gubernur Isran tiba di Istana Negara Jakarta

Hadi sendiri tampaknya tidak menampik jika diminta kembali mendampingi Isran, meski dia sudah mencalonkan diri menjadi caleg DPR RI dari Partai Gelora. “Kalau beliau mengajak saya, ya saya jalankan perintah beliau.  Yang jelas saya maju dulu ke DPR RI bulan Februari nanti,” katanya.

Siapa lawan Isran jika nanti maju kembali dalam Pilgub Kaltim 2024? Setidaknya ada dua nama yang sudah pernah memberi isyarat. Yaitu Ketua DPD PDIP Safaruddin dan Ketua DPD Golkar Kaltim Rudi Mas’ud. Ada juga nama lain, yang kemungkinan bisa muncul, yaitu Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang juga Ketua DPD Gerindra Kaltim.

Charta Politik Indonesia pernah merilis hasil surveinya berkaitan tingkat keterpilihan (elektabilitas) calon gubernur Kaltim. Hasilnya, Andi Harun menempati posisi pertama. Menyusul Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

SOAL PJ GUBERNUR

Mengingat Isran Noor dan Hadi Mulyadi akan selesai masa baktinya 30 September 2023, maka sudah pasti sejak 1 Oktober 2023 Kaltim akan dipimpin oleh seorang Penjabat (Pj) Gubernur. Sesuai ketentuan, calon Pj dipilih 3 dari DPRD Kaltim dan 3 lagi dari Mendagri. Lalu dari keenam calon tadi, tiga di antaranya akan diajukan ke Presiden untuk dipilih dan ditetapkan salah satunya.

Siapa 3 calon yang bakal disaring DPRD Kaltim? Sampai sekarang prosesnya belum dilakukan secara resmi. “Kita masih menunggu petunjuk teknis dari Kemendagri,” kata Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Jumat (18/8) kemarin.

Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi menangkap aspirasi masyarakat, yang sebagian besar meminta agar Pj Gubernur dipilih Presiden dari orang Kaltim terbaik yang memenuhi syarat. “Kaltim itu selama ini menjadi anak manis, jadi selayaknya yang mendapat kesempatan orang Kaltim sendiri,” jelasnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji. “Kita berharap Presiden memberikan kepercayaan kepada putra daerah. Itu yang harus kita terobos, putra daerah yang punya kemampuan nasional,” katanya.

Sejauh ini ada 8 nama orang daerah (orang Kaltim), yang bisa dikategorikan setara dengan eselon I. Mereka adalah Sekdaprov Dr Sri Wahyuni, Rektor Unmul Prof Dr Abdunnur, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Dr H Kamaruddin Amin, MA, Staf Ahli Bidang Desa Kementerian  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dr Ir HM Nurdin, MT,  Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Dr Myrna Asnawati Safitri, Deputi  Bidang Sosial Budaya Otorita IKN Drs Alimuddin, M.Si, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi dan mantan danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, SH, MH.

Mantan Pj Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana menilai ke-8 orang itu mempunyai kapasitas yang cukup untuk dipilih menjadi Pj. Semua sangat berpengalaman dan putra daerah terbaik saat ini. “Ya saya setuju Dewan memilih 3 dari 8 nama yang ada itu,” katanya di sela mengikuti Upacara 17-an di Gelora Kadrie Oening.

Warga Kaltim juga berharap Dewan memilih tiga dari 8 nama yang ada. “Meski hanya Pj Gubernur, akan tetapi kita tetap minta DPRD Kaltim memilih 3 dari 8 nama yang jelas-jelas orang Kaltim sendiri, bukan orang luar,” kata Abdul Wahab, warga Teluk Lerong Samarinda.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Sukri, warga Balikpapan. “Aneh, kalau sampai DPRD Kaltim memilih orang luar. Kan bahannya sudah ada orang daerah, jadi wajib hukumnya memilih orang daerah sendiri,” tandasnya.

Bersama para gubernur memberi salam di Istana

Gubernur Isran berharap penggantinya atau Pj Gubernur Kaltim mampu memberikan kontribusi dan karya besar bagi daerah. Apalagi Kaltim tengah mengawal pembangunan IKN, yang sangat bersejarah.

Di hari-hari terakhir ini, Isran tetap aktif bertugas. Seusai menjadi inspektur upacara (Irup) pada peringatan Detik-Detik Proklamasi ke-78 di Samarinda, dia langsung terbang ke Jakarta menghadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara. “Saya diminta Bapak Presiden hadir, karena tahun depan peringatan bersejarah itu untuk pertama kalinya digelar di Istana Presiden yang baru di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelasnya.

Isran datang sendiri ke Istana. Dia mengenakan baju adat  Kutai. Tampak gagah dengan kacamata hitamnya.  Baju adat yang dikenakan Isran itu bernama Kustin, kerap dipakai bangsawan pada masa Kerajaan Kutai Hindu hingga Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong. Penutup kepalanya bernama setorong dengan lambang yang berwujud wapen disesuaikan dengan tingkatan gelarnya.

Sementara itu rangkaian acara peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI Provinsi Kaltim dibuat semeriah mungkin. Karena ini juga upacara terakhir dipimpin Isran dan Hadi Mulyadi sebagai gubernur dan wakil gubernur masa bakti 2018-2023.

Menurut Sekdaprov Sri Wahyuni, mulai Jumat kemarin sampai 22 Agustus digelar Kaltim Expo di Convention Hall Sempaja. Banyak yang bisa dilihat masyarakat, mulai pameran produk UMKM hingga berbagai acara hiburan. Sedang Sabtu pagi ini di GOR Segiri Samarinda berlangsung pawai pembangunan dan karnaval budaya yang amat meriah.(*)

 

Tujuh Belasan di IKN

August 17, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

UPACARA resmi Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) masih setahun lagi. Tapi Otorita IKN sudah memulai tahun ini. Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI digelar di tengah-tengah lokasi pembangunan Istana Negara IKN, Kamis (17/8) pagi.

Alhamdulillah saya bisa hadir langsung menyaksikan. Dari Balikpapan saya berangkat pukul 5 pagi. Takut terlambat. Biasanya saya ikut upacara di simpang empat Balikpapan Baru (BB). Tapi saya putuskan menghadiri undangan di lokasi IKN. Belum tentu saya dapat undangan lagi di tahun 2024, di mana Presiden Jokowi langsung menjadi inspektur upacara (Irup). Lain halnya kalau saya lolos menjadi anggota DPR RI nanti. Jadi sengaja saya hadir di acara tahun ini.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono bertindak sebagai Irup. Dia tampil gagah. Mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) putih-putih seperti seorang kepala daerah. Lengkap dengan sejumlah penghargaan di dadanya. Ketika datang dia didampingi sang istri, Ibu Lusie Susantono yang mengenakan kebaya merah dengan topi adat suku Dayak. Tampak cantik didampingi Natasya Priyanka, Putri Indonesia Kaltim 2023.

Hampir semua deputi Otorita IKN hadir. Saya sempat bertemu dua deputi dari Kaltim, Alimuddin sebagai Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat serta Myrna Asnawati Safitri sebagai Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Ada tamu istimewa, Ketua Kadin Pusat M Arsyad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan Anindya Bakrie, Ketua Apindo Pusat Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Kadin Kaltim Dayang Dona dan sejumlah pengurus Kadin daerah.

Acara dimulai pukul 08.30. Sebagai komandan upacara Danramil 0913-04/Sepaktu Kapten Inf Andi Supratikto. Sedang peserta upacara di antaranya dari jajaran Otorita IKN, staf PUPR, kelompok pelajar dan mahasiswa dari PPU dan Balikpapan, serta para pekerja konstruksi IKN. Termasuk tokoh adat di antaranya Abriantinus (Panglima Koppad Borneo). Ada juga President Indonesian Diaspora Network Australia Hendra Wijaya beserta anggotanya.

Detik-Detik Proklamasi ditandai dengan bunyi sirene. Lalu Wakil Ketua DPRD PPU Hartono Basuki bertugas membaca Teks Proklamasi. Selanjutnya prosesi menaikkan bendera Merah Putih. Yang dipercaya menjadi petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) adalah anggota Purna Paskibraka Penajam Paser Utara (PPU) 2022. Annisa Kurniati bertugas sebagai pembawa bendera.

Penaikan bendera diiringi menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dikenal sebagai karya Wage Rudolp Soepratman. Sang pengarang lagu kebangsaan ini lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Maret 1903. Dia adalah guru, wartawan, violinis dan komponis di zaman Hindia Belanda. WR Soepratman juga anggota grup musik jazz Black dan White Jazz Band. Dia juga pencipta lagu “Ibu Kita Kartini.”

Terasa keheningan menyelimuti lokasi IKN. Tak ada suara hiruk pikuk. Saya membayangkan betapa

megahnya Istana Presiden jika sudah rampung 2024 nanti. Desainnya menggambarkan burung Garuda yang sedang mengepakkan sayapnya. Itu karya Nyoman Nuarta, seniman Bali yang terkenal dengan patung Garuda Wishnu Kencana.

Nyoman menamakan Istana Negara yang baru itu adalah Istana Garuda. Dibangun di lahan seluas 55,7 hektare dengan luas tapak 334.200 meter persegi. “Garuda merupakan simbol persatuan. Apalagi Garuda juga menjadi bagian dari lambang negara, Bhineka Tunggal Ika,” katanya. Sampai saat ini progres pembangunan Istana dan Kantor Presiden sudah mencapai sekitar 38 – 40 persen. “Juni 2024 semuanya sudah rampung,” kata Bambang.

Secara keseluruhan upacara berjalan lancar. Lalu ditutup dengan pembacaan doa, yang dipandu Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sepaku Ustaz Joko Warsito SHI.

Selesai upacara tadinya dijadwalkan video conference dengan Presiden Jokowi. Tapi acara ini tak jadi

dilaksanakan. Presiden tahun ini masih melaksanakan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta. Bisa jadi itu upacara terakhir di sana.

Menurut Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin sejumlah ornamen terkait IKN terpasang di Istana Negara. Ornamen itu sebagai tanda semangat bahwa Indonesia akan segera memiliki ibu kota negara yang baru.

“Iya memang temanya kan tema IKN. Mulai di depan, nih tempat foto kan udah IKN, termasuk di sini juga. Ini semangat (yang ingin disampaikan melalui ornamen) bahwa kita memiliki Ibu Kota Nusantara,” jelas Bey.

Tema besar HUT ke-78 Kemerdekaan RI adalah “Terus Melaju untuk Indonesia Maju.” Di samping ada beberapa sub tema di antaranya “Satukan Tekad Menyongsong Nusantara.”

Bambang Susantono mengaku lega upacara di lokasi IKN berlangsung lancar. “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Ini suasana yang bersejarah bagi kami, sekalian untuk persiapan pada Upacara Detik- Detik Proklamasi 17 Agustus 2024,” katanya.

Untuk memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Otorita IKN juga menggelar acara hiburan, beberapa pertandingan bernuansa 17-an, pemeriksaan kesehatan dan penanaman pohon. Grup musik Raja, yang dikenal berasal dari Kalimantan Selatan secara khusus didatangkan dan manggung sore harinya.

Vokalis Raja Ian Kasela sempat membuat lagu “Apa Salah Kalimantan,” merespon pernyataan Edy Mulyadi, yang dinilai melakukan penghinaan kepada Kalimantan berkaitan dengan ucapannya yang menyebut lokasi IKN tempat jin membuang anak di bulan Januari 2022.

Liriknya sangat mendalam. “Kau ucapkan kata yang menyakitkan. Kau lakukan tanpa rasa menyesal. Kau lukai jiwa kami. Dengan gaya bahasamu…….Apa salah Kalimantanku. Hingga kau hina seperti itu. Coba kau jelaskan padaku. Karena ocehan mulutmu. Sungguh menyakitkan hatiku.” Sebagai orang Kalimantan, Ian mengaku geram dengan ucapan Edy.

TERBESAR DI DUNIA

Sudah beberapa bulan saya tidak ke lokasi IKN. Saya kaget, lokasi IKN yang awalnya hamparan hutan eucalyptus sekarang sebagian sudah berupa bangunan jadi dan setengah jadi. Mulai Istana Presiden, rumah Menteri dan rumah para PNS. Di sana juga ada ribuan pekerja yang harus menyelesaikan

sejumlah bangunan tahap pertama, yang harus rampung sebelum 17 Agustus 2024.

Bambang mengakui semua kegiatan IKN berjalan lancar. Para investor juga mulai berdatangan. “Dalam waktu dekat sudah ada investasi sekitar Rp 10 triliunan yang masuk,” katanya kepada saya.

Seminggu sebelum 17 Agustus 2023, Konsorsium Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dipimpin pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma, yang popular dipanggil Aguan juga datang ke

lokasi IKN bersama pengusaha kakap lainnya. Yang mengawal Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe.

Aguan mengungkapkan, Konsorsium PMDN akan investasi di IKN sekitar Rp 30 sampai 40 triliun.

Grounbreaking dijadwalkan pada September 2023. “Izin usaha sudah mudah, urusan logistik mohon ditindaklanjuti sehingga peluang upacara 17 Agutus 2024 sangatlah besar,” ucapnya.

Bahlil memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan bagi para investor lokal yang berkontribusi dalam pembangunan IKN. “Saya menyampaikan apresiasi, regulasi biar urusan pemerintah,” jelasnya.

Kepala Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga menjelaskan, pihaknya tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar listrik, air, jalan dan telekomunikasi, yang dibutuhkan para investor. “Kita targetkan rampung 2024 mendatang,” tambahnya.

Presiden Jokowi mengklaim IKN merupakan proyek terbesar yang ada di dunia saat ini dan akan menjadi sentra ekonomi baru. “Sekarang ini proyek terbesar yang ada itu cuma ada satu yaitu di Indonesia, yang namanya Ibu Kota Negara Nusantara,” kata Jokowi ketika membuka Munas REI 2023 di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (9/8) lalu.

Kepala Negara menginformasikan, per 27 Juni 2023, sebanyak 34 ribu hektare lahan sudah bisa dibeli. “Ya dibeli, ngga ada gratisan di sana. Harganya berapa? Tanya ke Pak Kepala Otorita. Ini peluang, ini peluang,” katanya meyakinkan.

Lahan seluas itu juga ditawarkan Presiden Jokowi kepada pengusaha China dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Negara Tirai Bambu itu, akhir Juli lalu.

Sementara itu, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melakukan aksi demo di depan Kangtor Gubernur Kaltim, Jl Gajah Mada Samarinda, Rabu (16/8). Mereka mempersoalkan pembangunan IKN yang membawa dampak lingkungan dan sosial.

Sebelumnya Otorita IKN sudah menerbitkan “Buku Panduan Bangunan Cerdas,” yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengoptimalkan kenyamanan penghuni, dan mengurangi emisi karbon sebagai dampak negatif terhadap lingkungan.

“Buku ini menjembatani kesenjangan antara visi Pembangunan kota cerdas dan implementasi nyata di lapangan,” kata Prof Mohammad Ali Berawi, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.

Dalam Pidato Kenegaraan di sidang tahunan MPR, DPR dan DPD RI, Rabu (19/8) kemarin, Presiden Jokowi sama sekali tidak lagi menyinggung soal IKN. Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI Lanyalla Mahmud Mattalitti juga begitu. Sepertinya kompak. Ada yang bilang, itu karena IKN sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi dan sudah on the track. Jadi yang penting sekarang adalah menuntaskan pekerjaan sesuai jadwal diiringi semangat, “Satukan tekad menyongsong Nusantara.”(*)

 

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur.

– Wali Kota Balikpapan 2011-2021.

Merdeka Listrik, Air, dan Jalan

August 16, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Perbaikan listrik Kaltim yang padam

SAYA ditinggalkan cucu saya, Defa dan Dafin. Itu gara-gara listrik padam yang terjadi Selasa, 8 Agustus lalu. Rumahnya di kompleks Balikpapan  Baru (BB) lebih dulu byarpet. Jadi mereka mengungsi ke rumah saya di Balikpapan Regency. Rencananya bermalam. Tahu-tahunya menjelang maghrib, giliran daerah kediaman saya yang padam. Jadi mereka balik lagi ke BB, yang sudah menyala.

Saya sedih ditinggal sendiri. Soalnya istri saya juga ikut ngungsi. Saya punya genset sudah lama tidak dioperasikan. Jadi tidak siap. Terpaksa menggunakan sebatang lilin. Hampir tengah malam listrik baru menyala. Habib Salam dan sahabat saya Unding yang datang bertamu kaget. Kok rumah mantan wali kota ikut gelap gulita. “Saya hormat Bapak selalu ikut merasakan apa yang dialami warga,” kata Habib.

Blackout yang terjadi 9 hari menjelang peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan kita itu, cukup pedih. Listrik Kaltim yang dikenal dengan Sistem Mahakam tiba-tiba padam. Padahal Sistem Mahakam sudah tersambung dengan Kalsel dan Kalteng bahkan Kaltara. Tapi interkoneksi ini ternyata belum menjamin keandalan sistem kelistrikan kita.

“Yth pelanggan, kami sampaikan telah terjadi gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalseltengtim pada pukul 10.43 WIT, yang menyebabkan padam di sebagian pelanggan Balikpapan, Samarinda, PPU, Paser, Bontang, Kukar, Kutim dan sekitarnya. Saat ini sedang dalam penanganan secara bertahap dan secepatnya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis PLN Balikpapan, Selasa (8/8) siang melalui Instagram @plnbalikpapan.

Manager Umum PLN Wilayah Kaltimra, Riza Novianto Gustam pertengahan Mei lalu pernah menjelaskan bahwa sistem listrik di Kalimantan  dilebur menjadi Sistem Khatulistiwa dengan kemampuan 1.560 MW (megawatt).

PLN terus membangun jaringan Sistem Mahakam yang mengaliri listrik dua provinsi (Kaltim dan Kaltara) dengan kekuatan 790 MW (megawatt) dan Sistem Barito di Kalsel dengan kekuatan 670 MW.

Riza memastikan interkoneksi keempat provinsi Kalimantan itu mampu menjamin keandalan pasokan listrik bagi sektor industri maupun rumah tangga. Pertumbuhan regional Kalimantan akan terus meningkat mengejar ketertinggalan dari Jawa.

Sistem Mahakam sendiri saat ini menyimpan surplus daya listrik sebesar 200 MW. Sayang kelebihan daya tidak berarti listrik tak bisa padam. Belakangan PLN menjelaskan, penyebab gangguan listrik kemarin akibat insiden crane konstruksi di Kariangau, Balikpapan, yang menyentuh saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV. “Hal ini yang membuat infrastruktur kelistrikan rusak dan berakibat sebagian pelanggan di Kalsel, Kalteng dan Kaltim terdampak,” kata GM PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengaturan Beban (UIP3B) Kalimantan Abdul Salam Nganro seperti diberitakan Media Kaltim.

Soal blackout listrik, Ombudsman pernah menyentil PLN dari hasil investigasinya. Tidak melulu penyebabnya karena persoalan teknis dan alam, akan tetapi ada juga unsur human error atau faktor kelalaian dari PLN sendiri.

AIR BERSIH SERET

Ketika listrik padam, sebagian kota di Kalimantan terutama Samarinda dan Balikpapan juga lagi kesulitan air bersih. Jadi lengkaplah masalah yang dihadapi. “Sudah air susah, listrik pada mati lagi, ya lengkaplah penderitaan kita,” kata sejumlah warga di Balikpapan dan Samarinda.

Air bersih susah memang banyak faktor. Terutama bersumber dari air baku yang kurang. Akibat El Nino dan kemarau, curah hujan sangat kurang. Mahakam saja cenderung kering, apalagi Balikpapan yang mengandalkan air hujan yang ditampung di waduk Manggar dan Teritip.

Kepala UPB I Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Faturrahman mengakui 4 waduk di wilayah Kaltim cenderung mengalami kekeringan. Selain Manggar dan Teritip, juga Lempake (Benanga) dan Samboja. “Sumber daya tampung air di empat waduk itu berpotensi mengalami kekeringan,” jelasnya.

Pada waktu normal saja, Balikpapan kekurangan air baku sekitar seribu liter per detik. Apalagi di saat sekarang di mana Waduk Manggar mulai menyusut. Karena itu Balikpapan sangat menunggu kiriman air waduk dari Ibu Kota Nusantara (IKN), yang kabarnya sudah hampir rampung. Dari sini Balikpapan  setidaknya akan mendapat suplai sekitar 500 liter per detik.

Tapi air seret di Balikpapan tidak melulu soal air baku. Ada juga karena persoalan pipa distribusi yang sudah tua dan banyak di bawah jalan dan rumah penduduk. Jadi kalau terjadi gangguan atau kebocoran tidak gampang mencari dan memperbaikinya. Apalagi gangguan belakangan ini karena adanya perbaikan jalan dan drainase serta pemasangan pipa gas, yang sangat masif dan kurang awas. “Hampir tiap hari ada pipa yang bocor,” kata seorang petugas.

Sejak era kepemimpinan saya sudah dikaji program  penggantian pipa distribusi. Tapi memerlukan dana yang besar, sehingga perlu perencanaan dan pembahasan yang panjang. Sumber APBD saja pasti tidak cukup, sehingga harus dicari sumber lain melalui investasi pihak ketiga atau pinjaman.

Menurut saya, pada saatnya Balikpapan harus menerapkan juga sistem pengadaan air bersih melalui pemurnian air laut (desalinasi). Tempo hari sudah hampir final rencananya. Sayang sang investor belakangan tersandung berbagai masalah teknis bersama mitranya, sehingga rencana itu sampai sekarang belum bisa diwujudkan.

JALAN RUSAK BIASA

Meski dikenal sebagai daerah kaya, Kaltim masih persoalan dengan jalan. Baik jalan di kabupaten/kota maupun jalan trans yang menghubungkan berbagai wilayah. Kesan jalan di Kaltim yang rusak dibanding jalan di wilayah Kalsel masih  menyeruak.

Gubernur Isran meninjau jalan dan jembatan di Berau

“Ya jalan rusak di Kaltim itu biasa. Yang luar biasa kalau jalan di Kaltim sudah mulus. Nah, kita akan terus berjuang untuk membuat jalan di daerah kita semuanya mulus,” kata Isran ketika melakukan perjalanan darat ke Bontang, Kutim, dan Berau beberapa pekan lalu.

Isran sempat meninjau kemajuan pembangunan ruas jalan Simpang 4 Kaliorang – Talisayan sepanjang 248 Km dan Talisayan–Tanjung Redeb 151 Km. “Alhamdulillah target jalan mantap mencapai 85,42 persen,” katanya.

Persoalan jalan tidak nyaman dan macet di Balikpapan lain lagi soalnya terutama di sepanjang Jl MT Haryono. Sudah lama warga mengomel dan protes. Rasanya mulai sebelum hari Raya Idulfitri sampai menyambut Hari Kemerdekaan ke-78 bulan Agustus ini. “Bayangkan berbulan-bulan kita tersiksa, padahal itu hari-hari penting,”  gumam seorang warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui lelang memberikan kepercayaan kepada PT Fahreza Duta Perkasa membenahi jalan sepanjang MT Haryono, yang dikaitkan dengan penanganan masalah banjir di Sungai Ampal (DAS Ampal). Anggarannya sangat jumbo Rp 136 miliar dengan pola multiyears. Program itu dipuji karena besar manfaatnya untuk kelancaran jalan dan penanganan banjir yang belum bisa teratasi selama ini.

PT Fahreza kontraktor dari Jakarta. Reputasinya menurut berbagai sumber memang tidak terlalu menarik. Ada yang datang ke kantornya, terlihat sepi. Tapi dalam lelang PT Fahreza mampu mengalahkan BUMN yang sudah berpengalaman.

Bagaimana dengan kinerjanya di lapangan? Itu yang tampaknya jadi masalah. Karena kesannya ternyata  tidak terlalu lancar. Tercium aroma  yang tidak sedap. Pola pengerjaannya sangat menjengkelkan. Pemangkasan tanjakan di depan Global Sport belum tuntas dan tidak sempurna. Malah membahayakan kendaraan. Tidak ada upaya percepatan. Sehingga berbagai komentar miring berseliweran di dunia maya. Netizen dan Wali Kota terkesan saling menyindir dan beradu argumen. Bahkan sebelumnya ada yang berani pasang spanduk protes dalam ukuran besar.

Pihak DPRD Balikpapan beberapa kali meninjau langsung proyek DAS Ampal di Jl MT Haryono. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri ketidaktepatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Tapi proyek dan kontraktor tetap melenggang, meski sempat ada  usulan agar kontraktornya diganti atau diputus.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Balikpapan beberapa waktu lalu, Direktur PT Fahreza

Cahyadi pernah membela diri. Soal lambannya progres tak bisa dibebankan semuanya kepada kontraktor. Ada faktor lain seperti lahan yang belum dibebaskan, kabel dan pipa utilitas yang harus dipindahkan. “Kalau ada pemutusan kerja, kami  mengambil langkah,” tandasnya begitu.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) membuat laporan ke KPK terkait pelaksanaan proyek DAS Ampal. “Kami sudah mengirimkan dokumen dan data seperti permintaan KPK,” kata Sekjen MAKI Komaryono kepada kantor berita RMOLjatim, Selasa (1/8).

Ketua  Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Balikpapan Ardiansyah mengatakan, pihaknya juga akan menggugat PT Fahreza baik secara perdata maupun pidana. “Akibat pekerjaan yang mereka lakukan lambat, terjadi kerusakan properti milik warga dan juga merugikan pelaku usaha di sekitar proyek,” katanya seperti diberitakan Nomorsatu.com, Jumat (11/8).

Sementara itu, puluhan warga RT 15 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB) menuntut PT Fahreza memperbaiki jalan dan fasilitas di lingkungan RT 15 yang rusak akibat proyek DAS Ampal. “Sebenarnya kami berterima kasih terhadap perbaikan gorong-gorong DAS Ampal. Hanya saja setelah pekerjaan selesai, dampak yang terjadi tidak diperhatikan,” kata seorang warga. Atas inisiatif anggota Dewan Slamet Iman Santoso, PT Fahreza membuat kesepakatan dengan warga.

Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan dia siap mengambil risiko dalam pelaksanaan proyek DAS Ampal. Dia juga menghormati berbagai laporan sebagai masukan.  “Ya laporkan saja kalau terbukti ‘kan diproses. Kalau tidak terbukti ‘kan yang melaporkan bahaya juga. Biasa aja, itu masukan informasi ini perlu sekalipun kita perkuat pengawasan,” katanya kepada apahabar.com, Rabu (9/8) lalu.

DAS Ampal merupakan salah satu megaproyek andalan Pemerintah Kota Balikpapan saat ini. Sejalan juga dengan komitmen atau janji politik Wali Kota mengurai permasalahan banjir di Kota Minyak. “Permasalahan risiko semua ada risiko, ini yang kami hadapin. Tujuannya untuk kebaikan masyarakat kota Balikpapan,” jelasnya kepada media online tadi.

Beberapa hari lalu saya bertemu seorang warga yang lagi membeli bendera dan umbul-umbul di pinggir Jl Syarifuddin Yoes. “Buat menyambut dan memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI,” katanya. Sambil mengibarkan bendera Merah Putih dia berucap:  “Dirgahayu Negeriku. Mudah-mudahan kita benar-benar merdeka. Merdeka untuk sekolah, merdeka listrik tidak padam, merdeka air bersih bisa lancar dan merdeka jalan tidak macet dan berdebu lagi,” katanya sambil mengepalkan tangan. Sekali lagi,  Merdeka!!!(*)

Isran dan Pisang Batuah

August 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Gubernur, Direktur Perbenihan dan Kadis Pangan di lab Batuah

MENARIK juga kegiatan Gubernur Isran Noor sekali ini. Meluncurkan benih pisang unggul dan panen  buah kelengkeng. Itu berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBI TPH) di Desa Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Minggu (6/8) lalu.

Isran tampak ceria. Dia datang bersama Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian/Plt Staf Ahli Mentan Inti Pertiwi Aswari, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, anggota DPD RI dari Kaltim Nanang Sulaiman, Sekdaprov Sri Wahyuni,  anggota TGUP Kaltim Dr Ibrahim dan Dr Zulkarnaen serta sejumlah pejabat lainnya.

Mereka disambut antusias  oleh Kepala Dinas Pangan TPH Siti Farisyah Yana, Kepala UPTD BBI TPH Devis Hendra, SP.MP bersama jajarannya. “Terima kasih Bapak Gubernur dan Ibu Direktur mau datang ke BBI TPH kami di Batuah ini,” kata Yana bersemangat.

Dinas Pangan TPH Kaltim memilik tiga balai benih. Selain di Desa Batuah, ada juga BBI di Rempanga, Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dan satunya lagi Sepaku Semoi, Penajam Paser Utara (PPU) berdekatan dengan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala UPT BBI TPH Devis Hendra bersama Direktur Perbenihan Inti Pertiwi

Desa Batuah yang berdiri sejak tahun 1997 dengan luas 84,32 Km2, masuk wilayah Kukar juga.  Dulu dikenal sebagai desa penghasil lada atau merica. Banyak warga setempat yang naik haji berkat lada. Karena itu dulu dikenal dengan istilah “haji lada.” Naik haji berkat meraup duit dari penjualan lada, yang panennya berlimpah.

Karena lokasinya yang sangat strategis di antara Km 15 sampai Km 31 jalan poros Balikpapan-Samarinda, tak jauh dari Taman Hutan Raya Bukit Soeharto,  maka Dinas Pangan TPH Kaltim memilih Batuah sebagai salah satu BBI terbaik. Luasnya sekitar 35 hektare, sehingga sangat memungkinkan dilakukan pengembangan.

Gubernur Isran datang ke Batuah benar-benar membawa tuah. Dia menyerahkan SK penetapan BBI TPH  Batuah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan SK itu, BBI TPH bisa lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan dan bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Dengan BLUD pula, maka ada dua sumber pembiayaan BBI TPH. Bisa dari APBD, bisa juga dari hasil jasa pelayanan.

Lalu Isran menggunting pita menandai peresmian laboratorium yang dimiliki BBI TPH Batuah. “Ini terobosan luar biasa buat kami dan Pemprov Kaltim, karena tak banyak daerah di Indonesia memiliki lab seperti ini,” kata Yana.

Gedungnya sudah dibangun tahun 2022. Lalu dilakukan rehab dan penambahan berbagai fasilitas lab, sehingga sekarang sudah  difungsikan sebagai laboratorium kultur jaringan. Lab itu dioperasikan oleh  tenaga ahli di bidang kultur jaringan, yang seluruhnya lulusan pertanian.

Dengan adanya lab BBI TPH, kata Yana, maka dapat dihasilkan varietas unggul  sayur, buah dan tanaman lainnya. “Jadi lab ini akan mengkloning berbagai jenis tanaman untuk menghasilkan produk unggulan, di antaranya pisang yang di-launching Pak Gub,” begitu kata Yana.

Sebagai sarjana pertanian alumnus Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Isran tampak serius mendengarkan penjelasan dari Yana dan Devis. Ia ikut mengenakan baju putih yang biasa dipergunakan petugas di dalam lab. Sama dengan dokter di ruang operasi.

Prinsip utama  kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif yang ditempatkan pada media buatan. Bisa media padat atau media cair. Kelebihan kultur jaringan bisa dilakukan dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak, bibit tanaman akan senantiasa tersedia sepanjang waktu dan bebas dari hama penyakit.

Menurut Yana, pihaknya akan terus mengembangkan program kultur jaringan sebagai nilai tambah untuk BLUD BBI TPH. “Karena kultur jaringan menghasilkan tanaman yang memiliki nilai ekonomi bernilai komersial,” tambahnya.

Gubernur mengapresiasi kehadiran BBI TPH Batuah dengan lab-nya yang cukup lengkap. “Kita berharap ini bisa menjadi percontohan nasional dan dapat menjadi leading sector di bidang industri perbenihan nasional,” ujarnya.

Gayung bersambut. Direktur Perbenihan Kementan Inti Pertiwi Aswari memuji kehadiran BBI TPH Batuah. “Ini contoh satu-satunya Balai Benih Indukan Hortikultura terbaik di Indonesia,” katanya. Karena itu dia berjanji akan memberikan tambahan dukungan dana dari APBN.

Bibit pisang hasil kultur jaringan BBI TPH Batuah sangat membantu petani. Apalagi Kaltim dikenal sebagai salah satu pemasok pisang kepok atau pisang manurun terbesar di Indonesia terutama di Kabupaten Kutai Timur.

USUL AGROWISATA

Di tengah kunjungannya ke BBI TPH Batuah, Gubernur dan tamu lainnya diajak Yana panen buah kelengkeng kateki. Ratusan pohon kelengkeng kateki di lokasi itu sudah siap dipanen. Buahnya berjuntai lebat sehingga semua ingin memetik.

“Wau saya terkesima, enak sekali kelengkengnya. Teksturnya tebal dan rasanya manis,” kata Isran berbunga-bunga. Hal yang sama dirasakan oleh pejabat lainnya, yang ikut memanen. Termasuk Direktur Perbenihan, Sekdaprov, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Kelengkeng kateki adalah varietas baru buah kelengkeng dari hasil persilangan buah kelengkeng lokal dengan kualitas premium. Varietas ini berasal dari pohon induk tunggal (PIT) milik Sumiawi yang berada di Dukuh Kateki, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ciri-ciri dari kelengkeng kateki yang cukup mudah dikenali adalah buahnya yang berbentuk bulat dan kulit buah berwarna cokelat serta memiliki bintik berwarna cokelat tua. Adapun daging buah kateki berwarna putih bening.

Aroma varietas ini lembut dan memiliki kandungan air yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak begitu basah ketika dikonsumsi.

Gubernur mengusulkan jika memungkinkan BBI TPH Batuah juga dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. “Kalau menjadi kawasan agrowisata, tidak hanya petani, tetapi juga masyarakat sekitar akan merasakan dampak ekonomi secara nyata,” tambahnya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb