ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Jelang Mukerda IV, DPD Wahdah Islamiyah Kutim Audiensi Dengan Bupati

January 15, 2020 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA – Menjelang Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) IV, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kutai Timur (Kutim) audiensi dengan Bupati Kutim H Ismunandar diruang kerjanya, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutim, Rabu (15/1/2020).

Suasana audiensi DPD Wahdah Islamiyah dengan Bupati Ismunandar. (Wahyu )

Dalam audiensi itu, Sekretaris Sandra Junadi mewakili Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kutim, Muhammad Basir menyampaikan agenda yang bakal diselenggarakan satu hari penuh pada Minggu, 16 Febuari 2020 mendatang.

“Tentunya audiensi ini, menjadi sarana bagi kami untuk menerima arahan dari Bapak Bupati. Besar pula harapan kami Bupati untuk hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut,” ujarnya.

DPD Wahdah Islamiyah Kutim merupakan organisasi yang bergerak dibidang agama dan sosial. Adapun salah satu program unggulannya Pendidikan Al-Quran Orang Dewasa (Dirosa).

Sementara itu, Bupati Ismunandar pada kesempatan ini memberikan arahan serta dukungan terkait Mukerda IV yang bakal dilaksanakan DPD Wahdah Islamiyah Kutim.

“Kami (Pemkab Kutim) tentunya mendukung momentum Mukerda ini, agar kedepannya DPD Wahdah Islamiyah Kutim secara terus menerus bersinergi dengan pemerintah. Dalam mendukung pembangunan daerah. Terutama dibidang keagamaan,” ucap Ismu sapaan arab Ismunandar.

Selain itu Ismu, sapaan karib Ismunandar, berharap DPD Wahdah Islamiyah Kutim bisa terus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan. Memberi kontribusi positif sesuai domainnya. Serta bisa bahu membahu dengan organisasi lainnya dalam meningkatkan Ukhuwal Islamiyah maupun toleransi beragama. (*/hm7)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.