ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Arfan Prihatin Kondisi Petani Plasma di Kutim

July 17, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA – Wakil Ketua DPRD Kutim H Arfan mengaku prihatin, melihat kondisi petani sawit Plasma di daerah ini. Sebab, di sejumlah kecamatan, sering terjadi keluhan petani sawit plasma terkait hak-hak mereka yang tdak sesuai.

Guna mengurai masala tersebut, dia bersama pengurus Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutim akan menemui Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan pihak perusahaan. Satu tujuannya, memperjuangkan hak-hak petani plasma.

Arfan

“Persolan plasma sawit di daerah ini ibaratnya penyakit yang sudah kronis dan belum ada yang bisa mengurai. Untuk itu tadi kita menggarisbawahi akan  berjuang bersama dengan niat untuk ibadah, membantu para petani,” ujar politisi Parta Nasdem ini.

Menurutnya, apabila plasma sawit bisa dijalankan dengan baik, diperkirakan tidak ada masyarakat Kutim yang berada di bawah garis kemiskinan. Mereka (petani plasma) semuanya bisa hidup sejahtera dengan hadirnya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah puluhan tahun beroperasi di Kutim.

Untuk itu, Arfan sangat mendukung rencana FPKS, bergerak dan memperjuangkan apa yang menjadi hak dari pada petani plasma tersebut. Diharapkan, apa yang akan diusahakan itu bisa berhasil dengan baik.

“Mari kita jadwalkan untuk bertemu dengan pemerintah. Kalau perlu bertemu dengan pemilik saham perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada. Kita diskusikan bagaimana plasma sawit di Kutim berjalan sesuai dengan peraturan,” ujar Arfan.

Dia meminta kepada pengurus FKPS untuk terus berjuang bersama-sama, sehingga hak-hak petani plasma bisa terpenuhi. Hal ini akan membantu mereka (petani) untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian keluarga. (adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.