ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

DPRD Pertanyakan Pemkab Sering Rapat di Luar Kutim

July 7, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur (DPRD Kutim) Asti Mazar menyoroti agenda kerja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pkab Kutim). Terutama terkait pelaksanaan rapat yang masih banyak  dilakukan di luar daerah.

“Layak atau tidak, ini juga masih jadi pertanyaan.Namun alangkah baiknya kalau bisa dilaksanakan di sini (Kutim), kenapa harus di luar daerah,” ujarnya,  Jumat (7/7/2023).

Pihaknya ingin,  Pemkab Kutim lebih bijak dalam melaksanakan berbagai kegatan,  termasuk rapat-rapat di luar daerah.  Masyarakat bertanya-tanya,  kenapa rapat saja di luar Kutim.  Padahal di Sangata tempatnya bagus dan bisa dimanfaatkan.

Asti Mazar

Salah satu kegiatan yang banyak mendapatkan sorotan dari masyarakat yakni soal Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok),  yang digelar di salah satu Hotel bintang 4 di Samarinda. Menurut wanita yang dikenal aktif di media sosial ini, pihaknya belum mengetahui alasan Pemkab kutum memilih tempat tersebut di luar Kutim.

“Kami unsur pimpinan juga sempat didatangi oleh beberapa lembaga kemasayarakatan. Mereka menanyakan hal tersebut (rapat luar daerah). Tapi kami belum bisa menjawab karena kami juga tidak diundang, saat pelaksanaan Radalok tersebut, ” bebernya.

Lebih jauh, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga menyebut akan memanggil Pemkab Kutim untuk mempertanyakan urgensi terkait agenda rapat kerja yang masih sering dilaksanakan di luar daerah. Meskipun dalam pembahsan rapat tersebut turut melibatkan pihak lain, dirinya tetap berharap eksekutif bisa lebih bijak dalam melakukan pengelolaan anggaran, agar bisa memberikan manfaat terutama bagi masyarakat. (adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.