ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Penyuluh Harus Mampu Berdayakan Petani

March 25, 2013 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

SAMARINDA – vivaborneo.com,Tantangan dan peluang terhadap pengembangan sektor pertanian semakin besar, karenanya diperlukan tenaga pendamping (penyuluh lapang pertanian) yang mampu memberdayakan pelaku utama (petani).

“Penyuluh lapang pertanian dituntut mampu menggerakkan petani agar lebih ulet dan kreatif dalam menggarap lahan pertaniannya,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kaltim H Fuad Asadin  saat membuka Diklat Teknologi Pengolahan Hasil Peternakan bagi THL-TBPP dan Diklat Budidaya Jamur bagi Penyuluh dan Kelompok Wanita Tani di Aula UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda, Minggu (24/3).

Menurut Fuad, Kaltim memiliki potensi lahan dan keunggulan kewilayahan untuk mendukung pengembangan kegiatan pertanian. Karenanya, diperlukan inovasi dan kompetensi penyuluh guna memotivasi petani dalam menggarap lahan.

Kegiatan  pertanian meliputi subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perikanan, peternakan dan perkebunan serta kehutanan. Tentunya dibutuhkan tenaga-tenaga penyuluh yang menguasai dibidangnya.

“Apalagi, daerah kita ini memiliki iklim yang tidak menentu sehingga diperlukan inovasi dan kemampuan penyuluh agar mampu memberdayakan serta menggerakkan pelaku utama dalam mengolah lahannya sehingga mampu meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya,” jelas Fuad.

Sementara itu Kepala UPTB Balai Pelatihan Pertanian Sempaja Samarinda Hj Noor Hartati mengemukakan diklat dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan serta keterampilan penyuluh sehingga mampu meningkatkan produktivitas maupun pendapatan petani.

“Kemampuan dan keterampilan penyuluh akan sangat berpengaruh terhadap kinerjanya dalam melakukan pendampingan. Sehingga, petani mampu meningkatkan produtivitas maupun nilai ekonomi hasil pertaniannya,” ujar Noor Hartati.

Diklat Teknologi Pengolahan Hasil Peternakan bagi THL-TBPP diikuti 30 penyuluh dari 12 kabupaten/kota (Tana Tidung dan Tarakan tidak ikut) dan Diklat Budidaya Jamur bagi Penyuluh dan Kelompok Wanita Tani diikuti 30 peserta dari 11 kabupaten/kota.

Diklat dilaksanakan selama tujuh hari sejak 24-30 Maret dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim dan Dinas Peternakan Kaltim serta Balai Besar Pertanian Kupang Nusa Tenggara Timur. (vb/mas)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.