Ketua BKPRMI Kaltim Dukung Gagasan Masjid Punya “Kotak Masalah”

August 13, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SAMARINDA — Ketua DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menyambut baik gagasan menjadikan masjid tidak hanya memiliki kotak amal, tetapi juga “kotak masalah” sebagai sarana menampung dan mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Menurut Reza, gagasan tersebut merupakan bentuk perubahan cara pandang terhadap fungsi masjid. Masjid tidak seharusnya hanya menjadi tempat masyarakat beribadah dan menyalurkan infak, tetapi juga hadir ketika umat menghadapi persoalan kehidupan.

“Gagasan kotak masalah ini menarik karena masjid bisa menjadi tempat masyarakat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Dari sana kemudian dicari solusi secara bersama-sama,” kata Reza.

Ia menilai persoalan umat di sekitar masjid sangat beragam, mulai dari pendidikan, ekonomi, keluarga, anak yatim, hingga persoalan generasi muda. Jika persoalan tersebut dapat dipetakan melalui masjid, berbagai organisasi dan lembaga dapat bersama-sama mencari solusi sesuai kapasitas masing-masing.

Menurut Reza, konsep tersebut juga sejalan dengan peran BKPRMI dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda. Masjid harus mampu menjadi ruang yang ramah bagi anak-anak dan remaja, bukan hanya ketika mereka mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam aktivitas pendidikan dan pengembangan diri.

“Masjid harus menjadi tempat anak-anak dan remaja merasa nyaman untuk belajar, berkegiatan dan berkembang,” ujarnya.

Reza juga menyambut rencana Gerakan Safari Salat Subuh Berjamaah yang digagas Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Kalimantan Timur. Menurutnya, Safari Subuh dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai organisasi.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat Gerakan Safari Subuh Berjamaah Bulanan di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Jalan Harmonika, Samarinda, Rabu (12/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Reza berhalangan hadir dan mengutus Wakil Ketua DPW BKPRMI Kaltim, Endro S. Efendi, untuk menghadiri pertemuan bersama Ketua DPD BKPRMI Samarinda, Abdullah Syakir.

Safari Subuh direncanakan berlangsung satu bulan sekali dengan lokasi berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya. Kegiatan tidak hanya berupa Salat Subuh berjamaah dan kajian, tetapi dapat dikembangkan dengan kegiatan sosial, pembinaan generasi muda hingga aksi bersih-bersih masjid.

Reza menilai kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. DMI, BKPRMI, BAZNAS, BKM dan unsur lainnya dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing.

Ia juga menilai konsep “kotak masalah” dapat menjadi pintu masuk untuk mengetahui kebutuhan nyata masyarakat di sekitar masjid. Setelah persoalan teridentifikasi, masjid dapat menghubungkan masyarakat dengan lembaga yang memiliki kemampuan untuk membantu.

“Jadi bukan hanya mengumpulkan amal, tetapi juga mengumpulkan persoalan umat untuk kemudian kita carikan jalan keluarnya,” katanya.

Reza berharap gagasan tersebut dapat dikembangkan secara konkret dan konsisten. Menurutnya, keberhasilan gerakan bukan hanya diukur dari seberapa banyak masjid yang dikunjungi atau jamaah yang hadir, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kalau masjid mampu hadir ketika umat membutuhkan solusi, saya kira fungsi masjid sebagai pusat kehidupan masyarakat akan semakin kuat,” ujarnya.

Ia memastikan BKPRMI Kaltim mendukung sinergi tersebut dan siap mengambil bagian dalam penguatan peran masjid, khususnya dalam pembinaan anak-anak, remaja dan generasi muda.

Dengan demikian, Safari Subuh diharapkan menjadi lebih dari sekadar gerakan mengisi saf masjid. Gerakan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun masjid yang hidup, ramah bagi generasi muda, peduli terhadap persoalan umat dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. (fnd)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb