Diarpus Kukar Evaluasi Pasca Pemusnahan Arsip

July 19, 2025 by  
Filed under Artikel

TENGGARONG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Implementasi dan Evaluasi Pasca Pemusnahan Arsip di Aula Diarpus, Kamis (18/7/2025). Kegiatan ini jadi langkah penting dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan arsip seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.

Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti menyampaikan, evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh OPD telah menjalankan proses pemusnahan arsip sesuai aturan. Rinda menegaskan, kegiatan itu juga untuk mengecek apakah tahapan yang dilakukan sudah tertib, benar, dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum serta administrasi.

“Semua harus sesuai ketentuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Peraturan Daerah tentang Kearsipan. Ini untuk menjamin akuntabilitas dalam pengelolaan arsip,” tegas Rinda.

Acara ini diikuti perwakilan seluruh OPD, termasuk Kecamatan Loa Janan, sebagai komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas tata kelola arsip setelah proses pemusnahan dokumen yang telah habis masa retensinya.

Menurut Rinda, arsip bukan sekadar dokumen administratif, tetapi juga aset informasi bernilai hukum, sejarah, dan penting untuk akuntabilitas pemerintah.

Karena itu, ia mendorong OPD untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi informasi, dan disiplin dalam pencatatan hingga pemusnahan arsip.

Diarpus Kukar berharap semua OPD dapat mengelola arsip lebih modern, tertib, dan efisien, selaras dengan program digitalisasi dan reformasi birokrasi yang tengah dijalankan secara nasional.(adv diskominfo kukar)

 

Loa Kulu Tak Hanya Jual Alam Tapi Juga Sejarah dan Budaya

July 19, 2025 by  
Filed under Artikel

TENGGARONG –Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara mencuri perhatian lewat dua kekuatan utama yaitu keindahan alam dan jejak sejarah perjuangan. Desa Sumber Sari kini menjelma primadona baru, sementara situs Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber kembali digaungkan sebagai tempat perenungan nasionalisme.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyampaikan bahwa kawasan puncak dan embung Sumber Sari kini menjadi magnet wisata baru. Hadirnya landmark bertuliskan “Kukar” tak hanya memperkuat identitas visual desa, tapi juga menambah daya tarik media sosial yang ampuh mengundang pengunjung.

“Ikon ‘Kukar’ ini membuat kawasan Sumber Sari jadi lebih hidup dan ramai. Sekarang jadi salah satu destinasi favorit warga lokal,” ujar Ardiansyah, Jumat (18/7/2025).

Tak hanya menjual panorama, Loa Kulu juga menjaga memori sejarah. Salah satu titik penting adalah Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber, saksi bisu tragedi masa lalu yang kini diangkat menjadi simbol edukasi kebangsaan.

Akses menuju situs tersebut telah diperbaiki lewat program semenisasi. Bahkan, Kecamatan Loa Kulu berencana menggelar upacara 17 Agustus 2025 di kawasan Tugu Pembantaian sebagai penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan.

“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, tidak lupa sejarah. Merawat situs ini adalah bagian dari membangun karakter dan jati diri lokal,” tegas Ardiansyah.

Pengembangan wisata dan budaya ini tak lepas dari dukungan Pemkab Kukar. Pemerintah kecamatan turut menggandeng Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan untuk memastikan program selaras dengan arah pembangunan kabupaten.

Desa-desa lain pun didorong ikut bergerak. Desa Jembayan Tengah, misalnya, kini telah ditetapkan sebagai desa budaya, dan jadi contoh sinergi antara Dana Desa dan ekonomi kreatif.

“Kami minta seluruh desa mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk kegiatan budaya dan pariwisata. Ini bukan soal tampilan, tapi tentang menjaga warisan dan membuka peluang ekonomi dari hal-hal yang paling dekat dengan warga,” tutupnya. (Adv kominfo kukar)

Jasa Raharja Sosialisasi Kepada Pengemudi Truk

July 18, 2025 by  
Filed under Artikel

KUTAI TIMUR – Sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kalangan pengemudi, PT Jasa Raharja Wilayah Sangatta Kutai Timur mengadakan sosialisasi kepada pengemudi truk mengenai bahaya dalam berlalu lintas. Jumat (18/7/2025).

Kegiatan ini untuk menjangkau langsung para pengemudi kendaraan angkutan barang dan logistik yang sehari hari berada di jalan raya, khususnya yang beroperasi di kasawan Sangatta. Sosialisasi dikemas dalam suasana santai dan informal agar para peserta dapat lebih terbuka dan interaktif dalam berdiskusi.

Pada kesempatan ini Jasa Raharja memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, memahami faktor risiko di jalan raya serta informasi terkait perlindungan dasar yang diberikan Jasa Raharja kepada korban kecelakaan lalu lintas. Para peserta juga diberikan pemahaman tentang prosedur klaim santunan serta pentingnya kontribusi iuran wajib dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan dalam mendukung perlindungan bagi pengguna jalan.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Samarinda Patria Adiwibawa dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat khususnya para pengemudi angkutan yang memiliki risiko tinggi di jalan raya.

Patria menegaskan, Jasa Raharja akan terus bersinergi dengan instansi terkait seperti kepolisian, dinas perhubungan dan pengelola terminal dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, tertib dan berkeselamatan di wilayah Kalimantan Timur.

Para peserta kegiatan tampak antusias dan menyambut baik sosialisasi ini, selain mendapatkan materi keselamatan, para pemilik dan sopir kendaraan truk di berikan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan aspirasi maupun keluhan yang mereka hadapi sehari hari di jalan. (*)

RT Mau Kuliah di UM

July 18, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PARA KETUA RT di Balikpapan sedang bersemangat mau kuliah di kampus Universitas Mulia (UM). Ini gara-gara ada sosialisasi program Gratispol yang dilaksanakan UM di kampusnya yang megah di Jalan Letjen TNI Maulani No 9, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan  beberapa hari lalu.

Alhamdulillah para Ketua RT bersemangat sampai mau ikut kuliah di kampus kita,” ujar Direktur Eksekutif UM Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH ikut bersemangat.

Suasana sosialisasi program Gratispol Gubernur Kaltim Dr Haji Rudy Mas’ud di kampus UM

Sosialisasi itu dilakukan Agung melalui Ketua RT agar mereka menyampaikan kepada warganya ada program kuliah gratis (Gratispol) dari Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (Harum) bagi anak-anak Kaltim baik yang kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta seperti di UM.

“Dengan mengundang Ketua RT, kami ingin menepis  keraguan di masyarakat.  RT adalah ujung tombak di lingkungan, mereka paling memahami kondisi warganya,” katanya.

Program ini, kata Agung boleh dibilang satu-satunya di Indonesia. Bahkan yang dilaksanakan di UM dikembangkan lagi menjadi program “Gratispol Plus.” “Jadi tidak usah bingung lagi kalau kuliah di UM,” tandasnya.

Dia menjelaskan, program Gratispol Gubernur Harum ditandai dengan pemberian subsidi biaya kuliah sebesar Rp5 juta  per semester. Jadi dana itu hanya untuk UKT atau SPP saja.

UKT adalah Uang Kuliah Tunggal sebagai biaya yang harus dibayar mahasiswa setiap semester, yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua atau wali mahasiswa.

Dr Agung Sakti bersama tim UM dan para Ketua RT dari Balikpapan Utara

Agung menjelaskan, subsidi dari Gubernur Harum sebesar Rp5 juta tidak otomatis semuanya gratis. Karena tiap Perguruan Tinggi (PT) besarnya UKT berbeda-beda. Jadi kalau ada selisih kurang, maka masih menjadi beban mahasiswa.

Ia memberi contoh biaya UKT Program Studi  Manajemen di UM sebesar Rp7 juta. Jika dipotong subsidi Rp5 juta dari Gubernur Harum, maka Rp2 juta sisanya tetap harus dibayar oleh para mahasiswa yang bersangkutan.

Program “Gratispol Plus” yang dikembangkan UM memberi subsidi tambahan dari kantong UM sendiri. Jadi sisanya Rp2 juta tadi tidak perlu dibayar mahasiswa. Termasuk juga penghapusan uang gedung. Caranya mahasiswa tersebut harus mendapat  rekomendasi dari Ketua RT, bahwa dia benar-benar dari keluarga yang tidak mampu. “Kuota di program ini UM siap memfasilitasi 100 mahasiswa baru,” jelasnya.

Program Gratispol Gubernur Harum juga memberi batasan umur maksimal. Untuk S1 tidak lebih berusia 25 tahun. Untuk S2 30 tahun dan S3 hanya mereka yang usianya 35 tahun. Di luar batas umur yang ditentukan tidak bisa ikut di program tersebut.

Para Ketua RT mengaku senang dan mengapresiasi undangan dari UM untuk menjelaskan program Gratispol dari Gubernur Harum. “Kami belum pernah mendapat penjelasan seperti ini dari berbagai pihak termasuk perguruan tinggi lain soal program Gratispol,” kata mereka.

SIAP TERIMA 800 ORANG

Agung menjelaskan, pada tahun akademik  2025/2026 ini kampus UM akan menerima 800 mahasiswa baru dari beberapa prodi. Di antaranya D3 Sistem Informasi,  S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, D3 Administrasi Perkantoran, D3 Manajemen Industri, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Hukum, S1 Pendidikan Guru PAUD dan S1 Farmasi.

Bulan Februari lalu, UM meluncurkan 4 prodi baru yang siap mencetak generasi technopreneur uandal. Keempat prodi baru itu adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Industri dan S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan secara online melalui website atau datang langsung ke Front Office UM di lantai 1 Gedung White Campus UM di Jl Letjen TNI ZA Maulani. Batas terakhir pendaftaran sampai akhir bulan Agustus mendatang.

UM saat ini dipimpin seorang rektor yang berpengalaman dengan sejumlah dosen berkualitas. Rektor UM sekarang adalah Prof Dr Ir Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, guru besar Ilmu Pertanian/Kelautan dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin. “Saya siap ikut membangun dan mengembangkan UM Balikpapan,” katanya bertekad.

Gara-gara adanya penjelasan soal program Gratispol itu, mengundang minat para ketua RT ingin ikut berkuliah di UM. Menurut Agung, mereka tengah merancang Program Perkuliahan Eksekutif. “Sedang kami persiapkan skemanya, insyaallah minggu depan sudah bisa dirilis,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan kepada ketua RT bahwa UM sudah meluncurkan program pengabdian masyarakat yang dinamai Smart RT. Yaitu program komunikasi agar ketua RT di Balikpapan lebih cerdas memajukan warganya dan memecahkan berbagai masalah. “Kami sudah belajar dari Pemkot Surabaya,” ujarnya.

Sebagai mantan wali kota, saya diminta Agung bicara pada sosialisasi terakhir dengan RT dari Kecamatan Balikpapan Utara. Saya bilang para ketua RT harus aktif membantu warganya terutama anak-anak yang ingin sekolah dan bekerja. Wilayah Balikpapan Utara sekarang ini sangat strategis, karena menjadi wilayah industri, pendidikan dan paling dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jangan sampai warga Balikpapan Utara hanya jadi penonton saja.(*)

Sudah Sehari Yaser Tiada

July 17, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SUDAH sehari Yaser tiada. Yang saya maksud tentu Yaser Arafat Syahril, S.HI, MBA. Putra tokoh sepuh Balikpapan Haji Syahril HM Taher, yang meninggal dunia di RS Pertamina Balikpapan (RSPB), Rabu (16/7) dinihari sekitar pukul 01.30 Wita. Semua orang terkesima, maklum dia masih muda dan punya prestasi dan potensi.

Saya yakin semua orang terutama keluarga rasa tak percaya Yaser dipanggil Yang Maha Kuasa untuk selama-lamanya. “Ya saya tak mengira permintaannya pulang ke Balikpapan untuk bertemu anak-anaknya sebagai pertanda kepergiannya,” kata Syahril sambil menitikkan air mata.

Syahril dikenal sebagai pengusaha dan kontraktor jalan. Dia juga Ketua Pemuda Pancasila (PP) Balikpapan. Lama memimpin Persiba, klub sepakbola kebanggaan warga Kota Minyak. Bersama istrinya, Hj Fitriati pernah menjadi anggota DPRD Balikpapan. Buah perkawinan, mereka dikarunia dua anak, yaitu Yaser dan Sitti Audibah alias Diba. Keduanya sudah menikah, Yaser sendiri memiliki 5 anak.

Kenangan Yaser Arafat (kiri) mendampingi Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna dan Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti seusai diterima Presiden Jokowi di Istana Garuda IKN

Yaser sudah 7 bulan bolak-balik ke Penang, Malaysia menjalani  pengobatan. Lalu akan dipindahkan keluarga penanganannya ke Singapura. Tapi dia minta pulang  ke Balikpapan untuk bertemu anak istrinya. Ternyata itu menjadi pertemuan terakhir yang penuh kedukaan.

Banyak yang bertanya penyakit apa yang diidap Yaser? Pihak keluarga memang tak ingin menjelaskan secara terbuka. Untuk menjaga perasaan. Ada cerita yang saya dengar kalau Yaser pernah mengalami kecelakaan, lalu berekses adanya syaraf kejepit.

Tapi melihat intensitas pengobatannya ke Penang di antaranya juga menjalani kemoterapi, maka ada indikasi dia menghadapi penyakit serius. Itu sebabnya ada kabar beredar dia mengidap kanker. Sesuatu yang tidak diduga, karena Yaser selama ini tampak sehat dan bugar.

Ribuan orang datang ke rumah duka di Jl Rico, Gang Murni, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat. Hampir semua tokoh Balikpapan datang melayat termasuk Wali Kota Rahmad Mas’ud dan Ketua DPRD Alwi Al Qadri. “Almarhum tokoh pemuda, tokoh masyarakat sekaligus tokoh pembangunan. Dia banyak berbuat untuk kota ini, kita sangat kehilangan,” kata Rahmad sambil mengucapkan bela sungkawa.

Saya datang bersama Direktur Eksekutif Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi dan Zaenal Abidin. Saya lihat ada Pak Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan. “Kita sangat berduka dan kehilangan kader muda yang sangat potensial,” kesannya mendalam kepada almarhum.

Saya dengar tadi malam di acara tahlilan, Gubernur Kaltim Haji Rudi Mas’ud (Harum) datang ke rumah duka. Dia mengucapkan bela sungkawa yang dalam seraya memberi semangat kepada Syahril untuk bersabar menerima takdir dari Allah SWT. Sebelumnya dia mengirim karangan duka cita.

INGIN GANDENG BUNDA ARITA

Sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslimin Taman Merdeka, Kampung Baru, jenazah Yaser disalatkan di Masjid Jami Al Ula ba’da zuhur.  Ini masjid bersejarah dan berumur ratusan tahun. Kabarnya dibangun perantau Bugis di tahun 1890-an.

Pada Perang Dunia II, Sekutu pernah menjatuhkan bom di sana, tapi Al Ula tetap berdiri tegak. Beberapa kali terjadi musibah kebakaran di sana, tapi api tak bisa menjilat masjid tersebut. Allah menunjukkan kemahaperkasaannya menjaga rumah suciNya. Kalau tak salah Yaser pernah khotbah dan ceramah di sana.

Selain tokoh pemuda dan pengusaha, Yaser juga seorang ustaz. Dia alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta jurusan Hukum Islam. Pernah studi di Baghdad Irak dan Damaskus. Tapi belum selesai di Irak dia pulang gara-gara ada revolusi menumbangkan Saddam Husein. Lalu meraih gelar MBA di New Zealand.

Pulang ke kampung halamannya di Balikpapan, dia mulai dikenal sebagai tokoh pemuda yang cerdas dan bersahaja. Punya pendidikan dalam dan luar negeri. Menguasai 2 bahasa asing, Inggris dan Arab. Dia terpilih menjadi Ketua Kadin Balikpapan dua periode. “Kami kehilangan dia yang berani bersuara lantang,” kata Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek terisak ketika melepas.

Syahril juga meminta anak sulungnya itu mendampingi dia sebagai Wakil Ketua Pemuda Pancasila. “Kita benar-benar kehilangan kader pemimpin yang cerdas,” ujar Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Kaltim Awang Yacoub Luthman mewakili sang ketua HM Said Amin, SH. Said Amin sendiri tengah berada di Singapura menjalani pengobatan.

Saya sangat terkesan ketika Yaser berhasil mendatangkan legenda Arsenal dan Liverpool berlaga dalam peresmian Stadion Persiba di Batakan. Saya sangat apresiasi, meski saya pecinta berat Manchester United (MU). Ngga masalah, karena Liverpool  juga berkaos merah.

Pada Pilwali Balikpapan 2019, Yaser didorong ikut kontestasi. Dia sudah sempat melakukan sosialisasi. Didukung sang ayah, Said Amin dan Wakil Ketua DPP Partai Nasdem Ahmad Ali, dia meminta saya mengizinkan Bunda Arita mendampinginya.

Mantan Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong (ABS) mengirimi saya beberapa foto bersama Yaser. Ada satu foto dia bersama Yaser dan Muhaimin, mantan Ketua KNPI yang sekarang menjadi Sekretaris Kota. Lalu di atasnya dia buat narasi yang menarik. “Aku masih seperti yang dulu. Menantimu di persimpangan untuk sebuah perjuangan di dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia tercinta.” Amat puitis dan heroik. Selamat jalan Bung Yaser, insyaallah husnul khotimah.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb