I Love You Isran

October 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Isran Noor menandatangani prasasti peresmian Pelayanan Bedah Jantung Terbuka di RSKD

ISRAN NOOR dan Hadi Mulyadi hari ini Minggu (1/10) tepat pukul 00:00  tengah malam tadi berakhir masa bakti mereka sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim periode 2018-2023. Mereka berdua dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara lima tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 Oktober 2018.

Sesuai dengan  undangan dari Mendagri yang sudah  beredar, pelantikan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim akan dilaksanakan di Kemendagri, Senin besok, 2 Oktober 2023.

Sepertinya ada selisih satu hari atau beberapa jam antara berakhirnya masa tugas Isran-Hadi dengan Pj Gubernur yang akan dilantik. Kalau dilihat dari pengalaman yang ada, kekosongan kursi Gubernur Kaltim selama satu hari atau beberapa jam itu tetap diisi oleh pejabat yang namanya pelaksana harian (Plh).

Pj Sekdaprov Kaltim Dr Meliana sempat menjadi Plh gubernur Kaltim selama 2 hari (20-22 September 2018) menjelang pelantikan pejabat Kemendagri Restuardy Daud menjadi Pj Gubernur Kaltim di  masa transisi dari Gubernur Awang Faroek Ishak kepada penggantinya Isran Noor.

“Rasanya hanya satu surat yang saya tandatangani atas nama gubernur, yaitu memberikan rekomendasi kepada seorang anak yang ingin mendaftar di fakultas kedokteran,” kata Bu Mei mengenang peristiwa lima tahun silam itu.

Mungkin Sekdaprov sekarang Sri Wahyuni ditunjuk menjadi Plh Gubernur. Masa tugasnya sangat singkat. Kira-kira 8 sampai 10 jam. Tidak sampai satu hari. Sebab pelantikan Pj Gubernur dimulakan pada pukul 08.00 pagi WIB atau pukul 09.00 Wita.

Siapa yang bakal menjadi Pj Gubernur Kaltim, sampai sekarang belum ada keterangan resmi. Nama yang beredar kuat memang Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Dr Akmal Malik, M.Si.  Selain juga Deputi Bidang Sosial Budaya Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Alimudin.

Akmal dianggap sangat berpengalaman karena sudah sempat menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) selama satu tahun (12 Mei 2022 – 12 Mei 2023). Istrinya seorang dokter. Namanya dr Yulia Zubir, M.Epid. Lelaki kelahiran Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar pada tanggal 16 Maret 1970 itu, adalah pejabat karier di Kemendagri.

Sementara itu,  Alimudin juga punya kans kuat terpilih terutama dilihat dari kepentingan IKN yang memerlukan sinerji dan dukungan yang harmonis dan kuat dengan Pemprov Kaltim.

Sejauh ini kita juga tidak tahu 3 nama lain yang ada di kantong Mendagri. Kebijakan ini memang terasa tidak fair. Kita  tidak tahu dan tidak bisa menilai. Karena tak ada pengumuman resmi. Apakah nama yang diajukan Mendagri sama dengan usulan DPRD  atau ada nama lain.

Selain Akmal dan Alimudin, DPRD Kaltim juga mengirim 3 nama lain, yaitu Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Dr Kamaruddin Amin, Sekdaprov Dr Sri Wahyuni, dan Rektor Unmul Prof Abdunnur.

Selaku Dirjen Otda Akmal menjelaskan, penentuan Pj Gubernur dilakukan melalui rapat tim penilai akhir (TPA)  yang dipimpin langsung Presiden. Tapi para pengamat menilai, siapa yang dipilih TPA sangat tergantung dari kebijakan Presiden, yang biasanya sarat dengan berbagai kepentingan terutama aspek politik, ekonomi atau keamanan.

Menjelang terbang ke Jakarta, Jumat kemarin, Isran hanya tersenyum saja ketika disinggung soal siapa yang dipercaya Presiden. “Siapa saja terserah Presiden, yang penting bisa berbuat banyak untuk Kaltim,” katanya. “Yang penting lagi tidak mengalahkan prestasi saya,” tambahnya setengah bercanda.

Dari daftar pejabat yang diundang Mendagri, selain Isran dan Hadi bersama istri, juga seluruh anggota DPR RI dan DPD RI dapil Kaltim, Ketua DPRD, anggota Forkompida dan Sekdaprov, serta bupati dan wali kota se-Kaltim.

Acara pelantikan berlangsung di Sasana Bhakti Praja (SBP) Lantai 3 Gedung C, Kemendagri Jl Medan Merdeka Utara No 7 Jakarta Pusat. Pelantikan Pj Gubernur Kaltim bersamaan dengan Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

KACAMATA HITAM

Kesibukan Isran dan Hadi menjelang berakhirnya masa bakti   mereka luar biasa padat. Tiada hari tanpa acara dan peresmian. Hari Kamis dan Jumat kemarin, saya sempat mengikuti beberapa kegiatan Isran di Samarinda dan Balikpapan.

Di Kantor Gubernur hari Kamis (28/9) ada 3 acara yang dihadiri Isran. Padahal dia dan Hadi baru pulang dari Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Dia mengecek pembangunan jalan darat menuju kecamatan itu, sekaligus melakukan penanaman pohon  dan meninjau sekolah. Sekalian juga berpamitan.

Warga Muara Kaman mengaku puas terhadap kinerja Isran dan Hadi karena jalan di wilayah mereka  sudah mulus. “Terima kasih Pak Gub, lanjutkan!” kata beberapa warga serempak.

Acara Isran di Kantor Gubernur  adalah membuka Mukernas Ikatan Alumni Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (IA KPMKT), pengukuhan pengurus Lembaga Budaya dan Adat Kutai (LBAK) Kaltim dan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kaltim. Sehari sebelumnya dia sudah dilepas pegawai dan tenaga honor. “Pak Isran Bapak Pembela Honor Indonesia,” kata seorang pegawai.

Pengurus LBAK Kaltim  dipimpin mantan Sekdaprov Muhammad  Sya’bani. Sedang Ketua Umum PWRI Kaltim adalah Isran Noor sendiri. Usai dilantik, Isran langsung memberikan tali asih bagi pengurus dan tokoh PWRI Kaltim yang sudah berusia di atas 80 tahun.

Setengah hari di Balikpapan, Jumat (29/9), Isran meresmikan dua proyek.  Salah satunya menjadi kabar gembira bagi penderita penyakit jantung. Di RS Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), dia meresmikan layanan bedah jantung terbuka ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Menurut Direktur RSKD dr Edy Iskandar, akomodasi bedah jantung terbuka ini merupakan layanan perdana yang ada di RSKD. Ini juga berkaitan dengan ditunjuknya RSKD menjadi pusat rujukan jantung setelah RSUD A Wahab Sjahranie Samarinda.

Atas dukungan dan dorongan Gubernur Isran, RSKD saat ini dengan dana APBD bertahap sebesar Rp 357 miliar tengah melaksanakan pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu yang lengkap dan modern. Ditargetkan sudah rampung pada awal 2025 mendatang.

Proyek terakhir yang diresmikan Isran adalah selesainya pembangunan tahap I Bukit Doa Kalimantan di kawasan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, yang dibangun oleh Yayasan Bethany Kalimantan (YBK). “Kami bersyukur Bukit Doa Kalimantan menjadi proyek terakhir yang diresmikan Bapak Gubernur Isran Noor di akhir masa jabatan beliau,” kata Ketua YBK Pdt Dr Samuel Kusuma.

Samuel sempat mendoakan Isran tetap menjadi pemimpin bangsa dan daerah terbaik, apakah terlibat dalam Pilpres, terpilih menjadi menteri atau kembali memimpin Kaltim.   “Pokoknya kami tetap memberikan dukungan kepada Bapak Gubernur, sahabat kami,” ucapnya.

Pembangunan Bukit Doa Kalimantan dikerjakan sejak 2007, yang disiapkan Pdt Samuel sebagai tempat ibadah dan doa universal bagi semua umat beragama. Di situ ada Padang Gembala, Kapel Betlehem, Gua Doa Lima Jawatan, Gua Doa Keluarga dan Menorah.

Gubernur memberi apresiasi dibangunnya Bukit Doa Kalimantan. “Meski saya tidak lagi menjadi gubernur, masih ada satu tugas lagi buat saya untuk umat Kristen. Saya akan memimpin tim Pesparani Kaltim,” katanya mendapat aplaus.

Ketika meninggalkan Bukit Doa Kalimantan, Isran sekaligus berpamitan. Dia sengaja menggunakan kacamata hitam agar kesedihannya tidak terlalu terlihat. “Saya happy, saya mencintai Kaltim. I love you, I love you,”   katanya sambil menuju Bandara SAMS Sepinggan untuk bertolak ke Jakarta.

Isran bersama Hadi Mulyadi menuju Kemendagri untuk mendapatkan ucapan selamat dari Mendagri Tito Karnavian sekaligus menyaksikan pelantikan Pj Gubernur Kaltim. “Masa jabatan boleh berakhir, tapi pengabdian tak o pernah surut” begitu kata Isran yang tetap dikenal sebagai Si Raja Naga yang tangguh.(*)

Sayang Jokowi Tak Jadi ke Unmul

September 30, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

36 Guru Besar Unmul yang baru dikukuhkan

SELAKU ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKA FEB), saya agak masygul juga Presiden Jokowi tak jadi menghadiri acara Wisuda dan Dies Natalis ke-61 Universitas Mulawarman (Unmul). Padahal awalnya sudah direncanakan dan dijanjikan langsung oleh Jokowi sendiri.

Ketika Rektor Unmul Prof Abdunnur bersama Rektor Uniba Dr Isradi Zainal bertemu dalam acara launching logo Ibu Kota Nusantara (IKN) di Istana Negara Jakarta, 30 Mei lalu, Presiden menjanjikan akan datang ke Kampus Unmul Gunung Kelua di Samarinda. Dalam kesempatan itu, Isradi sempat menyerahkan buku kumpulan tulisannya tentang IKN.

Jokowi berkunjung ke Kaltim selama 3 hari pada  tanggal 21 s/d 23 September lalu. Sebagian besar waktunya dihabiskan di lokasi IKN di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PP). Bahkan sampai dua malam dia tidur di sana.

Saya sempat tanya ke Rektor Unmul Prof Abdunnur, apakah Presiden jadi ke kampus Unmul, Gunung Kelua? Rektor menjawab singkat, “Masih tentatif,” katanya. Tentatif itu memang berarti belum pasti atau masih dapat berubah.

Pada acara Wisuda Unmul Gelombang II bulan Juni lalu, Rektor sudah menginformasikan kepada civitas akademika bahwa Presiden akan menghadiri wisuda gelombang III sekaligus perayaan Dies Natalis ke-61 Unmul pada  bulan September.

Presiden dari Jakarta mendarat di Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis (21/9) pagi. Kemudian langsung meninjau Pasar Merdeka di Sungai Pinang Dalam. Dia mendapat sambutan luar biasa  para pedagang, pengunjung pasar, dan masyarakat. Selanjutnya Jokowi naik helikopter menuju IKN tanpa singgah ke Unmul. Padahal jarak Pasar Merdeka ke kampus Gunung Kelua hanya sekitar 15 menit. Sangat dekat.

Sejumlah dosen dan mahasiswa mengaku kecewa Jokowi urung datang. Padahal di berbagai kampus di daerah lain Kepala Negara berkenan hadir. “Sayang Bapak Presiden tak jadi datang, padahal kami sudah sangat menunggu-nunggu,” kata seorang guru besar Unmul yang baru saja dikukuhkan.

Dalam rangkaian Dies Natalis ke-61, Unmul mengukuhkan 36 guru besar baru dari berbagai fakultas termasuk Rektor Unmul sendiri dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Ada juga Prof Dr Muhammad Muhdar, SH, M.Hum dari Fakultas Hukum, Prof Dr Rahmawati, SE, MM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Dr Ir Paulus Matius, M.Sc dari Fakultas Kehutanan, Prof Dr Anindita Septiarini, ST, M.Cs dari Fakuktas Teknik dan guru besar lainnya.

Kehadiran Presiden Jokowi ke Unmul sebenarnya sangat penting. Karena Unmul adalah universitas negeri terbesar di Kalimantan dengan 30 ribu mahasiswa, yang dekat sekali dengan lokasi IKN. Bahkan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto ada kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) yaitu Hutan Penelitian dan Pendidikan Bukit Soeharto (HPPBS), yang dikelola oleh Pusat Rehabilitasi Hutan (Pusrehut) Unmul.

UNMUL HEBAT

Banyak pihak berharap para ahli dan rimbawan dari Fakultas Kehutanan Unmul yang sangat berpengalaman dalam penanganan hutan tropika basah di Kaltim banyak diberikan kesempatan dan berkontribusi dalam mewujudkan konsep forest city di IKN. Apalagi pola ilmiah pokok (PIP) Unmul adalah soal hutan tropis dan Unmul mengampanyekan kampusnya sebagai  Pusat Unggulan Studi Tropis.

Saat ini dalam rangka mewujudkan forest city, Presiden Jokowi membangun tempat pembibitan pohon (nursery) seluas 120 hektare di Mentawir, IKN. Nursery itu  memproduksi 15 sampai 20 juta bibit pohon endemik Kalimantan seperti meranti, kamper, kapur, sungkai dan beberapa jenis pohon yang mulai hilang di Kalimantan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang diberi tugas menangani nursery Mentawir menyebutkan, pihaknya bakal membangun natural tropical rain forest Kalimantan di kawasan IKN. “Kami akan tanam tanaman asli dan endemik,” katanya meyakinkan.

Ketika membentuk tim transisi IKN, salah satu ahli yang dilibatkan Presiden Jokowi adalah Rektor Unmul, yang saat itu masih dijabat Prof Dr H Masjaya, M.Si. Berbagai masukan diberikan Masjaya kepada pemerintah terutama dalam pelibatan Unmul kepada IKN.

Dalam pidato pengukuhan, Rektor Unmul Prof Abdunnur menyatakan Unmul bersama 36 guru besar yang baru  berkomitmen kuat menjadi mitra terdepan untuk memberikan dukungan penuh untuk suksesnya pembangunan IKN. Karena itu Unmul telah menandatangani kerjasama dengan Otorita IKN.

Dengan tambahan 36 yang baru, sekarang ini Unmul telah memiliki 84 guru  besar. “Ini sudah mencapai 77 persen dari rasio dosen yang jumlahnya 1.130 orang,” ujar Abdunnur.

Gubernur Isran Noor yang  juga ketua umum IKA Unmul memberikan apresiasi besar bertambahnya guru besar di lingkungan Unmul. “Maunya kita tambah lagi, saya memberikan dukungan penuh,” katanya.

Dies Natalis ke-61 Unmul adalah dies natalis pertama di masa kepemimpinan Abdunnur. Rektor kelahiran Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan ini menargetkan tiga pencapaian. Itu tercermin dengan tema yang diusung: “Unmul Hebat, Terus Melaju untuk Kaltim Berdaulat dan IKN Kuat Menuju Indonesia Emas.”

Rektor mengajak sivitas akademika  Unmul harus berani melakukan lompatan dan juga bekerja out of the book agar performa Unmul benar-benar hebat. Dia juga siap menerima berbagai masukan dan kritik demi kemajuan Unmul baik dari sivitas akademika termasuk mahasiswa maupun pihak luar. “Bu Mei yang hadir mewakili IKA Unmul, saya siap menerima berbagai masukan dari para alumni. Kita harus bersinerji membangun universitas ini,” ujarnya serius.

Rektor Unmul dan Rektor Uniba tetap berharap dalam kesempatan lain Jokowi datang ke kampus mereka. Juga masih ada satu lagi perguruan tinggi negeri yang juga sangat dekat dengan IKN yaitu Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Km 15 Balikpapan. Kapan Presiden juga datang ke sana?(*)

Perlu Titah Sultan Kutai

September 28, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin dan Bupati Edi Darmansyah membuka Erau 2023

SAYA menghadiri pengukuhan kepengurusan Lembaga Budaya dan Adat Kutai (LBAK) Provinsi Kaltim dan Kabupaten/Kota se-Kaltim di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur, Jl Gajah Mada No 2 Samarinda, Kamis (28/9) pagi.

Para pengurus yang dilantik mengenakan busana taqwo. Baju taqwo termasuk busana adat Kutai. Karena wilayah Kutai awalnya sangat luas sebelum pemekaran, maka busana ini juga menjadi busana adat  Kaltim dan daerah kabupaten/kota lainnya.

Yang melantik pengurus LBAK adalah Ketua Dewan Pembina Dr Isran Noor yang  juga gubernur Kaltim. Sebagai Ketua Umum LBAK adalah Muhammad Sa’bani, mantan Sekdaprov. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin tak bisa hadir karena di Tenggarong berlangsung pesta adat Erau. Sultan mewakilkan kepada Pangeran Aji Aryo Putro

Banyak yang berharap pengukuhan LBAK menjadi tonggak kebangkitan budaya dan adat Suku Kutai. Juga adat lainnya di Kaltim. Apalagi dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sebagian wilayahnya berada di tanah Kutai. Wajar kalau adat dan budaya Kutai lebih menonjol. Sesekali perlu ditampilkan tari sakral Ganjar Ganjur dan bapelas ala Kesultanan Kutai menyambut tamu besar di IKN.

Saat ini ada yang merasa budaya dan adat Kutai agak meredup. Orang tahu masih ada Sultan Kutai di Tenggarong, tapi tak banyak lagi orang tahu adat budaya Kutai mulai bahasanya sampai budaya kesenian dan cita rasa kulinernya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nyawa mandi ingat lagi lah dengan carang Kutai. Lopat,” begitu saya dengar dari teman urang Kutai. Itu artinya: Anda atau kamu tidak ingat lagi berbahasa Kutai, astaga. “Jangan jinaka ya, kendia etam jagur awak.” (Jangan berbohong ya, nanti kita pukul kamu.)

Waktu saya masih sekolah di SMEA Samarinda tahun 70-an, saya banyak teman orang Kutai. Termasuk dengan ‘saudara saya” Zairin Fauzi, putra Bupati Kutai Drs Achmad Dahlan. Saya sering diajak ke Tenggarong dan juga menonton pesta budaya Erau.

Lucu juga kalau mendengar panggilan beberapa nama dalam bahasa Kutai. Teman sekolah saya yang bernama Iskandar dipanggil “Kondoi.” Ada teman lain bernama Anwar dipanggil “Nueng.”

Saya masih sering mendengar carang Kutai kalau bertemu pakar ekonomi Unmul, Dr Aji Sofyan Effendi atau ASE. Aji itu gelar bagi keturunan bangsawan Kutai.  Gelar Aji dapat diturunkan oleh pria bangsawan Kutai. Tapi wanita Aji yang menikah dengan pria biasa tidak dapat menurunkan gelar Aji-nya kepada anak-anaknya.

Ada juga gelar kebangsawanan Kutai yang lain seperti Awang, Dayang dan Encek. Gubernur ke-11 Kaltim memakai gelar Awang yaitu Prof Dr H Awang Faroek Ishak. Putri sulungnya yang sekarang ini menjabat Ketua Kadin Kaltim namanya Dayang Donna Faroek.

Gelar Awang dan Dayang konon diserap dari bahasa yang digunakan di Kerajaan Tuban Layar. Kerajaan tersebut pernah berdiri di Paser. Karena adanya perkawinan dari keluarga kedua kerajaan, maka Awang dan Dayang juga digunakan sebagai nama panggilan di tanah Kutai.

Adapun gelar Encek, biasa digunakan di lingkungan Keraton Kutai. Gelar itu merupakan panggilan bagi mereka yang bersuku Melayu. Kebanyakan mereka adalah cendekiawan yang mengabdi kepada Kesultanan Kutai. Ada tokoh wanita Kaltim kelahiran Tenggarong yang bernama Encek atau Encik yaitu Encik Hj Widyani.

Menurut saya, baik juga juga kalau bahasa Kutai menjadi mata pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah. Termasuk juga keseniannya. Setidaknya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan bahkan Kaltim. Biar bahasa Kutai dan seni budayanya tidak punah. Apalagi kamus Bahasa Kutai sudah ada. Salah satunya karya M Erwin Darma dkk.

Logat dan intonasi bahasa Kutai amat khas. Dialeknya juga beragam. Ada dialek Tenggarong, ada juga dialek Kota Bangun.  Juga pakaian dan budayanya tak kalah menarik. “Grecek,” kata urang Kutai. Artinya cantik dan menarik.

Adegan carang bahasa Kutai kemarin ditampilkan. Ada kanak bini sambil jualan jaja (kue). Saya sempat menikmati roti baloknya. Pak Sa’bani mencobe jaja cincinnya. Mungkin dia takut kesurupan. Ada juga lidah sapi. Tapi saya dan Pak Sa’bani tak berani ikut menari jepen, sama-sama ndi bisa.

TRADISI BESEPRAH

Suku Kutai atau Urang Kutai ada kaitan dengan Suku Dayak dan Suku Banjar. Di Wikipedia disebutkan bahwa Suku Kutai itu adalah Suku Dayak Islam, yang juga banyak menyerap nilai-nilai kebudayaan Banjar dan Melayu pesisir. Maklum mereka tinggal di pesisir Mahakam.

Suku Kutai memiliki beberapa kesamaan dengan adat istiadat Suku Dayak rumpun Ot Danum (khususnya Tunjung-Benuaq) misalnya upacara Erau, belian sampai hal-hal yang gaib atau berbau mistis seperti parang maya, panah terong, perakut, peloros dan lainnya.

Begitu juga Suku Kutai memiliki kedekatan budaya dengan  melayu Banjar seperti adanya pertunjukan Mamanda, tari Jepen, musik panting gambus sampai budaya bersyair semacam Tarsul. Bahasa pun ada beberapa kemiripan dalam ucapan atau penulisannya.

Kesenian Tarsul sempat ditampilkan dalam acara pengukuhan kemarin. Tapi tidak terlalu lengkap. Tarsul adalah syair yang bersusul atau saling berbalas-balasan seperti pantun.

Ada 5 tradisi khas Kutai yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud RI tahun 2022.  Kelima hal itu adalah Nutul Baham,  Muang Kutai Adat Lawas, Nae Ayun dan Begasing. Termasuk juga Tarsul.

Selain 5 warisan itu, ada 9 objek cagar budaya di Kukar  yang juga ditetapkan sebagai warisan tanah raja, di antaranya Situs Kubur Tajau Gunung Selendang Sangasanga, Rumah Penjara Sangasanga, Tugu Pembantaian Sangasanga, Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa Loa Kulu, Tugu Pembantaian Loa Kulu, Kawasan Situs Muara Kaman, kompleks Makam Kesultanan Kutai Kartanegara, Masjid Jami Amir Hasanuddin dan Rumah Besar Tenggarong.

Saya suka dengan tradisi Beseprah, yang dalam bahasa Kutai artinya makan bersama sambil duduk bersila di atas tikar. Tradisi ini baru aja  diadakan dalam perhelatan Erau Adat Pelas Banua 2023 di depan Museum Tenggarong.

Di situ ada aneka ragam masakan Kutai disajikan. Misalnya nasi bakepor dengan sayur asam Kutai dan sambal raja. Nasi bakepor itu adalah nasi liwetnya orang Kutai. Wau nyaman beneh. Ada lagi gence ruan. Ini semacam rica-rica ala Kutai yang bahan baku utamanya adalah jukut  haruan atau ikan gabus.

Bupati Edi Darmansyah dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menilai Beseprah merupakan warisan budaya Kutai yang harus terus dikembangkan dan juga dilestarikan. Menurut Sultan Aji Muhammad Arifin, tradisi Beseprah sudah ada sejak dulu. “Beseprah menjadi simbol menyatunya Raja dengan rakyatnya. Semua jadi rukun dalam suasana bersenda gurau. Tak ada lagi perbedaan tingkat sosial,” jelasnya.

Gubernur Kaltim Isran Noor, Pangeran Aryo dan Muhammad Sa’bani

Pesta Erau di Tenggarong masih berlangsung sampai 2 Oktober. Tema tahun ini adalah “Semangat IKN Menjaga Adat dan Tradisi Budaya.” Pas beneh, agar suasana IKN di Sepaku selalu diwarnai budaya adat terutama dari Kutai dan suku asli Kalimantan lainnya.

Meski saya orang Banjar, saya merasa dekat dengan orang Kutai. Saya merasa adat budaya Kutai harus dibangkitkan kembali. Kalau perlu ada semacam titah Sultan untuk pedoman pelaksanaannya. Sebab, ini adalah kekayaan dan  kearifan lokal dan punya nilai ekonomi yang tinggi dalam pengembangan industri kepariwisataan. Jika memungkinkan Museum Mulawarman dikembalikan  ke Sultan atau Pemkab Kutai. Biar penataan koleksinya  benar-benar sesuai perjalanan sejarah Kutai, tidak seperti sekarang ada beberapa koleksi tak ada hubungannya dengan Kutai.

Gubernur Isran ketika membuka Mukernas Ikatan Alumni Keluarga Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (IA KPMKT) menyinggung Sejarah Kutai yang mesti diketahui warga Kaltim. Mulai Kerajaan Kutai Kartanegara, Kerajaan Kutai Martadipura sampai akhirnya menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dia juga menyinggung beberapa nama raja Kutai terkenal seperti Dewawarman,  Maharaja Aswawarman dan Mulawarman.

Saya sempat diberi gelar oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX Haji Adji Mohamad Salehoeddin II pada 8 Juli 2012. Gelarnya bernama Raden Nata Praja Anum. Tentu itu kehormatan luar biasa. Meski saya bukan Aji atau Awang. Mandi atau ndi (tidak) apa-apa. Yang penting keroan etam (bubuhan kita) dengan segala budayanya maju dan terus berkembang. Apa ndi mahut jadinya. Selamat bertugas pengurus LBAK. Salam grecek.(*)

Ada TC  Bola di IKN

September 27, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA lagi galau. Bisa juga dibilang resah dan kesal.  Tiga tim sepak bola kebanggaan saya lagi terseok-seok. Ketiga tim itu adalah Persiba Balikpapan, Timnas U-24, dan Manchester United (MU). Semuanya lagi tidak baik-baik saja ketika turun ke lapangan hijau.

Persiba Rabu sore ini turun di laga tandang lanjutan kompetisi Liga 2 Pegadaian. Tim Selicin Minyak akan berhadapan dengan PSBS Biak. Pertandingan berlangsung di Stadion Cenderawasih, Biak  pada pukul 14.00 WIT.

Ini laga tandang ketiga Persiba di Bumi Papua. Persiba kalah 0-1 ketika menghadapi Persewar Waropen dan  baru meraih 1 poin  ketika bermain seri 1-1 lawan Persipura Jayapura. Sebelumnya di kandang sendiri di Balikpapan, Persiba kalah telak 0-2 dari tamunya Sulut United.

PSBS Biak dan Persiba termasuk dalam Grup 4 bersama Persipura Jayapura, Sulut United, Persewar, Persipal, dan Kalteng Putra.

Dalam klasemen sementara grup 4, Kalteng Putra berada di posisi puncak dengan 5 poin, sedang Persiba masih berada di urutan paling buncit dengan meraih 1 poin. Lawan Persiba, PSBS Biak yang dijuluki “Badai Pasifik”  berada di urutan kedua, dengan meraih 4 poin.

Saya agak terhibur dengan pernyataan pelatih Persiba, Nil Maizar. “PSBS Biak memang tim yang kuat. Tapi kami juga punya pemain bagus dan siap mencuri kemenangan di kandang lawan,” katanya penuh optimisme.

Pendukung Persiba, Balistik merindukan Persiba kuat kembali. Bisa menyusul saudaranya, Borneo FC dari Samarinda, yang mampu meraih posisi di urutan kedua klasemen sementara Liga 1.

Kondisi yang berat juga dihadapi Timnas U-24 yang lagi berlaga di arena Asian Games 2022.   Meski lolos ke babak 16 besar,  penampilan skuad Garuda Muda tidak terlalu memuaskan. Dalam babak penyisihan atau fase grup, anak-anak asuhan pelatih Indra Sjapri ini hanya mengantongi hasil 1 kali menang ketika berhadapan dengan Kirgistan (2-0).  Selebihnya kalah terus 0-1 dari Taiwan dan Korea Utara.

Timnas U-24 akan menghadapi lawan berat dalam babak 16 besar dengan sistem gugur. Musuhnya Uzbekistan, tim yang tidak bisa dianggap enteng. Karena mereka juara di grup lain.  Kalau Timnas kalah, langsung angkat koper. Mereka akan bermain di Shangcheng Sport Center Stadium pada Kamis (28/9) besok pukul 16.00 Wita.

Untuk memperkuat lini depan, skuad Garuda mendapat suntikan tambahan pemain penyerang yaitu dengan datangnya Ramadhan Sananta. Tadinya Sananta tidak diizinkan klubnya, Persis Solo. Karena Persis juga krisis pemain. Belakangan demi kepentingan nasional, Persis akhirnya rela mengirim Sananta ke China.

“Kita memang lagi bermasalah di lini depan. Dengan datangnya Sananta  mudah-mudahan menjadi solusi terbaik untuk memenangi pertandingan lawan Uzbekistan,” kata Indra Sjafri.

Suasana yang sangat berat juga dihadapi The Red Devil, MU. Tim kebanggaan saya dari Inggris ini lagi sakit berat. Padahal saya mengelu-elukannya lebih 20 tahun. MU tiga kali berturut-turut menelan kekalahan dan baru pada pertandingan terakhir di Liga Inggris meraih kemenangan 1-0 atas Burnley.

Atas kekalahan beruntun itu, posisi pelatih Erik Ten Hag mulai dikutik-kutik. Sudah ada kabar selentingan bahwa pelatih Zinedine Zidane digadang-gadang menjadi pelatih baru MU. Biar Setan Merah bisa galak lagi.

Pekan ini MU menghadapi dua pertandingan dengan lawan yang sama, yaitu Crystal Palace. Subuh tadi dalam laga ronde ketiga Carabao Cup 2023-2024, MU berhasil memetik kemenangan telak  3-0. MU lawan Crystal Palace lagi dalam lanjutan Liga Inggris pada Sabtu (30/9) nanti pukul 22.00 Wita.

Dalam klasemen sementara Liga Inggris, MU berada di posisi 9 dengan meraih 9 poin. Tiga kali menang dan 3 kali kalah. Sementara di posisi puncak rekan sekotanya Manchester City yang meraih 18 poin tanpa sekalipun menelan kekalahan. Di bawahnya ada Liverpool dengan 16 poin dan Brighton 15 poin.

HIBAH PERTAMA FIFA

Di tengah kegalauan saya, ada kabar menarik dari Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Presiden Jokowi dalam kunjungannya pekan lalu ke IKN di antaranya  melakukan groundbreaking pembangunan Training Center (TC) untuk PSSI.

“Ini cita-cita lama yang akhirnya bisa kita laksanakan. Kita membuat sejarah dengan dibangunnya TC di IKN buat tim nasional sepakbola yang terpadu,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang juga menteri BUMN.

Erick mengungkapkan, terwujudnya impian ini tidak lepas dari dorongan dan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo dan komitmen yang besar dari FIFA, yang mendukung rencana transformasi sepak bola Indonesia bisa bersih dan berprestasi.

Bayangkan, FIFA berani memberi hibah sebesar Rp 85,6 miliar untuk pembangunan TC fase  pertama untuk dua lapangan,  tempat penginapan untuk para pemain dan pelatih plus ruang ganti. “Ini pertama kali FIFA memberikan hibah sebesar itu ke sebuah negara,” kata Erick.

Tidak mau kalah dengan FIFA, Presiden Jokowi melalui APBN juga memberikan dukungan dana Rp 90 miliar untuk infrastruktur pendukung dan pembebasan lahan. “Nanti kalau kurang ditambah lagi sehingga TC ini bisa segera diselesaikan,” tandasnya.

Presiden berharap TC IKN tidak sekadar tempat berlatih, melainkan juga menjadi pusat inovasi pengembangan sepak bola dan memfasilitasi riset dan pengujian teknologi terbaru dalam sepak bola Indonesia.

Menurut Erick, kawasan TC di IKN dibangun di atas lahan seluas 34,5 hektare. Pada fase kedua, akan dibangun 8 lapangan dengan rincian 5 lapangan besar, satu lapangan futsal, satu lapangan latihan tertutup, satu lapangan beach football, dan fasilitas pendukung lainnya seperti kolam renang dan sport science.

Kepada Presiden, Erick berjanji pembangunan TC yang direncanakan memakan waktu 8 bulan akan dipercepat menjadi 6 bulan. Ada yang nyeletuk. Mudah-mudahan bisa dipercepat juga Timnas kita  menjadi salah satu tim terkuat di jagat ini. Gool!!!(*)

MC Ririz Glamping di IKN

September 26, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA lihat MC kondang Ririz Sulistyowati bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia diminta Dirut Pertamina Nicke Widyawati memandu acara penandatanganan kerjasama (MoU) PT Pertamina (Persero) dengan Otorita IKN, yang berlangsung Jumat (22/9) lalu.

“Aduh senang banget bisa bertugas di lokasi IKN yang penuh sejarah dan kebanggaan. Apalagi langsung dihadiri oleh Bapak Presiden Jokowi,” kata Ririz ketika saya hubungi kemarin.

Penandatanganan kerjasama itu bagian dari jadwal kegiatan dan acara Jokowi di IKN, pekan lalu. Secara khusus Presiden berada di sana selama tiga hari dua malam untuk memastikan pembangunan infrastruktur IKN berjalan lancar seraya melakukan groundbreaking  berbagai proyek investasi.

Di depan Jokowi, Dirut Pertamina Nicke Widyawati  menandatangani kerjasama dengan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dalam rangka pembangunan Pusat Energi Berkelanjutan atau Pertamina Sustainable Energy Center (PSEC).

Menurut Nicke, PSEC merupakan langkah Pertamina untuk mendukung program Net Zero Emission (NZE) yang dijalankan Pemerintah Indonesia sampai tahun 2060. Karena itu Pertamina mengembangkan pusat riset, green dan low carbon technology. Selain juga mengembangkan proyek Nature-Ecosystem Based Solution (NEBS) yang merupakan strategi memanfaatkan potensi alam IKN yang berada di kawasan hutan.

Pengembangan PSEC berada dalam wilayah perencanaan 5 di IKN dengan sejumlah fasilitas di antaranya Pertamina Sustainability Academy, Pertamina Training Institute, Pertamina Research  and Innovation Center for Sustainable and Low  Carbon Technologies, Pertamina Vocational Education Center, Shared Green Infrastructure, laboratorium serta Sustainability Start-up Hub.

Dalam memandu acara penting itu, Ririz mengenakan gaun berwarna merah hitam dengan motif tenun ulap Doyo Kalimantan, yang mirip kain ulos Batak. Lehernya dihiasi kalung mutiara putih, yang membuat penampilannya sangat anggun dan menarik.

Dia sempat selfie dengan Ibu Nicke dan Menteri BUMN Erick Thohir. “Mereka orang-orang penting, masih muda dan enerjik serta sangat inspiratif. Saya  mengagumi mereka,” kata Ririz.

Ketika saya masih bertugas sebagai wali kota, Ririz masih mangkal di Balikpapan. Dia sering menjadi pemandu acara tidak saja di Pemkot, tapi juga di Forkopimda. Karena itu dia juga akrab dengan grup Muspida yang bertugas saat itu. Ada Dandim 0905/Balikpapan Kol  Heri Setya, Kapolresta Kombes Jeffri Dian Juniarta serta Danlanal Kol Laut (P) Irwan Sondang Parluhutan Siagian.

Belakangan Ririz yang juga dikenal sebagai penyanyi, hijrah ke Bali. Pilihan yang tepat untuk pengembangan kariernya lebih go international. Dia sempat bertugas dalam beberapa acara G20, yang sangat bersejarah di Bali tahun 2022 lalu.

Sepertinya dia akrab dengan pengacara terkenal Hotman Paris. Sempat viral ketika dia terlihat nongkrong bareng dengan Bang Hotman di kafe, Bali.  Dia juga muncul dalam  resepsi pernikahan putra pengacara tersebut di Jakarta belum lama ini.

Hebatnya Ririz tidak melupakan Balikpapan dan Kaltim. Dia berkenan saya minta memandu acara peluncuran buku saya “Bukan Pak Wali Lagi,” di Kedai Kong Jie Samarinda, tahun lalu. Gubernur Isran Noor juga memuji keterampilan Ririz memandu acara dengan baik dan menarik.

Di samping menjadi MC, karier musik Ririz juga terus berjalan. Bertepatan ultahnya, Rabu, 28 Juni lalu, Ririz merilis single terbarunya “Wanita Hebat.” Itu single ketiganya. Sebelumnya dia sudah meluncurkan album “Beautiful Moment” dan “Baby I Miss You.”

VIA BTHINK

Lantaran bertugas di IKN, Ririz akhirnya ikut bergabung dalam acara glamping dinner yang diadakan Presiden Jokowi dengan puluhan artis, penggiat seni dan influencer Jumat malam (22/9). Acara itu digelar seusai Konser Nusantara.

“Kebetulan Ririz bantuin menyiapin band-nya dari Deo Entertainment Jakarta. Hanya vokalisnya Mbak Via diambil  dari Bthink Balikpapan,” katanya.

Via mengaku mendapat kehormatan bisa tampil di depan Presiden, sejumlah menteri serta para artis yang diundang.   “Suasananya meriah banget dan unik. Alhamdulillah Via bisa menghibur Bapak Presiden Jokowi dan tamu lainnya,” katanya bersemangat.

Selain Via, sempat tampil juga Wika Salim, yang sebelumnya manggung di Konser Nusantara. Ketika Wika bernyanyi, Pak Bas, panggilan akrab Menteri PUPR membuat aksi  kocak. Mengedarkan kotak sumbangan seperti penyanyi jalanan.

Presiden secara khusus mengundang para artis dan pesohor untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN. Sehingga mereka melalui media sosial bisa menyampaikan kepada warganet betapa dahsyatnya progres IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Para pesohor itu di antaranya Baim Wong, Tiara Andini, Aurelie Moeremans, Ziva Magnolia, Rapper Saykoji, dr Reisa, Chef Arnold Poernomo, Asri Welas, penyiar Ralvi Nasution, komika Insan Nur Akbar dengan pasangannya  Cak Lontong.

“Usai meninjau IKN,  saya merasa ada optimisme yang besar untuk Indonesia, untuk masa depan Indonesia dan untuk kepemimpinan Indonesia,” kata Saykoji, rapper yang dilahirkan di Kota Balikpapan, 8 Juni 1983.

Rapper yang punya nama  asli Ignatius Rosoinaya Penyami itu, sempat membuat lagu bertajuk IKN. Ketika pertama diunggah,  20 ribu warganet me-like dan 300 ribu, yang menonton.

Ririz beruntung dia sempat berfoto dengan  Presiden Jokowi di bawah pohon eucalyptus. Juga dengan sejumlah menteri dan artis. Di antaranya dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Baim Wong. “Asyik banget, malam yang berkesan di lokasi IKN dan tak pernah terlupakan dalam hidup saya,” katanya sampai terbawa mimpi.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb