Pj, Tiga atau Lima?

September 13, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi    

Rizal Effendi

TINGGAL 17 hari lagi, Kaltim dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur.  Siapa yang dipilih Presiden, kita tunggu penetapannya. Jika calon dari DPRD Kaltim sudah masuk ke Mendagri, mungkin dalam beberapa hari ini sudah ada calonnya di meja Presiden.

Sesuai dengan jadwal, Gubernur Isran Noor dan pasangannya Hadi Mulyadi mengakhiri masa jabatannya 30 September 2023. Itu berarti sejak 1 Oktober, Kaltim sudah dipimpin Pj Gubernur. Masa jabatannya relatif lama, sekitar 1 tahun hingga dilantiknya gubernur definitif di akhir 2024 atau awal 2025.

Jika penetapan atau pelantikan Pj Gubernur terlambat beberapa hari, maka Mendagri bisa menunjuk pelaksana harian (Plh). Biasanya dipercayakan kepada Sekdaprov. Dr Meiliana pernah menjadi Plh Gubernur Kaltim selama  2 hari, 20 September sampai 22 September 2018, sebelum Mendagri melantik Restuardy Daud sebagai Pj.

Seperti kita ketahui, seyogianya calon Pj Gubernur di tangan Mendagri ada 6 nama. Tiga dari Dewan dan 3 dari saku Mendagri sendiri.  Tapi dalam kasus Kaltim, DPRD mengirim 5 nama. Apakah yang diseleksi Mendagri tetap 3 atau 5 kita tidak tahu.

Dari penjelasan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud kepada wartawan, mereka sengaja mengirim 5 karena itu hasil saringan terakhir dari 8 fraksi. “Ya sudah kita kirim saja semuanya. Itu kesepakatan aklamasi dari semua fraksi,” jelasnya.

Lagi pula, kata Hasanuddin, nama yang dikirim belum tentu berjalan mulus. Karena masih harus bersaing dengan 3 nama yang diolah Mendagri. Dan ke-3 nama dari Mendagri sayangnya tidak bisa diketahui, apakah ada yang sama dengan pilihan Dewan atau semua berbeda. Lagi pula proses seleksi dan verifikasi terakhir yang dilakukan Mendagri, Dewan sudah tidak dilibatkan lagi.

Ke-5 nama dari Dewan itu adalah Drs H Alimuddin, M.Si (Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara), Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin (Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag), Dr Akmal Malik, M.Si (Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri), Dr Sri Wahyuni, M.PP (Sekwilprov Kaltim) dan Prof Dr Abdunnur, M.Si (Rektor Unmul).

Menurut Hasanuddin, pihak Dewan mengirim lengkap dengan nilai pembobotan dan matriksnya. Tapi dia tidak menyebut nama mana yang paling tinggi bobotnya. “Maunya kita Presiden memilih dari nama yang kita usulkan,” tambahnya.

Tapi Dewan juga memahami kalau dilihat dari 10 Pj Gubernur yang baru dilantik Presiden,  rata-rata semuanya dari calon Pusat. Karena itu perlu upaya ekstra agar calon yang diusulkan dari daerah, yang dipilih oleh Presiden.

KENAPA ADA AKMAL?

Ada yang mempertanyakan kenapa Dewan masih memasukkan nama yang tidak masuk kategori putra daerah? Meski putra daerah bukan syarat, tapi waga Kaltim berharap Pj Gubernur adalah orang daerah sendiri. Kapan lagi orang daerah diberi kesempatan. Karena orang daerah lebih tahu apa yang dimaui daerahnya. Hal itu juga pernah ditegaskan Wakil Ketua Dewan Seno Aji. “Itu yang harus kita terobos,” tandasnya.

Kalau mengutip teori Samuel P Huntington, guru besar Ilmu Politik Universitas Harvard, AS,  hanya Sri Wahyuni dan Abdunnur yang masuk kategori putra daerah sosiologis. Lahir, tumbuh, besar dan berkarya di daerah sendiri. Sedang Kamaruddin meski lahir di Bontang, tapi banyak berkarya di luar. Baru diketahui namanya pada pemilihan Pj Gubernur. Sehingga ada yang memasukkan nama dia dalam kategori putra daerah politik.

Sebenarnya masih ada satu putra daerah yang masuk kategori putra daerah sosiologis. Yaitu Dr Ir Muhammad Nurdin, MT, Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Sayang putra kelahiran Samarinda, 10 Mei 1964 ini tersingkir dalam seleksi di DPRD.

Sedang Alimuddin meski bertahun-tahun menjalani karier di Kaltim terutama di Penajam Paser Utara (PPU), tapi sesungguhnya dia kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan. Apalagi Akmal Malik. Tokoh kelahiran Pulau Punjung, Sumatera Barat ini sama sekali tidak pernah bertugas di daerah ini.

Tapi dengan masuknya nama Alimuddin dan Akmal, keduanya punya peluang kuat menjadi pilihan utama Presiden. Karena dia orang dalam IKN, Alimuddin sangat mungkin dipilih Jokowi agar komunikasi dan sinerji program dan tugas antara Pemprov Kaltim dengan Otorita IKN berjalan lancar. Ada yang bilang Alimuddin juga didukung Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sejauh mana kebenarannya, saya belum mendapat konfirmasi.

Sebelum menjadi Deputi di IKN, Alimuddin adalah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Yang menarik sebelumnya dia merintis karier di militer,  kemudian  beralih ke PNS. Dia pernah menjadi Komandan Koramil (Danramil) 014/Slawi Tegal, Jawa Tengah.

Sedang Akmal dianggap sangat berpengalaman urusan daerah. Maklum dia Dirjen Otda, yang tugasnya menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan otonomi daerah sesuai ketentuan perundang-undangan. Jadi dia menjadi pejabat di Kemendagri yang paling banyak berhubungan dengan kepala daerah.

Masuknya nama Akmal lewat pintu DPRD Kaltim dipastikan ada yang membawa. Bisa jadi titipan langsung dari Pusat, atau ada juga orang daerah yang berkepentingan dan punya hubungan baik dengan dia. Makanya namanya langsung muncul dan mulus berproses di Dewan.

Akmal juga  sudah pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Sehingga sangat mungkin didukung Mendagri. Tapi ada juga yang berpendapat, karena Akmal sudah pernah menjadi Pj Gubernur Sulbar sebaiknya Pj Gubernur Kaltim diberikan kesempatan kepada nama lain, tidak melulu Akmal. “Masa dia terus,” kata seorang warga

Dari suara beberapa warga di Samarinda mereka berharap yang dipilih Presiden Jokowi adalah Sri Wahyuni atau Abdunnur. Keduanya sangat Kaltim banget. Besar, sekolah dan bekerja di Kaltim. Jadi layak menjadi pilihan utama.

Sri Wahyuni lahir di Samarinda, 29 Desember 1970. Perjalanan kariernya juga unik. Sebelum terpilih sebagai Sekdaprov, dia pernah menjadi Perwira Pertama Militer Kodim 0803/Madiun.

Pendidikannya selain di IPDN, juga mengikuti Sekolah Perwira Militer. Dia pernah menjadi Lurah di Long Ikis, Kabupaten Paser, Kabag Humas di Pemkab Kukar sampai kepala Dinas Pariwisata di Kaltim. Sekarang Sri juga dipercaya menjadi ketua Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Kaltim masa bakti 2023-2028.

Sedang Abdunnur lahir di Bulungan (saat itu masih masuk wilayah Kaltim), 8 Maret 1967. Dia alumnus Smansa dan menjadi orang daerah pertama yang menjadi rektor Unmul. Ayahnya KH Sabranity, semasa hidup adalah ulama kharismatik di Samarinda.

Pengamat politik Finnah Furqoniahi dari  Fisipol Unmul berpendapat, Abdunnur sangat layak diberi kepercayaan merangkap jadi Pj Gubernur Kaltim. “Selain dirinya lahir dari rahim daerah, tapi juga diyakini mampu mengangkat kearifan lokal demi kepentingan Kaltim dan Nasional,” katanya seperti dimuat Sapos.co.id.

Ketua Umum Persekutuan Dayak Kaltim (PDKT) Syaharie Jaang juga punya pendapat yang sama.    “Kami mengusulkan dan mendukung Rektor Unmul Prof Abdunnur  menjadi Pj Gubernur,” kata mantan Wali Kota Samarinda ini kepada Kaltim Post.

Isran Noor berharap penggantinya meneruskan dan melanjutkan program yang sudah dirintis dan diperjuangkannya. Serta mampu memberi kontribusi besar untuk kemajuan Kaltim.  “Dan yang terpenting tidak berpolitik,” tandasnya.(*)

Hakim dan Pinrang

September 11, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Pengurus BPD-KKP Balikpapan bersama Bupati Pinrang dan Ketua KKSS Balikpapan

MESKI memerlukan waktu sekitar satu jam menembus Hotel Platinum karena macet, Sabtu (9/9) lalu, saya tetap semangat datang ke sana. Maklum undangan yang saya hadiri punya ikatan emosional. Saya menghadiri pelantikan Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Pinrang (BPD-KKP) Kota Balikpapan masa bakti 2023-2028.

Ketuanya H Abdul Hakim Rauf, pengusaha sukses yang pernah menjadi calon wakil wali kota Balikpapan pada Pilwali Balikpapan 2015. Sebagai sekretaris Hapni Kanappe dan bendahara A Rita Iriany Mukmin. Kepengurusan selain dilengkapi dengan berbagai bidang, juga ditunjuk koordinator kecamatan.

Hasanuddin ditunjuk sebagai koordinator Balikpapan Kota, Syamsuddin untuk Balikpapan Selatan,  Agus Salim Azis di Balikpapan Timur, Bungawati Paturusi di Balikpapan Tengah, Jamal di Balikpapan Barat, dan M Rajab F Bahnur untuk Balikpapan Utara.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua BPW KKP Kaltim Dr H Ridwan Tassa. Dihadiri para tokoh dan warga Pinrang dan KKSS di Balikpapan. Ada Ketua KKSS Adam Sinte dan istri, Andi Burhanuddin Solong, Brigjen TNI Amrin Ibrahim dan yang mewakili wali kota, Kakesbangpol Drs Sutadi.

Hakim tampak bersemangat mengibarkan panji KKP yang diterimanya. “Selamat bekerja dan sukses,” kata Ridwan, yang sehari-hari adalah  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Samarinda.

Yang menarik, pelantikan BPD-KKP Balikpapan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Pinrang  HA Irwan Hamid, S.Sos. Dia datang tidak tanggung-tanggung, membawa staf hampir 50 orang. Mulai asisten, kepala dinas, camat sampai kepala desa. Ada juga anggota Dewan. “Terima kasih Ibu Hj Yusdiana Hakim, yang sudah memfasilitasi kami,” kata Bupati bersemangat.

Hj Yusdiana adalah istri Abdul Hakim Rauf, yang sekarang ini menjadi caleg DPRD Balikpapan untuk Dapil Balikpapan Utara. Dia dikenal aktif mengadakan berbagai pengajian dan mendirikan yayasan sosial bernama Dian Insana Mandiri.

Sedang Abdul Hakim Rauf, adalah tokoh Balikpapan kelahiran Desa Masolo, Kecamatan Patampanua. Dia mendirikan PT Dian Yuspa Samudera, yang bergerak di bidang jasa angkutan BBM. Belakangan kabarnya juga bermain di batu bara. Dan sukses. Pada Pilwali tahun 2015, dia tampil bersama mantan ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong.

Pinrang adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Jaraknya sekitar 185 km dari Makassar. Sangat dekat dengan kota Parepare. Wilayahnya cukup luas sekitar 1.962 km2 dengan penduduk  411.795 jiwa (2022). Wilayahnya hampir tiga kali luas Balikpapan.

Kabupaten ini dikenal sebagai lumbung pangan dari Sulsel. Produksi padi sangat besar dan pasokan air yang merata tiap bulan. Luas lahan pertaniannya mencapai 56.365 hektare dengan produksi mencapai 660 ribu ton per tahun.

Ketika berlangsung pelantikan kemarin, di atas meja ada kue khas Pinrang yaitu barongko dan sikaporo. Barongko dibuat dari pisang kepok yang dibungkus daun, sedang sikaporo seperti kue lapis dengan warnanya yang khas, kuning hijau.

Saya kangen juga dengan nasu palekko, lauk yang dibuat dengan bahan utama daging bebek. Dalam bahasa Bugis, nasu artinya  memasak dan palekko berarti kuali. Itu sebabnya daging bebek yang sudah dibumbui itu dimasak dalam wadah periuk atau kuali.

Bupati Irwan Hamid mengajak warga Pinrang di perantauan terus maju. Ikut membangun daerah di mana dia berada dan hidup, tapi juga tak lupa dengan kampung halaman. “Jaga terus kerukunan dan kekompakan,” tambahnya. Dia yakin BPD-KKP Balikpapan di bawah kepemimpinan Abdul Hakim Rauf, terus berkembang maju dan mampu menyejahterakan anggotanya.

PERNAH KKN

Saya pernah tinggal 3 bulan di Pinrang pada tahun 80-an. Waktu itu saya mahasiswa  Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) gabungan Indonesia Timur bersama Unhas, IKIP Makassar,  Unsrat, Unhalu, dan Unlam.

Kebetulan saya ditempatkan di Desa Kassa, Kecamatan Patampanua. Hasil pemekaran Kassa sekarang di bawah wilayah Kecamatan Batu Lappa. Pada tahun 80-an Desa Kassa masih terpencil. Belum bisa ditempuh dengan jalan darat. Saya harus naik perahu ketinting menyusuri Sungai Saddang. “Sekarang jalan darat sudah tembus,” kata Bupati.

Listrik pun sekarang sudah masuk. Waktu saya KKN, kalau malam hari kita masih menggunakan lampu petromaks atau dulu disebut lampu strongking, yang menggunakan bahan bakar minyak tanah. Untuk menghidupkannya kita menggunakan spiritus.

Lampu petromaks hanya dinyalakan sampai pukul 22.00. Setelah itu kita tidur gelap gulita. Saya sering diliputi rasa takut yang berlebihan. Maklum saya takut hantu. Padahal di Kassa cerita para orang tua di sana banyak dihuni parakang, seperti hantu kuyang di Kalimantan.

Ketika saya KKN, Pinrang lagi musim panen termasuk di kecamatan saya. Ada kebiasaan menarik, habis musim panen dilanjutkan musim kawin. Maklum masyarakat lagi berduit sehingga acara perkawinan digelar di mana-mana.

Namanya orang Bugis kalau acara kawinan atau pernikahan cukup panjang prosesinya. Bisa lebih satu minggu, mulai memmanu’-manu’, mappetuada, mappasau botting dan cemme pasih, mappanre’ temme, mappacci atau tudampenni, mappenre botting, maduppa botting, mappasikarawa/mappasiluka, marola/mapparola, malukka botting sampai massita beseng.

Setiap acara prosesi itu selalu ada sajian makanannya. Itu yang  saya suka. Jadinya makan gratis terus. Itu sebabnya juga lidah saya jadi akrab dengan berbagai makanan Bugis. Mulai coto Makassar, konro, pallubasa, sop saudara, pallu mara sampai songkolo begadang.

Kata Ketua KKP Kaltim, saya sudah termasuk warga Pinrang. “Mereka yang pernah tinggal di kawasan Pinrang, tidur dan makan di sana adalah warga Pinrang. “Mereka sudah punya ikatan emosional dengan Pinrang,” kata Ridwan.

Itu sebabnya saya juga senang bergaul dengan berbagai tokoh KKSS di Balikpapan. Saya sering mangkal di Warung Sehati. Warungnya Pak Maman warga KKSS, yang kebetulan istrinya orang Banjar. Sambil makan barongko juga melahap sop singkong orang Banjar. Saya rutin ikut Pak Adam tiap minggu pagi senam bersama warga KKSS di pertokoan Mal Fantasi Balikpapan Baru. Sambil berolahraga, sesekali cuci mata. Ewako!!(*)

Habib Taufiq dan Buya Yahya

September 8, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Buya Yahya memberi tausiah kepada jamaah At-Taqwa

SAYA bersyukur menjelang berakhirnya masa tugas sebagai ketua umum Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan, ada dua ulama besar tampil di tabligh akbar. Jamaahnya memang banyak dan dirindukan oleh umat Islam di mana saja, termasuk di  Kota Beriman Balikpapan.

Berkaitan dengan pelantikan Ketua Rabithah Alawiyah Balikpapan Al Habib Hadi bin Abdurrahman Al Haddad, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Pusat   Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf menyempatkan diri bertemu jamaah di At-Taqwa.

Rabithan Alawiyah adalah perkumpulan para zuriat atau keturunan Nabi dan warga Indonesia keturunan Arab di Tanah Air. Didirikan 27 Desember 1928, sebulan setelah lahirnya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Jadi sudah cukup lama dan amat bersejarah.

Habib Taufiq pengasuh Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur. Pernah menjabat Mustasyar NU Jawa Timur. Dia terpilih sebagai ketua umum DPP Rabithah Alawiyah masa khidmat 2021-2026 hasil Muktamar di Jakarta, 5 Desember 2021 menggantikan Habib Zen bin Smith.

Tabligh akbar Habib Taufiq berlangsung Selasa (29/8), ba’da Isya. Temanya sangat menarik dan aktual. “Membangun Karakter Islami dalam Era Modern.” Sejak maghrib jamaah sudah berdatangan. Meluber sampai ke teras masjid, baik di lantai utama maupun lantai 1 dan 3.

Jamaah Masjid Agung At-Taqwa yang membeludak

Dia menekankan kepada jamaah bagaimana menghadirkan karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, kita siap dan selamat dalam era kehidupan kapan pun seperti era modern sekarang ini.

Saya terkesan gaya dakwah Habib Taufiq yang sejuk. Durasinya juga tidak terlalu larut malam. Jadi anak-anak dan ibu-ibu tenang mengikuti. Tidak gelisah karena harus menyiapkan keperluan sekolah besok paginya.

Sepekan kemudian, hari  Selasa lagi, 5 September hadir pula Buya Yahya di At-Taqwa dalam rangka menyambut datangnya bulan Maulid, kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Jamaahnya juga melimpah. Apalagi Buya membuka ruang tanya jawab.

Dakwah Buya Yahya banyak mengisi ruang media sosial. Dia ulama sekaligus cendekiawan Islam yang luas pandangannya. Nama dan gelar lengkapnya adalah Prof. KH Yahya Zainul Ma’arif, Lc, MA, Ph.D. Sembilan tahun dia studi di Universitas al-Ahgaff, Hadramaut, Yaman. Menyelesaikan program Ph.D  (doctor of philosophy) di American University for Human Sciences California, AS. Lalu dikukuhkan sebagai guru besar kehormatan bidang Hukum Islam di Universitas Sultan Agung, Semarang, Jateng.

Ulama kelahiran Blitar 10 Agustus 1973 itu, sekarang  mengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, yang berpusat di Cirebon, Jawa Barat. Cabang-cabangnya tersebar di beberapa kota di Indonesia dan Malaysia.

Buya Yahya juga banyak menulis buku. Di antaranya bukunya yang banyak menarik perhatian adalah berjudul “Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama, Fiqih Bepergian: Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet” serta “Buya Yahya Menjawab.”

Pesantren yang diasuh Habib Taufiq dan Buya Yahya sama-sama punya radio sebagai sarana dakwah. Suara Habib Taufiq rutin bergema di Radio Suara Nabawy, sedang Buya Yahya bisa didengar di  Radioqu. Bahkan pesantren Buya Yahya juga punya Al-Bahjah TV yaitu TV parabola yang jangkauannya ke seluruh Indonesia dan negara tetangga.

Buya menyebut semua jamaah yang hadir adalah para pencinta Baginda Nabi Muhammad SAW. Para perindu Rasulullah yang mulia. “Sungguh karunia yang sangat agung diberikan Allah setelah iman adalah hati yang saling mencintai karena Allah,” ujarnya.

Berkaitan menyambut kelahiran Nabi, menurut Buya Yahya harus dimulai dengan menumbuhkan atau menyuburkan kecintaan kepada Nabi. Kepada semua umat Rasulullah. Kalau tidak, maka apa yang kita lakukan tidak ada artinya.

Saya amat terkesan bertemu Buya Yahya. Dia tak segan mencium tangan saya. Baik ketika datang maupun pulang. Seumur-umur baru sekali saya dicium ulama besar dan penuh berkah. Yang lazim kita yang mencium tangan para ulama. Saya lihat Habib Umar bin Hafidz, ulama besar dari Yaman yang baru datang ke Indonesia juga tak segan mencium tangan para ulama yang ditemuinya.

Habib Umar adalah tokoh Muslim yang sangat berpengaruh di dunia. Mengutip situs The Muslims 500, posisi Habib Umar berada di urutan ke-11, tepatnya di bawah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Sayang dia tidak datang ke Kaltim, tapi berhasil digaet Gubernur Kalteng Sugianto ke Palangkaraya.

Sunnah memang hukumnya mencium tangan Nabi, ulama, orang salih, guru dan orang tua. Itu bentuk kita menghormati dan memuliakan mereka. “Yang penting jangan sampai menyembah,” kata Buya Yahya dalam Youtube Al-Bahjah TV.

Rasulullah SAW juga diperlakukan demikian oleh para sahabatnya pada saat berdakwah. “Bahkan jika harus mencium kakinya pun diperbolehkan,” tambahnya.

BERAKHIR MINGGU INI

Setelah dua tahun bertugas, amanah di pundak saya menjadi ketua umum Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan berakhir  Rabu 13 September 2023 ini. Laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan  saya kirim ke Dewan Penasihat, Senin nanti. Mulai Wali Kota, Kamenag, Ketua MUI, Ketua Dewan Masjid, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah sampai Imam Besar KH Jaelani Mawardi.

Tidak terlalu sempurna, baik dari bentuk laporan maupun kegiatan. Insya Allah pengurus baru lebih baik. Silakan mau melanjutkan atau melakukan perubahan. Yang penting masjid semakin makmur dan sejahtera.

Laporan keuangannya diperiksa oleh tim yang diketuai Drs HM Yusri Idris dengan anggota Dr Drs Sartono, Ustadz Jaelani, Bambang Saputra dan H Ansyori, SH. Alhamdulillah, hasil pemeriksaannya tidak menemukan hal yang kurang pas baik dalam pencatatan pemasukan maupun pengeluaran.

Saya aktif menjalani tugas mengurus masjid lantaran ketua harian belakangan tidak bisa lagi bertugas. Ternyata menjadi ketua masjid tidak gampang. Malah lebih berat ketimbang waktu saya jadi wali kota. Apalagi sumber dayanya terbatas. Padahal pertanggungjawabannya tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat.

Menjalankan manajemen masjid yang baik adalah salah satu cara memakmurkan masjid. Ini yang tidak gampang. Mengombinasikan moral petugas masjid dalam menjalankan tugas secara Lillahi Ta’ala dengan sisi lain dia sebagai manusia, yang punya tanggung jawab terhadap anak istri.

Menjelang salat Jumat (7/9), saya menyempatkan pamit dengan jamaah.  Saya bilang terhitung Rabu (13/9) mendatang sudah berakhir masa tugas saya dan anggota pengurus lainnya. Kalau belum diputuskan penggantinya, pengurus lama sementara tetap berjalan. Tapi tak lagi mengambil keputusan yang prinsip.

Yang saya kaget tiba-tiba datang sepucuk surat teguran dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balikpapan Barat kepada Pimpinan Masjid Agung At-Taqwa. Isinya teguran karena belum menyampaikan  Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh pasal 25/29 Badan.

Saya agak bingung kok Masjid berurusan dengan pajak? Apalagi disebutkan ada NPWP-nya 02.833.350.8721.000. Setahu saya bidang keagamaan meliputi jasa pelayanan rumah ibadah, pemberian khotbah atau dakwah, penyelenggaraan kegiatan keagamaan maupun jasa di bidang keagamaan  tidak dikenakan pajak penghasilan. Apalagi gajinya rata-rata di bawah Rp 4,5 juta per bulan, sehingga masuk kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Untuk jelasnya saya minta sekretaris segera mengklarifikasi  ke kantor pajak. Biar semua clear. Tidak enak juga kalau Masjid ditegur urusan tunggakan pajak. Yang ada tunggakan program, yang belum bisa dilaksanakan atau diwujudkan, sehingga menjadi tugas pengurus baru untuk menuntaskan.(*)

Dayana Cantik dari Kazakhstan

September 4, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Duta Lingkungan Kazakhtan dan Wali Kota Samarinda Andi Harun

DUTA Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Republik  Kazakhstan merangkap Tajikistan Dr M Fadjroel Rahman bersama sang istri, Poppy datang ke Kaltim, pekan lalu (1-3/9). Ini kunjungan balasan karena sebelumnya Wagub Kaltim Hadi Mulyadi pernah terbang ke sana.

Kazakhstan tadinya bagian dari Rusia. Baru memerdekakan diri 16 Desember 1991 bersama beberapa negara bagian lainnya. Wilayahnya seluas 2.724.900 km2 dengan penduduk 19.882.467 jiwa, menjadikan negara ini sebagai negara terluas ke-9 di dunia dan ke-2 terbesar dari negara bekas Uni Soviet.

Kazakhstan sering disebut sebagai “Tanah Perawan”, karena beberapa wilayah negara ini belum tersentuh sama sekali. Tempat peluncuran roket luar angkasa Rusia, yaitu Baikonur terletak di Kazakhstan.

Tajikistan juga mulanya bagian dari Uni Soviet. Tapi negara ini setelah merdeka, justru menghadapi perang saudara. Negara berpenduduk 9.119.347 jiwa  dengan luas 143.100 km2 ini,  mengandalkan ekonominya dari perdagangan komoditas kapas, alumunium, dan uranium.

Baik Kazakhstan maupun Tajikistan, penduduknya sebagian besar beragama Islam. Ada juga yang beragama Kristen dan Buddhisme. Menurut Konstitusi, Kazakhstan adalah negara sekuler. Sedang di Tajikistan, umumnya menganut Islam Sunni.

Tidak banyak orang Indonesia yang tinggal di negeri itu. Kira-kira hanya 140 orang di Kazakhstan dan 3 orang di Tajikistan. Mereka berdiam di Kota Nur Sultan hingga Al Maty. Awal tahun 2022, Dubes sempat cemas karena terjadi kerusuhan di Kazakhstan gara-gara kenaikan harga bahan bakar.

Fadjroel yang sebelumnya juru bicara Presiden Jokowi dilantik menjadi Dubes Kazakhstan bersama 16 dubes lainnya pada 25 Oktober 2021. Dia orang Banjar. Kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena itu datang ke Kaltim seperti pulang kampung. Logat Banjarnya masih terasa.

Fadjroel merasa perlu datang ke Provinsi Kaltim, selain untuk meninjau wilayah Kaltim yang kaya batu bara, minyak dan kelapa sawit, juga untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Datang ke Kaltim, Dubes juga membawa sejumlah pengusaha Kazakhstan. Mulai konsorsium konstruksi, bankir sampai start up. Ada juga perwakilan kantor gubernur Astana. Mereka ingin menangkap peluang usaha di proyek IKN. Makanya mereka menyempatkan diri mengunjungi  Sepaku. Mereka juga membawa Dayana, Duta Lingkungan Kazakhstan, influencer dan model di negerinya. Sempat tampil di acara Dialog Nusantara, IKN; Sentrum Peradaban Dunia bersama Dubes dan Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun di D’Bagios Caffe, Minggu (3/9).

Dayana langsung menarik perhatian. Wajahnya sangat khas dan mungil. Wanita dari negara pecahan Rusia ini memang  dikenal menarik dan cantik.   Dia bilang negaranya juga memindahkan ibu kotanya dari Almaty ke Astana tahun 1997.

Kondisi Almaty sama seperti Jakarta, padat dan penuh polusi udara karena kelebihan penduduk. Belakangan nama Astana berganti menjadi Nur-Sultan sebagai penghormatan kepada Presiden Nursultan Nazarbayev, yang berkuasa pada 1990-2019.

Dia mengatakan perlu proses yang sangat kompleks agar dapat sukses untuk memindahkan sebuah ibu kota negara. “Dengan dipindahnya ibu kota, nantinya kendaraan listrik akan menjadi prioritas. Apalagi Indonesia salah satu negara penghasil nikel.  Kondisi ini sangat baik, belum lagi digitalisasi dan percepatan internet yang baik, maka ibu kota yang baru akan lebih baik dan lebih indah,” ujarnya.

Menurut Dayana, yang paling semangat pindah itu adalah kalangan generasi muda. Hampir 80 persen anak muda di negerinya mau ke ibu kota yang baru. “Karena di situ mereka beranggapan ada harapan baru dan juga peluang yang baru,” jelasnya.

MENYUSURI MAHAKAM

Ketika mengunjungi IKN, Dubes melihat kemajuan pembangunannya melalui Techno House. Lalu ke Titik Nol, Sumbu Kebangsaan sampai ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sergek, salah satu perusahaan kakap Kazakhstan menandatangani kerjasama (MoU) dengan IKN berkaitan dengan program perhubungan dan mobiliti pintar.

Penandatanganan dilakukan oleh Vice President Global Markets Sergek, Yelena Tkachenko dengan Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Prof Mohammad Ali Berawi disaksikan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan Dubes Fadjroel Rachman.

Menurut Dubes, penandatanganan MoU ini  selain menandai peringatan 30 tahun hubungan Indonesia – Kazakhstan, juga sebagai tindak lanjut  MoU sebelumnya antara Otorita IKN dengan Gubernur Astana pada 3 Juli 2023. Astana merupakan ibu kota pertama yang menjadi kota kembar (sister city) dengan IKN.

Ketika singgah di Kantor Gubernur Kaltim Samarinda, Dubes dan rombongan disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Syirajudin. “Kaltim sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Kazakhstan di berbagai bidang mulai usaha, pendidikan, budaya dan pariwisata,” katanya.

Mereka juga sempat singgah di kampung budaya Desa Pampang dan menyusuri Sungai Mahakam. Sempat ikut menari dengan warga suku Dayak dan menyanyi di atas kapal, yang penuh daya tarik. “Alhamdulillah mereka mengakui perjalanan ke Kaltim penuh arti, baik dari kepentingan pengembangan usaha maupun persahabatan kedua negara,” kata Dubes.

Wagub Hadi Mulyadi ke Kazakhstan awal Juli lalu.  Dia dan rombongan mengikuti  Summer Festival Expo di Kota Astana, ibu kota Kazakhstan dirangkai dengan acara Trade and Investment Forum The Province of East Kalimantan. Salah satu yang ditawarkan adalah Pulau Maratua, yang diakui sangat menarik dan penuh daya pikat bagi wisatawan mancanegara.

Ketua Percepatan Pengembangan Maratua Dr Meiliana juga sempat membicarakan hal itu dengan Dubes Fadjroel Rachman. “Maratua juga memilikipotensi wisata laut yang menarik dari Kaltim dan tengah dikembangkan juga mengikuti program ekonomi biru  dari Bank Dunia,” jelasnya.

Mei sempat berbincang dengan Dayana. Ia terkagum-kagum dengan kecantikan sang duta dan influencer itu. Wanita Kazakhstan memang dikenal cantik-cantik karena percampuran berbagai ras. “Leluhur asli bangsa Kazakhstan ini berambut cokelat, berkulit putih dan bermata hijau,” kata Seisenkulova Gulnur, sosial budaya KBRI Astana.

“Melihat peran Dayana yang menarik perhatian kita, sepertinya perlu juga ditunjuk Duta Maratua. Untuk menambah kekuatan kita dalam mempromosikan keindahan pulau di wilayah Kabupaten Berau itu,” kata Meiliana.(*)

“Bunga Mekar”  STIEPAN

September 3, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Bersama keluarga pendiri Yayasan yang menaungi STIEPAN

SABTU kemarin, saya menghadiri Wisuda Sarjana Strata-1 ke-32 Tahun Akademik 2022/2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (Stiepan). Acara berlangsung di Swiss-Belhotel Balikpapan Ocean Square.

Saya diundang dalam kapaitas saya sebagai ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Balikpapan. Saya sendiri baru seminggu dilantik Ketua ISEI Pusat Perry Warjiyo, yang juga Gubernur BI.  “Ini yang diwisuda ‘kan semuanya sarjana ekonomi, jadi saya persilakan mereka bergabung ke ISEI,” kata Ketua STIEPAN Prof Dr Suhartono, SE, MM, yang juga Pembina ISEI.

Menurut Suhartono, ada 305 orang yang diwisuda menjadi sarjana manajemen dan akuntansi. Sebanyak 117 di antaranya lulus dengan predikat cum laude. Ada 6 orang lulusan terbaik, tiga dari Program Studi akuntansi (Tiara Dwi Prasinta dengan IPK 3,85, Wynda Astuti 3,83; dan Karina Eka Putri 3,83), dan tiga dari Studi Manajemen (Khairani Aulia 3,85, M Fikri Ihza Mahendra 3,81; dan Adelia Amanda 3,80).

Selain itu, Khairani Aulia ditetapkan sebagai sarjana yang menyelesaikan waktu studinya paling singkat, yaitu 3 tahun 6 bulan 9 hari. Dan Wynda Astuti sebagai sarjana termuda dengan usia pada saat ini 21 tahun, 7 hari. Dia lahir pada tanggal 24 Juni 2002.

Hampir tiga jam saya di sana. Saya bertemu senior saya Prof  Sarosa Hamongpranoto, SH, M.Hum yang menjadi ketua Senat STEIPAN. Usianya sudah 76 tahun dan masih sehat. Satu angkatan dengan pendiri STIEPAN,  almarhum Drs Mulyono Soetarmo, MM. Sarosa pernah menjadi Dekan Fisipol dan guru besar ilmu hukum Unmul.

Ada ketua Yayasan, putri pendiri Ir Hj Sri Utami Mulyaningsih bersama suaminya Ir Chaidar, juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Dr Drs Muhammad Akbar, M.Si serta yang mewakili Wali Kota, Kabid Pendidikan SMP Disdik Drs  Prapto Budi Suharto.

Saya merasa tersanjung dan apresiasi karena Ketua dan Kepala LLDIKTI mendoakan saya semoga terpilih sebagai wakil rakyat di DPR RI. Saat ini saya memang lagi menyiapkan diri menjadi wakil Kaltim ke Senayan melalui Partai Nasdem dengan nomor urut 7. Kata orang nomor 7 itu, nomor keberuntungan. Mudah-mudahan.

Saya juga disalami seorang mahasiswa STIEPAN yang ternyata sama-sama pendukung berat Manchester United (MU). “Saya dukung Bapak jadi calon DPR, semoga malam besok (malam ini) MU bisa menggilas Arsenal, ya Pak,” katanya bersemangat.

Saya tidak sempat tanya nama mahasiswa itu. Dia minta foto bersama. “Terima kasih Bapak bisa hadir di acara wisuda kami, Bapak tidak berubah selalu hadir jika diundang,” katanya tersenyum.

STIEPAN  di bawah naungan Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945, yang berdiri pada tanggal 12 Maret 1965. Mulanya Yayasan hanya mendirikan SD, SMP, dan SMA Sinar Pancasila. Baru 3 Januari 1983 mendirikan Sekolah Tinggi Keuangan Indonesia Balikpapan (SETKIB), yang kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (STIEPAN).

Kampusnya yang semula di Jl Kapten Pierre Tendean, Telaga Sari belakangan hijrah ke kampus baru yang lebih representatif di Jl Zainal Arifin, Sumber Rejo (Baller), Balikpapan Tengah. “Alhamdulillah, STIEPAN tumbuh berkembang menjadi perguruan tinggi yang pertama di Kalimantan pada tahun 2020 dan menjadi salah satu perguruan tinggi di Balikpapan dengan predikat akreditasi baik sekali,” kata sang ketua.

Jumlah mahasiswa STIEPAN saat ini sebanyak 1.758 orang. Memiliki 41 dosen tetap dengan tingkat pendidikan S2 sebanyak 37 orang, S3 4 orang dan seorang guru besar (profesor).   “Saat ini masih ada 4 orang mengikuti pendidikan S3 di berbagai perguruan tinggi,” ujar Suhartono.

Saya akrab dengan para pendiri dan pengurus STIEPAN yang sudah tiada. Selain Pak Tarmo, juga H Misbach, Drs Bachtiar Rachim, MM, Drs Santoso, SH, MH dan Drs Suryo H Sarmo. Ketika saya masih wali kota, saya beberapa kali menghadiri wisuda STIEPAN. “Alhamdulillah, STIEPAN terus berkembang sesuai visi dan misi yayasan,” kata Sri Utami.

BUKAN UANG SAKU

Kepala LLDIKTI Wilayah XI  Kalimantan Dr M Akbar memberi apresiasi STIEPAN terus berkembang dan mampu mencetak para sarjana. “Tugas perguruan tinggi harus mampu menyiapkan sebaik mungkin mahasiswa pada dunia nyata dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali dan mengasah kompetensinya di dunia nyata,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan. “Selamat, semoga memiliki karier yang cemerlang di masyarakat. Tapi jangan lupa dengan almamater dan tetap berpartisipasi untuk terus menghasilkan sumber daya manusia unggul,” tambahnya.

Dalam bagian lain Akbar juga mengingatkan kepada para sarjana baru itu, agar mindset-nya berubah. “Kalaupun masih minta bantuan ke orang tua, jangan lagi minta uang saku, tapi minta bantuan modal untuk mengembangkan diri menjadi entrepreneur muda,” tandasnya. Apalagi STIEPAN punya tagline: School of Business & Entrepreneurship.

Dalam orasi ilmiahnya, STIEPAN menampilkan Dr Drs H Rizky Masmuddin, MM, dosen muda yang mendapatkan dukungan program S3-nya dari kampus. Program doktoralnya di bidang studi manajemen dia peroleh dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Unmul banyak berperan untuk kemajuan STIEPAN. Rektor Unmul pernah menjadi pelindung STIEPAN. Bahkan pernah secara resmi menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Itu sebabnya sebagian tenaga pengajar STIEPAN dari kampus Mulawarman.

Yang menarik Dr Rizky membahas soal modal intelektual atau (intellectual capital/IC), yang sekarang ini menjadi bagian penting dan strategis dalam perusahaan. Tidak cukup lagi hanya mengandalkan modal dana atau aset yang berwujud semata.

Ia mengutip berbagai pendapat di antaranya Stewart yang mendefinisikan  IC sebagai total saham atas kolektif pengetahuan, informasi, teknologi, hak property intelektual, pengalaman, pembelajaran organisasi dan kompetensi, sistem komunikasi tim, hubungan pelanggan, serta mereka yang mampu  menciptakan nilai perusahaan.

Menurut Rizky, IC adalah modal perusahaan yang tidak berwujud (intangible asset). Tapi membawa manfaat atau posisi yang menguntungkan guna meningkatkan pendapatan dan perkembangan perusahaan di masa depan.

Suasana haru bercampur kebahagiaan ketika Khairani Aulia diberi kesempatan mewakili para wisudawan menyampaikan kesan-kesannya. “Sekarang ini kita ibarat bunga yang baru mekar, hasil tanaman dari kampus tercinta STIEPAN,” katanya  puitis.

Khairani adalah mahasiswi Program Studi Manajemen yang paling cepat menempuh belajar di STIEPAN. Hanya 3 tahun 6 bulan 9 hari dengan IPK 3,85. Sempurna. “Wah kalau kita yang terlama hidup di kampus,” kata saya kepada Pak Chaidar, rekan saya di Unmul dan sama-sama pernah bertugas di Pemkot Balikpapan.

Orang Kampung Baru harus bangga. Sebab, mahasiswi berusia 22 tahun ini lahir dan tinggal di Jl Adil Makmur RT 20, No 42, Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat. Ia sempat menggambarkan bagaimana perjuangan orang tuanya, sehingga dia bisa sukses seperti sekarang ini. “Ibu saya yang berjuang dan mendoakan agar saya bisa lancar studinya. Terima kasih Ibu,” katanya terbata-bata.

Pihak kampus juga memberi apresiasi kepada Khairani. “Dia memang mahasiswi terbaik kita, yang  menjadi teladan dan menginspirasi kita semua terutama mahasiswa yang lain untuk meraih hasil yang sama,” kata Wakil Ketua III STIEPAN Bidang Kemahasiswaan, Rudy Pudjut Harianto, SE, MM.

Ketika meninggalkan tempat wisuda, saya sempat berpapasan dengan orang tua yang membawa seikat bunga  yang segar dan penuh aroma. “Bunga mekar ini untuk anak saya yang baru saja diwisuda,” katanya dengan wajah berseri-seri.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb