Mujianto Minta Orang Tua Perhatikan Aktifitas Anak

November 14, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda Komisi IV, Mujianto meminta kepada orang tua siswa memperhatikan aktifitas anak-anaknya dan tidak keluar rumah hanya sekedar kumpul-kumpul yang tidak penting dimasa pandemi covid-19.

“Saya memohon dengan sangat kepada orang tua agar memperhatikan anak-anaknya. Terlebih dimasa pandemi covid-29 ini, agar terhidar dari virus yang berbahaya ini,” katanya kepada media ini

Mujianto

Kader partai Gerindra ini menyerukan, agar anak-anak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya terutama dimasa pandemi ini. Anak-anak bisa membantu orang tua dalam hal pekerjaan rumah tangga. Seperti bersih-bersih rumah dan lain sebagainya

“Orang tua harus mengawasi kemana anak pergi berjalan, demikian juga anak-anak diharapkan bisa menjaga kesehatan dan patuhi orang tua serta taat dengan protokol kesehatan,” ujarnya

Dia mengajak selaku menjaga jarak dan menjaga lingkungan. Tentunya hrus memahami dan mengetahui standar protokol kesehatan dan laksanakan anjuran pemerintah. Dia berharap tidak berkumpul yang sia-sia dan tetap berada di rumah. Perbanyak beribadah dan berkumpul bersama keluarga di rumah dari pada melakukan hal yang tidak bermanfaat dan sekedar berkumpul-kumpul.

“Karena bahaya covid-19 ini luar bisa masalahnya bukan di desa, bukan hanya Samarinda namun ini seluruh dunia. Marilah kita patuhi anjuran pemerintah dan kita lawan covid-19 dengan tetap menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah,” tutupnya. (*/man)

Samarinda Borong Penghargaan STBM Dari Menteri Kesehatan

November 14, 2020 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Kota Samarinda berhasil menyabet penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Award tahun 2020. Acara tersebut digelar secara virtual oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jumat (13/11/2020) sore.

Sedikitnya ada sebanyak 29 Kabupaten/Kota yang berhasil meraih penghargaan yang sama. Samarinda sendiri merupakan satu-satunya kota di Kalimantan Timur yang mampu meraih empat kategori penghargaan. pertama diserahkan kepada Wali Kota Syaharie Jaang, atas komitmennya untuk perbaikan sanitasi. Terutama dalam mewujudkan Open Defecation Free (ODF) atau pengentasan Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Penghargaan terhadap Lurah terbaik disematkan kepada Ali Zubaid selaku Lurah Sindang Sari yang sudah berupaya untuk mengubah perilaku masyarakat higenis dengan pendekatan STBM. Ada juga penghargaan untuk kategori petugas kesehatan puskesmas lingkungan terbaik yang diberikan kepada Rahman Putra dari puskesmas Harapan Baru dan terakhir penghargaan untuk kategori natural leader terbaik yang diberikan kepada Sarmi sebagai natural leader STBM dari Kelurahaan Sindang Sari.

Piagam Penghargaan dari Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat ini diberikan langsung oleh Menteri Kesahatan RI, Terawan Agus Putranto melalui Asisten III Pemkot Samarinda, Ali Fitri Noor yang diserahkan kepada tiga orang yang berprestasi tadi diruang Command Center, Diskominfo Samarinda, Gedung Balaikota.

“Prestasi ini sebagai bentuk dedikasi yang diberikan kepada pahlawan lingkungan yang memiliki kepedulian untuk terus mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat,”sebut Ali Fitri disela menyerahkan penghargaan tersebut sore itu.

Plh Sekda Samarinda ini menjelaskan sebagai kota yang terus mengkampanyekan stop buang air besar sembarangan tentunya diperlukan dukungan semua element masyarakat terkhusus yang tinggal dipinggir sungai agar bisa mengajak masyarakat untuk berprilaku yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020.

“Tujuannya untuk menumbuhkan rasa kesadaran dan memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masyarakat. Sehingga lingkungan permukiman, bebas dari pencemaran tinja manusia,”ungkap mantan Kepala Balitbangda Samarinda ini.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Samarinda, Meliyani Agustini, menambahkan jika program sanitasi total berbasis masyarakat di Samarinda sudah berjalan sejak tahun 2014. Tetapi deklarasi komitmen dalam mendukung program tersebut bersama element masyarakat baru dilakukan pada tahun 2016.

“Jadi selain deklarasi juga dilakukan pencanangan 5 pilar dalam program Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM) untuk mengurangi penyakit tersebut. Diantaranya stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga lalu pengamanan sampah dan limbah rumah tangga,”ucapnya didampingi Pengelola Program Kesehatan Lingkungan, Maryam Amir.

Ia menambahkan, Samarinda sebenarnya baru tahun ini mengikuti Rakornas STBM. Program STBM dianggapnya penting untuk dicanangkan. Sebab, pemenuhan lima pilar STBM akan menjadi patokan untuk penilaian Kota Sehat tahun 2021 mendatang. (cha/adv)

STIEM Berubah Jadi UMB

November 14, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

SERAHKAN : Pjs Bupati Berau, M Ramadhan menyaksikan penyerahan SK penetapan UMB.

TANJUNG REDEB – Perjuangan panjang perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Tanjung Redeb menjadi Universitas Muhammadiyah Berau membuahkan hasil.

Surat Keputusan perubahan bentuk STIEM Tanjung Redeb menjadi Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) akhirnya diserahkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Jumat (13/11). Penyerahan dilakukan di aula UMB disaksikan Pjs Bupati Berau, M Ramadhan.

Kepala Lembaga Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Udiansyah menjelaskan, proses sebelum terbentuknya UMB ini cukup panjang. Beberapa kali kelengkapan dokumen dikembalikan untuk dilengkapi. Hingga akhirnya seluruh persyaratan bisa dipenuhi.

“Angka partisipasi kuliah di Berau termasuk rendah yaitu 36 persen. Banyak alasan yang membuat lulusan SMA tidak kuliah, seperti kendala biaya, ongkos ke kota, bayar SPP, kos dan lainnya. Dengan adanya universitas di sini, diharapkan bisa mengatasi semua masalah tersebut,” kata Udiansyah.

Penetapan perubahan status STIEM menjadi UMB ini mendapat apresiasi dari Pjs Bupati Berau, M Ramadhan. Dengan adanya universitas tersebut, diharapkan bisa membantu pemerintah menghasilkan SDM berkualitas.

“Khusus lulusan SMA bisa meneruskan pendidikannya. Apalagi ini baru pertama kali adanya universitas. Tentu kita harapkan program pemerintah daerah dalam jangka panjang bisa terwujud, terutama dalam hal peningkatan SDM,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPH STIEM Tanjung Redeb, Ilyas Natsir menyampaikan, apresiasi atas kerja sama seluruh pihak serta dukungan yang telah diberikan pemerintah daerah.

“Hari bersejarah bagi Berau telah berdirinya universitas. Sehingga kita harus bangga, senang. Berdirinya universitas ini harus dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan SDM andal,” ujarnya.

Penetapan ini merupakan cita-cita besar yang telah terwujud. Dengan resmi berdirinya universitas ini maka lulusan SMA tidak perlu lagi menempuh pendidikan ke luar daerah. Pemerintah juga tidak lagi keluar biaya besar.

“Ke depan kita juga bisa keluarkan program pasca sarjana,” tegasnya.

Ilyas berharap UMB bisa menjadi universitas maju dan dapat berkiprah di tingkat provinsi dan nasional. Tanggung jawab besar telah menunggu untuk dikerjakan. Dalam rangka wujudkan masyarakat Berau sejahtera. “Mohon doa restu untuk realisasi cita-cita ini,” katanya. (vb1)

Pjs Bupati Bagi Masker di Pasar

November 14, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

CEGAH COVID: Pjs Bupati Berau, M Ramadhan membagikan masker di Pasar Sangam Adji Dilayas.

TANJUNG REDEB – Masyarakat perlu diberikan edukasi lagi. Faktanya pandemi yang terjadi saat ini masih menghantui masyarakat. Sehingga kewaspadaan harus dilakukan terus melalui penerapan protokol kesehatan ini. “Tidak ada jalan lagi. Ekonomi harus tetap jalan dan edukasi juga. Sehingga adapatasi dengan kehidupan baru ini harus dilakukan,” kata Pjs Bupati Berau, M Ramadhan di sela membagikan masker di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Jumat (13/11) pagi.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Berau telah mengeluarkan Peraturan Bupati yang mengatur protokol kesehatan sebagai bagian dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Kampanye pun selalu dilakukan kepada masyarakat. Dengan harapan aturan ini bisa menjadi budaya yang selalu diterapkan.

Akan tetapi penerapan protokol kesehatan tidak bisa dilakukan tanpa adanya dukungan dari seluruh pihak. Ia pun mengajak masyarakat bisa bersama-sama berperan di dalamnya. “Selain jaga jarak, cuci tangan, juga menggunakan masker. Mudahan covid-19 ini bisa menghilang di Bumi Batiwakkal,” ujarnya.

Yang terjadi saat ini, masyarakat sudah mulai abai, dan ada saja yang tidak menggunakan masker. Karena itu, M Ramadhan menegaskan bahwa pandemi ini belum selesai, belum berakhir. Salah satu cara efektif untuk mencegah adalah dengan melakukan protokol kesehatan.

Dalam pembagian ratusan masker di Pasar SAD itu, M Ramadhan didampingi Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali serta sejumlah kepala OPD. Selain pedagang, masker juga diberikan juga kepada pengunjung. Tak hanya pembagian masker, sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan juga terus dilakukan. (vb1)

Muncul Klaster Baru, Perusahaan Tambang Diminta Perketat Protokol Kesehatan

November 14, 2020 by  
Filed under Berau

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi

TANJUNG REDEB – “Kami meminta pihak perusahaan melakukan perbaikan sistem penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja mereka. Kita heran bisa terjadi transmisi lokal, bukan dari pelaku perjalanan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi (13/11/2020) terkait adanya klaster baru Covid-19 dari perusahaan tambang yakni SIS BMO.

Iswahyudi juga menyampaikan, telah meminta pihak perusahaan melakukan evaluasi terkait karyawannya yang terpapar Covid-19. “Dinkes terus melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan baik induk maupun kontraktor. Kami akan terus melakukan pengamatan terkait adanya klaster baru ini,” sambungnya.

Agar kasus ini tidak semakin meluas, pihak perusahaan telah mengambil langkah melakukan karantina mandiri terhadap karyawan perusahaan, serta melakukan penelusuran terhadap orang lain di lingkungan sekitar.

“Jika ini membesar, yang jelas akan kena ya orang-orang tambang di lingkungan tempat mereka saja. Semoga tidak sampai keluar,” harapnya.

Saat ini, para pasien yang telah dinyatakan positif dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul rivai. Terkait gejala, mayoritas pasien memiliki gejala. Iswahyudi mengaku akan terus menggali informasi untuk mencari penyebaran awalnya. Dugaan awal, ada orang tanpa gejala (OTG) sehingga penularan virus Covid itu tiba-tiba meluas.

“Pandemi ini belum berakhir, kami imbau masyarakat meningkatkan kedisiplinan, menerapkan protokol kesehatan, memakai masker saat berpergian, hindari keramaian dan rajin mencuci tangan,” kata Iswahyudi. (vb1)

« Previous PageNext Page »

  • vb