Dispar Kaltim Akan Kibarkan Merah Putih Bersama Hiu Paus

August 12, 2026 by  
Filed under Berita

Share this news

SAMARINDA – Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur agar mengenalkan potensi wisata daerah melalui sejumlah kegiatan sepanjang Agustus 2026. Mulai dari wisata bahari, susur sungai, gowes wisata hingga karnaval budaya disiapkan untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus memperluas promosi destinasi Kaltim.

Salah satu agenda yang cukup unik adalah pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur. Dalam kegiatan tersebut, Dispar Kaltim berencana menghadirkan hiu paus atau hiu tutul sebagai bagian dari atraksi sekaligus memperkenalkan kekayaan wisata bahari kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar atraksi perayaan kemerdekaan. Pengibaran bendera bawah laut dirancang sekaligus menjadi sarana mempromosikan pariwisata Kalimantan Timur, khususnya potensi wisata bahari Pulau Miang.

“Kami memang ada rencana melaksanakan pengibaran bendera di bawah laut. Ini bukan gaya-gayaan, tetapi berhubungan dengan pariwisata dan promosi pariwisata. Rencananya pengibaran dilakukan di Pulau Miang dan yang spesial, kami ingin mengibarkan bendera bersama hiu tutul atau hiu paus yang ada di sana,” ujarnya, Rabu (12/8/26).

Kegiatan di Pulau Miang dijadwalkan berlangsung pada 14-16 Agustus 2026. Berdasarkan agenda Dispar Kaltim, kegiatan melibatkan sekitar 12 penyelam serta dirangkai dengan transplantasi terumbu karang, pemasangan prasasti dan eksplorasi Pulau Miang.

Dipilihnya Pulau Miang tidak terlepas dari potensi wisata bahari yang dimiliki kawasan tersebut. Selain memperkenalkan destinasi Pulau Miang, Dispar Kaltim ingin mengangkat keberadaan hiu paus sebagai daya tarik wisata yang dapat dikenal lebih luas.

“Kami ingin pertama mempromosikan Kaltim, kemudian Pulau Miang sebagai salah satu destinasi wisata. Kami juga ingin memberikan informasi bahwa di Pulau Miang ada hiu tutul yang bagus dan ada komunitasnya. Informasinya di sana ada sekitar enam sampai tujuh ekor. Ini sekaligus menjadi informasi kepada masyarakat dan promosi Kaltim secara nasional,” jelasnya.

Penyelam akan membawa bendera dari kedalaman sekitar 10 meter menuju kedalaman 5 meter. Pada saat proses pengibaran berlangsung, tim akan mencoba menghadirkan hiu paus di sekitar lokasi.

“Kami akan menaikkan bendera dari kedalaman 10 meter hingga ke 5 meter. Saat pengibaran itu, kami akan mencoba memanggil hiu tutul untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan kita,” ujarnya.

Ia mengakui kondisi alam menjadi tantangan terbesar dalam kegiatan tersebut. Gelombang tinggi maupun cuaca buruk dapat memengaruhi pelaksanaan penyelaman. Selain itu, keberadaan hiu paus di lokasi tidak dapat dipastikan.

Karena itu, Dispar Kaltim telah menyiapkan skenario alternatif apabila hiu paus tidak muncul saat kegiatan berlangsung.

“Tantangannya pasti alam. Mudah-mudahan tidak ada gelombang besar, tidak ada badai dan yang terakhir mudah-mudahan hiunya ada. Tapi kami juga siapkan plan B,” katanya.

Apabila hiu paus tidak muncul, pengibaran bendera akan dialihkan ke titik penyelaman lain yang memiliki keanekaragaman ikan.

“Kami sudah menyiapkan satu spot yang memang ikan-ikannya beraneka ragam dan banyak. Jadi, kalau tidak bersama hiu, kami tetap bisa menaikkan bendera bersama ikan-ikan. Ini alternatif agar kegiatan yang sudah dipersiapkan tetap dapat terlaksana,” tambahnya.

Tak hanya Pulau Miang, Dispar Kaltim juga menyiapkan kegiatan susur Sungai Karang Mumus (SKM) sepanjang 17 kilometer menggunakan paddle board pada 17 Agustus 2026. Rute direncanakan dimulai dari Muang hingga muara Sungai Karang Mumus di Samarinda.

Kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan penanaman pohon di Sekolah Sungai serta kegiatan bantuan sosial.

Selanjutnya, pada 22 Agustus 2026, Dispar Kaltim menjadwalkan Gowes Wisata yang direncanakan diikuti sekitar 200 peserta. Rute gowes akan menghubungkan sejumlah objek dan lokasi wisata, di antaranya Kolam Ulin, Betapus, Rumah Ulin Arya dan Naureen.

Mahakam Mask Carnival Targetkan 2.000-3.000 Peserta, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Mahakam Mask Carnival (MMC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026 mulai pukul 07.00 WITA di Samarinda.

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih agenda pawai yang selama ini diselenggarakan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi. Mahakam Mask Carnival merupakan inisiatif Dispar Kaltim bersama komunitas pariwisata dengan memanfaatkan momentum perayaan Agustus yang selama ini identik dengan pawai di Samarinda.

“Ini tidak ingin merebut pawainya Pemkot atau kemudian Pemprov yang mengambil, tidak. Ini inisiatif kami dan komunitasnya juga hanya komunitas pariwisata. Saya hanya ingin mengambil momen bahwa setelah upacara 17 Agustus, Samarinda memang sudah ter-branding dengan adanya pawai,” jelasnya.

Mahakam Mask Carnival tahun ini mengangkat konsep karnaval topeng. Menurut Faisal, konsep tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya semakin tematik.

Sedikitnya tiga agenda utama disiapkan dalam MMC 2026. Pertama adalah lomba parade drum band yang melibatkan unit drum band tingkat SMP dan SMA. Kompetisi akan dikemas dalam bentuk parade jalanan tanpa display besar.

Agenda kedua adalah Festival Seni Pencak Silat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi antarpaguyuban dan perguruan pencak silat di Kalimantan Timur.

“Kebetulan Wakil Gubernur baru terpilih sebagai Ketua IPSI Kaltim. Jadi, ini menjadi momen pertama beliau untuk mengenal dan bersilaturahmi dengan seluruh perguruan yang ada di Kalimantan Timur,” ungkap.

Sementara agenda ketiga adalah pawai karnaval topeng yang melibatkan penggiat seni, budaya dan komunitas pariwisata.

Dispar Kaltim memperkirakan sekitar 2 ribu hingga 3 ribu orang akan terlibat dalam rangkaian Mahakam Mask Carnival. Rute dibuat relatif pendek dengan titik awal dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur Kaltim dan kegiatan ditargetkan selesai sekitar pukul 11.00 WITA.

Selain rangkaian tersebut, agenda pariwisata sepanjang Agustus juga mencakup kegiatan fotografi dan vlog serta Festival Film Akhir Pekan pada 28-29 Agustus 2026 di Temindung Creative Hub. Festival film mengangkat tema “Merayakan Cerita, Menghubungkan Cinema”.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Dispar Kaltim ingin menjadikan perayaan kemerdekaan bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk membawa potensi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah semakin dikenal. Pulau Miang dengan wisata baharinya, Sungai Karang Mumus, destinasi wisata darat hingga seni dan budaya lokal diharapkan memperoleh ruang promosi yang lebih luas.

Dirinya berharap kegiatan yang digelar sepanjang Agustus dapat mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan mengunjungi destinasi di Kalimantan Timur. Dengan keterlibatan komunitas, pelaku pariwisata hingga masyarakat, rangkaian tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi di sekitar destinasi.

“Intinya kita ingin promosi Kaltim secara nasional,” tegas Faisal. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb