Nikah Bertabur Sayur dan Buah

September 15, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RESEPSI pernikahan bertabur buah dan sayur. Itu dilakukan pasangan Doris Eko Rian Desyanto, SE dengan Rahmatia, SM, MM. Mereka menggelar pernikahan dan resepsi di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome) Balikpapan, Sabtu (18/9).

Saya datang bersama rekan Zaenal Abidin, juga bareng mantan ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS) dan mantan anggota DPRD Kaltim Ir Adam Sinte, yang juga ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan. Kebetulan mempelai wanita, Tia berdarah Bugis.  Dia putri kedua dari H Muhammad Sulhan (H Rahim) dan Hj Appe. Sedang mempelai pria, Doris berdarah Jawa Madura, putra pertama keluarga Iskandar (alm) dan Ibu Riati Tunggal Dewi.

Berfoto bersama sang pengantin. Ada ABS dan Adam Sinte

Yang menarik kedua pasangan ini sama-sama anggota DPRD Balikpapan. Doris anggota Dewan dari Partai Golkar. Sedang Tia anggota Dewan dari Partai Gerindra. “Ini yang namanya koalisi permanen,” kata rekan-rekannya, yang datang bersama ketua Dewan, Alwi Al Qadri setengah bercanda.

Tidak saja anggota DPRD Balikpapan yang datang, juga sejumlah anggota DPRD Kaltim. Di antaranya mantan ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, yang sekarang menjadi ketua Komisi III DPRD Kaltim. Abdulloh  datang bersama istrinya, Hj Yuliati Endah Sari. Saya pulang duluan jadi tak sempat melihat pejabat dan tokoh lain yang hadir. Apalagi undangan sangat banyak sekali.

Ketika memasuki gedung, kedua mempelai disambut tarian paduppa. Ini memang tarian tradisional dari masyarakat Bugis-Makassar yang dipersembahkan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut tamu kehormatan.  Sang mempelai yang mengenakan baju khas Bugis itu tampak serasi melangkah perlahan sampai melambaikan tangan kepada undangan yang berdiri di sisi kiri dan kanan.

Pemandu acaranya Riri, yang saat ini sudah bermukim di Bali. Dia duet bersama Reval, protokol dari Pemkot Balikpapan. Dalam acara sebelumnya pranikah, MC Dani juga ikut memandu penuh ceria.

Setelah memberikan ucapan selamat, saya diajak Pak Adam menikmati salah satu sajian khas masyarakat Bugis yaitu sokko mandoti dan nasu likku. Saya sangat bersemangat.

Sokko Mandoti atau lengkapnya Sokko Pulu Mandoti adalah makanan tradisional khas masyarakat Massenrempulu, khususnya dari Enrekang yang terbuat dari beras ketan wangi lokal bernama Pulu Mandoti. Sedang Nasu Likku adalah ayam kampung yang dimasak dengan berbagai rempah-rempah khas, serta parutan lengkuas muda.

Pak Adam dan saya sama-sama suka ketan. Baik ketan putih maupun ketan merah.  “Pulu Mandoti adalah jenis beras ketan wangi yang hanya bisa tumbuh di daerah pegunungan Enrekang, khususnya di Desa Salukanan dan Kendenan,” kata  Ketua KKSS Balikpapan itu.

Wah saya lahap sekali menikmati sokko mandoti dengan nasu likku. Kalau tidak malu, pinginnya mau menambah. Apalagi minumnya kita diberi jus buah naga.

Sekarang ini saya dan Pak Adam sering makan sokko di Warjogz, tempat kami bermain domino atau guplah di Balikpapan Baru (BB). Terkadang juga melahap kue Taripang yang manis dan lezat. Taripang adalah kue tradisional dari Bugis yang terbuat dari adonan tepung beras ketan dan kelapa parut, kemudian digoreng dan dilapisi dengan cairan gula merah.

GUNUNGAN SAYUR DAN BUAH

Yang membuat saya senang dan takjub, suasana Dome dikemas Doris dan Tia penuh hiasan aneka sayur dan buah. Maklum orang tua Tia dikenal sebagai juragan sayur dan buah di Pasar Klandasan. Sampai ada yang bilang: “Wah, hari ini stok sayur dan buah di Pasar Klandasan bisa habis kalau melihat dekorasi di sini,” kata sejumlah undangan yang datang ke Dome tersenyum.

Di bagian pintu depan Dome, undangan disambut dengan gunungan sayur dan buah yang cukup tinggi. Saya lihat jenis sayur dan buahnya beragam. Ada lombok merah, kacang panjang, terong, wortel, pare, timun, pisang, jeruk, kentang, jagung, kol, labu merah dan putih, tomat, buah naga sampai nenas.  Semuanya segar-segar.

Gunungan  biasanya kita lihat dalam acara Grebeg Keraton Yogyakarta, yang dinarasikan sebagai simbol dari kemakmuran. Dalam satu tahun biasanya Keraton Yogyakarta menggelar tiga kali upacara grebeg yaitu Grebeg Maulud, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar.

Di akhir acara gunungan itu diperebutkan warga. Yang mendapatkan sayur atau buah itu pertanda mendapat berkah. Makanya dalam perebutan semuanya penuh keceriaan, tak ada yang marah meski tergencet dan berdesak-desakan. Makin banyak dapat buah dan sayur, makin banyak berkahnya.

Di depan panggung mempelai, juga semua dihiasi dengan sayur dan buah-buahan dari jenis yang sama. Sangat meriah dan penuh warna. Sebagian undangan mengaku takjub karena biasanya dekor pengantin penuh dengan aroma bunga bukan sayur dan buah.

Di atas meja undangan kehormatan (VIP) juga ada hiasan buah dan sayur. Ada kacang panjangnya dan terong. Dan ketika undangan pulang, cenderamatanya juga sekeranjang buah dan sayur. Semuanya yang datang sangat bahagia dan merasa dapat hadiah yang surprised.

Hanya satu jenih buah yang saya lihat tidak ada. Yaitu buah pepaya mini khas Balikpapan, yang di era saya jadi wali kota, saya patenkan sebagai “Pepaya Miba” yaitu pepaya mini Balikpapan.

Pepaya Miba sudah dikenal secara nasional bahkan mancanegara. Dikenal lebih manis dari berbagai jenis pepaya. Dulu setiap tamu yang datang, sengaja saya beri hadiah sekeranjang buah pepaya Miba. Bahkan upacara HUT Kota Balikpapan pernah bertema pepaya Miba. Buah ini juga masuk dalam daftar menu di Istana Negara Jakarta.

Salah satu petani pepaya Miba yang saya kenal adalah Pak Agus Basuki, yang tinggal di Km 12, Balikpapan Utara. Tak jauh dari Kawasan Waduk Manggar. Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sempat datang ke Kebun Agus. Dia melihat prospeknya sangat bagus jika terus dikembangkan.

Terlepas soal papaya Miba, sekali lagi saya senang datang ke perkawinan Doris dan Tia bertema sayur dan buah. Sangat baik ditradisikan. Waktu putri saya Febi menikah, salah satu mas kawinnya pohon mangga. Jika mangganya berbuah, itu tandanya cinta kasih mereka juga berbuah kebahagiaan. Selamat berbahagia  Doris dan Tia. Pasti sekarang “reses” untuk berbulan madu. Jangan lupa makan sayur dan buah. Biar tambah kuat, eh fresh, he..he.(*)

Jasa Raharja dan Satlantas Polresta Samarinda Bagikan Helm

September 3, 2025 by  
Filed under Artikel

SAMARINDA – Kepala PT Jasa Raharja Cabang Samarinda Patria Adiwibawa bersama Insan Jasa Raharja Cabang Samarinda dan Satlantas Polresta Samarinda membagikan helm kepada pengguna jalan raya khususnya kepada pengendara roda dua, Selasa(2/9/2025).

Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari keselamatan dan hari lalu lintas, sekaligus memberikan rasa aman dan juga selalu mengutamakan keselamatan lalu lintas jalan

Patria Adiwibawa menyampaikan, kegiatan ini juga untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda pentingnya mengutamakan keselamatan lalu lintas jalan.

“Kita perlu ketahui tangkat kecelakaan di Kota Samarinda sangatlah tinggi dan yang sering terjadi adalah pengendara roda 2. Jasa Raharja berkerja sama dengan Satlantas Polresta Samarinda selalu berupaya memberikan pemahaman kepada pengendara,” kata Patria.

Ia berharap adanya kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada pengendara jalan raya dan juga bisa mengurangi angka kecelakaan di Kota Samarinda. (*)

Doktor “Dokter” Rendi Ismail

August 20, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PULANG dari mengikuti peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia di IKN, Minggu, 17 Agustus 2025, saya dan Pak Zaenal Abidin langsung singgah ke Rumah Ampiek di Kompleks Balikpapan Permai (BP). Pesan istri saya, Bunda Arita ada undangan syukuran di sana.

Rumah Ampiek adalah toko batik milik Ibu Hj Syarifah Emi Alaydrus, istri Dr H Rendi Susilo Ismail, SE, SH, MH, ketua Yayasan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharwa Wirawan, yang mengelola dan membawahkan Universitas Balikpapan (Uniba).

Saya pikir acara syukuran HUT Kemerdekaan. Saya sengaja pakai kaus merah bertuliskan “Merdeka 80.” Ternyata bukan. Ini syukuran hari ulang tahun atau milad ke-62 Pak Rendi, yang persis jatuh di Hari Kemerdekaan. “Ya hari kelahiran saya persis di tanggal 17 Agustus,” katanya dengan wajah ceria.

Saya, Eddy Tarmo dan istri ikut mengucapkan selamat milad ke Rendi Ismail.

Rendi dilahirkan di Desa Gunung Rejo – Giri Mukti Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), 17 Agustus 1963. Dia anak pertama dari 3 bersaudara, buah pernikahan pasangan Ismail dan Kastiah Sucarmo. Sang ayah dari Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalsel), sedang ibunya warga transmigran asal Pemalang, Jawa Tengah.

Jadi dia ini orang “Jabar.”  Perpaduan darah Jawa dengan orang Banjar. Makanya Rendi terkadang berada di Kerukunan Orang Banjar, tetapi akrab juga di komunitas warga Jawa. Tak heran kalau terkadang dia menggelar wayangan atau kuda lumping.

Saya didaulat memberikan ucapan selamat. Saya bilang selamat milad, semoga sukses, murah rezeki dan berumur panjang. Tak lupa saya kutip kata bijak yang menarik dari penyanyi legendaris The Beatles, John Lennon. Dia bilang: “Hitunglah umurmu dengan teman bukan tahun, hitunglah hidupmu dengan senyum bukan air mata.”

Milad Rendi dirayakan oleh rektor dan para dosen di kampus Uniba

Selain itu ada doa politik dari saya. Semoga tahun 2030 nanti Rendi kembali ikut mencalonkan diri di Pilwali Balikpapan. Pada Pilwali 2024 lalu, Rendi berpasangan dengan Eddy Tarmo dari PDIP menjadi salah satu paslon. Sayang mereka belum berhasil.

Eddy dan istrinya, Hj Lia juga datang ke Rumah Ampiek. Dia mengucapkan selamat kepada Rendi. Mereka tetap kompak dan bersahabat. Tidak saja waktu Pilkada, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Eddy sebelumnya anggota DPRD Kaltim dua periode.

Sebelum ke Rumah Ampiek, Rendi berada di kampus Uniba. Di sana juga dirayakan miladnya. Ada pemotongan kue dan ucapan selamat dari Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, para dekan dan dosen serta mahasiswa. Suasana berlangsung meriah di tengah merayakan Hari Kemerdekaan.

Di Rumah Ampiek, Rendi disambut ibu-ibu. Sebagian besar dari komunitas UMKM Batik Mangrove, binaan istrinya. Batik Mangrove dan Batik Beruang Madu, dua dari 35 motif batik ciptaan Emy Alaydrus yang akrab dipanggil Umi Emi. Dulu dikembangkan bersama istri saya ketika menjadi Ketua Dekranasda Balikpapan.

Bersama Eddy, saya diajak Rendi menikmati tumpeng udang galah air tawar. Ini pertama kali saya melihat nasi tumpeng yang topping-nya udang galah. Menarik dan nyaman sekali. Saya sempat melahap tiga ekor. Udang galah  (Macrobrachium rosenbergii) adalah udang besar air tawar. Biasanya banyak dari pedalaman Mahakam terutama dari Danau Semayang dan sekitarnya. Daging udang galah semakin enak kalau dalam musim bertelur.

KADO FAKULTAS KEDOKTERAN

Mengenakan baju ala Bung Karno, Rendi tampak sangat bahagia. Salah satu kado bahagia yang dia dapat di hari ulang tahunnya adalah keberhasilan Uniba diizinkan membuka Fakultas Kedokteran. Itu memang perjuangan dia berdarah-darah. “Saya mengucapkan syukur kepada Allah, akhirnya Uniba bisa  membuka Fakultas Kedokteran,” katanya berbunga-bunga.

Rasanya perjuangan itu Rendi rintis sejak saya masih menjadi Wali Kota Balikpapan. Dia sudah melakukan berbagai persiapan dan meminta surat dukungan dari berbagai pihak. Padahal waktu itu ada moratorium di mana pemerintah menyetop sementara pembukaan Fakultas Kedokteran di berbagai perguruan tinggi.

Menurut Rendi, ada berbagai pihak yang jasanya luar biasa membantu Uniba sehingga akhirnya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) memberi izin. Salah satunya Ketua Komisi X DPR RI Dr Hetifah Syaefudian, wakil rakyat dapil Kaltim dari Golkar. “Berkat dukungan Bu Hetifah, akhirnya Mendiktisaintek menandatangani SK pembukaan Fakultas Kedokteran Uniba,” jelasnya.

Selain itu rektor Unmul, terutama dekan Fakultas Kedokteran. “Mereka juga men-support habis-habisan kepada Uniba, sehingga kita dibimbing dan dikawal dalam melakukan persiapan dan pemenuhan persyaratan,” kata Rendi.

Sekarang Fakultas Kedokteran Uniba resmi membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. Kuotanya di tahun perdana ini hanya 50 orang. Pada pendaftaran tahap pertama sudah lebih separuh yang mendaftar. Sebagian besar putra-putri daerah. “Ini kita buka pendaftaran tahap kedua,” kata Rendi.

Dalam waktu bersamaan Uniba juga tengah mempersiapkan para pengajarnya. Dia berburu ke berbagai universitas dan rumah sakit. Alhamdulillah bisa terpenuhi. Uniba juga bermitra dengan RS Inche Abdoel Moeis Samarinda sebagai rumah sakit pendidikan. “Kelak kita akan membangun rumah sakit sendiri,” kata Rendi.

Ketika dia sekolah di SMA Muhammadiyah, Rendi juga mendaftar di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Balikpapan. Barangkali itu yang menginspirasi dia sehingga punya cita-cita yang kuat mendirikan Fakultas Kedokteran ketika berada di Uniba.

Bagi orang Balikpapan, kiprah Rendi sudah lama dikenal. Di zaman Wali Kota Balikpapan Syarifuddin Yoes di tahun 1980-an, dia sudah menjadi ketua KNPI. Saya masih menjadi wartawan. Dia aktivis di berbagai organisasi. Kalau tidak salah, ada 24 organisasi dilakoninya.

Pernah menjadi ketua HMI, ketua Kadin, ketua ASPEKINDO, ketua Pencak Silat, ketua Pickleball, ketua KPU, Wakil Ketua DPD Golkar sampai Ketua Kosgoro Kaltim. Dan masih banyak lagi jabatan ketuanya.

Pengalaman hidupnya memang penuh warna. Dia merintis usaha mulai dari bawah.  Pernah jualan es kelapa, PKL sampai loper koran. Lalu menjadi direktur dan komisaris dari berbagai perusahaan. Di waktu yang sama dia juga dosen dan pengacara.

Dia sarjana ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kosgoro Situbondo dan sarjana hukum dari Universitas Abdurachman Saleh, Jember. Lalu magister hukum (S2) di Universitas Brawijaya Malang. Di kampus yang sama dia berhasil meraih gelar doktor (S3) ilmu hukum.

Melihat pengalaman dan kapasitasnya, banyak orang mendukung dia menjadi wakil rakyat atau pemimpin daerah. Rendi sudah cukup banyak berbuat. Selamat ulang tahun Pak Rendi! Perkenankan saya memanggilnya “Bapak Doktor ‘dokter’ Rendi Ismail.”(*)

Siapa Bilang IKN Mangkrak

August 19, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ISU Ibu Kota Nusantara (IKN) mangkrak terus mencuat. Ada yang bilang IKN sudah jadi kota hantu. Sepi dan mulai ditinggalkan ribuan pekerja dan para kontraktor. Karena itu sampai muncul usulan agar dijadikan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur saja. Soalnya biaya pemeliharaan bangunan yang ada mencapai Rp300 miliar.

Apa iya? Rasanya tidak. Soalnya dalam bulan Agustus ini sudah dua kali saya ke sana. Ikut dialog dan tebar benih ikan bersama 22 himpunan alumni perguruan tinggi negeri dan swasta se Kaltim serta menghadiri Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia, Minggu, 17 Agustus 2025.

Di kedatangan saya terakhir,  saya sengaja bermalam di Hotel Qubika Nusantara, hotel bintang 3 tak jauh dari Istana Garuda. Biar tahu denyut nadi IKN di waktu malam. Asyik juga menyaksikan menyaksikan Istana Garuda dan sejumlah perkantoran bertabur lampu di tengah hutan eucalyptus.

Cucu saya Jena dan Aby tanpa alas kaki bermain berlarian di jalan depan Istana. Kebetulan ibunya, putri saya, Aisyah Febria bekerja di Otorita IKN. “Mulus betul jalannya,” kata Jena kegirangan.

Saya ke IKN lewat jalan tol. Proyek infrastruktur itu memang belum selesai. Masih terus dikerjakan. Jadi tak ada tanda-tanda terhenti. Proyek sepanjang 47 km ini dikerjakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) PT Hutama Karya Persero (HK), PT Adhi Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Kalau rampung maka waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN hanya sekitar 40 sampai 45 menit. Jalan tol Balikpapan-IKN akan beroperasi penuh setelah seluruh jaringan Tol IKN Seksi 1A sampai 6C tersambung dengan target penyelesaian pada tahun 2028 yang akan datang.

Ketua APINDO Kaltim Dr Abriantinus (kiri) menghadiri Upacara 17-an di IKN.

Otorita IKN juga lagi memulai proses lelang dua proyek infrastruktur jalan di kawasan legislagtif senilai Rp982 miliar dan kawasan yudikatif senilai Rp1,94 triliun. Bersamaan itu juga dilakukan pelelangan pembangunan gedung legislatif dan yudikatif.

Pembangunan dua kawasan ini menjadi bagian penting dari pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang disyaratkan Presiden Prabowo Subianto sebelum pindah resmi ke IKN. “Presiden minta kepada Kepala Otorita IKN Pak Basuki agar diselesaikan dalam waktu 3 tahun. Jadi tetap lanjut,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi.

Dari kejauhan saya lihat pembangunan Istana Wapres terus berjalan. Proyek ini sudah ditinjau langsung oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka, akhir Mei lalu. Kepala Otorita IKN Muhammad Basuki Hadimuljono (MBH) mentargetkan Istana Wapres rampung akhir tahun ini. Jadi tahun 2026 sudah bisa ditempati Gibran. Dan Gibran sendiri menyatakan siap berkantor di IKN.

Kunjungan pertama Gibran saat itu langsung mendarat di Bandara Nusantara. Ayahnya, Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendarati bandara tersebut dengan menggunakan pesawat kepresidenan RJ-85 pada 24 September 2024.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa, pembangunan tahap I Bandara Nusantara sudah selesai. Akan dilanjutkan lagi tahap II hingga 2027.

Berbagai fasilitas utama sudah bisa difungsikan. Mulai landasan hubung (taxiway), landasan pacu (runway), apron sampai terminal VIP dan VVIP. “Kami pastikan bandara ini sudah laik operasional,” kata Lukman.

Bandara Nusantara memiliki luas 621 hektare terletak 23 km dari Titik Nol IKN. Bisa melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A380. Juga mampu melayani 1,6 juta penumpang per tahun.

Gibran juga sempat meninjau sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berjalan. Selain Istana Wapres, dia juga meninjau proyek Jalan Tol Segmen 5B, RS Abdi Waluyo, pembangunan kampus Universitas Gunadarma, rumah susun ASN 1 serta pembangunan Masjid Negara dan Basilika. Progresnya rata-rata di atas 50 persen. “Jangan ada yang terlambat,” katanya berpesan kepada MBH.

Basuki dengan tegas membantah proyek IKN mangkrak atau tersendat. “Lihat saja semua berjalan sesuai rencana,” katanya terakhir kepada pengurus Himpuni. Bahkan pemerintah, jelasnya, sudah menyiapkan anggaran Rp48,8 triliun untuk tahap pembangunan berikutnya hingga 2028.

Untuk tahun 2026, pagu indikatif IKN mencapai Rp5,5 triliun dengan usulan tambahan Rp16,13 triliun dari APBN. Mulai 2025 semua proyek IKN langsung ditangani oleh Otorita IKN bukan kementerian teknis lagi.

Saat ini, pembangunan IKN telah menghabiskan dana sekitar Rp151 triliun, terdiri Rp89 triliun dari APBN dan Rp58,41 triliun investasi swasta. Total investasi IKN diperkirakan mencapai Rp460 triliun, yang sebagian besar diharapkan dari swasta.

Basuki juga memastikan kepindahan ASN yang sudah beberapa kali tertunda. “Kementerian PANRB telah merancang pemindahan aparatur sipil negara (ASN) dari 15 kementerian ke IKN dalam waktu dekat ini,” jelasnya. Sementara itu 1.170 karyawan Otorita IKN sekarang sudah tinggal di sana.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim Dr Abriantinus juga memastikan pembangunan IKN terus berjalan. “Apa yang saya saksikan IKN tidak ada yang mangkrak. IKN harga mati bagi rakyat Kaltim,” kata dia, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh Dayak di Kalimantan.

JARANG GROUNDBREAKING

Isu tersendatnya IKN seakan sejalan dengan sikap Presiden Prabowo yang sejak dilantik 20 Oktober 2024 belum pernah meninjau secara langsung IKN di Sepaku. Bahkan dalam pidato kenegaraan juga tak disinggung secara khusus, meski Mensesneg sudah menegaskan bahwa IKN tetap lanjut atas perintah Presiden.

Karena Prabowo belum pernah datang, maka hampir tak ada kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan proyek baru di IKN. “Ya kalau hal itu memang terasa,” kata sejumlah pekerja di IKN.

Era Presiden Jokowi, hampir tiap bulan ada kegiatan di IKN. Karena itu suasana IKN terasa semarak dan sibuk terus. Seakan-akan IKN sudah resmi menjadi ibu kota negara meski Kepres-nya belum ditandatangani. Jokowi sendiri sempat bermalam di Istana Garuda.

Diakui ada sejumlah kegiatan usaha di Kaltim terutama di Balikpapan yang terpukul. Di antaranya perhotelan, penyewaan kendaraan, catering dan rumah makan serta penyelenggara kegiatan atau Event Organizer (EO). “Biasanya kami kewalahan melayani tamu-tamu dari IKN, sekarang ini agak berkurang,” kata Ketua Persatuan Hotel (PHRI) Balikpapan, Sugianto yang juga Direktur Hotel Platinum.

Meski berkurang, Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti yang juga bergerak di bidang EO dengan bendera Lexa Event  tetap bersyukur karena masih mendapat pekerjaan di IKN. “Alhamudulillah kami masih dipercaya mempersiapkan pelaksanaan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan di IKN terutama menangani konsernya Addie MS bersama Twilite Orchestra,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh TRIAD Event Balikpapan yang dikomandani Rizal, Indra dan Adi. Mereka diajak kerjasama oleh Malika Media Kreatif, pemenang vendor dari Jakarta.  “Kami senang dipercaya Otorita IKN melalui Malika Media ikut mempersiapkan perayaan 17-an di IKN mulai di lapangan upacara sampai Pesta Rakyat. Kami senang banyak belajar dan mendapat pengarahan dari Pak Bas yang hebat,” kata Rizal, yang juga Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Hipmi, pengurus KNPI dan Pemuda Pancasila Balikpapan.

Berkaitan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Gubernur Kaltim Haji Rudy Ma’ud (HARUM) menyatakan bahwa Kaltim kini berada di garis depan sejarah bangsa karena siap menyongsong kehadiran IKN sebagai pusat pemerintahan baru Republik Indonesia.

“Kami manargetkan Kaltim menjadi etalase Indonesia pada 2028 jika tak ada aral melintang. Jadi tak ada pilihan lain kecuali menyiapkan generasi emas yang cerdas, sehat dan berdaya saing,” begitu katanya dalam siaran pers yang beredar, Senin (18/8).

Di sela mengikuti acara di IKN, saya sempat makan ikan patin pindang di restoran Kampung Kecil sebelah Hotel Qubika. Sayang tak sempat menikmati kopi liberika, kopi lokal yang baru diperkenalkan Pak Bas pada gelaran Nusantara Liberica Coffee Exhibition di Sentra Massa IKN, Sabtu (9/8) lalu.

“Liberika ini sangat soft medium. Mengangkat pamor liberika dari pasar yang didominasi arabika dan robusta,” katanya sambil menghirup secangkir liberika. Ada pepatah kopi buat mereka yang memandang miring dan buru-buru tentang IKN. “Jangan buru-buru, kopi saja perlu waktu untuk sempurna.”(*)

“Harga Mati” Upacara di IKN

August 18, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA ikut upacara 17-an di Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (17/8). Ini yang kedua kalinya setelah upacara yang sama digelar tahun lalu. Hanya saja suasana upacaranya agak berbeda. Tidak semegah seperti 17 Agustus 2024.

Waktu itu upacara nasional memang dipusatkan di IKN. Pertama kali tidak di Jakarta. Presiden ke-7 Jokowi langsung bertindak sebagai inspektur upacara. Semua pemimpin lembaga negara diboyong. Paskibrakanya juga gabungan dari siswa teladan se-Indonesia. Semua tertuju ke IKN.

Tahun ini Upacara Detik-Detik Proklamasi kembali ke Istana Merdeka Jakarta. Presiden Prabowo Subianto yang memimpin. Wapres Gibran Rakabuming Raka juga di sana. Sedang di IKN, upacara dipimpin Kepala Otorita IKN Muhammad Basuki Hadimuljono (MBH), mantan menteri PUPR pada era Jokowi.

Spanduk besar Presiden Prabowo Subianto di upacara HUT ke-80 Kemerdekaan di IKN

Tapi saya tetap hadir di IKN. Ada sekitar 3.000  warga Kaltim terutama warga sekitar IKN yang diundang. Ada juga beberapa

tokoh masyarakat, ketua adat, dan sultan. Tapi Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin tidak terlihat. Tahun lalu sultan Kutai itu mengaku tak menerima undangan, meski Presiden Jokowi waktu itu mengenakan busana adat Kesultanan Kutai.

Bagi orang Kaltim IKN sudah harga mati. Jadi upacara 17-an di IKN tahun ini dianggap sama kelasnya seperti di Jakarta. Sebab UU No 3 Tahun 2022 yang sudah diubah dengan UU No 21 Tahun 2023 menetapkan ibu kota negara adalah IKN, meski Keppresnya belum ditandatangani Prabowo.

Bersama pelawak Parto Patrio mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan di IKN

Agar tidak terburu-buru, saya dan rekan Zaenal Abidin bermalam di Hotel Qubika Nusantara. Sekalian mau mencoba menginap di IKN. Hotel bintang 3 dengan kapasitas 200 kamar ini agak unik. Soalnya dibangun dari kontainer bekas yang disusun-susun ke atas. Investasinya Rp100 miliar dan pertama kali ditempati dan diresmikan pada 17 Agustus tahun lalu.

Ternyata enak juga tidur di Qubika. Berada di dalamnya kita tidak merasa itu bekas peti kontainer. Petugasnya juga ramah dan menarik. “Saya pindahan dari Balikpapan,” kata Alfian. Hanya saja tarifnya mendadak melonjak. Hari biasa sekitar Rp700 ribu per malam. Hari besar yang ramai naik dua kali lipat.

Saya sempat bertemu Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Agus Rubiyanto. Ternyata mereka juga menginap di Qubika. Kami sempat sarapan sama-sama. Sama-sama dukung IKN. Saya juga sempat bertemu pelawak Parto Patrio. Dia bersemangat mengikuti upacara di IKN. “Kehormatan bisa diundang ke sini,” katanya bersemangat.

Di samping hotel ada Kampung Kecil. Itu semacam restoran. Masakannya cukup enak. Ada pindang patin dan bebek bakar. Hanya saja porsinya besar-besar. Pesan ayam harus satu ekor. Tidak ada yang potongan. Dan bayar di depan.

Upacara di IKN digelar di Lapangan Plaza Seremoni. Kalau tahun lalu langsung di lapangan utama yang persis di depan Istana Garuda. Basuki yang mengenakan rompi dan kopiah manik suku Dayak tampil sebagai inspektur upacara.

Sedang yang bertugas sebagai pengibar bendera adalah 38 purna Paskibraka dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun lalu. Bertindak sebagai komandan upacara Kol CPM Joni Kuswaryanto dan perwira upacara Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaaan Masyarakat Alimuddin.

Upacara diawali dengan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih diiringi

lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana khidmat dan menegangkan ketika personel Paskibraka mengerek bendera di tiangnys. BMH dan undangan memberi aplaus selesai penaikan bendera yang berlangsung lancar.

Selanjutnya pembacaan teks Pancasila oleh Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Mia Amalia, pembacan Pembukaan UUD 1945 oleh Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Thomas Umbu Pati serta teks Proklamasi oleh anggota DPD RI Dapil Kaltim Yulianus Henock Sumual. Ditutup dengan pembacaan doa dipimpin Ketua MUI PPU KH Abu Hasan Mubarak.

Begitu upacara selesai, masyarakat berebut berfoto di lapangan. Kepala Otorita BMH jadi rebutan untuk selfie karena tak ada pejabat tinggi lain dari Jakarta. Sorenya di tempat yang sama BMH kembali memimpin upacara penurunan bendera.

Malam tadi digelar Pesta Rakyat dengan menampilkan band Padi Reborn. Basuki yang memang hobi bermain musik juga ikut tampil bersama Padi. Dia memang piawai menggebuk drum. Ada juga tampil Twilite Orchestra dipimpin musisi dan komponis terkenal Addie MS.

Selain itu ada juga berbagai atraksi budaya dan hiburan rakyat. Di situ juga digelar kios-kios UMKM yang menjajakan berbagai aneka kuliner serta beragam cenderamata.

IKN TETAP LANJUT

Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia di IKN digelar selama 3 hari.  Diawali dengan aksi penanaman pohon secara massal oleh keluarga besar pegawai Otorita IKN pada 15 Agustus lalu. Ada seribu orang lebih yang terlibat. “Penanaman wajib hukumnya di IKN sebagai bukti ini kota berkelanjutan yang hijau dan sejuk,” kata Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Dr Myrna A Safitri.

Selanjutnya pada Jumat tengah malam, 16 Agustus digelar Renungan Suci di Taman Kusuma Bangsa. Twilite Orchestra dan paduan suara yang dipimpin Addie MS juga tampil di sini.

Taman Kusuma Bangsa berada di Bukit Bendera di depan Istana Garuda dan Plaza Seremoni. Di situ ada patung pendiri bangsa, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Puncak peringatan tentu saja pada Minggu kemarin, 17 Agustus 2025 ditandai dengan penaikan dan penurunan bendera sampai malamnya ditutup dengan Pesta Rakyat yang meriah. Basuki sempat bikin kuis dengan berbagai hadiah menarik. Dia sempat tanya arti Nusantara dan perancang Istana Garuda.

“Perayaan HUT ke-80 RI di IKN ini menjadi wujud nyata semangat ‘Kota Dunia untuk Semua’ – sebuah kota yang dibangun untuk seluruh rakyat Indonesia, dimiliki bersama dan dirayakan bersama,” kata Basuki sebelumnya.

Sementara itu, dalam pidato kenegaraan dan penyampaian Rancangan APBN 2026 pada Jumat (15/8) lalu, Presiden Prabowo hanya sekali menyinggung soal IKN. Dia menyinggung soal IKN ketika menyebut peran presiden ke-7 Joko Widodo. “Beliau merintis pembangunan Ibukota Negara Nusantara,” katanya begitu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan kepada wartawan menyebutkan,  dalam RAPBN 2026 ada anggaran Rp6,3 triliun untuk pembangunan IKN. Sementara Basuki mengusulkan tambahan sebesar Rp16,13 triliun.

Dalam keterangan terpisah di Gedung DPR, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono untuk menyelesaikan pembangunan IKN dalam waktu 3 tahun.

“Tak ada masalah. IKN lanjut, IKN lanjut sebagaimana sudah diputuskan Bapak Presiden bahwa pembangunan IKN tetap dilanjutkan dan diminta Kepala Otorita IKN, dalam hal ini Bapak Basuki, diberi target dalam 3 tahun ke depan,” kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan.

Menurutnya, Otorita IKN harus menyelesaikan seluruh perangkat yang dibutuhkan berkaitan dengan kepentingan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. “Penyelesaian seluruh perangkat yang dibutuhkan menjadi syarat kita akan pindah,” tandasnya.

Sebelum pulang ke Balikpapan, saya dan Pak Zen makan dulu di warung seafood Ko Acang. Saya dimasakin palumara kepala kakap, cumi tepung dan udang. “Sekarang agak sepi  tidak seperti di zaman Pak Jokowi dulu yang ramai banget. Mudah-mudahan Pak Prabowo mau datang, biar ramai lagi yang makan,” katanya penuh harap.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb