ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kebun Kampung Rencanakan Membuat Kebun Kampung

December 25, 2015 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

Batu Majang – Desa Batu Majang di Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu berencana membuat kebun kampong yang berisi taneka tanaman keras seperti pohon gaharu, dan kakao. Selain itu ada juga tanaman sayuran yang dapat dimanfaatkan penduduk setiap hari.

Petinggi kmapung Batu Majang Yosep Merang, saat ikut menanam bibi buah naga bersama BPPD Kaltim beberapa waktu lalu.

Petinggi Kampung Batu Majang Yosep Merang  mengatakan rencana membuat kebun kampong ini karena merespon keinginan  Pj Bupati Mahakam Ulu Frederik Bid  yang mengimbau masyarakat untuk giat menanam, memanfaatkan tanah yang masih sangat luas dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Perkebunan kampung ini direncanakan terdiri dari sayur mayur, kakao, gaharu, buah-buahan, dan areal persawahan. Lokasinya berada di hulu Batu Majang yang berbatasan dengan Tanaq Ulen, direncanakan ada tempat ekowisata disamping lokasi arung jeram yang berada di Sungai Alan.

“Kami mau membuat perkebunan agar kampung ini punya tanah kampung yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara bersama-sama. Luasnya sekitar 3 kilometer persegi. Supaya menarik, melihat-lihat perkebunan kampung sembari menikmati jeram-jeram di sungai,” ujarnya.

Kampung Batu Majang memiliki berbagai potensi wisata yang sangat menarik, diantaranya adalah, jeram di Sungai Alan, khususnya di spot ongkong yang memiliki jeram cukup tinggi.

Selain itu, terdapat  Hutan Tanaq Ulen yang memiliki kekayaan flora dan fauna khas Kalimantan Timur dengan dihiasi air terjunSungai Salung yang memiliki cerita tersendiri serta keragaman budaya Dayak Kenyah, baik tarian, musik, makanan serta  ukiran.

Salah satu manfaat nyata Tanaq Ulen saat ini adalah, bahwa Tanaq Ulen mampu menyediakan air bersih yang mengalir sepanjang waktu langsung kepemukiman masyarakat di Kampung Batu Majang, sehingga masyarakat telah merasakan secara langsung manfaat dari keberadaan Tanaq Ulen.

Hutan Tanaq Ulen memiliki tiga sumber mata air, masyarakat secara swadaya membuat saluran air dan setiap bulan dikenakan biaya perawatan dan pemeliharaan.

“Karena sudah ada water meternya dan tim pengelolanya. Setiap bulan mereka pergi melihat water meternya tiap bulan ada biaya pemeliharaan sebesar Rp 500 per kubik,” imbuh Yosep.

Melihat potensi air tersebut, kata Yosep, pihaknya berkeinginan untuk membuat air mineral kemasan yang dapat menjadi pendapatan asli daerah (PAD) khusunya bagi Kampung Batu Majang.

Selain itu, Tanaq Ulen yang menjadi kawasan hutan lindung telah dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber bibit tanaman. Ia berharap SKPD Teknis terkait dapat berkoordinasi dengannya untuk pengadaan bibit tanaman

“Karena kami memiliki lokasi persemaian yang berada di lokasi perkebunan kampung itu, dan semoga ada bantuan dari SKPD terkait agar tanah tersebut tidak jadi tanah tidur,” tandas Yosep. (vb/RDG/BPPD/yul).

 

 

 

 



Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.