ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Perumdam Tirta Kencana Samarinda Putus Sambungan Pelanggan

April 6, 2021 by  
Filed under PDAM Samarinda

Share this news

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda melakukan pemutusan sambungan pelanggan yang telah menunggak pembayaran hingga 25 bulan ke atas. Pemutusan dilakukan setelah tim yang terdiri dari Asisten Manager Kepatuhan Wilayah I HM Muhammad Erwin bersama kuasa hukum Perumdam Tirta Kencana, Roy Hendrayanto melakukan penagihan langsung kepada pelanggan, Senin (5/4/2021).

Di wilayah I ini tercatat ada 11 pelanggan PDAM yang menunggak lebih dari 11 bulan dengan total keseluruhan sebesar Rp571 juta lebih.

Tim tampak mengalami kesulitan saat melakukan penagihan pada salah satu pelanggan di Jalan Danau Toba. Pelanggan yang telah menunggak selama 96 bulan tersebut tidak mau menerima kedatangan tim Perumdam. Tim akhirnya terpaksa memutus sambungan meter PDAM. Tunggakan pelanggan ini mencapai Rp67 juta.

Hal yang sama juga dilakukan pada pelanggan di Jalan Kapuas yang menunggak selama 88 bulan dengan total tagihan Rp48 juta lebih. Tim terpaksa melakukan pemutusn karena pelanggan tidak mau ditemui.

Kepada media Roy Hendrayanto menjelaskan, sebelumnya tim telah memutus aliran air ke pelanggan tersebut. Tetapi ternyata pelanggan melakukan penyambungan sendiri.

“Di sini kita menemukan adanya tindak pidana,” terang Roy.

Roy menjelaskan, dari seluruh wilayah layanan Perumdam Tirta Kencana terdapat tunggakan pelanggan sebesarRp57 milar. Kegiatan penagihan dan tindakan tegas dengan memutus sambungan yang dilakukan Perumdam sejak Desember 2020 lalu telah mampu diselesaikan pelanggan sebesar Rp7 miliar.

Roy berharap para pelanggan Perumdam taat hokum dan melunasi kewajibannya. (**)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.