ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

RPH Harus Dibarengi Peningkatan Produksi Peternakan

July 16, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Apansyah menilai jika keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) harusnya dibarengi dengan peningkatan produksi peternakan.

Hal itu sebagai upaya mendorong para peternak sapi, agar lebih meningkatkan efisiensi, kualitas dan jumlah produksi ternak mereka. Terutama dalam hal memastikan kualitas daging yang dihasilkan.

Apansyah

“Saya ingin pengembangan RPH itu tentunya juga harus disertai pendampingan para peternak di Kutim,” kata Apansyah kepada sejumlah awak media, Minggu (16/7/2023).

Dijelaskannya, saat ini yang harus menjadi fokus juga adalah produktifitas bagi para peternak di Kutim. Karena itu, diperlukan pendampingan dan peningkatan infrastruktur yang lebih memadai, termasuk RPH yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku

“Nah bagaimana RPH nya mau jalan, yang dipotong saja tidak ada. Hal ini harus segera dicarikan jalan keluar dengan baik, agar keberadaan RPH bisa maksimal dan membantu masyarakat, terutama peternak,” ucapnya.

Lebih lanjut menurut Apansyah mengatakan, dengan membangun RPH yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan sektor peternakan dan produktivitas peternakan di Kutai Timur. Sehingga fasilitas pemotongan hewan yang modern dan efisien, secara tidak langsung akan mendorong para peternak untuk lebih meningkatkan kualitas dan jumlah produksi mereka.

“Di seluruh Kutim ini, di 18 kecamatan mana ada peternakan yang eksis dan terus menerus menejalankan usaha tersebut. Yang ada bersifat musiman saja. Sedangkan kebutuhan daging berapa persen saja yang bisa dipenuhi,” beber Apansyah. (adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.