Uniba Resmi Buka Kedokteran

July 4, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MAU kuliah Fakultas Kedokteran (FK) di Balikpapan tahun 2025 ini? Sekarang sudah bisa. Mulai hari ini Universitas Balikpapan (Uniba) membuka program studi (prodi) baru yaitu program sarjana (S1) kedokteran dan program studi pendidikan profesi dokter.

Dibukanya prodi kedokteran di Uniba ini menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) No 491/B/0/2025 tertanggal 30 Juni 2025 yang ditandatangani Dirjen Dikti Khairul Munadi atas nama Menteri.

Judul SK itu adalah Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi pada Universitas Balikpapan di Kota Balikpapan yang Diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur.

Rektor Uniba Dr Isradi Zainal diapit Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto dan Ketua Komisi X DPR RI Dr Hetifah S setelah menerima SK

Orang yang berjasa dalam perjuangan membuka prodi kedokteran ini adalah Dr H Rendi Susiswo Ismail, SE, SH, MH dan Dr Ir M Isradi Zainal, ST, MT, SH, MH, MM, M.KKK, IPU, ASEAN.Eng. Wajar wajah mereka terus berseri-seri dan patut diacungi jempol.

Rendi adalah ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi – Dharma Wirawan Kalimantan Timur (Yapenti-DWK) yang membawahkan Uniba, sedang Isradi adalah rektor Uniba saat ini.

Duet kedua tokoh ini memang hebat. Pantang menyerah. “Perjuangannya memang berdarah-darah, tapi kami bersyukur kepada Allah SWT, akhirnya SK pendirian Fakuktas Kedokteran telah diterima Uniba,” ujar Rendi, yang sempat menjadi calon wali kota Balikpapan pada Pilwali 2024 lalu.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto, ST di sela-sela rapat kerja dengan Komisi X DPR yang diketuai Dr Hetifah Sjaifudian, Rabu (2/7) lalu.

Kebetulan Hetifah adalah anggota DPR RI dari Fraksi Golkar mewakili daerah pemilihan (dapil) Kaltim. Karena itu Hetifah sangat berperan dalam memuluskan izin untuk Uniba.

“Saya ikut bertanggung jawab memajukan pendidikan di Kaltim. Karena itu saya ucapkan selamat atas terbitnya SK tersebut. Selamat untuk Uniba dan selamat untuk masyarakat Kalimantan Timur,” kata Hetifah bersemangat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Yuliarto. “Selamat untuk Uniba. Semoga cepat mendapat mahasiswa baru kedokteran dan bisa menghasilkan lulusan yang unggul dan berkualitas,” katanya seraya menyerahkan SK yang dinanti-nanti.

Isradi juga mendapatkan ucapan selamat dari Wakil Mendiktisaintek Prof  Stella Christie, Ph.D dan Dirjen Pendidikan Tinggi Prof Dr Khairul Munadi, ST, M.Eng yang hadir mendampingi Menteri.

Gelar yang dihasilkan di kedokteran itu ada dua. Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan dokter (dr). S.Ked diperoleh seseorang setelah membuat skripsi dan lulus ujian. Sedang dokter  adalah profesi setelah menyelesaikan program koas dan ujian kompetensi. S.Ked tidak bisa berpraktik seperti dokter.

Uniba menjadi perguruan tinggi kedua di Kaltim yang membuka program kedokteran setelah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Bahkan FK Unmul yang didirikan sejak 1 November 2001 sudah menghasilkan lulusan baik yang bergelar S.Ked maupun dokter.

Jika FK Unmul menunjuk rumah sakit pendidikannya adalah RSKD A Wahab Sjahranie, maka FK Uniba memilih RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda sebagai mitranya. “Kita sudah menandatangani kesepakatan sejak 2023,” kata Isradi.

Rendi juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Dekan FK Unmul. “Mereka sangat men-support kami dalam persiapan membuka program ini,” jelasnya.

DITERIMA 50 ORANG

Menurut Rektor, dengan terbitnya SK Mendiktisaintek itu, maka Uniba langsung membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru kedokteran mulai sekarang. “Kapasitasnya tahun pertama 2025 ini hanya 50 orang. Silakan mendaftar,” katanya.

Uniba tengah membentuk organisasi Fakultas Kedokteran Uniba. Sebagai dekan adalah dr Sadiq, M.Kes, wakil dekan 1 dr Ferdinand dan wakil dekan 2 Dr Andi Surayya Mappangile. Sebagai Ketua Prodi S1 dr Kamil Sp.M dan Ketua Prodi Profesi dr Aristyan Sp.THT. “Sebelum FK di SK-kan secara operasional, maka administrasi dilaksanakan oleh Rektor,” kata Isradi.

Rendi dan Isradi bertekad menyelenggarakan prodi kedokteran ini bersungguh-sungguh. “Kami tidak ingin mengecewakan semua pihak yang sudah membantu perjuangan ini. Kami juga perlu dukungan masyarakat jangan ragu-ragu menguliahkan putra-putrinya di FK Uniba,” kata mereka.

Uniba mengusulkan prodi kedokteran sejak 20 Desember 2022 menyusul dibukanya moratorium pendirian fakultas kedokteran. Saking seriusnya, 40 calon dosennya sudah diberi gaji Rp12,5 juta sebulan meski izin pendirian belum dapat. Setelah dua tahun lebih berjuang, akhirnya apa yang diharapkan dapat terwujud.

Ini bulan yang benar-benar berkah buat Uniba. Selain menerima SK Pemberian Izin Pembukaan Fakultas Kedokteran, Uniba juga mendapat anugerah lain. Salah seorang dosennya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yaitu Hj Misna Ariani meraih gelar kepangkatan sebagai guru besar/profesor dalam kepakaran Manajemen Sumber Daya Manusia.

Lengkap sudah gelar wanita asli kelahiran Balikpapan ini yaitu Prof Dr Dra Hj Misna Ariani, MM. Dia profesor ke-4 alumnus Uniba dan ketiga alumnus FEB. Selamat dan surprise buat Uniba.(*)

Pantun RM di Pesta Nikah

July 1, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KETUA Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Balikpapan KH M Muslih Umar, S.Pdi menggelar resepsi pernikahan putranya. Acara khidmat itu berlangsung meriah di BSSC Dome Balikpapan, Sabtu (28/6) lalu.

Putra pertama Kiai Muslih, Abdul Hamid, S.Pd menikahi Atiqotul Muala, putri ketiga keluarga H Achmad Suhaemi dan Hj Aniyatur Rohimah.  Akad nikah berlangsung pagi di kediaman mempelai wanita di Jalan Projakal Km 5,5 No 123, Graha Indah.

Saya menyampaikan pesan bijak kepada mempelai

Akad nikah berlangsung lancar. Dipimpin KH M Idris Hamid, Rais Syuriah PBNU yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah dan Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Alhikmah, Pasuruan, Jawa Timur. Sedang saksi adalah KH  Abbas Alfas dan KH Mujiburrohman Said.

Kiai Hamid atau akrab dipanggil Mbah Hamid adalah salah seorang ulama kharismatik yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Indonesia. Beliau lahir di Rembang, namun menjalani sebagian besar hidupnya di Pasuruan. Karena itu dikenal sebagai Kiai Hamid Pasuruan.

Wajah Kiai Muslih dan istrinya, Hj Siti Azizah Said tampak semringah. Mereka bersama besannya mendampingi putra putri mereka yang bersanding di pelaminan. Ada grup musik juga ditampilkan untuk mewarnai suasana keceriaan.

Sejumlah pengurus PC NU jadi panitia dan penyambut tamu. Termasuk istri saya, Bunda Arita. Maklum dia juga juga jadi pengurus NU sebagai ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU Balikpapan, yang kemarin menyelenggarakan pelatihan merias wajah.

Kebetulan instrukturnya menantu saya,  Ayi Pratiwi, yang punya profesi sebagai perias wajah termasuk merias pengantin di bawah label Adeva. “Biar kader fatayat dan muslimah NU punya keterampilan dan bisa menjadi sumber kegiatan usaha alternatif,” kata Bunda Arita.

Sebelumnya LKK NU Balikpapan juga melaksanakan pendampingan pembuatan sertifikat halal dan kewirausahaan, yang mendapat apresiasi dan dukungan dari Kiai Muslih. Maklum program itu sangat bermanfaat untuk kemaslahatan kader dan umat.

Berfoto bersama Wali Kota Rahmad Mas’ud dan istri. Ada Pak Sarjono dan Pak Agung Sakti dan Pak Zen

Sementara itu, para kiai dan sejumlah tokoh tercantum dalam undangan yang disampaikan Kiai Muslih. Di antaranya Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud (RM), mantan anggota DPRD H Yasin, KH Abbas Alfas, KH Muhlasin, KH Mujiburrohman Said, M.SI, KH Cholil Said, SHI, Ustaz Drs H Achmari Shiddiq, mantan anggota DPR RI Bunda Hj Kasriyah serta Bunda Arita.

Saya sempat bersilaturahmi dengan H Yasin dengan putrinya, Fadilah, SH dan suaminya. Ketika mereka menikah saya sempat hadir. Masih menjadi wali kota tahun 2021. Waktu itu ada wabah Covid 19. Mereka sekarang sudah dikaruniai dua anak. Fadilah saat ini masih menjadi anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi Golkar untuk periode yang kedua

Kepada kedua mempelai, saya mengutip ucapan menarik dari seorang tokoh luar. Dia bilang ada 4 syarat untuk menggapai pernikahan sejati. Pertama: Iman. Kedua, ketiga dan keempat adalah Kepercayaan.

BERTEMU RM DAN ISTRI

Dalam acara resepsi itu, saya juga sempat bertemu Wali Kota Rahmad Mas’ud yang datang bersama istrinya, Hj Nurlena, SE. Saya datang lebih dulu barengan dengan mantan ketua Bappeda dan Ketua Baznas Balikpapan H Sarjono dan istri, Direktur Eksekutif Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi dan istri serta Zaenal Abidin (Pak Zen).

Rahmad sempat memberi wejangan kepada kedua mempelai agar menjadi pasangan sakinah, mawaddah, dan warahmah serta dikaruniai keturunan yang salih dan salihah serta berbakti dan berguna untuk orang tua, keluarga, bangsa dan negara.

Dia juga sempat berpantun, yang memang menjadi tradisi Wali Kota dalam berbagai acara. Sayang dia tidak sempat menyanyi dan saweran karena tergesa-gesa.

Ada dua pantun disampaikan RM penuh senyum dan dijawab undangan dengan ucapan “Cakep!” Pantun pertama berbunyi: Ujung Pandang kota Palu, jalan-jalan tentunya seru, pandang memandang tersipu malu, alangkah indah si pengantin baru. Sedang pantun kedua bunyinya: Ulama soleh manusia mulia, mengajak agar tidak sengsara, kami semua turut berbahagia, melihat pengantin bersanding mesra.

RM dan istri sempat menemui saya di kursi undangan. Dia menyalami dan mencium tangan serta memberi hormat kepada seniornya. “Saya mohon hanya sebentar di sini karena langsung terbang ke Jakarta memenuhi undangan Kapolda,” katanya.

Saya lama tidak bertemu dengan RM. Karena itu pertemuan kemarin langsung diposting tim siber RM, sembari ada kalimat menarik yang dicantumkan. “Selain dari orang tua, aku belajar adab dari pak wali @rahmadmasud,” begitu komennya.

Ketika suasana pertemuan itu saya posting di grup, Ir Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim sekaligus ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan membuat komen menarik. “Masyaallah, adem perasaan kita kalau pemimpin kota akur sama pendahulunya,” ujarnya penuh makna.

Agung Sakti juga senang adanya pertemuan yang tidak terduga itu. Di tengah-tengah kesibukannya mengelola kampus, Agung punya program pengabdian masyarakat yang mendukung program Pemkot Balikpapan, yaitu Forum RT dan Forum Air.

Forum RT dimaksudkan sebagai wadah para ketua RT untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan aspirasi untuk kemajuan warganya. Sedang Forum Air dimaksudkan ikut memberikan solusi untuk mengatasi keterbatasan air bersih di Balikpapan. “Kita ingin Balikpapan benar-benar menjadi kota maju yang mampu memenuhi kebutuhan pokok warganya,” kata Agung bersemangat.

Selain ke Dome, saya juga sempat menghadiri resepsi pernikahan keluarga Padang di Hotel Jatra, BSB. M Adrian Harry Tanjung, S.Ked, putra pertama H Syafrizak Tanjung dan Hj Wiwin Aprianti menikahi Cindy Avia Rizqullah, S.Ked, putri ketiga keluarga H Muhammad Mansur, SH (alm) dan Hj Susantin Fajariyah.

Yang menarik kedua mempelai gelarnya S.Ked. Itu singkatan dari sarjana kedokteran. Gelar akademik setelah menyelesaikan program pendidikan sarjana (S1) di bidang kedokteran. Untuk bisa berpraktik sebagai dokter, yang bersangkutan akan melanjutkan ke program profesi dokter (co-ass).

Datang ke undangan mereka, saya jadi teringat kata romantis orang kedokteran ketika merayu pasangannya. “Jika tulang butuh kalsium untuk terus tumbuh, maka aku butuh kamu untuk terus hidup.” Selamat berbahagia di tahun baru Islam 1447 Hijriyah yang penuh berkah. (*)

Giatkan Kesadaran Masyarakat, Operasi Gabungan Pajak Kendaraan Bermotor Digelar di Palaran

June 30, 2025 by  
Filed under Artikel

SAMARINDA – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Operasi Gabungan Ketertiban Lalu Lintas digelar di Kecamatan Palaran Kota Samarinda, Senin (30/6/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Jasa Raharja Cabang Samarinda, Satlantas Polresta Samarinda dan UPTD PPRD Wilayah Kota Samarinda dengan tujuan menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, serta meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.

Operasi ini menitik beratkan pada edukasi dan pemeriksaan kelengkapan dokumen kendaraan, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM), serta penindakan terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas. Selain itu mobil Samsat Keliling turut disediakan untuk memudahkan para pengendara dalam membayar pajak kendaraan di tempat.

Selain edukasi dan penegak aturan, petugas di lapangan juga memberikan imbauan langsung kepada pengendara mengenai pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan helm bagi pengendara, serta pemakaian sabuk pengaman bagi pengemudi mobil.

Adanya operasi gabungan ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman.

Jasa Raharja juga sebagai Member Of Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan. (**)

Ampalam dan Nasi Katok dari Brunei

June 28, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEORANG teman baru saja tiba dari Brunei. Dia kaget di sana ada jual buah ampalam. Padahal dia juga baru dari Banjarmasin. Sempat beli ampalam di pasar terapung. Selain ampalam dia juga sempat membeli buah kuini. Saya suka dengan kedua buah tersebut.

Buah ampalam dijual Rp10  ribu sekilo di Banjarmasin. Sedang di Brunei 3 dolar Brunei. Sekitar Rp50 ribu. Maklum di Brunei orangnya kaya-kaya. Tiga dolar terbilang murah.

Ampalam yang dijual di pasar Brunei

Beberapa hari ini ampalam dan kuini itu saya bawa ke mana-mana. Masuk ke dalam mobil. Bau ampalam tidak terlalu menyengat, tapi kuini aromanya sangat tajam. Ada yang tidak suka dengan baunya. Tapi suer saya suka dengan aroma buah kuini. Pengharum alami ketimbang beli pengharum kaleng.

Ampalam dan kuini terbilang jenis mangga asli dari Kalimantan. Dari hutan tropis. Wajar kalau pohonnya tumbuh selain di Kalimantan bagian wilayah Indonesia, juga di Kalimantan (Borneo) yang masuk wilayah Malaysia dan Brunei Darussalam.

Ampalam disebut mangga pari karena buahnya kecil-kecil. Orang Banjar menyebutnya hampalam. Tapi orang Malaysia bilang empelam atau empelem. Di Thailand disebut mamuang kaleng. Sedang di Filipina disebut apali. Nama botanis ampalam cukup menarik, Mangifera laurina.

Ampalam sudah jarang ditemukan di Kaltim. Apalagi di Balikpapan. Tapi di Kalsel masih banyak. Generasi milenial sudah pasti tidak terlalu kenal dengan ampalam. Buah ampalam cenderung masam, tapi kalau masak citarasanya menarik karena ada manisnya.

Buah ampalam muda sangat nyaman dibuat pemasam sambal. Jauh lebih enak dibanding mangga muda. Ada juga yang dibuat rujak atau manisan. Tapi kalau sudah masak enak di-emut dengan kecap manis dan cabai. Ampalam termasuk jenis buah berserat.

Suasana di Gadong Night Market Brunei yang relatif lebih ramai

Kuini atau kuweni nama ilmiahnya Mangifera odorata. Tuh, ada odor alias baunya. Karakternya antara mangga dan bacang. Di Sabah buah itu disebut huani atau wani. Sedangkan di Filipina dinamai uani atau juani. “Orang Bugis menyebutnya mangga macang,” kata Ketua BPD  Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan Adam Sinte ketika saya beri sebuah kemarin.

Buah kuini agak unik. Walaupun kulitnya mulus,  di dalamnya bisa ada piranya. Yang dimaksud pira adalah ulat. Padahal jenis mangga lain juga manis, tapi tidak ada ulatnya. Mungkin ulat masuk ke dalam karena aromanya.

Pohon ampalam dan pohon kuini sama-sama tinggi. Di atas 20 meter. Tapi buahnya banyak. Bisa ratusan bahkan ribuan biji. Waktu kecil saya suka melempari dengan potongan kayu. Jatuh ke tanah, saya bikin rujak dengan teman-teman. Bumbunya cukup garam dan lombok.

KOTANYA SANGAT SEPI

Wisatawan Indonesia termasuk dari Balikpapan kaget. Ternyata ibu kota Brunei, Bandar Seri Begawan relatif sepi. Populasi penduduknya cuma sekitar 400 ribu orang. Separuh penduduk Balikpapan. Tapi luas wilayah Brunei 5.765 kilometer persegi, 10 kali lebih besar dari Balikpapan.

Jangankan di jalan, di mal pun juga sepi. Orang Brunei kalau shopping ke Kuala Lumpur atau Singapura. Brunei secara ketat menjalankan syariat Islam. Jadi jangan berharap  ada tempat hiburan malam di kota ini termasuk karaoke. Merokok juga dilarang.

Mengutip Wikipedia, Brunei disebut memilik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Sehingga negeri  ini diklasifikasikan sebagai negara maju.

Menurut IMF, Brunei memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Di sana lumayan sulit mencari transportasi umum. Maklum orang Brunei rata-rata memiliki mobil. Bukan satu, tapi 3 sampai 5 unit. Rasio kepemilikan kendaraan di Brunei tertinggi di negara ASEAN, yaitu sekitar 997,8 kendaraan per 1.000 penduduk.

Rajanya saja, Sultan Hassanal Bolkiah yang sudah naik takhta sejak 57 tahun silam memiliki koleksi mobil mewah mencapai 7.000 unit. Mulai Rolls-Royce, Ferrari, Bentley sampai jenis lainnya. Ada beberapa mobil berlapis emas. Total nilai mobilnya mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar  Rp82 triliun lebih. Bayangkan 3 kali lebih besar dari APBD Kaltim.

Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas. Ada yang bilang kalau dulu Kaltim juga “merdeka,” niscaya kayanya sama dengan Brunei bahkan bisa lebih.

Warga Brunei tidak dikenai pungutan pajak PPh dan PPN. Warga hanya diwajibkan menyumbang 5 persen dari pendapatannya ke dana tabungan yang dikelola negara.

Pesawat Royal Brunei terbang kembali ke Balikpapan. Berangkat tiap Rabu malam. Sedang dari Brunei tiap Sabtu dinihari. Jarak penerbangan sangat dekat, hanya ditempuh sekitar 90 menit. Harga tiketnya bervariasi antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Dari Balikpapan, Royal Brunei juga terbang ke Singapura.

Ada travel di Balikpapan menawarkan paket wisata ke Brunei. Berangkat Rabu pulang Sabtu. Harga paketnya sekitar Rp6 juta. Pelancong dibawa jalan-jalan di antaranya mengunjungi Pantai Jerudong, Gadong Night Market, Jumatan di Masjid Omar Ali Saifuddin, menikmati kampung air seperti di Marga Sari, Balikpapan Barat sampai melihat Istana Nurul Iman, kediaman  Sultan Hassanal Bolkiah beserta keluarganya.

Istana Nurul Iman menyandang gelar sebagai istana terbesar di dunia  menurut Guinness Book of World’s Records. Dibangun di atas lahan seluas 50 hektare dengan biaya sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun. Bangunan istana tersebut berisi sebanyak 1.788 kamar. Bayangkan butuh waktu berapa hari untuk mengelilinginya.

Sedang Jerudong Park adalah taman hiburan terbesar di Asia Tenggara. Dibangun oleh pemerintah Kerajaan Brunei pada tahun 1994 juga dengan dana sekitar 1 miliar dolar AS.

Menurut para wisatawan, hanya di Gadong Night Market, suasana cukup ramai. Sebagian besar pengunjung berbelanja berbagai makanan, minuman, dan buah-buahan. Termasuk Ampalam. Bahasa yang digunakan di situ bisa Melayu, bisa juga Inggris.

Makanan terkenal di negeri ini namanya “Nasi Katok.” Katok itu artinya ketuk. Berawal dari orang yang mau membeli ditandai dengan mengetuk pintu warung si penjual. Jadi disebut nasi katok. Isinya tidak terlalu beragam. Hanya nasi dengan lauk ayam goreng dan sambal. Harganya 1 dolar 20 sen. Tapi sekarang ada nasi katok kambing. Harganya 3 dolar Brunei. Berarti hampir Rp50 ribu. Kabarnya kalau sudah makan nasi katok, tidurnya bisa bermimpi jadi Raja Brunei. Apa betul? Silakan tidur dan bermimpi dulu.(*)

“The Best” Bankaltimtara

June 27, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA kebanggaan khusus duduk bersama Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin. Apalagi itu terjadi di ajang  22nd Banking Service Excellence Awards (BSEA) 2025 yang digelar Infobank dan Marketing Research Indonesia (MRI) di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (24/6) lalu.

Soalnya Yamin bersama Bankaltimtara dua nama yang termasuk dalam catatan tinta emas Infobank dan MRI. Sudah 22 tahun lembaga itu meneropong kinerja perbankan termasuk bank pembangunan daerah di seluruh Indonesia. Hasilnya, Bankaltimtara termasuk bank daerah yang selalu berkinerja bagus.

Suasana diskusi ekonomi Infobank membahas ketidakpastian global

Infobank adalah nama majalah bulanan yang diterbitkan pada tahun 1979 oleh PT Infobank Digital Inisiatif Asia. Fokus pemberitaannya mengupas masalah ekonomi terutama perbankan. Sedang MRI adalah lembaga riset yang khusus bergerak di riset pemasaran dan menyediakan layanan studi sindikasi dan pemasaran.

Kedua lembaga ini, Infobank dan MRI bekerja sama melakukan survei kualitas layanan perbankan. Lalu mereka menuangkannya dengan pemberian penghargaan yang diberi label BSEA. Menariknya, mereka survei ke lapangan secara diam-diam. “Saya sendiri tidak tahu kapan mereka melakukan survei di Bankaltimtara,” kata Yamin.

Para pemimpin bank sangat terhormat menerima penghargaan BSEA. Sekaligus menjadi bukti dan alat ukur sejauh mana tingkat kualitas pelayanan yang dilakukan oleh bank dalam memuaskan nasabahnya.

“Ada sekitar 1.500 kali kunjungan dan 34 ribu transaksi kami amati untuk menentukan bank-bank mana saja yang berhak menyandang gelar terbaik dalam memberikan pelayanan prima,” kata Dirut MRI Harry Puspito.

Bersama wartawan yang meliput di Shangri-La Hotel Jakarta

Dia menyebut kantor bank terutama kantor cabang saat ini mengalami tranformasi yang sangat pesat. Transaksi manual sudah sangat berkurang karena bergeser ke transaksi digital. Karena itu staf di front office juga harus mampu menjadi pembimbing bagi nasabah dalam menggunakan transaksi digital. Suasana kantor pelayanan juga berubah menjadi lebih modern dan nyaman.

Yang menarik acara pemberian penghargaan BSEA ke-22 ditandai juga dengan diskusi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dua pembicara hebat ditampilkan. Yaitu Prof Dr Muliaman Hadad dan Dr Mukhamad Misbakhun.

Prof Muliaman adalah kepala Badan Pengelola (BP) Investasi Danantara. Sebelumnya pernah menjadi ketua Dewan Komisioner OJK dan Deputi Bank Indonesia. Sedang Misbakhun saat ini menjadi ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan, moneter dan jasa keuangan. Dia wakil rakyat dari Fraksi Golkar.  Sebelumnya pernah menjadi pegawai Ditjen Pajak dan kader KPS. Misbakhun populer ketika dia menjadi salah satu inisiator pansus Century.

Kedua orang ini menyoroti perekonomian nasional akibat dari ketidakpastian global. Terutama dengan adanya kebijakan Presiden AS Donald Trump menyusul terjadinya perang Iran-Israel. Jika harga minyak sampai melonjak, sudah pasti perekonomian terpukul berat. APBN juga bakal megap-megap dan dunia usaha pun kurang prospektif.

Menghadapi situasi ini, Prof Muliaman menyarankan kita harus memiliki agility. Yaitu ketangkasan atau kecakapan untuk menyesuaikan diri. Mulai strategic agility, operational agility, cultural & human agility, technological agility, customer & market agility sampai financial agility.

Sedang Misbakhun meminta pemerintah tetap fokus dalam menjalankan APBN 2025. “Tetap ekspansif, terarah, dan terukur,” tandasnya.

DUA PENGHARGAAN

Pada ajang BSEA 2025, Bankaltimtara menerima dua penghargaan, yaitu The Best Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2020-2024) dan The 2nd Best Region Bank in Excellence Website.

Bayangkan kurang apa hebatnya pelayanan di Bankaltimtara. Selama 5 tahun berturut-turut (2020-2024) mampu menyabet penghargaan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. “Pelayanan memang menjadi kekuatan kita dalam menjaring dan melayani nasabah,” kata Yamin.

Yang menarik penghargaan untuk Bankaltimtara diserahkan oleh Prof Muliaman bersama Chairman Infobank Media Group Eko B Supriyanto serta disaksikan Ketua Komisi XI Dr Misbakhun dan Dirut MRI Harry Puspito.

“Selamat atas prestasi yang luar biasa dari Bankaltimtara. Terus meningkatkan kinerja dan karya,” kata Prof Muliaman sembari menyerahkan trofi.

Yamin mengaku bangga atas penghargaan tersebut. “Hasil kerja keras kita tidak sia-sia. Kualitas kinerja Bankaltimtara tidak kalah dengan bank-bank daerah lainnya termasuk dalam penerapan digitalisasi,” katanya setelah menerima penghargaan.

Jabatan direktur utama dipegang M Yamin sejak tahun 2020 menggantikan Zainuddin Fanani. Dia memiliki pengalaman yang panjang di bank milik Pemprov Kaltim dan Kaltara itu. Pernah menjadi pemimpin cabang di Kukar dan Balikpapan, kepala Divisi Kredit sampai direktur Operasional. Dia alumnus Sekolah Staf dan Pimpinan Bank (Sespimbank) LPPI Jakarta dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul).

Banyak prestasi yang diraih Yamin dan Bankaltimtara di penghargaan BSEA di tahun-tahun sebelumnya. Dari catatan Dale Amazone, staf Humas Bankaltimtara, sudah belasan awards dipajang di Kantor Pusat Bankaltimtara di Jl Jenderal Sudirman 33, Samarinda Kota.

Sementara itu, dalam ajang TOP BUMD Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness bekerjasama dengan Institut Ototomi Daerah (i-OTDA), Bankaltimtara juga meraih dua penghargaan.

Selain penghargaan TOP BUMD Awards 2025 # Bintang 5, juga Yamin dianugerahi sebagai TOP CEO BUMD 2025. Bersamaan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang dinobatkan sebagai TOP Pembina BUMD 2025.

Bankaltimtara juga meraih penghargaan dengan predikat  “gold” untuk kategori “Well Implementation Control (WIC)” pada Awarding Ceremony Indonesia Operations Banking Summit (IOBS) di Swissotel PIK Avenue’ Jakarta, 27-28 Mei lalu.

WIC diberikan  kepada bank atau tim operasional bank yang telah berhasil dalam menerapkan sistem pengendalian internal yang efektif, efisien dan sesuai dengan regulasi dalam lingkup industri perbankan di Indonesia.

Dengan berbagai pencapaian ini, Bankaltimtara semakin mengukuhkan posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang berdaya saing tinggi dan punya komitmen kuat dalam memajukan perekonomian daerah.

Apalagi posisi modal Bankaltimtara saat ini sudah mencapai Rp7,5 triliun. Dengan posisi modal sebesar itu, menjadikan Bankaltimtara sebagai bank dengan modal inti tertinggi di antara bank pembangunan daerah se-Indonesia versi Bisnis.com. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb