ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Sejak Tahun 2017 Sudah Perjuangkan Hukum Adat Wehea

June 25, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA– Keberadaan hutan Wehea yang terjaga dengan baik, diperlukan payung hukum, agar tetap lestari. Berbagai upaya terus dilakukan, untuk pengakuan sebuah hukum adat di kawasan tersebut.

“Terlebih saat ini dengan adanya politik karbon,  kita bisa dapat duit. Hanya dengan menjaga hutan saja kita belum melakukan pengeloaan. Jika lebih dari itu, memungkinkan memperoleh dana yang lebih juga,” kata anggota DPRD Kutim Siang Geah.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, agar hukum adat itu bisa diakui. Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga telah berupaya menjelaskan ke pihak-pihak, agar dimengerti persoalan dan konsistensi warga Wehea dalam menjaga hutannya dengan baik.

Dikatakan, pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengakuan masyarakat hukum adat hutan Wehea yang sudah sejak tahun 2017 lalu, namun selalu gagal. Bahkan tidak memperoleh respon dari berbagai pihak.

“Padahal tujuan kami bagaimana Perda itu menguatkan dalam proses penjagaan hutan Wehea. Kendati demikian, say tidak lelah dan akan terus memperjuangkannya,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kutim ini menyebut, apabila ada payung hukum yang mengatur dalam pengelolaan kawasan hutan lindung, lebih memudahkan dalam penanganan dan penguatan dalam menjaga kelestarian alam hutan yang masih banyak terdapat di berbagai wilayah di Kutim, termasuk Wehea.

Seperti diketahui, Kaltim sendiri menjadi provinsi pertama di Indonesia, bahkan di kawasan Asia Pasifik yang berhasil melaksanakan program penurunan emisi karbon  melalui Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF CF). Adapun kompensasi dana karbon sendiri saat ini dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan.  Besaran dana kompensasi yang dihasilkan dari hutan Kaltim adalah sebesar USD 110 juta dan sudah terbayarkan sebesar USD 20,9 juta.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga ingin menegaskan bahwa masih ada masyarakat yang terus berkomitmen ingin menjaga kelestarian hutan, namun disisi lain pihaknya juga meminta perhatian dari  seluruh pemangku kepentingan  agar bisa duduk bersama untuk mengatasai permasalahan tersebut.

“Jadi konpensasi apa yang akan kita berikan kepada masyarakat yang terus menjaga hutan,” ucap Siang Geah. (adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.