ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bazda Kukar Tunjuk Abdul Kadir Sebagai PPZ 2013

July 20, 2013 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Share this news

TENGGARONG – vivaborneo.com, Demi mengefektifkan penerimaan Zakat dari umat islam (Muzakki) Kota Tenggarong maka Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Kutai Kartanegara menunjuk  Abdul Kadir sebagai Petugas Pengumpul Zakat (PPZ) 2013. Tupoksi PPZ selain mengkoordinir anggotanya dalam mengumpulkan zakat,  infaq dan sadaqah (ZIS) juga Abdul Kadir berhak menanda tangani kwitansi  dana umat yang diterimanya.

Surat Keputusan (SK) penetapan  H Abdul Kadir sebagai PPZ ditanda tangani Ketua Bazda Kukar  E Mugnidin. Sebagai PPZ maka Abdul Kadir akan melakukan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi)  untuk  dan hanya di dalam wilayah kerja Kecamatan Kota Tenggarong.

“Kecamatan lain di Kukar di luar kecamatan Tenggarong tidak diperkenankan,” ujarnya.

Ditambahkan mantan Sekkab Kutai Barat  itu dipilihnya Abdul Kadir sebagai PPZ karena dipandang cakap dan mampu melaksanakan tugasnya sebagai PPZ.  Juga sesuai dan selaras dengan Keputusan Menag RI No 13/2012, Perda Kukar No 9/2008 dan Instruksi Bupati Kukar No 1/2010. Ditambahkan Mugnidin jika mengacu kepada ketiga ketentuan hukum tersebut maka  pada prinsipnya jerih payah PPZ itu tidak diberikan honorarium sepeserpun dari Bazda maupun pihak lain terkait. Namun demikian mereka  akan mendapatkan uang lelah dalam bentuk Uang Pungut  atau Hak Amil.

“Besarnya 12,5 % dari jumlah ZIS yang dikumpulkan pada bulan yang berjalan,” ujarnya.

Sehingga  besar kecilnya hasil uang pungut yang diterima setiap bulan PPZ itu tergantung kinerja masing masing PPZ. Disamping itu tambahnya kepada PPZ yang kinerjanya tinggi akan diberikan Biaya Operasional sebesar Rp 750 ribu/bulan. Pengertian bekinerja tinggi adalah jika jumlah ZIS yang dikumpulkan pada bulan bersangkutan minimal Rp 3 juta. Kemudian distribusi jumlah hari pengumpulan minimal dari 15 hari/bulan. Sedang jumlah Muzakki yang diakses minimal 15 orang dengan  ZIS sedikitnya perorang Rp 25 ribu.

“4 kriteria itu menjadi dasar sehingga PPZ mendapat biaya operasional,” demikian ujarnya. (vb/04)    


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.