Pesut Mahakam Akan Meninggalkan Danau

July 13, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Oleh : Misman

SAMARINDA – Orcaella brevirostris atau yang lebih dikenal sebagai Pesut Mahakam, adalah spesies mamalia air tawar langka yang dilindungi. Hewan ikon Kalimantan Timur ini masih dapat ditemukan hidup di Danau Jempang, Semayang dan Melintang yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Pesut Mahakam

Keberlangsungan hidup Pesut Mahakam sangat bergantung pada ketersediaan pangan alami berupa ikan dan udang. Selama sumber makanan tersebut masih cukup dan lingkungan tempat hidupnya terjaga, hewan ini akan tetap bertahan. Namun, jika pangan alami tersebut habis atau punah, dapat dipastikan Pesut akan meninggalkan danau tersebut dan berimigrasi ke tempat lain, atau bahkan berisiko mengalami kepunahan.

Ikan dan udang dapat hidup dan berkembang biak dengan baik hanya jika ekosistem perairan dan lahan di sekitarnya terjaga secara alami. Tumbuhan air seperti eceng gondok, kayapu, dan kumpai bukanlah tumbuhan yang tidak berguna, melainkan menjadi tempat tinggal dan sumber makanan utama bagi ikan serta udang.

Meskipun terkadang tumbuhan air tumbuh secara masif hingga menutupi permukaan air sehingga perlu dikendalikan, hal ini tidak boleh dilakukan dengan cara memusnahkan seluruhnya. Karena jika tumbuhan air tersebut dihilangkan secara berlebihan, maka secara otomatis ikan dan udang akan kehilangan habitat dan sumber makanannya, yang akhirnya berujung pada kepunahan juga.

Hal yang sama berlaku bagi tumbuhan alami yang tumbuh di tepi danau. Tumbuhan ini berfungsi sangat penting sebagai penyaring kotoran dan polutan, menjaga kualitas air, menstabilkan tanah agar tidak tergerus atau erosi, serta menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis satwa liar lainnya.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 9 Tahun 2025, luas kawasan yang ditetapkan sebagai zona fungsi ekologi di wilayah Danau Kaskade Mahakam mencapai 82.088,28 hektare. Kawasan ini ditetapkan sebagai wilayah pelindung yang tidak boleh dialihfungsikan penggunaannya demi menjaga keseimbangan alam.

Namun demikian, aturan apapun tidak akan berarti jika tumbuhan air dan tumbuhan alami di daratan sekitar danau ini terus dihabisi atau dialihfungsikan. Kerusakan pada tumbuhan tersebut akan langsung berdampak pada hilangnya sumber pangan bagi Pesut Mahakam. Tanpa makanan yang cukup, hewan langka ini tidak akan dapat bertahan dan terpaksa harus meninggalkan danau tersebut selamanya.


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb