Blue Sky untuk Jokowi

September 24, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DAPUR dan chef Blue Sky Hotel (BSH) Balikpapan punya prestasi yang membanggakan. Sebab, selalu  dipercaya menjadi pemasak makanan utama yang  disajikan kepada Presiden Jokowi selama berada di Ibu Kota Nusantara (IKN). Termasuk saat Jokowi camping pekan lalu  selama 3 hari 2 malam (21-23 September). “Alhamdulillah, kami diberikan kepercayaan meng-handle catering untuk RI 1 dan RI 2. Ini suatu kehormatan besar yang harus kami jaga,”  kata General Manager BSH Danur Efendi.

Salam 50 bersama Pak Linan Kurniahu dan Sabri Ramdhani.

Tepat di akhir kunjungan Jokowi di IKN, Sabtu (23/9) kemarin, BSH juga lagi merayakan hari jadinya ke-50 (fifty years jubilee) dengan mengusung tagline atau slogan: “50 Years The Magic of Blue Sky Hotel.” Siapa yang mengira  BSH mampu mengukir sejarah yang panjang. Menjadi sihir yang ikut memajukan perekonomian daerah dan perintis dunia perhotelan di Kaltim terutama di Balikpapan.

Acara perayaaan HUT emas BSH digelar Sabtu malam di Ballroom BSH. Ditandai pemotongan nasi tumpeng raksasa yang dibawa 4 karyawan BSH mengenakan baju adat Dayak dan tos kebersamaan yang dilakukan CEO dan anggota direksi bersama undangan.

Saya datang bersama sahabat saya Zaenal, yang akrab dipanggil Om Zen. Ketemu juga dengan pengusaha senior Sabri Ramdhani dan istri. Undangan penuh sesak. Mulai Forkompida, Kepala Dispora Ratih Kusuma yang mewakili Wali Kota sampai berbagai relasi perusahaan.

Ucapan selamat melalui tayangan video juga disampaikan oleh berbagai pejabat. Mulai Gubernur Kaltim Isran Noor, Wagub Hadi Mulyadi, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Imam Sugianto, Kajati Kaltim Hari Setiyono, SH, MH sampai pejabat Kilang Pertamina. “Selamat ulang tahun emas Blue Sky Hotel, maju dan sukses terus,” kata Gubernur.

BSH punya keterkaitan dengan Pemprov Kaltim. Sebab, aset bangunan milik pemerintah provinsi di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat dikerjasamakan dengan BSH menjadi Hotel Blue Sky Pandurata. Jadi di Jakarta, BSH punya dua hotel. Selain  Pandurata, juga ada Blue Sky Petamburan.

“Kita lagi mempersiapkan hotel baru di Surabaya, karena orang-orang Kaltim juga banyak tinggal dan bisnis di sana. Apa salahnya Blue Sky juga ada di ibu kota Provinsi Jawa Timur,” kata Danur bersemangat.

Saya sempat bertemu sang owner, Linan Kurniahu yang juga bertindak sebagai CEO. Wajahnya cerah memberi indikasi perkembangan BSH dengan usaha grup lainnya berkembang. “Ya kami bersyukur bisa melewati pandemi Covid-19 yang sangat memukul semua usaha. Sekarang ekonomi kita sudah normal kembali, perhotelan juga kembali berkembang,” jelasnya.

Linan juga bersyukur perekonomian Kaltim terus berkembang terutama didukung dengan kegiatan usaha perminyakan, pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Kebetulan juga di Balikpapan tengah berlangsung pembangunan perluasan kilang Pertamina (RDMP). Ditambah lagi anugerah Tuhan dengan ditetapkannya lokasi IKN di Penajam Paser Utara (PPU), membuat bisnis perhotelan dan restoran atau makanan jadi ikut melonjak.

Itu sebabnya di bawah bendera PT Bumi Liputan Jaya, Blue Sky mengembangkan usahanya tidak saja di bidang perhotelan, tetapi juga di bisnis makanan atau kuliner dengan berbagai variasi.

BSH punya lounge cukup banyak di berbagai bandara utama, seperti di Sepinggan Balikpapan, Soekarno-Hatta, Surabaya, Medan, Bandung, Pekan Baru, Batam, Pontianak, Samarinda dan Palembang.

Juga ada De Café yang disukai kaum milenial. Restoran Jepang Ita Suki di Senayan City, Central Park, Cilandak Town Square, Setiabudi One, Kota Kasablanka dan Alam Sutera. “Kami terus berupaya mengembangkan diri dan melebarkan usaha,” kata Linan.

DARI HOTEL KAYU

Di depan undangan, GM Danur Efendi membeberkan perjalanan yang panjang dari BSH, yang didirikan 23 September 1973. Hotel ini dibangun oleh Linan Eko Putro, yang akrab dipanggil Om Soen. Dia adalah ayahanda  Linan Kurniahu, yang  sudah meninggal.

Hotelnya sangat sederhana. Dibuat dengan bahan kayu berlantai 3 dengan jumlah kamar hanya 30-an saja.  Fasilitasnya juga terbatas. Hanya ada restoran dan tempat hiburan. Tapi berkat kegigihan Om Soen, hotel tersebut berkembang menjadi hotel modern yang sangat dibanggakan di Balikpapan.

Ketika dia mengajak sejumlah orang ikut bergabung di BSH, Om Soen mengajukan tiga syarat yang harus dipatuhi. Yaitu jujur, hemat, dan giat. Dia minta seluruh karyawan harus jujur karena bisnis perhotelan berkaitan dengan pelayanan orang. Hemat, agar pengeluaran perusahaan tidak melebihi pendapatan. Giat, agar perusahaan bisa berkembang dan mampu bersaing.

Setelah 15 tahun dikelola, tepatnya pada tahun 1988, Om Soen memercayakan pengelolaan BSH kepada Linan Kurniahu, putra ketiga dari 4 bersaudara. Meskipun begitu saudara yang lain tetap terlibat dan memberikan dukungan penuh.

Dengan tangan dingin Linan membuat BSH makin berkembang. Berbagai upaya pengembangan dan renovasi terus dilakukan. Pada 25 Agustus 1996, Gubernur Kaltim HM Ardans SH sempat meresmikan hasil renovasi, yang mengangkat BSH mendapatkan sertifikasi hotel berbintang 3. Delapan tahun kemudian, BSH naik kelas lagi. Dengan 122 kamar tidur plus berbagai fasilitas lainnya, BSH akhirnya mampu menyandang status hotel berbintang 4.

Saat saya menjadi wakil wali kota dan wali kota periode pertama, saya masih sempat bertemu Om Soen. Orangnya baik dan ramah. Salah satu ciri khasnya suka mengenakan cowboy hat atau topi koboi.

BSH pernah meraih penghargaan “The Best Hotel & Excellent Services  of The Year” dari Indonesia Business & Corporate Award 2021. Itu artinya hotel ini memang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamunya.

Salah satu keunggulan BSH adalah cita rasa makanannya. Apalagi dengan produk legendanya, roti mantau. Juga live music-nya. Saya selalu teringat dengan penampilan grup akustik Lastarsardo. Ketika saya mau pulang kemarin, ada suara berat menyapa saya di lobi. Ternyata dia Bang Turedo, vokalis utama Lastarsardo yang selalu ingat saya.   “Saya cari Bapak tadi, salam untuk Ibu dan cucu,” katanya bersemangat. Terima kasih Blue Sky. Selalu baik untuk kita semua.(*)

Konser Jokowi di IKN

September 23, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MALAM tadi saya nonton Konser atau Malam Apresiasi Nusantara di  Ibu Kota Nusantara (IKN). Konser ini diadakan Presiden Jokowi untuk menghibur ribuan pekerja dan masyarakat di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) dan sekitarnya. Jokowi sendiri hadir, bagian dari jadwal acaranya yang selama  tiga hari dua malam berada di lokasi tersebut.

“Terima kasih para pekerja dan terima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung pelaksanaan pembangunan IKN,” kata Presiden bersemangat didampingi “tuan rumah” Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan wakilnya, Dhony Rahajoe.

Presiden juga menjelaskan dia puas melihat progres pembangunan di IKN. Dia sempat menanam pohon beringin, infounding Waduk Sepaku Semoi, melaksanakan groundbreaking Hotel Nusantara, pusat Latihan PSSI, penandatanganan kerjasama Pertamina-Otorita IKN sampai peninjauan berbagai pembangunan infrastruktur lainnya.

Pak Jokowi sempat selfie dengan Pak Bambang dan istri

Duduk di samping Presiden di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menhub Budi Karya Sumadi, Mensesneg Pratikno, Ketua Kadin Arsyad Rasyid dan Wishnutama Kusubandio, yang sekarang menjadi dubes Indonesia di negeri adidaya, Amerika Serikat.

Pendiri NET TV dan mantan menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, didatangkan Jokowi untuk merancang Konser Nusantara. Dia memang jagonya. Kesuksesan  panggung budaya di acara makan malam KTT G20 Tahun 2022 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali adalah salah satu karya terbaiknya.

Berada di lokasi Konser Nusantara, yang mengambil tempat di Titik Nol IKN mirip seperti kita berada di arena GWK. Di sela-sela bukit dengan ribuan pohon eucalyptus. Apalagi di langit masih tersisa bulan sabit, menambah keindahan suasana Konser Nusantara.

Sedikit agak repot urusan datang ke lokasi konser. Kendaraan pribadi tidak boleh masuk. Jadi kita didrop dengan armada bus yang terbatas. Berdesak-desakan. “He..he kita seperti naik bus umum di Jakarta. Padahal ini belum benar-benar jadi ibu kota,” celetuk seorang ibu bersama anaknya.

Saya bersama dua anak muda yang ikut saya,  Mardi dan Vibra berangkat pukul 17.00 dari Balikpapan. Tepat pukul 20.00 baru tembus ke lokasi konser. Pemeriksaan di pintu masuk oleh petugas keamanan dan Paspampres sangat ketat. Tidak boleh bawa botol air, korek api, apalagi sajam. Bayangkan lamanya. Padahal yang mau masuk ribuan orang. Haus banget.

Mereka yang tidak kuat antre dan berdiri berdesak-desakan di depan panggung cukup nonton di layar TV besar yang disiapkan di sekitar lokasi. Bisa lebih rileks. Boleh duduk-duduk dan bisa membawa air dan makanan.

Beberapa wartawan Balikpapan yang tengah meliput kaget ketika bertemu saya. “Wah ‘Pak Wali’ nonton juga ya,” kata mereka seraya menyalami saya. Ada juga beberapa petugas keamanan yang mengenal saya ikut menyapa. Saya juga bertemu Ustaz Sarbini, sekarang perwira di Polda Kaltim yang lagi bertugas.

Beberapa penonton dari Balikpapan juga sempat bertemu saya. Dia ngajak selfie. “Keren ternyata Pak Rizal juga nonton. Maju terus Pak, saya dukung Bapak ke DPR RI,” katanya bersemangat.

SANGAT MERIAH

Acara Konser Nusantara berlangsung sangat meriah. Apalagi dipandu oleh MC Hesti Purwadinata dan Ronald Sunandar Surapradja, yang dulu dikenal dalam acara komedi Extravaganza di Trans TV.

Bintang pertunjukannya tidak saja Armand Maulana dengan GIGI-nya serta penyanyi dangdut sensual Wika Salim, tetapi juga Menteri PUPR, yang akrab dipanggil Pak Bas. “Atas permintaan Bapak Presiden, Pak Bas diminta tampil,” kata Armand.

Penampilan Armand Maulana dan GIGI

Dengan gaya anak muda, Pak Bas ikut menggebuk drum. Apalagi sengaja topi yang dikenakannya dipasang terbalik. Tokoh kelahiran Surakarta ini, 5 November nanti berusia 69 tahun. Saking semangatnya, stik yang digunakan Pak Bas sempat patah.

Ulah Pak Bas tidak saja di panggung pertunjukan. Tapi juga di tribun kehormatan yang diduduki Jokowi. Bersama  Menteri Bahlil dan Erick Thohir dia sempat joget tayang ketika Wika Salim membawakan lagu Rungkad. Kepada wartawan, Pak Bas bilang dia akan menjadi menteri pertama yang berkantor di IKN.

 Armand membuka aksi panggungnya dengan lagu Perdamaian. Lalu menyusul berapa lagu hitnya. Termasuk, Panas dan 11 Januari. Suami artis Dewi Gita ini masih tetap enerjik, meski usianya sudah masuk kepala lima. Dia sempat menyuruh drummer-nya Gusti Hendy, yang kebetulan orang Banjar menyapa penonton. “Apa habar?” kata Gusti dalam bahasa Banjar.

Panggung VVIP itu tambah semarak karena ada sejumlah artis dan kalangan pesohor. Di antaranya Baim Wong, Tiara Andini, Aurelie Moeremans, Rapper Saykoji,  dr Reisa, Chef Arnold Poernomo sampai Cak Lontong. “Wah Cak lontong luar biasa, duduknya saja satu deret dengan para menteri,” kata Ronald meledeknya.

Aurelie malah sempat didaulat nyanyi. Lagunya yang lagi viral. Cikini Gondangdia. Wanita kelahiran Brussels, Belgia ini dikenal juga sebagai pemeran film.

Para penggiat seni dan kalangan pesohor itu sengaja diundang Jokowi ke IKN. Mereka diajak berkeliling menyaksikan pembangunan infrastruktur IKN yang tengah berlangsung. Terutama Istana Presiden dan pemasangan bilah Garuda, yang akan digunakan dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 nanti.

“Aduh aku sudah ngga sabar menunggu hasil akhir Agustus 2024 nanti. Dengar dari Pak Jokowi langsung semangat, benar-benar sudah ngga sabar,” kata Aurelie Moeremans.

“Saya masygul kalau kita enggak jalan ke sini, kita nggak bisa langsung lihat sampai skala apa sudah dibangunnya,” ujar Saykoji. “Aku bangga banget jadi orang Indonesia, di mana ada pemerataan,” kata Asri Welas.

Serunya lagi setelah diajak berputar-putar, Presiden menghidangkan  buah durian, yang dimakan di bawah rindangnya pohon eucalyptus. Wah enak banget,” kata mereka dengan wajah berseri. Sehari sebelumnya ketika menghadiri ultah Gubernur Isran Noor, saya juga sempat makan durian di belakang Islamic Center Samarinda.

Para artis dan penggiat seni menikmati nasi goreng bersama Jokowi

Presiden benar-benar mau menjamu para artis dan pelaku seni. Usai konser, mereka diajak makan nasi goreng di lokasi IKN tempat dia camping dan bermalam. Tanpa diperintah Chef Arnold mengambil alih dapur. “Kapan lagi masakin Pak Jokowi nasi goreng,” kata Arnold bersemangat.

Entah kebetulan, saya sendiri bersama Mardi dan Vibra sepulang dari Konser IKN singgah di warung makan di sekitar Pasar Sepaku. Maklum kelaparan dan kehausan. Yang saya pesan juga nasi goreng. Isimewanya ditambah 15 tusuk sate ayam plus es teh.  Saya bilang kepada Vibra, kebetulan yang duduk di samping seorang wanita muda. Namanya juga Wika. Tapi bukan Wika Salim. Meski sama-sama inisialnya WS. Tapi yang disamping saya adalah Wika Sepaku. He..he.(*)

Isran, I Love You

September 21, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Isran dan Hadi di tengah anak cucu.

RABU kemarin, 20 September 2023, hari istimewa bagi Gubernur  Isran Noor. Itu adalah hari ulang tahunnya ke-66, sama dengan usia Provinsi Kaltim tahun ini. Isran dilahirkan di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, 20 September 1957.

Kata orang angka 66 itu adalah nomor malaikat. Simbol dari keluarga dan hubungan. Malaikat No 66 datang ketika kita menghadapi masalah sulit dalam keluarga atau hubungan dengan siapapun. Dia mewakili energi dari Yang Mahakuasa  yang dikirimkan kepada kita oleh kekuatan superior.

Perayaan hari jadi Isran dikemas dengan acara silaturahmi  dengan masyarakat Kaltim di Plenary Hall Sempaja Samarinda. Ribuan orang datang termasuk Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan tokoh spiritual Samarinda Seberang, Haji Muhyar. Sebagian membawa sekuntum bunga mawar.  Dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu, Isran didampingi anak dan cucunya.

Yang tidak hadir di tengah-tengah kebahagiaannya adalah Norbaiti. Dia istri tercinta Isran, yang meninggal dunia 24 Mei 2023. Banyak yang mengenangnya terutama sikap lembut  dan senyum yang hangat saat mendampingi sang suami.

Acara ini sekaligus dirangkai dengan pamit resmi dia dan Hadi Mulyadi, yang 30 September nanti mengakhiri masa tugasnya sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim masa bakti 2018-2023. “Aku cinta padamu rakyat Kaltim. I love you,” kata Isran, yang langsung disiarkan RRI Samarinda.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Haji Muhyar dan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma juga hadir.

Hingga malam tadi masih juga belum diketahui siapa yang bakal menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim. Ada kemungkinan dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kaltim, yang diawali hari ini (21-23 September), dia sudah membawa atau memutuskan nama orangnya. Lalu menginstruksikan Mendagri melakukan pelantikan pada tanggal 30 September atau 1 Oktober bersama Pj gubernur daerah lain di Jakarta.

DPRD sudah mengirim 5 nama. Apakah dari 5 nama itu yang dipilih Presiden atau dari 3 nama lain, yang disodorkan Mendagri. Kita belum tahu.  Sejauh ini kita juga tidak tahu soal ketiga nama yang dikeluarkan dari saku Mendagri.

Sedang kelima nama yang diputuskan Dewan adalah Drs H Alimuddin, M.Si (deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN), Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin (dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag), Dr Akmal Malik, M.Si (dirjen Otda Kemendagri), Dr Sri Wahyuni, M.PP (sekdaprov Kaltim) dan Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si, IPU (rektor Unmul).

Kalau yang dipilih Presiden adalah Abdunnur, tentu kado istimewa bagi Unmul, yang 27 September nanti merayakan Dies Natalis ke-61. Apalagi ada rencana Jokowi mau menghadiri acara Dies Natalis universitas terbesar di Kalimantan ini. “Tapi masih tentatif,” kata Rektor ketika saya tanya kemarin.

Dijadwalkan hari ini Jokowi datang ke Kaltim. Dia mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda lalu meninjau Pasar Merdeka di Jl Merdeka, Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Supida). Dulu saya sering belanja ke pasar itu, ketika saya masih tinggal di sana. Presiden ingin mengecek perkembangan harga terutama dengan kenaikan harga beras.

Dari Samarinda, Presiden naik heli menuju lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku. Dia bermalam di sana. Acaranya mulai meninjau lokasi persemaian Mentawir, menanam pohon,  inpounding (pengisian air) Waduk Sepaku, groundbreaking Hotel Nusantara, penandatanganan MoU Pertamina dan PSSI,  menyaksikan pemasangan bilah Garuda di Istana Presiden, sampai menonton konser musik Apresiasi Nusantara.

Kabarnya ada 50-an artis dari Jakarta didatangkan. Mulai Band Gigi dengan vokalisnya Armand Maulana sampai Wika Salim, seorang aktris dan penyanyi dangdut, yang dikenal dengan penampilannya yang sensual. “Wah goyang Wika bisa menggetarkan tanah Nusantara,” kata seorang warga Sepaku tersenyum.

Presiden meninggalkan IKN hari Sabtu. Setelah meninjau persediaan beras di gudang Bulog Gunung Malang Balikpapan dan menyerahkan bantuan 300 paket sembako kepada penerima BLT, selanjutnya terbang balik ke Jakarta.

MOMENTUM INDAH

Dalam pekan-pekan terakhir ini Isran dan Hadi sudah berkeliling Kaltim. Terakhir mereka berkunjung ke Sendawar, Kutai Barat. “Ini momentum indah bagi kami bisa melepas Pak Isran dan Pak Hadi,” kata Bupati Kutai Barat FX Yapan.

Sambil membeli songkok Ulap Doyo khas kerajinan Dayak Benuaq, Isran dan Hadi berpamitan dengan warga Kubar dan Mahulu. Dia juga mendengarkan harapan warga agar jalan darat di wilayah mereka dituntaskan sehingga memudahkan perjalanan darat lintas kabupaten.

Tidak keliling Kaltim saja di akhir masa tugasnya. Bahkan Isran dan Hadi secara bergantian dengan anggota Dewan sempat terbang ke Eropa khususnya Belanda dan Swiss.  “Perpisahan yang manis bersama Pak Gub dan Wagub,” kata anggota Dewan bahagia mengikuti perjalanan itu.

Isran ke Eropa memimpin delegasi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Kebetulan dia ketuanya menggantikan Anies Baswedan. “Kunjungan kita dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang investasi, bisnis dan usaha lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan pamit resmi kemarin, Isran mengaku masih banyak hal yang belum dapat dicapai oleh pemerintahannya bersama Hadi Mulyadi. “Masih banyak masyarakat yang belum mendapat perhatian, kesejahteraan, dan kesetaraan,” katanya jujur.

Ia menjelaskan, lima tahun periode kepemimpinannya, memang lebih banyak difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). “Saya dan Wagub mempunyai obsesi membangun manusia Kaltim yang berkualitas, dan mempunyai daya saing yang tinggi dalam mengejar ketertinggalan,” kata Isran.

Acara silaturahmi bersama masyarakat Kaltim ditandai pula dengan penyerahan berbagai penghargaan termasuk pemberian beasiswa Kaltim Cemerlang. Wagub Hadi Mulyadi sempat pula bernyanyi bersama penyanyi Cakra Khan, yang sempat tampil di America’s Got Talent (AGT).

Hampir di seluruh wilayah Kaltim ada terpasang baliho menarik. Bukan berkaitan dengan kampanye Pemilu. Tapi gambar Isran dan Hadi, yang menyatakan pamit kepada rakyat Kaltim. “Kami Pamit,” begitu tertulis di balihonya.

Tidak seperti gubernur lainnya, yang sibuk mengangkat barang-barang pribadinya dari rumah dinas, sementara Isran santai-santai saja. Sebab selama ini dia memang tidak mendiami rumah dinasnya di Lamin Etam, tapi tetap tinggal di rumah pribadinya di kompleks perumahan Karpotek, Jl Adipura 21, Sungai Kunjang, Samarinda. Terima kasih Pak Isran dan Pak Hadi. Banyak warga menunggu “come back” lagi di 2024.(*)

Jokowi Datang, di Mana Lamin IKN?

September 18, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ketua MRKB Mohammad Djailani menyerahkan usul kepada Ketua Komisi II DPR RI Akhmad Dolly

JIKA tidak ada perubahan, Presiden Jokowi akhir pekan ini  (22-23/9) ke Kaltim.  Kunjungan tetapnya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Bisa jadi juga dia akan menghadiri  Dies Natalis ke-61 Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda.

“Ya, jika tak ada perubahan Bapak Presiden akan menghadiri Dies Natalis ke-61 Unmul di Kampus Gunung Kelua pada Sabtu, 23 September. Tentu ini kebanggaan dan sejarah bagi sivitas akademika,” kata Rektor Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si.

Menurut kabar, Jokowi juga akan bermalam lagi di IKN. Soalnya banyak yang mau dilihat. Mulai perkembangan pembangunan Istana Kepresidenan dan gedung pemerintahan, rumah teknologi (Techno House), rampungnya pembangunan bendungan Sepaku Semoi sampai kemungkinan dilakukannya groundbreaking sejumlah proyek investasi swasta.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, bendungan Sepaku akan diresmikan Oktober nanti. Pengisian airnya atau impounding sudah mulai dilakukan dan siap dilihat Presiden Jokowi. “Ini sudah siap ditutup. Dua pintu, yang satu sudah kita tutup,” jelasnya.

Bendungan Sepaku menghasilkan 2.000 liter air bersih per detik, di mana 500 liter di antaranya untuk kebutuhan Balikpapan. Bendungan Sepaku juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurut Basuki, pihaknya juga merancang pembangunan Bendungan Batu Lepek untuk menambah penyediaan air IKN. Kapasitasnya 8.000 liter per detik, empat kali lebih banyak dari Sepaku Semoi.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan groundbreaking atau peletakan batu pertama investasi swasta di IKN segera dilaksanakan. “Mudah-mudahan dalam kunjungan Presiden nanti bisa ikut dijadwalkan beberapa agenda groundbreaking terhadap hotel, rumah sakit, fasilitas umum, sehingga target 2024 itu kita bisa melakukan upacara 17 Agustus,” ucapnya.

Bahlil menyebut beberapa konglomerat Indonesia yang sudah siap menggarap proyek tersebut adalah Sugianto Kusuma alias Aguan, Anthony Salim, Sukanto Tanoto, dan lainnya. Sukanto adalah pemilik lahan, yang sekarang ini dijadikan kawasan inti (KIPP) IKN.

Sementara itu, progres pembangunan istana presiden dan gedung pemerintahan di IKN berlangsung sangat cepat. Dikabarkan sudah mencapai 46 persen. “Rata-rata kenaikannya tiap minggu 2 persen, jadi akhir tahun nanti bisa mencapai 70 persen,” kata Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga.

Yang menarik bilah-bilah  untuk selubung bangunan Garuda di istana kepresidenan  sudah mulai  dikirim. Tahap pertama dilaporkan ada 80 bilah sudah diangkut menggunakan truk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Balikpapan. Bilah-bilah itu dibuat oleh sang pencipta, I Nyoman Nuarta dari workshop perusahaannya PT Siluet Nyoman Nuarta dan NuArt di Bandung.

Total bilah kuningan yang dikerjakan mencapai 4.650 buah. “Kita harapkan Oktober nanti sudah selesai semuanya. Sedangkan bilah rangka perforated kita harapkan selesai dikerjakan di Bandung Februari 2024,” kata Nyoman kepada media.

Pematung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dari Bali ini adalah pemenang desain pembangunan istana kepresidenan IKN yang diberi nama Istana Garuda. Dia mengerahkan 70  ahli dari berbagai disiplin ilmu dan ribuan pekerja untuk mewujudkan bangunan tersebut. Apalagi ditarget sebelum 17 Agustus 2024 harus selesai.

Menurut Danis, pemasangan bilah mulai  dilaksanakan bulan ini. Bersamaan itu, PUPR juga melakukan penanaman sebanyak 48 ribu pohon di IKN. “Bagian-bagian wilayah IKN yang sudah selesai, langsung kami lakukan penanaman pohon,” jelasnya.

Puluhan ribu pohon itu diambil dari tempat pembibitannya di Pusat Persemaian Mentawir, IKN. Di atas lahan seluas 120 hektare itu, saat ini diproduksi 15 juta bibit pohon untuk rehabilitasi hutan dan lahan di sekitar IKN.

Tapi dari keterangan lain pihak IKN, ada juga pohon-pohon besar didatangkan dari Bogor, Kediri dan Surabaya oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat. Pohon-pohon besar itu sebagian ditancapkan di sepanjang  jalan tol IKN dan sebagian lagi di wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Dari Senayan, DPR RI tengah membahas revisi  UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN. Pembahasannya diharapkan berlangsung kilat. Seperti juga pembentukan awalnya. Soalnya bulan depan, awal Oktober diharapkan  sudah rampung.

Salah satu revisi yang menarik adalah luas wilayah IKN yang semula 256 ribu hektare diciutkan menjadi 252 ribu hektare. Menurut Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan OIKN, wilayah permukiman yang berbatasan langsung dengan kawasan pengelolaan terpadu bagi habitat pesut serta flora dan fauna di sekitar Pulau Balang dikeluarkan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten PPU akan menyerahkan 3.000 PNS termasuk tenaga P3K dan honorer di Kecamatan Sepaku kepada OIKN. Selain itu sejumlah aset bangunan dan tanah yang nilainya sekitar Rp 613 miliar. “Kami akan berangkat ke Pusat meminta kompensasi karena berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD),” kata Harimuddin Rasyid, yang pernah menjadi ketua Timses Penajam Jadi Kabupaten.

Ada yang menarik dari pemberitaan media online, KLIK PENDIDIKAN. Media ini menyebut Kepala OIKN Bambang Susantono sebagai Gubernur OIKN. “Itu artinya Bambang Susantono saat ini sedang menjabat sebagai gubernur IKN yang pertama kalinya,” kata media tersebut dalam edisi 16 September.

Ini sejalan dengan usul  Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) terhadap Revisi UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN. MRKB berpendapat OIKN hanya sementara, selanjutnya harus diubah menjadi Provinsi DKI Nusantara. “Provinsi DKI Nusantara dipimpin gubernur dan wakil gubernur melalui Pilkada,” kata Ketua MRKB Mohammad Djailani.

Saat Upacara Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lokasi IKN, Sepaku, 17 Agustus 2023 lalu, Kepala OIKN Bambang Susantono mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) putih-putih seperti seorang kepala daerah. Walaupun dalam UU disebutkan OIKN setingkat kementerian.

KOK BELUM ADA?

KETIKA podcast soal IKN bersama Rektor Uniba Dr Isradi Zainal di akhir Agustus lalu, pertanyaan yang sama muncul dari kami berdua. Di tengah hiruk pikuknya pembangunan infrastruktur IKN saat ini, di mana kantor atau Balai Otorita IKN? Dan kapan dibangunnya?

Balai adalah gedung atau kantor yang digunakan oleh aparat pemerintah untuk mengadakan rapat, melaksanakan tugas pemerintahan atau kegiatan kemasyarakatan lainnya. Di berbagai kota selalu ada yang namanya balai kota. Kantor Pemda DKI juga disebut Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam kehidupan suku Dayak ada yang disebut lamin, rumah panjang sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan. Karena itu di kompleks Kantor Gubernur Kaltim ada bangunan bernama Lamin Etam. Perpaduan dengan bahasa Kutai, yang berarti rumah atau kantor kita.

Saya ingin menyebut dan mengusulkan kantor atau balai kota Otorita IKN (OIKN)  sebagai Lamin Nusantara. Biar lebih menarik dan ada muatan lokalnya. Di pedalaman Mahakam tepatnya di Kecamatan Jempang, Kutai Barat, ada yang namanya Lamin Mancong milik suku Dayak Benuaq. Sangat unik dan ikonik,  dibangun di awal abad 20 Masehi atau pada tahun 1920.

Isradi yang selama ini gigih mengawal dan mendatangi lokasi IKN di Sepaku tak bisa menjawab soal pembangunan kantor OIKN. “Saya juga tak pernah tahu  kapan akan mulai dibangun,” katanya kepada saya.

Dalam pemikiran kita yang sederhana, seyogianya kantor atau Lamin Nusantara dibangun lebih dulu. Dan lebih dulu juga rampungnya. Malah harus lebih cepat dari Istana Presiden, yang sudah dipatok sebelum 17 Agustus 2024. Maklum di tempat ini pusat pelaksanaan tugas 4P OIKN dilakukan yaitu mulai persiapan (perencanaan), pembangunan, pemindahan Ibu Kota Negara serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus) IKN.

Aneh juga kalau nanti Istana Garuda selesai, kantor Otorita belum ada.  Lalu Otorita numpang di mana? Apa ikut di kantor presiden? Atau masih harus melanjutkan sewanya  di Kompleks Mentari Batakan, Balikpapan? Padahal pemerintahan sudah berkantor di Sepaku. Tentu sesuatu yang sudah  tidak efektif lagi jika masih di Batakan.

Saya dengar Otorita saat ini lagi menyulap rumah singgah Bupati Penajam Paser Utara (PPU) di Sepaku menjadi rumah teknologi atau Techno House. Itu rumah didesain menjadi ruang pamer dan monitor digital tentang seluk beluk dan perkembangan pembangunan IKN termasuk teknologi yang ditawarkan dari  berbagai perusahaan yang ingin berkontribusi dalam IKN.

Menurut Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Prof Mohammed Ali Berawi,  semua teknologi dari perusahaan yang sudah menjalin kerjasama  dengan OIKN nantinya dipamerkan di Techno House IKN untuk uji coba.

“Nantinya masyarakat bisa melihat, menggunakan dan merasakan teknologi yang ditawarkan itu untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan, mana teknologi yang paling cocok untuk diterapkan di IKN,” kata Ali.

Seharusnya Techno House bagian dari Lamin Nusantara. Sayangnya Techno House sudah ada, tapi kantor OIKN  belum ada.

Pertengahan Agustus lalu, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Silvia Halim mengungkapkan, balai kota atau city hall OIKN akan dibangun di lokasi Titik Nol Nusantara.

“Nanti lokasinya adalah di titik nol itu. Di mana titik nol itu, di situlah nanti akan dibangun balai kota. Sekarang dari tahap desain oleh PUPR, targetnya juga mau mulai konstruksi dalam tahun ini juga,” kata Silvia seperti diberitakan detikcom.

Tidak dijelaskan apakah city hall IKN bisa rampung sebelum Agustus 2024? Tapi banyak pihak menyayangkan Titik Nol Nusantara yang sangat bersejarah kalau sampai dihapuskan dan diganti dengan kantor OIKN. Padahal di situ Presiden Jokowi menerima penyerahan tanah dan air dari 34 gubernur se-Indonesia. Di situ pula masyarakat berkumpul jika datang ke lokasi IKN. “Kok tidak cari lokasi lain?” tanya seorang warga.

Kantor OIKN sangat penting dan strategis. Sayangnya ada kesan Pemerintah agak kurang memprioritaskan. Setidaknya terkesan tidak dikebut seperti kantor pemerintah lainnya.  Kasihan juga Pak Bambang Susantono bersama “pasukannya,” harus gentayangan di kawasan IKN. Padahal mereka tuan rumahnya.(*)

Darurat Penghulu Nikah

September 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PEKAN lalu saya banyak menghadiri undangan resepsi pernikahan. Bahkan hari Sabtu (9/9) sampai larut malam. Apalagi saya sempat terjebak macet luar biasa ketika menghadiri pelantikan Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) di Hotel Platinum. Saya bingung mengatur waktu, padahal ada 5 undangan perkawinan.

Salah satu undangan istimewa  datang dari Bos Kepiting Dandito, Pak Rudy Setiawan. Dia menggelar resepsi pernikahan anaknya di Hotel Novotel. Mulai pukul 13.00 sampai 17.00. Saya benar-benar datang di injury time, hanya tinggal beberapa menit acara bakal berakhir.

Syukur masih sempat. “Alhamdulillah Pak Rizal dan Ibu Arita bisa datang,” kata Pak Rudy  didampingi istrinya, Yuli Setyowati. Putra keduanya, Dandy Aviadien Putra, S.Tr Ds menikahi dr Karina Fitrah Amanda, putri ketiga Ir H Ali Sugiono, M.Sc, MM dan Ibu Hj Gahara Maryati, B.Sc.

Pernikahan mereka berlangsung di Jakarta, 2 September sekalian resepsi untuk sanak kerabat di sana terutama dari keluarga mempelai putri. Baru seminggu kemudian di Balikpapan. “Kami terima kasih semua berjalan lancar,” kata Dandy, yang menyandang gelar sarjana terapan desain.

Dari Novotel saya lanjut ke Grand Tjokro Balikpapan. Di sini ada dua undangan. Salah satunya dari tokoh PDIP, Damuri SH dan istri, Herni Elsafitri. Putranya, Suhaidy Romand, ST menikah dengan Dwi Pratiwi S.Tr.Farm, putri Nurlahi dan Ibu Hj Ratna.  Saya sempat bertemu Ketua dan mantan Ketua PCNU KH Muslih Umar dan KH Muhlasin.

Hari Senin saya nyeberang ke Penajam Paser Utara (PPU). Menghadiri undangan resepsi pernikahan Putra Pramudya Sukmana (putra dari H Sukmanario SE dan Hj Husrina Husain) dengan Mutmainnah R, SH (putri Raup Muin dan Hj Halimah).

Undangan yang datang melimpah. Maklum Pak Raup adalah wakil ketua 1 DPRD PPU. Saya datang bersama anggota DPRD Kaltim Adam Sinte dan Andi Harahap. Mereka bersama istri. Juga pengusaha dan Ketua KKP H Abdul Hakim Rauf dan istrinya, Hj Yusdiana Hakim. Sempat bertemu juga dengan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Dia sempat menyanyikan dua lagu dan berpantun. Banyak yang memberi apresiasi dan applaus.

Saya senang juga masih banyak yang mengenal saya sebagai mantan wali Kota Balikpapan. Malahan ada yang minta menjadi tim sukses buat saya, yang lagi nyaleg menjadi anggota DPR RI. “Pak Rizal harus sukses menjadi wakil kami di Senayan,” kata Syarifudin, warga Penajam.

Tradisi merayakan pernikahan di PPU sama dengan di Kabupaten Paser. Umumnya digelar hari kerja. Karena di hari libur, Sabtu dan Minggu umumnya banyak yang bepergian. Ada yang berangkat ke Banjarmasin atau ke Balikpapan. Malah sebagian pekerja di PPU rumahnya di Balikpapan. “Kami tiap hari pulang pergi Penajam-Balikpapan, jadi kalau Sabtu-Minggu ya tidak nyeberang,” katanya begitu.

SERING TERLAMBAT

Saya sering menghadiri undangan perkawinan yang acaranya  molor. Undangan pukul 10.00 biasanya baru dimulakan pukul 11.00. Bahkan ada yang sampai pukul 12.00. Salah satu penyebabnya, karena acara akad nikah  dalam sehari. Jadi terlambat satu, ya berlanjut ke urutan berikutnya. Padahal di KUA hanya ada satu penghulu, yang umumnya dirangkap kepala KUA sendiri.

Sudah penghulunya kurang, warga juga tak suka menikah di kantor KUA pada hari kerja. Padahal Kemenag mengampanyekan nikah di KUA. Gratis dan tepat waktu. Mereka maunya pernikahan dirangkai dengan acara resepsi, yang digelar pada hari libur, Sabtu atau Minggu. Jadinya kepala KUA kewalahan dalam mengatur waktu.

“Dilihat dari kebutuhan bisa dibilang saat ini kami memang darurat penghulu,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin seperti dikutip Amanah ummat.co, belum lama ini.

Dia menyebutkan dengan jumlah pernikahan mencapai 1,7 juta pasangan setahun, maka dibutuhkan sekitar 16.263 tenaga fungsional penghulu. Tapi yang tersedia saat ini hanya 9.054 orang. Jadi masih kurang 7.000-an. Itupun jumlahnya yang ada makin menyusut. “Hingga tahun 2027 nanti masih ada 2.383 yang pensiun, jadi makin berkurang lagi,” jelasnya.

Menurut Zainal, kondisi ini memang cukup memprihatinkan. Beberapa penghulu bahkan ada yang harus melayani lebih dari satu KUA kecamatan. Selain pensiun,  juga banyak penghulu yang wafat terutama pada saat pandemi Covid-19 yang lalu.

Kemenag sudah mengajukan permohonan tambahan tenaga fungsional penghulu melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Tahun 2023 ini sudah ada 950 yang diterima.  “Tahun depan akan ada lagi.  Yang berminat silakan mempersiapkan diri,” kata Zainal.

H Maman Saputra, wartawan yang pernah dua periode menjadi ketua Washilah P3N Balikpapan mengungkapkan, krisis penghulu terjadi gara-gara penghulu di setiap kelurahan dihapus oleh Menteri Agama. Lalu yang berhak menikahkan hanya Kepala KUA saja, jadi sudah pasti kewalahan.

Washilah P3N adalah wadah silaturahmi penghulu pencatat nikah. Istilahnya semacam organisasi persatuan penghulu. P3N boleh dibilang penghulu swasta karena mereka bukan PNS. Tapi dia boleh menikahkan pasangan dan melakukan pencatatan untuk mendapatkan buku nikah dari KUA.

Untuk mengatasi kelangkaan penghulu, Maman mengusulkan agar peraturan lama dikembalikan, di mana tiap kelurahan ada petugas penghulu anggota P3N. “Dulu malah di Kelurahan Sepinggan, Damai, Karang Rejo, Gunung Sari Ilir, dan Muara Rapak, petugas penghulunya sampai dua orang,” tuturnya.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Balikpapan H Masrivani, S.Ag (sekarang Kasubag TU) dan Kepala KUA Balikpapan Kota H Mustafiin, S.Ag mengakui kekurangan tenaga penghulu juga terjadi di Balikpapan. Di kota ini hanya ada 9  petugas, 6 orang di antaranya merangkap sebagai kepala KUA.

Jumlah itu tentu saja tidak sebanding dengan kebutuhan. Apalagi jumlah perkawinan di Balikpapan hampir mencapai 5.000 setahunnya. Pihaknya pernah berupaya mempertahankan tenaga P3N yang ada, tapi Pusat tidak menyetujui. “Ya solusinya harus mau menikah di Kantor KUA di hari kerja sambil menunggu tambahan penghulu baru,” kata mereka.

Berkaitan dengan acara perkawinan, dua mantu saya juga sering terlibat. Ayi dan Shindy. Maklum mereka berprofesi sebagai perias wajah (make-up artist atau MUA) dan penyedia baju pengantin. Ayi dengan benderanya Adeva dan Shindy, Bidury Beauty. Tak jarang sejak subuh mereka sudah harus bertugas agar pengantin siap sebelum acara mulai. “Yang paling berat pergantian baju setelah acara nikah menuju resepsi. Perlu cepat karena tak jarang undangan sudah datang,” kata mereka. Apalagi kalau acara nikahannya terlambat.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb