ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Wagub : Kemenangan Sesungguhnya Saat Mampu Terapkan Pelajaran Ramadan

August 21, 2012 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SAMARINDA – vivaborneo.com, Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy menghendaki momentum Hari Raya Idul Fitri tidak hanya disikapi sebagai hari kemenangan karena telah berhasil melewati puasa Ramadan selama sebulan lamanya. Lebih dari itu, kata dia, kemenangan sesungguhnya adalah ketika ummat muslim mampu menerapkan pembelajaran positif selama menjalankan ibadah puasa Ramadan pada bulan-bulan lainnya.

“Kemenangan ini (Idul Fitri,Red) kan datang tidak dengan sendirinya, melainkan dengan perjuangan yang panjang. Sebab seperti dikatakan Nabi Besar Muhammad SAW, bahwa peperangan paling besar dalam hidup adalah perang melawan hawa nafsu. Artinya siapa saja yang berhasil melawan hawa nafsu maka menjadi orang yang berhasil mencapai kemenangan,” katanya saat ditemui wartawan¬† disela-sela gelaran open house atau pintu rumah terbuka bagi umum untuk berkunjung Wakil Gubernur Kaltim, di rumah jabatanya, Senin (20/8).

Open house wagub sendiri diselenggarakan dua hari, 20 hingga 21 Agustus. Ini merupakan rangkaian kegiatan open house para petinggi di lingkungan Pemprov Kaltim, yakni Gubernur, Wagub dan Sekprov Kaltim.

Open house Gubernur dilaksanakan 19 hingga 20 Agustus, di Pendopo Lamin Etam, Samarinda, kemudian Wagub sendiri 20 hingga 21 Agustus, di Rumah Jabatan Wagub, serta Sekprov Kaltim 21 hingga 22 Agustus yang juga di Rumah Jabatannya.

Oleh karena itu, sambung dia, momentum kemenangan ini hendaknya dapat dipertahankan pada bulan-bulan lainnya. Karena praktek kemenangan puasa Ramadhan terletak pada 11 Bulan lainnya.

Dengan demikian, siapapun itu tanpa melihat status sosialnya wajib melaksanan kehidupan sama halnya seperti saat menjalankan ibadah puasa. Dalam hal ini dari sisi kejujuran, prilaku, serta kedisiplinan
dalam menjalankan dikehidupan keseharian, terlebih dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesi yang digeluti.

“Itulah pelatihan-pelatihan yang harus diterapkan dalam kehidupan keseharian, meskipun tidak sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Terlebih bagi aparatur pemerintahan, kata dia, pembentukan karakter serta akhlak ummat melalui pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan tidak kalah penting manfaatnya. Mengingat, pembelajaran dimaksud dinilainya sangat selaras dengan tekad pemprov kaltim yang ingin menjadikan kaltim sebagai island of integrity atau pulau integritas dan menjalankan program nasional kaltim sebagai daerah percontohan pencanangan zona intgritas menuju wilayah bebas korupsi (wbk).

“Oleh karena itu, ini (Idul Fitri,Red) menjadi momentum yang sangat tepat untuk mempertahankan apa yang telah dijalani selama Ramadahan. Sehingga pegawai yang dimiliki benar-benar menjadi aparatur pemerintahan yang berintegritas,” tandasnya.(vb/arf)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.