Pangdam Juga Ikut Imlekan

January 30, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DI TENGAH kesibukannya, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI  Rudy Rachmat Nugraha, SIP, M.Sc ikut merayakan Imlekan atau hari raya Imlek. Dia bersama Kasdam Brigjen TNI Ary Aryanto terlihat berkunjung ke kediaman Pak Charles, pemilik Hotel Platinum di Km 2 Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan, Rabu (29/1).

Pangdam disambut Charles bersama istri, anak dan adik-adiknya. Ada Pak David, Pak Rudy, dan Tonny. Juga ikut mendampingi direktur operasional Platinum Group, Soegianto, direktur umum Budi Setyawan, mantan perwira tinggi di kepolisian dan GM Platinum Balikpapan Joko Budi Jaya.

“Selamat Hari Raya Imlek Pak Charles, kong si pa cai,” kata Pangdam bersama Kasdam dan perwira lainnya. Charles bersemangat menyambut para pimpinan Kodam VI/Mulawarman. “Ini kehormatan bagi keluarga kami,” katanya.

Kong si pa cai (Gong xi fa cai) adalah ucapan selamat yang lazim diucapkan pada saat perayaan Tahun Baru Imlek.  Ucapan ini memiliki arti selamat mendapat lebih banyak kesejahteraan dan kemakmuran.

Keluarga pemilik Hotel Maxone, pasangan Ludi Stenly dan Ibu Cindy Goutama salam “pai” bersama grup barongsai Paguyuban Guangzhou Balikpapan.

Imlek tahun 2025 ini adalah Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh tanggal 29 Januari 2025. Pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Berdasarkan kalender lunar, Imlekan tahun ini menjadi tahun shio ular dengan elemen kayu atau ular kayu.

Menurut Alina Rubi dalam buku Chinese Horoscope 2025, Ular Kayu 2025 adalah simbol transformasi, intuisi, dan pertumbuhan. Gabungan ular dengan kayu yang melambangkan pembaruan, dan memungkinkan kita untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan hidup.

Rudy Rachmat menjadi Pangdam di akhir Desember 2024. Dia menggantikan Mayjen Achiruddin, yang dimutasi menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Rudy  adalah perwira tinggi TNI AD dari korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).

Persis di hari Imlek, Pangdam merayakan HUT-nya ke-56. Tanggal kelahirannya 29 Januari 1969. Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991, yang sangat berpengalaman di dunia intelijen. Jabatan terakhirnya adalah Asisten Intelijen Panglima TNI. Juga pernah menjabat Direktur E BAIS TNI.

Dr Meiliana imlekan dengan keluarga Liaman Chandra

Saya dan Pak Zainal datang rumah Pak Charles agak siang. Tak lama hujan gerimis. “Wah ini pertanda hoki, alam memberi berkah,” kata Pak Charles bersemangat. Saya diajaknya makan soto banjar, coto makassar, es buah dan martabak. Juga ada kopi spesial dan kambing guling.

Tak lama datang juga Kapolresta Balikpapan Kombes Polisi Anton Firmanto, SH, MH, SIK. Dia baru menjenguk istri yang sakit di Jakarta. “Alhamdulillah berangsur sembuh,” katanya. Menjelang Imlek, dia sempat memantau situasi keamanan kota di antaranya meninjau Vihara Dharma Setia Toa di Jl Jenderal Sudirman.

Saya juga sempat berbincang dengan Kol CPM Joni Kuswaryanto, pejabat BIN yang ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). “Alhamdulillah, situasi di IKN cukup aman dan kondusif. Pembangunan masih berjalan terus,” katanya.

Pak Charles adalah warga keturunan yang sukses di dunia usaha mulai bisnis perhotelan, angkutan dan kontraktor pertambangan. “Rasanya saat ini Pak Charles adalah pengusaha keturunan yang paling kuat dan sukses di Balikpapan,” kata seorang manajer bank.

Tahun 2025 ini ada “mainan” baru bisnis Pak Charles. Dia mengambil alih saham Rumah Sakit Restu Ibu. Sudah selesai kontrak jual belinya. “Tinggal serah terima saja,” kata Soegianto. Tidak disebutkan berapa nilai kontraknya. Tempo hari Restu Ibu pernah menawarkan di atas Rp200 miliar.

RS Restu Ibu di Jl Ahmad Yani, Gunungsari Ilir itu,  berawal dari klinik bersalin yang didirikan sejak tahun 1976. Sebagian besar sahamnya dimiliki oleh dokter senior di Balikpapan. Sebagian mereka sudah tiada dan uzur.

Selain di bisnis, Pak Charles juga aktif di paguyuban. Dia adalah ketua Paguyuban Guangzhou Balikpapan. Juga aktif di organisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

IMLEKAN DI MAXONE

Ke rumah Pak Charles saya tidak bersama istri dan cucu saya, Defa dan Dafin. Biasanya datang rombongan sejak saya jadi wali kota. Mereka agak kurang sehat. Tapi malam sebelumnya sempat hadir di acara Maxone Chinese New Year di lantai 2 Nusantara Grand Ballroom, Hotel Maxone di Kawasan Damai, Jl MT Haryono.

Keluarga pemilik Maxone, Ludy Stenly dan Ibu Cindy Goutama bersama anak, menantu dan cucunya lengkap hadir. “Ini yang meresmikan Pak Rizal ketika jadi wali kota,” kata Pak Ludy bersemangat.

Saya juga sempat bertemu pengusaha Haji Asfia bersama istri, anak dan menantunya. Juga keluarga mendiang Suryadi Abidin (Abi). “Sudah lama kita ngga ketemu, ya Bu,” kata Ibu Tuti Surya Abidin menyapa istri saya, Bunda Arita.  Hadir juga Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dr CI Ratih Kusuma W.

Acaranya meriah. Mulai hiburan musik, tarian sampai permainan game. Ada doorprize berhadiah, tv, kulkas dan sepeda listrik. Puncaknya menyaksikan pertunjukan barongsai dari Paguyuban Guangzhou Balikpapan. Cucu saya sempat memberi angpao kepada sang barongsai. Dia juga dapat angpao dari Chingta Nah, putri pemilik Maxone. Defa dan dafin suka sekali. Apalagi Dafin baru merayakan ultahnya ke-9.

Sajian makanan Maxone juga menarik dan maknyus. Ada mi imlek, bebek goreng, kepiting sampai steam ikan. Tak lupa di atas meja disajikan jeruk, yang dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan.

Sementara di Samarinda, sahabat saya, Dr Meiliana, mantan Pj Sekda Kaltim juga ikut merayakan Imlek. Dia sempat mengunjungi Ce Indah Surya, anggota Gambate dan rekannya Tri Murti Rahayu. Kebetulan suaminya keturunan Tionghoa, Liaman Chandra. “Alhamdulillah saya dapat angpao,” katanya  gembira. “Kamsia, kamsia, xie-xie,” katanya sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada sebagai salam “pai.”(*)

Samarinda dan Balikpapan

January 29, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

APA perbedaan dan persamaan Samarinda dan Balikpapan? Yang pasti sama-sama pada awal tahun 2025 ini merayakan hari jadi atau HUT kota. Samarinda tanggal 21 Januari tadi merayakan HUT kota ke-357, sedang Balikpapan pada 10 Februari nanti memperingati HUT kota ke-128.

Pemimpin kedua kota utama di Kaltim ini sama-sama 6 Februari nanti dilantik kembali menjadi wali kota untuk masa bakti yang kedua, 2025-2030. Sama-sama punya pengalaman melawan kotak kosong. Pada Pilwali 2020, Rahmad Mas’ud (48) dari Golkar berlaga tanpa lawan, sedang pada Pilkada 2024 giliran Andi Harun (52) dari Gerindra mengalami hal sama.

Ratusan lampu di Jembatan Manggar dan Satpol PP yang lagi menertibkan pedagang kaki lima

Wakil Wali Kota Samarinda 2025-2030 wajah baru. Dia adalah Saefuddin Zuhri (58) dari Partai Nasdem. Sebelumnya Andi Harun (AH) didampingi Rusmadi Wongso dari PDIP. Sedang Rahmad Mas’ud (RM) boleh dibilang baru yang kedua ini punya wakil yaitu Bagus Susetyo (57) dari Partai Gerindra.

Pada periode pertama RM sukses memecahkan rekor wali kota tanpa pendamping. Wakil wali kota terpilih Thohari Aziz dari PDIP meninggal dunia akibat Covid sebelum pelantikan. Setelah itu tak ada penggantinya meski sempat dilakukan proses pergantian yang tak berujung pangkal.

Saefuddin sebelumnya dua periode menjadi anggota DPRD Samarinda. Tokoh kelahiran Kediri, Jawa Timur ini pada Pileg 2024 lolos ke DPRD Kaltim. Sedang Bagus adalah anggota DPRD Kaltim 2019-2024, tapi lelaki kelahiran Yogyakarta ini gagal terpilih pada Pileg 2024. Keduanya sama-sama berlatar pengusaha.

Pada peringatan HUT ke-68 Provinsi Kaltim, 9 Januari 2025 lalu, Balikpapan masih unggul dari Samarinda dalam meraih panji keberhasilan pembangunan, yang sekarang diberi nama Arindama Keberhasilan Pembangunan. Arindama adalah bahasa Sansekerta yang artinya penghargaan.

Jumlah Arindama-nya ada 23 ditambah 2  Grand Arindama. Lebih separuh dipangkas dibanding jumlah panji dalam tahun-tahun sebelumnya. Juga mulai tahun ini tidak ada pemisahan antara kabupaten dan kota.

Balikpapan peraih terbanyak dengan 7 Arindama, Kukar dan Bontang sama-sama 3, Berau, Paser, dan Kutai Timur (Kutim) sama-sama 2, sedang PPU, Kutai Barat (Kubar), Mahakam Ulu (Mahulu) dan Samarinda sama-sama hanya 1 Arindama.

Sedang 2 Grand Arindama diraih Balikpapan untuk keberhasilan pelayanan publik dan Kabupaten Kukar dalam bidang pembangunan ekonomi.

Agak unik juga dengan Samarinda. AH sekarang ini dianggap wali kota yang sukses memimpin Samarinda. Bahkan dalam Pilwali 2024 tak ada yang berani maju melawan dia.  Akan tetapi dari tahun ke tahun kota ini tak bisa banyak menoreh prestasi dalam meraih panji atau arindama keberhasilan pembangunan dari Pemprov Kaltim.

Penilaian panji atau arindama dilakukan oleh tim dari provinsi. Mereka mengevaluasi berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Ada 3 kategori utama yang dinilai meliputi bidang sosial, ekonomi, dan pelayanan publik. Lalu ada sub-sub bidang yang menjadi objek penilaian.

Tapi ada satu penghargaan bergengsi di mana Samarinda berhasil menggusur Balikpapan. Atas penilaian Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), Samarinda berada di urutan ke-10 Kota Nyaman Dihuni di Indonesia. Penghargaan ini sebelumnya berada di Kota Balikpapan, tapi belakangan Kota Beriman terlempar dari 10 besar.

Samarinda dengan luas 718 kilometer persegi dihuni 868.499 jiwa (per Juni 2024). Terdiri dari 10 kecamatan, 59 kelurahan dan 1.975 RT. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya mencapai 82,61. Total APBD 2024 mencapai Rp5,64 triliun, sedang APBD 2025 ditetapkan Rp4,9 triliun.

Sedang Balikpapan dengan luas 503,3 kilometer persegi ditinggali 746.804 jiwa penduduk per 30 Juni 2024. Terdiri dari 6 kecamatan, 34 kelurahan dan 1.143 RT.  IPM-nya 82,03 terpaut sedikit di bawah Samarinda. Total APBD 2024 mencapai Rp4,5 triliun. Hampir sama dengan APBD 2025 yang tercatat Rp4,59 triliun.

SAMA-SAMA MEMPERCANTIK

Terlepas soal arindama, Samarinda dan Balikpapan saat ini sama-sama berusaha  mempercantik diri melalui pembangunan dan penataan taman, tugu atau monumen. Samarinda sukses dengan Teras-nya, yang ternyata membuat warga kota serta pendatang dan wisatawan bisa  menikmati keindahan Sungai Mahakam.

Selain membangun Teras, Samarinda juga mendandani Citra Niaga kembali menarik. Citra Niaga yang menjadi pusat penjualan cenderamata pernah meraih penghargaan internasional Aga Khan Award pada tahun 1989. Sementara pusat cenderamata Balikpapan, Pasar Inpres Kebun Sayur belum mengalami perubahan.

Samarinda dan Balikpapan sama-sama punya tugu baru yang mengundang perhatian pro kontra. Samarinda membangun tugu pesut Mahakam di persimpangan mal Lembuswana dengan biaya Rp1,1 miliar, sedang Balikpapan membangun tugu kapal layar di jalan masuk Stadion Batakan dengan biaya Rp4 miliar.

Warga Tepian bingung karena tugu pesutnya tidak mirip pesut, sehingga banyak yang menggunjing terutama dari warganet. Sedang warga Beriman heran kok tugu kapal dibangun di jalan masuk stadion. Menurut mereka seharusnya di situ dibangun tugu Beruang Madu menendang bola. Beruang Madu maskotnya Balikpapan dan tim Persiba juga dijuluki “Tim Beruang Madu.”

Alasan RM membangun tugu kapal layar karena Balikpapan Timur adalah wilayah bahari. Di sana banyak nelayan. Selain tugu kapal, Balikpapan juga membangun tugu Beriman di persimpangan BSCC Dome dengan biaya Rp3 miliar. Sebelumnya juga ada tugu jam Beriman di simpang kantor wali kota.

Samarinda membenahi Taman Sama Rendah lebih cantik lagi. Sedang Balikpapan memoles Taman Bekapai dan Taman Gubah di RSS Jl Ruhui Rahayu. Serta beberapa taman lainnya.

Kedua kota juga sama-sama menata  drainase dan median jalan. Di Balikpapan terlihat di dekat Gedung Parkir Klandasan, Jl Ruhui Rahayu dan Jl MT Haryono.

Beberapa jembatan di Balikpapan dihiasi dengan lampu jalanan yang mewah. Terutama di Jembatan Manggar. Saking banyaknya lampu yang dipasang, maka kalau malam di kawasan jembatan jadi pusat jualan pedagang kaki lima dan warga memancing. Beberapa kali Satpol PP merazia, tapi pedagang tak kunjung jera.

Selain Jembatan Manggar, hiasan lampu juga dipasang di jembatan depan Hotel Zurich dan jembatan di depan Pasar Baru. Ada juga di Jl MT Haryono dan Jl Ruhui Rahayu.

Meski sukses dalam proyek lampu PJU sesuai keinginan Wali Kota Rahmad Mas’ud, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Adwar Skenda Putra belum lama ini di-staf ahli-kan.

Isu penarikan ini sudah lama beredar gara-gara Adwar membuat surat edaran soal angkot dan taksi online. Waktu itu KNPI minta Adwar diganti. Seperti biasa, RM tidak langsung menunjuk pengganti definitif, tapi memasang pelaksana tugas (Plt) lebih dulu.

Wali kota Samarinda Andi Harun diakui “kesaktiannya.” Dia mampu meratakan Pasar Pagi, yang sebelumnya sulit dibenahi. Saat ini Pasar Pagi dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih bagus dan rapi. Biayanya cukup besar Rp450 miliar. KPK ikut membantu mengawasi. Ditarget Mei nanti rampung. Balikpapan juga membenahi Pasar Klandasan, tapi belum berhasil menata Pasar Pandan Sari.

Wali kota AH juga membuat kejutan dengan membangun terowongan (tunnel) sepanjang 700 meter, yang menghubungkan Jl Sultan Alimuddin dengan Jl Kakap. Megaproyek ini menghabiskan dana APBD Rp400 miliar. Hanya saja proyek ini pelaksanaannya agak tersendat.

Balikpapan tengah membangun rumah sakit type C di Balikpapan Barat. Biayanya cukup besar. Tahap pertama menyedot dana APBD 2024 sebesar Rp106 miliar. Dalam proses finishing akan membutuhkan tambahan Rp60-70 miliar. Tapi pelaksanaannya tidak begitu lancar. Mulai soal tanah sampai kinerja kontraktornya. Kabarnya sudah diperpanjang 180 hari. DPRD sudah menyampaikan kritik dan sorotan.

Rencana pembangunan rumah sakit ini sempat membuat Direktur RS Sayang Ibu dr Indah Puspitasari mengundurkan diri. Sekarang Indah menjadi Direktur RSJ Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda.

Sementara itu, Samarinda menurut AH akan membangun rumah sakit bertaraf internasional dengan investasi sebesar Rp700 miliar. Investornya Aspen Medical Group, perusahaan dengan reputasi global dari Australia.

Di luar soal kecantikan kota, Samarinda dan Balikpapan sama-sama menghadapi persoalan banjir dan kemacetan lalu lintas. Dulu Balikpapan lebih tertib dibanding Samarinda, tapi sekarang sama-sama krodit jalannya.

Kalau hujan lebat barengan, maka sebagian wilayah Samarinda dan Balikpapan sama-sama kebanjiran. Ada beberapa titik yang menjadi pusat perhatian. Untuk wilayah Balikpapan biasanya banjir parah terjadi di kawasan Beller dan Jl MT Haryono. Meski di situ sudah ada proyek penanggulan yang menghabiskan dana APBD Rp134 miliar. Sedang di Samarinda, biasanya di daerah persimpangan Lembuswana. Selain beberapa titik di kawasan lain.

Balikpapan menghadapi kekurangan air bersih, tapi Samarinda lebih beruntung karena dilintasi Sungai Mahakam. Karena itu Wali Kota Samarinda Andi Harun tahun lalu pernah menawari Balikpapan beli air dari perusahaan PDAM-nya.

Menurut Andi Harun, Pemkot Samarinda tengah merealisasikan program “100-0-100.” Yaitu 100 persen akses air minum, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak. Target ini merupakan bagian dari target nasional Universal Access yang bertujuan untuk membuat Indonesia bersih dan sehat.

Dari dunia usaha, tak banyak pengusaha kedua kota ini saling memperluas jaringan. Di Balikpapan, ada dua pengusaha Samarinda sudah lama bercokol. Yaitu H Jos Soetomo dengan Hotel Senyiur, lapangan golf Karang Joang (Karjo) dan Pantai Lamaru serta Yusi Ananda dari Hotel Mesra yang membuka Open House – Hill Café di atas bukit Markoni.

Sayang lapangan golfnya di Karjo makin tak terurus. Khawatir akan ditutup karena tidak bisa main 18 hole lagi. Sebagai penggantinya Wali kota RM melalui perusahaan pribadinya Cindara Pratama lagi membangun lapangan golf 18 hole dan Nusantara Cottage di kawasan Kariangau seluas 100 hektare.

Sementara itu Linan Kurniahu pemilik Hotel Blue Sky Balikpapan berhasil membuka Decafe Resto, Pastry & Bakery di kawasan pelabuhan Jl Niaga Timur Samarinda Kota. Menyewa lahan Pelindo. Lebih besar dari Decafe Balikpapan yang berada di Klandasan dan sukses. Linan terkenal dengan roti mantaunya dan sukses membuka lounge di sejumlah bandara terbaik di Indonesia termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Baik juga kalau Linan membuka lounge di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.(*)

Dr Aryono Disusul Sang Istri

January 24, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MEREKA pasangan sehidup semati. Ada yang bilang ini yang namanya “cinta sejati.” Dokter senior Balikpapan, dr Aryono Wardiman meninggal dunia hari Selasa (21/1) pukul 07.30 Wita. Besoknya, Rabu (2/1) pukul 09.03 Wita disusul sang istri, Ibu Kartinah.

Kedua-duanya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Ini adalah rumah sakit yang pernah dia rintis dan pimpin. “Ya beliau meninggal setelah mendapat perawatan di sini,” kata Direktur RSKD dr Edy Iskandar.

Menurut Edy, dr Aryono dilarikan ke RSKD dalam keadaan tidak sadar. Setelah dirawat selama 3 hari di ICU, beliau meninggal dunia dalam usia 90 tahun. Sedang istrinya, Ibu Kartinah (80) tampaknya drop setelah kepergian sang suami. Dia sempat dilarikan ke RS Beriman lalu dirujuk ke RSKD. “Tapi Allah menentukan takdirnya, dia menyusul sang suami,” jelasnya.

Untuk mengenang dan menghargai pengabdian almarhum,  RSKD akan mengabadikan nama dr Aryono Wardiman sebagai nama Gedung Kedokteran Nuklir yang rampung tahun ini. “Kami sudah meminta izin kepada keluarga beliau,” kata Edy.

Dr Aryono dan Ibu Kartinah bersama keluarga Kagama di antaranya masih ada dr Subandi dan juga drg Dyah Muryani.

Fasilitas kedokteran nuklir sudah ada di RS Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Ke-4 yang ada di Indonesia setelah Jakarta, Bandung, dan Semarang. Menyusul di RSKD yang akan beroperasi tahun ini. Dengan adanya fasilitas ini, maka dapat dilakukan diagnosis berbagai penyakit melalui pemeriksaan berbasis radioaktif atau tes nuklir. Di antaranya kanker dan tumor, penyakit Alzheimer, demensia, Parkinson dan gangguan saraf.

Jenazah dr Aryono dan sang istri, Ibu Kartinah dimakamkan di pemakaman Km 15 secara berdampingan. Sanak keluarga dan kerabat ikut mengantarkan jenazah dalam suasana kesedihan. Almarhum dan almarhumah meninggalkan 4 putra dan satu putri yang tinggal di Swiss dengan beberapa cucu.

Ucapan belasungkawa  datang dari berbagai pihak terutama kalangan kedokteran.  “Kami semua memang berdukacita atas kehilangan sosok panutan yang luar biasa,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Balikpapan, dr Natsir Akil, Sp.PD-KR.

Dr Aryono pernah bertugas di pedalaman Mahakam dan perbatasan Malaysia pada tahun 1960-an. Dia juga disebut tokoh yang membidani berdirinya RSUD AWS Samarinda dan RSKD Balikpapan. Dia sempat memimpin RSKD selama 23 tahun mulai tahun 1972 sampai 1995.

Dia dikenal sebagai dokter yang ramah dan murah. Tak jarang menggratiskan pasiennya yang tidak mampu. Melayani pasien turun temurun dan lintas generasi. Hidupnya benar-benar untuk pengabdian kepada masyarakat. Tak mengenal kaya atau orang yang tak mampu.

“Saya sempat bayar masih Rp20 ribu dengan beliau,” kata Ibu Gusti Rahma. “Terakhir periksa sama dr Aryono bayarnya cuma Rp50 ribu. Obatnya juga murah,” kata Ibu Sukarsih dari grup Sahabat Kecil, yang dipimpin Ibu Sri Asril.

PELOPOR PKBI

Aryono dokter lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Aktif sebagai penasihat di Keluarga Alumni UGM  atau Kagama. Juga pernah mendapatkan penghargaan dari kampusnya sebagai alumnus UGM berprestasi atas pengabdiannya yang luar biasa di Kaltim.

Dia juga pelopor berdirinya Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Balikpapan. PKBI adalah LSM tertua di Indonesia yang bergerak di bidang keluarga berencana (KB) dan kesehatan seksual serta reproduksi.

Ketika istri saya, Bunda Arita menjadi ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Balikpapan tahun 2006, dr Aryono duduk sebagai penasihat. PPTI merupakan organisasi masyarakat yang membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit tuberculosis atau TB.

“Beliau sangat bijaksana dan banyak memberikan kita nasihat dan masukan. Beliau memang pengabdi yang luar biasa,” kata istri saya, yang juga sama-sama berada di Paguyuban Keluarga Ngayogyakarta Hadiningrat.

Drg Dyah Muryani, mantan kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan mengaku sangat kehilangan tokoh panutan dari semua dokter yang bertugas. “Dokter Aryono sangat menginspirasi kita semua. Kita harus berterima kasih kepada beliau dan mendoakan beliau dan istri husnul khatimah,” ungkapnya.

Menurut Ibu Dyah, Aryono adalah dokter yang sangat panjang pengabdiannya. Boleh dibilang seumur hidup. Ketika dia menjadi kepala DKK, dr Aryono sudah pensiun. Dia digantikan dr Ludi  Whisnu Wardana. Sedang Kadinkesnya waktu itu dr Subandi.  Ketika dr Subandi jadi direktur RSKD, Kadinkesnya dr Antung Asbad.

Selamat jalan dr Aryono Wardiman dan Ibu Kartinah. Selalu kita kenang sebagai dokter paling murah dan ramah dalam memberikan pelayanan.  Insyaallah surga tempatnya. Allah yang membayarnya dalam bayaran paling mahal di akhirat.

Sebelumnya Balikpapan juga diliputi dukacita mendalam. Dua tokoh mudanya meninggal dunia karena penyakit yang diidap. Kedua orang itu adalah Effendy Bahtiar yang ternyata nama sebenarnya Andi Bahtiar bin Andi Ambo Lau  dan Ustaz Muhammad Rafi’i. Yang satu berprofesi sebagai wartawan, yang satu bergerak di jalur agama dan politik.

Kabar duka terakhir juga kita terima menyusul meninggalnya tokoh Sulawesi Selatan, Alwi Hamu (80). Dia adalah pendiri media Fajar Group dan sahabat dekat Jusuf Kalla (JK) dan Aksa Mahmud. Meski kiprahnya lebih banyak di Makassar,  dia juga berbuat untuk Kaltim khususnya Balikpapan. Dia ikut membantu pendirian Harian Kaltim Post dan pemilik Hotel Benakutai.(*)

Menunggu Putusan Sela MK

January 21, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SIDANG gugatan Isran-Hadi di Mahkamah Konstitusi (MK) bakal memasuki babak penting. Yaitu semacam putusan sela dari tim panel majelis hakim, yang menentukan apakah perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) itu dilanjutkan atau tidak.

Kalau hakim memutuskan perkara itu lanjut, itu pertanda bahwa hakim menilai ada indikasi apa yang digugat bisa diuji lebih jauh kebenarannya. Karena itu akan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diajukan penggugat atau Isran-Hadi.

Refly Harun dan Yahya Ubay di depan gedung MK Jakarta

Tapi jika hakim memutuskan sidang tidak dilanjutkan, maka otomatis gugatan gugur. Itu berarti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sudah bisa menetapkan secara resmi paslon Nomor 2 Rudy Mas’ud-Seno Aji yang memenangi Pilgub Kaltim 2024.

Dalam memutuskan gugatan gugur atau lanjut, maka tim panel hakim MK lebih dulu melaksanakan rapat permusyawarahan hakim (RPH). Mereka membahas materi yang disampaikan penggugat dengan membandingkan jawaban yang disampaikan KPU Kaltim sebagai termohon, Bawaslu Kaltim sebagai pihak pemberi keterangan dan paslon Nomor 2 Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai pihak terkait.

Tim panel hakim 3 MK yang menangani perkara gugatan Isran-Hadi adalah Prof Dr Arief Hidayat, SH, MS (Ketua MK 2015-2018) sebagai ketua serta Prof Dr Anwar Usman, SH, MH dan Prof Dr Enny Nurbaningsih, SH, M.Hum sebagai anggota. Anwar, mantan Ketua MK (2018-2023) dalam sidang pertama absen karena sakit, tapi pada sidang kedua dia hadir.

Materi gugatan Isran-Hadi yang disampaikan melalui kuasa hukumnya yang diketuai Dr Refly Harun meminta majelis hakim MK membatalkan SK penetapan KPU Kaltim Nomor 149 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pilgub Kaltim 2024 dan mendiskualifikasi pasangan Nomor 2 Rudy Mas’ud-Seno Aji karena berbagai kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Menurut Refly, ada 4 hal yang mendasari gugatan mereka. Yaitu adanya kartel politik, money politics, keterlibatan aparat atau struktur pemerintahan serta tidak netral atau tidak profesionalnya penyelenggara Pemilu.

Refly mengungkapkan adanya fenomena money politics yang luar biasa. Dia menunjukkan ke tim panel hakim MK satu bundel data berjudul: “Laporan Pertanggungjawaban Siraman Kabupaten Kutai Kartanegara Rudy Mas’ud-Seno Aji.” Isinya daftar nama, alamat, nomor HP,  fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) orang-orang yang menerima money politics.

Maju di sidang pengadilan MK, Refly ditemani asistennya Raden Violla Reininda Hafidz, SH, LLM. Mereka didampingi juga oleh tim hukum dari Samarinda terdiri Dr Jaidun, SH, MH, Yahya Ubay, SH, MH, Agus Sugiono, SH, MH, Minton Situngkir, SH, MH dan Jaenal Muttaqin, SH.

“Sambil berdoa, kita optimistis gugatan berlanjut dan hakim MK mengabulkan semua gugatan kita,” kata Yahya ketika saya hubungi lewat WA.

Menurut Dr Jaidun, hakim belum menyebutkan tanggal  dibacakan putusan sela. “Ketua Majelis Hakim bilang akan dimusyawarahkan, apakah perkara berlanjut atau cukup sampai putusan sela,” jelasnya.

Jika melihat jadwal dari MK sebelumnya, maka RPH berlangsung antara tanggal 5-10 Februari 2025. Kemudian putusannya dibacakan antara tanggal 11-13 Februari.

Seperti juga Yahya, Jaidun juga yakin apa yang mereka ajukan cukup kuat untuk meyakinkan tim panel hakim MK.

Salah satu pendukung Isran-Hadi, Ibu Marry sempat hadir di MK. “Kita maju terus untuk memenangkan Pak Isran dan Pak Hadi,” katanya menghampiri dan memberi semangat kepada Raden Violla sebagai asisten Refly.

SAMA-SAMA MEMBANTAH

Dalam sidang kedua MK, Selasa (21/1) pagi, KPU Kaltim diwakili Komisioner Divisi dan Sengketa, Ramaon Dearnov Saragih bersama kuasa hukumnya M Ali Fernandez.

Dalam jawabannya, KPU Kaltim menegaskan bahwa tidak ada kewenangan MK untuk mendiskualifikasi hasil Pilkada. Demikian juga keinginan penggugat membatalkan SK KPU Kaltim Nomor 149 Tahun 2024 juga jauh dari aturan yang berlaku.

Menurut KPU Kaltim, karena selisih perolehan  suara Isran-Hadi mencapai 202.606 suara atau 11,3 persen dari Rudy Mas’ud-Seno Aji, maka hal itu tidak memenuhi syarat untuk mengajukan gugatan sesuai Pasal 158 ayat (1) UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“Secara umum apa yang disampaikan pemohon adalah dalil yang mengada-ngada dan tidak bisa dibuktikan, karena itu tidak dapat diterima, Yang Mulia,” kata Ali Fernandez.

Bawaslu Kaltim yang diwakili dua komisionernya, Danny Bunga dan Daini Rahmat mengatakan, buku tebal yang dihadirkan penggugat sebagai bukti di MK sudah pernah diadukan ke Bawaslu Kaltim. Namun terpental karena tak cukup kuat pembuktiannya.

Dalam pelaksanaan Pilgub Kaltim 2024, kata Danny dan Daini, Bawaslu Kaltim sudah melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Diakui Bawaslu menerima 16 laporan berkaitan politik uang, tapi hasil pemeriksaan lewat Gakumdu tidak memenuhi unsur untuk dinaikkan ke tingkatnya.

Sementara itu, kuasa hukum Paslon Nomor 2 Rudy Mas’ud-Seno Aji, Agus Amri SH membantah tudingan soal kartel politik dan money politics yang dilakukan pihaknya. Termasuk juga soal ketidaknetralan aparat.

Dia juga menyebut buku dengan “Siraman Money Politics Rudy Mas’ud-Seno Aji pada Pilgub Kaltim di Kabupaten Kutai Kartanegara” hanya karang-karangan saja. Karena itu dia menolak permohonan Isran-Hadi. “Kami minta MK menolak permohonan Isran-Hadi dan KPU Kaltim segera menetapkan Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih sebagai hasil Pilgub Kaltim 2024,” tandasnya.(*)

Boleh Poligami di Jakarta

January 20, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA dua  PNS di Balikpapan bercanda di warung kopi. Dia mengajak pindah ke Jakarta saja. Meski nantinya IKN pindah ke Kaltim. Soalnya Pemda DKI mengeluarkan kebijakan yang “menarik” bagi aparatur sipil negara (ASN) pria. Boleh berpoligami. He..he.

Mengutip Wikipedia, istilah poligami berasal dari bahasa Yunani. Artinya perkawinan dengan banyak pasangan. Para sosiolog menyebut, seorang pria yang menikah lebih dari satu istri disebut poligini. Sedang seorang wanita bersuami lebih dari satu disebut poliandri. Istilah poligini kemudian menjadi poligami, yang berarti segala bentuk perkawinan ganda.

Poligami dalam UU Perkawinan diatur dalam pasal 3 ayat (2) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. UU ini telah diubah dengan UU Nomor 16 Tahun 2019.

Di situ disebutkan poligami adalah praktik perkawinan ketika seorang pria memiliki lebih dari satu istri secara sah. Untuk melakukan poligami , suami harus mengajukan permohonan izin ke pengadilan agama dan memenuhi  syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi membuat kejutan mengawali tahun baru 2025. Dia menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2025 tanggal 6 Januari 2025 tentang Tata Cara Pemberian Izin Perkawinan dan Perceraian. Di situ terselip pasal syarat pemberian izin bagi ASN Jakarta yang hendak berpoligami.

Entah kebetulan Pergub-nya juga Nomor 2. Seakan memberi kesan bahwa Pergub itu memang sangat berpihak kepada ASN pria untuk punya pendamping lebih dari satu istri. Sekurangnya 2.

Pada pasal 4 ayat 1 Pergub No 2 disebutkan pegawai ASN pria yang akan beristri lebih dari seorang wajib memperoleh izin dari pejabat yang berwenang sebelum melangsungkan perkawinan.

Sedang pada pasal 5 ayat 1 diatur beberapa persyaratan untuk bisa berpoligami. Yaitu, istri tidak dapat menjalankan kewajibannya, istri mendapat cacat badan atau penyakit tidak bisa disembuhkan, istri tidak dapat melahirkan setelah 10 tahun perkawinan, dan mempunyai penghasilan yang cukup.

Selain itu, sang ASN harus mendapat persetujuan istri secara tertulis, tidak mengganggu tugas kedinasan serta memiliki putusan pengadilan mengenai izin beristri lebih dari seorang.

Meskipun bisa memenuhi syarat tersebut, Pergub Nomor 2 juga menegaskan, izin poligami tidak bisa diberikan jika bertentangan dengan ajaran/peraturan agama yang dianut ASN yang bersangkutan, tidak memenuhi syarat dengan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku, bertentangan dengan akal sehat, dan/atau mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.

Apa sanksinya jika ASN tetap nekat berpoligami tanpa izin? Pada ayat 2 ditegaskan bahwa ASN yang tidak melakukan kewajiban memperoleh izin dari pejabat yang berwenang, maka akan mendapatkan sanksi. Yang bersangkutan dijatuhi salah satu jenis hukuman disiplin berat sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

DINILAI BIKIN GADUH

Pergub istri 2 itu langsung gaduh dan viral. Ada yang mendukung, tapi banyak juga yang menolak. Khususnya kaum wanita. Lalu ada yang menanyakan apa Pj Gubernur Teguh Setyabudi punya maksud terselubung? Apa ada udang di balik batu?

Selain Pj Gubernur DKI, Teguh adalah Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri. Sebelumnya Dirjen Bina Pembangunan Daerah. Pejabat  kelahiran Purwokerto, Banyumas 8 Maret 1967 ini, sudah dua kali jadi Pj. Sebelumnya pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pjs Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara).

Soal Pergub No 2 itu, kata Teguh bukan Pergub dadakan. Tapi sudah dibahas sejak tahun 2023 sebagai tindak lanjut dari peraturan di atasnya. Yaitu turunan dari PP Nomor 10 Tahun 1983, yang telah diubah dalam PP Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS.  Juga pembahasannya melibatkan sejumlah OPD dan telah diharmonisasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum.

Ia menegaskan, terbitnya Pergub tersebut bukan untuk melanggengkan poligami, namun untuk melindungi setiap keluarga ASN. “Yang diviralkan seakan-akan saya itu mengizinkan poligami, itu sama sekali tidak. Justru semangatnya untuk melindungi keluarga ASN,” kata Teguh berkilah.

Tapi pihak lain punya pandangan lain. Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka curiga Teguh Setyabudi tengah mencari pembenaran untuk diri sendiri. Apalagi dikeluarkan menjelang pelantikan gubernur definitif. “Memangnya boleh Pj Gubernur mengeluarkan Pergub menjelang pelantikan. Sepertinya penting betul. Jangan-jangan hanya cari pembenaran untuk diri sendiri,” katanya menyindir.

Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah dari PDIP juga mengkritik. “Pergub itu langkah yang tidak tepat. Kebijakan yang tidak mendesak dan memicu perdebatan yang tidak produktif dan kontroversial,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai, praktik poligami bertentangan dengan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipili dan Politik (ICCPR) dan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) yang telah diratifikasi Indonesia.

“Perjanjian HAM internasional menegaskan poligami merupakan bentuk diskriminasi terhadap perempuan karena menciptakan ketidaksetaraan dalam relasi pernikahan,” kata Usman seperti dilansir Liputan6.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menilai, Pergub DKI Nomor 2 Tahun 2025 merugikan kaum perempuan. “Iya pasti merugikan perempuan. Karena saya sebagai perempuan, poligami pasti merugikan perempuan,” katanya tegas sambil menyarankan agar Pergub itu ditelaah kembali.

Sewaktu saya masih menjadi Wakil Wali Kota, saya diperintahkan Pak Imdaad sebagai wali kota memeriksa seorang pejabat yang kawin siri dengan stafnya. Saya tanya dia apa alasannya melakukan hal berbau poligami itu. Dia bilang awalnya dia tak ada hubungan apa-apa. Tapi istrinya selalu curiga dan cemburu. Lalu saat umrah ke Tanah Suci dia berdoa. Kesannya mendapat petunjuk untuk menikahi stafnya tersebut.

Saya bilang itu akal-akalan laki-laki mencari pembenaran. Islam memang memperbolehkan laki-laki melakukan poligami. Tapi mampu berbuat adil. Itu yang tidak gampang. Hasilnya, dia dicopot dari jabatannya.

Dua hari kemarin, saya menghadiri 3 undangan perkawinan di Balikpapan. Sayang Sabtu (11/1) lalu saya tak bisa hadir di acara perkawinan dr Aretha dengan Yobel. Dokter Aretha putri bungsu Prof Dr Suharno, MM, teman saya di Fakultas Ekonomi Unmul. Saya doakan semua bahagia sampai ajal menjemput. Tak perlu dipikirkan Pergub Nomor 2. Karena itu hanya untuk ASN di Jakarta saja.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1594463
    Users Today : 1448
    Users Yesterday : 6385
    This Year : 530973
    Total Users : 1594463
    Total views : 13735146
    Who's Online : 81
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-04