ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Isran, Belayan, dan Bayan

July 6, 2023 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

Gubernur Kaltim Isran Noor ketika meresmikan Jembatan Belayan di Tabang didampingi Direktur PT Fajar Sakti Prima Alexander Ery Wibowo dan Direktur Bayan Group Lim Chai Hock.

GUBERNUR Kaltim Isran Noor pertengahan bulan  ini rencananya terbang ke Belanda. Tapi pekan ini (3-4/7)  dia lebih dulu  mengunjungi 3 kecamatan di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Dari Tenggarong lanjut ke Kembang Janggut dan terus ke Tabang. Temanya, pangan dan jalan. Soalnya agenda utama perjalanan itu adalah meresmikan Gerakan Tanam Padi Seribu Hektare (GTPSH), peninjauan jalan dan peresmian jembatan.

Isran sangat bersemangat turun ke sawah melakukan penanaman pertama. Apalagi dia memang sarjana pertanian. Lokasinya di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong. Bukit Biru awalnya desa transmigrasi yang dibuka tahun 80-an. Warganya adalah transmigran dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berkat tangan-tangan terampil transmigran yang bertekad meningkatkan taraf hidup mereka, maka  pertanian di sini sangat berkembang pesat.

GTPSH adalah program nasional dalam upaya mengantisipasi krisis pangan karena pengaruh fenomena El-Nino. Puncaknya diperkirakan pada Agustus mendatang. Karena itulah Kementerian Pertanian meminta masyarakat petani dan pengusaha di seluruh kabupaten/kota yang memiliki lahan pertanian melakukan penanaman padi minimal  seribu hektare. “Di Kabupaten Kukar kita pusatkan di Kelurahan Bukit Biru,” kata Gubernur.

Untuk menyemangati warga dan petani di Bukit Biru, sejumlah kepala dinas yang menyertai Gubernur menyerahkan berbagai bantuan. Khusus Dinas Pangan , Tanaman Pangan dan Hortikultura menyerahkan 38 unit alat pertanian hand-tracktor roda dua dan 2 unit Combine Harvester.

Setelah menempuh perjalanan darat sejauh 168 km,  Gubernur Isran singgah di Desa Kelakat, Kecamatan Kembang Janggut. Di sini dia menyerahkan bantuan rumah dari Program Prioritas Rumah Layak Huni (RLH)  yang dilakukan sejumlah perusahaan, di antaranya dari PT Fajar Sakti Prima dari Bayan Group dan REA Kaltim.

Isran secara simbolis menyerahkan 3 RLH kepada  Susi (anak dari Darius Siyen), Lamri, dan Salang. Ketiganya tampak ceria bisa mendapat bantuan RLH. “Kami bersyukur atas perhatian pemerintah dan pemilik perusahaan terutama Bayan Group,” kata Susi mewakili yang lain.

Menurut Ketua Badan Pengelola Rumah Layak Huni Provinsi Kaltim M Taufik Fauzi, sejak tahun 2022 sampai sekarang Pemprov Kaltim berhasil membangun 221 unit RLH atas bantuan dana CSR perusahaan. “Target kami tahun 2024 bertambah lagi sebanyak 508 unit,” tambahnya.

Gubernur optimis angka kemiskinan di Kaltim bisa menurun tajam jika target pembangunan 3.500 unit RLH dapat diwujudkan. “Karena salah satu indikator dalam penentuan kemiskinan adalah kondisi rumah yang tidak layak,” jelasnya.

Sambil menyampaikan apresiasi kepada Bayan Group dan REA Kaltim, Isran meminta para pengusaha atau perusahaan termasuk kalangan perbankan yang beroperasi di Kaltim lainnya ikut terlibat dalam pembangunan RLH. “Kita harus bekerjasama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tolong dana CSR-untuk RLH, jangan diam saja,” tandasnya.

Puncak kunjungan Gubernur ke wilayah Kecamatan Tabang. Di sini dia meresmikan Jembatan Belayan, yang dibangun PT Fajar Sakti Prima. Jembatan sepanjang 587 meter itu membentang di atas Sungai Belayan. “Alhamdulillah ini bisa terwujud berkat ‘kesaktian’ PT Fajar Sakti Prima dari Bayan Group,” tandasnya.

Menurut Kepala Teknik Tambang PT Fajar Sakti Prima Arifin Batung,  pembangunan jembatan Belayan berlangsung selama 15 bulan dengan menghabiskan dana Rp 177 miliar. Mereka juga membangun jalan dan 7 jembatan sepanjang lebih 100 kilometer yang menghubungkan tiga kabupaten, yaitu Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur dengan biaya Rp 870 miliar.

“Kelak kalau perusahaan sudah tidak beroperasi lagi, jalan yang dibangun mereka menjadi milik negara. Otomatis ya milik rakyat Kaltim juga,” kata Gubernur.

Isran tampil gagah perkasa mengenakan busana adat Dayak yang diberikan Kepala Lembaga Adat Besar Tabang M Daleq Jempung. Juga dikenakan oleh Direktur PT Fajar Sakti Prima Alexander Ery Wibowo, Direktur Bayan Group Pak Lim (Lim Chai Hock) dan Sekda Kukar Sunggono.

Dengan menggunakan mandau  Isran menebas tali peresmian yang membentang di atas jembatan. Tepuk tangan membahana. Warga Tabang bersyukur kalau mau ke Kota Bangun atau ke Muara Pahu tidak perlu lewat sungai atau naik feri lagi.  Jarak tempuh bisa dipercepat dan biaya transportasi bisa dipangkas.

“Jembatan yang saya resmikan ini merupakan jembatan kembar, yang panjangnya kedua setelah Jembatan Mahakam Samarinda. Terima kasih, Bayan, selamat memanfaatkan kepada semua warga di sini,” kata Gubernur, yang dalam perjalanannya di antaranya didampingi anggota DPD RI Nanang Sulaiman,  Ketua TGUP3 Kaltim Adi Buchari Muslim dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltim.

Menurut Pak Lim, Bayan Group komit melaksanakan program CSR untuk menyejahterakan masyarakat. Pemilik Bayan Group Datuk Dr Low Tuck Kwong sering datang ke Tabang. Dia menginstruksikan agar perusahaan selalu memperhatikan warga setempat.

“Sebagai staf di Bayan saya bangga mengabdi di perusahaan ini,” kata H Syahbudin Noor Acang, orang Kutai yang puluhan tahun bekerja di sana. Dia akan memasuki masa purnatugas dan akan menjadi caleg DPRD Kaltim dari dapil Kukar. “Saatnya saya ikut memperjuangkan aspirasi rakyat Kutai lewat DPRD,” jelasnya.

KAGUMI PUTRI ARIANI

Bukan Pak Isran kalau tidak bercanda. Ada yang membuat kaget para pejabat ketika Gubernur yang sering disebut “Si Raja Naga” menyinggung soal Putri Ariani dalam sambutannya di Bukit Biru. Seperti warga Indonesia lainnya, Isran ternyata juga takjub dengan penampilan Putri Ariani yang menggegerkan  musik dunia.

“I am Putri Ariani. I am seventeen years old. I am from Indonesia,” kata Isran menirukan ucapan Putri Ariani ketika tampil di panggung America’s Got Talent (AGT). Kontan undangan yang hadir geger sambil serentak bertepuk tangan.

Semua orang tahu dan sangat mengagumi Putri Ariani, yang dalam kondisi tidak mempunyai  kemampuan melihat akan tetapi mempunyai talenta bernyanyi dan memainkan piano  yang sangat luar biasa. Sampai-sampai Presiden Jokowi secara khusus mengundang Putri ke Istana. Lagu karya Putri “Loneliness” jadi mendunia. Lagu itu yang membuat  “juri sadis”  Simon Cowell terkagum-kagum dan tidak ragu-ragu memberikan Golden Buzzer.

Di balik kekaguman Isran kepada Putri, sepertinya ada pesan kuat yang ingin dia sampaikan kepada masyarakat. Yaitu soal kualitas sumber daya manusia (SDM). “Ternyata Indonesia itu hebat. Orang yang punya keterbatasan saja bisa mengguncang dunia,” katanya.

Karena  itu, Isran bertekad habis-habisan mengembangkan program peningkatan kualitas SDM di Kaltim di antaranya melalui program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). “Tahun ini kita anggarkan Rp 375 miliar untuk siswa dan mahasiswa. Hanya di Kaltim beasiswa digelontorkan besar-besaran,” jelasnya.

Sejak tahun 2019-2023 tidak kurang 150 ribu siswa dan mahasiswa di Kaltim menerima program BKT. “Betapapun hebatnya sumber daya alam yang kita miliki, tapi SDM-nya kurang memadai, maka kita tidak akan pernah mendapatkan manfaat dan nilai yang berarti,” kata Gubernur.

Di tengah kehebatan Putri Ariani, Isran dan warga Kaltim saat ini juga memuji siswa lulusan SMAN 10 Samarinda, Alphero Tanlianto yang diperebutkan 8 universitas terbaik di dunia. Alphero yang pernah meraih medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN), akhirnya memutuskan akan menempuh kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Alphero bertekad ingin menjadi ahli infrastruktur. Karena itu dia mengambil jurusan civil engineering di NTU. “Kelak saya ingin berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),” katanya bersemangat.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.