Menanti Fajar Ekonomi Baru di Pedalaman Kelay

June 6, 2026 by  
Filed under Berau

Share this news

Tanjung Redeb – Bagi mereka yang mendambakan petualangan sejati, Kecamatan Kelay di Kabupaten Berau adalah sebuah surga yang tersembunyi. Bayangkan sebuah wilayah di mana bentang alam karst Bukit Merabu berdiri dengan megah dan eksotis, mendekap Danau Nyadeng yang airnya jernih memikat mata. Di bawah kanopi hutannya yang lebat, keanekaragaman hayati hidup berdampingan dengan harmonis bersama masyarakat Dayak yang teguh menjaga warisan leluhur mereka.

Muhammad Said

Tak hanya itu, tanah Kelay belakangan juga mulai menawarkan aroma manis yang menjanjikan: komoditas cokelat khas lokal yang potensinya kian dilirik pasar.

Kelay bukan lagi sekadar wilayah pedalaman biasa. Ia adalah raksasa tidur yang menyimpan modal kuat untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di Bumi Batiwakkal. Namun, pesona di atas kertas ini masih membentur dinding realitas yang cukup keras.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, angkat bicara mengenai masa depan wilayah ini. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya mimpi-mimpi tentang Kelay ditransformasikan menjadi aksi yang nyata dan terukur.

“Potensi yang dimiliki Kelay sangat lengkap, mulai dari wisata alam, budaya hingga produk unggulan masyarakat. Yang diperlukan saat ini adalah pengelolaan yang tepat agar seluruh potensi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Said, Jumat (05/06 2026)

Tantangan terbesar Kelay hari ini terletak pada urat nadi konektivitas. Keterbatasan akses jalan, jaringan antar-kampung yang masih sulit, hingga belum meratanya fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi “pekerjaan rumah” menahun yang harus segera diselesaikan.

Berdasarkan Data Indeks Desa Tahun 2025, potret Kelay memang memperlihatkan potret yang butuh sentuhan akselerasi. Dari 14 kampung yang tersebar, enam kampung sudah berstatus maju, sementara delapan lainnya masih berstatus berkembang. Belum ada satu pun kampung yang berhasil menembus kategori mandiri.

Bagi Pemkab Berau, data ini adalah cermin. Peningkatan kualitas infrastruktur bukan lagi sebuah pilihan belanja, melainkan fondasi utama jika ingin memerdekakan ekonomi Kelay. Tanpa jalan yang mulus, cokelat terbaik dari Kelay akan sulit dipasarkan, dan indahnya Danau Nyadeng akan tetap menjadi cerita yang sulit dijangkau wisatawan.

Menyadari rumitnya medan pertempuran membangun pedalaman, Pemkab Berau tidak ingin bergerak dengan cara-cara lama yang monoton. Sebuah langkah strategis diambil dengan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay. Tim ini dirancang untuk bekerja secara presisi berbasis data lapangan.

Menariknya, pembangunan di Kelay tidak mengadopsi gaya modernisasi babat alas yang merusak. Mengingat Kelay adalah salah satu benteng hijau Berau, pemerintah menggandeng sektor swasta dan lembaga non-pemerintah, termasuk Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Misi kolaborasi ini sangat jelas: memastikan roda ekonomi berputar tanpa harus mengorbankan kelestarian hutan atau mencerabut nilai budaya Dayak dari akarnya. Ini adalah konsep pembangunan yang berpusat pada manusia dan alam (eco-development).

Jika pembenahan akses jalan mulai mulus, puskesmas serta sekolah bisa diakses dengan mudah oleh anak-anak pedalaman, wajah Kelay diprediksi akan berubah total dalam beberapa tahun ke depan.

Kecamatan Kelay sedang dipersiapkan untuk menjadi cetak biru (blueprint) ideal bagi pembangunan daerah. Sebuah kawasan yang mampu mandiri secara ekonomi, makmur berkat kekuatan komoditas lokalnya, namun tetap setia menjaga paru-paru dunia yang dititipkan di tanah mereka. Fajar ekonomi baru itu kini sedang dijemput dari pedalaman Berau. (Dy/Ok/Adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb