ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bupati Kutim Sampaikan LKPJ 2019

May 8, 2020 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA- Saat membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2019 dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kutim, Rabu (6/5/2020), Bupati Kutim Ismunandar menyampaikan pertumbuhan ekonomi menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan. Petumbuhan ekonomi di Kutim pada 2019 dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB, laju pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, serta PDRB per kapita dan pendapatan regional per kapita.

Bupati Ismunandar menyerahkan secara simbolis LKPJ 2019 ke Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih dalam Sidang Paripurna. Foto: Riki

“PDRB atas dasar harga berlaku dengan migas tahun 2019 sebesar Rp 133 triliun atau lebih tinggi nilainya dibanding tahun 2018 sebesar Rp 127 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga berlaku tanpa migas dan batubara nilainya meningkat dari Rp 31 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 32 triliun tahun 2019,” jelasnya saat membacakan LKPJ disaksikan Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih, Wakil Ketua I Asti Mazar, Wakil Ketua II Arfan dan Wabup Kasmidi Bulang.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi dengan migas pada tahun 2018 sebesar 2,34 persen, sedangkan tanpa migas sebesar 2,35 persen, serta tanpa migas dan batubara sebesar 5,34 persen. Sementara itu, pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi dengan migas mengalami kenaikan menjadi sebesar 7,97 persen, diikuti pertumbuhan ekonomi tanpa migas sebesar 8 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batubara menjadi sebesar 4,53 persen.

“Perkembangan PDRB pada 2019 masih didominasi oleh pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian menyumbang kontribusi tinggi sebesar 81,52 persen. Sedangkan PDRB per kapita tanpa migas dan batubara sebesar Rp 86 Juta di tahun 2018 meningkat menjadi sebesar Rp 87 juta pada tahun 2019,” paparnya.

Sementara itu, untuk jumlah penduduk miskin pada 2018 sebanyak 33.024 orang dan meningkat menjadi 35.310 orang di 2019, karena ada penambahan penduduk sebanyak 2.286 orang. Persentase kemiskinan meningkat sebesar 0,26 persen yaitu dari 9,22 persen tahun 2018 menjadi 9,48 persen pada 2019.

“Jumlah penduduk Kutim melonjak setiap tahun dikarenakan rata-rata bukan disebabkan pertumbuhan alami melainkan adanya pendatang baru yang masuk ke Kutim untuk mencari pekerjaan baru,” tutup Ismu. (hms13/hms3)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.