ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Terpusat di Islamic Center, Tidak Ada Takbiran Keliling

August 14, 2012 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SAMARINDA – vivaborneo.com, Pelaksanaan takbiran dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, yang biasanya dilakukan dengan kegiatan pawai takbir keliling secara konvoi oleh masyarakat, untuk tahun ini dilaksanakan terpusat pada satu tempat di Masjid Islamic Center. Hal ini didasari pertimbangan keamanan, ketertiban dan kesakralan pelaksanaan takbiran itu sendiri.

Dalam kesempatan memberikan kultum shalat zuhur berjamaah di Balaikota kemarin Walikota Syaharie Jaang meminta kepada seluruh kepala SKPD untuk hadir diacara tersebut.

“Tidak terkecuali bagi seluruh lapisan masyarakat agar bisa melaksanakan takbiran secara bersama di Masjid Islamic Center, tanpa harus melakukan pawai atau konfoi,”ajak Syaharie Jaang.

Dipusatkannya kegiatan takbir pada satu titik lokasi ini dikatakan Asisten III Ridwan Tassa ketika memimpin rapat masalah pawai takbir ini di ruang rapat Walikota Jumat lalu adalah  dalam rangka menjaga kekhusyukan masyarakat, karena sebagaimana diketahui dalam pelaksanaan pawai tersebut ada sebagian peserta pawai yang bersikap kurang menggambarkan makna sesungguhnya dari hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh dengan  berhura-hura pada saat pawai tersebut.
Agar ketentuan ini bisa diketahui masyarakat Ridwan menyebut Pemkot akan membuat edaran kepada seluruh pengurus masjid, untuk lebih memaksimalkan kegiatan takbir pada wilayah masing-masing masjid saja.

“Tapi kalaupun ingin melakukan takbiran bersama silahkan datang ke masjid Islamic Center, namun upayakan tetap melakukan pula takbir di masjid setempat,” imbuhnya.

Terkait dengan perubahan ini pihak Majelis Ulama yang juga hadir di rapat tersebut turut angkat bicara agar para pengurus masjid dalam pelaksanaan takbir ini bisa lebih menyemarakan kegiatan takbir di wilayah masing-masing.
Bila perlu menurut mereka Pemkot bisa mengambil tindakan tegas melalui koordinasi dengan pihak kepolisian ataupun Dishub untuk melarang kegiatan konvoi. Ini dilakukan agar dalam pelaksanaan takbiran di kampung masing-masing bisa lebih semarak dan terfokus.

Dari Dishub sendiri dalam pertemuan tersebut mengakui untuk mengamankan situasi malam lebaran ini akan menurunkan sebanyak 25 personil yang akan ditempatkan pada titik khusus jalan raya yang rawan macet. Tentang kapan kepastian jatuhnya 1 Syawal 1433 H, Ridwan Tassa menyebut besar kemungkinan pada tanggal 19 Agustus 2012 mendatang. (vb/hm3)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.