Tingkatkan Keandalan Fasilitas Hulu Migas, Produksi Lapangan Handil PT Pertamina Hulu Mahakam Naik

May 7, 2026 by  
Filed under Nusantara

Kutai Kartanegara – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelesaikan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil, salah satu lapangan minyak utama di Wilayah Kerja (WK) Mahakam di Kalimantan Timur yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun. Program tersebut bertujuan meningkatkan keandalan fasilitas produksi dalam rangka menjaga keberlanjutan operasi hulu migas sekaligus mendukung terciptanya swasembada energi sesuai dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.

Program Handil Rejuvenation merupakan upaya revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi guna memperpanjang usia operasi lapangan mature, meningkatkan keandalan aliran fluida, serta menjaga produktivitas aset secara berkelanjutan. Dalam program ini melibatkan kegiatan planned shutdown, yaitu penghentian operasi yang terencana dan bersifat sementara untuk tujuan pemeliharaan, perbaikan, peningkatan, atau modifikasi.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), induk usaha PHM, Sunaryanto, mengatakan bahwa pasca pelaksanaan program rejuvenation dan perawatan fasilitas produksi Central Processing Area (CPA), Lapangan Handil kembali beroperasi dengan capaian produksi 15.020 barel minyak per hari (bopd), atau sekitar lima persen lebih tinggi dibandingkan sebelum planned shutdown. “Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pelaksanaan perawatan fasilitas,” ujarnya.

Anto, panggilan akrab Sunaryanto, menegaskan komitmen Perusahaan terhadap aspek keselamatan dan keamanan operasi hulu migas sebagai objek vital nasional. “Melalui Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” imbuhnya.

Program Handil Rejuvenation telah dipersiapkan sejak 2023, yang diawali proses persetujuan program bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), penyelesaian detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga pelaksanaan tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing pada 8–19 April 2026. Pekerjaan tie-in itu dilakukan bersamaan dengan perawatan fasilitas produksi Central Processing Area (CPA) untuk memastikan keselamatan dan integritas sistem.

Selama periode tersebut, PHM juga memanfaatkannya untuk menjalankan berbagai program perawatan dan peningkatan integritas fasilitas produksi secara jangka panjang. Pekerjaannya meliputi perawatan empat compressor dan delapan vessel, penyelesaian pekerjaan integritas fasilitas produksi, serta pelaksanaan dua program inspeksi pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI).

Inisiatif program perawatan dan peningkatan integritas fasilitas produksi ini didasarkan pada hasil evaluasi terhadap usia operasional dan kondisi fasilitas di CPA Lapangan Handil yang mature, termasuk pipa utama berukuran 20 inchi dan 16 inchi. Hasil kajian menunjukkan perlunya langkah peningkatan kondisi fasilitas untuk memastikan operasionalnya sesuai standar keselamatan dan keandalan. Selain itu, sistem safety shutdown, yakni sistem pengaman otomatis yang berfungsi menghentikan sebagian atau seluruh proses operasi saat terdeteksi kondisi tertentu, juga memerlukan peremajaan atau modernisasi.

PHM mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter, retrofit Distributed Control System (DCS), dan Fire & Gas (F&G) System. Pekerjaan dijalankan dengan pengawasan aspek kesehatan dan keselamatan kerja secara ketat sejak November 2024, mencakup seluruh persiapan pekerjaan instalasi untuk pekerjaan penggelaran pipa, instalasi kabel, pemasangan support, fabrikasi spool, lifting material, pekerjaan di ketinggian hingga berbagai aktivitas hot work. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap keberlangsungan produksi Lapangan Handil.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan dengan menerapkan prosedur HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang ketat sesuai standar keselamatan Perusahaan. “Kegiatan full shutdown yang kompleks tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam, penerbitan 242 izin kerja, pelaksanaan 45 hot work naked flame atau NFL, dan total 241.176 jam kerja atau man hours,” tutur Setyo. Selama pelaksanaan kegiatan, PHM memastikan seluruh pekerjaan dijalankan sesuai prosedur keselamatan kerja, mulai dari proses perizinan kerja, pengawasan lapangan, mitigasi risiko, hingga pengendalian pekerjaan berisiko tinggi guna menjaga keselamatan pekerja, fasilitas, dan lingkungan.

Melalui kolaborasi lintas fungsi dan komitmen kuat terhadap aspek HSSE, kegiatan tie-in Handil Rejuvenation dan pekerjaan lainnya berhasil diselesaikan dengan aman tanpa recordable injury serta selesai satu hari lebih cepat dibandingkan rencana awal. Selain itu, realisasi kehilangan produksi tercatat lebih rendah dibandingkan estimasi awal. (*)

Pertamina Hulu Mahakam Temukan Cadangan Migas Baru di Sumur Metulang Deep

January 5, 2026 by  
Filed under Berita

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menutup tahun 2025 dengan pencapaian gemilang melalui penemuan sumber daya minyak dan gas bumi baru di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini didapat dari hasil pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP-1X), yang menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi yang berkelanjutan.

Pengeboran sumur MDP-1X menerapkan strategi Near Field Exploration yang dirancang sebagai langkah cepat untuk mempercepat monetisasi temuan.

Dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah tersedia di sekitar lapangan yang telah matang, pengembangan cadangan baru ini tidak memerlukan pembangunan infrastruktur baru secara masif, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien.

Hasil temuan sumber daya pada sumur MDP-1X diperkirakan mencapai Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE).

Secara teknis, sumur ini dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan berhasil mengidentifikasi potensi menjanjikan pada zona Sepinggan Carbonate Sequence dan Sepinggan Deltaic Sequence.

Melalui uji alir, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyatakan perusahaan terus berkomitmen melakukan pengeboran sumur-sumur baru guna menahan laju penurunan produksi alami pada lapangan yang sudah mature.

Senada dengan itu, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menekankan temuan ini akan segera ditindaklanjuti ke tahap pengembangan untuk memperkuat rasio cadangan terhadap produksi bagi PT Pertamina Hulu Indonesia.

Sejak mengelola Blok Mahakam pada tahun 2018, PHM telah menunjukkan tingkat keberhasilan eksplorasi yang tinggi.

Penemuan sumur MDP-1X kembali menegaskan bahwa inovasi, teknologi, dan konsep geologi terkini mampu membangkitkan potensi besar dari blok migas yang sudah lama berproduksi.

Keberlanjutan investasi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung kemandirian energi masa depan Indonesia.(*)

Discovery Gas Sumur Eksplorasi Pertamina, Temuan Pertama di Indonesia Tahun 2022

January 5, 2022 by  
Filed under Berita

JAKARTA– PT Pertamina Hulu Mahakam yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mendapatkan penemuan baru (discovery) gas di sumur eksplorasi Manpatu-1x. Penemuan ini berada di Wilayah Kerja Mahakam yang terletak di lepas pantai Kalimantan Timur yang merupakan penemuan pertama bagi Indonesia di awal tahun 2022 ini.

Vice President Eksplorasi PHI-Regional Kalimantan, Bayu Giriansyah menjelaskan, Manpatu-1x adalah sumur eksplorasi di area South Mahakam di perairan lepas pantai Balikpapan yang merupakan penemuan eksplorasi di antara lapangan-lapangan Migas yang sudah ada, sehingga dapat dilakukan monetisasinya dengan tie-in ke fasilitas lapangan terdekat yang sudah ada.

“Pengeboran dimulai pada 20 Oktober 2021 dengan menggunakan Rig Hakuryu-14 dan berhasil sampai dengan kedalaman 3776.4 meter pada tanggal 9 Desember 2021, dan berhasil menemukan lapisan hidrokarbon minyak dan gas dengan total  ketebalan Net Pay sebesar 207 meter pada interval Sepinggan Delta Sequence dan Sepinggan Carbonate Sequence dengan kualitas reservoir yang sangat baik,” jelas Bayu.

Pekerjaan Uji Alir yang pertama (Drill Steam Test/DST-1) telah dilakukan pada 3 Januari 2022 terhadap reservoir target utama dengan rate gas sebesar 15 juta standar kaki kubik per hari dan kondensat sebesar 500 barel per hari. Selain dari target utama tersebut, diidentifikasi juga zona reservoir pada Sepinggan Carbonate Sequence yang akan dilakukan uji alir selanjutnya. Pengerjaan DST-1 disaksikan langsung oleh Fatar Yani Abdurahman (Wakil Kepala SKK Migas) beserta tim serta tim Pertamina Hulu Indonesia yang diwakili oleh Bayu Giriansyah (VP Eksplorasi Regional Kalimantan) dan Agus Amperianto (GM Pertamina Hulu Mahakam Zona-8)

General Manager PHM-Zona 8, Agus Amperianto menyampaikan komitmen PHM untuk terus menjalankan operasi migas yang selamat, efektif, dan unggul sehingga WK Mahakam dapat berkontribusi secara signifikan dan berkelanjutan terhadap pencapaian target produksi migas nasional.

“Pelaksanaan pengeboran eksplorasi sumur Manpatu-1x ini dijalankan dengan tetap menjaga kinerja HSSE yang tinggi, menaati protokol covid-19 secara disiplin, serta menerapakan operational excellence. Keberhasilan ini menjadi pendorong semangat kami untuk terus melakukan pengeboran yang penting bagi keberlangsungan produksi migas dari WK Mahakam,” kata Agus.

Sementara itu, Direktur Utama PHI – Regional Kalimantan, Chalid Said Salim mengungkapkan bahwa penemuan gas dari sumur eksplorasi ini merupakan salah satu pencapaian dari strategi Perusahaan dalam meningkatkan cadangan dan mempertahankan produksi migas melalui kegiatan pengeboran eksplorasi dan pengembangan (eksploitasi).

“PHI sebaga Regional Kalimantan mempunyai beberapa strategi yaitu: kegiatan eksplorasi yang agresif untuk mencari sumber daya baru dengan play concept baru; optimasi baseline dan development untuk meningkatkan produksi; memperluas sinergi/borderless strategy dalam aktivitas eksplorasi, pengembangan, dan operasi; optimasi biaya melalui program OPTIMUS serta penerapan inovasi teknologi, metode, material, yang lebih cost efficient; optimasi portofolio komersial; dan program pemeliharaan untuk menjaga kehandalan fasilitas produksi dalam menghasilkan migas bagi Indonesia,” jelas Chalid.

Discovery ini merupakan penemuan penting di Indonesia pada awal tahun 2022 sebagai komitmen nyata Pertamina dalam pemenuhan energi untuk Indonesia dan penambahan cadangan Migas Nasional guna mendukung pencapaian target produksi Indonesia 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030. (*/adv)

KPK Berikan Penghargaan  Praktik Baik Penerapan Manajemen Anti Suap kepada PHM

August 27, 2020 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, Jakarta — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk perusahaan, menerima penghargaan “Praktik Baik Penerapan Manajemen Anti Suap” pada Rabu (26/8/2020). Read more

  • vb