BNPB Pusat Tinjau Lokasi Banjir di Muara Beloan

May 31, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

Share this news

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima kunjungan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dalam rangka meninjau langsung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Djohan, yang bersama rombongan meninjau dampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Djohan mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang telah berlangsung hampir sepekan di beberapa kecamatan di Kutai Barat. Selain melakukan pemantauan lapangan, BNPB juga membawa bantuan logistik dari pemerintah pusat yang akan diserahkan secara simbolis di Kantor Bupati Kutai Barat.

“Kami datang untuk mengecek sejauh mana kondisi bencana banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kutai Barat. Kejadian ini sudah berlangsung hampir satu minggu. Kami juga membawa bantuan dari pemerintah pusat berupa sembako dan selimut yang nantinya diserahkan secara simbolis di Kantor Bupati,” ujar Djohan.

Ia menambahkan, apabila kebutuhan bantuan di lapangan masih memerlukan penambahan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dapat segera menyampaikan usulan kepada BNPB untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, kondisi air di sejumlah lokasi terdampak mulai menunjukkan penurunan, namun masyarakat tetap diminta waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

“Alhamdulillah, air sudah mulai surut. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat. Cuaca yang berubah-ubah harus terus diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kenaikan debit air kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB serta Pemerintah Pusat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir di Kutai Barat. Selain bantuan logistik, Bupati juga berharap adanya dukungan sarana penanggulangan bencana berupa perahu yang dapat digunakan masyarakat saat terjadi banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari BNPB. Ke depan kami berharap ada bantuan perahu untuk masyarakat, khususnya wilayah-wilayah yang kerap mengalami banjir dan membutuhkan akses transportasi saat kondisi darurat,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Muara Pahu Maulidin Said menjelaskan bahwa ketinggian air saat puncak banjir mencapai sekitar satu meter di atas jalan semenisasi. Sementara jika diukur dari permukaan sungai, tinggim muka air mencapai tiga hingga empat meter.

“Ketinggian banjir saat puncaknya sekitar satu meter dari jalan semenisasi, sedangkan dari permukaan sungai mencapai tiga sampai empat meter,” jelasnya.

Sementara itu, Petinggi Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat. Menurutnya, Kampung Muara Beloan merupakan wilayah yang berada di antara dua aliran sungai sehingga hampir setiap tahun menghadapi ancaman banjir.

Ia berharap adanya pembangunan lahan atau kawasan yang lebih tinggi untuk kebutuhan pemakaman warga. Selama ini, kondisi banjir sering menyulitkan proses pemakaman ketika ada warga yang meninggal dunia.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan tenda pengungsian yang memadai untuk menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

“Kampung Muara Beloan diapit oleh dua sungai sehingga sangat rentan terhadap banjir. Kami berharap ada pembangunan lahan yang lebih tinggi untuk lokasi pemakaman karena ketika banjir terjadi sering mengalami kesulitan. Kami juga berharap adanya bantuan tenda untuk pengungsian masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, hingga Sabtu (30/5/2026), banjir masih merendam pemukiman warga di Kampung Muara Beloan. Sebanyak 114 rumah masih terdampak genangan air. Selain itu, terdapat 22 rumah yang dihuni oleh 31 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa yang menjadi korban terdampak langsung akibat banjir yang masih menggenangi lantai dasar rumah mereka.

Kondisi tersebut memaksa sebagian warga membuat lantai panggung sementara di dalam rumah untuk tetap dapat beraktivitas. Aktivitas masyarakat pun masih lumpuh total karena akses jalan utama menuju kampung masih terendam dengan ketinggian air berkisar antara dua hingga tiga meter.

Meski tinggi muka air mulai menunjukkan penurunan sekitar 45 sentimeter, ancaman banjir masih membayangi warga. Curah hujan yang masih sering terjadi berpotensi meningkatkan kembali volume air. Selain itu, kondisi dua danau besar serta lima danau kecil di kawasan tersebut yang telah penuh air menyebabkan genangan sulit surut dengan cepat.

Letak pemukiman warga yang berada di kawasan cekungan semakin memperbesar risiko banjir bertahan lebih lama. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama BNPB dan pihak terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan guna memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.(adv/Diskominfo)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1866015
    Users Today : 3514
    Users Yesterday : 3886
    This Year : 802525
    Total Users : 1866015
    Total views : 15653984
    Who's Online : 39
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-06-02