ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Lomba Gubang Panjang, Gambaran Masyarakat Tepi Mahakam

July 3, 2013 by  
Filed under Berita

Share this news

SEBAGAI daerah yang dilewati sungai terbesar di Kaltim, sebagain besar penduduk Kutai Kartanegara (Kukar) banyak beraktifitas bahkan menggantungkan hidup dari sungai Mahakam.

Baik sebagai transportasi, maupun dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai wadah nelayan untuk berusaha perikanan tangkap atau budidaya.

Pentingnya Mahakam di kehidupan masyarakat Kukar tersebut digambarkan dalam pesta adat seni dan Budaya Erau, termasuk pada Erau Pelas Benua dan Internasional Folklore and Art Festival tahun ini, yaitu melalui lomba Gubang Panjang atau Perahu Naga.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar Fitriadi didampingi Kepala Bidang Olahraga Junaidi, mengatakan bahwa pada Erau tahun ini lomba Gubang  Panjang  diikuti 21 tim. Sebanyak 21 tim tersebut terdiri dari 16 tim kategori umum dengan jarak lomba 750 meter, dan 5 dari kategori pelajar dengan jarak lomba 500 meter.  Peserta sebagain besar berasal dari beberapa kecamatan se Kukar dan tim dayung dari Bontang.

“Tahun ini jumlah peserta umum meningkat, dimana Erau tahun kemarin hanya 11 tim,” katanya saat ditemui sedang menyaksikan babak penyisihan lomba Gubang Panjang di panggung tepian Mahakam depan Rumah Jabatan Ketua DPRD Kukar, Rabu (3/7).

Dijelaskannya,lomba Gubang Panjang tersebut dilaksanakan dua hari yakni babak penyisihan pada Rabu (3/7), dan babak final pada Kamis (4/7) mulai pukul 14.00 wita di alur sungai Jl Wolter Monginsidi, Tenggarong.

Untuk pemenangnya, Dispora menyediakan hadiah berupa uang pembinaan,
piala dan piagam penghargaan.

“Olahraga Gubang Panjang ini untuk menggambarkan pentingnya Mahakam bagi masyarakat, serta untuk mengembangkan dan mempertahankan olahraga tradisional yang sudah ada sejak dulu,” terangnya.

Untuk diketahui ada sembilan olahraga tradisional khas rakyat Kutai yang di selenggarakan oleh Dispora pada Erau tahun ini,  yaitu Hadang, Betisan, Behempas Bantal, Behempas Penjalin, Kelom Panjang, Be-Gasing, Be-Logo Menyumpit, dan Gubang Panjang.

Kepala Dispora Kukar Fitriadi mengatakan selain memeriahkan Erau Pelas Benua dan Internasional Folklore and Art Festival, olahraga tradisional untuk melestarikan permainan olah tubuh yang ada di masyarakat Kukar.

“Ini untuk melestarikan olahraga atau permainan tradisional yang sudah ada sejak dulu, selain itu juga dengan berolahraga bisa menyehatkan badan,” ujarnya saat dihubungi.

Babak penyisihan lomba Gubang Penjang itu juga disaksikan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kukar Bahteramsyah, dan Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Yoyo Suryana, serta pejabat dari beberapa instansi lainnya. Lomba tersebut juga menyita perhatian warga tergambar  dengan banyaknya penonton yang memadati tepian sungai mahakam yang dilewati jlur lomba tersebut.

Pelaksanaan Olahraga tradisional tersebut  digelar mulai 1 hingga 6 Juli, sebagian besar dilaksanakan di tepian sungai Mahakam Jalan KH Akhmad  Mukhsin Tenggarong, kecuali sumpit di halamaman Planetarium Jagad Raya dan Gubang Panjang di sungai Mahakam  jalur Kelurahan Timbau Tenggarong. (vb/hayru)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.