Gas Raksasa di “North Ganal”

October 6, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Fasilitas produksi terapung ENI, lapangan Jangkrik di Selat Makassar

BARU datang ke Kaltim, Pj Gubernur Akmal Malik sudah dibuat kaget. Ada dua hal yang membuat dirinya terkesiap. Pertama, lihat gaya sambutan Gubernur Isran yang diawali dengan teriak: Merdeka!!! “Sungguh saya kaget Pak Isran,” katanya serius. Kedua, ketika dia mendapat informasi terbaru soal kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kaltim.

Urusan bikin kaget orang bukan sekali dilakukan Isran. Pernah Si Raja Naga  bikin geger acara pernikahan. Saat itu dia menjadi saksi.  Begitu sang pengantin laki-laki lancar membaca ijab kabul, Isran dengan lantang berteriak: “Sah!!!!.” Suaranya menggelegar. Semua orang terkesiap termasuk sang pengantinnya. Syukur tidak semaput alias pingsan. Gaya Isran begitu sempat viral di media online.

Tapi kaget kedua Akmal  bisa menjadi berita bahagia bagi daerah yang baru dipimpinnya. Dia mengabarkan soal penemuan cadangan gas alam baru yang sangat besar di lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim). Ada yang menggambarkan tak begitu jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kalau mau dihubung-hubungkan.  Kabarnya cadangan gas itu ditemukan sekitar 85 km dari pantai Kaltim. Kalau naik heli ke lokasi dari Balikpapan, kira-kira ditempuh sekitar 30 menit.

“Penemuan itu kita harapkan bisa berdampak pada pendapatan daerah untuk perbaikan-perbaikan yang disebutkan Pak Isran untuk masalah kemiskinan dan kesenjangan pembangunan lainnya,” kata Akmal dalam acara perkenalan dan pisah sambut di Plenary Hall Sempaja Samarinda, Rabu (4/10) lalu.

Kabar tentang penemuan gas raksasa itu sebelumnya disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, yang kemudian ditegaskan kembali  oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, pekan lalu. Awalnya Dwi mendapat informasi itu ketika bertemu Head of Regional and Far East ENI di ajang ADIPEC, yang berlangsung di Abu Dhabi, awal Oktober lalu.

Menurut Dwi, perusahaan migas raksasa dari Italia, ENI yang tengah melakukan eksplorasi di sumur eksplorasi Geng North-1 yang dibor di  North Ganal PSC (Production Sharing Contract) menemukan cadangan gas berskala raksasa, yang jumlahnya diperkirakan awal Gas in Place 5 Triliun Cubic Feet (TCF).

Saya tak bisa menggambarkan betapa besarnya 5 triliun kaki kubik  itu. Sayangnya wujud gas tidak bisa kita lihat kecuali baunya. Tapi Dwi mengungkapkan  penemuan tersebut  menjadi salah satu dari tiga besar temuan eksplorasi dunia pada tahun 2023.

“Ini yang namanya giant discovery. Karena itu SKK Migas terus melakukan koordinasi dengan ENI.  Kalau nanti sampai tahap produksi, maka akan meningkatkan secara siginifikan cadangan gas kita untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional secara berkelanjutan dan mencapai target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD),” jelas Dwi.

Dirjen Tutuka mengakui penemuan cadangan gas di  North Ganal memang merupakan temuan yang sangat menggembirakan dan luar biasa. “Ini potensi besar, bukan kecil. Penemuan ini menjadi sesuatu yang baru di luar proyek Indonesia Deepwater Development (IDD),” tambahnya.

Dia berharap ENI selaku operator dapat segera merampungkan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) dari  North Ganal. Dengan demikian kegiatan proses produksi di blok tersebut dapat segera dipercepat.

“Kita akan fasilitasi itu supaya cepat terjadi. Karena Pak Menteri menargetkan dua tahun ke depan bisa first gas. Itu hamparannya besar sekali, itu luasnya besar dan ini besar,” tandas Tutuka lagi.

DALAMNYA 5.025 METER

Perlu kita ketahui, ENI itu bukan diambil dari nama wanita. Tapi akronim dari “Ente Nazionale Idrocarburi” atau Dewan Hidrokarbon Nasional. Dia adalah perusahaan migas multinasional yang berkantor pusat di Roma. Pemerintah Italia memegang 30,33 persen saham emas perusahaan ini.

ENI menjadi salah satu dari 7 perusahaan  minyak super  besar di dunia dengan kapitalisasi pasar sebesar 36,08 miliar US dolar. ENI beroperasi di 66 negara termasuk Indonesia dengan nama ENI Indonesia Ltd. Pada tahun 2020, ENI menempati peringkat ke-113 dalam daftar Fortune Global 500. Dan peringkat ke-24 dalam sektor energi.

Aktivitas eksplorasi ENI difokuskan di lepas pantai (laut dalam) Kaltim. ENI adalah operator blok IDD Wilayah Kerja (WK) Kutai Basin. Dia telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2001 dan saat ini memiliki portofolio aset yang besar dalam tahap eksplorasi, pengembangan dan produksi dengan produksi ekuitas sekitar 80 ribu barel setara minyak per hari di lapangan Jangkrik dan Merakes di Kaltim.

Menurut siaran pers ENI, sumur Geng North-1 dibor hingga kedalaman 5.025 meter pada kedalaman air 1.947 meter melalui kolom gas setebal 50 meter. Dari sana menyembur potensi gas yang sangat besar (5 TCF) dengan kandungan kondensat diperkirakan mencapai 400 Mbbls.

Berkat lokasi dan ukurannya yang signifikan, penemuan ini berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap penciptaan pusat produksi baru, di bagian utara Cekungan Kutai, yang akan terhubung dengan fasilitas LNG Bontang di pesisir Kaltim. Kabarnya dengan potensi sebesar itu, North Ganal bisa menyuplai gas selama 20 tahun.

ENI memperkirakan selain Geng North, lebih dari 5 TCF gas terdapat  pada penemuan yang belum dikembangkan di wilayah yang diteliti. Sementara potensi eksplorasi multi-TcF yang signifikan sedang dalam tahap pematangan melalui studi yang sedang berlangsung.

Penemuan Geng North Ganal terjadi tak lama setelah pengumuman perjanjian ENI untuk mengakuisisi Neptune Energy, yang penyelesaiannya akan semakin memperkuat posisi ENI di Blok North Ganal.

Posisi Geng North juga berdekatan dengan wilayah IDD yang mencakup beberapa penemuan yang berlokasi di Blok Rapak dan Ganal, di mana ENI baru-baru ini mengumumkan akuisisi saham Chevron, meningkatkan hak partisipasinya dan mengakuisisi kepemilikan operator.

“Akuisisi ini juga memberikan peluang untuk mempercepat pengembangan proyek gas Gendalo dan Gandang (cadangannya sekitar 2 TCF) melalui fasilitas Jangkrik yang dioperasikan ENI,” demikian kata ENI.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto meyakini dengan temuan baru ENI, yang dinilai sebagai “harta karun” berskala jumbo atau raksasa itu lebih mendorong International Oil Company (IOC) lainnya untuk masuk ke Indonesia. Mengingat potensi migas nasional masih menjanjikan karena dari 128 cekungan, masih ada 68 cekungan yang belum dibor.

Menurut Kepala SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) Azhari Idris, pihaknya yang berada di lapangan diminta terus melakukan koordinasi dengan ENI sehingga bisa dilakukan fast track secepatnya untuk bisa memproduksi lapangan gas di North Ganal.

“Semua fungsi termasuk perwakilan memang diminta untuk melakukan identifikasi awal hal-hal yang dapat mempercepat  proses eksekusi proyek ini,” kata Azhari.

Sekretaris SKK Migas Shinta Damayanti dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV menyebutkan, 80 persen dari  hasil penjualan produksi  PSC menjadi bagian negara. Sisanya milik operator, yang telah melakukan eksplorasi dan eksploitasi.

Perlu menjadi catatan Pj Gubernur Akmal Malik, tempo hari Kaltim berjuang ke Pemerintah Pusat agar formula Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Kaltim disamakan dengan daerah Aceh dan Papua. Saat ini kalau tidak salah, Kaltim hanya menerima separuh atau 50 persen dari besaran yang diterima kedua daerah tersebut. Banyak pihak berharap Akmal bisa menembus kebuntuan perjuangan di sektor ini. Sebab Kaltim perlu dana besar mengimbangi pembangunan IKN yang sangat masif.

Saya tidak tahu apa arti Ganal Utara atau North Ganal. Tapi sebagai orang Banjar, setahu saya dalam bahasa Banjar, ganal itu artinya besar. Jadi sudah cocok saja. Perusahaan penemunya, perusahaan ganal.  Cadangan gas yang ditemukan juga ganal. Bahkan ganal banar. Mudah-mudahan DBH dan PAD serta berkah lainnya yang kita dapatkan untuk orang Kaltim juga ganal.

(Penulis wartawan senior Kaltim. Wali Kota Balikpapan dua periode 2011-2021).

Platinum Jadi “Hotel IKN”

October 5, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Hotel Platinum Balikpapan

HOTEL PLATINUM Balikpapan atau tepatnya Platinum Hotel & Convention Hall merayakan hari ulang tahunnya ke-8. Sejumlah karangan bunga ucapan selamat dari berbagai relasi terpajang di lobby hotel. Para karyawan dan jajaran pimpinan tampak ceria. “Hotel ini memang membawa berkah termasuk kepada kami,” kata seorang staf bangga.

Hotel milik pengusaha Charles ini diresmikan beroperasi 1 Oktober 2015. Saya masih menjabat wakil wali kota. Wali kota Balikpapan saat itu adalah Pak Imdaad Hamid. Dia terbilang akrab dengan Charles, yang aktif di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Orang tak mengira hotel ini bisa tumbuh dan berkembang pesat. Lokasinya di Km 5 Jl Soekarno-Hatta dinilai tak prospektif. Agak ke sudut kota. Tapi berkat tangan dingin Charles dan manajernya Soegianto, Platinum mampu berkembang menjadi hotel terdepan di Balikpapan.

Bahkan di saat gencarnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)  saat ini, Platinum tak dinyana seperti menjadi “hotel IKN.” Banyak tamu-tamu IKN menginap di sini. Termasuk Presiden Jokowi. Maklum Platinum menjadi hotel terdekat menuju lokasi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

“Suatu kehormatan besar Bapak Presiden Jokowi berkenan menginap di Hotel Platinum, kami sangat tersanjung dan apresiasi atas kepercayaan itu,” kata Soegianto, yang sekarang menjadi Direktur Operasional Platinum Group.

Saya juga sangat surprise dan berterima kasih dengan manajemen Platinum. Karena bersama istri dan cucu-cucu terutama Defa dan Dafin pernah diberikan kesempatan menginap di kamar Platinum Suite (PS), yang pernah disiapkan untuk Presiden Jokowi. Dari 200 kamar di hotel berbintang 4 itu, hanya ada dua kamar type PS yaitu kamar No 1128 dan 1129.

Kamarnya luas sekali.  Ada 2 ruang tempat tidur dan kamar mandi eksklusif.  Ada ruang makannya dan sofa untuk tamu dan keluarga. Dilengkapi fasilitas TV dan home theater. Terletak di lantai 11 paling atas, bersebelahan dengan fasilitas Rooftop Terrace (RT), yang jadi tempat nongkrong yang unik dan menarik.

RT itu, kata Soegianto, gagasan murni dari Pak Charles, yang menginginkan Platinum punya unique selling point. Maka lahirlah fasilitas RT, tempat orang nongkrong sambil menikmati pemandangan Balikpapan di waktu sore atau malam. Di situ juga tersedia makanan dan minuman pilihan sambil juga santai menikmati live music. Bagi mereka yang suka nyanyi, boleh ikut nimbrung sepuasnya.

Ketika Hotel Platinum di Jl Tunjungan Surabaya dibuka 29 Mei 2022 lalu, Charles juga minta dibuat RT di lantai atasnya. Sebab fasilitas itu menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang suka nongkrong sambil melihat pemandangan wajah kota Surabaya serta kawasan Tunjungan dan sekitarnya dari atas.

Pada perayaan HUT ke-4 RT Platinum Balikpapan, 8 Mei 2023 lalu, GM Platinum Balikpapan Joko Budi Jaya membuat kado terbaik untuk pelanggannya. Band performance yang biasa tampil seminggu sekali, diubah untuk tampil tiap hari dengan tema-tema khusus atau tertentu. “Biar tamunya benar-benar puas,” jelasnya

TEMA PERTUMBUHAN

Menyambut HUT ke-8, Platinum mengusung tema pertumbuhan  yang ekselen. “Growth Towards Excellent.” Berkembang, bertumbuh menuju kesempurnaan. Tahun lalu pada HUT ke-7 temanya juga menarik dan dahsyat:  “Magnificient 7ourney.”

Charles saat ini tengah menyelesaikan pembangunan dan renovasi hotel keempat dan kelima Platinum yang berada di Bali dan Jakarta. “Sudah masuk dalam tahap finishing dan berbagai persiapan final,” kata Soegianto.

Hotel di Bali lengkapnya dinamai Platinum Hotel Jimbaran. Lokasinya di Kedonganan Jimbaran. Sedang yang di Jakarta bernama Platinum Hotel Mangga Besar. Keduanya berada di lokasi, yang memang lalu lintas orang sangat banyak.

Tiga hotel sebelumnya yang sudah beroperasi, selain Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan, juga Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center Jogyakarta serta Platinum Hotel Tunjungan Surabaya.

Saya termasuk tamu yang diundang saat peresmian Platinum Hotel Tunjungan. Tempatnya sangat strategis. Kalau malam kita tinggal jalan kaki. Karena sepanjang Tunjungan penuh café dan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai makanan dan minuman yang menarik. Ada juga tampil kelompok musik jalanan di berbagai sudut jalan.

Dubes Seychelles Nico Barito bersama 12 Dubes lainnya di lobby Hotel Platinum

Beberapa waktu terakhir Platinum Balikpapan banyak menerima tamu istimewa. Ada rombongan pengusaha Singapura yang dipimpin Dubes Indonesia Suryopratomo. Jumlahnya sangat banyak, 100 orang. Mereka menjajaki rencana investasi di IKN.

Juga ada 12 Dubes dari berbagai negara yang dipimpin Dubes Negara Seychelles untuk Indonesia Nico Barito. Tujuannya juga sama ke IKN Sepaku. Selain juga menandatangani program blue economy dan blue carbon dengan Gubernur Isran Noor. Mereka di antaranya Dubes Vietnam Ta Van Thong, Dubes Bulgaria Petar Dimtrov dan Dubes Kenya Galma Mukhe Boru.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya ternyata juga suka menginap di Platinum. Dia sangat sering ke IKN Sepaku, lantaran bertanggung jawab dengan pembangunan kebun bibit (nursery) Mentawir yang harus menyediakan 15 juta bibit  pohon setahun untuk penanaman dan penghijauan di lokasi IKN.

Bupati Pinrang HA Irwan Hamid, S.Sos bersama 50 anak buahnya juga menginap di Platinum. Dia menghadiri pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) Balikpapan, yang diketuai pengusaha sukses H Abdul Hakim Rauf. Acaranya juga berlangsung di hotel tersebut. Ramai sekali. Maklum para tokoh KKSS Balikpapan yang diketuai anggota DPRD Kaltim Adam Sinte banyak yang hadir.

Beberapa minggu lalu saya sempat sarapan pagi bersama Soegianto di restoran Hotel Platinum Balikpapan. Menunya sangat banyak dan enak-enak. Ada mi segala rasa. Ada roti-rotian. Jadi saya bingung memilih. Akhirnya saya pesan telur dadar alias omelet plus jus buah. Sambil cerita berbagai hal termasuk kemajuan hotel. Soegianto mengajak saya main golf lagi. Tapi saya takut dia sudah hebat. Kalau main par-nya banyak. Mat ultah ke-8 Platinum. Selamat Pak Charles, Pak Soegianto dan Pak Joko. Maju terus menjadi kebanggaan kita semua. Kapan berdiri lagi Platinum Hotel IKN Sepaku?(*)

Menanti “Aksi Heroik” Akmal di IKN

October 4, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Isran didampingi putrinya Siti Rahmawati setelah serah terima jabatan bersama Hadi Mulyadi kepada Pj Gubernur Akmal Malik

KETIKA melantik  Penjabat (Pj) gubernur Kaltim pada hari Senin (2/10) lalu, Mendagri Tito Karnavian memberi pesan khusus kepada Dr Akmal Malik, M.Si. Pesan khususnya adalah Akmal  diminta berkolaborasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Soalnya lokasi IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) itu berada di wilayah Kaltim.

Berkolaborasi tentu banyak maknanya. Secara sederhana diartikan sebagai bentuk kerja sama dengan nilai-nilai yang mendasari seperti punya tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses dan saling memberikan manfaat.

Selama ini kolaborasi OIKN dengan Pemprov Kaltim dan berbagai lembaga di daerah berjalan lancar. Tinggal kadarnya yang perlu ditingkatkan. Tidak ada orang Kaltim menolak IKN. Tapi orang Kaltim juga tidak mau terpinggirkan. Di mana-mana selalu  didengungkan semangat: “Jangan sampai menjadi penonton di tanah IKN.”

Gubernur Kaltim masa bakti 2018-2023 Dr Isran Noor banyak berperan dalam proses penunjukan Kaltim sebagai lokasi IKN. Boleh dibilang Isran “pahlawannya.” Berhasil meyakinkan Presiden Jokowi, padahal awalnya Kalteng yang diunggulkan. Bahkan Isran berani pasang badan bagi mereka yang tidak setuju IKN. “Mereka yang tidak setuju IKN umurnya pendek,” begitu pernah dilontarkannya walaupun setengah bercanda.

Tanpa ragu-ragu Isran menyerahkan wilayah PPU dan Kukar seluas 256 ribu hektare untuk kepentingan IKN. Wilayah itu bukan kawasan hutan primer, tapi sebagian besar hutan tanaman industri (HTI), yang dikerjakan oleh PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) milik konglomerat Sukanto Tanoto. Makanya di sana tumbuh ribuan pohon eucalyptus yang masih dipanen sampai saat ini. Lalu dikirim sebagai bahan baku pabrik kertasnya di PT Riau Andalan Pulp & Paper di Pelawan Riau.

Isran juga berani melontarkan gagasannya tentang pembiayaan IKN yang memerlukan dana sekitar Rp 500 triliun. “Itu tak perlu investasi asing. Kecil itu! Cukup kembalikan dari hasil pendapatan batu bara dan sawit, cukup itu,” katanya lantang.

Si Raja Naga ini, satu-satunya gubernur yang pernah diajak Jokowi  bermalam di lokasi IKN. Dia berkali-kali menemani Presiden meninjau perkembangan kemajuan pembangunan IKN. Termasuk pada kunjungan kerja pada 21-23 September, di mana Jokowi bermalam lagi di Sepaku.

Isran juga rajin ke kampus-kampus memberikan penjelasan dan pemahaman kepada dosen dan mahasiswa tentang pentingnya IKN. Itu memang sejalan dengan instruksi Jokowi. Isran di antaranya pernah ke Kampus UGM Yogyakarta, Unhas Makassar, UI Jakarta dan beberapa perguruan tinggi lain. “IKN bukan untuk kepentingan Kaltim, tapi untuk bangsa dan pemerataan pembangunan agar tidak terkesan Jawa-sentris lagi, tapi Indonesia-sentris,” tandasnya.

Rektor Unmul mulai Prof Masjaya sampai ke Prof Abdunnur dan Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Isradi Zainal sangat gigih memberikan dukungan dan pemikiran kepada IKN. Mereka sudah menandatangani program kerjasama. Banyak pihak berharap program forest city di IKN diserahkan kepada para ahli kehutanan dari Fakultas Kehutanan Unmul.

Kaltim perlu membentuk wadah atau forum yang menginventarisir, memotivasi dan membekali anak-anak Kaltim yang mau bersaing di IKN. Ada yang mengusulkan namanya Badan Penyiapan dan Peningkatan SDM Kaltim. Semi-pemerintah. Di situ terlibat orang Pemprov, akademisi dan berbagai wakil lembaga. Beri dana yang cukup. Biar fokus mengurusi mati-matian peningkatan kualitas SDM Kaltim.

Berikan beasiswa khusus untuk mereka yang masih sekolah atau kuliah dengan kualifikasi siap berkarya di IKN. Buka pelatihan gratis sebanyak mungkin melalui BLK atau lembaga pelatihan swasta yang dibayari Pemprov, agar orang Kaltim yang mau bekerja di berbagai pekerjaan IKN terutama di lapangan konstruksi memiliki sertifikasi yang menjadi persyaratan.

Dorong anak-anak Kaltim menyusul Alphero Tanlianto. Siswa lulusan SMAN 10 Samarinda ini, sekarang kuliah di jurusan Teknik Sipil (Civil Engineering) Nanyang Technological University (NTU) di Singapura. Dia sempat viral karena diperebutkan  oleh 8 universitas terkenal di dunia. Setelah lulus, Alphero ingin segera terlibat dalam pembangunan infrastruktur di IKN.

Maunya kita Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Km 15 Balikpapan dimasukkan dalam proyek strategis nasional. Biar dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur, penambahan pengadaan lahannya serta penambahan dan peningkatan kualitas dosennya. ITK diharapkan sejajar dengan ITB dan ITS, sehingga lulusannya bisa masuk ke pasar kerja IKN dengan daya saing yang tinggi.

Dalam UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN  ada jatah dua kursi deputi OIKN dari orang Kaltim. Sekarang ini diisi oleh Drs Alimuddin, M.Si, mantan kepala Disdikpora PPU yang menjadi deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dr Myrna Asnawati Safitri, du7eputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (SDA).

Banyak pihak menilai dua orang itu tidak cukup. Karena jabatan lainnya setingkat direktur dan jenjang ke bawahnya hampir tidak ada orang daerah. Karena itu perlu diperjuangkan. Masa melulu diisi orang luar? Sangat tidak elok dan tidak nyaman didengar.

Saat ini OIKN membuka seleksi PPPK dalam rekrutmen CASN  2023. Formasi tersedia sebanyak 355 orang. Seyogianya ada jatah 20 persen untuk orang Kaltim. Walau penerimaannya tetap dengan cara seleksi.

UU IKN  sudah selesai direvisi Komisi II DPR RI, Selasa (3/10) kemarin . Hanya PKS yang menolak dibawa ke Rapat Paripurna untuk disahkan menjadi UU.  Belum tahu bagaimana bunyi revisinya. Mudah-mudahan Kaltim  i8banyak mendapat kontribusi dalam UU IKN hasil revisi. Takutnya tak banyak menampung aspirasi daerah.

Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) yang digawangi beberapa tokoh Kaltim di antaranya Mohammad Djailani, Zulkifli Syahab, dan Dr Aji Sofyan Efendi paling gigih memberi masukan soal IKN. Terutama soal model pemerintahan di IKN, yang seharusnya merujuk pada UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Mereka juga mengusulkan agar dana pembangunan IKN 100 persen dari APBN. Otoritas pengelolaan aset dan SDA agar dikembalikan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim, PPU, dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Saat ini Pemkab PPU juga mengusulkan agar semua PNS di Kecamatan Sepaku yang jumlahnya 3.000 orang termasuk tenaga PPPK dan honorer diambil alih oleh OIKN. Tapi menyangkut aset dan tanah milik PPU senilai Rp 613 miliar perlu mendapatkan kompensasi. Karena kabupaten ini kehilangan sebagian sumber PAD-nya.

Bendungan Sepaku yang memproduksi 2.500 liter air bersih per detik sudah rampung. Presiden Jokowi sudah melakukan inpounding atau pengisian airnya. Selain untuk keperluan IKN, sesuai janjinya 500 liter per detik diberikan kepada Balikpapan. Ini harus segera ditindaklanjuti terutama bagaimana pola pengirimannya. Karena sekarang ini Balikpapan kekurangan bahan baku air sekitar seribu liter per detik. Apalagi sekarang musim kemarau.  Air di rumah saya juga lagi ngadat.

Akmal perlu mengundang bupati dan wali kota se-Kaltim agar daerah penyangga IKN seperti Balikpapan, PPU, Paser, Samarinda, dan Kukar mendapat porsi dan perhatian yang maksimal dalam pembangunan IKN. Jangan sampai IKN-nya hebat, tapi daerah penyangga terpinggirkan.

Selama ini keterlibatan daerah penyangga terasa kurang. Sepengetahuan saya, bupati dan wali kota se-Kaltim belum pernah diajak ke IKN untuk mendapatkan penjelasan detail dan bisa menyaksikan langsung progres IKN. Malah ada yang bilang, bupati dan wali kota se-Kaltim kalah kelas dengan sejumlah artis, pesohor dan penggiat seni di antaranya Cak Lontong, Chef Arnold, rapper Saykoji  dan penyanyi dangdut Wika Salim, yang diundang secara khusus oleh Presiden Jokowi ke IKN. Mereka juga dijamu makan nasi goreng dan buah durian.

Kesimpulannya keterlibatan orang daerah masih harus ditingkatkan. Juga banyak pelaku usaha di daerah mulai kontraktor sampai pengusaha catering tak dapat tempat yang layak. Ada yang bilang gigit jari. Meski tidak besar, persoalan pertanahan juga harus mendapat perhatian.

Di tangan Akmal, yang juga “orang Pusat” kesempatan Kaltim memanfaatkan berkah IKN bisa lebih maksimal lagi. Kita yakin Akmal dengan pengalaman dan kapasitasnya bisa berbuat banyak. “Kita doakan Pak Akmal lewat IKN banyak memberi amal untuk kita,” kata seorang warga.

Akmal sendiri sepertinya sudah memahami bahwa IKN momentum baik  untuk Bangsa Indonesia termasuk Kaltim. “Mari kita menjadi bagian dari sejarah yang besar ini,” katanya mengajak warga Kaltim.

Dalam pelaksanaan APBD Kaltim tahun anggaran 2023, Akmal tinggal menuntaskan dan memonitor kegiatan yang sudah berjalan dan akan berakhir Desember nanti. Demikian juga dengan APBD 2024 sudah diputuskan Gubernur Isran dan DPRD sebesar Rp 20,67 triliun pada 25 September lalu. Akmal tinggal melaksanakan. Tapi dia masih  terlibat  dalam penyusunan dan pembahasan APBD Perubahan 2024.

Masa tugas Akmal setahun memang tidak mungkin mewujudkan semua harapan  orang Kaltim termasuk urusan IKN. Tapi karena itu sudah menjadi pesan khusus Mendagri (bisa jadi juga Presiden), maka kita tunggu “aksi heroik” Akmal, yang punya pengalaman dan kapasitas menyelaraskan kepentingan daerah dan pusat. Kita optimistis putra berdarah Padang atau Minang ini mampu berbuat hebat.

Orang Padang terkenal dengan keuletan dan kemampuan berjualan nasi padang. Itu penting bisa menjadi modal untuk menjual Kaltim tidak saja berkaitan dengan SDA-nya, tapi juga bergeser ke sektor industri dan kepariwisataan.

BERLANGSUNG MERIAH

Sementara itu acara serah terima jabatan dan pisah sambut  Isran Noor dan Hadi Mulyadi bersama Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di Plenary Hall Sempaja Samarinda, Rabu (4/10) pagi berlangsung dalam suasana  penuh kekhususan.

Isran menyebut  plenary hall itu gedung semangka. Karena bentuknya yang bulat dan warnanya yang hijau. “Ini karya Bapak Gubernur Awang Faroek, saya hanya penggantinya saja. Beri tepuk tangan untuk beliau,” katanya sambil menunjuk tempat duduk Pak Awang, yang berada di atas kursi roda.

Akmal dan istrinya, Ibu dr Yulia Zubir, M.Epid mendapat sambutan hangat dari Isran, Hadi dan semua yang hadir. “Saya nyebut Pak Akmal gubernur bukan Pj Gubernur, karena kewenangannya sama,” kata Isran.

Pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK Kaltim juga menyambut secara khusus Ibu dr Yulia yang sudah dilantik Ketua TP PKK Pusat sebagai ketua TPP PKK Kaltim. Karena Ibu Norbaiti Isran Noor meninggal dunia, dalam beberapa bulan ini tugas Ketua TPP PKK Kaltim dijalankan oleh Ibu Hj Erni Makmur, wakilnya.

Dokter Yulia selain menjadi Ketua TP PKK, juga sekaligus menyandang beberapa jabatan lain di antaranya ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karena Pj Gubernur tidak didampingi wakil, maka dia perlu merapatkan barisan dengan OPD terkait mengenai penanganan masalah stunting. Pada  Pemda yang kepala daerahnya definitif, ketua Penanganan Stunting dipercayakan kepada wakil kepala daerah.

Di sela-sela sambutannya penuh canda dan plesetan, Isran mengakui masih ada program yang belum tuntas dia lakukan bersama Hadi. Di antaranya soal pengentasan kemiskinan, meski angka di Kaltim masih di bawah nasional. Dia juga mempertegas pembelaannya kepada tenaga PPPK dan honor untuk tidak dihapuskan.

Para pegawai PPPK sempat tertawa karena diplesetkan Isran menjadi “Pegawai Pertolongan Pertama Kecelakaan.” Padahal yang benar adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. “Kan kecelakaan juga kalau sampai diberhentikan,” jelasnya.

Sayang Isran  tidak sempat mendengarkan paduan suara pejabat Pemprov Kaltim yang dipimpin Sekdaprov Sri Wahyuni karena keburu harus berangkat ke Jakarta. Salah satu lagu yang mereka nyanyikan adalah hits Koes Plus, “Andai Kau Datang Kembali.” Lagu itu seolah mengisyaratkan agar Isran dan Hadi duet kembali di Pilgub 2024. Ada juga penampilan penyanyi Tata Janeeta.

Isran akan berangkat ke London untuk meneruskan perjuangannya dalam bisnis karbon. “Doakan saya,” katanya bergegas. “I love you all,” katanya sambil melambai kepada semua undangan.

Akmal mengaku bersyukur bisa bertugas di Kaltim. “Karena saya bisa banyak belajar dengan aktor-aktor daerah terbaik seperti Pak Isran dan Hadi,” katanya.

Mengutip angka-angka keberhasilan pembangunan Kaltim yang dipaparkan Isran, Akmal mengungkapkan bahwa daerah ini menjadi salah satu daerah terbaik di Indonesia. Dia juga mengungkapkan berita terbaru yang bisa menjadi berkah Kaltim di masa depan. Yaitu penemuan cadangan gas terbaru di wilayah kerja North Ganal Kaltim oleh perusahaan minyak Eni, yang bisa dikategorikan sebagai salah satu dari 3 besar temuan eksplorasi dunia di tahun 2023.

Dalam bagian lain, Akmal meminta dukungan semua elemen masyarakat di Kaltim agar dia dan istrinya bisa menjalankan tugasnya dengan lancar.  Dia juga minta  diterima dengan baik sebagai warga baru Benua Etam. “Izinkan saya bertugas dan mengabdi di daerah ini,” katanya bijak.

Orang Minang tentu pandai bergaul. Seperti kata peribahasa lama mereka: “Di mana bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang.” Orang Minang juga pandai menjaga kebersamaan. “Duduk sehamparan, makan saedangan.” Pasti hasilnya Lamak Bana. Onde mandeeeee.

(Penulis wartawan senior Kalimantan Timur. Wali Kota Balikpapan dua periode 2011-2021)

Setelah Akmal Dilantik, Nonton Happy

October 3, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Salam keakraban Isran Noor dan Akmal Malik

SAYA sempat menyaksikan Dr Akmal Malik, MSi dilantik sebagai penjabat (Pj) gubernur Kaltim di layar televisi, Senin (2/10) kemarin. Lalu malam tadi saya nonton konser Happy Asmara di Pantai Kilang Mandiri Pertamina, Balikpapan.

Lebih lima ribu orang yang menonton. Sesak sekali. Semua mau goyang padahal malam Senin. Happy yang baru-baru ini sempat kesurupan membawakan lagu-lagu dangdut versi Jawa yang menjadi andalannya. Ada lagunya Didi Kempot “Pamer Bojo,” sampai  Nemen dan Rungkad.

Konser Happy yang digarap Irama Nusantara itu, tak ada hubungannya dengan pelantikan Akmal. Saya saja yang menghubung-hubungkan. Anggap saja itu hiburan merayakan Akmal yang kedua kalinya menjadi Pj gubernur. Sebelumnya dia juga pernah menjadi Pj gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Akmal adalah dirjen Otonomi Daerah (Otda). Dilahirkan di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada 16 Maret 1970.  Dia dilantik Mendagri Tito Karnavian bersama Dirjen Keuangan Daerah  Agus Fatoni yang menjadi Pj gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) di Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Gedung C Kemendagri Jakarta.

Hadir Menpan RB Azwar Anaz,  Isran Noor, Hadi Mulyadi dan istri, Ibu Hj Erni Makmur. Juga anggota Forkopimda Kaltim, Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud dan wakil, anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Kaltim, Sekdaprov Sri Wahyuni serta para bupati dan wali kota se-Kaltim.

Pelantikan berlangsung khidmat. Setelah Akmal, menyusul dilantik istrinya, dr Yulia Zubir, M.Epid sebagai ketua TP PKK Kaltim oleh Ketua PKK Pusat Ibu Tri Tito Karnavian. Ibu dr Yulia selama ini bekerja di Kementerian Kesehatan. Pasangan Akmal dan Yulia dikaruniai sepasang anak, putra dan putri yang sudah dewasa.

Kepada Akmal dan Agus, Tito menitipkan beberapa pesan dan tugas pembangunan yang harus diperhatikan mereka. Di antaranya penanganan masalah stunting, kemiskinan ekstrem, pemilihan presiden, pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah dan dukungan untuk suksesnya Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Saya juga berpesan kepada para Pj Gubernur bisa terus membina hubungan baik dengan para bupati dan wali kota yang ada di daerahnya demi kelancaran tugas yang diemban,” tambah Mendagri.

Akmal bersama Isran, Hadi, Forkopimda Kaltim, wakil rakyat, dan para kepala daerah

Kepada wartawan, Mendagri secara khusus berpesan kepada Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik agar melakukan kolaborasi dengan Otorita IKN sebagai bentuk dukungan Pemda terhadap IKN, selain melanjutkan program-program strategis nasional di daerah lainnya.

Akmal berjanji memerhatikan semua tugas dan pesan yang disampaikan Mendagri kepadanya. “Saya akan bertanya kepada Pak Isran, Pak Hadi, Forkopimda, para bupati dan walikota, tokoh masyarakat dan adat serta wartawan juga agar saya bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.

Akmal bertugas di Kaltim selama satu tahun sampai gubernur definitif terpilih pada akhir 2024. Dia dilantik Mendagri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Penjabat Gubernur, yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 29 September 2023.

TINGGAL DI LAMIN ETAM

Menurut informasi protokol Pemprov, rencananya Akmal dan istri mendarat di Balikpapan pada Selasa sore ini. Langsung bermalam. Baru Rabu besok menuju Samarinda untuk menghadiri acara serah terima dan pisah sambut bersama Gubernur Kaltim Dr Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi masa bakti 2018-2023 di Plenary Hall, Sempaja.

Setelah acara selesai, rencananya Akmal dan istri kembali ke Jakarta. Jika tak ada perubahan dia akan menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara untuk mendapatkan pengarahan sekaligus koordinasi dengan pemerintah pusat. Baru kemudian kembali ke Samarinda untuk memulakan tugasnya.

Lamin Etam, kediaman resmi gubernur Kaltim yang satu kompleks dengan Kantor Gubernur di Jl Gajah Mada 2, Samarinda bakal tidak sepi lagi. Akmal  dan keluarga dipastikan tinggal di sana.

Sudah lima tahun Lamin Etam kosong. Semasa bertugas menjadi gubernur, Isran Noor tak pernah tinggal di sana. Isran memilih tetap berdiam di rumah pribadinya, di Kompleks Perumahan Karpotek, Jl Adipura 21, Sungai Kunjang.

Kabarnya ada acara doa selamat dan tolak bala sebelum Akmal  datang. Biar Lamin Etam nyaman  dihuni. Rasanya saya pernah masuk sampai ke dalamnya pada masa Gubernur Suwarna AF, 25 tahun silam. Kamar utamanya lebar sehingga Gubernur beserta keluarga nyaman beristirahat dan bercengkerama dengan keluarga.

Sekalipun Akmal orang baru di Kaltim,  dalam kedudukannya sebagai dirjen Otda dia sudah sering berhubungan dengan sejumlah kepala daerah termasuk dari Kaltim. Dia juga terbilang akrab dengan Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud, yang berdarah Sulbar.

Ketika ditanya wartawan sampai namanya tembus ke DPRD Kaltim, Akmal mengatakan dia juga tidak tahu. “Tanya sama DPRD-nya dong, saya ‘kan ASN yang siap bertugas di mana saja,” katanya mengelak.

Mantan Pj Sekdaprov Dr Meiliana juga terbilang akrab dengan Akmal. Ketika dia melaksanakan resepsi pernikahan keluarganya di Jakarta beberapa waktu lalu, Akmal berkenan datang. “Saya kenal beliau sebagai pejabat yang berintegritas. Kemarin beliau menghubungi saya meminta berbagai saran menjelang bertugas di Kaltim,” kata Bu Mei. Selamat bertugas Pak Akmal. Bumi etam selalu ramah dengan pemimpinnya.(*)

Adu Strategi di Kongres XXV PWI

October 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Wiwid Marhaendra Wijaya

Atal S Depari (kiri) dan Hendry Ch Bangun (kanan)

Perhelatan Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bandung 24-26 September 2023 merupakan perwujudan demokrasi di organisasi wartawan tertua di Indonesia. Dua sahabat asal Sumatera Utara, Atal Sembiring Depari (ASD) dan Hendry Ch. Bangun (HCB) mengulang pertarungan memperebutkan Ketua Umum PWI Pusat 5 tahun lalu di Solo. Bedanya, kongres kali ini ada tambahan satu kandidat. Zulmansyah (Ketua PWI Riau) ikut meramaikan dengan menjadi salah satu calon ketua umum.

Berbagai strategi untuk mendapatkan suara terbanyak tentunya sudah dipersiapkan masing-masing kubu. Di Kubu HCB misalnya, sejak kalah pada kongres XXIV di Solo tahun 2018 terus mempertahankan basis pendukungnya dengan rutin menggelar pertemuan dan silaturahmi. Kepada pendukungnya HCB selalu menyampaikan pesan untuk terus mendukung program PWI Pusat di bawah kepemimpinan ASD hingga selesai masa baktinya.

Kubu ASD juga memiliki strategi lain. Sebagai petahana tentu memiliki data jumlah anggota di setiap provinsi. Melalui data ini dapat menjadi pedoman untuk menambah jumlah anggota di PWI Provinsi pendukung sehingga hak suara saat pemilihan bisa meningkat.

Sesuai AD/ART PWI, suara yang dimiliki masing-masing provinsi ditentukan jumlah anggota yang dimiliki. Provinsi yang memiliki anggota kurang dari 100 mendapat 1 suara. Sementara yang memiliki lebih dari 100 namun di bawah 200 anggota mendapat 2 suara. Provinsi yang memiliki jumlah anggota lebih dari 200 namun kurang dari 400 mendapat 3 suara. Sedangkan provinsi yang memiliki 4 suara adalah yang memiliki anggota lebih dari 400 namun kurang dari 600. Sementara provinsi yang memiliki anggota lebih dari 600 namun kurang dari 800 mendapat 5 hak suara.

Menjelang kongres, masing-masing kandidat tentunya sudah memiliki peta provinsi pendukung. Saya merasa beruntung mendapatkan peta dukungan dari kubu ASD dan HCB. Ini tidak lepas dari kedatangan saya di Kota Bandung lebih awal pada 20 September 2023. Lebih awal datang daripada pengurus ataupun panitia kongres.

Dari kubu HCB saya mendapat informasi dukungan sebanyak 37 suara. Ini masih diragukan karena catatan yang saya miliki baru 33 suara. Berbeda lagi dengan data yang saya peroleh dari kubu ASD. Di sini sudah memperoleh suara dukungan sebanyak 44 suara. Jumlah ini masih klaim karena ada 2 PWI Provinsi yang beririsan dengan klaim di kubu HCB. Meski demikian, dukungan suara ASD belum memasukkan suara PWI Aceh (3 suara) dan Jawa Timur (4 suara). Suara ini juga belum memasukkan PWI hasil pemekaran Provinsi Papua sebanyak 4 suara.

Tibalah saat kongres. Di sini paling mudah melihat dukungan nyata basis pendukung melalui voting. Pada voting pertama untuk menentukan hak suara hasil pemekaran provinsi Papua menghasilkan posisi 20 setuju, 18 tidak setuju dan 1 abstain. Gambarannya terlihat pendukung ASD berjumlah 18, sementara kubu HCB bergabung dengan Zulmansyah sebanyak 20 provinsi.

Pada pemilihan pimpinan sidang, semakin terlihat jumlah dukungan masing-masing provinsi. Kubu ASD berhasil meraih pimpinan sidang dengan dukungan 17 provinsi. Sementara HCB sebanyak 15 provinsi. Ini terlihat dari komposisi pimpinan sidang yang dipegang Samsir Hamajen (PWI Maluku Utara), Lutfil Hakim (PWI Jatim), Farianda Putra (PWI Sumut). Sementara kubu HCB mengandalkan Sayid Iskandarsyah (PWI Jaya), Dwikora (PWI Bali) dan Anas Syahirul (PWI Surakarta). Ada 7 PWI Provinsi yang tidak terkoordinir memberi dukungan untuk pimpinan sidang.  Saya memprediksi ini 4 PWI Provinsi pendukung Zulmansyah dan 3 PWI Provinsi hasil pemekaran Papua.

Hasil pemilihan pimpinan sidang ini membuat lega kubu ASD. Jika dihitung, maka ASD sudah memperoleh 46 suara, HCB 29 suara, Zulmansyah 10 suara ditambah 3 suara PWI hasil pemekaran Papua. Total suara adalah 88 suara.

Kepada salah satu tim HCB saya sampaikan, harapan untuk memenangkan kursi ketua umum PWI Pusat adalah melalui jalur langit. Apapun bisa berubah. Suara hati dan dukungan juga bisa berubah. Dengan doa serta hubungan emosional secara pribadi bisa mengubah. Saya yakin, iming-iming Dolar saat genting seperti ini sudah tidak berlaku lagi.

Memecah Suara

Strategi memecah suara merupakan cara yang coba digunakan masing-masing kubu. Selain itu suara dari PWI hasil pemekaran provinsi Papua juga layak diperhitungkan dan digarap sejak awal. Ini yang mungkin luput dari kubu ASD dengan puas hasil pemilihan pimpinan sidang.

Saat pemilihan putaran pertama hasil yang didapat ASD meraih 40 suara, HCB 39 suara dan Zulmansyah 9 suara. Angka ini menunjukkan ada suara hilang dari kubu  ASD dan Zulmansyah. Sementara HCB bisa mempertahankan suara PWI loyalisnya ditambah 3 suara PWI pemekaran Papua. HCB juga sukses mengambil 6 suara dari kubu ASD dan 1 dari kubu Zulmansyah. Suara tidak utuh dari satu PWI Provinsi. Melalui jalur langit, akhirnya mereka mau membagi suara untuk kubu HCB.

Saat sidang di skorsing untuk putaran kedua, ruangan kongres di ruang Ballroom El Hotel Royale Bandung sedikit berkurang. Zulmansyah bersama pendukungnya keluar ruangan menuju kamar hotel. Demikian juga yang lainnya. Mungkin untuk menghindari lobi-lobi lanjutan menjelang putaran kedua.

Saat skorsing dicabut untuk melanjutkan pemilihan di putaran kedua, tampak wajah-wajah tegang. Beberapa tokoh senior PWI juga hadir pada pemilihan putaran kedua yang dimulai dinihari. ASD juga terlihat sibuk tanpa kawalan pendukungnya. Sesaat sebelum maju ke depan, ia berhenti sejenak mendekati Zulmansyah. Entah apa yang dibicarakan. Bisa saja ada  tawaran posisi menarik untuk Ketua PWI Riau ini.

Hasil akhir pemilihan ini akhirnya menghasilkan 47 suara untuk HCB dan 41 suara untuk ASD. Suara tambahan 1 suara ini juga sudah bisa ditebak karena hanya sepakat di awal mendukung Zulmansyah.

Selamat untuk Bung Hendry Ch Bangun. Kita berharap PWI jaya dan terus berperan membangun negeri ini. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb