Kecamatan Sungai Pinang Juara Umum MTQ Kota Samarinda

November 11, 2020 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Kafilah MTQ kecamatan Sungai Pinang keluar sebagai juara umum pada Musabaqah Tilawatil Al Quran (MTQ) tingkat kota Samarinda ke 42 tahun 2020. Piala bergilir MTQ Kota Samarinda diberikan dalam acara pembukaan seleksi DAI yang diadakan oleh Bagian Kesra Kota Samarinda. Selain itu MTQ kota Samarinda ini menjadi satu–satunya MTQ dengan wajib mematuhi Protokol Kesehatan di Kaltim serta tanpa adanya penonton umum tidak seperti biasanya.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan MTQ tingkat kota Samarinda sendiri diikuti 380 orang qori dan qoriah dari 10 kecamatan pada MTQ ke – 42 Tahun 2020 Tingkat Kota Samarinda.

“InsyaAllah MTQ berikutnya saya bisa hadir sebagai masyarakat biasa,” kata Wali Kota Samarinda di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (11/11/2020).

Jaang berharap dalam pelaksanaan MTQ ke-42 ini bisa terpilih qari dan qariah terbaik dari 10 kecamatan yang akan mewakili Samarinda ke tingkat Provinsi tahun 2021 di Bontang dan MTQ Nasional di Provinsi Sulawesi Utara.

Pelaksanaan MTQ tingkat Kota Samarinda ke 42 kali ini berlangsung secara protokol kesehatan Covid-19. Apalagi kondisi pandemi Covid-19 di Samarinda terdapat dua kecamatan masih dalam zona merah dan masih di atas 100 pasien, yaitu Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu. Namun Jaang bersyukur beberapa kecamatan sudah berada di zona orange dan kuning.

“Semoga kita dijauhkan dari mara bahaya, bencana, dan dijauhkan dari pertikaian. Semoga kota Samarinda dan seluruh dunia diselamatkan dari wabah dan virus Covid-19 segera lenyap dari muka bumi ini. Semoga saudara-saudara kita yang dalam perawatan terpapar virus segera diberikan kesehatan oleh Allah SWT,” tutupnya. (man)

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Pembangunan

November 11, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Di masa Pandemi covid-19 perekonomian di Kota Tepian sebutan Samarinda tergolong lemah. Anggota Komisi II Samarinda Arbain pun menanggapi hal tersebut, dia meningkatkan sektor ekonomi dengan memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda di salah satunya adalah penerangan jalan. Read more

Subandi : Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Alami Hambatan

November 11, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA –  Wakil Ketua III DPRD Samarinda mengakui, saat ini pertumbuhan ekonomi di Samarinda mengalami hambatan. Dampak Covid-19 menjadi faktor utama kecilnya pertumbuhan ekonomi di Samarinda. Meski demikian, bukan berarti dengan bencana non alam ini kemudian tidak memiliki strategi yang taktis dalam menyikapi permasalahan yang terjadi, melainkan langkah efektif yang dilakukan oleh pihak terkait. Read more

DPRD Samarinda Segera Lakukan Reses

November 11, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda akan segera melakukan reses di masing-masing Dapil untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai program kerja pembangunan tahun mendatang. Read more

Dinas Pertanian Kutim Kembangkan Komoditi Unggulan

November 11, 2020 by  
Filed under Nusantara

SANGATTA – Untuk pengembangan tanaman jangka panjang di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Pertanian (Distan) Kutim berusaha memetakan produk-produk pertanian, khususnya tanaman hortikultura. Satu Kecamatan akan dikembangkan satu produk unggulan.

“Kami menyebutnya, one region one variety. Artinya, satu Kecamatan, punya satu produk unggulan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kutim Sugiono melalui Kepala Seksi Produksi  dan Perlindungan Hortikultura Wahyudi Nor.

Khusus untuk produk hortikultra, kata Wahyudi, saat ini pihaknya memang belum memiliki kajian akademis, yang secara komplek membahas tentang kesesuaian lahan dan sebagainya. Untuk itu, ia berharap kedepan bisa didukung pemerintah untuk penyusunan kajian tersebut. Tapi, arah kebijakan Distan sudah menuju pada kondisi kesesuaian lahan.

“Ada dua hal yang diperhatikan untuk menentukan suatu komoditas di suatu wilayah. Pertama adalah kondisi eksisting, kemudian kondisi kesesuaian lahan,” ucap Wahyudi.

Contohnya pengembangan durian di Kecamatan Telen. Kenapa di Telen? Karena, secara eksisting daerah-daerah utara seperti Telen, Muara Bengkal, Maura Ancalong, Long Mesangat dan Busang merupakan tumbuhan-tumbuhan endemik. Dengan harapan petani sudah terbiasa dengan tanaman itu. Kemudian kondisi tanahnya juga perlu diperhatikan.

Selanjutnya untuk pengembangannya nanti, Distan akan tetap mendampingi dengan mengerahkan penyuluh. Untuk komoditas yang dipilih merupakan variatas unggul. Di Telen pengemebangan durianya adalah musang king.

“Durian lokal atau montong harganya jualnya Rp 40 ribu/kg. Kalau musang king Rp 250 ribu/kg. Kami pilih adalah buah-buahan yang punya nilai ekonomi tinggi,” tuturnya.

Lebih jauh diungkapkan Wahyu, untuk Kelengkeng dikembangkan di Kecamatan Karangan. Alpukat di Kecamatan Sangatta Utara, alasannya lebih ke arah pertimbangan pasar.

“Kenapa alpukat di Sangatta Utara? Karena buah alpukat bisa langsung dikonsumsi dan menjadi olahan. UMKM kita juga sudah banyak di Sangatta, Booth penjualan juga sudah banyak dipinggir-pinggir jalan,” terangnya.

“Untuk alpukat, varietas yang dipilih adalah kendil. Dia menjelaskan, varietas ini kalau ditanah yang subur, satu buah minimal 1 kg beratnta. Jadi, dalam 1 buah bisa untuk 3 jus, apalagi es buah lebih hamat, tekstur lebih lembut dan rasanya pun enak,” tambahnya.

Lantas kenapa kelengkeng dikembangkan di Karangan? Karena diketahui, kelengkeng harganya tidak pernah turun, kisaran Rp 40 ribu/kg dan memiliki daya tahan lebih dari buah yang lain. Hal ini bisa mendukung kondisi pergerakan transportasi distribusi yang memakan waktu panjang. Artinya walaupun tertahan hingga dua hari, saat tiba di Sangatta kelengkeng varietas Kateki tersebut masih dalam kondisi segar. (hms15/hms3)

« Previous PageNext Page »

  • vb