“One Piece” Bunuh Anak Istri

August 13, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ONE PIECE bikin geger. Tidak saja mengusik  suasana khidmat menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan, tapi juga sudah menelan korban jiwa. Gara-gara dir

Kampung Punan Mahakam saat dilanda banjir

dengan sebilah parang di tangan. Dia membantai sang istri, NO (32) yang sedang hamil 6 bulan. Juga kedua anaknya yang masih kecil, NJ (5) dan NS (4). Ketiganya tewas bersimbah darah.

“Ya ampun, setan apa yang merasuki Julius sampai tega melakukan hal sesadis itu?” tanya warga sekitarnya dalam suasana geram dan tak habis pikir.

Adalah Pilipus, ayah Julius orang pertama yang mengetahui kejadian ini. Dia tinggal bersebelahan rumah. Hanya disekat dengan dinding kayu. Ketika dia mendengar ada suara benturan keras dari rumah anaknya, dia langsung datang. Pilipus kaget dan berteriak meminta tolong tetangga melihat NO, NJ, dan NS tergeletak bersimbah darah.

Tri Bowo, salah seorang tetangga yang duluan datang langsung mengamankan Julius. Ayah muda itu tidak melarikan diri. Hanya terduduk dengan wajah dingin. Tetangga lain berupaya menyelamatkan nyawa korban, sayangnya tak ada yang tertolong.

NJ tewas di lokasi, sedang sang ibu, NO mengembuskan napas terakhir saat dibawa ke RSUD Abdul Rivai, Tanjung Redeb. Si bungsu NS juga meninggal dalam perjalanan ketika dilarikan ke Puskesmas Tepian Buah.

Pemakaman ketiga korban diliputi suasana duka mendalam. Tidak saja sanak keluarga yang meratapi, tapi juga sejumlah ibu-ibu lainnya yang ikut mengantar. NO, NJ, dan NS dikebumikan dalam satu liang lahat.

“Saya sangat terpukul dan sedih. Saya kehilangan segala-galanya. Kehilangan anak, cucu, dan menantu. Saya  tidak mengerti apa yang terjadi pada Julius sampai dia setega itu melakukan perbuatan sadis kepada darah dagingnya sendiri,” kata Pilipus terduduk lunglai.

Camat Segah, Noor Alam sempat datang ke lokasi dan menengok keluarga dan korban. Dia merasakan kesedihan dan kegeraman masyarakat setempat. “Pelaku harus dihukum berat, kalau perlu dihukum mati. Hewan saja tidak sekejam itu,” katanya mewakili aspirasi masyarakat.

Menurut Pilipus, selama ini suasana kehidupan keluarga anaknya baik-baik saja. Tak pernah terjadi cekcok berat. Tak pernah juga Julius melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tindakan mengarah ke perbuatan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolsek Segah, Iptu Lisinius Pinem. Hasil penyelidikan timnya tidak menemukan indikasi adanya KDRT di keluarga Julius. “Dari pengakuan sang mertua, suasana rumah tangga mereka biasa-biasa saja. Tidak ada indikasi KDRT,” jelasnya.

DISURUH “ONE PIECE”

Ketika dibawa dari kampung menuju Polres Tanjung Redeb dengan tangan diborgol, bicara Julius terkesan ngelantur tapi juga mengagetkan. “Tidak jelas omongannya, terkesan ngelantur,” kata Kapolsek.

Dalam rekaman percakapan Julius dengan petugas sepanjang perjalanan ke Polres Tanjung Redeb, ada hal yang rada aneh. Karena Julius terus menyebut-nyebut “One Piece.”

“Saya tidak memiliki syarat dalam kehidupan One Piece. Saya dimarahi One Piece. Iya saya bunuh anak dan istri karena One Piece,” begitu ucapnya kepada petugas seperti diberitakan TribunKaltim.

Ketika ditanya lagi apa itu One Piece, Julius menjawab seenaknya. “Memang tak boleh One Piece. Saya akui memang tak boleh One Piece. Kalau saya tidak memenuhi maunya One Piece, ya seperti saya memberikan minuman di botol, akan habis,” kata Julius  seenaknya.

Apa hubungan One Piece dengan perilaku Julius yang tiba-tiba beringas? Sejauh ini polisi belum bisa mengungkapkan dan menyimpulkannya.

Julius sendiri sekarang ini masih diobservasi oleh tim dokter di RSUD Abdul Rivai. Dibutuhkan waktu seminggu untuk memastikan apakah kejiwaannya baik-baik saja atau sebaliknya. “Tapi hasil pemeriksaan awal, tidak ada indikasi gangguan jiwa,” kata Kasi Humas Polres Berau AKP Ngatijan.

Saya rada  kaget kok “roh” One Piece bisa merasuki warga yang hidup di pedalaman. Padahal soal One Piece hebohnya di perkotaan menyusul dengan adanya bendera One Piece yang dikibarkan sejumlah anggota masyarakat bersama Merah Putih menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bendera One Piece berbentuk bendera hitam dengan logo tengkorak bernama Jolly Roger dengan mengambil referensi dari bendera kru Bajak Laut Topi Jerami di anime One Piece.

Para pengibar bendera One Piece menggambarkan sebagai simbol solidaritas dan perlawanan tanpa kekerasan demi Indonesia yang lebih maju. Ada yang memaknai biasa saja, ada yang menolak dan bahkan terkesan melarang pengibaran bendera tersebut saat merayakan Hari Kemerdekaan sekarang.

One Piece adalah sebuah seri manga (komik) Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Eiichiro Oda, seorang mangka (artis manga) Jepang terkenal dengan gaya gambarnya yang unik. Manga ini telah diadaptasi menjadi serial anime (animasi Jepang), film dan berbagai jenis merchandise.

Cerita One Piece mengisahkan petualangan Monkey D Luffy, seorang anak laki-laki yang memiliki kemampuan tubuh elastis seperti karet setelah memakan Buah Iblis. Ini cerita epik, di mana Monkey dan kru bajak lautnya berkelana penuh petualangan.

One Piece telah menjadi salah satu manga terlaris sepanjang sejarah dengan lebih dari 400 juta kopi terjual di seluruh dunia. Memecahkan rekor penjualan tercepat dan cetakan pertama terbanyak.

Saya agak kaget kalau “wabah” One Piece sampai merasuki warga pedalaman. Kampung atau Desa Punan Mahakam itu jaraknya sekitar 40 sampai 50 km dari Tepian Buah, ibu kota Kecamatan Segah. Ditempuh 1,5 sampai 2 jam dengan kendaraan darat melalui jalur perkebunan.

Tepian Buah sendiri lokasinya sekitar 80 km dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Ditempuh sekitar 4 jam tergantung kondisi jalan dan kendaraan. Kecamatan Segah berpenduduk sekitar 18 ribu jiwa.

Beberapa waktu lalu sejumlah desa di Segah dilanda banjir termasuk Punan Mahakam. Saat ini warga di sana banjir air mata meratapi tragedi pilu keluarga Pilipus. Sesuatu yang sangat memprihatinkan dan menjadi perenungan kita semua.(*)

Warung Gibran dan Tahajud untuk Prabowo

August 11, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HARI Minggu (10/8) kemarin saya kembali mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Lewat jalan tol. Saya ikut bergabung dalam acara Tebar Ikan dan Dialog HIimpunan Alumni Perguruan Tinggi (Himpuni) negeri dan swasta di Kaltim bersama Otorita IKN.

Kedai Gibran’s di rest area dekat lokasi IKN Sepaku

Acara ini difasilitasi oleh Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Dr Myrna A Safitri. Kebetulan dia orang Kaltim kelahiran Samarinda. Sedang dari Himpuni dikomandani oleh Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Isradi Zainal. Dia anggota dan pengurus beberapa ikatan alumni (IKA). Maklum gelarnya lumayan banyak. Ya dari Unhas, Unmul, UI, dan lainnya.

Setidaknya ada 22 IKA anggota Himpuni yang terlibat. Mulai IKA Universitas Mulawarman (Unmul), IKA Unhas, IKA Gajah Mada (Kagama), IKA UI (Iluni), IKA Uniba, IKA Brawijaya, IKA IPB, IKA ITK, IKA Unpad, IKA Unair, IKA UPN,  IKA ITB, IKA UII, IKA Undip, IKA ITS, IKA Airlangga, IKA Untag, IKA UNU, IKA Widya Gama, IKA UNISI sampai IKA Universitas Karta Negara (Unikarta).

Saya anggota IKA Unmul. Sejak setahun lalu dipercaya sebagai ketua IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Banyak kepala daerah sekarang alumni FEB Unmul. Termasuk tiga bersaudara Bani Mas’ud yang meraih gelar doktor (S3). Yaitu Gubernur H Rudy Mas’ud, Ketua DPRD Kaltim H Hasanuddin Mas’ud, dan Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud.

Ketua IKA Unmul saat ini adalah Dr Isran Noor, Gubernur Kaltim 2018-2023. Tidak kurang 50 anggotanya yang berangkat ke IKN. Dipimpin Dr Hj Meiliana, mantan Pj Sekdaprov Kaltim. “Pak Isran lagi berada di Jakarta,” jelasnya.

Pada era Isran, IKN dibangun. Dia ikut berjuang dan meyakinkan Presiden Jokowi kalau Kaltim sangat tepat dijadikan lokasi IKN. Karena itu dia salah seorang pembela berat IKN. “Pendek umurnya yang menentang IKN,” itu pernah diucapkannya.

Sebelum masuk ke IKN, saya singgah dulu di rest area. Di situ ada warung UMKM warga setempat. Saya sempat makan soto. Di tempat itu juga ada petugas Otorita IKN yang melayani pendaftaran  warga atau pelancong yang ingin masuk ke lokasi IKN. Dari sini semua tamu pindah ke bus listrik. Semua kendaraan berbahan bakar fosil tak bisa berkeliaran di jalan-jalan utama IKN.

Yang menarik di rest area ada satu kios bernama: “Kedai Gibran’s.” Mengingatkanpada nama wapres kita, Gibran Rakabuming Raka. Saya beli minuman kopi di situ. Saya tanya kenapa diberi nama Kedai Gibran’s. “Itu nama anak pemiliknya,” kata yang jaga.

Masuk ke IKN terasa lebih hijau. Ribuan pohon yang ditanam  sudah mulai berdaun rindang. Pembangunan IKN tahap I sudah selesai. Menghabiskan dana APBN sekitar Rp130 triliun. Sekarang sudah memasuki tahap II.

Selain penyelesaian beberapa proyek infrastruktur seperti jalan tol, Istana Wapres, Masjid Nusantara dan Basilika, juga dimulakannya pembangunan beberapa gedung legislatif dan yudikatif. Saya lihat gedung Bank Indonesia (BI) yang berbentuk burung garuda dengan sentuhan futuristik sudah rampung.

EMBUNGNYA BASUKI

Acara tebar benih ikan dipusatkan di embung MBH. Tak jauh dari Istana Nusantara. Kepala Otorita IKN Muhammad Basuki Hadimuljono sempat membuat kuis berhadiah Rp100 ribu. Dia tanya apa itu MBH? Ternyata itu singkatan dari namanya.

Embung MBH adalah salah satu dari puluhan embung di IKN untuk penampungan air hujan dan pengendalian banjir. Mampu menampung 66 ribu  meter kubik air. Cukup luas dan bersih airnya. Ada tanaman bunga teratai yang indah dan sekelompok keluarga angsa berkeliaran di sana.

Ramai-ramai menebar benih ikan lele di Embung MBH IKN

Beberapa fasilitas juga tersedia. Di antaranya pedestrian,  jogging track, dan amfiteater. Mungkin panggungnya perlu ditambah dan dibuat rada besar.  Biar kalau ada acara bisa lebih nyaman. Tapi saya senang Otorita menyediakan jajanan pasar sebelum menebar ikan. Di antaranya jagung dan singkong. Ada juga ketan dan apam, wadai banjar kesukaan saya.

Benih ikan yang ditebar kemarin adalah ikan lele atau ikan keli (Clariidae) sebanyak 1 ton. Jenis ikan tawar yang mudah dipelihara. Saya suka kalau dimasak jadi pecel lele. Apalagi kalau digoreng sampai kering. Saudara ikan lele, ada yang disebut “penang.” Dagingnya agak kuning dan keras. Di masa kecil saya sering memancing ikan lele di jalur pipa Pertamina di Samboja.

Setelah menebar ikan baru berlangsung dialog yang digelar di auditorium Kemenko 1 KIPP IKN. Basuki yang akrab dipanggil Pak Bas tampil mengenakan kaus Kagama. Maklum dia adalah ketua umum Kagama sekarang menggantikan Ganjar Pranowo.

Pak Bas didampingi sejumlah pejabat pratama atau para deputi di antaranya Alimuddin (Deputi Bidang Sosial Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat). Alimuddin tadinya pejabat di Pemkab PPU. Dia bersama Myrna wakil dari Kaltim.

Selain itu ada Mia Amalia (Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan), Danis Hidayat Sumadilaga (Plt Deputi Sarana Prasarana),  Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi (Deputi Pengendalian Pembangunan) serta Kepala Sekretariat Bimo Adi Nursanthyasto.

Ada ketua alumni yang tanya ke Pak Bas dari sejumlah anak-anak muda yang menemani mereka, kok semuanya dari luar daerah? Pak Bas langsung meluruskan. Sebab, dari 574 CPNS Otorita IKN, 30 persen afirmasi buat Kaltim. Termasuk putri saya, Aisyah Febria.

Saya ikut bertanya kepada Pak Bas. Diawali dengan berpantun. Saya bilang: Jus selasih di minum pagi-pagi, terima kasih saya sampaikan kepada Pak Basuki, mau tinggal dan mengabdi di IKN meski tak jadi menteri lagi, biar kelak berada di taman surgawi, sebab bagi orang Kaltim IKN itu harga mati.”

Saya ingin menegaskan meski ada yang memberi alternatif IKN jadi ibu kota Provinsi Kaltim, tapi bagi orang Kaltim sendiri IKN adalah Ibu Kota Nusantara pengganti Jakarta. Itu sudah harga mati.

Kepada Pak Bas, saya minta disampaikan kepada Presiden Prabowo agar berkenan kiranya berkunjung ke lokasi IKN. Sebab sejak dia dilantik 20 Oktober 2024, Prabowo belum pernah datang. Selain itu memohon kepada Presiden agar jabatan Wakil Kepala Otorita IKN yang lowong diisi oleh putra daerah terbaik dan profesional.

Yang menarik jawaban Pak Bas soal komitmen kepada IKN. Dia yakin dari Presiden Prabowo tak ada yang berubah. Prabowo sesuai janjinya akan berkantor di IKN tahun 2028 atau 2029. Prabowo juga menegaskan keberlanjutan IKN di forum internasional G20. “Saya salat tahajud untuk kedatangan Bapak Presiden,” katanya halus.

Berkaitan dengan wilayah Kecamatan Sepaku, saya menyinggung dampak pembangunan IKN kepada warga sekitarnya. Juga “menagih” janji Pak Bas kala menjadi menteri PUPR agar 500 liter per detik air dari Waduk Sepaku dikirim ke Balikpapan.

Menjawab pertanyaan saya, saya kaget Pak Bas masih memanggil saya “Pak Wali.” Rupanya dia masih ingat saya Wali Kota Balikpapan. Dia menegaskan komitmen air untuk Balikpapan tetap dilaksanakan. Malah jumlahnya bukan 500 liter per detik tapi seribu. “Hanya mekanismenya lewat investor atau pihak ketiga,” jelasnya.

Soal dampak pembangunan IKN untuk warga sekitarnya, dia menyinggung tentang rencana revitalisasi Pasar Sepaku yang sehat dan modern. “Itu bukan top-down, melainkan hasil diskusi dari bawah (bottom-up) dan para pedagang,” jelasnya.

Pulang dari IKN semua ketua alumni diberi bingkisan bibit pohon jambu dari Pak Bas dan para deputi. “Tanam di mana saja, di kampus, di rumah, di jalan di mana saja. Jangan tidak karena bermanfaat untuk lingkungan,” tandasnya.

Saya banyak disapa dan diajak foto bersama oleh sejumlah alumni. Ada Pak Yusuf, mantan Kadis Perindustrian Balikpapan yang alumni Unhas. Ada Ayu Fetriana Rosati, putri almarhum Prof Sarosa Hamongpranoto. Ada M Ichsan Haris, dosen Fakultas Pertanian Unmul. “Saya senang baca tulisan Bapak,” kata mereka. Rupanya mereka baca juga. Terima kasih kata saya penuh sukacita. Meski saya “Bukan Wali Kota Lagi.”(*)

Ketika 300 Mahasiswa Unmul Tumbang

August 8, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kemarin ke kampus Universitas Mulawarman (Unmul) Gunung Kelua Samarinda. Tujuannya memenuhi undangan Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2025.

Sebagai Ketua Ikatan Alumni FEB saya diminta menyemangati dan memotivasi sekitar 800 mahasiswa baru (maba) FEB. Saya datang bersama pengurus lain Dian Novitasari dan Dr Meiliana, mantan Ketua IKA sebelum saya, yang juga pengurus IKA Unmul.

Empat mahasiswa baru mewakili program studi (prodi) Manajemen, Akutansi, Ekonomi Syariah dan Ekonomi Pembangunan sempat bertanya kenapa dulu saya masuk ke Fakultas Ekonomi.

Saya dan Dr Meiliana menerima penghargaan di depan maba FEB Unmul

Saya bilang ilmu ekonomi sangat penting dan terus berkembang. Boleh dibilang pembangunan ekonomi menjadi jantung sukses tidaknya suatu bangsa atau negara untuk mencapai kesejahteraan. Karena itu saya memilih masuk ke Fakultas Ekonomi. Saat ini ada satu juta orang mahasiswa FEB di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Kepada maba saya minta mereka menjadi anak-anak ekonomi yang cerdas, hemat dan kritis. Tidak merokok dan narkoba serta tidak juga main judi online. Juga jangan ikut-ikutan main tambang liar. Sumber daya alam Kaltim harus dijaga. Kaltim adalah provinsi pertama di Indonesia yang menerima dana karbon karena keberhasilan menjaga hutan.

Meiliana meminta mahasiswa baru FEB harus rajin belajar dan punya disiplin yang tinggi. “Hanya dengan disiplin kita bisa sukses,” tandasnya. Mei memang punya karier yang sukses di pemerintahan. Pernah menjadi Pj Sekdaprov dan Pj Wali Kota Samarinda. “Malah pernah menjadi Plt Gubernur Kaltim meski hanya dua hari,” tambahnya.

Sebanyak 800 mahasiswa baru FEB duduk mendengarkan pengarahan

Wajah 800 Maba FEB saya lihat cerah dan penuh semangat. Tapi dua hari sebelumnya mereka sempat teler bersama teman-temanya dari fakultas lain ketika mengikuti pembukaan PKKMB di GOR 27 September Kampus Unmul Gunung Kelua.

Total maba Unmul 2025 mencapai 6 ribu orang lebih. Banyak sekali. Mereka sesak-sesakan di gedung pertemuan tersebut. Akibatnya banyak yang bertumbangan alias semaput.

Dari data yang beredar disebutkan ada 311 orang mahasiswa baru yang jatuh pingsan di acara tersebut. Itu tidak sedikit. Sekitar 5 persen dari total mahasiswa baru.

Dapat dibayangkan kehebohan dan kepanikan yang terjadi pada saat itu. Tidak gampang petugas kesehatan melakukan evakuasi dan penanganan korban. Sebanyak 100 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih intensif. Sisanya  ditangani di tenda medis darurat.

Syukur tak sampai jatuh korban jiwa sampai meninggal dunia. Kalau tidak masalahnya jadi panjang dan penuh konsekwensi hukum.

Apa sesungguhnya yang terjadi? Sepertinya para mahasiswa baru tersebut kelelahan dan dehidrasi. Kondisi GOR tidak memenuhi syarat. Sesak dan panas. AC-nya tidak berfungsi maksimal. Acaranya cukup panjang, maka dapat dibayangkan apa yang terjadi pada ribuan mahasiswa baru tersebut.

Dokumentasi mahasiswa baru Unmul yang jatuh pingsan.

“Kami kelelahan dan kepanasan pak,” aku seorang maba dengan wajah berkeringat. “Bapak kan tahu sebagian kami berangkat ke kampus tak sempat sarapan, jadi yang ambruk berada di tempat seperti ini,” kata maba yang lain.

Acara yang semula diseting penuh kegembiraan itu – sampai Rektor Unmul Prof Abdunnur sempat bernyanyi – akhirnya dihentikan. “Yang kami utamakan adalah keselamatan. Itu prioritas utama,” kata Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mohammad Bahzar memberi alasan.

Ia mengakui ruang GOR kurang memadai. Karena itu dilakukan evaluasi. Pihak Rektorat akan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemprov Kaltim untuk pemasangan AC baru. Selain itu, ada kemungkinan di tahun depan PKKMB dilakukan secara hybrid. “Sebagian maba dihadirkan di dalam gedung, sebagian lagi dilakukan secara daring,” jelasnya.

WAGUB DIBELAKANGI

Acara di GOR 27 September Kampus Unmul Gunung Kelua tidak saja panas karena penuh sesak, tapi juga panas karena berbagai aksi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama para maba atau adik barunya.

Misalnya mereka memprotes kehadiran undangan dari luar di antaranya Wagub Kaltim Seno Aji dan Brigjen TNI Deni Sukwara, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam VI Mulawarman. Wagub memberi sambutan dan pengarahan, sedang Deni diminta menyampaikan materi soal kehidupan bernegara dan kesadaran bela bangsa.

Sepertinya pimpinan BEM dan para maba tidak berkenan. “Itu memang kegiatan pengenalan kehidupan kampus. Bukan pengenalan pejabat,” kata Herdiansyah Hamzah, dosen Fakultas Hukum Unmul yang sering dimintai komentar oleh awak media seperti diberitakan bontangpost.id.

Ketika Wagub berada di podium, kontan mahasiswa baru melakukan aksi balik badan terutama dari ratusan maba Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Dalam keterangan terpisah, Seno menjelaskan aksi itu bukan ditujukan kepada dia atau Pemprov Kaltim. Hanya dilakukan persis di saat dia memberi sambutan pada pukul 09.00. Tapi mengutip Sketsa Unmul,  Gubernur BEM FKIP, Muhammad Rezky Nur Ilman menyatakan, aksi balik badan itu merupakan bentuk kritik terhadap pelaksanaan Gratispol yang tidak sesuai dengan janji “gratis” yang benar-benar full atau penuh.

Menurut mereka, program Gratispol belum menyentuh kebutuhan riil mahasiswa dari keluarga  kurang mampu. Gratispol baru menyasar maba dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan  Tes (SNBT). “Seharusnya maba dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) juga dapat perhatian yang setara, karena banyak juga yang menghadapi kendala dalam hal finansial,” kata Rezky.

Menurut Sketsa Unmul, aksi juga dilakukan maba dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan suara lantang sebagai  bentuk ekspresi dari sikap kritis di sela Brigjen Deni lagi melakukan pemaparan.

Brigjen Deni sempat meminta perwakilan BEM FISIP naik ke panggung tapi ditolak. Aksi juga dilakukan maba dari prodi Pendidikan Sejarah FKIP yang mencoba melakukan aksi walk out. Alasan mereka, sesi Brigjen Deni melewati waktu salat zuhur tanpa adanya jeda.

Melihat aksi para mahasiswa baru itu, saya jadi teringat ketika di masa kuliah tahun 70-an. Saya bersama 4 mahasiswa Unmul lainnya sempat ditahan 12 hari oleh Laksus Kodam VI/MW gara-gara menggelar aksi demo menentang KNPI masuk GBHN, pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan dominasi Jepang serta terbitnya SK Mendikbud 028 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK), yang berbuntut pembubaran Dewan Mahasiswa.

Saat itu aparat TNI yang turun ke kampus dipimpin Dandim 0901/Samarinda Letkol CZI Syarifuddin Yoes, yang belakangan jadi Wali Kota Balikpapan (1981-1989). Berkat bimbingan dia juga (selain Pak Tjutjup Suparna dan Pak Imdaad Hamid), akhirnya saya juga jadi Wali Kota Balikpapan 2011-2021.(*)

Rojali dan Rohana

August 7, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SELAMA kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman saya tak mengenal istilah Rojali dan Rohana. Awalnya saya pikir ini j seperti judul film percintaan klasik.  Belakangan baru saya tahu kalau Rojali dan Rohana adalah fenomena baru di dunia marketing sebagai gejolak negatif di pasar modern.

Apa sih Rojali dan Rohana itu? Ini sebenarnya akronim, cuma rada genit. Rojali kepanjangan dari “rombongan jarang beli,” sedang Rohana adalah “rombongan hanya tanya-tanya.”

Rojali dan Rohana adalah sekelompok orang yang datang ke tempat-tempat pasar modern seperti supermarket dan mal serta pusat perbelanjaan lainnya. Tapi ternyata mereka hanya jalan-jalan saja. Kalaupun singgah di salah satu outlet atau tenant, cenderung sekadar bertanya-tanya saja alias jarang beli atau berbelanja.

Bigmall Samarinda yang megah

Ada juga istilah serupa, namanya “Rohalus”, yaitu rombongan hanya elus-elus. Jadi datang ke toko, pegang atau mengelus-elus suatu jenis barang, tapi ujung-ujungnya tidak juga membeli. Kelakuannya sama dengan Rotasi, yaitu rombongan tanpa transaksi.

Selain itu muncul juga istilah Rocuta yaitu rombongan cuci mata (sightseeing). Kemarin sore saya   melakukannya bersama Pak Sabri Ramdani, pengusaha kapal feri dan mantan dirut Perusda MBS Kaltim beserta Pak Yudha Pranoto, mantan Kadishub Kaltim di Mal Pentacity, BSB Balikpapan. Hanya minum kopi dan pisang goreng di Warung Koffie Batavia sambil sesekali melirik ke arah yang lewat.

Saya lihat tak banyak orang yang datang. Sebagian toko yang menjual barang-barang bermerek hanya satu dua orang saja yang singgah atau masuk. “Hanya lihat-lihat saja, Pak,” katanya meski sedikit tersipu.

Ada lagi istilah Rosali artinya rombongan suka selfie. Atau Rocadoh dan Romansa, yaitu rombongan cari jodoh dan rombongan manis senyum aja. Biasanya mereka mengenakan busana agak norak, terkadang juga seksi. Ya sedikit menggoda dan menarik perhatian.

Lalu ada yang bertanya, kenapa istilah ini muncul dan viral? Semua “ro” yang disebut tadi ujung-ujungnya datang ke tempat perbelanjaan atau mal tidak membahagiakan pengelola toko atau menaikkan omzet penjualan. Soalnya mereka tidak membeli atau berbelanja.

Malah ada yang datang ke mal hanya untuk menghibur anak-anak. Mereka bisa bermain mulai mandi bola, bermain ketangkasan sampai naik mobil-mobilan. Lalu ditutup dengan kulineran di food court atau ngopi di kafe. Yang lain tidak dilirik.

Salah satu sudut di Mal Pentacity, BSB Balikpapan

hana bisa disebut sebagai window shopping. Yaitu kegiatan melihat-lihat barang di toko atau mal tanpa berniat untuk membeli. Window shopping juga dilakukan orang di toko-toko online. Orang berselancar atau browsing untuk mencari informasi barang dan harga.

PENURUNAN DAYA BELI

Banyak yang menggambarkan fenomena “ro” terjadi karena  menurunnya daya beli (purchasing power) masyarakat. Faktor penyebabnya bisa karena kenaikan harga barang dan jasa (inflasi atau stagflasi), bisa karena penurunan pendapatan masyarakat (income per kapita), bisa karena ketidakstabilan ekonomi dan bisa juga akibat krisis ekonomi yang dalam.

Kalau disimak dari perbincangan dan analisis pasar, banyak yang berpendapat fenomena Rojali dan Rohana terjadi berawal dari ketidakstabilan ekonomi. Perkembangan geososial dan geopolitik serta geo-ekonomi dunia seperti terjadinya pandemi, peperangan, dan kebijakan baru Presiden AS Donald Trump yang sangat ekstrem membuat ketidakstabilan ekonomi dunia.

Selanjutnya menimbulkan dampak beruntun. Mulai krisis ekonomi, kenaikan harga barang, menurunnya pendapatan masyarakat dan akhirnya juga menurunnya daya beli masyarakat.

Data BPS menunjukkan pada triwulan pertama 2025 konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89 persen (y-on-y), lebih rendah dibanding triwulan IV 2024 yang mencapai 4,98 persen. Padahal konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi 54,53 persen.

Kelompok menengah yang menjadi tulang punggung konsumsi kini mengerem nafsu belanja. Cenderung window shopping atau memprioritaskan belanja kebutuhan primer ketimbang sekunder.  Belanja barang-barang kualitas tertentu untuk fashion hanya pada momen tertentu saja, seperti Lebaran, Natal, ulang tahun atau kondangan.

Fenomena Rojali dan Rohana ada juga karena pengaruh perubahan perilaku masyarakat. Banyak yang datang ke mal hanya mau tahu jenis, motif dan harga suatu barang. Jadi cuma ngecek saja. Lalu keputusan membelinya dilakukan secara online (daring) atau di loka pasar karena dianggap harganya relatif lebih murah.

Dulu orang belum terlalu percaya dan ragu-ragu jika berbelanja secara online. Khawatir barangnya tidak sesuai pesanan atau iklan penawaran. Bisa juga karena waswas barang pesanannya tak kunjung datang alias jadi korban penipuan. Tapi belakangan tingkat kepercayaan orang kepada loka pasar terus meningkat dan makin membudaya. Belanja secara e-commerce sudah menjadi peradaban baru. Bahkan para asisten rumah tangga (ART) juga ikut keranjingan melakukannya.

Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah mengakui salah satu penyebab orang kurang berbelanja di mal karena ada alternatif baru melalui online.

“Untuk toko-toko peralatan rumah tangga, elektronik, toko baju-fesyen, Sepatu yang ada di mal dan di department store terpukul sekali dengan adanya online,” kata Budiharjo.

Belanja masyarakat secara online tumbuh 7,55 persen pada kuartal II 2025 dibandingkan kuartai I 2025. Itu menunjukkan memang makin banyak orang yang mengurangi belanja secara offline. “Ini yang namanya fenomena shifting yaitu perubahan perilaku konsumen dari belanja offline ke belanja online,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh Edy Mahmud kepada awak media.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menepis daya beli masyarakat penyebab Rojali dan Rohana. Tapi lebih karena terjadi perubahan perilaku masyarakat. “Jadi kita berkunjung ke mal tendensinya untuk nonton bioskop, makan atau kumpul keluarga dan teman-teman. Kalau lagi bosan kita ke mal,” begitu katanya.

Para pengelola pusat perbelanjaan sepertinya harus putar otak lebih kencang untuk menghentikan fenomena Rohana dan Rojali. Kalau tidak, bisa berakibat fatal. Kalau sampai toko-toko yang ada tutup, maka mal-mal juga terancam kolaps.

Konsep mal harus ditata ulang. Tidak saja sebagai toko besar untuk berbelanja, tapi juga dikembangkan semaksimal mungkin sebagai pusat gaya hidup. Orang datang ke mal bukan sekadar ingin berbelanja saja, tapi juga menikmati hidup dan mendapatkan sesuatu yang tidak didapatkan di tempat lain.

“Reconception mal sangat dibutuhkan,” kata seorang pengamat ekonomi. Perlu diterapkan strategi baru yang jitu agar mal mampu bertahan dan tetap tumbuh di tengah gempuran belanja online yang dahsyat dan terus melaju.

Mal pertama di Balikpapan, The Plaza Balikpapan sepertinya telah melakukan itu. “Alhamdulillah, kami tidak terlau terimbas dengan fenomena Rojali dan Rohana. Transaksi di tenant-tenant masih normal, bahkan saat event Wedding Expo kemarin naik 20 sampai 50 persen,” kata Aries Adriyanto, GM Plaza Balikpapan.

Ada kabar baru yang memberi angin segar. Datangnya dari pengumuman BPS dan pemerintah. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025 ini. Angka ini di luar dugaan para pengamat ekonomi yang tadinya memproyeksi di bawah 5 persen. Mudah-mudahan dengan kabar gembira ini, daya beli masyarakat ikut terangkat. Biar Rojali dan Rohana jadi pasangan pengantin yang memberi senyum bahagia, bukan malapetaka ekonomi.(*)

Beras Rp1 Juta di Long Apari

August 1, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SECARA nasional kita geger dan kesal karena ada kecurangan dalam perdagangan beras. Ternyata selama ini kita “dibunguli” alias dikibuli kalau membeli beras. Selain beratnya banyak yang dikurangi, juga kualitasnya diakali. Di label beras premium, tapi ternyata isi di dalamnya dioplos alias dicampur dengan beras biasa yang mutunya lebih rendah.

Beras premium itu adalah beras berkualitas tinggi yang diproses dengan standar tertinggi. Beras jenis ini biasanya diperoleh dari varietas tanaman pilihan dan ditanam di lingkungan yang optimal.

Tekstur beras premium biasanya lebih lembut dan memiliki rasa yang khas serta aroma semerbak. Saat dimasak, nasi yang dihasilkan lebih mengilap dan tidak mudah lengket.  Karena itu dijual dengan harga lebih tinggi dari beras biasa.

Sedang beras oplosan adalah campuran beras dari beberapa jenis atau kualitas berbeda yang kemudian dijual dengan label beras premium atau medium, padahal isinya tidak sesuai. Dengan label premium tentunya harganya lebih mahal. Praktik semacam ini sangat merugikan konsumen atau masyarakat.

Kita mengacungi jempol atas keberanian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap kasus ini. Sebab permainan ini sudah lama. Dia bilang ditemukan 212 merek beras tidak sesuai dengan standar. Baik soal berat maupun mutunya. “Kami sudah sampaikan ke Kapolri dan Jaksa Agung, dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan arahan Presiden,” katanya kepada wartawan, Kamis (31/7/2025).

Ia menyebut beberapa contoh merek beras yang dioplos. Di antaranya  Sania, Sovia, Fortune dan Siip yang diproduksi oleh Wilmar Group. Kemudian Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station dan Setra Pulen milik Food Station Tjipinang Jaya. Lalu Raja Platinum, Raja Ultima milik PT Belitang Panen Raya serta Ayana diproduksi oleh PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Jumpa pers tentang hasil temuan beras oplosan di Balikpapan oleh Satgas Pangan Polda Kaltim

Dari operasi yang dilakukan Satgas Pangan Polri dan Tim Kementerian Pertanian, ditemukan berat beras tidak sesuai dengan yang tertera pada label. Beberapa merek tercatat menawarkan kemasan 5 kilogram (kg) padahal isinya hanya 4,5 kg. Demikian juga dengan kemasan yang lain.

Presiden Prabowo Subianto sangat geram menerima laporan dari Amran. “Ini nggak bener, ini pidana yang saya katakan kurang ajar, serakah,” tegasnya saat pidato dalam acara Harlah PIB di JCC sehari sebelumnya.

Menurut Prabowo, negara rugi hingga Rp100 triliun dari tindak pidana tersebut. “Beras biasa diganti bungkusnya dibilang premium, lalu dijual. Hilang kekayaan kita, hilang Rp100 triliun tiap tahun, gimana nggak mendidih kita dengar itu, Saudara-Saudara,” tandasnya.

Beras oplosan dan beras yang beratnya tidak sesuai label itu beredar hampir di seluruh Indonesia termasuk juga di Kaltim.

“Kami dari Satgas Pangan Daerah di Polda Kaltim telah mengungkap terkait dengan diduga tindak pidana perlindungan konsumen terhadap penjualan beras yang tidak sesuai dengan mutu dalam kemasan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimum) Polda Kaltim Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas kepada awak media, Jumat (25/7).

Menurut Bambang, Tim menemukan timbunan 800 karung  beras kemasan 5 kg milik CV SD di sebuah gudang di Balikpapan. Beras bermerek Mawar Sejati dan Rambutan itu diduga tidak sesuai dengan mutu berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan. Karena itu ada 6 saksi pelapor dan pelaku usaha tengah menjalani pemeriksaan.

Berbagai pihak menilai, praktik curang dalam penjualan beras bukan hanya soal pelanggaran etik dagang saja, tetapi juga mencerminkan kelalaian serius dalam perlindungan kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya yakin banyak yang terlibat, tidak hanya produsen, tapi aparat penegak hukum perlu juga menyelidiki dugaan keterlibatan oknum yang bertugas dalam pengawasan distribusi beras,” kata Achmad Annama, politisi  Golkar.

Selain kesal, hari-hari ini emak-emak agak gelisah. Soalnya penjualan beras di berbagai tempat lagi langka. Mungkin ada penarikan besar-besaran. “Pemerintah harus segera turun tangan, kami cari beras di pasar-pasar dan toko rada kosong,” kata seorang ibu.

BERAS MEROKET DI MAHULU

Di tengah kasus kecurangan beras secara nasional, saat ini ada kasus lain berkaitan dengan beras  menimpa warga Kaltim terutama yang bermukim di pedalaman di antaranya di Long Apari dan Long Pahangai, daerah paling hulu (remote area) di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Sejumlah bahan kebutuhan pokok diturunkan di atas batu karena arus berbahaya yang dilewati longboat.

Harga beras di kawasan itu meroket sampai di atas Rp1 juta untuk kemasan 25 kg. Itu artinya harga per kg sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Lebih dari dua sampai tiga kali lipat dari harga normal.

Lonjakan harga beras ini diikuti juga dengan harga kebutuhan pokok lainnya. Misalnya harga tabung gas besar mencapai Rp700 ribu dan  tabung gas kecil Rp300 ribu. Minyak goreng 5 liter Rp250 ribu, bensin eceran Rp30 ribu per liter dan telur ayam Rp10 ribu per butir.

Kenapa sampai terjadi? Ternyata di hulu Mahakam lagi terjadi musim kemarau, sehingga alur sungai mengering dan tidak mudah dilalui longboat, jenis perahu panjang bermesin yang menjadi transportasi utama. Sungainya menjadi dangkal dan membuat riam atau keham yang ada di sana sangat berbahaya.

Saya pernah ke sana. Salah satu keham paling menakutkan adalah Keham Udang. Bebatuan di alur itu berbentuk seperti udang, makanya disebut Keham Udang. Kalau lewat di sana umumnya penumpang diturunkan, hanya jurumudi dan jurumesin saja yang ada di longboat.

“Sudah empat longboat pembawa bahan pokok jebol karena menghantam batu-batu yang keluar menonjol dari dasar sungai,” kata  Agustinus Lejiu, warga Long Apari seperti diberitakan Propublika.

Anggota DPD RI dapil Kaltim, Yulianus Henock Sumual menggambarkan kondisi di daerah Mahulu terutama Long Apari dan Long Pahangai sudah sangat genting. “Warga di sana terancam kesehatan dan keselamatan jiwanya,” begitu dia sebutkan.

Sehubungan itu, Henock minta pemerintah daerah segera mengambil tindakan yang cepat. “Jangan cuma jagoan tukang janji saja, tapi tak paham jika ada warga atau rakyat yang hidup dalam kesusahan,” tandasnya dalam keterangan tertulis.

Pemkab Mahulu sendiri sudah mengambil beberapa langkah. Di antaranya, kata Wakil Bupati  Yohanes Avun, dilakukan perbaikan jalan darat meski ruasnya belum sampai ke kedua kecamatan tersebut. Selain itu juga ada subsidi ongkos angkut untuk mengurangi lonjakan kenaikan harga barang.

Belum terdengar langkah darurat yang dilakukan Pemprov Kaltim. Sepertinya perlu juga program “Gratispol Beras Murah.” Tidak melulu dalam hal pendidikan.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb