Jasa Raharja Samarinda Sosialisasikan PPGD

June 26, 2025 by  
Filed under Artikel

SAMARINDA – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda melakukan sosialisasi kegiatan pelatihan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) di Kantor Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng pihak rumah sakit Hermina sebagai mitra pelaksana dan menghadirkan tim medis professional untuk memberikan pelatihan langsung kepada peserta. Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik dasar tentang penanganan pertama pada korban kecelakaan, pingsan, luka terbuka, sesak napas, hingga prosedur CPR ( bantuan pernapasan jantung) secara benar dan aman.

Acara ini mendapatkan sambutan baik dari peserta sosialisasi tersebut, antusiasme terlihat sejak di mulai sosialisasi tersebut hingga simulasi langsung yang dipandu tim medis RS Hermina. Tidak hanya bekal keterampilan, pelatihan ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap peran penting para peserta sosialisasi.

Jasa Raharja juga sebagai Member Of Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan. (**)

“Tolong Kulkasku  Ngambang”

June 20, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DUA kota utama di Kaltim, Samarinda dan Balikpapan diguyur hujan deras, Kamis (19/6) kemarin. Hujan berlangsung sejak pagi. Di Balikpapan hujan reda sekitar pukul 12.00 siang, sedang di Samarinda nyambung sampai malam hari. Bahkan hingga Jumat dinihari tadi.

Tapi Samarinda sejauh ini dilaporkan tidak terjadi banjir besar seperti bulan lalu. Sedang di Balikpapan kondisinya benar-benar sangat mencekam. Karena terjadi banjir di mana-mana diwarnai juga adanya longsor dan pohon tumbang.

Evakuasi warga yang dilakukan petugas

Selain itu kota jadi lumpuh karena arus lalu lintas kendaraan di mana-mana macet. Satu-satunya jalan yang lancar dan tidak tergenang boleh dibilang hanya kawasan Jalan Jenderal Sudirman, mulai Lapangan Merdeka sampai Bandara SAMS Sepinggan. Termasuk juga sebagian Jalan Syarifuddin Yoes.

Ratusan video suasana banjir diunggah warga kota ke media sosial. Terutama kawasan jalan MT Haryono dan Beller yang sudah menjadi langganan meski di situ ada proyek banjir bernilai Rp136 miliar tahun 2023 yang sangat menghebohkan dan kontroversial.

Sekurang-kurangnya ada 15 titik kawasan permukiman dan lingkungan di Balikpapan yang terendam. Di antaranya Gunung Guntur, Gunung Kawi, Gunung Malang, simpang tiga Gunung Sari, Puskib, Dam, Maxi Strat 1, BJBJ, tanjakan Global, perumahan Wika, turunan Mazda, kawasan Batakan, dan lainnya.

Yang menyedihkan air masuk di Rumah Sakit Ibnu Sina, persimpangan Rapak. Dari video yang diunggah, terlihat air masuk di ruang tunggu sampai ke ruang perawatan. “Hampir semua lantai dasar terendam. Hanya lantai dua yang aman,” kata seorang petugas. Akibatnya, pelayanan bagi warga yang berobat pun terhenti.

Ada seekor buaya juga sempat berkeliaran di kawasan permukiman. Sayang videonya tidak menjelaskan di lokasi mana buaya itu muncul. Apakah buaya liar atau buaya peliharaan milik warga yang lepas. Informasi terakhir menyebutkan buaya itu muncul di kawasan Perum Graha Indah, yang berdekatan dengan kawasan hutan mangrove.

Video mencekam menayangkan seorang ibu meminta pertolongan sambil menangis. Dia bilang air sudah masuk ke dalam rumahnya. “Tolong aku, barangku tenggelam semua. Kulkasku ngambang, kulkasku ngambang. Ada yang bisa bantukah?” tanyanya sambil menangis.

Ada juga yang mengirim video banjir di sekitar jalan masuk Stadion Persiba Batakan. Dia merekam video monumen perahu layar tradisional yang dikelilingi air. “Jalan stadion banjir gess, perahunya mau berlayar,” ujar suara dalam video tersebut.

Mobil pikap yang tenggelam dekat tugu perahu sandek di depan Stadion Batakan

Di situ terlihat juga ada sebuah mobil pikap putih yang terperosok ke parit dan nyaris tenggelam. Beberapa warga setempat berusaha membantu agar mobil itu segera bisa dievakuasi.

Sejak awal monumen perahu layar yang menguras APBD Kota sebesar Rp4 miliar itu dipersoalkan netizen. “Stadion kok monumennya perahu layar? Nggak nyambung. Kenapa bukan patung beruang madu yang menendang bola sesuai julukan tim Persiba yang disebut Tim Beruang Madu,” kata Agus, seorang netizen di Batakan.

Pemkot sendiri membangun monumen itu untuk menyesuaikan tipologi kawasan Kecamatan Balikpapan Timur, yang juga dikenal sebagai kampung nelayan.  “Ya kalau mau monumen perahu layar jangan di stadion tapi di Manggar yang ada TPI-nya,” kata netizen lain. TPI yang dimaksud adalah fasilitas Tempat Pelelangan Ikan yang dibangun Pemprov Kaltim.

SYUKUR LEKAS SURUT

Syukurlah banjir di Balikpapan kemarin lekas surut. Hanya beberapa jam kemudian kawasan yang terendam sudah aman. Tinggal kesibukan warga yang membersihkan rumah-rumah mereka yang dipenuhi lumpur. Sejumlah peralatan elektronik seperti kulkas dan TV banyak yang rusak. Termasuk juga kendaraan.

“Banjir kemarin cepat reda karena penataan yang dilakukan Pemkot mulai menunjukkan hasil. Selain juga laut lagi surut, sehingga air cepat mengalir,” kata seorang petugas BPBD.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, sebenarnya hujan yang terjadi masih dalam kategori sedang, tapi memang durasinya cukup panjang. “Jadi warga harus tetap waspada dari ancaman banjir, longsor, pohon tumbang dan bahaya listrik,” katanya.

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDIP, H Baba sempat menyindir banjir yang terjadi di dapilnya. “Sebenarnya nggak banjir, cuma anu saja, air lagi ngantre ke luar,” katanya seperti diberitakan NIAGA.AS.

Dalam bagian lain, dia mengingatkan Pemkot Balikpapan agar tidak menganggap sepele persoalan drainase dan tata kelola air. “Kita ikut berjuang melalui APBD Provinsi  agar perhatian penanganan banjir di daerah termasuk Balikpapan menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Berkaitan dengan penanganan banjir, Wali Kota Rahmad Mas’ud menginstruksikan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) untuk menghentikan sementara pemberian izin pembukaan lahan untuk pembangunan perumahan dan permukiman. “Banjir terjadi karena sedimentasi dan buruknya daya serap tanah karena alih fungsi lahan yang tidak terkendali,” katanya.

Ketika terjadi banjir kemarin, tak terlihat pemimpin kota tersebut ada di lapangan. Ada informasi Wali Kota lagi mendampingi kunjungan kerja sejumlah anggota Komisi VI, X, dan XII DPR RI ke daerah ini. Apa lancar ya kunkernya bila di mana-mana kota lagi terendam?(*)

Warga Tabang Minta Perbaikan Jalan Utama

June 19, 2025 by  
Filed under Artikel

KUTAI KARTANEGARA – Warga Kecamatan Tabang meminta perbaikan infrastruktur jalan penghubung desa menuju pusat kecamatan. Saat ini, kondisi jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer rusak parah dan menghambat aktivitas harian, distribusi barang, dan pelayanan publik.

“Kami berharap segera ada perbaikan. Jalan rusak ini bikin susah bawa hasil kebun dan kebutuhan pokok,” ujar Sahrul, warga Desa Umaq Dian, Rabu (18/6/2025).

Selain kesulitan dalam aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan juga ikut terdampak. Siti, seorang bidan desa, mengungkapkan, petugas medis kerap menghadapi kendala saat merespons kasus darurat.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat

Kondisi jalan yang rusak ini dikatakan warga berdampak pada biaya transportasi dan harga jual produk pertanian. Tak jarang petani mengalami kerugian karena akses ke pasar terganggu. Hasil kebun kadang jadi busuk karena telat sampai pasar.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyatakan, pihak kecamatan terus mendorong percepatan perbaikan jalan ini. Pihaknya telah menyampaikan usulan dan desakan warga dalam berbagai forum rapat lintas sektor.

“Kami sudah sampaikan ke Dinas PU. Informasi sementara, ada alokasi anggaran yang sedang disiapkan,” jelas Rakhmadani.

Menurutnya, pembangunan akses jalan yang layak akan menjadi solusi penting bagi kemajuan ekonomi dan kelancaran layanan pemerintahan di wilayah yang terbilang terpencil ini. Jika jalan baik maka akan berdampak pada sektor ekonomi serta mempercepat distribusi layanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi.

Camat Rakhmadani menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan agar terealisasi tepat waktu. Ia berharap, pengerjaan jalan ini bisa tuntas pada tahun anggaran berjalan, mengingat urgensinya bagi masyarakat.

“Kami ingin jalan ini selesai secepatnya. Ini bagian dari komitmen untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Tabang,” tegasnya.

Dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan keterlibatan aktif masyarakat, perbaikan jalan utama Tabang diharapkan segera terwujud. Jalan yang layak menjadi harapan besar warga untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat roda perekonomian lokal. (adv diskominfo kukar)

Rektor Unmul Mantu Pertama

June 16, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

REKTOR Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Abdunnur dan istri, Hj Hartati Nazia, S.Pi lagi berbahagia. Hari Sabtu (14/6) dia melaksanakan hajat menikahkan putri pertamanya dr Nazia Farah Nazhifa, S.Ked dengan Anugrah Odipradana, S.AB, putra keluarga Suprijadi,SE dan Ibu Ir Puji Lestari.

Saya dan Dr Nana Zulkarnain berfoto dengan mempelai serta Rektor Unmul Prof Abdunnur dan istri

Gelar Nazia agak menarik. Selain dokter, dia juga menyandang gelar S.Ked. Ternyata itu sarjana kedokteran. Agak beda. Gelar S1 di bidang kedokteran setelah membuat skripsi dan lulus ujian. Sedang dokter adalah profesi setelah menyelesaikan program koas dan ujian kompetensi.

Anugrah juga punya gelar yang khas, S.AB. Yaitu Sarjana Administrasi Bisnis. Biasanya diperoleh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) atau Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) bukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Bidang studi yang dipelajarinya adalah aspek pengelolaan dan operasional bisnis, termasuk manajemen, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM).

Acara pernikahan Nazia dan Anugrah berlangsung di Hall Gelanggang Olahraga Segiri, Jl Kesuma Bangsa, Samarinda Kota. GOR Segiri sekarang terlihat cantik dan megah setelah direnovasi dengan dana APBD Rp75 miliar oleh Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun.

Acara sehari suntuk itu berlangsung meriah. Hampir semua pejabat hadir. Mulai dari provinsi sampai kabupaten kota. Juga sejumlah rektor. Tapi Gubernur Rudy Mas’ud berhalangan karena masih dalam perjalanan pulang ibadah haji. Sedang sang kakak H Hasanuddin Mas’ud, ketua DPRD Kaltim berkenan datang. Hampir semua warga kampus juga hadir. Kabarnya undangan yang dikirim mencapai 6.000 lebih.

Karena Rektor yang mantu, hampir semua pejabat universitas jadi panitia. Para dosen, mahasiswa, dan guru besar. Semuanya mengenakan baju seragam berwarna cokelat muda. Saya sempat bertemu Prof Mustofa Agung Sardjono, mantan wakil rektor bidang akademik serta Dekan FEB Dr Zainal Abidin dan mantan Dekan FEB Prof Hj Syarifah Hudayah.

Saya adalah alumnus FEB Unmul. Zaman Rektor pertama Prof Sambas Wirakusumah. Kebetulan saat ini menjadi ketua Ikatan Alumni FEB Unmul. Hampir semua dosen saya di tahun 80-an sudah memasuki masa purnatugas. Bahkan ada yang sudah tiada.

Lantaran ada beberapa undangan di Balikpapan, saya hadir pada acara nikahan Nazia-Anugrah di pagi hari. Tempatnya juga di GOR Segiri. Saya berangkat seusai salat subuh. Sengaja pagi-pagi karena mau sarapan nasi kuning Warung Kopi Taufik di depan Hotel Senyiur, Jl P Diponegoro 12. Saya suka terutama kepala ikan haruan atau ikan gabusnya.

Tepat pukul 08.00 acara pernikahan dilaksanakan. Saya duduk di samping Dr Nana Zulkarnain, dosen di Fakultas Pertanian. Ternyata Rektor yang langsung memimpin pernikahan didampingi sang penghulu, M Yusuf Hidayat. Bertindak sebagai saksi mantan Wali Kota Samarinda Dr Syaharie Jaang dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Muhammad Rasyid.

Prof Abdunnur tak canggung memimpin akad nikah. Maklum dia putra  ulama besar Samarinda, KH Sabranity. Ayahnya juga pernah menjadi kepala Kamenag Samarinda. Dulu tinggal sekompleks dengan saya di Perumahan Prefab Segiri.

Sang mempelai pria, Anugrah sepertinya juga sudah melakukan persiapan yang matang. Pembacaan akad nikah berlangsung lancar. Sekali saja langsung disambut para saksi serta tamu yang hadir mengucap “barakallah.” Itu tanda pengucapan sudah benar dan tak perlu diulang.

Alhamdulillah mereka melaksanakan sunah Nabi, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah,” ujar KH M  Rasyid saat memberikan tausiah.

Yang menarik besarnya mas kawin. Yaitu 24 dolar AS, 6 gram emas dan 25 riyal. Saya tidak sempat bertanya apa maknanya. Mungkin berkaitan dengan hari lahir atau hari penting dan afdol menurut kedua mempelai dan keluarga.

DUET “IKAN DALAM KOLAM”

Kehadiran mantan Pj Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana dan mantan Wagub Hadi Mulyadi menambah semarak suasana. Maklum keduanya suka menyanyi. Biasanya beberapa lagu. Satu album. Bahkan Hadi tak jarang ikut menggebuk drum. “Sakit kepala kalau kada menyanyi,” kata Bu Mei tertawa.

Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah “Ikan Dalam Kolam.” Itu lagu sempat viral ketika dibawakan El Corona feat Muqadam. Bahkan seperti menjadi “lagu wajib” di berbagai pesta pernikahan. Saya suka salah satu lirik lagunya: “Bila mata tertuju pada gadis pendiam, caranya tak sama menggoda janda lincah.”

Dari Samarinda saya kembali ke Balikpapan. Ada dua undangan yang harus saya hadiri. Untunglah lokasinya berdekatan. Yang satu di gedung parkir Pemkot Jl Jenderal Sudirman dan satunya lagi di Hotel Gran Senyiur di Jl ARS Mohammad No 7. Jaraknya sekitar 500 meter.

Hotel Gran Senyiur milik pengusaha kayu H Jos Soetomo. “Saudara” hotel itu ada di Jl Diponegoro Samarinda. Namanya Hotel Bumi Senyiur. Satu lagi hotel yang baru dibuka Jos adalah Puri Senyiur Hotel di Jl Ruhui Rahayu dekat kampus Unmul Gunung Kelua.

Acara resepsi pernikahan di Gran Senyiur digelar notaris senior berdarah Banjar, Hema Loka, SH dan istri, Hj Mardilah, SE, SH. Putri mereka, Tiara Kharisma Janatta Rimba dinikahi Cipta Primadasa, putra  keluarga H Hamsih Noor dan Hj Kamariah Nurul Maya Evita. Berdarah Sulawesi.

Suasana juga berlangsung meriah. Saya sempat bertemu mantan ketua Ikatan Notaris Balikpapan Bambang Karyono Royadi, SH. “Beliau perlu kita carikan juga, sudah berapa tahun menduda. Istri beliau meninggal waktu Covid meski meninggalnya bukan karena Covid,” kata Pak Hema bercerita kepada saya.

Hadir juga sahabat kecil Hema, Pak Said Abdullah. Mantan Sekda dan calon wawali Banjarbaru, Kalsel. Saya jadi teringat Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adnani yang meninggal dunia terserang Covid 19, bulan Agustus 2020. Kawal seangkatan saya waktu saya Wali Kota Balikpapan.

Sore kemarin saya menghadiri acara resepsi pernikahan Alda dan Surya di kolam renang Pentacity Hotel, BSB, lantai 7. Saya terkejut ketika kedua mempelai melepas sepasang burung dara, yang betina jatuh di kepala saya dan berhasil saya tangkap. Saya tidak tahu makna di balik kejadian itu. “Jangan-jangan bapak mau kawin lagi, kalau berani,” kata Pak Zen, sahabat saya bercanda.(*)

Pendampingan Ekonomi Jadi Strategi DPMD Kukar Tekan Ketimpangan Desa

June 14, 2025 by  
Filed under Artikel

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mengintensifkan upaya pengentasan ketimpangan desa dengan memperkuat program pendampingan ekonomi. Fokusnya bukan sekadar pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada penguatan kapasitas pelaku usaha mikro serta rumah tangga berpenghasilan rendah yang selama ini kerap tertinggal dalam arus pertumbuhan.

Pendekatan DPMD Kukar menitikberatkan pada dua hal, pemberdayaan UMKM dan peningkatan keterampilan keluarga prasejahtera. Pendampingan ini diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi desa yang inklusif, agar setiap warga punya peluang yang setara dalam meningkatkan taraf hidupnya.

Ahmad Irji, Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar, menjelaskan program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari strategi membangun desa secara menyeluruh. “Kami tidak hanya memberikan materi, tapi membangun ekosistem untuk meningkatkan UMKM,” tuturnya pada Jumat (13/6/2025).

Bukan tanpa hasil, program serupa sebelumnya telah dijalankan di Desa Sungai Meriam dan Bukit Raya. Di Sungai Meriam, pelatihan diarahkan pada penanganan kemiskinan berbasis komunitas, sedangkan Bukit Raya fokus pada penguatan unit usaha skala rumah tangga.

Irji menyebut pendekatan yang digunakan dalam pendampingan bersifat menyeluruh dan kontekstual. Desa didampingi secara bertahap berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Tujuannya bukan hanya menjadikan desa mandiri secara ekonomi, tapi juga mampu menciptakan sistem sosial yang kokoh dan berkelanjutan.

Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi alat ukur utama dalam menilai efektivitas program. Tiga dimensi IDM ekonomi, sosial, dan lingkungan menjadi kompas untuk menentukan titik intervensi yang diperlukan. Ketika sektor ekonomi desa seperti UMKM menunjukkan kemajuan, maka otomatis indikator IDM juga ikut terdongkrak.

Salah satu contoh yang dinilai berhasil adalah UKM Mawar di Desa Sepatin. Kelompok usaha ini memproduksi kerupuk udang dengan standar kualitas tinggi yang kini rutin dipasok ke sejumlah hotel di Kukar. Irji menilai keberhasilan UKM Mawar bukan hanya pencapaian individu kelompok, tetapi cermin dari keberhasilan strategi pendampingan ekonomi desa.

“Kita ingin desa tidak hanya hidup dari dana bantuan. Kalau usaha warga bisa jalan sendiri, desa bisa lebih fleksibel dan tahan terhadap krisis,” imbuhnya. (tan/adv diskominfo kukar)

« Previous PageNext Page »

  • vb