IKN dan Wanita Profesor Pertama Uniba Balikpapan

October 17, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

WISUDA Universitas Balikpapan (Uniba) di BSCC Dome, Kamis (16/10) kemarin sangat menarik. Selain menyaksikan 847 mahasiswa yang diwisuda, ada dua agenda lain yang sangat ditunggu-tunggu dan tergolong istimewa.

Yang pertama orasi ilmiah. Soalnya yang tampil adalah Dr Basuki Hadimuljono, yang akrab dipanggil Pak Bas. Dia adalah kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Pak Bas  duduk sebagai menteri PUPR era Presiden Jokowi, yang terlibat sejak awal pembangunan IKN.

Setelah berpuluh tahun tinggal di Jakarta, Pak Bas sekarang banyak berdiam di IKN. Karena itu judul orasi ilmiahnya adalah “Dari Jakarta ke Nusantara.” Memaparkan proses akan berpindahnya ibu kota negara dari Jakarta ke IKN Sepaku.

Menurut Pak Bas, tinggal di IKN Sepaku terasa nyaman. Air minumnya yang keluar dari keran bisa langsung diminum. Pagi hari masih bisa menikmati embun tebal yang menyelimuti kawasan IKN. Kelak dengan konsep forest city, orang yang tinggal di IKN lebih berumur panjang. Lifetime-nya bisa bertambah 5 tahun seperti orang-orang yang tinggal di Busan, Korea Selatan.

Wisudawan Uniba berbalik ke belakang menyapa orangtuanya atas “perintah” Ketua OIKN

Yang kedua, dikukuhkannya  seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uniba sebagai guru besar Uniba. Dia adalah Prof Dr Dra Hj Misna Ariani, MM. Boleh dibilang dia wanita pertama kelahiran Balikpapan yang meraih gelar guru besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.

Sekarang dia juga satu-satunya dosen di Uniba bergelar profesor. Sebelumnya ada dua mantan rektor Uniba dengan gelar yang sama. Yaitu Prof Dr Suhartono, yang sekarang menjadi rektor STIE Balikpapan dan Prof Dr Eliano S Lasam, yang sudah berpulang beberapa tahun silam.

Tepuk tangan membahana ketika Rektor Uniba Dr Isradi Zainal menyerahkan SK Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sekaligus memasang selempang di pundak Prof Misna. “Saya mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang diberikan kepada saya sehingga akhirnya saya bisa meraih gelar terhormat ini,”  kata wanita berusia 62 tahun itu.

Misna membutuhkan waktu 11 tahun untuk meraih prestasi itu setelah dia meraih gelar doktor dari program pascasarjana FEB Universitas Brawijaya, Malang pada tahun 2014. Gelar sarjana S1 diraihnya dari almamaternya, FEB Uniba, kemudian lanjut mengikuti program S2 di FEB Unmul.

Ada tamu khusus yang diundang menyaksikan pengukuhan Misna. Yaitu Kaprodi Pasca Sarjana FEB Unibraw Prof Eko Ganis Sukoharsono dan dua dosen wanita FEB Unmul, Prof Dr Hj Syarifah Hidayah, SE (mantan dekan FEB) dan Prof Dr Rachmawati Thaha.

Ucapan selamat bertubi-tubi diberikan kepada Prof Misna. Mulai dari Ketua Yayasan Uniba Dr H Rendy Ismail, ketua senat Dr Jepri Nainggolan, para wakil rektor dan dekan, termasuk juga Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan Kepala LLDIKTI  XI Dr Muhammad Akbar, M.Si.

Hadir di kursi undangan sejumlah perwakilan dari Forkopimda Kota Balikpapan, Kodam dan Polda Kaltim. Tapi tak kelihatan wakil dari Pemkot Balikpapan. Ada juga pimpinan perguruan tinggi di antaranya Direktur Eksekutif Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi dan perwakilan PT Gunung Bayan Resources Tbk H Syahbuddin Noor.

“Keberhasilan Prof Misna menunjukkan kualitas dosen di Uniba tidak kalah dengan universitas terbaik lainnya di Tanah Air,” kata Rendy sambil mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak termasuk PT Bayan, yang memberikan beasiswa kepada sejumlah dosen Uniba.

Dalam kesempatan itu, Rendy juga mengungkapkan hasil perjuangan Uniba membuka fakultas kedokteran. Rencananya akan dibangun kampus Fakultas Kedokteran di Penajam Paser Utara. “Biar lebih dekat lagi dengan IKN,” katanya.

DISURUH SAPA ORANG TUA

Penyampaian orasi ilmiah Kepala OIKN berlangsung menarik. Pak Bas datang ke acara wisuda bersama Danis Hidayat Sumadilaga, ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN sejak tahun 2021.

Danis pernah menjadi dirjen Cipta Karya pada masa Pak Bas menjadi menteri PUPR. Dia insinyur lulusan ITB yang sekarang didaulat menjadi ketua umum Persatuan Insinyur Indonesia.

Ketika saya ceritakan putri saya, Aisya Febria ikut berkarier di OIKN, dia sempat terkejut. “Ikut CPNS yang kemarin?” tanyanya. “Ya,” kata saya. Febi alumnus jurusan Hubungan Internasional Fisipol UGM, almamater Pak Bas.

Mengawali orasinya, Pak Bas sempat menyuruh semua wisudawan berdiri dan balik ke belakang. Ternyata dia memerintahkan wisudawan menyapa orang tua mereka. Pak Bas mengingatkan keberhasilan yang dicapai para wisudawan itu tak lepas dari perjuangan dan pengorbanan orangtuanya.

Pak Bas mengungkapkan, ada 3 pilar dalam pembangunan IKN. Yaitu sebagai kota hutan (forest city),  kota spons atau kota tangguh air serta kota cerdas (smart city). Dengan ketiga pilar itu, maka IKN akan terwujud sebagai kota maju, modern, dan berkelanjutan.

Dia memberikan keyakinan bahwa pembangunan IKN akan terus dipacu menyusul ditandatanganinya Perpres No 79 Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menetapkan  IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

Ibu Kota Politik itu adalah Ibu Kota Negara di mana pembangunan infrastruktur IKN sudah mengakomodasi  ekosistem trias politika yaitu rampungnya pembangunan infrastruktur tidak saja untuk lembaga eksekutif, tetapi juga untuk legislatif dan yudikatif. “Dan itu menjadi tugas saya sekarang ini,” kata Pak Bas.

Dia juga menjelaskan pembangunan jalan tol Balikpapan-IKN terus dipacu sehingga rampung sebelum 2028. Jika jalan tol itu selesai, maka jarak tempuh Balikpapan ke IKN hanya sekitar 40 menit saja.

Pihak Otorita IKN juga memberikan kesempatan kepada semua perguruan tinggi di Kaltim termasuk Uniba untuk berkontribusi ke IKN terutama dalam penyediaan SDM, karena IKN memang membutuhkan tenaga-tenaga yang terampil dan berkualitas.

Sebelum mengakhiri orasinya, Pak Bas sempat menantang wisudawan S1 yang hafal hymne Uniba maju ke depan. Sayangnya tidak ada yang berani tampil. Padahal dia menjanjikan hadiah menarik bisa bergabung ke OIKN atau mendapat beasiswa S2. “Kita harus mencintai almamater. Saya sendiri masih hafal hymne UGM,” kata Pak Bas, yang sekarang ini menjadi ketua umum Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama).

Dari 800 lebih wisudawan, ada beberapa tokoh yang ikut diwisuda. Di antaranya anggota DPRD Kaltim H Baba dari PDI Perjuangan. Juga Yuli Shinta Novianti, ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Balikpapan.

Uniba menetapkan 12 wisudawan terbaik dengan nilai IPK hampir sempurna. Rata-rata di atas 3,9. Ke-12 wisudawan terbaik itu adalah Zainal Arifin (Ilmu Hukum),  Denita Maharani (Manajemen), Jane Monica Devi Alfia Sheren (Akuntansi), Ahmad Zaki Syahwaludin (Teknik Mesin), Maha Setya Adi Putra (Teknik Elektro), Putri Nuvira Mada (Teknik Industri), Auliyah Rahmah (Sastra Inggris), Febriani (Teknik Sipil), Avica Widya Anggraeny (Arsitektur), Anabila Cahya  Shofiya Junaedi (Pendidikan Matematika), Ririn Suyanti (Pendidikan Ekonomi) dan Sesi Marselina Sinambela (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).

Sementara itu dari Program Sarjana Terapan terpilih sebagai wisudawan terbaik adalah Achmat Hady Bowo dari prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sedang dari Program Pascasarjana terpilih Muhammad Raka Fiqri dari prodi Magister Ilmu Hukum.

Keluar dari Dome, saya dicegat sejumlah fotografer amatir dan penjual buket bunga. Mereka mengira saya orang tua salah seorang wisudawan. “Sayang anak, Pak,” katanya menawarkan dagangannya kepada saya. Acara wisuda memang menjadi hari cuannya fotografer komersial dan penjual bunga. “Serasa kaya anak kita yang mau diwisuda,” kata Tina, salah seorang penjual buket bunga tertawa.(*)

60 Tahun Bankaltimtara

October 15, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BANKALTIMTARA berulang tahun. Tepatnya Selasa, 14 Oktober 2025 kemarin. Usianya cukup matang, 60 tahun. Wajah Bankaltimtara tampak ceria. Bukan keriput. Semua kantornya penuh hiasan. Ada kue ultah dan kiriman bunga ucapan dari banyak nasabah dan relasi. Meriah, penuh kehangatan dan penuh makna.

Di Kantor Pusat Bankaltimtara, Jl Jenderal Sudirman 33 Samarinda, Dirut Bankaltimtara M Yamin bersama direksi lainnya plus komisaris menggelar acara syukuran. Hadir Wakil Gubernur Ir. Seno Aji dan Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, serta undangan lainnya.

Wagub didaulat memotong tumpeng, lalu diserahkan kepada Yamin. Dia mengucapkan selamat dan berharap Bankaltimtara terus menjadi mitra strategis Pemda dalam mendukung pembangunan ekonomi dan sosial untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemprov Kaltim siap terus bersinergi dengan Bankaltimtara  dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Semangat 60 tahun dari ibu-ibu keluarga besar Bankaltimtara

Sebelumnya M Yamin menyampaikan rasa syukur atas usia yang ke-60 serta apresiasi kepada  seluruh karyawan, mitra, dan pemerintah daerah  yang selama ini telah bersama-sama membangun Bankaltimtara.

“Peringatan HUT ke-60 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum Bankaltimtara untuk bersyukur atas perjalanan panjang yang penuh makna serta untuk terus berkomitmen meningkatkan dedikasi dan inovasi demi kemajuan Bankaltimtara yang kita cintai bersama,” lanjutnya.

Acara peringatan 60 tahun yang bertema “Inovasi & Dedikasi 60 Tahun Bankaltimtara” ditandai dengan peluncuran Simpator PKB, Simpatda Tarakan, E-Retribusi Pelabuhan Buluminung, Eporporasi Pemda Kukar, E-Katalog versi 6, serta fitur Omni Channel dan Cardless Cash Withdrawal (CCW) pada aplikasi DG by Bankaltimtara.

Selain itu juga dilaksanakan berbagai kegiatan sosial di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, tahfidz Al Quran, pemberian santunan kepada anak yatim serta penyandang disabilitas.

Peringatan akan ditutup dengan agenda tahunan Bankaltimtara yaitu Kaltim Bersalawat ke-13, yang akan berlangsung di GOR Kadrie Oening pada 24 Oktober mendatang.

Suasana syukuran 60 tahun juga berlangsung di semua kantor cabang Bankaltimtara di seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara. “Kita di cabang juga mengadakan acara syukuran, olahraga, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan bakti sosial,” kata Kacab Bankaltimtara Balikpapan, Yudhi Susatyo.

Bankaltimtara didirikan dan diresmikan Gubernur Kaltim Abdoel Moeis Hasan pada tanggal 14 Oktober 1965. Sangat bersejarah, dua minggu setelah tragedi nasional, pemberontakan G30S/PKI. Dirut pertamanya adalah H Mansjah Usman, orang Samarinda yang awalnya tokoh pendidikan dan seorang penyair. Mansjah terlibat dalam pendirian SMA dan Universitas Mulawarman.

Berdasarkan Perda No 03 tanggal 19 September 1964, awalnya nama Bankaltimtara adalah Perusahaan Daerah Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, yang akrab disebut BPD Kaltim.

Belakangan dengan Perda No 08 Tahun 2016  bentuk badan hukum BPD Kaltim berubah dari perusahaan daerah menjadi perusahaan terbatas atau PT. Setahun kemudian pada bulan November 2017 karena ada pemekaran wilayah dengan lahirnya Provinsi Kalimantan Utara, maka BPD Kaltim  menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau disingkat menjadi Bankaltimtara.

Ketika didirikan modal dasar BPD Kaltim sebesar Rp100 juta. Tapi setahun kemudian menyusut jadi Rp100 ribu karena adanya kebijakan redenominasi dari pemerintah, di mana nilai Rp1.000 menjadi Rp1.

Menariknya, para pemegang saham BPD Kaltim waktu itu selain pemerintah provinsi dan Pemda Tingkat II, juga ada pihak swasta. Besarnya 7,29 persen. Tapi saham perseorangan itu belakangan sudah dibeli, sehingga sepenuhnya sampai sekarang milik Pemda.

Komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2024, terbesar Pemprov Kaltim dengan nilai Rp5,1 triliun/1.020.000 lembar (66,49 persen), menyusul Kutai Kartanegara Rp596.225.000.000/119.245 lembar (7,77 persen), Berau Rp304.165.000.000/60.833 (3,97 persen), Bulungan Rp255 miliar/51 ribu lembar (3,32 persen), Pemprov Kaltara Rp250 miliar/50 ribu lembar (2,13 persen) dan Balikpapan Rp163.065.000.000/32.613 lembar (2,13 persen).

Selanjutnya Paser Rp 150 miliar/30 ribu lembar (1,96 persen), Kutim Rp133.620.000.000/26.724 lembar (1,74 persen), Tana Tidung Rp132.610.000.000/26.522 lembar (1,73 persen), Kubar Rp 104.625.000.000/20.925 lembar (1,36 persen), Bontang Rp100.100.000.000/20.020 lembar (1,30 persen), Malinau Rp78.390.000.000/15.678 lembar (1,02 persen) dan Nunukan Rp77.375.000.000/15.475 lembar (1,01 persen).

Kelompok daerah yang sahamnya di bawah satu persen, yaitu Tarakan Rp72.630.000.000/14.526 lembar (0,95 persen), Samarinda Rp64.925.000.000/12.985 lembar (0,85 persen), PPU Rp57.600.000.000/11.520 lembar (0,75 persen) dan Mahulu Rp30 miliar/6.000 lembar (0,39 persen).

Kita tidak tahu mengapa setoran modal dari Pemkot Samarinda terbilang kecil? Padahal ibu kota provinsi. Apalagi kantor pusat Bankaltimtara berada di sini. Bisa jadi juga Wali Kota Andi Harun masih banyak kebutuhan. Jadi dana APBD-nya belum ada yang bisa disisihkan. Maklum banyak proyek besar di Samarinda mulai penataan tepi Sungai Mahakam, revitalisasi Pasar Pagi sampai pembangunan terowongan. Apalagi sekarang lagi musim pemangkasan anggaran.

Dari 17 daerah yang melakukan penyetoran modal, maka total modal disetor Bankaltimtara mencapai Rp7,6 triliun atau tepatnya Rp7.670.330.000.000. Dengan modal disetor sebanyak itu, maka Bankaltimtara pada saat ini menempati posisi pertama atau tertinggi kelompok bank perseroan daerah di Indonesia dengan modal inti Rp6-14 triliun.

Dari buku Laporan Tahunan 2024, tercatat total aset Bankaltimtara mencapai Rp51,11 triliun. Sementara total kredit yang diberikan mencapai Rp19,72 triliun, pendapatan bunga & syariah Rp2,54 triliun, pendapatan operasional Rp263,05 miliar, serta laba tahun berjalan mencapai Rp549,74 miliar atau naik 37,93 persen

PRIORITASKAN ORANG DALAM

Berkat kerja keras dan segala inovasi yang dilakukan, Bankaltimtara tiap tahun meraih berbagai penghargaan dan berbagai pengakuan. Itu bukti bahwa bank ini memang berprestasi dan diawaki orang-orang yang tepat serta punya kualitas dan visi jauh ke depan.

Di tahun 2025 ini, ada beberapa penghargaan diraih Bankaltimtara. Dalam ajang 22nd Banking Service Excellence Awards (BSEA) 2025 yang diadakan Infobank dan Marketing Research Indonesia (MRI), Bankaltimtara menerima dua penghargaan bergengsi. Yaitu The Best Service Excellence for 5 Consecutive Years (2020-2024) dan The 2nd Best  Region Bank in Excellence Website.

Sebelumnya Bankaltimtara juga meraih TOP BUMD Awards 2025 Bintang 5 untuk ke-8 kalinya secara berturut-turut.

Yang menarik dan membanggakan, dua pembina utama Bankaltimtara yaitu Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud dan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menerima penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2025. Sementara Dirut Bankaltimtara M Yamin dianugerahi penghargaan sebagai TOP CEO BUMD 2025.

Bankaltimtara juga meraih penghargaan dengan predikat “Gold” untuk kategori Well Implementation Control (WIC) pada Awarding Ceremony Indonesia Operation Banking Summit (IOBS).

Dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2025, Bankaltimtara sukses meraih 3 penghargaan prestisius berkat terobosannya  dalam transformasi digital dan tata kelola berbasis data.

Ketiga penghargaan itu adalah Best Cybersecurity Initiative of The Year Diamond, Best Data-Driven Performance & KPI Optimization – Platinum serta Best CEO in Digital Transformation – Regional Champion untuk Dirut M Yamin.

Sebelumnya dalam ajang Starting Year Forum 2025, Bankaltimtara meraih The Best Region in Customer Resilience Level, The Best Region Bank ini Marketing Engagement Index, The 2nd Best Region in Customer Loyalty, The 3rd Best Region Bank in Engagement 2025 serta The 3rd Best Region Bank ini Net Promoter Score.

Economic Review juga menobatkan Bankaltimtara sebagai The Best Indonesia GCG Award-IX 2025 Gold Award dengan kategori B-Excellent-4 Stars.

Selama 60 tahun beroperasi, kepengurusan Bankaltimtara sudah 6 kali berganti direktur utama. Dirut pertama  H Mansjah Usman (1965-1980), kemudian “Si Eksentrik” Abdul Madjidhan (1980-1991), lalu Bahagia Yusuf (1991-1999), menyusul “Si Banyak Akal” Aminuddin (1999-2011), lalu diteruskan  Zainuddin Fanani (2011-2020) dan M Yamin, yang diangkat jadi dirut saat pandemi Covid-19. Tapi dia sukses berjuang sehingga ada pemenuhan setoran modal dari Pemprov Kaltim sebesar Rp3,4 triliun.

Hebatnya ke-6 dirut itu adalah orang daerah dan terpilih menjadi dirut dari lingkungan internal. Karena itu banyak yang berharap pemimpin Bankaltimtara di masa depan tetap menjaga tradisi ini.

Tim direksi Bankaltimtara saat ini selain M Yamin sebagai dirut, ada Siti Aisyah sebagai Direktur Kredit, Muhammad Edwin sebagai Direktur Bisnis & Syariah serta Yenny Israwati sebagai Direktur Operasional & Manajemen Risiko. Sedang dewan komisarisnya yaitu Eny Rochaida sebagai Plt Komisaris Utama Independen, Bela Barus (anggota Dewan Komisaris Independen) serta Suriansyah (anggota Dewan Komisaris Non Independen.

Di saat merayakan HUT ke-60, kabarnya Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud akan melakukan pergantian pengurus. Baik di kursi komisaris maupun direksi. Banyak yang berharap kader internal diprioritaskan. Anggaran Dasar Perseroan Bankaltimtara juga mengamanahkan agar kepemimpinan bank ini lebih mengutamakan SDM dari dalam. Orang etam juga, bukan karena titipan atau nepotisme. Apalagi kalau dibawa dari luar.(*)

Nasi Uduk dan Bayan Run

October 14, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

APA hubungannya nasi uduk dan Bayan Run 2025? Secara langsung tidak ada. Tapi ketika mengikuti Bayan Run 2025, Minggu (12/10), saya agak kecewa. Saya sukses ambil bagian di nomor 5 km, tapi gagal ikut antre mendapat nasi uduk gratis yang disediakan setelah pelari mencapai garis finish.

Yang mau makan nasi uduk antrenya panjang. Meski panitia juga menyediakan makanan lain seperti bakso, soto, rawon, dan lainnya. “Ada 20-an macam lebih makan yang kita sediakan dengan jumlah ribuan porsi,” kata H Syahbudin Noor dari PT Bayan.

Tapi nasi uduk termasuk makan favorit saya. Nasi uduk aslinya dari Betawi, tapi sekarang hampir tiap daerah punya nasi uduk dengan berbagai variasi. Tapi bahan rempahnya hampir sama. Nasi putih diaron dan dikukus dengan santan plus dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica.

Sebagai balas dendam, malamnya saya beli nasi uduk Jakarta dekat Kantor Pos Balikpapan Baru (BB). Lapak jualannya tak jauh dari kantor PT Bayan. Hanya saja yang ini tidak gratis. Saya harus bayar Rp25 ribu satu porsi.

Dato Low Tuck Kwong, Jend Pol (Purn) Timur Pradopo bersama pejabat lainnya ikut di nomor 2,5K.(kaltimpost)

Tapi saya senang bisa ikut meramaikan even Bayan Run 2025. Bayan adalah perusahaan batu bara terbesar di Kaltim bahkan di Indonesia.  Nama lengkapnya PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yang memiliki lokasi operasi terbesar di Tabang, Kutai Kartanegara. Selain juga ada di Kalsel.

Peserta Bayan Run 2025 banyak sekali. Ada 6.000-an orang. Bayangkan betapa serunya. Yang melepas di garis start langsung sang pemilik Bayan, Dato Dr Low Tuck Kwong. Pengusaha kelahiran Singapura yang sudah menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dia didampingi direktur operasional (Director and Chief Operational Officer) Bayan, Lim Chai Hock yang akrab dipanggil Mr Lim.

Untuk diketahui orang Kaltim, Dato Low Tuck Kwong dan Mr Lim bukan orang sembarangan. Majalah ekonomi Amerika, Forbes per September 2205, menempatkan Dato Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya nomor 2 di Indonesia setelah Prajogo Pangestu. Jumlah kekayaannya mencapai 25,1 miliar US dolar atau setara Rp392,11 triliun. Jumlah itu lebih besar dari anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di tahun 2026 dipatok Rp335 triliun.

Beberapa waktu sebelumnya Forbes juga memasukkan Mr Lim sebagai orang terkaya ke-37 di Indonesia dengan kekayaan sekitar 1,45 miliar dolar AS atau setara Rp22,42 triliun. Angka itu lebih tinggi dari APBD Kaltim, yang di tahun 2026 bakal melorot di sekitar Rp12 triliun.

Bayangkan, bulan Juli 2025, Dato Low menerima pembayaran deviden final dari BYAN sebesar Rp2,61 triliun. Tapi sebelumnya pada bulan Januari dia sudah mengantongi Rp1,94 triliun dari deviden interim. Jadi total dana yang masuk ke kantongnya dari pembagian keuntungan BYAN mencapai Rp4,55 triliun.

Saya pernah menulis selain Dato, putrinya yang cantik bernama Elaine Low juga mendapat bagian deviden atau profit dari BYAN sebesar Rp1,43 triliun. Elaine mendapat hibah saham dari ayahnya sebanyak 7.333.833.700 atau 22 persen dari jumlah saham BYAN.

Dato Low dan Mr Lim bersama sejumlah pejabat ikut berjalan menempuh jarak 2,5 km. Saya lihat dia mengenakan nomor dada cantik. Yaitu 8888. Saya tidak tahu makna di balik angka 8888 itu. Tapi dalam budaya Tionghoa, angka 8 itu adalah simbol keberuntungan dan kemakmuran. Dato Low memang lagi makmur-makmurnya sekarang ini, maklum batu bara jadi primadona energi dunia.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Komisaris Independen PT Bayan Jend Pol (Purn) Timur Pradopo, yang juga mantan Kapolri, Kasdam VI/Mw Brigjen TNI Ari Aryanto, Waka Polda Kaltim Brigjen Pol Dr Muhammad Sabilul Alif, Kapoksahli Kodam VI/Mw Brigjen TNI Deni Sukwara, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA Arief Murdianto dan Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Bagus Susetyo.

Mereka semua mengaku suprise melihat peserta membeludak dan datang ke lokasi sejak pukul 04.00 dinihari. “Saya bangga Bayan bisa menghadirkan even terbaik untuk masyarakat,” kata Timur Pradopo. Sebelumnya Bayan juga menggelar “Bayan Open” di cabang bulu tangkis dengan menghadirkan atlet-atlet berkelas nasional dan dunia.

ADA BARONGSAI DAN REOG

Bayan Run digelar tiap tahun dalam rangka merayakan IPO (Initial Public Offering) PT Bayan yaitu penjualan saham perdana kepada publik di pasar modal. “Acara ini sudah menjadi even tahunan PT Bayan sebagai bagian program CSR dalam rangka untuk peningkatan kesehatan masyarakat dan menyalurkan hobi para runner,” kata Senior Manager PT Bayan Resources Tbk, Suhud Wahyudi selaku ketua panitia Bayan Run 2025.

Selain itu, acara ini juga dirangkaikan dengan HUT TNI yang jatuh pada 5 Oktober. Karena itu nomor yang dilombakan ada yang khusus untuk peserta dari TNI dan Polri.

Untuk peserta umum dibagi kategori jarak 2,5K, 5K, 10K dan 21K (Half Marathon). Ada kelompok putra, dan ada juga kelompok putri. Bahkan ada juga untuk kelompok anak-anak di nomor 2,5K. Khusus di nomor 21K ada untuk peserta umum, ada juga untuk kelas master.

Saya ikut di nomor 5 km. Dari lapangan Merdeka menyusuri Jl Jend Sudirman. Lalu di depan Polresta Balikpapan putar kembali menuju Lapangan Merdeka. Sepertinya dekat, tapi saya termasuk peserta yang lebih banyak jalan kakinya ketimbang berlari.

Acara yang diorganisir oleh Kepala Batu Team (KBT) berlangsung meriah. Sepanjang jalan kita disambut dengan berbagai atraksi. Ada barongsai, reog, marching band, musik angklung sampai sejumlah pelajar yang meneriakkan yel-yel penuh semangat. “Sengaja kita buat begitu, biar para runner lebih semangat lagi,” kata Race Directors KBT, Berti.

Ada sekelompok remaja yang memberi semangat kepada saya. Dia kompak membuat yel-yel yang menyebut nama saya, mantan wali kota. “Pak Rizal….Pak Rizal.” Tapi langkah saya bukannya tambah kencang, malah speed-nya makin kendor.

Saya sempat bertemu kelompok Sahabat Kecil yang diketuai Ibu Sri Asril. Mereka juga tengah berolahraga dan lomba karaoke di lingkungan Pelayaran merayakan miladnya Bu Sri. Saya didaulat ikut berfoto. Ramai sekali. Mereka tanya saya juara berapa? Saya peserta yang tidak mengutamakan kemenangan meski tetap memburu medali. He maaf dalih saja.

Di sela-sela pembagian hadiah dan penarikan door prize, peserta dihibur dengan penampilan duo DJ Remix Dangdut yaitu Mr Jono dan Joni. Sebagian peserta juga sibuk memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti fisioterapi dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Para pemenang 21K Master Putri berfoto bersama Dato Low Tuck Kwong.

Pemenang Bayan Run 2022 untuk Kategori 2,5K Umum Putra: 1. Afnan Alrafiq 2. Moses Christian Rivaldo 3. Bastian Al Alvares. Putri 1. Quen Chelda Keyra 2. Inez Fayyola Nadhifa 3. Maria Irvina. Kategori 5K Putra 1. Muhammad Hasyid Nur Khalid 2. Davino Garvin 3. Muhammad Arva Rizki. Putri: 1. Carissa Julia Kirana 2. Zahra Aurelia Rachman 3. Naturelle Dominique Sugiarto. Kategori 5K Master Putra 1. Bambang Yurianto 2. Suprihono 3. Jelly Yulianus Gerungan. Master Putri: 1. Mariani Vin 2. Nurlina Aprilani 3. Hestty Asmuliah.

Untuk pemenang Kategori 10K Umum Putra: 1. Ibnu Sidik 2. Laode Safrudin 3. Saroni Saputra. Umum Putri: 1. Irma Handayani 2. Susi Susanto 3. Dormian Sihotang. Master Putra: 1. Jufri 2. Sugiyono 3. Robby Sutantio. Master Putri: 1. Rosa Kristanto 2. Wahyu Winarti 3. Tina Alfian. Kategori 10K TNI-Polri 1. Hisyam 2. Wira Kamba 3 Hairul Umam. Semuanya dari Kodam VI/Mw.

Khusus Kategori 21K Umum Putra: 1.  Brasco Rionaldo 2. Taftazani Abirafdy 3. Rendi Saputra. Umum Putri: 1. Nefriana Ariance Daik 2. Grace Imeilda Sarubang 3. Luh Putu Ninda. Kategori 21K Master Putra 1. Bambang Oktavianus 2. Praowono 3. Sumali Kiek. Master Putri: 1. Polniwati Salim 2. Raquel Pireira 3. Mardian.

Para pemenang di kategori master mendapat hadiah Rp25 juta untuk juara 1, Rp17,5 juta untuk juara 2 dan Rp12,5 juta  untuk juara 3. “Total hadiah yang dibagikan sebesar Rp400 juta. Kalau dengan grand prize mencapai Rp500 juta,” kata Suhud.

Saya lihat Dato Low Tuck Kwong tersenyum ketika menyerahkan hadiah kepada para juara. Itu isyarat dia puas Bayan Run berlangsung lancar dan sukses. Ada yang usul Bayan Run tahun 2026 ditingkatkan kelasnya. Menjadi Bayan Run tingkat dunia atau setidaknya tingkat ASEAN. Menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi ibu kota politik tahun 2028 nanti.

Pasti seru dan heboh dengan menu utama nasi uduk ditambah nasi kuning H Daud, soto banjar, coto makassar dan gudeg Warung Jogya Istimewa Balikpapan Baru. Pasti hasilnya juga istimewa.(*)

Kopi MURI Pecah di IKN

October 12, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

IBU KOTA NUSANTARA (IKN) pecahkan rekor MURI untuk pertama kali. Uniknya bukan pembangunan gedungnya yang cantik dan megah. Tapi ini sisi lain. Ada gerakan menanam 1.010 pohon kopi Liberika di sana, yang ternyata dicatat oleh Museum Rekor Indonesia sebagai sebuah prestasi dengan peserta terbanyak.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Dr Myrna Asnawati Safitri bersama Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku (KPKLS)

Pemberian penghargaan MURI itu berlangsung di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Kecamatan Sepaku, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tempat lokasi penanaman. Jumlah 1.010 pohon itu diselaraskan dengan tanggal pelaksanaan yaitu Jumat lalu, tanggal 10 bulan 10. Angka cantik dan penuh berkah.

Penanaman dikomandani oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono alias Pak Bas didampingi Deputi  Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Dr Myrna Asnawati Safitri dan Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono. Juga ikut mendukung Bank Indonesia Nusantara dan PT Pupuk Kaltim.

Yang ikut menanam di sana tidak saja warga IKN, tetapi juga para petani kopi di sekitar IKN yang bergabung dalam Komunitas Petani Kopi Liberika Sepaku (KPKLS). Ada juga rombongan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Jumlahnya yang datang tidak sedikit. Sebanyak 500 orang langsung dipimpin sang rektor, Prof Abdunnur.

Pak Bas didampingi Sugiman menerima penghargaan rekor MURI dari Wakil Dirut MURI Osmar Semesta Susilo.

Rektor mengaku bangga bisa terlibat dalam aksi hijau ini, yang menjadi implementasi nyata dari pola ilmiah pokok (PIP) Unmul yaitu hutan hujan tropis dan lingkungan (tropical rain forest and environment). “Sekaligus menerjemahkan landasan ilmiah universitas menjadi sebuah kontribusi konkret yang dapat dirasakan langsung dampaknya bagi lingkungan IKN,” tambahnya.

Dikatakan, kehadiran ratusan mahasiswa itu menunjukkan fungsi Unmul sebagai pemasok sumber daya manusia yang tidak saja unggul secara akademis, tetapi juga peduli terhadap isu lingkungan.

“Langkah ini juga merupakan wujud dukungan dan kontribusi nyata Unmul yang sejalan dengan cetak biru pembangunan IKN yang mengusung konsep forest city dan smart city,” kata Abdunnur.

Pak Bas dan Rektor Abdunnur tampak bersemangat menanam bibit kopi Liberika di sela-sela pohon eucalyptus. Diikuti peserta yang lain. “Insyaallah berkah dan akan menyejahterakan petani dan menjadi produk unggulan baru,” kata Pak Bas optimistis.

Begitu selesai penanaman dan penghitungan, Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo mengumumkan keberhasilan pemecahan rekor MURI dalam penanaman kopi Liberika. Selanjutnya dia menyerahkan piagam penghargaan dan mengalungi medali pemecahan rekor MURI, baik kepada Pak Bas maupun Rektor Unmul.

“Selamat atas pencapaian penanaman pohon kopi Liberika dengan peserta terbanyak di IKN. Semoga capaian ini menjadi langkah awal dari upaya panjang kita menjaga bumi dan memperkuat jati diri bangsa yang mencintai alamnya,” kata Osmar.

Penanaman pohon kopi Liberika di kawasan IKN sudah dimulakan pada awal Oktober lalu di Embung MBH. Itu dilaksanakan Otorita IKN bersama Dinas Perkebunan dan Pusat Penelitian Kopi Kaltim dalam rangka Hari Kopi Nasional.

Kegiatan penanaman itu dirangkai dengan acara diskusi dengan tema: “Menggali Potensi Pengembangan Kopi Liberika di Kalimantan Timur sebagai Komoditas Unggulan.”

KENAPA LIBERIKA?

Kenapa kopi Liberika dipilih dan ditanam di sekitar IKN? Bahkan menurut Dr Myrna akan dijadikan produk unggulan dari IKN. Padahal selama ini penikmat kopi lebih mengenal  kopi Robusta dan Arabika.

“Kopi Liberika adalah kopi yang top karena rasanya berada di antara Arabika yang asam dengan Robusta yang keras,” kata Pak Bas setengah kampanye didampingi Ketua KPKLS, Sugiman.

Menurut Sugiman, penanaman kopi Liberika sebenarnya sudah dilakukan petani atau pekebun Sepaku sejak tahun 1981 atau 44 tahun silam. Tapi kemudian ditinggalkan karena masyarakat lebih mengenal Arabika dan Robusta. “Nah bersama Otorita IKN kami hidupkan kembali budidaya kopi Liberika,” jelasnya.

Liberika adalah akronim dari Liberia dan Afrika Barat, tempat asal kopi tersebut. Pada abad 19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi Arabika yang terserang oleh hama dan penyakit.

Ciri pohon kopi Liberika, ukuran daun, cabang, bunga, buah, dan pohon lebih besar dibandingkan Arabika dan Robusta. Berbuah sepanjang tahun dan ukuran buahnya cenderung tidak merata atau seragam.

Kopi Liberika memang sangat terkenal di Kalimantan. Cocok dengan karakter cuaca di sini dan bisa tumbuh di lahan gambut. Kopi Liberika asal Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar  pernah mendapatkan penghargaan pada kompetisi World Coffee Challenge 2022 Spanyol.

Sugiman membenarkan kopi Liberika tahan banting, karena bisa tumbuh di segala medan dan anti penyakit termasuk penyakit gambir. Juga prospektif dibanding kelapa sawit. “Setelah kami kalkulasi lebih menguntungkan,” jelasnya.

Menurut Pak Bas, kopi Liberika Sepaku bisa menjadi emas hijau baru di Kaltim. Apalagi permintaan pasar dari luar negeri cukup prospek. Belum lama ini ada permintaan 20 kontainer dari Qatar, sayangnya belum bisa terpenuhi.

Di kawasan sekitar IKN ada 2.000 hektare lahan yang bisa ditanami kopi Liberika. “Kita dorong petani untuk mengembangkannya. Cita-cita saya 2.000 hektare itu jadi kebun kopi Liberika,” kata Pak Bas. Dia juga bekerjasama dengan Bank Indonesia, Dinas Perkebunan dan Pusat Penelitian Kopi Kaltim memberikan pembinaan.

Selepas menulis berita ini, saya ingin merasakan nikmatnya menyeruput kopi Liberika. Tapi kedai kopi yang saya singgahi mengaku hanya punya kopi Robusta dan Arabika. Malah saya disuguhi kopi hitam Kapal Api. “Nanti saya carikan ke IKN, Pak,” katanya seraya tersenyum.(*)

DBH Kaltim Hanya 2,49 T

October 8, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ANGKA Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun 2026 untuk Kaltim sepertinya sudah keluar. Besarannya sekitar Rp2,49 triliun. Angka itu dikutip dari dokumen resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima Pemprov Kaltim akhir September lalu.

Jika dilihat dari angka tersebut, maka kebijakan pemangkasan yang dilakukan Pemerintah Pusat memang sangat keras dan telak. Biasanya DBH yang diterima Kaltim sebagai bentuk dari dana Transfer ke Daerah (TKD) berkisar Rp10 triliun-an. Artinya untuk tahun depan Kaltim hanya menerima seperempat dari angka-angka sebelumnya. Jadi pemangkasannya sampai 75 persen.

Dengan angka Rp2,49 T itu, maka APBD Kaltim Tahun Anggaran 2026 akan turun drastis. Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) 2026 yang sudah disepakati Rp21,3 triliun mau tidak mau harus ditinjau lagi atau dilakukan penyusunan ulang (reposturing). Sebab, APBD Kaltim 2026 diprediksi hanya berkisar Rp12-an triliun terdiri Rp9,33 triliun dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sisanya dari DBH tadi dan pendapatan lain-lain.

Kebijakan pemangkasan TKD tidak saja ke pemprov, tapi juga dilakukan Pemerintah Pusat ke kabupaten/kota. Nasib kabupaten/kota pasti lebih parah lagi. Karena terkena efek beruntun. Selain DBH Pusat yang turun, maka otomatis bantuan  keuangan (Bankeu) dari Pemprov juga menurun.

Ada yang berharap Gubernur Haji Rudy Mas’ud (HARUM) dan Wagub Seno Aji mengeluarkan  “aji kesaktiannya.” Karena posisi politiknya yang baik dan menguntungkan. Bukankah HARUM adalah ketua Golkar Kaltim dan Seno ketua Gerindra Kaltim?

Bos HARUM di DPP Golkar adalah Bahlil Lahadia, yang menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM). Sedang Seno tidak tanggung-tanggung. Presiden Prabowo Subianto adalah ketua Umum DPP Gerindra.

Seyogianya Gubernur Rudy bisa melobi bosnya. Minta agar komposisi atau formula pemberian DBH Migas ditingkatkan seperti Aceh dan Papua. Untuk gas 55 persen dan minyak 40 persen. Sedang Wagub bisa lapor ke Presiden agar Kaltim yang kata dia memberi kontribusi 1.000 triliun dari batu bara bisa diberlakukan lebih proporsional atau istimewa dalam kebijakan pemangkasan TKD.

Tapi bisa jadi yang terjadi sekarang sebaliknya. Presiden dan Bahlil kemungkinan bilang ke Rudy dan Seno agar memahami dan bisa menerima kebijakan Pemerintah Pusat yang tengah dijalankan. Jadi jangan menuntut macam-macam dulu. Dan pasti kedua orang itu patuh dan tidak bisa berkutik. walau suaranya di daerah kencang dan berteriak.

Kebijakan pemangkasan TKD berlaku terhadap semua daerah di Indonesia. Dalam RAPBN 2026, angka TKD dicantumkan Rp650 triliun. Itu turun 24,7 persen atau Rp269 triliun dibanding angka tahun sebelumnya (2025) yang tercatat Rp864 triliun. Belakangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ada lagi tambahan Rp43 triliun.

Pemprov yang paling tinggi dipangkas TKD-nya adalah DKI Jakarta. Besaran angka pemangkasannya mencapai Rp79 triliun.  Jatim beruntung hanya diturunkan Rp2,8 triliun atau sekitar 24,21 persen. Jawa Barat lebih kecil lagi hanya Rp2,4 triliun. Sumsel agak lebih tinggi yaitu Rp3,6 triliun. Sedang tetangga Kaltim, Kalsel dipangkas Rp2,2 triliun atau 48,36 persen.

Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Selasa kemarin membawa 18 gubernur menemui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta. Termasuk Gubernur Kaltim Rusy Mas’ud.  Semuanya menyatakan tidak setuju dengan kebijakan pemangkasan TKD.

“Pak Menkeu merespon keluhan kita,” kata Ketua APPSI Al Haris, yang juga Gubernur Jambi. Menkeu berjanji akan melakukan evaluasi di tahun 2026 karena kebijakan ini sudah menjadi produk hukum, APBN.

Sementara itu Gubernur HARUM menyatakan optimis DBH untuk Kaltim akan naik lagi. Dia juga berjanji dalam situasi fiskal terbatas, semua program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas. “Kita akan melakukan yang terbaik untuk Kaltim. Begitu juga dengan pemerintah kabupaten dan kota,” tandasnya.

MAU JURUS APA?

Menyikapi pemangkasan TKD yang sangat drastis ini, berbagai daerah mengambil langkah dan jurus penyelamatan. Sebagian daerah panik karena kemampuan fiskalnya yang sangat berat dan selama ini sangat tergantung dari TKD.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman N Suparman menilai pemangkasan dana TKD akan menjadi masa yang sangat sulit bagi Pemda karena keterbatasan ruang fiskal.

Herman mengusulkan agar tunjangan yang banyak diprotes oleh publik seperti tunjangan perumahan bagi wakil rakyat bisa dicoret atau dipangkas.

Pengamat lain mengusulkan agar dana perjalanan dinas pegawai dan anggota DPRD juga dipangkas habis-habisan. Sebab ini juga menguras APBD yang besar. Hampir tiap minggu ada pejabat dan anggota Dewan yang melakukan kunjungan kerja meski hasilnya tidak efektif dan terkesan pemborosan.

Mantan juru bicara kampanye Rudy-Seno, Sudarno SE juga memberi masukan. Dia tampil santai sambil merokok di postingan Tik Tok.  Lalu menyarankan agar Pemprov Kaltim melakukan pemangkasan terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diterima ASN.

Menurut dia, pejabat golongan menengah ke atas seperti Sekda, Asisten, Kepala Dinas dan Kabid yaitu ASN yang berada eselon III dan II layak dirasionalisasi. Tapi golongan menengah ke bawah tetap dipertahankan.

Sambil mengutip teori ekonomi dia mengingatkan Pemprov. Seharusnya di saat ekonomi lesu, maka belanja pemerintah harus dinaikkan.  Kalau terlalu menerapkan efisiensi total, maka ekonomi makin ambruk.

“Selamat kepada Gubernur dan Wagub yang menggunakan otak dan pikirannya supaya ekonomi Kaltim tetap bertumbuh,” katanya  begitu sambil menyulut rokoknya.

Gubernur DKI Pramono Anung melakukan langkah refocusing, efisiensi dan realokasi anggaran. Dia juga melakukan pemangkasan terhadap perjalanan dinas, termasuk juga kegiatan yang berkaitan dengan makan dan minum.

Guru Besar dari Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) Fisipol UGM, Prof Wahyudi Kumorotomo menilai kebijakan pemangkasan TKD sangat aneh dan berisiko besar terhadap keberlanjutan pembangunan daerah.

“Program MBG terjadi peningkatan hingga 5 kali lipat menjadi Rp335 triliun, tapi subsidi ke daerah yang bisa mendorong keberlanjutan pembangunan dan menciptakan lapangan kerja justru dikurangi sampai Rp269 triliun. Ini bisa menimbulkan konsekuensi politis, ekonomis, dan sosial,” katanya heran.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1096854
    Users Today : 1773
    Users Yesterday : 3662
    This Year : 33364
    Total Users : 1096854
    Total views : 10741897
    Who's Online : 69
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-08