ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

PAD 2021 Ditarget Rp 202 Miliar

December 1, 2020 by  
Filed under Berau

Share this news

POTENSI DAERAH: Pemkab berupaya pendapatan asli daerah seperti pajak dan retribusi.

TANJUNG REDEB – Meski kondisi ekonomi 2021 mendatang diprediksi belum maksimal, namun Pemkab Berau tetap optimistis bisa meraup potensi pendapatan asli daerah (PAD). Dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 yang diserahkan ke DPRD Berau, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau ditarget Rp 202 miliar.

Pjs Bupati Berau M Ramadhan mengatakan, salah satu sumber pendapatan daerah yang menjadi kinerja Pemkab Berau yaitu sektor pendapatan asli daerah, yang ditarget berdasarkan pada potensi dan kemampuan memungut dari masing-masing sumber PAD pada tahun anggaran berjalan.

Pendapatan yang menjadi target penerimaan terdiri dari empat komponen, di antaranya pajak daerah Rp 65 miliar, retribusi daerah Rp 8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 14 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp 114 miliar.

“Walaupun peran PAD di dalam anggaran penerimaan secara keseluruhan relatif kecil, tetapi kecenderungannya setiap tahun memberikan angka yang selalu meningkat,” sebut Ramadhan.

Lebih jauh, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau Sri Eka Takariyati mengatakan, berupaya memaksimalkan potensi penerimaan daerah khususnya dari sektor pajak daerah. Karena nyatanya banyak sumber pendapatan belum tergali maksimal.

Dijelaskan, 2020 ini total target penerimaan pajak daerah ditetapkan Rp 61,850 miliar. Namun realisasi hingga Oktober senilai Rp 48,913 miliar. Sementara pajak hotel terealisasi Rp 2,3 miliar atau 57,87 persen dari target Rp 4 miliar.

Sedangkan untuk pajak restoran realisasi Rp 15,6 miliar atau 78 persen dari target Rp 20 miliar. Pajak hiburan terealisasi Rp 132 juta atau 44 persen dari target Rp 300 juta. Pajak reklame realisasi Rp 327 juta atau 93 persen dari target Rp 350 juta, dan pajak penerangan jalan realisasi Rp 17,9 miliar atau 86 persen dari target Rp 20,8 miliar.

Ada pula pajak mineral bukan logam dan batuan realisasi Rp 86 juta atau 86 persen dari target Rp 100 juta, sedangkan pajak parkir realisasi Rp 178 juta atau 71 persen dari target Rp 250 juta.

Pendapatan lain yakni pajak air tanah terealisasi Rp 4 juta atau 8,6 persen dari target Rp 50 juta, pajak sarang burung walet terealisasi Rp 572 juta atau 57 persen dari target Rp 1 miliar, pajak bumi dan bangunan sektor P2 realisasi Rp 3,5 miliar atau 70 persen dari target Rp 5 miliar.

Terakhir, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) realisasi Rp 8 miliar atau 81 persen dari target Rp 10 miliar.

“Total ada 11 pajak daerah yang dikelola. Semuanya terus dimaksimalkan,” ungkapnya. (vb1)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.