Kesetiaan Aloka dan Anjing Yudhistira

January 10, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Jaya Suprana

Aloka adalah nama seekor anjing yang setia mendampingi sembilan belas bhikku melakukan Jalan Kaki Untuk Perdamaian (Walk for Peace} dari Texas menuju Washington, D.C. Para bikkhu memulai perjalanan mereka dari Fort Worth, Texas, pada 26 Oktober 2025, dan diharapkan tiba di Washington, D.C. pada pertengahan Februari 2026. Mereka berjalan sekitar 20-30 mil setiap hari, dengan tujuan mempromosikan perdamaian, kasih sayang, dan welas asih di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Aloka, anjing yang setia menemani para bikkhu, telah menjadi simbol kesetiaan dan telah memiliki lebih dari 210.000 pengikut di Facebook.

Kesetiaan Aloka mengingatkan saya kepada episod terakhir wiracarita Mahabharata di mana Pandawa Lima bersama Drupadi dan seekor anjing menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju Swargaloka. Di dalam perjalanan satu persatu anggota rombongan tewas dimulai oleh Drupadi lalu Nakula lalu Sadewa lalu Arjuna lalu Bima karena mereka masing-masing memiliki dosa. Hanya tersisa Yudhistira yang tidak berdosa karena selalu jujur, didampingi seekor anjing yang setia menemani Yudhistira sejak awal perjalanan di Hastinapura

Sesampai di Swargaloka ternyata pintu gerbang tertutup rapat. Yudhistira mengetuk pintu gerbang Swargaloka demi memungkinkan jiwa raga dirinya mukhsa masuk ke Nirwana. Tidak kurang dari Betara Wisnu membuka pintu gerbang Swargaloka. Yudhistira memohon ijin melalui pintu gerbang tersebut masuk ke Swargaloka. Betara Wisnu tegas menjawab “Silakan kamu masuk, tetapi anjingmu tidak boleh ikut masuk !”.

Setelah tahu bahwa anjing yang setia mendampingi dirinya tidak boleh ikut masuk, Yudhistira membatalkan diri untuk masuk ke Swargaloka . Batara Wisnu terheran-heran maka bertanya kenapa sang anjing harus ikut Yudhistira masuk ke Swargaloka. Yudhistira dengan tulus namun tegas menjelaskan “Anjing ini telah setia mengikuti saya sementara saudara-saudara dan isteri saya telah meninggalkan dunia fana, maka saya wajib membalas budi kesetiaan anjing ini. Jika anjing ini tidak diperkenankan masuk ke Swargaloka maka saya akan mendampingi dia di luar Swargaloka demi setia mendampingi anjing yang telah setia mendampingi saya”.

Pada saat itu juga, mendadak langit terbuka demi para bidadari menabur bunga dan sang anjing mendadak beralih rupa menjadi sosok aslinya yaitu tidak kurang dari Batara Dharma sendiri ! Maka kedua dewa utama itu dengan penuh rasa hormat mempersilakan Yudhistira masuk ke Swargaloka.

Kisah happy ending tentang kesetiaan sang anjing kepada Yudhistira dan sebaliknya kesetiaan Yudhistira kepada sang anjing, bagi saya merupakan puncak tertinggi dari sukma terluhur wiracarita Mahabharata. Sementara kisah kesetiaan sang anjing kepada Yudhistira analog kesetiaan Aloka — yang “ajaib” memiliki bulu putih berbentuk heart sebagai lambang kasih-sayang pada kepalanya yang berwarna coklat muda — kepada sembilan belas Bhikku yang menempuh perjalanan Walk for Peace dari Fort Worth, Texas menuju Washington, D.C.

Kapan Gibran Ngantor di IKN?

January 7, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SUDAH satu minggu kita berada di tahun 2026. Ini tahun penting bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kalau tidak ada perubahan, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akan segera berkantor di sana.

Kapan tepatnya? Masih kita tunggu konfirmasi resmi. Kemungkinan pada kuartal pertama persis pada saat pembangunan Istana Wapres rampung luar dalam. Yang pasti Gibran sendiri di penghujung tahun 2025 datang kembali ke IKN. Dia sempat bermalam di sana bersama anak istrinya.

Wapres dan istri, Selvi Ananda dikerubuti pengunjung IKN yang ingin bersalaman

Apakah dia menginap di Istana Wapres? Sepertinya belum. Memang pembangunan Istana Wapres sudah mencapai di atas 90 persen, tapi belum bisa dihuni. Kabarnya Gibran menginap di kompleks rumah menteri yang sudah lama rampung. Di situ juga tinggal Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Basuki sebelumnya pada pertengahan Desember 2025 mengatakan, Istana Wapres  tinggal mengisi furniture-nya saja. Setelah itu sudah siap ditempati. “Wapres punya keinginan segera berkantor di IKN tahun 2026,” katanya menjelaskan.

Saya tidak mendengar pernyataan terakhir Gibran ketika berkunjung ke IKN, apakah rencananya berkantor di IKN tidak berubah?

Tentu ada beberapa hal menarik jika Gibran benar-benar jadi berkantor di IKN.

Pertama: Suasana IKN jadi hidup. Warga yang mau berkunjung ke IKN pasti lebih ramai lagi. Sepertinya banyak yang ingin bertemu langsung dengan putra pertama mantan presiden Jokowi itu. Kehadiran Wapres juga akan memompa semangat pembangunan IKN fase kedua, yang dipusatkan untuk pembangunan gedung legislatif dan yudikatif. Soalnya tahun 2028 IKN harus sudah siap dideklarasikan sebagai Ibu Kota Politik. Jadi infrastruktur dan ekosistem pemerintahan baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus benar-benar sudah siap.

Kedua: Ngantornya Wapres di IKN akan mempercepat pemindahan ribuan ASN dari Jakarta. Selama ini rencana pemindahaan ASN berkali-kali tertunda.  Termasuk juga pemindahan sejumlah kementerian dan lembaga lainnya. Sementara gedung kantor Menko di antaranya sudah lama rampung. Kalau tidak cepat ditempati bakal diisi oleh rayap. Sedang biaya pemeliharaannya jalan terus dan mahal. Saat ini sudah ada seribuan ASN dan PPPK di IKN, tapi semuanya staf Pak Basuki di Otorita.

Ketiga: Kalau Wapres resmi bercokol di IKN, maka kegiatan pengawasan dan penindakan aksi penambangan liar terutama tambang batu bara baik di kawasan IKN maupun di Kaltim dan bagian Kalimantan lainnya bisa lebih tajam dan intensif. Selama ini kegiatan tambang liar sangat marak terjadi di wilayah Kalimantan termasuk di kawasan IKN. Kalau Wapres menetap di IKN, maka mata dan hidungnya bisa lebih tajam lagi mengawasi berbagai aksi penambangan liar tersebut. Banyak yang memperkirakan bencana alam yang dahsyat seperti di Sumatera tinggal menunggu waktu juga terjadi di Kalimantan terutama Kaltim dan Kalsel. Karena itu jika efektif, Wapres bisa jadi dewa penyelamat.

Keempat: Hijrahnya Wapres ke IKN bisa memperkecil arus bully yang sering berseliweran di jagat media sosial. Sekaligus Wapres bisa lepas dari hiruk pikuk Jakarta yang menyesakkan dada dan rasa. Karena itu Wapres bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas dan amanah yang diembannya. Dia tidak pusing dengan serangan dalam berbagai bentuk dan narasi, yang datang dari tujuh penjuru angin. Di IKN, Wapres bisa menikmati udara segar, sambil mancing di embung MBH dan menanam pohon Meranti atau ulin untuk mewujudkan IKN sebagai forest city.

JALAN TOL SANGAT SESAK

Menjelang tahun baru 2026 kemarin, Otorita IKN mengambil kebijakan yang menarik. Membuka pintu tol IKN secara gratis. Meski belum rampung sepenuhnya, jalur tol IKN sudah bisa dilewati. Kontan ribuan kendaraan yang mengangkut puluhan ribu penumpang melintas di sana.

Keindahan IKN di waktu malam

Sebagian besar warga Kaltim. Tapi banyak juga yang datang dari luar daerah. Buktinya tingkat hunian sejumlah hotel di Balikpapan melonjak.

Ada pemandangan menarik di jalur tol IKN. Kendaraan merayap seperti tol Jakarta-Bandung atau Puncak Bogor. Ini belum pernah terjadi di Kalimantan. Sebelum ada tol IKN, satu-satunya jalan tol di Kalimantan yaitu jalan tol Balikpapan-Samarinda. Sampai sekarang masih sepi. Pasti pengelolanya, PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS) banyak nombok. Apalagi ruas jalannya sering anjlok dan perlu terus perbaikan.

Pintu tol IKN dibuka sejak 20 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.  Pintu masuknya hanya boleh lewat Batakan, Balikpapan Timur. Akibatnya, kemacetan sudah terjadi di Jalan Mulawarman menuju mulut pintu tol.

Sebagian kendaraan yang melintas di jalur tol IKN tidak semuanya bertujuan untuk jalan-jalan ke IKN. Banyak juga yang mau menuju Kalsel. Maklum di sana lagi berlangsung hajatan besar, haul Guru Ijai atau Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan jamaah termasuk dari Kaltim.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman IKN 2, Arvin Jiri mengungkapkan ada 90 ribu kendaraan yang melintas di tol IKN selama 16 hari. “Rata-rata 4 ribu sampai 5 ribu kendaraan melintas di tol IKN setiap hari,” jelasnya.

Suasana di IKN sendiri luar biasa ramainya. Apalagi  Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (BH), mantan menteri PU era Jokowi bersedia bersilaturahmi dengan warga yang datang. Jadi mereka ramai berebut foto bareng di depan Istana Garuda. Para pengunjung juga sempat ramai-ramai bersalaman dengan Wapres dan istrinya, Selvi Ananda Gibran.

Menurut Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, jumlah pengunjung IKN dari 25 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 mencapai 270 ribu orang. “Pada hari terakhir tol dibuka, Minggu (4/1) jumlah pengunjung tembus di atas 37 ribu,” tambahnya.

Cucu saya Jena dan Aby sempat tidur di IKN. Ibunya, Aisyah Febria yang bertugas di Otorita  sangat sibuk. Maklum dia bertugas di bidang keprotokolan. Kedua anak itu mengaku siap menjadi “anak IKN.” Sekolah dan berkarya full di IKN. Jadi siapa bilang IKN mandek?(*)

Tahun Baru ke Kotabaru

January 6, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TAHUN baru ke Kotabaru. Itu yang saya lakukan di penghujung tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026. Kotabaru yang saya maksud adalah kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dikenal dengan wisata alamnya yang eksotik.

Nama Kotabaru memang banyak. Selain di Kalsel, ada juga nama Kota Baru Parahyangan. Ini kota mandiri di Bandung dengan konsep garden city dan budaya Sunda.  Ada juga Kecamatan Kotabaru di Karawang yang berbatasan dengan Purwakarta.  Atau Kelurahan Kotabaru di Bekasi.

SJA mengajak kita wisata di Puncak Meranti

Saya datang ke Kotabaru bersama Pak Ali Noer dan Pak Zen. Teman akrab. Kami memenuhi ajakan Pak Sayed Jafar Alaydrus (SJA), mantan bupati Kotabaru dua periode (2016-2025), yang sekarang dipercaya menjadi ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalsel.

Meski lahir di Kotabaru, SJA juga saya anggap orang Balikpapan. Dia tinggal di Kampung Baru, Balikpapan Barat. Usahanya juga dirintis di Balikpapan. Minyak, SPBU, kapal penyeberangan (feri), galangan kapal dan lainnya. Malah dia sempat terpilih jadi Wakil Ketua Kadin dan Hiswana Migas. Nasabah premium Bankaltimtara. Jadi kesannya dia punya “dua kewarganegaraan.” Ya orang Kotabaru, ya juga orang Kampung Baru.

Kata saya, jika nanti ada pemekaran provinsi baru gabungan kabupaten/kota dari Kalsel dan Kaltim, maka pantas SJA jadi gubernurnya. Soalnya ada terdengar wacana pembentukan Provinsi Kalimantan Tenggara (Kalgara). Bisa jadi gabungan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser dari Kaltim, dengan Kotabaru, Tabalong dan Barito Utara dari Kalsel.  Bisa juga tambah Kutai Barat (Kubar) dari Kaltim atau Batulicin, Tanah Bumbu dari Kalsel.

Sejak kecil saya ingat ada lagu terkenal dengan baitnya “Kotabaru Gunungnya Bamega.” Judul lagunya “Paris Barantai.” Karya seniman orang Banjar H Anang Ardiansyah. Menggambarkan keindahan alam Kotabaru, khususnya Gunung Sebatung yang selalu diselimuti awan atau mega serta tentang kerinduan pada kampung halaman.

Meski sudah lama mengenal lagunya, terus terang saya baru dua kali ke sana. Maklum terbilang jauh. Jarak Balikpapan ke Kotabaru 348 km. Ditempuh lewat darat sekitar 8 sampai 9 jam. Lalu menyeberang dengan kapal feri milik SJA sekitar 30 menit.

Dari Kotabaru ke Banjarmasin juga masih jauh. Ditempuh 6 jam dengan jarak 261 km. Lewat Kandangan dan Batulicin. Sedang dari Kotabaru ke Banjarbaru, ibu kota Kalsel yang baru ditempuh 5 jam dengan jarak 229 km.

Kemarin saya ke Kotabaru lewat jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN). Jalan tol itu dibuka khusus untuk menyambut tahun baru. Jadi langsung padat. Seperti tol di Jakarta. Ada yang mau berlibur ke IKN, ada juga yang mau ke Kalsel. Kebetulan di Martapura lagi digelar hajatan Haul Guru Ijai atau Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan jamaah termasuk dari Kaltim.

Zaman dulu Kotabaru pernah dipinjam Raja Gowa sebagai tempat berdagang. Itu sebabnya penduduk Kotabaru sebagian berdarah Sulawesi. Jadi di Kotabaru selain dihuni orang Banjar, banyak juga orang Bugisnya. Tak heran kalau coto makassar dan makanan Bugis lainnya banyak di Kotabaru.

Luas wilayah Kotabaru 9.442,46 km2 dengan penduduk sekitar 350 ribu jiwa. Sebagian memiliki mata pencaharian sebagai nelayan laut. Banyak ikan yang dijual di Balikpapan berasal dari  Kotabaru. Sekarang banyak juga warga Kotabaru jadi petani sawit.

Kotabaru agak beda dengan kabupaten lainnya di Kalsel. Karena letaknya di pulau. Makanya disebut Pulau Laut. Bayangkan Kabupaten Kotabaru memiliki 110 pulau. Betapa menantangnya jadi bupati di sini. Di kabupaten ini ada kota gaib modern yang diberi nama Kota Saranjana. Katanya dihuni bangsa jin. Ada filmnya. Apa benar ceritanya? Wallahualam.

LIHAT “APARTEMEN KEPITING”

Meski bukan bupati lagi, Sayed Jafar sangat dicintai warga dan mantan stafnya di pemerintahan. Dia sudah beberapa bulan meninggalkan Kotabaru, karena itu kehadirannya menjelang pergantian tahun disambut begitu ramai dan hangat.

Ada mantan camat jauh-jauh datang hanya untuk membawakan sebotol madu asli. Ada ustaz atau guru yang sangat memujinya.  “Rasanya hanya beliau (SJA) dari semua bupati Kotabaru yang berani datang ke semua wilayah Kotabaru,” kata guru Rapiansyah.

Menurut Alinoer, SJA selain kuat fisiknya, juga punya nyali besar. Tak ada pelosok di Kotabaru yang tidak dikunjunginya. Tak bisa naik mobil, dia naik motor. Juga naik kapal atau speedboat. “Saya pernah naik speedboat malam hari tak ada lampunya. Pak Bupati tenang saja. Malah dia yang mengemudi,” ujar Alinoer.

Banyak terobosan pembangunan yang dilakukan SJA terutama untuk menjadikan Kotabaru benar-benar jadi kota wisata. Ada Pantai Gedambaan, Siring Laut, Bukit Mamake Sarang Tiung, Wisata Puncak Meranti sampai pengembangan olahraga paralayang dan motocross kelas dunia. Dia sempat merancang lapangan golf, sayang belum terwujud. Itu juga salah satu hobinya.

Dalam acara menyambut tahun baru 2026, SJA memboyong pengurus dan kader Hanura dari Banjarmasin. Ada 80-an orang. Mereka menikmati alam Kotabaru. Ada yang diajak main jetski, salah satu olahraga kesukaan SJA. “Kita optimis Hanura Kalsel pada Pemilu 2029 nanti berjaya di Tanah Banjar,” kata Sekretaris DPD Hanura Kalsel, Hj Syarifah Santiyansyah, SH, M.Si, yang juga adik kandung SJA.

Sebelum pulang ke Balikpapan, persis 1 Januari 2026, kami sempat diajak Pak Sayed melihat tambak kepiting milik Pak Haji Kaspul. Kepitingnya ada yang dipelihara di tambak, ada juga yang dipelihara di dalam bangunan. “Ini namanya apartemen kepiting,” kata Haji Kaspul tersenyum.

Dia memelihara dan membesarkan kepiting bakau. Awalnya dia beli anakan atau kepiting muda hasil tangkapan nelayan. Lalu dia masukkan dalam jerikuen putih ukuran 20 liter yang ditumpuk-tumpuk seperti apartemen. Tiap jeriken berhubungan dengan jeriken lain dengan pipa air. Tiap satu jeriken, diisi satu kepiting. Tidak bisa dua atau lebih karena akan berkelahi.

Menurut Kaspul, kepiting itu harus bersih dan lengkap capitnya. Kalau ada satu capitnya patah, maka sudah tidak berharga lagi. Padahal harga satu kepiting itu antara seratus sampai 200 ribu rupiah. Harga satu kilonya sekitar Rp350 ribu. Satu kilo itu kira-kira isinya hanya 2 kepiting.

Mendekati Imlek, pemeliharaan kepiting semakin diintensifkan. Karena harganya naik sampai dua kali lipat. Bayangkan 1 kilo kepiting mencapai Rp500 sampai Rp600 ribu. Apalagi yang bertelur. Apa tidak hoki alias cuan?

Selesai melihat tambak, kami diajak pesta kepiting yang disiapkan istri H Kaspul, Hj Andi Kurnia. Dulu dia anggota DPRD Kotabaru dari PPP. Sekarang menjadi kader Hanura. Kami disuguhi hidangan masakan kepiting dengan segala rasa. Ada yang cuma direbus saja, ada yang dimasak santan, dan ada juga dimasak asam manis. Terakhir ditutup dengan hidangan coto Makassar dan cendol. Lengkap sudah kolesterolnya.

SJA tak mungkin lagi jadi bupati Kotabaru. Saya dengar dia menyiapkan putranya, Sayed Sultan Yasin Alaydrus yang  didorong meneruskan garis politiknya di kota ini. Dia juga kader Hanura dan sering tampil di tengah masyarakat. Sangat bersahaja dan potensial.

SJA sendiri juga punya banyak rencana. Mungkin 2029 nanti, dia mencalonkan diri menjadi  anggota DPR RI atau bisa jadi ikut Pilgub. Selain terus mengembangkan usahanya di Kalsel dan Kaltim. “Kita harus terus maju memperjuangkan hati nurani rakyat,” katanya bersemangat.(*)

Menguji Nyali Demokrasi di Bawah Bayang KUHP Baru

January 5, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Bagus Sudarmanto

Tahun 2026 menjadi titik nadir sekaligus ujian sesungguhnya bagi jurnalisme Indonesia. Setelah melewati krisis ekonomi dan disrupsi teknologi sepanjang 2025, kini pers dihadapkan pada pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang membawa sederet pasal problematik.Di tengah peringkat kebebasan pers yang merosot ke posisi 127 dunia, ancaman nyata bukan lagi sekadar kekerasan fisik, melainkan ketidakpastian hukum yang berpotensi melahirkan chilling effect atau efek gentar bagi para pemburu berita.

Bagus Sudarmanto

Kehadiran pasal-pasal terkait penghinaan kekuasaan, ketertiban umum, dan moralitas dalam KUHP baru dipandang sebagai “mekanisme pembatas wacana”.

Bagi jurnalis, pilihannya menjadi sangat pahit: tetap kritis dengan risiko proses pidana yang melelahkan, atau memilih diam demi keamanan.

Situasi ini diperparah dengan kondisi internal redaksi yang rapuh akibat efisiensi ekonomi dan perampingan karyawan. Saat independensi redaksi melemah, hukum pidana yang multitafsir kian mempersempit ruang gerak jurnalisme sebagai pengawas kekuasaan.

Di sisi lain, teknologi kecerdasan buatan (AI) hadir dengan wajah ganda. Ia menawarkan efisiensi, namun tanpa transparansi etika, AI justru bisa mempercepat runtuhnya kepercayaan publik. Padahal, kepercayaan adalah satu-satunya modal yang tersisa bagi pers untuk bertahan.

Berkaca pada negara dengan tradisi kebebasan pers kuat seperti Norwegia atau Belanda, jaminan hukum yang tegas tetap menjadi fondasi utama, bahkan ketika industri media dihantam badai ekonomi.

Menjelang Hari Pers Nasional 2026, jurnalisme Indonesia memerlukan arah yang jelas. Ada tiga agenda mendesak: perlindungan hukum terhadap kerja jurnalistik yang sah, keberanian redaksional untuk tetap berpihak pada kepentingan publik, dan penerapan etika teknologi yang bertanggung jawab.

Jurnalisme tidak akan mati karena penutupan redaksi; jurnalisme hanya akan mati ketika keberanian untuk menyuarakan kebenaran berhenti.

Pada akhirnya, 2026 adalah tahun penentuan apakah pers kita akan tetap menjadi penopang akal sehat publik atau tunduk pada ketakutan.

Menjemput Takdir Tiga Besar di PON 2028

January 5, 2026 by  
Filed under Opini

​Oleh: Rusdiansyah Aras
(Ketua Umum KONI Kalimantan Timur)

​Olahraga bukan sekadar urusan menang atau kalah di arena. Bagi kita di Kalimantan Timur, olahraga adalah martabat, harga diri, dan simbol kekuatan “Benua Etam” di kancah nasional. Hari ini, kita tidak lagi bicara tentang sekadar berpartisipasi. Kita bicara tentang sebuah visi besar yang telah kita pancangkan bersama di Rakerprov KONI Kaltim 2026, Sabtu 3 Januari lalu : Kaltim Menuju Tiga Besar pada PON XXII 2028 di NTB-NTT.

Rusdiansyah Aras

​Target ini mungkin terdengar ambisius bagi sebagian orang, namun bagi saya dan seluruh insan olahraga Kaltim, ini adalah target yang realistis jika kita mampu menjaga ritme dalam satu komando yang solid.

​Peta Jalan (Road Map) Menuju Emas
​Keberhasilan tidak turun dari langit secara tiba-tiba. Ia adalah hasil dari keringat yang diperas melalui perencanaan yang matang. Kami di KONI Kaltim telah menyusun Blue Print (Cetak Biru) prestasi yang terukur. Masa depan olahraga prestasi Kaltim kini benar-benar berada di tangan kita sendiri, dan persiapannya tidak dimulai besok, melainkan sudah dimulai dari sekarang.

​Tahapan strategis yang telah kita susun meliputi:
​Fase Seleksi Daerah (BK Porprov): Ini adalah pintu pertama. Kita menyaring intan-intan mentah dari seluruh kabupaten/kota melalui Pra-Porprov atau BK Porprov. Kita ingin memastikan bahwa mereka yang terpilih adalah yang terbaik di kelasnya.

​Porprov 2026: Ajang pembuktian hasil pembinaan daerah. Di sini, kita akan melihat potret utuh kekuatan kontingen Kaltim sebelum melangkah ke level nasional.
​BK PON 2027 (Pra-PON): Ini adalah filter terakhir dan tersulit. Fokus kita di tahun 2027 adalah meloloskan atlet sebanyak mungkin dengan kualitas “Grade A”. Target kita jelas: meraih tiket PON dengan status unggulan agar jalan menuju emas di 2028 semakin terbuka lebar.

​Puncak Prestasi: PON XXII 2028: Muara dari seluruh perjuangan kita. Target tiga besar nasional adalah harga mati yang akan kita perjuangkan dengan semangat pantang menyerah.
​Sport Science dan Soliditas

​Dunia olahraga hari ini sudah sangat modern. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan bakat alam. Itulah mengapa dalam road map menuju 2028, saya menekankan penguatan Sport Science. Pola latihan, nutrisi, hingga pemulihan atlet harus berbasis data dan ilmu pengetahuan agar performa mereka mencapai puncak (peak performance) tepat saat lonceng pertandingan PON 2028 berbunyi.
​Namun, teknologi dan anggaran hanyalah pendukung. Kunci utamanya adalah Soliditas. Saya sering mengibaratkan KONI sebagai sebuah kapal besar. Di tengah terpaan ombak dinamika olahraga nasional, kapal ini harus tetap kokoh. Seluruh “Anak Buah Kapal”—mulai dari pengurus, pelatih, hingga atlet—harus berada dalam satu komando.

Masa Depan di Tangan Kita
​Saya ingin meninggalkan sebuah legacy (warisan) yang kuat bagi kepengurusan berikutnya. Bahwa pondasi menuju tiga besar sudah kita bangun. Transisi kepemimpinan yang akan datang harus berjalan soft landing, tanpa turbulensi, agar program pembinaan tidak terputus.

​Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kaltim, di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur, Seno Aji serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, menjadi energi tambahan bagi kita. Dengan anggaran yang efektif dan semangat juang yang tinggi, saya optimis Kaltim akan kembali menjadi kiblat olahraga di luar Pulau Jawa.

​Mari kita rapatkan barisan. Masa depan emas olahraga Kaltim bukan milik siapa-siapa, tapi milik kita yang berani bermimpi besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya.
​Kaltim Juara! Satu Komando! (rd)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1421141
    Users Today : 7319
    Users Yesterday : 4812
    This Year : 357651
    Total Users : 1421141
    Total views : 12625410
    Who's Online : 96
    Your IP Address : 216.73.216.136
    Server Time : 2026-03-03