Isran, I Love You

September 21, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Isran dan Hadi di tengah anak cucu.

RABU kemarin, 20 September 2023, hari istimewa bagi Gubernur  Isran Noor. Itu adalah hari ulang tahunnya ke-66, sama dengan usia Provinsi Kaltim tahun ini. Isran dilahirkan di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, 20 September 1957.

Kata orang angka 66 itu adalah nomor malaikat. Simbol dari keluarga dan hubungan. Malaikat No 66 datang ketika kita menghadapi masalah sulit dalam keluarga atau hubungan dengan siapapun. Dia mewakili energi dari Yang Mahakuasa  yang dikirimkan kepada kita oleh kekuatan superior.

Perayaan hari jadi Isran dikemas dengan acara silaturahmi  dengan masyarakat Kaltim di Plenary Hall Sempaja Samarinda. Ribuan orang datang termasuk Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan tokoh spiritual Samarinda Seberang, Haji Muhyar. Sebagian membawa sekuntum bunga mawar.  Dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu, Isran didampingi anak dan cucunya.

Yang tidak hadir di tengah-tengah kebahagiaannya adalah Norbaiti. Dia istri tercinta Isran, yang meninggal dunia 24 Mei 2023. Banyak yang mengenangnya terutama sikap lembut  dan senyum yang hangat saat mendampingi sang suami.

Acara ini sekaligus dirangkai dengan pamit resmi dia dan Hadi Mulyadi, yang 30 September nanti mengakhiri masa tugasnya sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim masa bakti 2018-2023. “Aku cinta padamu rakyat Kaltim. I love you,” kata Isran, yang langsung disiarkan RRI Samarinda.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Haji Muhyar dan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma juga hadir.

Hingga malam tadi masih juga belum diketahui siapa yang bakal menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim. Ada kemungkinan dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kaltim, yang diawali hari ini (21-23 September), dia sudah membawa atau memutuskan nama orangnya. Lalu menginstruksikan Mendagri melakukan pelantikan pada tanggal 30 September atau 1 Oktober bersama Pj gubernur daerah lain di Jakarta.

DPRD sudah mengirim 5 nama. Apakah dari 5 nama itu yang dipilih Presiden atau dari 3 nama lain, yang disodorkan Mendagri. Kita belum tahu.  Sejauh ini kita juga tidak tahu soal ketiga nama yang dikeluarkan dari saku Mendagri.

Sedang kelima nama yang diputuskan Dewan adalah Drs H Alimuddin, M.Si (deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN), Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin (dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag), Dr Akmal Malik, M.Si (dirjen Otda Kemendagri), Dr Sri Wahyuni, M.PP (sekdaprov Kaltim) dan Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si, IPU (rektor Unmul).

Kalau yang dipilih Presiden adalah Abdunnur, tentu kado istimewa bagi Unmul, yang 27 September nanti merayakan Dies Natalis ke-61. Apalagi ada rencana Jokowi mau menghadiri acara Dies Natalis universitas terbesar di Kalimantan ini. “Tapi masih tentatif,” kata Rektor ketika saya tanya kemarin.

Dijadwalkan hari ini Jokowi datang ke Kaltim. Dia mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda lalu meninjau Pasar Merdeka di Jl Merdeka, Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Supida). Dulu saya sering belanja ke pasar itu, ketika saya masih tinggal di sana. Presiden ingin mengecek perkembangan harga terutama dengan kenaikan harga beras.

Dari Samarinda, Presiden naik heli menuju lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku. Dia bermalam di sana. Acaranya mulai meninjau lokasi persemaian Mentawir, menanam pohon,  inpounding (pengisian air) Waduk Sepaku, groundbreaking Hotel Nusantara, penandatanganan MoU Pertamina dan PSSI,  menyaksikan pemasangan bilah Garuda di Istana Presiden, sampai menonton konser musik Apresiasi Nusantara.

Kabarnya ada 50-an artis dari Jakarta didatangkan. Mulai Band Gigi dengan vokalisnya Armand Maulana sampai Wika Salim, seorang aktris dan penyanyi dangdut, yang dikenal dengan penampilannya yang sensual. “Wah goyang Wika bisa menggetarkan tanah Nusantara,” kata seorang warga Sepaku tersenyum.

Presiden meninggalkan IKN hari Sabtu. Setelah meninjau persediaan beras di gudang Bulog Gunung Malang Balikpapan dan menyerahkan bantuan 300 paket sembako kepada penerima BLT, selanjutnya terbang balik ke Jakarta.

MOMENTUM INDAH

Dalam pekan-pekan terakhir ini Isran dan Hadi sudah berkeliling Kaltim. Terakhir mereka berkunjung ke Sendawar, Kutai Barat. “Ini momentum indah bagi kami bisa melepas Pak Isran dan Pak Hadi,” kata Bupati Kutai Barat FX Yapan.

Sambil membeli songkok Ulap Doyo khas kerajinan Dayak Benuaq, Isran dan Hadi berpamitan dengan warga Kubar dan Mahulu. Dia juga mendengarkan harapan warga agar jalan darat di wilayah mereka dituntaskan sehingga memudahkan perjalanan darat lintas kabupaten.

Tidak keliling Kaltim saja di akhir masa tugasnya. Bahkan Isran dan Hadi secara bergantian dengan anggota Dewan sempat terbang ke Eropa khususnya Belanda dan Swiss.  “Perpisahan yang manis bersama Pak Gub dan Wagub,” kata anggota Dewan bahagia mengikuti perjalanan itu.

Isran ke Eropa memimpin delegasi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Kebetulan dia ketuanya menggantikan Anies Baswedan. “Kunjungan kita dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang investasi, bisnis dan usaha lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan pamit resmi kemarin, Isran mengaku masih banyak hal yang belum dapat dicapai oleh pemerintahannya bersama Hadi Mulyadi. “Masih banyak masyarakat yang belum mendapat perhatian, kesejahteraan, dan kesetaraan,” katanya jujur.

Ia menjelaskan, lima tahun periode kepemimpinannya, memang lebih banyak difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). “Saya dan Wagub mempunyai obsesi membangun manusia Kaltim yang berkualitas, dan mempunyai daya saing yang tinggi dalam mengejar ketertinggalan,” kata Isran.

Acara silaturahmi bersama masyarakat Kaltim ditandai pula dengan penyerahan berbagai penghargaan termasuk pemberian beasiswa Kaltim Cemerlang. Wagub Hadi Mulyadi sempat pula bernyanyi bersama penyanyi Cakra Khan, yang sempat tampil di America’s Got Talent (AGT).

Hampir di seluruh wilayah Kaltim ada terpasang baliho menarik. Bukan berkaitan dengan kampanye Pemilu. Tapi gambar Isran dan Hadi, yang menyatakan pamit kepada rakyat Kaltim. “Kami Pamit,” begitu tertulis di balihonya.

Tidak seperti gubernur lainnya, yang sibuk mengangkat barang-barang pribadinya dari rumah dinas, sementara Isran santai-santai saja. Sebab selama ini dia memang tidak mendiami rumah dinasnya di Lamin Etam, tapi tetap tinggal di rumah pribadinya di kompleks perumahan Karpotek, Jl Adipura 21, Sungai Kunjang, Samarinda. Terima kasih Pak Isran dan Pak Hadi. Banyak warga menunggu “come back” lagi di 2024.(*)

Jokowi Datang, di Mana Lamin IKN?

September 18, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ketua MRKB Mohammad Djailani menyerahkan usul kepada Ketua Komisi II DPR RI Akhmad Dolly

JIKA tidak ada perubahan, Presiden Jokowi akhir pekan ini  (22-23/9) ke Kaltim.  Kunjungan tetapnya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Bisa jadi juga dia akan menghadiri  Dies Natalis ke-61 Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda.

“Ya, jika tak ada perubahan Bapak Presiden akan menghadiri Dies Natalis ke-61 Unmul di Kampus Gunung Kelua pada Sabtu, 23 September. Tentu ini kebanggaan dan sejarah bagi sivitas akademika,” kata Rektor Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si.

Menurut kabar, Jokowi juga akan bermalam lagi di IKN. Soalnya banyak yang mau dilihat. Mulai perkembangan pembangunan Istana Kepresidenan dan gedung pemerintahan, rumah teknologi (Techno House), rampungnya pembangunan bendungan Sepaku Semoi sampai kemungkinan dilakukannya groundbreaking sejumlah proyek investasi swasta.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, bendungan Sepaku akan diresmikan Oktober nanti. Pengisian airnya atau impounding sudah mulai dilakukan dan siap dilihat Presiden Jokowi. “Ini sudah siap ditutup. Dua pintu, yang satu sudah kita tutup,” jelasnya.

Bendungan Sepaku menghasilkan 2.000 liter air bersih per detik, di mana 500 liter di antaranya untuk kebutuhan Balikpapan. Bendungan Sepaku juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurut Basuki, pihaknya juga merancang pembangunan Bendungan Batu Lepek untuk menambah penyediaan air IKN. Kapasitasnya 8.000 liter per detik, empat kali lebih banyak dari Sepaku Semoi.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan groundbreaking atau peletakan batu pertama investasi swasta di IKN segera dilaksanakan. “Mudah-mudahan dalam kunjungan Presiden nanti bisa ikut dijadwalkan beberapa agenda groundbreaking terhadap hotel, rumah sakit, fasilitas umum, sehingga target 2024 itu kita bisa melakukan upacara 17 Agustus,” ucapnya.

Bahlil menyebut beberapa konglomerat Indonesia yang sudah siap menggarap proyek tersebut adalah Sugianto Kusuma alias Aguan, Anthony Salim, Sukanto Tanoto, dan lainnya. Sukanto adalah pemilik lahan, yang sekarang ini dijadikan kawasan inti (KIPP) IKN.

Sementara itu, progres pembangunan istana presiden dan gedung pemerintahan di IKN berlangsung sangat cepat. Dikabarkan sudah mencapai 46 persen. “Rata-rata kenaikannya tiap minggu 2 persen, jadi akhir tahun nanti bisa mencapai 70 persen,” kata Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga.

Yang menarik bilah-bilah  untuk selubung bangunan Garuda di istana kepresidenan  sudah mulai  dikirim. Tahap pertama dilaporkan ada 80 bilah sudah diangkut menggunakan truk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Balikpapan. Bilah-bilah itu dibuat oleh sang pencipta, I Nyoman Nuarta dari workshop perusahaannya PT Siluet Nyoman Nuarta dan NuArt di Bandung.

Total bilah kuningan yang dikerjakan mencapai 4.650 buah. “Kita harapkan Oktober nanti sudah selesai semuanya. Sedangkan bilah rangka perforated kita harapkan selesai dikerjakan di Bandung Februari 2024,” kata Nyoman kepada media.

Pematung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dari Bali ini adalah pemenang desain pembangunan istana kepresidenan IKN yang diberi nama Istana Garuda. Dia mengerahkan 70  ahli dari berbagai disiplin ilmu dan ribuan pekerja untuk mewujudkan bangunan tersebut. Apalagi ditarget sebelum 17 Agustus 2024 harus selesai.

Menurut Danis, pemasangan bilah mulai  dilaksanakan bulan ini. Bersamaan itu, PUPR juga melakukan penanaman sebanyak 48 ribu pohon di IKN. “Bagian-bagian wilayah IKN yang sudah selesai, langsung kami lakukan penanaman pohon,” jelasnya.

Puluhan ribu pohon itu diambil dari tempat pembibitannya di Pusat Persemaian Mentawir, IKN. Di atas lahan seluas 120 hektare itu, saat ini diproduksi 15 juta bibit pohon untuk rehabilitasi hutan dan lahan di sekitar IKN.

Tapi dari keterangan lain pihak IKN, ada juga pohon-pohon besar didatangkan dari Bogor, Kediri dan Surabaya oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat. Pohon-pohon besar itu sebagian ditancapkan di sepanjang  jalan tol IKN dan sebagian lagi di wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Dari Senayan, DPR RI tengah membahas revisi  UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN. Pembahasannya diharapkan berlangsung kilat. Seperti juga pembentukan awalnya. Soalnya bulan depan, awal Oktober diharapkan  sudah rampung.

Salah satu revisi yang menarik adalah luas wilayah IKN yang semula 256 ribu hektare diciutkan menjadi 252 ribu hektare. Menurut Kepala Unit Kerja Hukum dan Kepatuhan OIKN, wilayah permukiman yang berbatasan langsung dengan kawasan pengelolaan terpadu bagi habitat pesut serta flora dan fauna di sekitar Pulau Balang dikeluarkan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten PPU akan menyerahkan 3.000 PNS termasuk tenaga P3K dan honorer di Kecamatan Sepaku kepada OIKN. Selain itu sejumlah aset bangunan dan tanah yang nilainya sekitar Rp 613 miliar. “Kami akan berangkat ke Pusat meminta kompensasi karena berdampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD),” kata Harimuddin Rasyid, yang pernah menjadi ketua Timses Penajam Jadi Kabupaten.

Ada yang menarik dari pemberitaan media online, KLIK PENDIDIKAN. Media ini menyebut Kepala OIKN Bambang Susantono sebagai Gubernur OIKN. “Itu artinya Bambang Susantono saat ini sedang menjabat sebagai gubernur IKN yang pertama kalinya,” kata media tersebut dalam edisi 16 September.

Ini sejalan dengan usul  Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) terhadap Revisi UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN. MRKB berpendapat OIKN hanya sementara, selanjutnya harus diubah menjadi Provinsi DKI Nusantara. “Provinsi DKI Nusantara dipimpin gubernur dan wakil gubernur melalui Pilkada,” kata Ketua MRKB Mohammad Djailani.

Saat Upacara Peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di lokasi IKN, Sepaku, 17 Agustus 2023 lalu, Kepala OIKN Bambang Susantono mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) putih-putih seperti seorang kepala daerah. Walaupun dalam UU disebutkan OIKN setingkat kementerian.

KOK BELUM ADA?

KETIKA podcast soal IKN bersama Rektor Uniba Dr Isradi Zainal di akhir Agustus lalu, pertanyaan yang sama muncul dari kami berdua. Di tengah hiruk pikuknya pembangunan infrastruktur IKN saat ini, di mana kantor atau Balai Otorita IKN? Dan kapan dibangunnya?

Balai adalah gedung atau kantor yang digunakan oleh aparat pemerintah untuk mengadakan rapat, melaksanakan tugas pemerintahan atau kegiatan kemasyarakatan lainnya. Di berbagai kota selalu ada yang namanya balai kota. Kantor Pemda DKI juga disebut Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam kehidupan suku Dayak ada yang disebut lamin, rumah panjang sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan. Karena itu di kompleks Kantor Gubernur Kaltim ada bangunan bernama Lamin Etam. Perpaduan dengan bahasa Kutai, yang berarti rumah atau kantor kita.

Saya ingin menyebut dan mengusulkan kantor atau balai kota Otorita IKN (OIKN)  sebagai Lamin Nusantara. Biar lebih menarik dan ada muatan lokalnya. Di pedalaman Mahakam tepatnya di Kecamatan Jempang, Kutai Barat, ada yang namanya Lamin Mancong milik suku Dayak Benuaq. Sangat unik dan ikonik,  dibangun di awal abad 20 Masehi atau pada tahun 1920.

Isradi yang selama ini gigih mengawal dan mendatangi lokasi IKN di Sepaku tak bisa menjawab soal pembangunan kantor OIKN. “Saya juga tak pernah tahu  kapan akan mulai dibangun,” katanya kepada saya.

Dalam pemikiran kita yang sederhana, seyogianya kantor atau Lamin Nusantara dibangun lebih dulu. Dan lebih dulu juga rampungnya. Malah harus lebih cepat dari Istana Presiden, yang sudah dipatok sebelum 17 Agustus 2024. Maklum di tempat ini pusat pelaksanaan tugas 4P OIKN dilakukan yaitu mulai persiapan (perencanaan), pembangunan, pemindahan Ibu Kota Negara serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus) IKN.

Aneh juga kalau nanti Istana Garuda selesai, kantor Otorita belum ada.  Lalu Otorita numpang di mana? Apa ikut di kantor presiden? Atau masih harus melanjutkan sewanya  di Kompleks Mentari Batakan, Balikpapan? Padahal pemerintahan sudah berkantor di Sepaku. Tentu sesuatu yang sudah  tidak efektif lagi jika masih di Batakan.

Saya dengar Otorita saat ini lagi menyulap rumah singgah Bupati Penajam Paser Utara (PPU) di Sepaku menjadi rumah teknologi atau Techno House. Itu rumah didesain menjadi ruang pamer dan monitor digital tentang seluk beluk dan perkembangan pembangunan IKN termasuk teknologi yang ditawarkan dari  berbagai perusahaan yang ingin berkontribusi dalam IKN.

Menurut Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Prof Mohammed Ali Berawi,  semua teknologi dari perusahaan yang sudah menjalin kerjasama  dengan OIKN nantinya dipamerkan di Techno House IKN untuk uji coba.

“Nantinya masyarakat bisa melihat, menggunakan dan merasakan teknologi yang ditawarkan itu untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan, mana teknologi yang paling cocok untuk diterapkan di IKN,” kata Ali.

Seharusnya Techno House bagian dari Lamin Nusantara. Sayangnya Techno House sudah ada, tapi kantor OIKN  belum ada.

Pertengahan Agustus lalu, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN Silvia Halim mengungkapkan, balai kota atau city hall OIKN akan dibangun di lokasi Titik Nol Nusantara.

“Nanti lokasinya adalah di titik nol itu. Di mana titik nol itu, di situlah nanti akan dibangun balai kota. Sekarang dari tahap desain oleh PUPR, targetnya juga mau mulai konstruksi dalam tahun ini juga,” kata Silvia seperti diberitakan detikcom.

Tidak dijelaskan apakah city hall IKN bisa rampung sebelum Agustus 2024? Tapi banyak pihak menyayangkan Titik Nol Nusantara yang sangat bersejarah kalau sampai dihapuskan dan diganti dengan kantor OIKN. Padahal di situ Presiden Jokowi menerima penyerahan tanah dan air dari 34 gubernur se-Indonesia. Di situ pula masyarakat berkumpul jika datang ke lokasi IKN. “Kok tidak cari lokasi lain?” tanya seorang warga.

Kantor OIKN sangat penting dan strategis. Sayangnya ada kesan Pemerintah agak kurang memprioritaskan. Setidaknya terkesan tidak dikebut seperti kantor pemerintah lainnya.  Kasihan juga Pak Bambang Susantono bersama “pasukannya,” harus gentayangan di kawasan IKN. Padahal mereka tuan rumahnya.(*)

Darurat Penghulu Nikah

September 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PEKAN lalu saya banyak menghadiri undangan resepsi pernikahan. Bahkan hari Sabtu (9/9) sampai larut malam. Apalagi saya sempat terjebak macet luar biasa ketika menghadiri pelantikan Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) di Hotel Platinum. Saya bingung mengatur waktu, padahal ada 5 undangan perkawinan.

Salah satu undangan istimewa  datang dari Bos Kepiting Dandito, Pak Rudy Setiawan. Dia menggelar resepsi pernikahan anaknya di Hotel Novotel. Mulai pukul 13.00 sampai 17.00. Saya benar-benar datang di injury time, hanya tinggal beberapa menit acara bakal berakhir.

Syukur masih sempat. “Alhamdulillah Pak Rizal dan Ibu Arita bisa datang,” kata Pak Rudy  didampingi istrinya, Yuli Setyowati. Putra keduanya, Dandy Aviadien Putra, S.Tr Ds menikahi dr Karina Fitrah Amanda, putri ketiga Ir H Ali Sugiono, M.Sc, MM dan Ibu Hj Gahara Maryati, B.Sc.

Pernikahan mereka berlangsung di Jakarta, 2 September sekalian resepsi untuk sanak kerabat di sana terutama dari keluarga mempelai putri. Baru seminggu kemudian di Balikpapan. “Kami terima kasih semua berjalan lancar,” kata Dandy, yang menyandang gelar sarjana terapan desain.

Dari Novotel saya lanjut ke Grand Tjokro Balikpapan. Di sini ada dua undangan. Salah satunya dari tokoh PDIP, Damuri SH dan istri, Herni Elsafitri. Putranya, Suhaidy Romand, ST menikah dengan Dwi Pratiwi S.Tr.Farm, putri Nurlahi dan Ibu Hj Ratna.  Saya sempat bertemu Ketua dan mantan Ketua PCNU KH Muslih Umar dan KH Muhlasin.

Hari Senin saya nyeberang ke Penajam Paser Utara (PPU). Menghadiri undangan resepsi pernikahan Putra Pramudya Sukmana (putra dari H Sukmanario SE dan Hj Husrina Husain) dengan Mutmainnah R, SH (putri Raup Muin dan Hj Halimah).

Undangan yang datang melimpah. Maklum Pak Raup adalah wakil ketua 1 DPRD PPU. Saya datang bersama anggota DPRD Kaltim Adam Sinte dan Andi Harahap. Mereka bersama istri. Juga pengusaha dan Ketua KKP H Abdul Hakim Rauf dan istrinya, Hj Yusdiana Hakim. Sempat bertemu juga dengan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Dia sempat menyanyikan dua lagu dan berpantun. Banyak yang memberi apresiasi dan applaus.

Saya senang juga masih banyak yang mengenal saya sebagai mantan wali Kota Balikpapan. Malahan ada yang minta menjadi tim sukses buat saya, yang lagi nyaleg menjadi anggota DPR RI. “Pak Rizal harus sukses menjadi wakil kami di Senayan,” kata Syarifudin, warga Penajam.

Tradisi merayakan pernikahan di PPU sama dengan di Kabupaten Paser. Umumnya digelar hari kerja. Karena di hari libur, Sabtu dan Minggu umumnya banyak yang bepergian. Ada yang berangkat ke Banjarmasin atau ke Balikpapan. Malah sebagian pekerja di PPU rumahnya di Balikpapan. “Kami tiap hari pulang pergi Penajam-Balikpapan, jadi kalau Sabtu-Minggu ya tidak nyeberang,” katanya begitu.

SERING TERLAMBAT

Saya sering menghadiri undangan perkawinan yang acaranya  molor. Undangan pukul 10.00 biasanya baru dimulakan pukul 11.00. Bahkan ada yang sampai pukul 12.00. Salah satu penyebabnya, karena acara akad nikah  dalam sehari. Jadi terlambat satu, ya berlanjut ke urutan berikutnya. Padahal di KUA hanya ada satu penghulu, yang umumnya dirangkap kepala KUA sendiri.

Sudah penghulunya kurang, warga juga tak suka menikah di kantor KUA pada hari kerja. Padahal Kemenag mengampanyekan nikah di KUA. Gratis dan tepat waktu. Mereka maunya pernikahan dirangkai dengan acara resepsi, yang digelar pada hari libur, Sabtu atau Minggu. Jadinya kepala KUA kewalahan dalam mengatur waktu.

“Dilihat dari kebutuhan bisa dibilang saat ini kami memang darurat penghulu,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin seperti dikutip Amanah ummat.co, belum lama ini.

Dia menyebutkan dengan jumlah pernikahan mencapai 1,7 juta pasangan setahun, maka dibutuhkan sekitar 16.263 tenaga fungsional penghulu. Tapi yang tersedia saat ini hanya 9.054 orang. Jadi masih kurang 7.000-an. Itupun jumlahnya yang ada makin menyusut. “Hingga tahun 2027 nanti masih ada 2.383 yang pensiun, jadi makin berkurang lagi,” jelasnya.

Menurut Zainal, kondisi ini memang cukup memprihatinkan. Beberapa penghulu bahkan ada yang harus melayani lebih dari satu KUA kecamatan. Selain pensiun,  juga banyak penghulu yang wafat terutama pada saat pandemi Covid-19 yang lalu.

Kemenag sudah mengajukan permohonan tambahan tenaga fungsional penghulu melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Tahun 2023 ini sudah ada 950 yang diterima.  “Tahun depan akan ada lagi.  Yang berminat silakan mempersiapkan diri,” kata Zainal.

H Maman Saputra, wartawan yang pernah dua periode menjadi ketua Washilah P3N Balikpapan mengungkapkan, krisis penghulu terjadi gara-gara penghulu di setiap kelurahan dihapus oleh Menteri Agama. Lalu yang berhak menikahkan hanya Kepala KUA saja, jadi sudah pasti kewalahan.

Washilah P3N adalah wadah silaturahmi penghulu pencatat nikah. Istilahnya semacam organisasi persatuan penghulu. P3N boleh dibilang penghulu swasta karena mereka bukan PNS. Tapi dia boleh menikahkan pasangan dan melakukan pencatatan untuk mendapatkan buku nikah dari KUA.

Untuk mengatasi kelangkaan penghulu, Maman mengusulkan agar peraturan lama dikembalikan, di mana tiap kelurahan ada petugas penghulu anggota P3N. “Dulu malah di Kelurahan Sepinggan, Damai, Karang Rejo, Gunung Sari Ilir, dan Muara Rapak, petugas penghulunya sampai dua orang,” tuturnya.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Balikpapan H Masrivani, S.Ag (sekarang Kasubag TU) dan Kepala KUA Balikpapan Kota H Mustafiin, S.Ag mengakui kekurangan tenaga penghulu juga terjadi di Balikpapan. Di kota ini hanya ada 9  petugas, 6 orang di antaranya merangkap sebagai kepala KUA.

Jumlah itu tentu saja tidak sebanding dengan kebutuhan. Apalagi jumlah perkawinan di Balikpapan hampir mencapai 5.000 setahunnya. Pihaknya pernah berupaya mempertahankan tenaga P3N yang ada, tapi Pusat tidak menyetujui. “Ya solusinya harus mau menikah di Kantor KUA di hari kerja sambil menunggu tambahan penghulu baru,” kata mereka.

Berkaitan dengan acara perkawinan, dua mantu saya juga sering terlibat. Ayi dan Shindy. Maklum mereka berprofesi sebagai perias wajah (make-up artist atau MUA) dan penyedia baju pengantin. Ayi dengan benderanya Adeva dan Shindy, Bidury Beauty. Tak jarang sejak subuh mereka sudah harus bertugas agar pengantin siap sebelum acara mulai. “Yang paling berat pergantian baju setelah acara nikah menuju resepsi. Perlu cepat karena tak jarang undangan sudah datang,” kata mereka. Apalagi kalau acara nikahannya terlambat.(*)

Pj, Tiga atau Lima?

September 13, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi    

Rizal Effendi

TINGGAL 17 hari lagi, Kaltim dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur.  Siapa yang dipilih Presiden, kita tunggu penetapannya. Jika calon dari DPRD Kaltim sudah masuk ke Mendagri, mungkin dalam beberapa hari ini sudah ada calonnya di meja Presiden.

Sesuai dengan jadwal, Gubernur Isran Noor dan pasangannya Hadi Mulyadi mengakhiri masa jabatannya 30 September 2023. Itu berarti sejak 1 Oktober, Kaltim sudah dipimpin Pj Gubernur. Masa jabatannya relatif lama, sekitar 1 tahun hingga dilantiknya gubernur definitif di akhir 2024 atau awal 2025.

Jika penetapan atau pelantikan Pj Gubernur terlambat beberapa hari, maka Mendagri bisa menunjuk pelaksana harian (Plh). Biasanya dipercayakan kepada Sekdaprov. Dr Meiliana pernah menjadi Plh Gubernur Kaltim selama  2 hari, 20 September sampai 22 September 2018, sebelum Mendagri melantik Restuardy Daud sebagai Pj.

Seperti kita ketahui, seyogianya calon Pj Gubernur di tangan Mendagri ada 6 nama. Tiga dari Dewan dan 3 dari saku Mendagri sendiri.  Tapi dalam kasus Kaltim, DPRD mengirim 5 nama. Apakah yang diseleksi Mendagri tetap 3 atau 5 kita tidak tahu.

Dari penjelasan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud kepada wartawan, mereka sengaja mengirim 5 karena itu hasil saringan terakhir dari 8 fraksi. “Ya sudah kita kirim saja semuanya. Itu kesepakatan aklamasi dari semua fraksi,” jelasnya.

Lagi pula, kata Hasanuddin, nama yang dikirim belum tentu berjalan mulus. Karena masih harus bersaing dengan 3 nama yang diolah Mendagri. Dan ke-3 nama dari Mendagri sayangnya tidak bisa diketahui, apakah ada yang sama dengan pilihan Dewan atau semua berbeda. Lagi pula proses seleksi dan verifikasi terakhir yang dilakukan Mendagri, Dewan sudah tidak dilibatkan lagi.

Ke-5 nama dari Dewan itu adalah Drs H Alimuddin, M.Si (Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara), Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin (Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag), Dr Akmal Malik, M.Si (Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri), Dr Sri Wahyuni, M.PP (Sekwilprov Kaltim) dan Prof Dr Abdunnur, M.Si (Rektor Unmul).

Menurut Hasanuddin, pihak Dewan mengirim lengkap dengan nilai pembobotan dan matriksnya. Tapi dia tidak menyebut nama mana yang paling tinggi bobotnya. “Maunya kita Presiden memilih dari nama yang kita usulkan,” tambahnya.

Tapi Dewan juga memahami kalau dilihat dari 10 Pj Gubernur yang baru dilantik Presiden,  rata-rata semuanya dari calon Pusat. Karena itu perlu upaya ekstra agar calon yang diusulkan dari daerah, yang dipilih oleh Presiden.

KENAPA ADA AKMAL?

Ada yang mempertanyakan kenapa Dewan masih memasukkan nama yang tidak masuk kategori putra daerah? Meski putra daerah bukan syarat, tapi waga Kaltim berharap Pj Gubernur adalah orang daerah sendiri. Kapan lagi orang daerah diberi kesempatan. Karena orang daerah lebih tahu apa yang dimaui daerahnya. Hal itu juga pernah ditegaskan Wakil Ketua Dewan Seno Aji. “Itu yang harus kita terobos,” tandasnya.

Kalau mengutip teori Samuel P Huntington, guru besar Ilmu Politik Universitas Harvard, AS,  hanya Sri Wahyuni dan Abdunnur yang masuk kategori putra daerah sosiologis. Lahir, tumbuh, besar dan berkarya di daerah sendiri. Sedang Kamaruddin meski lahir di Bontang, tapi banyak berkarya di luar. Baru diketahui namanya pada pemilihan Pj Gubernur. Sehingga ada yang memasukkan nama dia dalam kategori putra daerah politik.

Sebenarnya masih ada satu putra daerah yang masuk kategori putra daerah sosiologis. Yaitu Dr Ir Muhammad Nurdin, MT, Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Wilayah pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Sayang putra kelahiran Samarinda, 10 Mei 1964 ini tersingkir dalam seleksi di DPRD.

Sedang Alimuddin meski bertahun-tahun menjalani karier di Kaltim terutama di Penajam Paser Utara (PPU), tapi sesungguhnya dia kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan. Apalagi Akmal Malik. Tokoh kelahiran Pulau Punjung, Sumatera Barat ini sama sekali tidak pernah bertugas di daerah ini.

Tapi dengan masuknya nama Alimuddin dan Akmal, keduanya punya peluang kuat menjadi pilihan utama Presiden. Karena dia orang dalam IKN, Alimuddin sangat mungkin dipilih Jokowi agar komunikasi dan sinerji program dan tugas antara Pemprov Kaltim dengan Otorita IKN berjalan lancar. Ada yang bilang Alimuddin juga didukung Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sejauh mana kebenarannya, saya belum mendapat konfirmasi.

Sebelum menjadi Deputi di IKN, Alimuddin adalah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Yang menarik sebelumnya dia merintis karier di militer,  kemudian  beralih ke PNS. Dia pernah menjadi Komandan Koramil (Danramil) 014/Slawi Tegal, Jawa Tengah.

Sedang Akmal dianggap sangat berpengalaman urusan daerah. Maklum dia Dirjen Otda, yang tugasnya menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan otonomi daerah sesuai ketentuan perundang-undangan. Jadi dia menjadi pejabat di Kemendagri yang paling banyak berhubungan dengan kepala daerah.

Masuknya nama Akmal lewat pintu DPRD Kaltim dipastikan ada yang membawa. Bisa jadi titipan langsung dari Pusat, atau ada juga orang daerah yang berkepentingan dan punya hubungan baik dengan dia. Makanya namanya langsung muncul dan mulus berproses di Dewan.

Akmal juga  sudah pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Sehingga sangat mungkin didukung Mendagri. Tapi ada juga yang berpendapat, karena Akmal sudah pernah menjadi Pj Gubernur Sulbar sebaiknya Pj Gubernur Kaltim diberikan kesempatan kepada nama lain, tidak melulu Akmal. “Masa dia terus,” kata seorang warga

Dari suara beberapa warga di Samarinda mereka berharap yang dipilih Presiden Jokowi adalah Sri Wahyuni atau Abdunnur. Keduanya sangat Kaltim banget. Besar, sekolah dan bekerja di Kaltim. Jadi layak menjadi pilihan utama.

Sri Wahyuni lahir di Samarinda, 29 Desember 1970. Perjalanan kariernya juga unik. Sebelum terpilih sebagai Sekdaprov, dia pernah menjadi Perwira Pertama Militer Kodim 0803/Madiun.

Pendidikannya selain di IPDN, juga mengikuti Sekolah Perwira Militer. Dia pernah menjadi Lurah di Long Ikis, Kabupaten Paser, Kabag Humas di Pemkab Kukar sampai kepala Dinas Pariwisata di Kaltim. Sekarang Sri juga dipercaya menjadi ketua Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Kaltim masa bakti 2023-2028.

Sedang Abdunnur lahir di Bulungan (saat itu masih masuk wilayah Kaltim), 8 Maret 1967. Dia alumnus Smansa dan menjadi orang daerah pertama yang menjadi rektor Unmul. Ayahnya KH Sabranity, semasa hidup adalah ulama kharismatik di Samarinda.

Pengamat politik Finnah Furqoniahi dari  Fisipol Unmul berpendapat, Abdunnur sangat layak diberi kepercayaan merangkap jadi Pj Gubernur Kaltim. “Selain dirinya lahir dari rahim daerah, tapi juga diyakini mampu mengangkat kearifan lokal demi kepentingan Kaltim dan Nasional,” katanya seperti dimuat Sapos.co.id.

Ketua Umum Persekutuan Dayak Kaltim (PDKT) Syaharie Jaang juga punya pendapat yang sama.    “Kami mengusulkan dan mendukung Rektor Unmul Prof Abdunnur  menjadi Pj Gubernur,” kata mantan Wali Kota Samarinda ini kepada Kaltim Post.

Isran Noor berharap penggantinya meneruskan dan melanjutkan program yang sudah dirintis dan diperjuangkannya. Serta mampu memberi kontribusi besar untuk kemajuan Kaltim.  “Dan yang terpenting tidak berpolitik,” tandasnya.(*)

Hakim dan Pinrang

September 11, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Pengurus BPD-KKP Balikpapan bersama Bupati Pinrang dan Ketua KKSS Balikpapan

MESKI memerlukan waktu sekitar satu jam menembus Hotel Platinum karena macet, Sabtu (9/9) lalu, saya tetap semangat datang ke sana. Maklum undangan yang saya hadiri punya ikatan emosional. Saya menghadiri pelantikan Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Pinrang (BPD-KKP) Kota Balikpapan masa bakti 2023-2028.

Ketuanya H Abdul Hakim Rauf, pengusaha sukses yang pernah menjadi calon wakil wali kota Balikpapan pada Pilwali Balikpapan 2015. Sebagai sekretaris Hapni Kanappe dan bendahara A Rita Iriany Mukmin. Kepengurusan selain dilengkapi dengan berbagai bidang, juga ditunjuk koordinator kecamatan.

Hasanuddin ditunjuk sebagai koordinator Balikpapan Kota, Syamsuddin untuk Balikpapan Selatan,  Agus Salim Azis di Balikpapan Timur, Bungawati Paturusi di Balikpapan Tengah, Jamal di Balikpapan Barat, dan M Rajab F Bahnur untuk Balikpapan Utara.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua BPW KKP Kaltim Dr H Ridwan Tassa. Dihadiri para tokoh dan warga Pinrang dan KKSS di Balikpapan. Ada Ketua KKSS Adam Sinte dan istri, Andi Burhanuddin Solong, Brigjen TNI Amrin Ibrahim dan yang mewakili wali kota, Kakesbangpol Drs Sutadi.

Hakim tampak bersemangat mengibarkan panji KKP yang diterimanya. “Selamat bekerja dan sukses,” kata Ridwan, yang sehari-hari adalah  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Samarinda.

Yang menarik, pelantikan BPD-KKP Balikpapan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Pinrang  HA Irwan Hamid, S.Sos. Dia datang tidak tanggung-tanggung, membawa staf hampir 50 orang. Mulai asisten, kepala dinas, camat sampai kepala desa. Ada juga anggota Dewan. “Terima kasih Ibu Hj Yusdiana Hakim, yang sudah memfasilitasi kami,” kata Bupati bersemangat.

Hj Yusdiana adalah istri Abdul Hakim Rauf, yang sekarang ini menjadi caleg DPRD Balikpapan untuk Dapil Balikpapan Utara. Dia dikenal aktif mengadakan berbagai pengajian dan mendirikan yayasan sosial bernama Dian Insana Mandiri.

Sedang Abdul Hakim Rauf, adalah tokoh Balikpapan kelahiran Desa Masolo, Kecamatan Patampanua. Dia mendirikan PT Dian Yuspa Samudera, yang bergerak di bidang jasa angkutan BBM. Belakangan kabarnya juga bermain di batu bara. Dan sukses. Pada Pilwali tahun 2015, dia tampil bersama mantan ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong.

Pinrang adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Jaraknya sekitar 185 km dari Makassar. Sangat dekat dengan kota Parepare. Wilayahnya cukup luas sekitar 1.962 km2 dengan penduduk  411.795 jiwa (2022). Wilayahnya hampir tiga kali luas Balikpapan.

Kabupaten ini dikenal sebagai lumbung pangan dari Sulsel. Produksi padi sangat besar dan pasokan air yang merata tiap bulan. Luas lahan pertaniannya mencapai 56.365 hektare dengan produksi mencapai 660 ribu ton per tahun.

Ketika berlangsung pelantikan kemarin, di atas meja ada kue khas Pinrang yaitu barongko dan sikaporo. Barongko dibuat dari pisang kepok yang dibungkus daun, sedang sikaporo seperti kue lapis dengan warnanya yang khas, kuning hijau.

Saya kangen juga dengan nasu palekko, lauk yang dibuat dengan bahan utama daging bebek. Dalam bahasa Bugis, nasu artinya  memasak dan palekko berarti kuali. Itu sebabnya daging bebek yang sudah dibumbui itu dimasak dalam wadah periuk atau kuali.

Bupati Irwan Hamid mengajak warga Pinrang di perantauan terus maju. Ikut membangun daerah di mana dia berada dan hidup, tapi juga tak lupa dengan kampung halaman. “Jaga terus kerukunan dan kekompakan,” tambahnya. Dia yakin BPD-KKP Balikpapan di bawah kepemimpinan Abdul Hakim Rauf, terus berkembang maju dan mampu menyejahterakan anggotanya.

PERNAH KKN

Saya pernah tinggal 3 bulan di Pinrang pada tahun 80-an. Waktu itu saya mahasiswa  Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) gabungan Indonesia Timur bersama Unhas, IKIP Makassar,  Unsrat, Unhalu, dan Unlam.

Kebetulan saya ditempatkan di Desa Kassa, Kecamatan Patampanua. Hasil pemekaran Kassa sekarang di bawah wilayah Kecamatan Batu Lappa. Pada tahun 80-an Desa Kassa masih terpencil. Belum bisa ditempuh dengan jalan darat. Saya harus naik perahu ketinting menyusuri Sungai Saddang. “Sekarang jalan darat sudah tembus,” kata Bupati.

Listrik pun sekarang sudah masuk. Waktu saya KKN, kalau malam hari kita masih menggunakan lampu petromaks atau dulu disebut lampu strongking, yang menggunakan bahan bakar minyak tanah. Untuk menghidupkannya kita menggunakan spiritus.

Lampu petromaks hanya dinyalakan sampai pukul 22.00. Setelah itu kita tidur gelap gulita. Saya sering diliputi rasa takut yang berlebihan. Maklum saya takut hantu. Padahal di Kassa cerita para orang tua di sana banyak dihuni parakang, seperti hantu kuyang di Kalimantan.

Ketika saya KKN, Pinrang lagi musim panen termasuk di kecamatan saya. Ada kebiasaan menarik, habis musim panen dilanjutkan musim kawin. Maklum masyarakat lagi berduit sehingga acara perkawinan digelar di mana-mana.

Namanya orang Bugis kalau acara kawinan atau pernikahan cukup panjang prosesinya. Bisa lebih satu minggu, mulai memmanu’-manu’, mappetuada, mappasau botting dan cemme pasih, mappanre’ temme, mappacci atau tudampenni, mappenre botting, maduppa botting, mappasikarawa/mappasiluka, marola/mapparola, malukka botting sampai massita beseng.

Setiap acara prosesi itu selalu ada sajian makanannya. Itu yang  saya suka. Jadinya makan gratis terus. Itu sebabnya juga lidah saya jadi akrab dengan berbagai makanan Bugis. Mulai coto Makassar, konro, pallubasa, sop saudara, pallu mara sampai songkolo begadang.

Kata Ketua KKP Kaltim, saya sudah termasuk warga Pinrang. “Mereka yang pernah tinggal di kawasan Pinrang, tidur dan makan di sana adalah warga Pinrang. “Mereka sudah punya ikatan emosional dengan Pinrang,” kata Ridwan.

Itu sebabnya saya juga senang bergaul dengan berbagai tokoh KKSS di Balikpapan. Saya sering mangkal di Warung Sehati. Warungnya Pak Maman warga KKSS, yang kebetulan istrinya orang Banjar. Sambil makan barongko juga melahap sop singkong orang Banjar. Saya rutin ikut Pak Adam tiap minggu pagi senam bersama warga KKSS di pertokoan Mal Fantasi Balikpapan Baru. Sambil berolahraga, sesekali cuci mata. Ewako!!(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1594908
    Users Today : 1892
    Users Yesterday : 6385
    This Year : 531417
    Total Users : 1594907
    Total views : 13737223
    Who's Online : 72
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-04