Saya Tetap Dukung Inggris

July 13, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

SEJAK awal Piala Dunia 2026 digelar, saya sudah bilang kalau saya dukung timnas Inggris. Sedang teman saya bilang dia mendukung Prancis. Saya katakan kepadanya,  “insyaallah” Inggris atau The Three Lions akan ketemu Les Blues di final.

Saya pegang replika tropi Piala Dunia di Hotel Platinum Balikpapan

Prediksi itu bisa saja terjadi. Tergantung hasil semifinal satu dua hari ke depan ini. Lawan Prancis adalah Spanyol, Rabu (15/7) pukul 03.00 dinihari, sedang Inggris berhadapan dengan Argentina, Kamis (6/7) juga pukul 03.00 Wita.

Keempat semifinalis ini membuat sejarah. Karena untuk pertamakalinya semifinal Piala Dunia diisi oleh 4 tim yang memang berada di papan paling atas ranking FIFA. Argentina berada di ranking 1, menyusul Spanyol ke-2, Prancis ke-3 dan Inggris di ranking 4. “Seperti sudah distel barang ini,” kata Pak Adam Sinte, Ketua KKSS Balikpapan, yang juga mantan anggota DPRD Kaltim.

Saya bakal nonton kedua pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di Banjarmasin. Mungkin sambil makan soto Banjar, iwak seluang dan dodol Kandangan. Soalnya Selasa ini saya terbang ke sana atas undangan mantan Bupati Kota Baru, Sayed Jafar Alaydrus (SJA), yang sekarang menjadi Ketua DPD Partai Hanura Kalsel. SJA adalah warga Kampung Baru, Balikpapan Barat.

Kenapa saya dukung Inggris? Jawabnya sederhana. Saya menganggap Inggris itu ya Manchester United (MU). Maklum saya pendukung berat MU di Liga Inggris sejak 30 tahun silam. Saya tahu di skuad Inggris hanya  ada 2 pemain MU yang masuk yaitu penyerang Marcus Rashford dan gelandang Kobiie Mainoo. Tapi tak perlu disoal kalau saya menyamakan timnas Inggris dengan MU. Itu mau-maunya saya saja. Hee.

Kapten timnas Inggris Harry Kane bersama gelandang maut, Jude Belingham

Sebenarnya saya kecewa dengan pelatih Inggris, Thomas Tuchel, karena dia tak memanggil Harry Maguire. Pemain belakang MU berusia 33 tahun ini lagi bagus-bagusnya bermain di Setan Merah. Tapi Tuchel punya alasan dia ingin pemain baru yang masih muda dan dinamis. Karena saya bukan pelatih Inggris, ya saya tak bisa apa-apa meski Maguire mengaku dongkol.

Yang menarik ketika lawan Argentina nanti, di situ juga ada pemain belakang MU yaitu bek Lisandro Martinez dan eks penyerang muda MU, Alejandro Garnacho. MU dan Garnacho sama-sama dendam. Tapi selama ini Garnacho tak pernah diturunkan. Dalam pertandingan sebelumnya, Martinez tampak sangat menonjol menjaga medan pertahanan skuad Albiceleste. Mudah-mudahan Martinez mau “berkhianat” demi membela MU. He..he.

Duel Inggris lawan Argentina mengingatkan orang Perang Malvinas yang terjadi di tahun 1982 atau 44 tahun silam. Penuh dengan dendam dan semangat saling mengalahkan.

Inggris dan Argentina pertama kali berlaga di Piala Dunia 1962 pada fase grup. Inggris pada saat itu menang dengan skor telak 3-1.

Lalu mereka bertemu kembali di Piala Dunia 1966 di mana Inggris akhirnya menjadi juara dunia. Di situ Argentina kalah 0-1. Mereka sakit hati karena ada gol pemain Inggris, Geoff Hurst dianggap berbau offside.

Argentina yang populer dijuluki Tim Tango bisa mengalahkan Inggris 2-1 ketika mereka bertemu di babak perempat final Piala Dunia 1986. Ini pertandingan sangat kontroversial. Sebab, satu dari dua gol yang diciptakan penyerang Argentina, Diego Maradona dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan.”

Tim Argentina kembali berhasil menggilas Inggris pada pertandingan 16 besar Piala Dunia 1998. Pertandingan yang panas sampai David Beckham dikenai kartu merah. Argentina menang 4-3 melalui adu penalti.

Pertemuan terakhir mereka pada babak grup Piala Dunia 2002. Inggris menang 1-0 melalui tendangan penalti Bekham, sebagai balas dendam 4 tahun sebelumnya.

Ketika Inggris lawan Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026 beberapa hari lalu, Bekham tampak menonton bersama keluarganya. Dia tampak bahagia dan ikut bernyanyi lagu “Wonderwall” merayakan kemenangan Inggris 2-1 atas tim yang punya “predator” bernama Erling Haaland.

Inggris dan Argentina yang bertemu di semifinal, sama-sama berjuang keras menghadapi lawan-lawannya di babak sebelumnya. Malah ada yang bilang Argentina lolos karena keberuntungan dan ada skenario agar juara bertahan ini bisa mempertahankan mahkotanya. Mesir dan Swiss lawan mereka sebelumnya mengaku dicurangi. Harusnya mereka bisa membuat pulang Messi.

Timnas Inggris saat ini dikapteni penyerang Harry Kane, sedang Argentina dikomandoi megabintang Lionel Messi. Ini pengalaman pertama Messi berhadapan dengan Tim Inggris. “Secara pribadi, ini pertama kali saya bermain melawan mereka.  Saya sudah bermain melawan semua tim kecuali Inggris. Jadi sangat spesial dan mereka adalah tim raksasa,” ungkap Messi.

Siapa yang menang atas duel panas ini? Saya tetap pegang Inggris. Saya yakin keberuntungan ada di timnas Inggris. Bukan Argentina lagi. Apalagi selain Kane, Inggris punya gelandang menakutkan yaitu Jude Belingham. Dia lagi “kesurupan.” Berkat 2 golnya, Inggris lolos ke babak semifinal.

BOLA BUATAN INDONESIA

Pertandingan semifinal Inggris lawan Argentina berlangsung di Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Amerika Serikat. Stadion megah ini mempunyai kapasitas 75 ribu penonton. Tiket masuknya antara Rp14,5 juta sampai Rp51 juta per orang. Tapi bisa bergerak naik. FIFA menerapkan sistem dynamic pricing, yang bergerak naik mengikuti tingginya permintaan pasar. Kabarnya harga tiket final melonjak di atas Rp100 juta dan bahkan miliaran rupiah.

Yang menarik bola yang dipergunakan pada putaran Piala Dunia 2026 yang bernama Trionda adalah buatan Indonesia.   FIFA dan Adidas mempercayakan kepada PT Global Way Indonesi (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatn Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Sayang hanya bolanya saja yang sudah dimainkan di arena Piala Dunia, sedang Timnas Garuda sampai saat ini masih terus berjuang. Indonesia di ranking FIFA berada di urutan ke-118 dunia. Mudah-mudahan pada Piala Dunia 2030 bisa lolos seperti Tanjung Verde, yang cuma berpenduduk 500 ribu orang.

Ketika pertandingan Inggris lawan Norwegia, saya nobar di lobi Hotel Platinum Balikpapan. Tempatnya sangat menyenangkan. Di seting Platinum sangat menarik. Di samping layar LCD yang lebar, ada gawang kecil dipasang. Ada bendera negara peserta Piala Dunia. Di situ juga ada replika tropi  Piala Dunia, kita bisa berfoto.

Saya dan cucu saya, Defa dan Dafin mendapat fasilitas kamar dari Direktur Operasional Platinum Grup, Sugianto. Ternyata di dalam kamar juga bisa menonton Piala Dunia. “Silahkan mau menonton di kamar atau di lobi hotel,” katanya. Dia menawarkan paket ini kepada warga Balikpapan dan siapa saja yang ingin menginap di Platinum.

Cucu saya ternyata mendukung timnas Norwegia. Saya tidak tahu apa alasannya. Mungkin mereka tertarik dengan penampilan Haaland atau suporter Norwegia yang sangat spektakuler menampilkan Viking Row, selebrasi dengan gaya mendayung di kapal Viking.

Defa dan Dafin bersorak sambil meloncat ketika Andreas Schjelderup berhasil melesatkan bola ke gawang Inggris yang dijaga kiper Jordan Pickford. Tapi giliran saya bersorak habis-habisan ketika Jude Belingham berhasil menyarangkan dua gol ke gawang Orjan Nyland.

Karena saya menonton Inggris lawan Argentina di Banjarmasin, saya berharap warga Banjar juga mendukung Inggris. Saya yakin orang Banjar ada yang tinggal atau studi di Inggris ketimbang di Argentina. Kalau ada kesempatan saya mau ziarah ke makam Guru Sekumpul di Martapura. Salah seorang pemain belakang Inggris, Djed Spence kebetulan juga beragam Islam. Semoga Allah memberikan keberkahan dan kekuatan kepadanya.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb