Hasyim Mahmud  “Mulia”

September 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

H Hasyim Mahmud (berjas) bersama Dahlan Iskan, Rektor UM Dr Agung Sakti Pribadi pada Wisuda pertama Universitas Mulia, 9 November 2019.

TOKOH perintis pendidikan Balikpapan, H Muhammad Hasyim Mahmud meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Dia adalah tokoh di balik berdirinya Yayasan Airlangga yang banyak membangun lembaga pendidikan termasuk berdirinya Universitas Mulia (UM).

Rektor UM Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH adalah putra Almarhum yang juga salah seorang pendiri Yayasan. Dia pernah bersama-sama saya sebagai wartawan Harian Kaltim Post. Juga menjalani profesi sebagai pengacara.

Jenazah almarhum disalatkan di Masjid Uniba

Saya mendapat kabar duka Kamis (31/8) pagi melalui WA dari M Iqbal dan Suprijadi, dosen UM. Mereka menginformasikan bahwa H Hasyim meninggal dunia dalam perawatan di RS Angkatan Laut Surabaya, Selasa (30/8) pukul 23.15 WIB “Kita kehilangan tokoh yang sangat kita hormati dan sayangi Bapak HM Hasyim Mahmud, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diterima dalam keadaan husnul khotimah,” kata mereka.

Jenazah Hasyim langsung diterbangkan ke Balikpapan, Kamis pagi. Sempat disemayamkan di rumah duka, Jl Pupuk Baru, Balikpapan Selatan. Isak tangis  keluarga sontak terdengar saat peti jenazah dibuka. Lalu disalatkan di Masjid Amirulhaq Uniba yang berdampingan dengan rumah duka ba’da dzuhur. Selanjutnya dimakamkan di Pemakaman Pupuk, tak jauh dari kediamannya.

“Maafkan jika  Almarhum ada kesalahan selama hidup. Beliau orang tua kami, yang banyak berjuang untuk kepentingan masyarakat dan keluarga terutama di bidang pendidikan,” kata Satria Dharma, anak tertua Almarhum.

Buah perkawinan HM Hasyim Mahmud dengan   Hj Hafsah Ismail, mereka dikaruniai 11 anak. Satu di antaranya sudah meninggal dunia. Hj Hafsah sendiri lebih dulu dipanggil Yang Mahakuasa, Senin 24 Januari 2011 di Rumah Sakit Medika Serpong BSD Tangerang. Ibu berusia 76 tahun itu menderita jantung koroner cukup lama.

Menurut Satria, ayahnya beberapa minggu lalu diajak anak-anak jalan-jalan ke Surabaya sekalian berobat. Tapi Allah Swt sudah menentukan jalannya. Ia meninggal dunia ketika dirawat di RSAL Surabaya. “Walaupun kami semua berduka,  keluarga ikhlas melepas kepergian Ayahanda seraya berdoa semoga husnul khotimah,” katanya.

Saya sudah lama tak bertemu Pak Hasyim. Tokoh yang satu ini pembawaannya sangat bersahaja. Tak banyak bicara, tapi karyanya jelas dan bermanfaat untuk orang banyak. Pada Hari Jadi ke-118 Kota Balikpapan tahun 2015, saya yang waktu itu masih menjadi wali Kota Balikpapan menganugerahi H Hasyim Mahmud sebagai warga berprestasi di bidang pendidikan.

“Perhatian saya di bidang pendidikan karena saya ingin anak-anak kita semua bisa mengenyam pendidikan dengan baik dan maju. Saya bergerak di pendidikan swasta karena pemerintah punya keterbatasan dalam penyediaan fasilitas pendidikan,” katanya kepada saya waktu itu.

Yayasan Airlangga didirikan 1 Januari 1993. Pendirinya keluarga Hasyim Mahmud di antaranya Satria Dharma, Agung Sakti Pribadi, Bachriah Wahab, Bachrun Ismail, dan Mulia H Deviyantie. Yayasan ini memiliki 7 divisi pendidikan, mulai sekolah menengah sampai perguruan tinggi.

Ke-7 divisi pendidikan itu ada 5 di Balikpapan, yaitu SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga,  SMK Kesehatan Airlangga, STMIK Stikom dan Asmi Airlangga. Selebihnya 2 di Samarinda, yaitu SMKTI Airlangga dan STMIK SPB Airlangga.

Belakangan sekolah tinggi yang dimiliki Airlangga, STMIK “Stikom” Balikpapan, STMIK Sentra Pendidikan Bisnis (SPB) Samarinda dan ASMI Airlangga Balikpapan dilebur menjadi Universitas Mulia, yang kampusnya berdiri megah di Jl Letjen ZA Maulani 9, Damai, Balikpapan Kota. UM memiliki program studi di luar kampus utama (PSDKU) yaitu dengan membuka kampus UM di Samarinda.

600 MAHASISWA BARU

Setelah melayat ke rumah duka bersama istri Bunda Arita dan Zainal, sorenya saya berada di Kampus UM menyambut kehadiran 600 lebih mahasiswa baru, yang selesai mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Panitia meminta saya memberikan sambutan di acara inaugurasi, biar mahasiswa baru UM lebih semangat lagi dalam memajukan diri dan kampusnya.

Acara berlangsung meriah. Ada penampilan musik dan nyanyi dari anak-anak UM berbakat. Ada juga “pidato politik” yang berkesan dari Nabila, mahasiswa baru jurusan manajemen. Gaya dan intonasi Nabila boleh juga. “Acara ini sampai malam,” kata Riski Zulkarnain S.Pd, M.Pd, Kabag Kemahasiswaan yang menjadi ketua panitia.

Saya jadi teringat bos saya, Dahlan Iskan ketika menyampaikan orasi pada Dies Natalis, Wisuda ke-1 Universitas Mulia di Hotel Novotel, Sabtu 9 November 2019. Waktu itu saya masih menjadi wali kota Balikpapan.

Dahlan bilang, ada tiga modal yang dimiliki para mahasiswa jika sudah selesai di bangku kuliah. Kapasitas berpikir yang besar, logika berpikir yang bagus serta memiliki metodologi dan sistematika yang baik.

Dengan modal kapasitas yang besar, maka lulusan perguruan tinggi dapat dikembangkan. Sangat besar sehingga mereka dapat menerima perubahan dan tidak menolak. “Sekarang ini era pengembangan kapasitas. Nanti akan terbentuk. Kita baru bisa melihat dalam rentang waktu 5 tahun ke depan,” tandasnya.

Menurut mantan menteri BUMN dan pimpinan media Jawa Pos Group ini, yang paling menentukan adalah logika berpikir yang bagus.  Cara berpikir seperti itu, cenderung menggunakan nalar yang berdasar pada realitas bukan perasaan. Sehingga banyak orang yang sukses. Apalagi ditambah dengan kemampuan menggunakan metodologi dan sistematika yang baik.

Dahlan juga mendorong mahasiswa dan lulusan UM menjadi generasi yang punya karakter yang kuat untuk membangun, Kesempatan maju terbuka lebar. Tinggal mau cepat atau lambat. Jika ingin cepat, ya harus kerja keras. Apalagi anak muda didukung dengan fisik yang prima.

Saya juga mengutip pandangan Prof Rhenald Kasali, pakar manajemen dan praktisi bisnis dari Universitas Indonesia. Salah satu buku karyanya yang terkenal berjudul “Strawberry Generation” alias Generasi Stroberi. Yaitu generazi Z, seperti usia para mahasiswa baru sekarang ini.

Dia bilang generasi stroberi itu adalah generasi yang memiliki ide dan kreativitas yang tinggi dan cemerlang, namun saat diberi sedikit tekanan mereka mudah hancur layaknya buah stroberi. “Jadi mudah menyerah, mudah sakit hati, lamban, egois, serta pesimis terhadap masa depan,” ujarnya.

Rhenald memberi beberapa tip agar generasi stroberi menjadi generasi yang tangguh. Karena modal lain dari generasi stroberi adalah  kecakapan dalam menggunakan teknologi yang menjadikan mereka lebih mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi yang signifikan.

Beberapa tips itu di antaranya membekali diri dengan literasi digital yang baik, pola asuh dan dukungan orangtua yang mampu menjadi role model serta  sistem pendidikan yang mampu menyesuaikan dengan sikap eksploratif yang dimiliki oleh generasi stroberi.

Seusai sambutan, saya sempat diantar para pembina mahasiswa keliling sekitar tenant-tenant yang menjajakan makanan dan minuman buat para mahasiswa. Kebanyakan jualan makanan gorengan. “Yang jualan semua mahasiswa karena sambil belajar menjadi entrepreneur,” kata Mundzir, S.Kom, MT, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis bersama Riski Zulkarnain, Yustian Servanda (Biro Kemahasiswaan) dan Sumardi (Kabag Kerjasama).

Beberapa mahasiswa baru meminta saya  foto bersama. “Dulu nggak sempat, baru sekarang ada kesempatan foto bersama Pak Rizal,” katanya bersemangat. Saya oke saja. Hitung-hitung sekalian  mencari suara untuk pencalegan saya sebagai anggota DPR RI. Kapan lagi ada mantan wali kota bisa menjadi wakil mereka di parlemen.(*)

Seratus Hari Norbaiti

August 31, 2023 by  
Filed under Opini

Anggota Sahabat Sejati (SS) juga di makam Almarhumah

MALAM tadi, Rabu 30 Agustus 2023 tahlilan 100 hari almarhumah Hajjah Norbaiti binti Amlan, istri Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor. Acara dilaksanakan di kediaman pribadi Pak Isran di kompleks perumahan Karpotek  Jl Adipura 21 Sungai Kunjang, Samarinda.

Hampir semua keluarga, kerabat, pejabat dan warga datang. Isran langsung yang memimpin tahlilan dimulai dengan salat isya sampai membaca surah Yasin. Suasana sangat khusyuk dan haru, tidak terasa sudah tiga bulan lebih Ibu Norbaiti tiada.

Hadir di antaranya  mantan Wagub Dr Farid Wadjdy yang juga rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim, Rektor Unmul Prof Abdunnur, anggota DPD RI dapil Kaltim Nanang Sulaiman, Sekdaprov Dr Sri Wahyuni, mantan Pj Sekdaprov Dr Meiliana, Ketua Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim H Awang Dharma Bhakti (ADB), para asisten dan  kepala dinas, anggota DPRD serta sejumlah tokoh ulama dan tokoh masyarakat lainnya.

Masyarakat tetap mengenang kepergian  wanita lembut dan  bersahaja itu. Ibu Norbaiti dikenal sebagai salah seorang tokoh wanita terbaik, yang banyak menginspirasi masyarakat terutama kaum perempuan di daerah ini.

Ibu Norbaiti meninggal dunia Rabu malam, 24 Mei 2023 pukul 20.23 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Dia memang cukup lama mengidap penyakit kanker, sehingga menjalani perawatan yang sangat intensif di antaranya melalui kemoterapi.

Semua orang meratapi kepergiannya. Maklum wanita berusia 54 tahun ini  dinilai sangat menginspirasi dalam mewujudkan perannya. Baik sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri kepala daerah maupun sebagai wanita aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan.

Buah perkawinannya dengan Isran pada 15 Maret 1991, mereka dikaruniai tiga anak. Muhammad Rahman Isran (31), Siti Rahmawati Isran (28), dan Siti Annisa Isran (23). Rahman atau akrab dipanggil Rais sudah menikah dan mempunyai dua anak, Muhammad Samudra Dirahman dan Muhammad Ibrahim Dirahman. Rahmawati yang akrab disapa Rahmi masih berstatus lajang.   Sedang Annisa (Icha) baru saja menikah dengan Sayid Muhammad Fajar, 25 Februari 2023 lalu.

Ibu Norbaiti masih sempat mendampingi Icha dalam acara pernikahan dan walimatul ursy yang berlangsung di Planary Samarinda Convention Hall. Ia yang saat itu menjalani perawatan di Jakarta sengaja pulang ke Samarinda untuk membahagiakan putri bungsunya itu.

Pak Isran mengakui istrinya melayaninya dengan sangat baik dan menjadi panutan bagi anak-anak dan cucunya. “Terlalu banyak kenangan indah dan manis bersama Almarhumah,” katanya  pada saat pemakaman jenazah Norbaiti di halaman samping rumah pribadi, Kamis (25/5).

Ibu Norbaiti sendiri yang minta dimakamkan di tempat itu. “Memang Ibu sendiri yang minta sebelum berobat terakhir ke Jakarta,” kata Pak Isran. Biar keluarga mudah menziarahi. Dan Ibu Norbaiti seakan ingin tetap dekat bersama suami, anak-anak, dan cucu-cucunya meski beda alam.

HARI PENTING ISRAN

Sebagai istri kepala daerah, setidaknya ada tiga peran yang dilakoni Ibu Norbaiti semasa hidup dengan sangat sempurna. Sebagai ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Peran ini cukup lama dia jalani. Sejak Pak Isran menjadi bupati Kutai Timur (2009-2015)  sampai ketika Isran menjadi gubernur Kaltim (2018-2023).

Tak cukup sebatas itu saja. Ibu Norbaiti juga masih menyisihkan waktunya memimpin sejumlah organisasi. Misalnya sebagai ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kaltim (2021-2026), ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Bunda Generasi Berencana (GenRe), Pembina Dharma Wanita, ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis (PPTI), ketua Yayasan Jantung Sehat, dan ketua Yayasan Kanker Indonesia.

Di tengah keterbatasan potensi perempuan Kaltim bergelut di jalur politik, Norbaiti juga berani terjun ke sana.  Di balik kelembutannya, dia ingin menunjukkan wanita Kaltim juga mampu memainkan perannya di panggung demokrasi.

Dia menjadi caleg dan dalam perjalanannya di ranah politik melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Norbaiti dilantik menjadi anggota DPR RI pada 15 Januari 2014 dari Partai Demokrat menggantikan Yusran Aspar yang mengundurkan diri karena ikut pemilihan bupati Penajam Paser Utara (PPU). Norbaiti duduk sebagai anggota Komisi X, yang membidangi urusan pendidikan, olahraga, dan sejarah.

Pada pemilihan legislatif 2014, Norbaiti kembali terpilih ke Senayan. Dia ditugasi di Komisi VII, yang menangani urusan energi, penelitian, teknologi, dan lingkungan. Bidang itu sangat cocok untuk kepentingan Kaltim, yang dikenal kaya dengan sumber alam dan energi.

Kurang dari setahun sebagai wakil rakyat Norbaiti mengikuti pemilihan bupati Kutai Timur (Kutim), menyusul mundurnya sang suami dari jabatan tersebut. Dalam pemilihan itu dia dikalahkan Ismunandar yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah Kabupaten Kutim.

Dengan beragam peran yang dijalani,  Pak Isran menyebut Ibu Norbaiti telah mengemban tugasnya dengan baik. “Beliau telah menjalankan tugasnya dengan baik, sekarang kita ikhlaskan dia menghadap Yang Mahakuasa,” katanya berkaca-kaca ketika melepas jenazah sang istri.

Ibu Norbaiti lahir di Loa Janan, 30 Januari 1969. Dia anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya Amlan bin Tasin dan ibunya bernama Mastika. Tiga saudaranya masih hidup semua yaitu Iwan Iskandar, Normalinda, dan Nortiani.

Foto-foto tunggal Norbaiti banyak menghiasi media sosial. Wajahnya teduh dan bersahaja. Senyumnya memberi kesan yang cerah. Adakalanya orang jadi teringat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Wajahnya sejuk dan senyumnya selalu menghias dunia di sepanjang masa.

Selain kepergian istri tercinta, sebulan kemudian Pak Isran kembali berdukacita. Adik kandungnya, Zainuddin bin Siul Bakri juga meninggal dunia dalam usia 63 tahun, Senin (26/6). Setelah disemayamkan dan disalatkan di rumah duka, kemudian jenazah adik tercinta itu dikebumikan di pemakaman umum Jl Latsitarda, Sungai Kunjang.

Pak Isran mengakui dia dan keluarga harus tabah dan ikhlas menerima takdir dari Allah Swt. Karena kematian adalah sesuatu yang pasti dialami semua orang. “Kullu nafsin zaa’iqatul maut, tsumma ilainaa turja’un,” (“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”)

Bulan September ini adalah bulan penting bagi Isran. Ini hari-hari terakhir masa tugas sebagai gubernur Kaltim masa bakti 2018-2023. Tapi bulan September juga bulan kelahirannya. Pak Isran dilahirkan 20 September 1957 di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Berarti usianya memasuki ke-66, sama dengan usia Provinsi Kalimantan Timur tahun ini.

Perayaan HUT-nya ke-66, Rabu 20 September 2023 akan digelar di Convention Hall Sempaja. Semua warga diundang sampai ke lurah-lurah, kepala desa dan tokoh adat  seluruh Kaltim. Kira-kira 5.000 orang yang bakal datang. Isran bersama Wagub Hadi Mulyadi sekaligus pamitan. Tanggal 1 Oktober Kaltim dipimpin seorang penjabat (Pj) Gubernur.

Pembahasan tiga calon Pj Gubernur dari DPRD Kaltim dimulai Rabu (30/8) kemarin. Tiap fraksi mengajukan 3 nama. Lalu dibahas dan akhirnya nanti keluar 3 nama hasil kesepakatan, yang diusulkan ke Mendagri. Banyak pihak berharap ketiga nama itu adalah orang Kaltim sendiri. Jangan sampai ada titipan nama lain dari luar.

Sementara Isran masih kita tunggu langkahnya. Sedang Hadi Mulyadi akan disibukkan urusan menjadi caleg DPR RI dari Partai Gelora. Kalau Isran maju lagi di Pilgub dan menang, kita akan ketemu lagi di akhir tahun 2024 atau awal 2025.

Tapi ada juga yang bilang kalau Si Raja Naga tak jadi nyapres, bisa jadi dia duduk di kabinet yang akan datang. Sebab, kantor atau Istana Presiden sudah di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hampir pasti ada  jatah menteri untuk Kaltim. Dan itu bisa jadi jatuhnya ke Pak Isran, tokoh yang selama ini membela mati-matian berkaitan pembangunan IKN.

Kalau itu terwujud, maka panggilan baru Pak Isran: Yang terhormat Bapak Menteri Isran Noor. Orang pertama dari Kaltim yang duduk di kabinet IKN. Semoga.(*)

ISEI, Inflasi, dan Uniba

August 31, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEPULUH pengurus baru Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang kabupaten/kota dilantik serentak oleh Ketua Umum Pengurus Pusat ISEI Perry Warjiyo, Senin (28/8) lalu. Ada ISEI Cabang Pekanbaru, Langsa, Cirebon, Mamuju, Tarakan, Kutai Kartanegara, Gorontalo, Bogor, Malang, dan  Cabang Balikpapan.

Pelantikan dilakukan secara virtual sore hari. Perry Warjiyo yang juga gubernur Bank Indonesia cukup berada di kantornya di Jakarta. Khusus ISEI Cabang Balikpapan dipusatkan di Gedung Pertemuan Putri Karang Melenu lantai 8 milik Universitas Balikpapan (Uniba) di Jl Pupuk Raya, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Nama gedungnya memang menarik. Putri Karang Melenu atau lengkapnya Aji Putri Karang Melenu. Dia adalah istri pertama atau permaisuri  Maharaja Kutai Aji Batara Agung Dewa Sakti dan juga ibusuri  raja Kerajaan Kutai yang kedua, Aji Batara Agung Paduka Nira.

Setiap pesta budaya Erau di Tenggarong, cerita dan prosesi kelahiran Putri Karang Melenu selalu diupacarakan. Dia dikaitkan dengan munculnya naga dan Lembu Swana di Sungai Mahakam, yang membawa gong berisi seorang bayi wanita. Bayi jelmaan dari khayangan itu belakangan menjadi putri cantik bernama Putri Karang Melenu.

Pelantikan pengurus baru semua cabang yang berakhir masa baktinya sangat penting, karena ISEI akan menggelar Sidang Pleno ISEI XXIII dan Seminar Nasional di Bengkulu, 15 dan 16 September 2023. Balikpapan bersama ISEI Kaltim, Samarinda, dan Kukar akan ambil bagian dalam pertemuan tersebut.

ISEI didirikan 14 Januari 1955. Hingga saat ini ISEI yang merupakan tempat perhimpunan sarjana ekonomi Indonesia itu, memiliki 55 cabang yang tersebar di provinsi, kota dan kabupaten seluruh Indonesia. Perry Warjiyo terpilih kembali sebagai ketua umum Pengurus Pusat ISEI masa bakti 2021-2024 hasil  Kongres ISEI XXI di Makassar, 1 September  2021.

Saya juga terpilih sebagai ketua ISEI Balikpapan yang kedua kalinya dengan masa bakti 2023-2026. Periode pertama, saya masih menjadi wali Kota Balikpapan. Tapi sekarang sudah purnatugas dan lagi nyaleg, berebut satu dari 8 kursi kuota Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim di DPR RI. Sangat perlu ada pengurus ISEI di parlemen, agar pemikiran ISEI bisa disinergikan dengan DPR, yang mempunyai fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Jumlah pengurus ISEI Balikpapan hampir 60 orang. Unsur terbesar para dosen atau akademisi, dipadu dengan praktisi dan unsur pemerintah daerah. Ada 4 wakil ketua, yaitu Didik Hadiyatno (Uniba), Hj Ernawati Gaffar (ketua IWAPI Kaltim), Ramli (direktur Poltekba) dan Bambang Saputra (Bank Indonesia).

Sedang sekretaris Rudy Pudjut Harianto (STIEPAN) dan  bendahara Hety Devita (Uniba). Mereka menjalankan tugasnya bersama 4 wakil sekretaris dan 4 wakil bendahara. Ada nama Madram Muhyar sebagai wakil bendahara. Dia mantan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Balikpapan.

Pengurus dilengkapi  Koordinator Bidang Kebijakan Fiskal dan Pembangunan Daerah Dr Dwi Susilowati, SE, MM (Uniba), Koordinator Bidang Moneter dan Lembaga Keuangan Dessy Handa Sari, SE, MM, Koordinator Bidang UMKM, Koperasi, Ekonomi Digital, Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Dr Rihfenti Ernayani, SE, M.Ak (Uniba), serta Koordinator Bidang Bisnis, Investasi, dan Sumber Daya Manusia  Alan Smith Purba, SE, M.Ak (Universitas Mulia).

RATUSAN MAHASISWA

Pelantikan pengurus ISEI Balikpapan diikuti ratusan mahasiswa Uniba. “Biar mereka  tahu apa itu ISEI dan program apa saja yang dikembangkan ISEI serta manfaatnya bagi mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Ekonomi,” kata Rektor Uniba Dr Isradi Zainal.

Rektor juga mengajak ISEI Balikpapan mencermati, menganalisis dan memberikan pandangan berkaitan  dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap ekonomi di daerah penyangga seperti di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

Berkaitan dengan itu, sebelum pelantikan, ISEI Balikpapan menandatangani kerja sama dengan Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Dekan Fakultas Ekonomi Uniba Dr Tamzil Yusuf. Selain itu juga dengan Rektor STIEPAN Prof Suhartono, dengan Direktur Poltekba Ramli, SE, MM, Universitas Mulia dan STIE Madani.

Ketua Badan Pembina Uniba (Yapenti-DWK) Dr Rendi S Ismail meminta dukungan ISEI dalam pengembangan Uniba sebagai universitas swasta terbaik di Kalimantan. “Sekarang ini Uniba tengah mempersiapkan Fakultas Kedokteran, yang kampusnya direncanakan di PPU,” katanya. Uniba juga membutuhkan tenaga dosen termasuk dari Fakultas Ekonomi.

Dirangkaikan dengan acara pelantikan, digelar pula diskusi masalah inflasi dengan menghadirkan  Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan Ratna Wardaningsih dan Alam dari Garuda Indonesia. Salah satu aspek yang dibahas adalah soal kenaikan tarif penerbangan terutama di masa peak season, yang memberi kontribusi besar terhadap peningkatan inflasi di Balikpapan.

Ketua Umum PP ISEI Perry Warjiyo, yang juga gubernur BI memberikan sambutan sekaligus pandangannya tentang “Prospek Ekonomi Indonesia dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia” sebagai bahan ISEI menyikapi perkembangan ekonomi di daerah.

Seraya mengucapkan selamat kepada 10 pengurus cabang yang baru dilantik, Perry mengungkapkan bahwa prospek ekonomi Indonesia pada 2023-2024 tetap solid. Pertumbuhan tersebut didukung oleh konsumsi domestik dan investasi yang meningkat dengan PDB tercatat antara 4,5-5,3 persen pada 2023 dibanding 5,31 persen pada 2022.

Ia juga mengungkapkan angka inflasi yang menurun lebih cepat dan akan tetap dalam rentang yang ditargetkan antara 3-1 persen pada 2023, dan 2,5-1 persen pada 2024.

Perry mengakui bahwa BI menerapkan kerangka kerja dasar dalam penanganan inflasi, tetapi hal itu diimbangi dengan upaya penanganan isu terkait aliran modal, nilai tukar, dan keamanan sistem keuangan.

Berkaitan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia untuk tahun 2023 dan 2024, katanya, akan dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, kebijakan moneter yang diarahkan untuk memitigasi dampak spillover global (“pro-stability”) melalui kebijakan suku bunga  diperkuat dengan stabilisasi nilai tukar dan kecukupan cadangan devisa.

Kedua, kebijakan makroprudensial, digitalisasi  sistem pembayaran, pendalaman pasar uang serta pengembangan UMKM  dan ekonomi-keuangan syariah  untuk pertumbuhan ekonomi (“pro-growth”).

“Dengan dua pendekatan itu, maka bauran kebijakan BI adalah menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Perry Warjiyo dengan mantap.

Sepulang dari pelantikan, saya dilapori dua cucu saya Defa dan Dafin. Dia kena “razia keuangan” di sekolah. Dalam tasnya ada sejumlah uang kertas padahal bukan hari belanja. Saya bilang generasi kalian adalah generasi alpha, generasi yang akrab dengan teknologi digital. “Jadi tidak perlu lagi bawa uang kartal sebagai alat pembayaran. Kan sudah ada HP. Jadi tidak kena razia lagi,” kata saya disambut senyum keduanya.(*)

Milad, Timnas, dan MU

August 30, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA selalu teringat ucapan bijak dari John Lennon, dedengkot legendaris   The Beatles. Dia bilang begini: “Hitunglah umurmu dari jumlah teman, bukan tahun. Hitunglah hidupmu dari senyum bukan air mata.”

Rasanya kata-kata itu pas ketika saya merayakan HUT ke-65 kelahiran saya, Minggu, 27 Agustus 2023 lalu. Usia saya tidak muda lagi. Sudah punya 6 cucu. Tapi saya bahagia karena  banyak teman dan kerabat yang masih ingat saya. Bahkan sejumlah anak muda.

Sabtu malam saya diundang kelompok anak muda dan mahasiswa di Beje-beje. Maksudnya saya bertahan sampai pukul 00.00. Mereka berniat  merayakan ultah saya. Sayangnya saya tidak bisa. Di rumah sudah ada cucu saya datang, Defa dan Dafin yang mau nobar menyaksikan duel maut Timnas U-23 Indonesia melawan Vietnam dan lanjutan Liga Inggris, tim kebanggaan saya Manchester United (MU) vs Nottingham Forest.

Meski Timnas gagal saya tetap bangga. Mainnya hebat. Cuma kalah di adu penalti. Kasihan kiper Timnas   Ernando Ari Sutrayadi. Dia yang dianggap pahlawan dengan sejumlah penyelamatan yang sukses menjaga gawangnya, dia juga penggagal Skuad Garuda Muda meraih gelar juara lantaran tendangan penaltinya yang kandas.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan pelatih Shin Tae-young tetap membela penjaga gawang Persebaya itu. “Saya berharap para pencinta sepak bola Indonesia mengerti apa yang mereka sudah lakukan.  Ernando itu saya rasa pahlawannya,” kata Erick.

Sementara itu MU membuat penampilan dramatis. Ketinggalan dua gol di 5 menit awal, dengan hebat membalikkan keadaan menjadi 3-2 sampai menit terakhir. Kiper MU yang baru Andre Onana belum sehebat David De Gea. Saya makin bahagia karena dapat hadiah jersey ketiga MU warna hitam putih dari  Rei, fotografer yang putrinya, Raisa juga pendukung Setan Merah.

Bu Eeng, chef dan pelaku UMKM kuliner yang berhati baik secara khusus membuatkan saya cake yang topping-nya dipasang foto saya mengenakan kaus Setan Merah. Pinggirnya diberi cream warna biru. Mungkin dia tahu saya caleg DPR RI dari Nasdem No 7. Kebetulan juga datang caleg Nasdem, Andi Mappapuli dan Salahudin alias Unding.

Saya kaget ketika menghadiri undangan resepsi pernikahan Imam dan Reny di Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, musik penghibur di acara itu langsung menyanyikan lagu populer “Jamrud.” Bahkan vokalisnya secara langsung mengucapkan selamat ultah kepada saya.

Dalam acara Jalan Sehat H Karmin gabungan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di pertokoan Balikpapan Baru (BB), saya juga didaulat naik panggung menerima ucapan selamat. Kebetulan H Karmin Laonggeng, tokoh pengusaha dan politik dari grup Arco itu, seminggu sebelumnya juga merayakan miladnya ke-62.

Hal yang sama juga berlangsung di Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) Balikpapan ketika menyambut Kulaan Banjar Malaysia. Tiba-tiba ada kue HUT disampaikan kepada saya sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Asyik juga mendangar urang Banjar banyanyi lagu ulang tahun.

MASIH INGAT SAYA

Saya terharu ada seorang staf Pemkot Balikpapan membawa kue puding untuk saya. Topping kuenya ada ketan, yang menjadi kesukaan saya. Meski hanya seorang staf, dia masih ingat saya. “Bapak tetap wali kota saya,” katanya. Saya menitikkan air mata, seorang staf masih punya perhatian kepada saya.

Ada juga yang mengirimi saya buket buah-buahan. Mungkin dia ingat, saya sering mengirimi pisang dan terong hasil tanaman di depan rumah saya. Yang menarik ucapan selamatnya lewat WA. “Selamat ulang tahun bapakku tercinta. Berharap Bapak bisa memimpin lagi. Nggak ada Bapak, Balikpapan tak seindah dulu lagi. Penuh debu dan macet,” katanya begitu.

Saya jawab mohon bersabar.  Sebenarnya kita harus acungi jempol Pemkot yang punya semangat membenahi jalan dan banjir. Bahkan ratusan miliar dana APBD disisihkan. Sayangnya pelaksanaan di lapangan memang tidak seindah rencana aslinya. Apalagi ada yang bercuriga berbau KKN. Jadi hal itu yang membuat warga kesal dan kecewa. “Tapi kita tetap ceria ya,” kata saya.

Di rumah, istri saya memasak soto dan bakso. Sejak subuh dia bangun. Banyak yang memuji sotonya enak. “Wah kita bisa jualan,” katanya. Dia tahu saya penggemar soto, mulai soto banjar sampai coto makassar. Belakangan saya sering mangkal di Depot Sehati milik Pak Maman. Di sana ada sop singkong yang lezat. Sekarang juga sudah buka Soto Majar di Balikpapan Baru, milik ibunda Oki dan Opak. Kalau Jumat biasanya saya di soto Atek, seberang Masjid Agung At Taqwa. Maklum saya ketua Masjid At Taqwa, yang bulan September ini purnatugas.

Saya menaruh hormat kepada Ibu Inggrid Assa, ketua Ladies Borneo Club (LBC) dan teman-temannya termasuk Bu Zainal, Bu Endang,  Bu Amri, dan Bu Ila. Juga Ketua Srikandi PP Balikpapan Yuli Shinta Noviyanti dan beberapa anggotanya. Setiap HUT saya mereka selalu datang, mulai saya jadi wali kota sampai sekarang. “Kami tidak berubah selalu ingat Pak Rizal,” katanya.

Lantaran mereka, saya jadi teringat ucapan bijak Sayidina Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat, sepupu dan sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.  Seseorang berkata kepada Ali: “Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu?” Ali menjawab: “Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah atau tidak berkuasa lagi.”

Sahabat atau teman sejati memang baru ketahuan di saat kita kesusahan atau tak punya apa-apa lagi. Dan itu tidak banyak. Saya bersyukur ada teman baik saya, Zainal yang akrab saya panggil Pak Zen. Sampai sekarang dia selalu bersama saya. Ada anak muda seperti Chris, Rizal, Vibra, dan Mardi. Mereka sering menemani saya.

Banyak kiriman kue dan buah ke rumah saya di Regency. Saya berterima kasih kepada dr Elies Pitriani, Sp.P dari RS Pertamina yang selalu ingat saya.  Begitu juga dr Chaeruddin, Ibu Widaningsih, ibu mertua Pak Chaidar, mantan Kadis Pertanian. Juga dari Bankaltimtara, Hotel Platinum dan Pak Sugianto serta  Bank BTN. Ada juga dari Bu Siti Khalimah, Bu Puji, Lia Rizal,  Dita, dan Uchie Uchay.

Mantan sekretaris saya, Novita Adipati Chandra Ken dan Adi  mengirimi saya paket nasi briyani dari rumah makan Arab, Laziz di Jl MT Haryono.  Rupanya mereka tahu saya suka ke sana.  Laziz dalam bahasa Arab artinya lezat. Pantas saja menu makanan di Laziz memang lezat-lezat.

Saya kaget malam-malam teman-teman dari Star Wagen Indonesia Balikpapan berkunjung ke rumah saya memberikan ucapan selamat. “Semoga sehat selalu ya Pak, kami merindukan kepemimpinan Bapak,” kata Mas Teguh bersama Albar Salim, Sasmita Ramdhani, Vannitara, dan Adam.

Pagi-pagi Ketua Nasdem Balikpapan dan Ketua Dewan Pakar, Pak Basir dan Hafni datang ke rumah saya juga. Mereka membawa kue ultah buat saya. “Selamat HUT semoga berhasil jadi wakil kita di DPR RI,” kata mereka.

Lewat WA Group juga banyak yang mengirim ucapan selamat, terutama dari para wartawan, alumni Fekon Unmul dan alumni Kaltim Post. Hanya terpaut sehari, sahabat saya Syafruddin Pernyata juga berulang tahun. Seniman, wartawan dan mantan pejabat ini sangat akrab dengan saya.

Sore sebelumnya saya dikukuhkan sebagai ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Balikpapan bersama pengurus ISEI dari berbagai daerah. Acara pengukuhannya dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum ISEI Pusat Perry Warjiyo, yang juga gubernur Bank Indonesia.

Pengurus ISEI Balikpapan difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan dan Universitas Balikpapan (UNIBA). Ada diskusi tentang inflasi bersama para mahasiswa Uniba dengan menghadirkan Deputi BI Balikpapan Ratna Wardaningsih dan Alam dari Garuda Indonesia. Hadir juga mewakili Wali Kota, Asisten 1 Zulkifli, Ketua Dewan Pembina Uniba Dr Rendi S Ismail yang lagi caleg DPD RI, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Rektor STEIPAN Prof Suhartono, Direktur Poltekba Ramli dan yang mewakili Rektor Universitas Mulia.

Di sela-sela forum itu, tiba-tiba ada kue ultah untuk saya. Sepertinya yang menyiapkan Pak Bambang, Pak Didik, dan Pak Rudy. Terima kasih semuanya. Masih ingat saya. Silaturahmi yang tulus. Sesuatu yang tak ternilai harganya. Alhamdulillah, kita semua diberkahi Allah, Tuhan Yang Mahakuasa.(*)

Persiba dan 17-an

August 24, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PULANG dari mengikuti upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lokasi Istana Presiden Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (17/8), sorenya saya menonton laga ujicoba Persiba Balikpapan melawan PSCS Cilacap di Stadion Persiba, Batakan.

Saya sengaja bergabung dengan suporter pendukung Persiba, Balistik di pintu Selatan. Selain karena saya memang tetap setia mendukung Persiba, sekaligus menyemangati “pasukan” Balistik, yang konsisten mencintai dan memberikan dukungan kepada  Persiba,  skuad yang juga dijuluki Tim Beruang Madu itu.

Di pertandingan kedua, saya mengajak cucu saya, Defa dan Dafin. Biar mereka juga suka menonton bola. Defa sekarang terpilih menjadi penjaga gawang  tim sepakbola di sekolahnya. Sedang Dafin sekarang menjadi pendukung berat tim Catalan Spanyol, Barcelona FC. Heran juga, kenapa dia tidak satu aliran dengan saya, pendukung berat Manchester United (MU).

Hasil positif diraih Persiba dalam ujicoba tersebut. Persiba menang 4-2 atas PSCS dan 1-0 dengan PSPS. “Alhamdulillah walaupun penampilan belum memuaskan,  hasil di Balikpapan memberikan semangat kepada skuad Beruang Madu siap menghadapi  putaran Liga 2 yang mulai pada 10 September bulan depan,” kata pelatih Persiba Nil Maizar kepada wartawan.

Nil Maizar adalah pelatih anyar Persiba yang bertugas sejak Juli 2023 lalu. Mantan pemain Semen Padang, yang pernah menjadi pelatih Timnas, Putra Samarinda, Sriwijaya FC, dan terakhir Dewa United FC ini menggantikan pelatih Ilham Romadhona.

Dalam ujicoba itu, Persiba secara resmi memperkenalkan   dua pemain asingnya, yaitu striker Luiz Junior asal Brasil dan gelandang Ali Nouri Zangir dari Iran. Menurut cucu saya, keduanya belum menunjukkan penampilan yang tajam ketika menggempur ke jantung lawan. “Kok nggak kelihatan permainannya, Kai?” tanya cucu saya Dafin.

Tapi kemenangan Persiba dalam dua kali ujicoba cukup menjadi kado istimewa bagi warga Balikpapan yang merayakan Hari Kemerdekaan. “Walau belum puas,  kami senang Persiba masih ada. Hitung-hitung ini kado HUT Kemerdekaan,” kata Rahman, suporter Persiba dari Gunung Belah.

Sebelum turun ke laga resmi, Persiba masih menghadapi ujicoba ketiga melawan Semen Padang di Jakarta dan tiga hari kemudian lanjut menghadapi uji kekuatan dengan FC Bekasi City.

Dari penampilan ujicoba itu, pelatih Nil Maizar siap memoles ulang seluruh pemain, sehingga menjadi tim yang solid dan tangguh. Di situ ada Marshell Gideon Huwae, Freddy J Isir, Faldi Adestama, Nevy Dwaramuri, Uchida Sudirman, Kaharuddin Salam, Ibnu Mareza, Achmad Misbah, dan gelandang cerdas Septinus Alua. Juga ada 5 pemain asal Balikpapan, kiper Putra Pratama, bek Yusmar Ghazali, Nur Fajriansyah, gelandang Dwi Febrianto, dan Lorensius A Sabda sebagai penyerang.

Di putaran Liga 2 nanti, Persiba berada di Grup 4 bersama Kalteng Putra, Persipal Babel United, Sulut United, PSBS Biak, Persewar Waropen, dan Persipura Jayapura. Ini termasuk grup keras karena ada tiga tim dari daerah Papua.

“Pada saatnya nanti kami siap berkompetisi dan siap memberikan yang terbaik bagi warga Balikpapan,” kata Nil Maizar dalam acara jumpa penggemar, meet and greet di Hotel Royal Suite Balikpapan.

Hotel berbintang tiga milik Pemprov Kaltim itu yang sekarang dikelola PT Timur Borneo Indonesia (TBI) berkenan menjadi salah satu sponsor utama Persiba. Selama kompetisi, skuad Persiba bisa tidur gratis di Hotel Royal. Termasuk launching apparel ataupun interaksi antara pemain dan suporter.

“Sebagai anak Balikpapan saya siap mendukung Persiba. Saya ingin mengajak perusahaan besar di kota ini juga peduli dengan klub sepakbola kecintaan masyarakat di Kota Beriman,” kata Chairman PT TBI, Denni Mappa, yang akrab dipanggil Depa.

Presiden PT Persiba Balikpapan I Gede Widiade mengungkapkan, pihaknya berharap Persiba bisa lolos ke Liga 1 tahun depan. “Ya itu tekad kita semua,” katanya. Untuk menghemat biaya dan memudahkan mobilisasi,  sehari-hari skuad Persiba bermarkas di Jakarta.

SEMARAK

Meski tak lagi menjadi wali kota, undangan menghadiri acara Semarak 17-an banyak dikirim ke alamat saya. Mulai jalan sehat sampai konser dan kegiatan tabligh akbar.  Tidak semua dapat saya hadiri karena keterbatasan waktu.

Saya tidak sempat menyaksikan Raja manggung di lokasi IKN Sepaku. Tapi Jumat (18/8) malam saya sempat nonton penampilan Salma Salsabil dan Rony Parulian, juara pertama dan ketiga Indonesia Idol 2024 di Lapangan Tennis Indoor Balikpapan. Saya suka penampilan Salma yang ceria. Apalagi kalau membawakan lagu pamungkasnya, “Rungkad.”

Penggubah lagu Rungkad ternyata Vicky Prasetyo lewat mimpi. Dia bukan Vicky presenter, yang temannya Raffi Ahmad. Dia Vicky kelahiran Bantul, pemain kibor dan manajer AKD Band Koplo. Dalam bahasa Jawa, rungkad artinya hancur atau jatuh berkeping-keping. Lagu ini awalnya dipopulerkan lewat suara Happy Asmara.

Saya kaget juga dengan penampilan Gildcoustic. Nama grup ini agak asing, tapi ternyata penampilannya beraroma Jawa. Saya baru tahu kalau Gildcoustic dengan vokalisnya Gilga Sahid lagi viral. Gilga ini musisi asal Madiun, yang dikenal juga sebagai pengusaha kuliner.

Penampilan Gildcoustic meledak setelah menyanyikan lagu “Ginio,” yang merupakan single ketiga dari lagu Jawa mereka. Selain juga  “Nglarani Ra Kiro-Kiro” dan “Nemen.” Hebatnya anak-anak Balikpapan bisa menyanyikan lagu mereka.

Konser bertajuk Irama Nusantara ini sukses berkat kerja yang rapi dari Rumah Creative Nusantara. Mereka adalah event organizer (EO)-nya. Orang di balik EO ini adalah M Imron Kurniawan, Dani Subarkah, M Ali Wafa, dan Edison Soeleman.  Mereka mau menggelar konser lagi. Tanggal 27 September di Tenggarong dan 1 Oktober  kembali ke Balikpapan. Artis yang mau didatangkan penyanyi koplo Denny Caknan dan Jono Joni serta Happy Asmara.

Tak kalah serunya ketika saya mengikuti acara 17-an di lingkungan RT  23, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kompleks Balikpapan Baru.   Sponsornya Ibu Sri Asril, seorang pengusaha yang banyak relasi. Berbagai acara digelar sampai sore. Ada yang unik, lomba joget diikuti bapak-bapak berpakaian daster ibu-ibu. Apalagi disawer oleh Ibu Sri. Seru dan lucunya bukan main. “Ya kita buat acara 17-an yang membuat warga terhibur dan guyub,” kata Bu Sri didampingi Ketua RT 23 Hafni Kanape.

Ketua LPM Teritip Andi Mappapuli mengundang saya dalam pembukaan turnamen bola voli wanita memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan. Saya disuguhi jagung, ubi, dan kue barongko. Para peserta tertawa karena beberapa kali saya melakukan servis kehormatan, bolanya tidak berhasil melewati net.

Saya juga sempat mengikuti laga domino, yang diadakan pengusaha Ahmad Basir, yang juga ketua Nasdem. Pesertanya cukup banyak hampir 200-an orang. Maklum hadiahnya cukup menarik. Selain juga ada doorprize umrah gratis. Berpasangan dengan Pak Hafni, kita membuat kejutan. Tiga kali duduk di kursi utama. Sayang di babak terakhir tumbang, sehingga hanya masuk 10 besar.  “Wah, Pak Rizal setelah pensiun dari wali kota, malah jago main gaple,” kata seorang peserta tersenyum.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb