ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Ajakan Berinvestasi di Kutim Bagi Masyarakat Toraja

November 12, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

 SANGATTA– Sebagai daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia, APBD Kutai Timur hingga saat ini masih sangat tergantung dari sektor pertambangan. Ada sekitar 80 persen APBD Kutim berasal dari royalti sektor pertambangan batubara dan migas.

Namun saat Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bapenas)  menyusun Rencana  Kerja Pemerintah Daerah Jangka Panjang (RKPDJP) ke -2 beberapa waktu lalu di Samarinda, tidak menyertakan pertambangan sebagai sektor unggulan dalam meningkatkan fiskal daerah.

Hal ini disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri syukuran dan peresmian sekertariat Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutim pada Sabtu (11/11/2023).

“Bappenas menyebutkan ada tujuh sektor yang menjadi fondasi bagi Kutim dalam meningkatkan fiskal daerah yakni sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, kehutanan dan pariwisata. Sektor pertambangan tidak lagi disebutkan. Ini menjadi tantangan yang harus disiapkan sejak dini,”ujar Ardiansyah.

Ditambahkannya, Kutim saat ini menjadi “superhub” atas keberadaan IKN Nusantara di Kaltim. Artinya menjadi penyangga utama perekonomian IKN Nusantara.

“Kuncinya adalah hilirisasi. Tidak ada lagi  ekspor “raw material” atau bahan mentah tetapi harus ada turunan dari bahan utama itu. Seperti industri sawit dan turunannya, industri kelautan dan perikanan, peternakan serta pengembangan  pariwisata. Jadi saya menawarkan kepada pengusaha asal Toraja untuk berinvestasi dalam bidang -bidang tersebut,” ajak Ardiansyah.

Tahun 2030 mendatang pemerintah pusat akan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dan secara bertahap beralih ke bahan bakar energi hijau atau bio diesel yang  lebih ramah  lingkungan.

“Peluang dan potensi dari sektor perkebunan dan pertanian ini sangat besar.Contoh seperti kebutuhan gula kristal dari produk nenas yang sangat diminati masyarkat Polandia bahan bakunya ada di Kecamatan Batu Ampar,”terangnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan selamat menggunakan sekretariat ini dengan baik.

“Semoga bermanfaat bagi warga Toraja dan Kutim lainnya” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Sekretariat IKAT Kutim Letkol Czi Pabate menjelaskan bahwa pembangunan ini dimulai sejak Maret 2021 dan selesai bulan November 2021 terdiri dari satu “Tongkonan” dan 3 buah “Alang” atau lumbung padi.

“Terima kasih atas dukungan Pemkab Kutim dan juga seluruh sub kerukunan IKAT sehingga bangunan ini selesai dan bisa difungsikan. Ada sedikitnya 38 sub kerukunan yang telah berpartisipasi dalam pembangunan sekertariat IKAT ini. Sekretariat ini bisa berdiri tentu dilandasi rasa kekompakan dan gotong royong yang tinggi. Saya sangat merasakan bagaimana eratnya persaudaraan yang terjalin selama tugas sebagai Komandan Kodim 0909 Kutim,” ungkap Pabate.

Sebelumnya Ketua IKAT Kutim, Pither Buyang menyebutkan sekretariat ini menjadi motivasi bagi pengurus  dalam meningkatkan pelayanan di masyarakat Toraja yang ada di Sangatta dan sekitarnya. Piter Buyang mengingatkan warga Toraja untuk senantiasa berdoa bagi pemerintah dan kesejahteraan kota Sangatta.

“Ada nats di alkitab menyebutkan usahakanlah kesejahteraan kota kemana engkau AKU buang (tempatkan), dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan.Sebab kesejahteraan kota itu adalah kesejahteraanmu pula,” sebut Piter.

Piter juga menyebutkan “Tongkonan” ini juga bisa menjadi obyek wisata  yang dapat digunakan seluruh warga Sangatta.”Kalau belum sempat berwisata atau kangen mau ke Toraja bisa lebih dulu berkunjung ke tempat ini, silakan terbuka bagi siapa saja,” ujarnya. (adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.