Bupati Kukar Dorong Sinergi TJSL dan PKBL

July 29, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Share this news

Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri menghadiri rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2026, Rabu (29/7/2026). Didampingi Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, Bupati mengawali kegiatan dengan meninjau stan-stan Expo UMKM sebelum membuka secara resmi Musrenbang TJSL dan PKBL yang dirangkaikan dengan Expo UMKM dan Talk Show “UMKM Naik Kelas”, kemudian melanjutkan penyampaian arahan pada forum Musrenbang di Aula Bappeda Kukar Lantai 1.

Saat meninjau expo, Bupati menyempatkan diri melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan yang dipamerkan. Tidak hanya berasal dari binaan Dharma Wanita Persatuan (DWP), expo tersebut juga menampilkan beragam produk UMKM hasil pembinaan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai wujud nyata pelaksanaan program TJSL dan PKBL.

Pada acara itu juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Organisasi Perangkat Daerah Kukar dengan Dunia usaha dalam berbagai bidang.

Bupati menyampaikan beberapa hal penting sebagai penguatan arah pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa tujuan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ini adalah untuk menciptakan kolaborasi yang selaras antara pemerintah daerah dan badan usaha guna mencegah tumpang tindih program serta mempercepat pencapaian visi Kukar Idaman. Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program, di mana badan usaha diminta menyusun program sesuai 17 program dedikasi agar kegiatan perusahaan dan OPD dapat terkoordinasi dengan baik. Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya penguatan CSR dan pemberdayaan, dengan penekanan pada perbaikan arah CSR yang lebih fokus pada sektor hulu serta penyelarasan data agar program tepat sasaran. Perusahaan juga diharapkan menyiapkan program pemberdayaan serta peralatan bagi pekerja yang terdampak atau keluar dari perusahaan agar tidak menambah angka pengangguran. Ia juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perusahaan yang terlibat dalam kerja sama ini sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Dikatakan, pembangunan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan Musrenbang TJSL dan PKBL menjadi momentum menyatukan arah pembangunan sehingga program tanggung jawab sosial perusahaan benar-benar selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat.

“TJSL bukan sekadar kegiatan seremonial atau penyaluran bantuan, tetapi merupakan investasi sosial yang mampu membangun kemandirian masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi penyelenggaraan Expo UMKM yang menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil pembinaan perusahaan kepada pelaku UMKM. Ia berharap perusahaan terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan hingga perluasan pasar sehingga UMKM Kukar benar-benar mampu naik kelas.

Selanjutnya, pada forum arahan Musrenbang TJSL dan PKBL bertema “Sinergitas Menuju Kukar Idaman Terbaik” di Aula Bappeda Kukar, Bupati menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia menjelaskan bahwa TJSL dan PKBL bukanlah pengganti kewajiban pemerintah, melainkan penguat, pelengkap, dan akselerator pembangunan. Oleh sebab itu, seluruh program harus dirancang berdasarkan data, tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bupati juga mengungkapkan, terdapat sekitar 944 perusahaan kategori usaha besar yang beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Potensi tersebut harus dikelola sebagai mitra strategis pemerintah untuk mempercepat pembangunan melalui program-program yang terintegrasi dengan prioritas daerah.

Bupati meminta seluruh perangkat daerah, perusahaan, perguruan tinggi, Forum Komunikasi TJSL, Tim Fasilitasi TJSL, serta masyarakat memperkuat sinergi melalui perencanaan berbasis data, pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, penguatan UMKM, transparansi, serta evaluasi terhadap setiap program yang dilaksanakan.

“Kita harus bergerak dari pola kerja yang terpisah menuju pola kerja terpadu, dari program yang berorientasi keluaran menjadi program yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi jiwa Sinergitas Menuju Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.

Melalui Musrenbang TJSL dan PKBL Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap terbangun komitmen yang semakin kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Kukar Idaman Terbaik.(kk04)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb